Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

12/14/2014 AGAMA SUKU Rachmat Subagja.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "12/14/2014 AGAMA SUKU Rachmat Subagja."— Transcript presentasi:

1 12/14/2014 AGAMA SUKU Rachmat Subagja

2

3

4

5

6

7

8 12/14/2014 Agama Asli = Kerohanian khas dari satuan bangsa atau suku bangsa, yang di kembangkan di tengah - tengah bangsa itu sendiri dan tidak di pengaruhi oleh kerohanian bangsa lain atau menirunya. Kerohanian ini muncul secara spontan bersama suku bangsa itu sendiri Agama etnis, agama suku, agama preliterate atau agama sederhana. Sifatnya terikat dengan tempat, bila berkontak dengan agama lain, mempertahankan diri sambil bekembang berkat unsur-unsur keagamaan dari luar.

9 12/14/2014 Kerohanian asli biasanya tidak di ketahui secara reflektif, tidak pula di nyatakan dalam ajaran yang sistematis, dihayati dalam sikap batin terhadap zat tertinggi yang sifat hakekatnya mengatasi manusia Diungkapkan dalam kepercayaan, kesusilaan, adat, nilai, upacara serta perayaan. Melalui ungkapan lahir itu pokok batin dapat di sadari, di tentukan dan di perinci lebih lanjut.

10 12/14/2014 Manusia menurut kodratnya adalah terbatas dan lemah. Jiwa nya terarah kepada alam lain yang mengatasi kelemahan dan keterbatasannya. Alam rohani di pikirkan sebagai wujud cita- cita, utuh, sempurna dan membahagiakan. Manusia berusaha mengarahkan kegiatannya untuk mencapai kebahagiaan itu.

11 12/14/2014 Mereka yang sejak kecil dibesarkan didalam lingkungan tertentu mengalami pengaruh dalam menghadapi kenyataan. Mereka mengamati dan menghargai kenyataan secara khusus. Dan cara khusus ini merupakan jiwa atau kepribadian bangsa. Jiwa tidak saja mempengaruhi kegiatan jasmani, tetapi juga meresap ke dimensi rohani dan menentukan manusia dalam sikapnya terhadap Roh Mutlak, Kenyataan terakhir atau Tuhan. Landasan asli merupakan wadah yang menampung dan mengarahkan gagasan yang datang dari luar. hal itu bisa searah / lurus atau sebaliknya.

12 12/14/2014 Asli = wajar, sungguh-sungguh, jujur, pribumi, yang sejati, tulus, orisinil, mempribadi, berakar, berdasar teguh, elaras dan sepadan, otentik dan otokhon. Kebalikannya = asing, semu, bikinan, tiruan, jiplakan, pura-pura, palsu, lacur, jadi-jadian, terpaksa, mendua, heterogen, tidak sesuai, tidak serasim tidak cocok.

13 12/14/2014 Cara manusia mencandra kebahagiaan tertinggi dan alam rohani pada masing-masing bangsa menunjukkan suatu kesamaan yang mengesankan. Karena kesatuan asasi yang mengikat semua umat manusia. Manusia memikirkan alam rohani menurut pengalamannya terhadap alam jasmani. Perangai, keyakinan dan kaidah nilai suatu bangsa di pengaruhi dan dibentuk dalam kondisi dan situasi setempat. Alam menyediakan sarana untuk menegaskan pikiran bagi manusia.

14 12/14/2014 Otokhton = (Auto = sendiri, khton = bumi) yang berasal dari bumi/daerah itu sendiri, yang sejak dahulu ada, tidak diimpor dari luar. Agama Asli dalam tahap pertama adalah spontan dan anonim. Pendirinya tidak pernah di kenal. Agama asli menjiwai hasrat sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat.

15 12/14/2014 Perubahan karena pengaruh dari luar ada dua jenis. – Alokhton = (allos = lain) paham keagamaan yang asalnya dari daerah lain. Agama asli bertemu dengan agama impor, dengan menghargai corak khusus kerohanian mereka sendiri dapat juga menghargai agama lain sebagai lebih tepat dan benar. – Agama dari luar di lihat sebagai pemenuhan harapan rohani yang belum terpenuhi sebelumnya, dan dirasakan sebagai kemajuan.

16 12/14/2014 Agama lain itu dapat mendarah daging dan berurat akar diatas landasan asli dan mengalamiintegrasi kokoh. Bila umat asli menerima agama baru dengan sikap yang demikian, maka perkembangan rohani mereka terjamin dan segaris dan searah, hasilnya penyempurnaan. Unsur alokhton di otokhtonkan atau di pribumikan secara selaras.

17 12/14/2014 Agama baru di sambut sebagai jawab atas keinginan terdalam. Agama baru bisa juga sebaliknya tidak senafas, searah dan sejiwa dengan kerohanian asli semula. Bertentangan. Agama baru meskipun profetis dan universal, tetapi telah berkembang dalam cakrawala pikiran yang sempit, terikat pada kebudayaan dan bahasa tertentu dari suatu bangsa lain, sehingga tidak memungkinkan penyesuaian terbuka dan bebas dng agama asli

18 12/14/2014 Agama baru itu bersifat heterokhton (heteros = berbeda), tidak dapat meluruskan agama asli. – Agama asli mengalami tertekan, merasa di jajah, diperbudak, berlangsung dalam ketegangan, tarasing dan mengalami kemunduran. – Terbongkar dari akar rohani aslinya dan menerima agama baru secara dangkal. – Agama tidak lagi menjadi nilai vital yang membangun pribadi manusia, juga tidak menghormati Tuhan yang mencipta manusia dengan bekal kerohanian khusus.

19 12/14/2014 Agama baru harus dapat memuliakan cita-cita rohani asli yang paling tinggi. Menyempurnakan dinamik kejiwaan asli secara lurus, sampai subjek agama asli menemukan diri kembali dalam wujud yang lebih baik dalam agama baru. Menguji tanda-tanda lahir dari agama baru dan merasa tertarik dalam batin kepada keunggulannya. Kisah Rasul 17:23 kasus Paulus dengan orang Yunani di Aeropage Athena.

