Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

POTENSI PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI SEKTOR INDUSTRI BAHAN SEMINAR NASIONAL KADIN INDONESIA JAKARTA, 14 DESEMBER 2011 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "POTENSI PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI SEKTOR INDUSTRI BAHAN SEMINAR NASIONAL KADIN INDONESIA JAKARTA, 14 DESEMBER 2011 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA."— Transcript presentasi:

1 POTENSI PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI SEKTOR INDUSTRI BAHAN SEMINAR NASIONAL KADIN INDONESIA JAKARTA, 14 DESEMBER 2011 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA

2 2 DAFTAR ISI I. KINERJA SEKTOR INDUSTRI II.PROGRAM PENINGKATAN DAYA SAING 6 (ENAM) KELOMPOK INDUSTRI PRIORITAS III.PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI

3 3 I. KINERJA SEKTOR INDUSTRI

4 4 A. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN III TAHUN 2011 (tahun dasar 2000, persen) Sumber : BPS diolah Kemenperin; * ) Angka Sementara; **) Angka Sangat Sementara Pertumbuhan industri pengolahan non-migas pada Triwulan III Tahun 2011 lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Secara kumulatif, pertumbuhan industri non-migas sampai dengan Triwulan III Tahun 2011 mencapai 6,49%, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2010 sebesar 5,09% dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2005.

5 5 B. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTOR INDUSTRI INDONESIA TAHUN 2001 – TRIWULAN III TAHUN 2011 PERTUMBUHAN PDB INDUSTRI NON MIGAS TW I 2011 TW II 2011 TW III 4,86%5,69%5,97%7,51%5,86%5,27%5,15%4,05% 2,56%5,09%5,78%6,67%6,98% PERTUMBUHAN PDB EKONOMI TW I 2011 TW II 2011 TW III 3,83%4,38%4,72%5,03%5,69%5,51%6,32%6,01% 4,58%6,10%6,49%6,52%6,54% Sumber: BPS diolah Kemenperin

6 6 LAPANGAN USAHA *2010**2011 TW III** N K N K N K N KNKNKNK (Rp miliar) (%) (Rp miliar) (%) (Rp miliar) (%) (Rp miliar) (%)(Rp miliar)(%)(Rp miliar)(%) (Rp. triliun) (%) 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, ,3 13, ,4 12, ,5 13, ,2 14, ,4 15, ,6 15,34 301,315,66 KEHUTANAN DAN PERIKANAN 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN ,1 11, ,8 10, ,6 11, ,3 10, ,7 10, ,2 11,15 219,411,40 3. INDUSTRI PENGOLAHAN ,3 27, ,3 27, ,9 27, ,7 27, ,3 26, ,4 24,82 460,423,93 a. Industri M i g a s ,9 4, ,9 5, ,3 4, ,6 4, ,9 3, ,4 3,27 63,23,29 b. Industri tanpa Migas ,4 22, ,4 22, ,6 22, ,1 23, ,4 22, ,0 21,55 397,120,65 4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH ,8 0, ,8 0, ,8 0, ,6 0, ,9 0, ,2 0,78 14,60,76 5. B A N G U N A N ,6 7, ,3 7, ,8 7, ,9 8, ,4 9, ,5 10,29 194,810,13 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN ,2 15, ,4 15, ,1 14, ,5 13, ,2 13, ,5 13,72 267,713,92 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI ,9 6, ,5 6, ,3 6, ,2 6, ,4 6, ,0 6,50 122,26,35 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERSH ,7 8, ,4 8, ,5 7, ,7 7, ,4 7, ,8 7,21 134,77,00 9. JASA - JASA ,2 9, ,9 10, ,7 10, ,3 9, ,5 10, ,0 10,19 208,510,84 PRODUK DOMESTIK BRUTO ,1 100, ,8 100, ,2 100, ,4 100, ,2 100, ,2 100,00 1,923,6100,00 PRODUK DOMESTIK BRUTO TANPA MIGAS ,3 88, ,3 88, ,5 89, ,5 89, ,2 91, ,2 92,23 1,760,291,51 N = nilai; K = kontribusi * Angka sementara ** Angka sangat sementara Sumber : BPS diolah Kemenperin C. NILAI PDB SEKTORAL DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PDB NASIONAL

