Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EFEKTIVITAS FILTER GERABAH TANAH LIAT, KARBON AKTIF DAN EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM PENGOLAHAN AIR BAKU SKALA RUMAH TANGGA Penulis : Yusriani Sapta Dewi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EFEKTIVITAS FILTER GERABAH TANAH LIAT, KARBON AKTIF DAN EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM PENGOLAHAN AIR BAKU SKALA RUMAH TANGGA Penulis : Yusriani Sapta Dewi."— Transcript presentasi:

1

2 EFEKTIVITAS FILTER GERABAH TANAH LIAT, KARBON AKTIF DAN EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM PENGOLAHAN AIR BAKU SKALA RUMAH TANGGA Penulis : Yusriani Sapta Dewi Link sumber : https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=sites&srcid=bGluZ2t1bmdhbi10cm9wa XMub3JnfHd3d3xneDo3ZjYxYWJjYTk1MzFiYmM5 Penulis : Yusriani Sapta Dewi Link sumber : https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=sites&srcid=bGluZ2t1bmdhbi10cm9wa XMub3JnfHd3d3xneDo3ZjYxYWJjYTk1MzFiYmM5

3 PENDAHULUANPENDAHULUAN Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan ekonomi, menyebabkan pengalokasian sumberdaya air bersih (fresh water) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat manusia dan peningkatan pertumbuhan ekonomi mengalami diversifikasi dan cenderung menimbulkan sifat kelangkaan. Di Indonesia, 58 % kebutuhan air bersih untuk air minum rumah tangga dipenuhi dari air tanah, sisanya 16 % dipenuhi dari Perusahaan Air Minum, 3% dari air sungai, 2,6% dari air hujan, 20,2 % dari air kemasan dan sumber lain. Berdasarkan wilayah kepulauan, pulau Jawa mempunyai persentase terbesar (62,15 %) rumah tangga yang mengandalkan air tanah sebagai sumber air minum. Salah satu teknik penjernihan air yang telah lama dikembangkan adalah saringan pasir lambat. Berdasarkan teknologi tersebut, dikembangkan suatu model saringan dari gerabah yang terbuat dari campuran tanah liat dan bubuk karbon tempurung kelapa, menggunakan disinfektan daun sirih. Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan ekonomi, menyebabkan pengalokasian sumberdaya air bersih (fresh water) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat manusia dan peningkatan pertumbuhan ekonomi mengalami diversifikasi dan cenderung menimbulkan sifat kelangkaan. Di Indonesia, 58 % kebutuhan air bersih untuk air minum rumah tangga dipenuhi dari air tanah, sisanya 16 % dipenuhi dari Perusahaan Air Minum, 3% dari air sungai, 2,6% dari air hujan, 20,2 % dari air kemasan dan sumber lain. Berdasarkan wilayah kepulauan, pulau Jawa mempunyai persentase terbesar (62,15 %) rumah tangga yang mengandalkan air tanah sebagai sumber air minum. Salah satu teknik penjernihan air yang telah lama dikembangkan adalah saringan pasir lambat. Berdasarkan teknologi tersebut, dikembangkan suatu model saringan dari gerabah yang terbuat dari campuran tanah liat dan bubuk karbon tempurung kelapa, menggunakan disinfektan daun sirih.

4 METODEMETODE Persiapan Instalasi Gerabah tanah liat sebagai filter I dalam penelitian ini terbuat dari campuran tanah liat dan karbon aktif dengan perbandingan 1:1, dan sebagai filter II dengan perbandingan 2: 1.Disinfektan ekstrak daun sirih dengan kadar 30% dibuat dari ekstrak 30 gram daun sirih yang dihancurkan dalam 100 ml aquadest dan direbus sampai titik didih 1000C dalam keadaan wadah tertutup.Objek Persiapan Instalasi Gerabah tanah liat sebagai filter I dalam penelitian ini terbuat dari campuran tanah liat dan karbon aktif dengan perbandingan 1:1, dan sebagai filter II dengan perbandingan 2: 1.Disinfektan ekstrak daun sirih dengan kadar 30% dibuat dari ekstrak 30 gram daun sirih yang dihancurkan dalam 100 ml aquadest dan direbus sampai titik didih 1000C dalam keadaan wadah tertutup.Objek

5 AIR SAMPEL Dialirkan secara gravitasi Filter IFilter II Air tampungan dibagi dalam 4 wadah dibubuhi disenfektan 0 ml (kontrol); 5 ml; 10 ml; 15 ml Diaduk, diamkan 30 menit Filter I HASIL

