Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SORTING (PENGURUTAN) Sorting adalah proses mengatur sekumpulan objek menurut aturan atau susunan tertentu. Urutan objek tersebut dapat menaik (ascending.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SORTING (PENGURUTAN) Sorting adalah proses mengatur sekumpulan objek menurut aturan atau susunan tertentu. Urutan objek tersebut dapat menaik (ascending."— Transcript presentasi:

1 SORTING (PENGURUTAN) Sorting adalah proses mengatur sekumpulan objek menurut aturan atau susunan tertentu. Urutan objek tersebut dapat menaik (ascending = dari data kecil ke data lebih besar) atau menurun (descending = dari data besar ke data lebih kecil).

2 Algoritma pengurutan (sorting) : Bubble sort (gelembung) Selection sort (maksimum/minimun) Insertion sort (sisip) Heap sort Shell sort Quick sort Merge sort Radix sort Tree sort

3 PENGURUTAN GELEMBUNG Metode pengurutan gelembung (bubble sort) diinspirasi oleh gelembung sabun yang ada di permukaan air. Karena berat jenis gelembung sabun lebih ringan daripada berat jenis air maka gelembung sabun akan selalu mengapung. Prinsip pengapungan ini juga dipakai pada pengurutan gelembung. Elemen yang berharga paling kecil “diapungkan”, artinya diangkat ke atas (atau ke ujung paling kiri) melalui pertukaran. Proses pengapungan ini dilakukan N kali langkah. Pada langkah ke-I, Larik[1..N] akan terdiri dari 2 bagian yaitu: – Bagian yang sudah terurut yaitu L[1]..L[i]. – Bagian yang belum terurut L[i+1]..L[n].

4 ALGORITMA PENGURUTAN GELEMBUNG (naik /ascending) Langkah 1: Mulai dari elemen K=N,N-1,N-2,..2 bandingkan L[K] jika L[K] < L[K-1], pertukarkan L[K] dengan L[K-1]. Pada akhir langkah 1, elemen L[1] berisi harga minimum pertama. Langkah 2: Mulai dari elemen K=N,N-1,N-2,..3 bandingkan L[K] jika L[K] < L[K-1], pertukarkan L[K] dengan L[K-1]. Pada akhir langkah 2, elemen L[2] berisi harga minimum kedua dan L[1]..L[2] terurut.. Langkah 3: Mulai dari elemen K=N,N-1,N-2,..4 bandingkan L[K] jika L[K] < L[K-1], pertukarkan L[K] dengan L[K-1]. Pada akhir langkah 3, elemen L[3] berisi harga minimum ketiga dan L[1]..L[3] terurut... Langkah N-1: Mulai dari elemen K=N,N-1,N-2,..4 bandingkan L[K] jika L[K] < L[K-1], pertukarkan L[K] dengan L[K-1].

5 Contoh: tinjau larik dengan N=6 buah elemen dibawahini. Larik ini akan diurutkan menaik. Langkah 1: K=N=62176 K=582176 K=48102176 K=3827102176 K=282527102176 25271087621 123456 Hasil akhir langkah 1 : 82527102176 123456

6 Langkah 2: K=N=62176 K=5102176 K=410272176 K=31025272176 81025272176 123456 Hasil Akhir dari langkah 2: Langkah 3: K=N=62176 K=5212776 K=421252776 Hasil Akhir dari langkah 3: 81021252776 123456

7 Langkah 4: K=N=62776 K=5252776 Hasil Akhir dari langkah 4: 81021252776 123456 Langkah 5: K=N=62776 Hasil Akhir dari langkah 5: 81021252776 123456 Selesai. Larik sudah terurutkan !

8 Contoh Ascending : #include main(){ int i,k,temp; int L[5]; //Jumlah elemen dalam array ada 5 L[0]=1; L[1]=50; L[2]=10; L[3]=3; L[4]=2; //Proses secara Ascending(naik) for(i=0;i<=4;i++) for(k=0;k<=4;k++) if (L[k]>L[k+1]) {temp=L[k]; L[k]=L[k+1]; L[k+1]=temp; } for(i=0;i<=4;i++) cout< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/10/2721670/slides/slide_8.jpg", "name": "Contoh Ascending : #include main(){ int i,k,temp; int L[5]; //Jumlah elemen dalam array ada 5 L[0]=1; L[1]=50; L[2]=10; L[3]=3; L[4]=2; //Proses secara Ascending(naik) for(i=0;i<=4;i++) for(k=0;k<=4;k++) if (L[k]>L[k+1]) {temp=L[k]; L[k]=L[k+1]; L[k+1]=temp; } for(i=0;i<=4;i++) cout<L[k+1]) {temp=L[k]; L[k]=L[k+1]; L[k+1]=temp; } for(i=0;i<=4;i++) cout<