7 7 D. PERTUMBUHAN INDUSTRI PENGOLAHAN NON-MIGAS MENURUT CABANG-CABANG INDUSTRI Tabel Pertumbuhan Industri Manufaktur Non Migas s.d. Triwulan III Tahun 2011 LAPANGAN USAHA *2010** 2011 TW III** Kumulatif 2011 Tw III** 1). Makanan, Minuman dan Tembakau2,757,215,052,34 11,222,738,34 7,29 2). Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki1,311,23-3,68-3,64 0,601,747,28 8,63 3). Brg. kayu & Hasil hutan lainnya.-0,92-0,66-1,743,45 -1,38-3,500,03 0,88 4). Kertas dan Barang cetakan2,392,095,79-1,48 6,341,64-1,22 2,26 5). Pupuk, Kimia & Barang dari karet8,774,485,694,46 1,644,675,83 4,18 6). Semen & Brg. Galian bukan logam3,810,533,40-1,49 -0,512,168,28 6,12 7). Logam Dasar Besi & Baja-3,704,731,69-2,05 -4,262,5611,42 15,03 8). Alat Angk., Mesin & Peralatannya12,387,559,739,79 -2,8710,357,77 7,01 9). Barang lainnya2,613,62-2,82-0,96 3,192,986,32 4,59 Industri Non Migas5,865,275,154,05 2,56 5,096,986,49 Sumber : BPS diolah Kemenperin; * ) Angka Sementara; **) Angka Sangat Sementara Pertumbuhan cabang industri non-migas secara kumulatif hingga Triwulan III yang tertinggi dicapai oleh Industri Logam Dasar Besi & Baja sebesar 15,03%, Industri Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki sebesar 8,63%, dan Industri Makanan, Minuman & Tembakau sebesar 7,29%.

8 8 E. PERKEMBANGAN EKSPOR NON-MIGAS SAMPAI TRIWULAN III TAHUN 2011 Sumber : BPS, diolah Kemenperin No URAIAN Januari- September Peruba- han (%) Pengolahan Kelapa/Kelapa Sawit 3, ,840.35,419.26, , , , , T e k s t i l 7, ,626.28,584.99,422.89, ,205.58, , Besi Baja, Mesin-mesin dan Otomotif 3, ,581.85,949.77,712.79, ,840.07,856.09, Pengolahan Karet 2, ,954.13,545.85,465.26,179.99, , , Elektronika 6, ,142.57,853.07,200.26,359.79,254.66,660.06, Pengolahan Tembaga, Timah dll. 1, ,165.13,133.54,134.06,156.06,506.04,504.86, Pulp dan Kertas 2, ,817.63,257.53,983.34,440.55, ,114.24, Kimia Dasar 2, ,640.12,750.23,521.44,492.54,577.73,328.44, Pengolahan Kayu 4, ,461.64,476.34,757.64,485.14,280.33,216.43, Makanan dan Minuman 1, ,440.11,647.91,866.02,374.83,219.62,237.73, Kulit, Barang Kulit dan Sepatu/Alas Kaki 1, ,553.01,683.71,913.22,006.62,665.61,912.42, Alat-alat Listrik ,232.71,456.01,770.92,148.92,657.91,919.92, Total 12 Besar Industri 49, , , , , , , , Total Industri 55, , , , , , , , Nilai US$ Juta

9 9 F. PERKEMBANGAN IMPOR NON-MIGAS SAMPAI TRIWULAN III TAHUN 2011 Sumber : BPS, diolah Kemenperin NoURAIAN Januari- September Perubah an (%) Besi Baja, Mesin-mesin dan Otomotif 17, , , , , , , ,215,49 2 Elektronika 2, , , , , , , ,514,64 3 Kimia Dasar 5, , , , , , , ,51 4 T e k s t i l 1, , , , , , ,14.510,442,23 5 Makanan dan Minuman 1, , , , , , ,44.363,953,80 6 Alat-alat Listrik , , , , ,72.425,212,87 7 Pulp dan Kertas 1, , , , , , ,62.176,918,20 8 Barang-barang Kimia lainnya 1, , , , , , ,21.696,318,28 9 Makanan Ternak , , , , ,31.514,222,18 10 Pengolahan Tembaga, Timah dll , , , ,31.465,524,47 11 Plastik , , , ,11.240,429,60 12 P u p u k , , ,61.711,363,98 Total 12 Besar Industri 34, , , , , , , ,822,47 Total Industri 37, , , , , , , ,325,57 Nilai US$ Juta Neraca ekspor positif tertinggi sepanjang periode Januari-September 2011 dicapai oleh ekspor produk Tekstil sebesar US$ 5,61 miliar dan Pengolahan Tembaga, Timah, dll sebesar US$ 4,58 miliar. Sementara itu, neraca defisit tertinggi dicapai oleh ekspor produk industri Besi Baja, Mesin-mesin & Otomotif sebesar US$ -22,64 miliar dan Kimia Dasar sebesar US$ -5,40 miliar.

