Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“CYBER CRIME DAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI” Muhammad Kahfi (12092861), Deffi Affriyani (12092958 ), Ajizah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“CYBER CRIME DAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI” Muhammad Kahfi (12092861), Deffi Affriyani (12092958 ), Ajizah."— Transcript presentasi:

1 “CYBER CRIME DAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI” Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

2 Keunggulan komputer berupa kecepatan dan ketelitiannya dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat menekan jumlah tenaga kerja, biaya serta memperkecil kemungkinan melakukan kesalahan, mengakibatkan masyarakat semakin mengalami ketergantungan kepada komputer. Dampak negatif dapat timbul apabila terjadi kesalahan yang ditimbulkan oleh peralatan komputer yang akan mengakibatkan kerugian besar bagi pemakai (user) atau pihak-pihak yang berkepentingan. Kesalahan yang disengaja mengarah kepada penyalahgunaan komputer. Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana dapat dilihat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 363 K/Pid/1984 tanggal 25 Juni “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 memberitakan tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp ,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet. Penggunaan teknologi komputer, telekomunikasi, dan informasi tersebut mendorong berkembangnya transaksi melalui internet di dunia. Perusahaan-perusahaan berskala dunia semakin banyak memanfaatkan fasilitas internet. Sementara itu tumbuh transaksi-transaksi melalui elektronik atau on-line dari berbagai sektor, yang kemudian memunculkan istilah e-banking, e-commerce, e-trade,e-business, e-retailing. LANDASAN TEORI Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

3 Etika, arti etika menurut situs informasi (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan")www.wikipedia.org Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen". Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel). ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

4 Dalam sebuah situs informasi kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.www.wikipedia.org Cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan Komputer adalah segala aktifitas tidak sah yang memanfaatkan komputer untuk tidak pidana. Sekecil apapun dampak atau akibat yang ditimbulkan dari penggunaan komputer secara tidak sah atau ilegal merupakan suatu kejahatan. Secara umum dapat disimpulkan sebagai perbuatan atau tindakan yang dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai alat/sarana untuk melakukan tidak pidana atau komputer itu sendiri sebagai objek tindak pidana. Dan dalam arti sempit kejahatan komputer adalah suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan teknologi komputer yang canggih. CYBER CRIME Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

5 Eoghan Casey mengkategorikan cybercrime dalam 4 kategori yaitu: -A computer can be the object of Crime. -A computer can be a subject of crime. -The computer can be used as the tool for conducting or planning a crime. -The symbol of the computer itself can be used to intimidate or deceive. Polri dalam hal ini unit cybercrime menggunakan parameter berdasarkan dokumen kongres PBB tentang The Prevention of Crime and The Treatment of Offlenderes di Havana, Cuba pada tahun 1999 dan di Wina, Austria tahun 2000, menyebutkan ada 2 istilah yang dikenal: 1. Cyber crime in a narrow sense (dalam arti sempit) disebut computer crime: any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target the security of computer system and the data processed by them. 2. Cyber crime in a broader sense (dalam arti luas) disebut computer related crime: any illegal behaviour committed by means on relation to, a computer system offering or system or network, including such crime as illegal possession in, offering or distributing information by means of computer system or network. PERMASALAHAN Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

6 Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi ini dikelompokkan dalam beberapa bentuk sesuai modus operandi yang ada, antara lain: 1.Unauthorized Access to Computer System and Service 2.Illegal Contents 3.Data Forgery 4.Cyber Espionage 5.Cyber Sabotage and Extortion 6.Offense against Intellectual Property 7.Infringements of Privacy PERMASALAHAN Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

7 Beberapa kiat yang dapat digunakan untuk meminimalisir kejahatan virtual: 1.Melindungi Komputer 2.Melindungi Identitas 3.Selalu Up to Date 4.Amankan 5.Melindungi Account 6.Membuat Salinan 7.Cari Informasi Perangkat pengamanan internet: 1.Internet Firewall 2.Kriptografi 3.Secure Socket Layer (SSL) PEMECAHAN MASALAH Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

8 1.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Internet & Transaksi Elektronik (ITE) a.Pasal 27 UU ITE tahun 2008 b.Pasal 28 UU ITE tahun 2008 c.Pasal 29 UU ITE tahun 2008 d.Pasal 30 UU ITE tahun 2008 e.Pasal 33 UU ITE tahun 2008 f.Pasal 34 UU ITE tahun 2008 g.Pasal 35 UU ITE tahun Kitab Undang Undang Hukum Pidana a.Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding. b.Pasal 378 KUHP dapat dikenakan untuk penipuan c.Pasal 335 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan melalui PENEGAKAN HUKUM Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

9 d. Pasal 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media Internet. e. Pasal 303 KUHP dapat dikenakan untuk menjerat permainan judi yang dilakukan secara online di Internet dengan penyelenggara dari Indonesia. f. Pasal 282 KUHP dapat dikenakan untuk penyebaran pornografi. g. Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang. h. Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain. 3. Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta 4. Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi 5. Undang-Undang No 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan PENEGAKAN HUKUM Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

10 6. Undang-Undang No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang 7. Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme PENEGAKAN HUKUM Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN

11 Berbicara mengenai hubungan EPTIK dan cyber crime sudah tentu tidak bisa dipisahkan, cyber crime atau kejahatan virtual atau cyber adalah suatu sub bagian dari lingkup IT sebagai penjelasan, seorang ahli komputer atau professional dalam bidang komputer membobol suatu database dari suatu perusahaan dengan alasan kepentingan pribadi. Hal ini dapat di katakan sebagai kejahatan dunia maya atau cyber crime, lalu apa bedanya dengan seorang ahli komputer yang meretas database dari sebuah perusahaan atau badan dengan tujuan menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh badan tersebut, apakah tindakan ini juga di sebut kejahatan dunia maya?. Dari contoh di atas tentu kita sudah bisa membedakan antara seorang professional IT dan pelaku kejahatan dunia maya atau cyber crime, yaitu etika dan moral dari pelaku itu sendiri. Sampai muncul dalam dunia IT istilah seperti hacker putih atau sering di sebut white hacker yaitu pelaku peretasan data pada dunia maya namun bukan untuk kepentingan pribadi, namun lebih untuk uji coba kemampuan lalu memberitahukan pihak terkait agar memperbaiki keamanan sistemnya. Semua orang diluar sebuah formalitas seperti ijazah dan sertifikat keahlian bisa menjadi seorang IT atau seorang kriminal dunia maya secara informal, yang membedakan adalah moral dan etika orang tersebut. KESIMPULAN Muhammad Kahfi ( ), Deffi Affriyani ( ), Ajizah Affriyani ( ), Rustiana ( ), Budiono ( ), Syaiful Amri ( ), Leo Fernando ( ), Asmar Lubis ( ), Lefie Ardiansyah ( ) HOMEHOME PEMBAHASAN PERMASALAHAN KESIMPULANPEMBAHASANPERMASALAHANKESIMPULAN


Download ppt "“CYBER CRIME DAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI” Muhammad Kahfi (12092861), Deffi Affriyani (12092958 ), Ajizah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google