20 12/14/2014 Seruan untuk meneliti kerohanian Indonesia asli, lalu mempertimbangkan sejauh mana karya persiapan ilahi tercantum didalamnya.

21 12/14/2014 Metodik Peranan Kerohanian asli dalam pempribumian Iman Kerohanian, Gereja dan Agama Pertemuan agama Asli dengan agama lain Penelitian Agama Asli

22 12/14/2014 Peranan Kerohanian asli dalam pempribumian Iman Wahyu umum dan wahyu sabda Tidak ada satu suku bangsapun yang hanya kafir atau berada di luar rahmat Ilahi. Walaupun kecondongan kepada Tuhan tertindih oleh kesesatan dan tahyul yang bukan-bukan, namun titik sambung dengan panggilan Ilahi tidak seluruhnya lepas. Selalu tanda-tanda rencana Tuhan dapat di cari pada mereka, dan mereka menanti supaya di bebaskan dari pikiran sesat dan diperlengkapi oleh kebenaran penuh

23 12/14/2014 Peranan Kerohanian asli dalam pempribumian Iman (Paus Paulus VI pesan paskah 1964). Tiap-tiap agama memancarkan cahaya yang tidak boleh kami rendahkan atau abaikan, walaupun cahaya itu tidak cukup untuk menyampaikan kebenaran yang dibutuhkan manusia atau untuk menyiapkan mujijat cahaya Kristiani, dalam mana kebenaran dan kehidupan luluh bersatu. Tetapi tiap-tiap agama mengangkat kita kepada Yang mutlak,

24 12/14/2014 Peranan Kerohanian asli dalam pempribumian Iman Satu-satunya sumber segala wujud, pikiran kelakuan baik dan harapan benar. Tiap-tiap agama merupakan fajar iman, dan kita menunggu terbitnya penuh dakam terang siang, yaitu dalam sinar hikmah Kristiani. Sesuai dengan itu pewartaan Kristus menjadi "Pertemuan antara rahmat persiapan dengan Rahmat penuh".

25 12/14/2014 Peranan Kerohanian asli dalam pempribumian Iman Perlu diwaspadai kecenderungan : Terlalu mencari nilai keaslian dimana-mana, pempribumian akan gagal. "Kriterium Iman sejati adalah kebenaran bukan keaslian" Perhatian untuk menjamin kemurnian terlalu kecil, akan sinkretisme. Timbul campuran antara nilai baru dengan unsur agama asli yang belum tembus. Pengalaman rohani aslhi harus di angkat dan di transformasi menjadi pengalaman iman yang baru.

26 12/14/2014 Kerohanian, Gereja dan Agama Kerohanian atau spiritualitas memuat cara khusus dalam menghayati hakekat agama secara umum. Agama sebagai ajaran dan sebagai lembaga mencapai pertumbuhan mulia, bila keanekaan diijinkan dan aliran yang berbeda-beda menerima kesempatan untuk berkembang. Pengaslian kerohanian pada masa sekarang disebut : indigenisasi, inkulturaasi, kontekstualisasi, enfleshment, inkarnasi, pengindonesiaan iman.

27 12/14/2014 Kerohanian, Gereja dan Agama Mazhab, gereja-gereja, konfesi, denominasi adlah menunjuk berbagai bentuk dari satu agama semula yang memisahkan diri dari agama induk. Gerakan yang mencoba menyatukan disebut oikumenis. Pengaslian tidak bermaksud untuk memecahkan diri dari kesatuan dan mendirikan konfensi baru. Usaha indegenisasi tidak sampai melanggar batas konfensi sendiri.

28 12/14/2014 Kerohanian, Gereja dan Agama Agama, religio, din, dharma berarti sikap iman kepada Hakekat Tertinggi yang menaungi hidup manusia dan yang kepadaNya manusia merasa bergantung sehingga membina sikap batin khusus terhadapNya. Sikap ini menyembah, sujud, takwa, ketaatan, bhakti, cinta atau rasa kesatuan. Maka agama-agama merupakan kesatuan besar dengan pandangan dunia yang serba berbeda dan eksklusif satu sama lain. Sedang kerohanian bersifat pluriform, sehingga tidak masuk di akal untuk mengahrapkan pembauran aneka agama.

29 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Kedatangan Hindu ke Indonesia di pelopori oleh pelaut India dan para Brahmana. Para Brahmana menjadi penasehat Raja dan melakukan upacara abhiseka (penobatan) dan mahatmya (menghindukan adat Indonesia). Agama Hindu murni tidak pernah menjadi miliki bangsa Indonesia.

30 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Budhisme, paham moksya dan maya yang mengingkari kenyataan dunia bertentangan dengan tanggapan positif terhadap dunia. Sang Budha di samakan dengan Siwa, lalu disembah sebagai Siwabudha. (di Singasari, Majapahit dan Bali). Budhisme di Hoa kiao yang lebih muda, bercampur dengan Taoisme, Konfusianisme, dan menjadi tiga satu (Sam Kau), Hud Kau, To Kau dan Hu Kau yang disebut Tridharma.

31 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Kristen masuk oleh misionaris dari Khaldea Timur. Keuskupan berpusat di Pancur, Sumatra Barat. Masuk sekitar M. ABad 13 ISlam masuk melalui ujung Barat Kepulauan Indonesia. BErbareng dengan kemerosotan Hindu, maka Saudagar - Mubalik Islam mendirikan sejumlah kesultanan pesisir, tempat Islam menjadi agama negara.

32 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Rakyat mengikuti penguasa dalam beragama. Kecuali di lembaga pendidikan Islam, yang di dirikan dari lembaga pendidikan Hindu, orang yang belajar di sebut santri, dan lembaganya disebut pesantren. Islam mengajarkan Tuhan yang Esa berbeda dengan ajaran awal merupakan kemajuan kerohanian. Koreksi besar.

33 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Mengapa Islam belum menyatu dengan agama asli ? Pengislaman tidak berhasil karena : 1. Pengislaman kolektif. Agama ageming Aji. Islam tanpa pemertobatan sejati. Alam pikiran animis dengan kepercayaan baurekso, dan yang, gendruwo, angker dan sekti berlangsung terus di balik Islam. Aturan yuridis-lahiriah dianggap sudah memadai.