10 10 NOSEKTOR Januari - September 2011 PIPIPIPIPIPI 1Industri Makanan 19,03.175,327,05.371,749,08.192,734,05.768, , ,3 2Industri Tekstil 7,081,78,0228,220,0719,723,02.645,726431, ,4 3 Ind. Barang Dari Kulit & Alas Kaki 1,04,02,058,52,010,11,04,0412,51 13,2 4Industri Kayu 9,0709,03,038,84,0306,62,033,56451, ,2 5Ind. Kertas dan Percetakan 9,01.871,28, ,214,01.797,78,01.000, , ,4 6Ind. Kimia dan Farmasi 10,03.248,914,01.168,223,0503,815,05.850, , ,2 7Ind. Karet dan Plastik 11,0253,610,0564,526,0794,231,01.532, , ,6 8Ind. Mineral Non Logam 4,0218,22,0124,27,0845,34,0786, , ,2 9Ind. Logam, Mesin & Elektronik 22,03.334,217,03.541,631,02.381,331,01.466,850789, ,2 10 Ind. Instru. Kedokteran, Presisi & Optik dan Jam 0,0 2,07,00, Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain 4,0116,68,0609,46,0314,73,066, ,213483,8 12Industri Lainnya 0,0 2,036,54,038,46,0279,523,76 4,8 Jumlah ,4 P : Jumlah Izin Usaha Tetap yang dikeluarkan; I : Nilai Realisasi Investasi dalam Rp. Milyar Sumber : BKPM (data hingga 30 September 2011) G. PERKEMBANGAN INVESTASI PMDN SAMPAI TRIWULAN III TAHUN 2011 (Rp. Miliar) Investasi PMDN periode Januari – September 2011 mencapai Rp 52,98 Triliun, jauh lebih tinggi dari Investasi PMDN sepanjang tahun 2010 sebesar Rp 25,61 triliun dan merupakan investasi PMDN tertinggi selama dekade terakhir.

11 11 NONO SEKTOR Januari – September 2011 PIPIPIPIPIPI 1.Industri Makanan 45,0354,453,0704,142,0491,349552, , ,8 2.Industri Tekstil 61,0424,063,0131,767,0210,366251, , ,3 3. Ind. Barang Dari Kulit & Alas Kaki 11,051,810,095,920,0145,821122, , ,9 4.Industri Kayu 18,058,917,0127,919,0119,61862, , ,5 5.Ind. Kertas dan Percetakan 16,0747,011,0672,515,0294,81868,73346, ,2 6.Ind. Kimia dan Farmasi 32,0264,632,01.611,742,0627, , , ,7 7.Ind. Karet dan Plastik 33,0112,736,0157,951,0272,142208, , ,9 8.Ind. Mineral Non Logam 7,094,86,027,811,0266,5819,5828, Ind. Logam, Mesin & Elektronik 86,0955,299,0714,1 140, , , , ,2 10. Ind. Instru. Kedokteran, Presisi & Optik dan Jam 1,00,21,010,97,015,755,131,41,4 7 0,9 11. Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain 28,0438,538,0412,347,0756,152583,498393, ,5 12.Industri Lainnya 25,0117,124,030,234,034,833120, , ,8 Jumlah ,7 H. PERKEMBANGAN INVESTASI PMA SAMPAI TRIWULAN III TAHUN 2011 (US$ Juta) P : Jumlah Izin Usaha Tetap yang dikeluarkan; I : Nilai Realisasi Investasi dalam US$. Juta Sumber : BKPM (data hingga 30 September 2011) Investasi PMA periode Januari – September 2011 mencapai US$ 14,34 miliar, jauh lebih tinggi dari Investasi PMA sepanjang tahun 2010 sebesar US$ 3,36 miliar dan merupakan investasi PMA tertinggi selama dekade terakhir.