6 HASIL DAN PEMBAHASAN Efektivitas penurunan kandungan bakteri E.coli Pada pemeriksaan awal, air sumur sampel mengandung bakteri E.coli cukup tinggi yaitu 2400 MPN/100 ml dengan kekeruhan sebesar 11 NTU. Setelah mengalami perlakuan dengan gerabah tanah liat filter I kandungan bakteri E.coliturun menjadi 1400 MPN/100 ml, sedangkan perlakuan dengan gerabah tanah liat dengan filter II kandungan bakteri E.coli turun menjadi 1300 MPN/100 ml. Pemberian disinfektan diharapkan dapat menurunkan kandungan bakteri E.coli lebih besar lagi. Pada setiap air tampungan hasil perlakuan filter I dan filter II ditambahkan disinfektan ekstrak daun sirih dengan variasi volume 0 ml (sebagai kontrol), 5 ml, 10 ml dan 15 ml. Setelah pengadukan dan pengistirahatan 30 menit dilakukan pengukuran kan dungan bakteri E.coli. Efektivitas penurunan kandungan bakteri E.coli Pada pemeriksaan awal, air sumur sampel mengandung bakteri E.coli cukup tinggi yaitu 2400 MPN/100 ml dengan kekeruhan sebesar 11 NTU. Setelah mengalami perlakuan dengan gerabah tanah liat filter I kandungan bakteri E.coliturun menjadi 1400 MPN/100 ml, sedangkan perlakuan dengan gerabah tanah liat dengan filter II kandungan bakteri E.coli turun menjadi 1300 MPN/100 ml. Pemberian disinfektan diharapkan dapat menurunkan kandungan bakteri E.coli lebih besar lagi. Pada setiap air tampungan hasil perlakuan filter I dan filter II ditambahkan disinfektan ekstrak daun sirih dengan variasi volume 0 ml (sebagai kontrol), 5 ml, 10 ml dan 15 ml. Setelah pengadukan dan pengistirahatan 30 menit dilakukan pengukuran kan dungan bakteri E.coli.

7 Efektivitas penurunan kadar kekeruhan Hasil pengukuran kekeruhan air sumur sampel menunjukkan 11 NTU. Setelah mengalami perlakuan dengan gerabah tanah liat filter I kadar kekeruhan turun 50,9% menjadi 5,4 NTU, sedangkan perlakuan dengan gerabah tanah liat dengan filter II kadar kekeruhan turun 56,4% menjadi 4,8 NTU. Penurunan parameter kekeruhan tersebut karena adanya tekanan osmosis secara alami atas larutan. Rerata efektivitas penurunan kadar kekeruhan menggunakan filter I sebesar 50,9%tidak jauh berbeda dengan penurunan kadakekeruhan sebelum air diperlakukan dengadisinfektan. Rerata efektivitas penurunan kadar kekeruhan menggunakan filter II sebesar 62,4 % tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar kekeruhan sebelum air diperlakukan dengan disinfektan. Hal ini didukung oleh penelitian Kasam dkk (2009), yang menyatakan bahwa membran gerabah mampu menurunkan kekeruhan sampai 72,5%, dan penelitian Kiuk (2008) menunjukkan penurunan kadar kekeruhan sampai 81,8% dengan perlakuan filter tembikar. Efektivitas penurunan kadar kekeruhan Hasil pengukuran kekeruhan air sumur sampel menunjukkan 11 NTU. Setelah mengalami perlakuan dengan gerabah tanah liat filter I kadar kekeruhan turun 50,9% menjadi 5,4 NTU, sedangkan perlakuan dengan gerabah tanah liat dengan filter II kadar kekeruhan turun 56,4% menjadi 4,8 NTU. Penurunan parameter kekeruhan tersebut karena adanya tekanan osmosis secara alami atas larutan. Rerata efektivitas penurunan kadar kekeruhan menggunakan filter I sebesar 50,9%tidak jauh berbeda dengan penurunan kadakekeruhan sebelum air diperlakukan dengadisinfektan. Rerata efektivitas penurunan kadar kekeruhan menggunakan filter II sebesar 62,4 % tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar kekeruhan sebelum air diperlakukan dengan disinfektan. Hal ini didukung oleh penelitian Kasam dkk (2009), yang menyatakan bahwa membran gerabah mampu menurunkan kekeruhan sampai 72,5%, dan penelitian Kiuk (2008) menunjukkan penurunan kadar kekeruhan sampai 81,8% dengan perlakuan filter tembikar.

8 SIMPULANSIMPULAN Filter gerabah tanah liat dengan campuran karbon aktif serta penambahan disinfektan ekstrak daun sirih,efektif menurunkan kandungan bakteri E.coli dan menurunkan kadar kekeruhan dalam pengolahan air baku. air baku. Perlakuan proses filtrasi dengan filter gerabah tanah liat menunjukkan adanya penurunan kadar kekeruhan dan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara perbandingan tanah liat dan karbon aktif sebagai penyusun filter gerabah tanah liat. hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembubuhan ekstrak daun sirih dapat menurunkan bakteri E.coli secara efektif dengan volume 15 ml, dengan efektivitas penurunan mencapai 100%. Filter gerabah tanah liat dengan campuran karbon aktif serta penambahan disinfektan ekstrak daun sirih,efektif menurunkan kandungan bakteri E.coli dan menurunkan kadar kekeruhan dalam pengolahan air baku. air baku. Perlakuan proses filtrasi dengan filter gerabah tanah liat menunjukkan adanya penurunan kadar kekeruhan dan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara perbandingan tanah liat dan karbon aktif sebagai penyusun filter gerabah tanah liat. hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembubuhan ekstrak daun sirih dapat menurunkan bakteri E.coli secara efektif dengan volume 15 ml, dengan efektivitas penurunan mencapai 100%.


Download ppt "EFEKTIVITAS FILTER GERABAH TANAH LIAT, KARBON AKTIF DAN EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM PENGOLAHAN AIR BAKU SKALA RUMAH TANGGA Penulis : Yusriani Sapta Dewi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google