34 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Muhammadiyah didirikan untuk memberantas bid'ah, khurafat dan syirik. Islam indonesia sebagian besar adalah merupakan suatu lapisan yang menutupi langgam sosial budaya yang pada sedi-sedi penting tertentu masih bersifat kufur. 2. Sifat Arab-nya Islam. Bahasa, psikologi, perasaan, hukum dan cara hidup.

35 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain 3. Belum ada evaluasi teologis Islam terhadap agama asli. Disamping belum ada acuan dogmatik untuk agama asli, keberadaan agama asli sendiri tidak di akui. Bahkan di katakan belum beragama. Padahal data di lapangan dari sarjana sekuler etnografi menyatakan tidak ada suku bangsa yang tidak memiliki agama.

36 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Kedatangan Injil ke Indonesia kedua adalah abad 16. Karya dan ajaran Kristus (Kisah 1:1) disesuaikan dengan daya tangkap rakyat Palestina, tetapi mengandung pesan untuk seluruh umat manusia. Amanat yang luhur berkembang dengan menampung nilai-nilai otohkton atau asli.

37 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Benih yang tumbuh, disirami embun sorgawi, menyerap sari dari tanah dan mengubah serta mengasimilasi supaya berbuah banyak. Penjelmaan Sabda yang menjadi manusia, gereja yang bertumbuh mengambil bagi dirinya kekayaan dari bangsa-bangsa. Sebab bangsa-bangsa itu telah di wariskan kepada Kristus (Mas 2:8). Panggilan universal dipancarkan oleh tulisan tiga bahasa diatas salib, disampaikan dalam lungkungan helenis. Gaya pikir ibrani yang di yunanikan. BErtemu dengan Romawi.

38 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Sebagai tantangan gereja adalah jebakan kolonialisme dan sekularisme. Tetapi Gereja tetap bisa memposisikan diri sebagai sarana yang menghubungkan manusia dengan Tuhan dan menerima rahmat keselamatan yang disediakan Tuhan bagi semua orang. Hampir semua suku angsa asli di Indonesia masih tetap berlangsung sebagai satu satuan suku bangsa sendiri setelah kedatangan Kristen di Indonesia.

39 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Sedangkan masuk Islam sering kali berarti peleburan dalam kesukuan Melayu. Kasus keaslian bagi pengikut Kristen di Indonesia menjadikan dua kesimpulan : 1. Masih ada kekurangan kajian baik dari sisi Gereja maupun dari sisi ke-Aslia-an. Contoh baju dan ritual sudah, hanya ekaristi masih belum. Bila seorang Indonesia memeluk Kristen, ia tidak mengorbankan identitas nasionalnya; melainkan memuliakannya dan tetap memilikinya pada taraf lebih tinggi.

40 12/14/2014 Pertemuan agama Asli dengan agama lain Keaslian menjadi tujuan bukan sarana untuk perwujudan Iman. Bagaimana agama-agama universal menjadikorban kecenderungan asli sehingga cahaya mereka pudar dan kadarnya mandul. Contoh Kyai sadrah yang membelokkan katekese kearah tahyul dengan jimat dan japa. Pakwasa di Nias, Parmalim di Batak.

41 12/14/2014 Metodik Penelitian agama Asli. Agama asli sebagai kelompok pertama protomelayu, (Melayu Tua) Migrasi orang dari Asia Tenggara daratan ke Asia Tenggara Kepulauan ada unsur melanesia dan Negrito (NTT, Papua, Siberut, Nias, Kubu, Lubu, Punan, Toala dan Tokea) dan kedua dari kelompok deuteromelayu, Sumatra, Jawa, Madura, Bawean, Bali, Lombo, Sumbawa, Nias. Ras di Indonesia : Manusia Purba, Ras Wedda (3000 SM), Ras Papua, Ras Melayu (Austronesia).

42 12/14/2014 Semua 366 suku atau 472 termasuk sub suku Sumatra (49 SUku). Jawa (7 SUku) Kalimantan (73 Suku) Sulawesi (117 Suku) Nusa Tenggara (30 suku) Ambon maluku (41 suku) Papua (49 suku) Sub suku (106 suku)

43 12/14/2014 Protomelayu : Parmalim, Parbaringan (Batak) Sabulungan (Kep.Mentawai) Kaharingan (Kalimantan) Aluk To Dolo (Toraja) Parandangan Ada (Sulawesi Tengah) Bara Merapu (Sumba) Bali Aga (Bali) Ono Niha (Nias) Rati Bita Bantara (Flores)

44 12/14/2014 X = N - A - B - C N = A + B + C + X X = Agama Asli, bisa ada di mana-mana. A,B,C = Tambahan digabungkan ke agama asli N = Praktek selama ini yang ada, campuran dari agama asli dan baru.

45 12/14/2014 Kasus Geertz : Abangan : mengutamakan unsur animistis dari seluruh kepercayaan campur aduk Jawa dan pada umumnya bertalian dengan petani. Santri : menekankan unsur islam dalam campuran itu dan terutama ditemukan pada kaum pedagang. Priyayi : menomorsatukan unsur kehinduan, berhubungan dengan lapisan pegawai.

46 12/14/2014 Tipikal Utuh dan terpisah dari agama universal. Deutero melayu tipikal agama asli bergerak di dalam agama universal. Secara publik dan formal agama baru mengganti agama asli, tetapi unsur rohani dari agama asli tetap lestari dalam keadaan incognito (menyamar). Banyak yang tidak menyadari bahwa agama yang di peluknya berbeda dengan kerohanian yang menjiwai gerak gerik kehidupannya. Agama Asli di kubur hidup-hidup dan tetap berkembang.

47 12/14/2014 Ilmu perbandingan agama membuat hierografi = (hieros = sacred) deskripsi wujud kerohanian, hierologi = pengetahuan ilmiah (sejarah) dari kerohanian dan hierosofi = penilaian kerohanian menurut ukuran mutlak. Aliran - aliran teori agama-agama – Evolusionisme = menterapkan teori Darwin kepada agama. (-) seolah semua agama mengikuti garis linear, animisme. – Difusionisme rekonsturksi sejarah agama menurut metode pasti dan riset lapangan. Ada kesamaan didalam lingkungan yang lebih luas (difusi). (-) ambisius bisa memetakan seluruh agama dalam konstruk sejarah.