12 12 II.PROGRAM PENINGKATAN DAYA SAING 6 (ENAM) KELOMPOK INDUSTRI PRIORITAS

13 13 A. 6 (ENAM) KELOMPOK INDUSTRI PRIORITAS 1. INDUSTRI PADAT KARYA (Tekstil & Produk Tekstil, Alas Kaki, dan Furniture) 2. INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) 3. INDUSTRI BARANG MODAL (Galangan Kapal dan Permesinan) 4. INDUSTRI BERBASIS SUMBER DAYA ALAM (Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Rumput Laut, Baja, dan Aluminium Hulu) 5. INDUSTRI PERTUMBUHAN TINGGI (Otomotif, Elektronika, dan Telematika) 6. INDUSTRI PRIORITAS KHUSUS (Gula, Pupuk, dan Petrokimia)

14 14 1. INDUSTRI PADAT KARYA Kinerja Tahun 2010 Industri TPT: nilai produksi US$ 21,25 miliar, tenaga kerja 1,32 juta orang, nilai ekspor lebih dari US$ 10,9 miliar. Industri alas kaki: nilai ekspor mencapai US$ 2,1 miliar. Industri furniture: nilai ekspor mencapai US$ 2,04 miliar. Rencana Aksi Program restrukturisasi permesinan untuk industri tekstil dan produk tekstil serta alas kaki, Pengembangan bahan baku alternatif, Pengembangan desain dan merek, serta Program P3DN untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah dan BUMN/BUMD.

15 15 2. INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) IKM Prioritas Industri kreatif (industri fesyen, kerajinan dan barang seni), Industri pangan, sandang dan kerajinan melalui konsep One Village One Product (OVOP). Rencana Aksi Pengembangan kewirausahaan untuk menciptakan wira usaha baru dan penyerapan tenaga kerja, Peningkatan kemampuan SDM melalui pendidikan dan pelatihan, Modernisasi peralatan IKM melalui bantuan mesin peralatan dan restrukturisasi mesin peralatan kepada Unit Pelayanan Teknis (UPT) dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Peningkatan pemasaran melalui keikutsertaan dalam pameran baik dalam maupun luar negeri, Penerapan standar untuk IKM dalam rangka peningkatan daya saing, serta Promosi serta fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

16 16 3. INDUSTRI BARANG MODAL Kinerja Tahun 2010 Impor barang modal dalam kurun waktu 3 tahun terakhir tumbuh rata-rata 32,25 % per tahun, dan pada tahun 2010 impor barang modal mencapai sekitar US$ 26,9 miliar. Fasilitas dan Insentif Fiskal Tax allowance, Pembebasan bea masuk, Tax holiday, serta Dukungan kemudahan kredit perbankan 4. INDUSTRI BERBASIS SUMBER DAYA ALAM Kinerja Tahun 2010 Produksi CPO mencapai 19,7 juta ton (50,08% ekspor mentah) Produksi kakao sebesar 0,83 juta ton (66,65% ekspor mentah) Produksi karet mencapai 2,52 juta ton (83,27% ekspor mentah) Fasilitas dan Insentif Fiskal Tax allowance Tax holiday

17 17 5. INDUSTRI PERTUMBUHAN TINGGI Kinerja Tahun 2010 Produksi kendaraan bermotor roda empat 770 ribu unit Produksi kendaraan bermotor roda dua 7,3 juta unit Fasilitas dan Insentif Fiskal Pembebasan PPnBM Pembebasan bea masuk barang modal, bahan baku dan komponen yang dibutuhkan untuk produksi dalam negeri Insentif fiskal untuk industri elektronika peralatan kesehatan, radar dan alat kontrol berbasis digital. 6. INDUSTRI PRIORITAS KHUSUS Prioritas Industri Industri gula, Industri pupuk, Industri petrokimia Rencana Aksi Revitalisasi pada pabrik gula yang sudah ada dan mendorong pembangunan pabrik gula baru. Pembangunan 6 (enam) pabrik pupuk NPK dan merevitalisasi 6 (enam) pabrik. Pengembangan klaster industri berbasis migas kondensat di Gresik dan Tuban (Jatim) serta Bontang (Kaltim)

18 18 III.PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI

19 19 (Orang) Sumber : BPS diolah Kemenperin; **) Angka Sangat Sementara; ***) Angka Proyeksi *) Tidak termasuk sektor industri Migas Pada tahun 2011, diperkirakan terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak orang, dan pada tahun 2012 terjadi penyerapan sebanyak orang. Sehingga, rata-rata penyerapan tenaga kerja pada tahun adalah sebanyak orang. A. PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI

20 20 B.SEKTOR INDUSTRI YANG POTENSIAL MENYERAP TENAGA KERJA 1. Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau 2. Industri Tekstil & Produk Tekstil 3. Industri Alas Kaki 4. Industri Furniture 5. Industri Petrokimia 6. Industri Kecil dan Menengah