9 Contoh Descending : #include main(){ int i,k,temp; int L[5]; //Jumlah elemen dalam array ada 5 L[0]=1; L[1]=50; L[2]=10; L[3]=3; L[4]=2; //Proses secara Descending(menurun) for(i=4;i>=0;i--) for(k=5;k>1;k--) if (L[k]>L[k--]) {temp=L[k]; L[k]=L[k--]; L[k--]=temp; } for(i=5;i>=1;i--) cout< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/10/2721670/slides/slide_9.jpg", "name": "Contoh Descending : #include main(){ int i,k,temp; int L[5]; //Jumlah elemen dalam array ada 5 L[0]=1; L[1]=50; L[2]=10; L[3]=3; L[4]=2; //Proses secara Descending(menurun) for(i=4;i>=0;i--) for(k=5;k>1;k--) if (L[k]>L[k--]) {temp=L[k]; L[k]=L[k--]; L[k--]=temp; } for(i=5;i>=1;i--) cout<=0;i--) for(k=5;k>1;k--) if (L[k]>L[k--]) {temp=L[k]; L[k]=L[k--]; L[k--]=temp; } for(i=5;i>=1;i--) cout<

10 Kesimpulan : Pengurutan dengan metode bubble sort ini kurang efisien karena terlalu banyak penukaran yang dilakukan pada setiap langkah dan membutuhkan banyak waktu serta proses lebih lama, sehingga tidak direkomendasikan untuk dipakai. Namun metode ini mudah dipahami dan sederhana.

11 Kuis : Urutkan larik berikut menggunakan metode bubble sort dengan ascending dan descending 5 21050 706 123456

12 PENGURUTAN MAKSIMUM/MINIMUM Metode pengurutan ini disebut pengurutan maksimum / minimum karena didasarkan pada pemilihan elemen maksimum atau minimum kemudian mempertukarkan elemen maksimum/minimum tersebut dengan elemen terujung larik (elemen ujung kiri atau elemen ujung kanan). Selanjutnya elemen terujung itu kita “isolasi” dan tidak diikut sertakan pada proses selanjutnya. Karena proses utama dalam pengurutan adalah pemilihan elemen maksimum / minimum, maka metode ini disebut metode pemilihan (selection sort).

13 Algoritma Pengurutan Maksimum (naik /ascending) Langkah 1: Tentukan Harga Maksimum didalam L1[1..N] Pertukarkan harga maksimum dng L[N] Langkah 2: Tentukan Harga Maksimum didalam L1[1..N-1] Pertukarkan harga maksimum dng L[N-1] Langkah 3: Tentukan Harga Maksimum didalam L1[1..N-2] Pertukarkan harga maksimum dng L[N-2] …….. Langkah N-1: Tentukan Harga Maksimum didalam L1[1..2] Pertukarkan harga maksimum dng L[2].

14 Contoh : Tinjau larik dengan N=6 buah elemen dibawah ini yang belum terurut menjadi diurut naik. 29271087621 123456 Langkah 1: Cari elemen maksimum di dalam larik L[1..6]  maks = L[5] = 76 Tukar maks dengan L[N],hasil akhir langkah 1: 29271082176 123456

15 21271082976 123456 Langkah 2: (berdasarkan susunan larik hasil langkah 1) Cari elemen maksimum di dalam larik L[1..5]  maks = L[1] = 29 Tukar maks dengan L[5],hasil akhir langkah 2: Langkah 3: (berdasarkan susunan larik hasil langkah 2) Cari elemen maksimum di dalam larik L[1..4]  maks = L[2] = 27 Tukar maks dengan L[4],hasil akhir langkah 3: 21810272976 123456

16 Langkah 4: (berdasarkan susunan larik hasil langkah 3) Cari elemen maksimum di dalam larik L[1..3]  maks = L[1] = 21 Tukar maks dengan L[3],hasil akhir langkah 4: 10821272976 123456 Langkah 5: (berdasarkan susunan larik hasil langkah 4) Cari elemen maksimum di dalam larik L[1..2]  maks = L[1] = 10 Tukar maks dengan L[2],hasil akhir langkah 5: 81021272976 123456 Selesai. Larik sudah terurutkan !