48 12/14/2014 – Fungsionalisme. Menempatkan fungsi unsur agama dalam seluruh tata kelakuan suatu suku bangsa. (-) perubahan budaya dan agama menjadikan tidak seragam lagi. – Akulturasi. menemukan kembali dimensi sejarah dalam perkembangan agama. Gabungan unsur positif dari aliran lain. (-) menyamaratakan semua agama, hilangnya unsur transenden masing masing agama. – Reduksionisme. menempatkan fenomenologi agama sebagai sekunder, digantikan dengan teori- teori baru berasal dari perilaku manusia.

49 12/14/2014 contoh Karl Marx mengasalkan gama dengan ketegangan ekonomi, Durkheim agama sebagai nafsu sosial, Freud mengelompokan agama dengan sakit jiwa dan seks. – Fenomenologi. Agama merupakan keyakinan dan kegiatan berjenis khas, spesifik dan asasi, tak dapat di asalkan dari daya dan tenaga manusia lain. Mempelajari dengan observasi, deskripsi dan perbandingan pokok-pokok kehidupan agama seperti doa, iman, kurban, kudus, dosa, upacara keterlibatan, harapan, makna dll.

50 12/14/2014 Kedudukan Agama-agama lain dalam keselamatan Ilahi Bab.2 Kristen (Katolik) mengajak umat nya untuk berdialog dengan pengikut agama lain, karena ada unsur positif didalam agama lain tersebut. Dengan hormat tulus Gereja (katolik) menghargai tingkah laku dan tata cara hidup, peraturan dan ajaran agama-agama tersebut. Meskipun mereka dalam banyak hal berlainan daripada iman dan pengajaran Gereja, namun kerapkali memantulkan cahaya Kebenaran yang menerangi sekalian orang. (Yoh 14:6)

51

52

53

54

55

56

57 12/14/2014 Hal demikian menimbulkan kerumitan yang membuka wawasan bagi misionaris sekarang dan kemudian hari dalam kontak dengan agama lain. Tetapi tetap dengan tekad bahwa kerumitan persoalan tidaklah membawa Gereja untuk memalingkan diri dari pemakluman Yesus Kristus kepada orang bukan Kristiani. Sebaliknya Gereja berpendapat, bahwa mereka itu mempunyai hak untuk mengetahui harta amanat Kristus (Efesus 3:8)

58 12/14/2014 Manusia mencapai keseluruhan hidup keagamaan dalam Kristus, melalui siapa Tuhan telah mendamaikan segalanya (Kor 5:18-19). Agama-agama mampunyai warisan kitab-kitab rohani yang mengesankan; mereka telah mendidik angkatan demi angkatan dengan cara berdoa. Semuanya mengandung "benih sabda" tak terbilang jumlahnya dan dapat merupakan persiapan sejadi bagi Kabar Gembira.

59 12/14/2014 Agama Yesus yang dimaklumkan Gereja melalui penginjilan menetapkan manusia secara real dalam rencana kehadiran dan karya Tuhan. Agama itulah yang melaksanakan pertemuan pribadi dengan Tuhan, Bapak yang mengasihi manusia. Agama kami meletakan hubungan aktif dan otentik dengan Tuhan, dimana agama-agama lain tidak berhasil mencapainya, sekalipun mereka merentangkan tanganya di surga.

60

61 12/14/2014 Kepribadian bangsa dalam penghayatan Agama bab.3 Pendewasaan rohani masing-masing anggota bangsa tidak dapat mengabaikan asas kepribadian kolektif. Bila diabaikan manusia akan terasing dari dirinya sendiri. Kelompok-kelompok teratur seperti bangsa mempunyai kesadaran diri sebagai kelompok khusus di tengah bangsa-bangsa lain. Kekhususan itu bukan saja suatu sikap batin, gaya hidup spesial atau kebiasaaan memandang dunia, tetapi pula suatu hak yang harus di hormati oleh bangsa-bangsa lain.

62 12/14/2014 Kepribadian bangsa di tentukan oleh struktur mental, yaitu cara khusus menjajagi dan mengalami hakekat; Struktur mental ini membuka mata kalbu untuk menanggapi kenyataan serta membimbing hati sanubari untuk membina akhlak budi (ethos) dan menjadi etiket sesuai dengan bakat dan bawaan bangsa.

63 12/14/2014 Dipelajari Psikologi

64 12/14/2014

65 1. Aceh 2. Gayo - alas dan Batak 2.a. Nias dan Batu 3. Minangkabau 3.a Mentawai 4. Sumatra Selatan 4.a. Enggano 5. Melayu 6. Bangka Biliton 7. Kalimantan 8. Minahasa 8.a Sangie Talaud 9. Gorontalo. 10. Toraja 11. Sulawesi Selatan 12. Ternate 13. Ambon Maluku 14. Irian 15. Timor 16. Bali dan Lombok 17. Kawa Tegah dan Jawa Timur 18. Surakarta dan Yogyakarta 19. Jawa Barat

66

67 12/14/2014 Karya misi Katolik berjasa dalam mencapai peralihan halus dari yang lama kepada yang kepada yang baru tampa paksaan. Ia menjembatani antara adat kebiasaan tradisional dan pikiran modern dan berpenilaian tepat tentang budaya yang di temukannya. Konferensi Asia Afrika (non-blok), bangsa menentukan kepribadian masing-masing, menentukan jalan perkembangan sendiri, lepas dari lagak meniru-niru dan adaptasi barat.

68 12/14/2014 Nilai kepribadian suatu bangsa tidak dapat digantikan oleh kepribadian bangsa lain. Gereja mengahargai dan memberi kepada nasionalisme pribumi suatu dasar dan legitimasi baru. (sebagai ciptaan Tuhan). J Dourness. Suatu bangsa bersikap Kristen sejauh struktur mentalnya menjadi Kristen. Jika ia memikirkan kembali agamanya dalam struktur batin dan mencapai ungkapan yang sesuci, ia segera akan mewujudkannya dalam liturginya yang serentak merupakan karya ibadat dan kebudayaan.

