Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengantar studi kualitatif Siti Isfandari. 1.Permasalahan  tujuan 2.Pengetahuan dan teori 3.Strategi prosedur pendalaman 4.Metode pengumpulan data dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengantar studi kualitatif Siti Isfandari. 1.Permasalahan  tujuan 2.Pengetahuan dan teori 3.Strategi prosedur pendalaman 4.Metode pengumpulan data dan."— Transcript presentasi:

1 Pengantar studi kualitatif Siti Isfandari

2 1.Permasalahan  tujuan 2.Pengetahuan dan teori 3.Strategi prosedur pendalaman 4.Metode pengumpulan data dan analisis 5.Validitas dan reliabilitas Penting dalam penelitian

3

4 Pengetahuan dan teori

5

6 Postpositivism Tantangan terhadap kebenaran absolut pengetahuan Tidak ada pengetahuan absolut terhadap manusia dan perilakunya Filosofi deterministik = penyebab menentukan akibat atau hasil Memperkecil ide besar menjadi ide – ide kecil, variabel penguji hipotesis

7 Kacamata postpositivism Observasi dan pengukuran realitas objektif ‘yang ada’ di dunia Dunia diatur oleh hukum dan teori Menguji hukum dan teori untuk diperbaiki agar lebih dapat memahami dunia Dimulai dari teori, mengumpulkan informasi yang mendukung atau menolak teori, memperbaiki teori dan menguji lagi

8 Constructivism Filosofi = individu berupaya memahami dunia tempatnya hidup, memberi makna terhadap pengalaman, objek, benda Makna diperoleh dari interaksi dan negosiasi partisipan dalam suatu konteks Makna = bervariasi  Peneliti bertujuan menginterpretasi pihak lain memaknai dunia / kehidupan, memahami kompleksitas makna, tidak mempersempit makna menjadi kategori dan ide = national geographic

9 Advocacy / participatory Peneliti tidak terbatas hanya meneliti Isu spesifik = pemberdayaan, ketimpangan, penindasan, kekuasaan, pelarangan, pengasingan Tidak lebih memarginalkan partisipan Partisipan dilibatkan membantu menyusun disain, pertanyaan, analisa informasi ‘Suara’ partisipan bersatu untuk reformasi dan perubahan, partisipan sebagai kolaborator

10 Pragmatism Melakukan riset berdasarkan dampak yang dituju, beorientasi masalah, bebas memilih Tujuan utama = melakukan perubahan / perbaikan di dunia nyata, tidak mempertanyakan hukum dan realitas ‘dunia’ Contoh = PDBK, penelitian / analisis kebijakan program, riset operasional, penelitian siapa di ruangan ini?

11 Strategi pendalaman

12

13 Disain eksperimen & non eksperimen Eksperimen = pemberian perlakuan pada responden yang dikelompokkan secara random, kuasi eksperimen non random, kuasi eksperimen single subject Survey = potong lintang, longitudinal menggunakan kuesioner atau wawancara terstruktur, bertujuan menggeneralisasi dari sampel ke populasi

14 Narasi, fenomena, etnografi, grounded theory, studi kasus Etnografi = mempelajari kelompok dalam setting alamiah mereka untuk jangka waktu, konteks tertentu mengumpulkan informasi melalui observasi, wawancara Grounded theory = peneliti berupaya memperoleh teori umum dari proses, tindakan, interaksi berdasarkan pandangan partisipan = lihat PKT, Rudy Salan

15 Studi kasus = eksplorasi mendalam terhadap program, kejadian, aktivitas, proses yang dilakukan seseorang atau kelompok orang dalam jangka waktu tertentu Narasi = mempelajari kehidupan seseorang atau kelompok untuk memperoleh cerita mengenai kehidupan mereka, diceritakan kembali mengkombinasikan perspektif peneliti dan partisipan, contoh = Rudy Salan

16 Riset fenomena = mengidentifikasi ‘inti’ pengalaman manusia terhadap fenomena tertentu, bagaimana mereka memaknai fenomena = misal penolakan imunisasi, PKT

17 Mixed method Jarang penelitian hanya menggunakan pendekatan kuantitatif atau kualitatif Melengkapi kekurangan dari hanya menggunakan satu pendekatan Triangulasi

18 Prosedur mixed method Berurutan =Mengelaborasi atau memperluas temuan dari satu pendekatan menggunakan pendekatan lain – Kualitatif = exploratory, – kuantitatif dengan sampel yang lebih besar untuk generalisasi = studi kebutuhan lansia, Rudy Salan