17 Contoh ascending : #include int main(){ //deklarasi array dengan 7 elemen int A[7]; int j,k,i,temp; int jmax,u=6; //memasukkan nilai sebelum diurutkan cout<<"Masukkan nilai pada elemen array :"< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/10/2721670/slides/slide_17.jpg", "name": "Contoh ascending : #include int main(){ //deklarasi array dengan 7 elemen int A[7]; int j,k,i,temp; int jmax,u=6; //memasukkan nilai sebelum diurutkan cout<< Masukkan nilai pada elemen array : <>A[i]; }", "description": "Contoh ascending : #include int main(){ //deklarasi array dengan 7 elemen int A[7]; int j,k,i,temp; int jmax,u=6; //memasukkan nilai sebelum diurutkan cout<< Masukkan nilai pada elemen array : <>A[i]; }", "width": "800" }

18 //Proses pengurutan secara menaik (Ascending) for(j=0;j<7;j++) { jmax=0; for(k=1;k<=u;k++) if (A[k] > A[jmax]) jmax=k; temp=A[u]; A[u]=A[jmax]; A[jmax]=temp; u--; } //menampilkan nilai setelah diurutkan cout<<"\nNilai setelah diurutkan ="< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/10/2721670/slides/slide_18.jpg", "name": "//Proses pengurutan secara menaik (Ascending) for(j=0;j<7;j++) { jmax=0; for(k=1;k<=u;k++) if (A[k] > A[jmax]) jmax=k; temp=A[u]; A[u]=A[jmax]; A[jmax]=temp; u--; } //menampilkan nilai setelah diurutkan cout<< \nNilai setelah diurutkan = < A[jmax]) jmax=k; temp=A[u]; A[u]=A[jmax]; A[jmax]=temp; u--; } //menampilkan nilai setelah diurutkan cout<< \nNilai setelah diurutkan = <

19 Contoh descending : #include int main(){ //deklarasi array dengan 7 elemen int A[7]; int j,k,i,temp; int jmax,u=6; //memasukkan nilai sebelum diurutkan cout<<"Masukkan nilai pada elemen array :"< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/10/2721670/slides/slide_19.jpg", "name": "Contoh descending : #include int main(){ //deklarasi array dengan 7 elemen int A[7]; int j,k,i,temp; int jmax,u=6; //memasukkan nilai sebelum diurutkan cout<< Masukkan nilai pada elemen array : <>A[i]; }", "description": "Contoh descending : #include int main(){ //deklarasi array dengan 7 elemen int A[7]; int j,k,i,temp; int jmax,u=6; //memasukkan nilai sebelum diurutkan cout<< Masukkan nilai pada elemen array : <>A[i]; }", "width": "800" }

20 //Proses pengurutan secara turun (descending) for(j=0;j<7;j++) { jmax=0; for(k=u;k>=1;k--) if (A[k] < A[jmax]) jmax=k; temp=A[u]; A[u]=A[jmax]; A[jmax]=temp; u--; } //menampilkan nilai setelah diurutkan cout<<"\nNilai setelah diurutkan ="< { "@context": "http://schema.org", "@type": "ImageObject", "contentUrl": "http://images.slideplayer.info/10/2721670/slides/slide_20.jpg", "name": "//Proses pengurutan secara turun (descending) for(j=0;j<7;j++) { jmax=0; for(k=u;k>=1;k--) if (A[k] < A[jmax]) jmax=k; temp=A[u]; A[u]=A[jmax]; A[jmax]=temp; u--; } //menampilkan nilai setelah diurutkan cout<< \nNilai setelah diurutkan = <=1;k--) if (A[k] < A[jmax]) jmax=k; temp=A[u]; A[u]=A[jmax]; A[jmax]=temp; u--; } //menampilkan nilai setelah diurutkan cout<< \nNilai setelah diurutkan = <

21 Untuk algoritma Pengurutan Minimum caranya sama persis dengan maksimum hanya saja yang ditukar adalah nilai yang minimum bukan maksimum.

22 Kesimpulan : dibandingkan dengan pengurutan gelembung (bubble sort) pengurutan dengan metode selection sort (maksimum/minimum) ini memiliki kinerja yang lebih baik. Operasinya pertukaran hanya sekali saja dilakukan pada setiap langkah sehingga waktu pengurutan dapat lebih ditekan. Metode ini direkomendasikan untuk dipakai.