69 12/14/2014 Bila Gereja beakar, mustahillah dapat di lenyapkan, tetapi untuk itu Gereja harus selaras benar-banar dengan jiwa bangsa. Hubungan Agama dan bangsa harus menghindarkan ekses pemisahan dan ekses identifikasi. Bila keduanya terpisah, nilai-nilai nasional terlantar. Bila keduanya jatuh, nilai universal agama terhimpit. Keseimbangan wajar telah di ajarkan Alkitab (Masmur 67:4, Wahyu 7:9)

70 12/14/2014 Pempribumian iman sesuai dengan kepribadian bangsa menghasilkan gereja setempat. Gereja setempat (ecllcesia particularis) merupakan perwujudan dari gereja universal. Gereja setempat adalah jemaat Imam, ibadat dan kasih. Merupakan sakaramen kesatuan akrab antara Tuhan dan umat manusia, mengatasi zaman dan ruang. Kepala Gereja setempat Uskup adalah wakil Kristus. bukan Paus.

71 12/14/2014 Gereja adalah semua orang yang bersama- sama percaya dimanapun mereka berkumpul dan merupakan persekutuan. Hanya melalui diversifikasi dan pluriformitas "kekayaan Kristus (Ef 3:8) dan Rahmat Ilahi (1Pet 4:10) dapat menampakkan diri. Kehidupan yang baru (kristiani) harus kaum awam ungkapkan didalam kerangka sosial dan kebudayaan tanah air, sesuai dengan tradisi nasional mereka.

72 12/14/2014 Mereka harus mempelajari kebudyaan ini, memperbaiki serta memeliharanya dan memperkembangkan sesuai dengan keadaan- keadaan baru dan akhirnya menyempurnakan didalam Kristus, sehingga kepercayaan akan Kristus dan kehidupan Gereja tidak lagi bersifat asing bagi masyarakat.

73 12/14/2014 Kepribadian Bangsa Indonesia Setelah April 1955 dalam konferensi Asia Afrika, dimana negara-negara baru merdeka memutuskan untuk menempuh jalan kemajuan sesuai dengan kepribadian mereka sendiri. Bangsa Indonesia juga merumuskan secara positif, arah identitas bangsa harus berkembang agar selaras dengan aspirasi yang terpendam dalam jiwa.

74 12/14/2014 Masih terdapat jarak yang cukup jauh antara realitas dan nilai mulia yang di cita-citakan bangsa Indonesia. Pandangan ini di sebabkan karena pluralitas yang menghinggapi kepribadian yang bersifat sinkronis dan diakronis. Kepribadian Indonesia secara sinkronis (sejaman) belum merupakan kepribadian kesatuan. Indonesia terdiri dari 360 suku memiliki kesadaran identitas kesukuan.

75 12/14/2014 Perbedaan yang berasal dari pluralitas itu hanya dapat di salurkan ke kesatuan Nasional dibawah naungan Bhineka Tunggal Ika. Filasafat itu mengarah ke sintesa, bukan penghapusan dari dua budaya yang bertalian. Proses menjadi ketunggalan, sulit di ramalkan dan memiliki waktu yang berbeda untuk masing-masing budaya.

76 12/14/2014 Ketunggalan harus terus berlangsung, dan tepat guna, dan merupakan asimilasi natural bukan paksaan. Dalam proses integrasi ini agama dan kerohanian punya fungsi positif. Agama yang memberi keluangan pada pengaruh kepribadian banga dapat menjadi intermedium dan batu ujian untuk komunikasi nilai-nilai.

77 12/14/2014 Kepribadian Indonesia DIakronis (melalui Jaman) Bermacam-macam tipe kepribadian menguasai suatu zaman. Yang dalam satu jaman dicapai tidak hilang tanpa bekas pada jaman berikutnya.

78 12/14/2014 Moh. ALi : Manusia Indonesia terbagi menjadi : Manusia Magis. Memproyeksi alam dan tenaga alam dalam diri sendiri dan mengkhayalkan suatu kekuasaan fiktif atas alam. Menguasai alam dengan tenung dan sihir, Kekuasaan dibayangkan (bukan empiris) dengan mantra, primbon, pantangan, sakti dan upacara. Memihak arwah leluhur melawan khalayak ramai sekarang. Ada dualisme di masyarakat menurut waktu.

79 12/14/2014 Manusia Mistis, Kesadaran diri dilebur dalam kesatuan dengan kosmos, dengan jagad raya ataupun syiwa yang dipahami sebagai pusat tenaga sakti dan sidhi. Seorang mistis mengalahkan nafsu-nafsu rendah seperti hormat, nikmat dan derajad untuk mencapai keluwihan. Terdapat dualisme menurut batas golongan sosial.

80 12/14/2014 Manusia Feodal, bergerak dibawah anungan penguasa tertinggi dan merasa diri bahagia sejauh mengambil bagian dalam pancaran keutamaan ratu (Raja, sultan). Terdapat dualisme antara Ratu dan Rakyat (negara mawa tata, desa mawa cara), dimana ratu dan negara hanya konsumtif, dan rakyat rpoduktif untuk rajasaja dan tetap miskin. Tetapi di sublimasi; DUalisme ini bisa meletus dalam gerakan Ratu Adil, dimana rakyat jadi ratu.

81 12/14/2014 Manusia Pelayan. Berlomba dan berambisi untuk mengabdi penguasa sambil lalai terhadap kenyataan. Mengabdi sebaik mungkin dengan mentaati pemerintah halus dan menjilat. Keempat type manusia ini introvert, retrospektif dan ber-status quo. Hanya type yang kelima yang ekstrovet dan dinamis.

82 12/14/2014 Manusia sosial, pembangun dan teknokrat, sarjana, konseptor atau ideologi pokoknya manusia yang menanggung nasib sendiri dan bertekad mengubah nasibnya. Mengarah ke masa depan dan menghadapinya dengan kepercayaan diri.