19 Bersamaan = mengkerucutkan data kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh dari permasalahan – Melakukan survey bersama dengan FGD, observasi atau wawancara – Integrasi informasi untuk menginterpretasi hasil = methadone pilot project, IPR Transformatif = Cresswell 2003, disertasi, PKT

20 Metode pengumpulan dan analisa data

21

22 Pengantar studi kualitatif (lanjutan) Siti Isfandari Endang R Sedyaningsih Pelatihan Epidemiologi, Bandung, Agustus 2009

23 Selayang pandang teknik pengumpulan data kualitatif Tujuan Mengumpulkan informasi secara sistematis mengenai objek penelitian (orang, objek, fenomena) dan setting kejadiannya

24 Selayang pandang teknik pengumpulan data kualitatif Beberapa di antaranya Memanfaatkan informasi yang tersedia Pengamatan / observasi Wawancara tatap muka Kuesioner tertulis Diskusi kelompok terarah (FGD) Teknik psikologi – Teknik projeksi, pemetaan, scaling

25 Memanfaatkan informasi yang tersedia Langkah pertama untuk mendapat informasi tentang hal yang menjadi objek penelitian  Informasi yang rutin dikumpulkan  Tokoh kunci di masyarakat  Surat kabar  Riwayat kasus yang dipublikasi

26 Memanfaatkan informasi yang tersedia Penting  menyiapkan cek lis atau lembar kompilasi Hemat Namun kadang sulit mengakses karena berserakan, tidak selalu lengkap

27 Pengamatan / observasi Cara memilih, mengamati dan mencatat perilaku dan karakter mahluk hidup, objek atau fenomena secara sistematis Pengamatan perilaku manusia merupakan cara yang banyak dipakai Observasi non partisipasi  observasi-partisipatori  partisipasi-observatori  partisipasi penuh

28 Pengamatan / observasi Dilakukan – Secara terbuka (mengamati perilaku petugas kesehatan melakukan tugasnya, dengan seizinnya) – Tersembunyi ( berpura – pura sebagai pasien misterius yang berusaha mendapatkan antibiotik tanpa resep)  tidak etis untuk penelitian Dipakai untuk mencapai bermacam tujuan – Memberi informasi tambahan yang lebih lengkap tentang perilaku dibanding wawancara atau kuesioner

29 Wawancara Merupakan cara pengumpulan data dengan bertanya kepada responden Secara perorangan atau kelompok Jawaban dapat direkam atau dicatat Sering disebut sebagai Wawancara Mendalam untuk membedakan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner

30 Wawancara Berbagai fleksibilitas, paling ekstrim adalah fleksibilitas tinggi dan rendah Fleksibilitas tinggi Isu sensitif atau peneliti memiliki pemahaman terbatas terhadap hal yang diteliti Fleksibilitas rendah Bila peneliti telah mengetahui rentang jawaban yang diberikan atau bila jumlah responden terlalu besar

31 Kuesioner tertulis Kuesioner tertulis merupakan alat pengumpulan data dengan menyajikan pertanyaan tertulis yang harus dijawab tertulis oleh responden

32 Kuesioner tertulis Pertanyaan terbuka Berbagai cara pelaksanaan – Kirim per pos dengan instruksi jelas – Mengumpulkan responden – Memberikan langsung dan mengumpulkan kemudian

33 Diskusi kelompok terarah / FGD Diskusi terdiri dari 8-12 narasumber Membahas topik tertentu secara bebas, dengan pengarahan dari fasilitator Bertujuan mendapatkan informasi mendalam tentang konsep, persepsi dan ide dari kelompok Lebih dari sekedar interaksi tanya jawab

34 Diskusi kelompok terarah / FGD Sebaiknya direkam untuk keperluan analisis Fasilitator dibantu 2 orang asisten : – Mencatat proses FGD – Mengurus perekaman

35 Teknik Psikologi Proyeksi – Permainan peran, kata / kalimat Scaling – Mengkuantifikasi data kualitatif = PSP Mapping mind  mind peneliti – Mengorganisir informasi yang diperoleh – Analisa sebab akibat, kesimpulan

36 Kekuatan dan kelemahan Tiap cara pengumpulan data memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing Umumnya penelitian mengombinasikan cara pengumpulan data untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai besar dan kedalaman permasalahan

37 Khusus Wawancara mendalam Membuka peluang adanya respons bebas yang harus dicatat dalam bahasa responden Peneliti sebagai instrumen