23 Kuis : Urutkan larik berikut menggunakan metode selection sort (maksimum/minimum) dengan ascending dan descending 20105 7016 123456

24 PENGURUTAN Sisip (Insertion sort) Dari namanya, pengurutan sisip (insertion sort) adalah metode pengurutan dengan cara menyisipkan elemen larik pada posisi yang tepat. Pencarian posisi yang tepat dilakukan dengan pencarian beruntun. Selama pencarian posisi yang tepat dilakukan pergeseran elemen larik.

25 ALGORITMA PENGURUTAN SISIP (naik /ascending) Andaikan: L[1] dianggap sudah pada tempatnya. Langkah 2: L[2] harus dicari tempatnya yang tepat pada L[1..2] dengan cara menggeser elemen L[1] ke kanan bila L[1] lebih besar dari L[2]. Misalkan posisi elemen yang tepat adalah K sisipkan L[2] pada K. Langkah 3: L[3] harus dicari tempatnya yang tepat pada L[1..3] dengan cara menggeser elemen L[1..2] ke kanan bila L[1..2 lebih besar dari L[3]. Misalkan posisi elemen yang tepat adalah K sisipkan L[3] pada K.

26 Langkah 4: L[4] harus dicari tempatnya yang tepat pada L[1..4] dengan cara menggeser elemen L[1..4] ke kanan bila L[1..4] lebih besar dari L[4]. Misalkan posisi elemen yang tepat adalah K sisipkan L[4] pada K. Langkah N: L[N] harus dicari tempatnya yang tepat pada L[1..N] dengan cara menggeser elemen L[1..N ke kanan bila L[1..N] lebih besar dari L[N]. Misalkan posisi elemen yang tepat adalah K sisipkan L[N] pada K.

27 Contoh : Tinjau larik dengan N=6 buah elemen dibawah ini yang belum terurut menjadi diurut naik. 29271087621 123456 Langkah 1: Elemen L[1] dianggap sudah terurut 29271087621 123456 Langkah 2: (berdasarkan susunan larik pada langkah 1) Cari posisi yang tepat untuk L[2] pada L[1..2],diperoleh : 29271087621 123456

28 Langkah 3: (berdasarkan susunan larik pada langkah 2) Cari posisi yang tepat untuk L[3] pada L[1..3],diperoleh : 1027 29 87621 123456 Langkah 4: (berdasarkan susunan larik pada langkah 3) Cari posisi yang tepat untuk L[4] pada L[1..4],diperoleh : 8 102729 7621 123456

29 Langkah 5: (berdasarkan susunan larik pada langkah 4) Cari posisi yang tepat untuk L[5] pada L[1..5],diperoleh : 8 102729 7621 123456 Langkah 6: (berdasarkan susunan larik pada langkah 5) Cari posisi yang tepat untuk L[6] pada L[1..6],diperoleh : 8 102127 29 76 123456 Selesai. Larik sudah terurutkan !

30 Contoh : #include main(){ int j,k, temp; int L[5]; L[1]=1; L[2]=25; L[3]=10; L[4]=30; L[5]=2; for(k=2;k<=5;k++){ temp=L[k];/* ambil elemen L[k] supaya tidak tertimpa penggeseran*/ /* Cari Posisi Yang tepat dalam L[1..k-1] sambil menggeser*/ j=k-1; while(temp<=L[j]) { L[j+1]=L[j]; j--; }

31 if((temp >= L[j])|| ( j=1)) L[j+1]=temp; /*posisi yg tepat untuk L[k] ditemukan*/ else { L[j+1]=L[j]; L[j]=temp; } for(k=1;k<=5;k++) cout<< L[k]<<" "; getch();}

32 Kesimpulan : Kelemahan metode sisip terletak pada banyaknya operasi yang diperlukan dalam mencari posisi yang tepat untuk elemen larik. Untuk larik yang jumlahnya besar ini tidak praktis. Dari ketiga metode tersebut, pengurutan maksimum/minimum memiliki kinerja yang terbaik.

33 Kuis : Urutkan larik berikut menggunakan metode sisip dengan ascending dan descending 0 121005 703 123456


Download ppt "SORTING (PENGURUTAN) Sorting adalah proses mengatur sekumpulan objek menurut aturan atau susunan tertentu. Urutan objek tersebut dapat menaik (ascending."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google