83 12/14/2014 Unsur-unsur Kepribadian manusia Indonesia : Ketahanan / kebatinan, Kekeluargaan, komunalisme, musyawarah / mufakat, ramah tamah, toleransi, sopan santun, budi bahasa, sikap menanti, fungsi sekunder, berani mengalah dan sedia tunduk. Kepribadian Indonesia ialah keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain, pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.

84 12/14/2014 Garis pertumbuhan itu ditentukan oleh budi bangsa dan dipengaruhi oleh lingkungan serta suasana sepanjang masa. Ciri-ciri khas budi dan kehidupan Indonesia adalah semangat gotong royong, kekeluargaan, kerakyatan, kemanusiaan, keadilan, keramahtamahan dan Bhineka tunggal ika.

85 12/14/2014 F.Parera Manusia Indonesia dari Pidato Suharto. – Pandai memelihara keseimbangan antara kepentingan pribadi dan masyarakat. homo sosialis dan homo ekonomikus – Memupuk hubungan serasi antara diri dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial. – Sadar akan kebersamaan dengan orang lain. menerima kenyataan interdependensi. – Sadar akan campur tangan Ilahi dalam kehidupan sehari- hari dan kehidupan bermasyarakat.

86 12/14/2014 Pokok-pokok Keindonesiaan Keselamatan. Dipahami sebagai suatu keseluruhan, tanpa memisahkan keselamatan rohani dan jasmani, dunia dan akherat. Pengaruh Ilahi tidak dianggap sebagai pengarus atas jiwa semata, melainkan atsa seluruh manusia didalam masyarakat, bahkan seluruh dunia. Etika dan pencitraan manusia. termaktub didalam adat, budi pekerti dan budi bahasa, dalam sosialisasi dan akulturasi, memperlihatkan gambaran yang sama. Dalam etika sosial, pengertian milik dipandang seperti titipan Tuhan

87 12/14/2014 Kolektivisme asli atau keinsafan kesatuan orang dalam gotong royong, musyawarah, perayaan, upacara ikatan-ikatan masyarakat yang lain. Rasa sosial berlawanan dengan egosentris. Masyarakat sosiosentris dan individuosentris sama-sama mengalami kesulitan didalam menegakkan keseimbangan antara aspirasi sosial dan personisasi.

88 12/14/2014 Kecenderungan akan Identifikasi. Manusia Indonesia mempunyai corak toleransi, rasa damai dengan alam insani dan jasmani. Mencari harmoni dan kerukunan sampai ke dalam perasaan: rela, tenteram, sumarah, sabar. Wani mati, jangan berputih mata (malu), iba belas kasihan, mengelak yang sukar, menunda-nunda taku tmenetapkan keputusan, dan menjauh dari siapa saja yang tidak di cocoki.

89 12/14/2014 Kekuatan merasul dan kekuatan batin dalam rohaniawan/imam-imam kita berdasarkan kenyataan ini bahwa mereka mambpu menggabungkan keIndonesiaan dengan katolikisme dalam sintesa yang indah yang menyebabkan merelka menjadi seratus persen orang Indonesia dan seratus persen orang katolik.

90 12/14/2014 Kepercayaan Indonesia Asli Sikap orang Indonesia terhadap yang ilahi tumbuh dari pengalaman hidup. Rasa KeTuhanan terpendam dalam batin sukar diungkapkan. Sikap yang terbit dari rasa itu menyatakan diri dalam bentuk 1) Yang Transenden, Gaib (nominosum = dewa) diakui sebagai yang menarik, mempesona, karib, menimbulkan cinta kepadaNya. 2) Tremendum (teror). Yang menakutkan, jauh, yang dahsyat.

91 12/14/2014 Sifat Allah Bapa yang maharahim dan Hakim yang adil. Teisme, dan Monoteisme jika kedua sifat tadi seimbang. Tuhan Pencipta menjadi samar-samar dan tersembunyi. Berjarak dan asing bagi manusia yagn tidak berani lagi mengucapkan namaNya -deisme. Dengan menjauhnya Tuhan dari insani, manusia jadi memilih dekat dengan kecenderungan yang gaib, mengibaratkan keTuhanan dengan badan alamiah seperti matahari, bulan dan bumi - mitologi alam.

92 12/14/2014 Atau mengkhayalkannya sebagai arwah para leluhur -animisme, monisme. Bahkan ada yang menganggap Tuhan sebagai terwujud dalam manusia, yaitu raja -dewaraja Daya gaib bersemayam didalam benda alam seperti gunung, batu, api -dinamisme. Atau berdiam didalam benda yang dibuat oleh manusia seperti patung dan jimat -fetisme

93 Nama-nama Asli untuk Tuhan – Nama Tuhan Teistis – Deisme – Mitologi alam dan kosmis – Animisme dan Manisme – Paham Dewaraja – Sinkretisme

94 12/14/2014 Nama Tuhan = teisme Teistis Yunani. Tuhan sebagai asalmula dan pemilik dunia, aktif mengurus dan membimbing alam dunia dan manusia. Sumatra, Batak -Ompu Tuan Mula Jadi Na Bolon, Debata dan Mahatala. Nias, Lowalangi Jawa, Hyang; Hyang weddi; Hyang sukma, Hyang guru jagad dll. Jawa Badui -Batara Tunggal Jawa Tengger -Hyang Tunggal Bali -Sang Hyang Tunggal diantara banyak dewa

95 12/14/2014 Kalimantan suku Dayak -Maharaja Kulung Rahun, Datu Kumahing Langit, Raja Tantaling langit dan banyak lagi. Sulawesi, -Puang Matua Toraja -To Kaubanan, Ratu langi, Londong di Langi, La'lang Langi dan Kalangi Manimporok (Minahasa). Flores manggarai barat, Mori Karaeng (yang terhormat), Mori Agu Ngarang (pencipta), Jari Agu Dedek (Pembentuk). Flores Tangah (Suku Ngada), MoriuMeze. Flores Tengah (Ende), Dua Unggae (penguasa langit). Flores Tengah Timur (Sikka), Ratu Binta Batara Karaeng Raja Reta.

96 12/14/2014 Sumba, Ama Amagholo (Pencipta), Amarawi (Penyelenggara). Timor, Tuhan di sebut dengan Uis Pah, Uis Neno, Uis Afu. Sawu, Yi Tau Wulu Tau (Tuhan yang maha Esa). Seram, Mula Satene Tuhan Raja.