38 Khusus Wawancara mendalam Hal yang perlu dipertimbangkan – Apakah kita mempunyai cukup pengetahuan tentang topik yang kita teliti – Apa yang ingin kita ketahui – Apakah menanyakan / wawancara merupakan satu-satunya metode yang tepat – Perlukah didukung cara lain seperti pengamatan, dll

39 Keuntungan Memungkinkan penggalian mendalam terhadap topik Memberi pemahaman baru terhadap topik yang sebelumnya tidak terpikirkan Informasi yang dikemas dalam bahasa responden bermanfaat sebagai ilustrasi untuk meningkatkan daya tarik laporan Membaca/mendengarkan ulang jawaban membuka kesempatan untuk interpretasi yang berbeda terhadap data

40 Langkah menyusun panduan wawancara mendalam Menggunakan tujuan sebagai titik awal – Pikirkan pertanyaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Memperkirakan kategori informasi yang mungkin didapati Terbuka terhadap kemungkinan baru yang tidak terduga

41 Langkah menyusun panduan wawancara mendalam Merancang matrix perencanaan wawancara dengan perkiraan point of analyses Sebelum penelitian, buka kemungkinan untuk melibatkan informan dalam pembahasan hasil dan saran – Umpan balik dari informan sangat bermanfaat bagi peneliti dan informan

42 Teknik bertanya Usahakan agar responden nyaman (tempat, suasana) Dapatkan informed consent Yakinkan kerahasiaan responden dan data Minta izin merekam Bahasa sederhana Upayakan tidak ada jarak sosial Urutan logis dan alami Pada awal wawancara dapat ditanyakan latar belakang responden – bila perlu mengisi CV singkat (umur, status pernikahan) Memberi penjelasan tujuan wawancara dan penelitian

43 Teknik bertanya Batasi pertanyaan sesedikit mungkin (misal: status ekonomi dapat ditanyakan saat menanyakan tentang rendahnya pemanfaatan faskes) Awali dengan pertanyaan menarik dan tidak kontroversial yang terkait dengan topik penelitian Tanyakan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan informasi tentang tiap isu  terfokus pada satu hal Hindari pertanyaan mengarah, pertanyaan tertutup, pelabelan atau bermuatan emosi (faskes kotor, pasien malas, makanan tidak sehat)

44 Teknik bertanya Tempatkan pertanyaan sensitif di belakang / akhir Isu peka ditanyakan dengan cara yang diterima masyarakat Pertanyaan menggali Lebih banyak mendengarkan Tunjukkan minat pada apa pun yang dikemukakan informan, santai dan buat informan merasa nyaman, jangan menunjukkan ketidak setujuan

45 Hubungan pewawancara dengan informan Responden adalah partner / mitra untuk membantu kita lebih memahami suatu permasalahan

46 Tugas pewawancara Menempatkan dan mengajukan pertanyaan Mengevaluasi dan mengelaborasi jawaban responden Mencatat Mengarahkan pembicaraan, bukan jawaban Mendorong responden agar memberi informasi secara spontan dengan membiarkannya berbicara

47 Latihan Membuat matrix perencanaan (panduan) wawancara mendalam Permainan peran

48 Latihan Tujuan : menggali kebutuhan program pencegahan dan pengendalian infeksi HIV pada berbagai kelompok marjinal Tujuan : menggali pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa yang berkaitan dengan sarapan pagi

49 Validitas dan reliabilitas Two threats to validity – Researcher bias – Effect of researcher in the setting / reactivity

50 Validitas dan reliabilitas Researcher bias – Researcher’s theory, values, or Preconceptions – The main concern is not with eliminating variance – But with understanding how a particular researcher’s values influence the conduct and conclusions of the study – validity in qualitative research is integrity (personal communication).

51 Reactivity = effect of the researcher on the setting or individuals studied – quantitative research = “control for” the effect of the researcher – Eliminating the actual influence of the researcher is impossible Goal in a qualitative study = not to eliminate this influence but to understand it and to use it productively.

52 Mengatasi masalah validitas 1. Intensive, long-term involvement 2. “Rich” data 3. Respondent validation 4. Searching for discrepant evidence and negative cases 5. Triangulation 6. Quasi-Statistics 7. Comparison

53


Download ppt "Pengantar studi kualitatif Siti Isfandari. 1.Permasalahan  tujuan 2.Pengetahuan dan teori 3.Strategi prosedur pendalaman 4.Metode pengumpulan data dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google