Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMAHAMAN METODE REGRESI Pendekatan Regresi Linier Berganda TATAP MUKA 7.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMAHAMAN METODE REGRESI Pendekatan Regresi Linier Berganda TATAP MUKA 7."— Transcript presentasi:

1 PEMAHAMAN METODE REGRESI Pendekatan Regresi Linier Berganda TATAP MUKA 7

2 Summary  Analisa regresi Linier berganda dapat berbentuk Ordinal ( skala Likert ), Ratio, Interval atau Dummy.  Setiap pendekatan regresi linier memiliki karakter ( ciri khas ) yang berbeda.  Regresi Ratio: umumnya menggunakan data skunder yang sudah jadi atau based data & satuan ukurnya jelas ( tetap ).

3 Regresi Data Nominal

4 Regresi Data Rasio Penjualan sepeda motor, alat-alat kesehatan/kedokteran, alat-alat rumah tangga

5 Regresi Ancova Mie Instant

6 Regresi Ordinal Skala Likert

7 Regresi Data Skala Rating

8 Regresi Data Binary Code Binary

9 Regresi Polinomial

10 Summary  Sedangkan regresi yang bersifat Ordinal, Interval, atau Dummy menggunakan data primer, yaitu data yang digali menggunakan kuesioner atau wawancara.  Jika regresi menggunakan data primer, maka harus diuji ( pre-test ) kuesionernya. Sebelum kuesioner yang sebenarnya disebarkan kepada responden yang telah dipilih, baik secara acak atau non acak / sensus.

11 Summary  Data primer merupakan data yang digali menggunakan skala Likert dgn acuan pilihan jawaban misal : sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju, setuju dan sangat setuju, masing2 diberi skor 1 sd 5.  Sebelum kuesioner dibuat, harus ditentukan teori milik siapa yang akan digunakan sebagai dasar. Setelah ditetapkan teorinya, baru disusun Construct nya.Setiap butir pertanyaan akan mengacu kepada isi teori, bisa diambil keseluruhan atau sebagian saja.

12 Summary  Di dalam Construct terdapat konsep, variabel, indikator dan atau butir, yang nantinya dijadikan dasar acuan menyusun pertanyaan/pernyataan.  Menyusun kuesioner, harus dibedakan, kuesioner yang bersifat negatif atau bersifat positif. Jangan menyusun kuesioner yang bersifat negatif dan positif dalam satu daftar pertanyaan. Karena jawaban akan bias.

13 Kuesioner Positif 1.Untuk menunjang keberhasilan karyawan dalam bekerja maka dukungan fasilitas kerja dan suasana yang tenang sangat mendukung keberhasilan tersebut. 2.Jika ada masalah dalam pekerjaan, anda selalu berusaha mengatasinya meskipun tanpa bantuan teman. Kuesioner Negatif 1.Dikampus disediakan fasilitas Wifi untuk berinternet, namun anda enggan menggunakan karena anda tidak tertarik. 2.Setiap kali anda mendalami mata kuliah, anda selalu mengalami kesulitan, namun anda sama sekali tidak kecewa atau mengeluh.

14 Summary  Kalimat pertanyaan dalam kuesioner harus tegas dan jelas serta mudah dipahami.  Setelah kuesioner di isi dapat dilanjutkan dengan wawancara.  Dalam menetapkan sampel penelitian, harus dilihat jumlah populasinya, jika populasinya heterogen maka jumlah sampel yang dipilih cenderung banyak.

15 Summary  Jika jumlah populasi homogen maka jumlah sampel yang diambil terbatas / sebagian kecil saja.  Sebelum sampel dipilih maka tetapkan kriteria/reasen yang tepat, dgn dasar apa dan mengapa serta berapa banyak sampel tersebut dipilih.  Kriteria yang dibuat harus jelas dan fokus.

16 Summary  Pre test kuesioner, sebarkan dulu kuesionernya, lalu uji validitasnya, jika ada butir2 tertentu yang tidak valid, dibuang/dikeluarkan maka kuesioner akan semakin reliabel.  Ujilah tiap2 butir pertanyaan yang terdapat pada variabel secara terpadu dgn variabel yang lain, agar reliabilitasnya benar2 terukur.

17 Summary  Setelah butir pertanyaan dinyatakan valid maka analisa regresi linier dapat dilaksanakan.  Variabel yang tidak nyata pengaruhnya tetap masuk dalam persamaan estimasi, hanya tidak dipakai untuk prediksi tetapi dijelaskan kenapa tidak signifikan  Dalam analisa regresi linier, acuannya adalah uji Anova ( uji F ). Bukan uji t.

18 Summary  Uji t tujuannya untuk menguji apakah variabel yang terbukti signifikan dalam Anova benar2 semuanya signifikan terhadap Y.  Jika sebagian saja variabel X yang signifikan dalam uji t, berarti hanya variabel X yang signifikan saja yang memiliki pengaruh linier terhadap variabel Y.  Sekarang jelas, apa tujuan uji F dan apa tujuan uji t.

19 Summary  Hasil Penelitian : menjabarkan hasil analisa satu persatu dgn cara menguraikan makna dan arti atas angka2 yang muncul agar jelas dan mudah dipahami, dikaitkan dgn data serta permasalahan.  Pembahasan: menghubungkan hasil analisa dengan realita di lapangan atau di tempat penelitian, apakah hasil analisa mendukung kondisi / keadaan yang sebenarnya. Jika terjadi perbedaan harus di uraikan mengapa berbeda & apa sebabnya.

20 Summary  Kesimpulan: berdasar pembahasan yang telah dilakukan, apa yang dapat disaring / dicatat secara garis besar dari hasil penelitian dan pembahasan.  Saran: memberikan masukan yang berhubungan dengan kesimpulan, saran bertujuan untuk terjadinya perubahan yang lebih baik ke depan. Dan masukan harus memenuhi logika.

21 Summary  Regresi stepways : sebuah persamaan model regresi dimana variabel independen dan dependen berskala interval, ordinal atau ratio.  Regresi Ancova : model regresi dimana variabel dependent berskala interval atau ratio sedangkan variabel independen berskala campuran yakni ratio, interval atau nominal. Sedangkan variabel independen yg berskala nominal disebut variabel Dummy

22 Summary  Regresi Logistik : persamaan model regresi dimana variabel dependennya berskala nominal / kategorik sedangkan variabel independennya berskala interval atau ratio.  Tujuan utama analisa regresi adalah untuk menemukan persamaan regresi / persamaan estimasi yg menginteraksikan variabel independen terhadap variabel dependennya.

23 MAKNA PERSAMAAN MODEL Keselamatan Penerbangan Kondisi Pesawat Laik Terbang Cuaca Buruk dan Badai Kehandalan Pilot Y = β o + β 1.X1 + β 2.X2 + e


Download ppt "PEMAHAMAN METODE REGRESI Pendekatan Regresi Linier Berganda TATAP MUKA 7."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google