97 12/14/2014 Nama Tuhan Deisme Deisme = Deus Latin = Tuhan. Deisme diartikan kepercayaan kepada Tuhan yang jauh dari manusia; tidak turut campur dalam urusan duniawi; tidak menjalankan takdir pada manusia, bebas dari tugas setelah mencipta. Deus Otiosus -tuhan yang menganggur. Tidak diucapkan doa kepadanya. Akhirnya Tuhan dianggap tak mungkin di ketahui hakekatnya sampai menyebut namaNya di cap tabu. Arsitek jauh.

98 12/14/2014 Jawa -tan keno kinaya apa (gaib), tan keno winirasa.Tak dapat di reka-reka oleh manusia. Di SIkka dan SUmba tidak boleh di ucapkan. Hanya dalam upacara istimewa pemuka agama Merapu boleh menyebut nama Tuhan. Toraja, nama Tuhan di samarkan (rahasia). SIkap menolak tuhan berbeda, sebab akibatnya adalah muncul kekosongan yang berwujud mengangankan penjilmaan Tuhan, dalam bentuk apa saja, berupa titisan, pendewaan alam, ngelmu tokid, muncul macam teori.

99 12/14/2014 Mitologi Alam Setelah paham Deisme dimana Tuhan Yang Maha Esa diundurkan ke "backstage", digantikan oleh penggantiNya yang lebih menarik di ruang depan. Para pengganti itu bisa badan ruang angkasa, roh halus, atau roh nenek moyang. Pengganti ini dianggap sebagai pengantara yang mempunyai urusan dengan hidup manusia. Berbeda dengan Syirik, Adanya Tuhan Yang Maha Esa tidak disangkal, hanya tidak relevan dengan manusia

100 12/14/2014 Dalam hal badan angkasa (langit, matahari) adalah yang pertama di pandang sebagai lambang keilahian, tetapi akhirnya lambang menggeserkan Dia yang di lambangkan. Cara pertama adalah mengganti Pencipta (Tuhan) dengan ciptaan (Alam) yang tak berpribadi dan menaungi dunia. Tata alam ini tidak di sapa dan dimohoni. Di Nias - Oroisa (langit), Di Jawa - Ketawang (langit), Di Bali - Widhi Wasa dan paham ber- Kaja Kelod, Di Minahasa - Kalangi, DI Kalimantan - Kaharingan (terdahulu)

101 12/14/2014 Langit merupakan ukuran bagi perilaku manusia. Langit yang SUrgawi, Alam atas merupakan yang sempurna, sumber terang, panas dan air hidup. Langit adalah kubah yang melengkapi segala gerakan alam. Melambangkan aturan tetap tak berubah selaku pola harapan manusia. Manusia menderita karena mengalami musibah yang tidak menentu. Langit memberi orientasi kepada manusia para pesiar dalam kerisauan hidup. Dengan melakukan upacara yang menghadirkan tata tertib kosmis yang stabil, manusia melestarikan tata tertib duniawi dan kebahagiaan manusia.

102 12/14/2014 Berpangkal pada perbedaan radikal antara sorga dan manusia. Manusia wajib mentaati tata sorga. Manusia yang taat akan aturan surgawi pasti beres berkaitan akrab dengan alam. Tata surgawi itu teratur, setia dan berlimpah dermanya. Ada juga kepercayaan takdir dan fatalisme. Bila manusia memberontak terhadap nasibnya dan memutar balikan tata azali dengan tata buatan sendiri, maka timbulan tahyul dan sihir. Dalam astrologi dan horoskop (rasi, pelintangan) manusia melampoi batasnya dengan membayangkan diri mampu mengenal masa mendatang. dalam Petungan ketika, primbon dan lain manusia sendiri berlagak sebagai penguasa dunia

103 12/14/2014 Yang berbeda lagi : Tertib Pribadi sebagai pribadi (personifikasi, dewa kosmis). Kekuasaan yang mengatasi manusia dianggap sebagai pribadi atau berbagai pribadi. Contoh kepercayaan kepada dewa Matahari dan Dewi Bumi, Nenek matahari dan nenek Bumi. Dewi Bulan dan Dewi Bumi. Matahari, Bulan dan Bumi dianggap berpribadi. Diikat mitologi yang menceriterakan perkawinan antara matahari dan bumi. Perkawinan itu pada jaman purba dan menghasilkan silsilah nenek moyang. Adakalahnya periodik dan di peringati.

104 12/14/2014 Bentuk campuran : Simbolisasi keadaan di atas manusia. Biasanya Gunung, pohon dan bumi. Gunung yang puncaknya tinggi diibaratkan pintu ke Sorga, di reng yang penuh dengan hutan di huni oleh roh Halus.

105 12/14/2014 Animisme dan Manisme Animisme adalah andaian akan adanya unsur rohani disamping unsur jasmani atau madi, entah di dalam, entah di luar manusia. (Anima = jiwa, nyawa, semangat, spirit). Animisme adalah kepercayaan akan roh-roh halus yang berdiri lepas dari manusia dan yang campur dalam urusan insani. Semua ni terjadi karena melalui Deisme, Tuhan menjadi jauh, sehingga manusia mengkhayalkan animisme.

106 12/14/2014 Animisme mengisi kekosongan iman ketuhanan dengan mengkhayalkan dewa-dewi dan roh pengantara. Biasanya mereka di bedakan dengan mana yang membantu dan memusuhi manusia, jenis yang memusuhi ini harus di dekati dengan ancak, sesaji, mantera, kurban makanan dan bunga.

