Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Pengelolaan Polutan Udara di dalam Ruangan Oleh Sudrajat PPLH- Unmul 2003.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Pengelolaan Polutan Udara di dalam Ruangan Oleh Sudrajat PPLH- Unmul 2003."— Transcript presentasi:

1 1 Pengelolaan Polutan Udara di dalam Ruangan Oleh Sudrajat PPLH- Unmul 2003

2 2 Baku Mutu Kualitas Udara dalam Ruang Kualitas udara dalam ruang adalah udara bebas pencemar penyebab iritasi, ketidaknyamanan atau terganggunya kesehatan penghuni ruangan. Untuk kepentingan di atas digunakan Kadar tertinggi yang diperkenankan ( KTD) atau MAC ) Maximum Allowable Concentration atau Nilai Ambang Batas ( NAB)/ Threshold Limit Value.

3 3

4 4 Upaya Pengendalian Kualitas Udara dalam Ruang Dilakukan dengan pendekatan terpadu untuk memisahkan dan mengendalikan pencemar: 1. Pengendalian Sumber pencemar 2. Penyaringan 3. Penutupan sumber pencemar 4. Ventilasi yang cukup ( usaha ini adalah untuk pengendalian pencemar yang tidak dapat dihindarkan keberadaannya ( unavoidable pollutants). ( Lihat Gambar )

5 5 Sumber dan Jenis Pencemar Udara dalam Ruang Polutan udara dibedakan atas Anavoidable pollutants ( sisa metabolisme seperti CO2, bau dan aktivitas pokok dari kantor atau rumah) dan Avoidable pollutants ( senyawa organik dari bangunan dan isinya). Berdasarkan sumbernya dibedakan atas : 1. Sumber dari luar ruang 2. Sumber dari dalam ruang itu sendiri 3. Mikroorganisme dari luar dan dalam ruang

6 6 Sumber Pencemar dari Luar Akibat Lalulintas ( CO, HC, Pb, Nox,Sox) ; Industri ( Partikulat, H2S, Nox, S02, O3, Pb, Senyawa organik mudah menguap, asap, serat-serat dan padatan halus); Alamiah ( Radon, CH4, dll). Hutan dan Lahan Pertanian

7 7 Sumber Pencemar dari Dalam 1. Dari bangunan dan Isinya : Asbestos, Formaldehyde, Senyawa Organik yang mudah menguap ( Volatile Organic Compounds/ VOC), Dari Aktivitas Manusia : Asap Tembakau, asap dapur, insektisida/pestisida, pembersihan ruang dengan tipe pencemar umum adalah CO2, CO, partikulat. ( Lihat Gambar ).

8 8 Senyawa2 dalam Asap Rokok 1. Acrolein 2. Hidrocarbon Aromatic 3. CO 4. Nikotin 5. Nox 6. Nitrosoamin 7. Bahan partikel airborne 8. Residu yg termasuk phenol. Aldehyd, S0x, Sulfat

9 9 Sick Buildings Syndrome Iritasi mata, hidung dan tenggorokan Kulit dan lapisan lendir yang kering Erythema Kelelahan mental, sakit kepala Infeksi saluran pernapasan, batuk Bersin-bersin Reaksi sensitivitas yang sangat tinggi

10 10 Meyer et al. (1998) SBS symptoms associated with serum Ig-E specific to Penicillium links one case of SBS to environmental exposure Cooley et al. (1998) Correlation of increased Penicillium prevalence and SBS in school buildings involved in indoor air quality (IAQ) complaints

11 11 Arruda et al. (1990) –Isolated and identified Asp f 1 allergen from Aspergillus fumigatus in pure culture –Noted increase in mean Asp f 1 leaf extract concentration following heavy rainfall episodes

12 12

13 13 Beberapa jenis penyakit yg ada kaitannya dengan ruangan Sakit kepala Iritasi mata dan selaput lendir Iritasi sistem pernapasan Drowsiness ( mulut kering) Fatigue ( kelelahan) Malaise umum

14 14 Bioaerosol 1. Merupakan bakteri yang tersebar diudara bersama aerosol di udara. 2. Dapat menyebabkan infeksi. Contohnya flu, TBC 3. Menyebabkan asma 4. Toxicoses adanya senyawa toksik dari dinding sel jamur yang ada di udara. Banyak dijumpai pada kasus Sindrome Building Sicks.


Download ppt "1 Pengelolaan Polutan Udara di dalam Ruangan Oleh Sudrajat PPLH- Unmul 2003."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google