21 21 1. INDUSTRI MAKANAN, MINUMAN, DAN TEMBAKAU TARGET PENYERAPA N TENAGA KERJA Tahun 2011 – 2014 naik sebesar 4,42% per tahun atau orang per tahun. RENCANA AKSI Jaminan bahan baku yang kompetitif, melalui Bea Keluar terhadap CPO dan Biji Kakao secara progresif. Pembangunan infrastruktur di kawasan pengembangan klaster IHKS (Sei Mangke, Dumai dan Maloy) dan pada sentra-sentra produksi kakao di Mamuju, Pantoloan, Kolaka dan Palopo. Tercukupinya kebutuhan energi (listrik dan gas) bagi industri hilir CPO, kakao dan karet, serta industri makanan dan minuman. Revisi PP 62 Tahun 2008 segera diterbitkan. Promosi Investasi Industri

22 22 2. INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TARGET PENYERAPA N TENAGA KERJA Kebutuhan tenaga kerja terampil sekitar 300 ribu orang sampai dengan tahun RENCANA AKSI Restrukturisasi Permesinan Industri Tekstil dan Produk Tekstil sebanyak 149 perusahaan yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar orang dan memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 100 milyar. Peningkatan Kompetensi SDM Industri Tekstil dan Produk Tekstil melalui Balai-balai diklat industri sebanyak 500 orang. Pemberian prioritas kepada industri TPT untuk mendapat tambahan suplai listrik dari PLN.

23 23 3. INDUSTRI ALAS KAKI TARGET PENYERAPA N TENAGA KERJA Kebutuhan tenaga kerja terampil sekitar 100 ribu orang sampai dengan tahun RENCANA AKSI Pelatihan teknis persepatuan di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Sidoarjo, dimana pada tahun 2011 dapat dilatih sebanyak orang tenaga kerja. Untuk lima bulan kedepan, BPIPI sanggup melatih sebanyak orang tenaga kerja. Peningkatan utilisasi kapasitas produksi dari 40% menjadi 80% melalui penyediaan bahan baku kulit dengan membatasi ekspor bahan baku kulit dan mempermudah impor bahan baku kulit.

24 24 4. INDUSTRI FURNITURE TARGET PENYERAPA N TENAGA KERJA Kebutuhan tenaga kerja terampil sekitar 50 ribu orang sampai dengan tahun RENCANA AKSI Pengembangan Pasar melalui kampanye penggunaan produk furniture kayu/rotan alam serta promosi furniture kayu/rotan. Pengamanan pasokan bahan baku kayu/rotan melalui pelarangan ekspor bahan baku kayu/rotan. Pengembangan Pusat Desain Furniture Kayu dan Rotan. Peningkatan Kompetensi SDM.

25 25 5. INDUSTRI PETROKIMIA TARGET PENYERAPA N TENAGA KERJA Penyerapan tenaga kerja langsung pada industri petrokimia mencapai 400 ribu orang dan dapat ditingkatkan rata-rata sebanyak 30 ribu orang per tahun. RENCANA AKSI Pengoperasian kembali PT Polytama untuk penyediaan bahan baku Polipropilen dan Polietilen. Dukungan pasokan minyak dan gas bumi sebagai bahan baku dan sumber energi. Kebutuhan gas untuk industri sebanyak 2000 MMSCFD dimana saat ini baru terpenuhi sebanyak 800 MMSCFD. Pengembangan center of excellence di Banten bekerjasama dengan Balai Besar Kimia dan Kemasan yang dapat menyiapkan tenaga kerja per tahun pada sektor industri plastik.

26 26 6. INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH TARGET PENYERAPA N TENAGA KERJA Penyerapan tenaga kerja IKM diharapkan sebanyak 120 ribu orang/ tahun. RENCANA AKSI Restrukturisasi permesinan IKM. Pengembangan IKM melalui kegiatan Penumbuhan Wirausaha baru, melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi, lembaga-lembaga pelatihan (Balai Pengembangan SDM dan IKM Jawa Tengah, Balai Besar Batik Yogyakarta, Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia--APPMI), dan Pondok Pesantren. Pengembangan One Village One Product (OVOP) produk pangan, sandang, kerajinan. Pengembangan sentra- sentra IKM melalui pendekatan klaster.

27 27 SINERGI DAN KERJA SAMA SELURUH STAKEHOLDER INDUSTRI NASIONAL PEME- RINTAH PELAKU USAHA (KADIN) MASYA RAKAT PENGEMBA- NGAN INDUSTRI NASIONAL

28


Download ppt "POTENSI PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI SEKTOR INDUSTRI BAHAN SEMINAR NASIONAL KADIN INDONESIA JAKARTA, 14 DESEMBER 2011 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google