107 Mereka dapat dibagi 3 yaitu : 1) Raja atau dewa-dewa pengantara, 2) roh-roh yang baik dan jahat dan 3) arwah leluhur. 12/14/2014

108 Paham Dewa Raja Untuk memenuhi kebutuhan akan adanya Tuhan yang dekat adalah dengan paham hierofani dan teofani. Tuhan sendiri hadir (bukan digantikan oleh penggantinya alam ataupun berjiwa). Ia sendiri hadir di tengah-tengah umatNya. Hierofani pancaran dan kekuasaan ilahi nampak dalam alam dunia, dalam teofani Tuhan sendiri mengenakan wujud insani. Ia sendiri turun dari sorga untuk sementara dan menghuni wujud insani. 12/14/2014

109 Teologi Hindu dan Muslim mengenal ajaran tentang Tuhan didalam manusia. Ngelmu tasawuf dan kebatinan (agama asli). Setiap manusia melalui latihan samadi dan amal saleh dapat dikaruniai kedekatan dengan Tuhan. Tetapi fasilitas ini hanya untuk raja yang mencapai keahlian (apotheose, dewa raja, pendewaan). Daripadanya seluruh kawula menerima berkah.

110 Cara Raja diimani kedewaan. Ngejawantah Dewa yang memperlihatkan diri dalam bentuk tiruan (ngeja) manusia. (Brahma - Ken Arok). Angsha, miyos sinewaka artinya adalah jika seluruh rakyat menyembah dan meninggikan Raja, Raja memerintah maka pemerintahannya akan menjadi Teokrasi. Raja menerima Sri (Sinar kedewaan, praba) sebagai daya adikodrati. Seluruh Kosmos mengabdi kepada Raja, Ahli falak (wariga) menjadi Imam, ada pulung keraton (sinar yang membimbing), jika mati di turunkan kepada keturunannya.

111 Kesejahteraan Kerajaan adalah berkat raja. Raja adalah pelindung segala orang baik. Kepada Raja di aturkan persembahan sebagai unsur ibadat. Sri Raja memancarkan sakti kepada seluruh rakyat yang di tandakan dalam sebuah cincin yang bertuliskan Sri. yang melambangkan "gemah ripah loh jinawi kerta rahardjanoing negara". Pada saat Raja wafat, pendewaannya sempurna, dia bersatu dengan dewa dalam patung di candi-candi. Paham dewa raja hidup terus dalam wayang purwa.

112 Sinkretisme Semua dewa dan Allah dianggap sama di sembah bersama-sama. Nabi Musa, Isa dan Muhammad disamakan dengan Syiwa. Animisme kuno dan kebatinan baru digabung dalam agama jawa. Budhisme Brahmanisme, Hinduisme dan ISlam masuk kedalamnya; bahkan agama Kristen Katolik dan Protestan diolah sebagai lauk pauk dalam pandangan hidup. Mewajibkan untuk mentaati semua peraturan satu saja tidak mungkin. 12/14/2014

113 Manusia Dalam agama Asli Indonesia SIkap manusia dalam teisme adalah menyembah. Manusia mengharap dari Tuhan cahaya Budi untuk memahami kondisinya sendiri dan bagaimana ia harus bertindak. Cahaya budi = bekal bathin, cahya, ening, ilham, pepadhang, pulung, sipat tinarbuka, wahyu dan wisik. Dalam Deisme tidak ada sikap langsung kepada Tuhan 12/14/2014

114 Dalam animisme manusia menganggap dirinya berjiwa dan ber-roh, roh yang luput dari maut. Dalam pandangan kosmis, manusia memahami diri sebagai unsur alamiah yang asali dari jiwa alam dan melalui roda eksistensi, akhirnya kembali kepada asalnya dan melebur kedalamnya.

115 Jiwa, Nyawa, Sukma dan Roh. Dipercaya manusia terdiri dari dua unsur, yaitu jiwa dan badan. Jiwa adalah inti kekuatan badan selama hidup, manusia bisa berpikir, merasa dan bertindak. Jiwa lemah pada saat sakit dan tua. Waktu tidur atau tidak sadar jiwa meninggalkan badan, waktu mimpi jiwa bepergian. Jiwa manusia mati terpisah dari badan. Jiwa ke alam baka tempat tinggal jiwa orang mati.

116

117 JIwa ke alam baka jika ada penguburan yang layak bagi badannya, jika tidak jiwa akan menjadi hantu. JAdi ada dua macam jiwa, jiawa yang menghidupi bdan manusia dan jiwa manusia yang sudah mati.

118 Pada paham kosmis, didalam manusia terdapat unsur alam raya. Bila manusia mati, unsur ini kembali ke kosmis. Hal penyatuan unsur alam yang ada didalam diri manusia dengan kosmis menjadi topik yang penting. Yaitu penyatuan saat manusia masih hidup, bukan setelah mati. Melalui pelatihan tertentu manusia merasakan secara empiris lebur dalam zat universal. Ke- Akuannya dirasa hilang. Pengalaman kosong sengaja di sasar dengan gendhang senada berulang-ulang, jatilan, samadi, dikir, asap dupa, tarian.

119 Lenyapnya kesadaran diri dan perasaan menyatu dengan alam raya disebut : suwung, sunya, ilang, plengkaleng, plengkomplang, ndadi, lepas darat wiyat, mati sajroning urip, wus ambirawa, kesurupan. dll. The cosmic feeling of oneness. Manusia menjadi sakti, kebal, mampu meramal masa depan, menghilang dsb.

120

121 Alam dunia dalam agama asli Pandangan alam dalam agama asli tidak sisusun secara ilmiah. Manusia menemukan dirinya hidup bergantung kepada alam, bila selaras dengan alam hidupnya tidak bermasalah. Keselarasan di tentukan dalam praktek kemudian dibenarkan dengan mitologi tentang asal-usul alam dan susunan alam. Proyeksi pengalaman sekarang ke jaman dulu.

122 Asal usul alam dan manusia. 1.Dualisme alam atas dan alam bawah. 2.Antara keduanya ada perkawinan 3.Turunan mereka adalah dewa penguasa dunia, pemuka masrayarakat atau leluhur masing-masing suku bangsa. 4.Pertarungan antara lambang alam atas dan bawah. 5.Kematian satu pihak dipandang sebagai suatu kurban diri yang menghasilkan kesejahteraan dunia seperti padi, pohon kelapa dll.

123 Dongeng tentang asal usul kejadian alam dan manusia :

124

125 Astrologi dan horoskop

126

127

128 Klasifikasi horisontal

129 di Gayo

130 di Jawa

131

132

133

134

135


Download ppt "12/14/2014 AGAMA SUKU Rachmat Subagja."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google