Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DOSEN : Dr.ARASY ALIMUDIN,SE,MM. Analisa Persaingan dan Penerapan Strategi A. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Analisa Persaingan Penerapan Strategi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DOSEN : Dr.ARASY ALIMUDIN,SE,MM. Analisa Persaingan dan Penerapan Strategi A. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Analisa Persaingan Penerapan Strategi."— Transcript presentasi:

1 DOSEN : Dr.ARASY ALIMUDIN,SE,MM

2 Analisa Persaingan dan Penerapan Strategi A. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Analisa Persaingan Penerapan Strategi

3 B. Hasil Belajar Mahasiswa dapat menyebutkan pihak-pihak yang menjadi pesaing, hal-hal yang harus dilakukan, dan cara mengimplementasikan strategi bersaing Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai strategi bersaing dalam produk life cycle perusahaan Mahasiswa dapat menjelaskan alternatif strategi dalam beberapa situasi yang dihadapi oleh perusahaan

4 Industri Structure - Number of buyers and seller - Product differentiation. - barriers to entry - cost sructure - vertikal integration Firm Conduct - Pricing Behavior - Product startegy. - Advertising - Researh and development - Investment in Plant and equipment Performance - Firm level : Normal Below normal,Above-Normal performance. - Society : Productivity and Allocative Efficiency, Level of employment progress ANALISA LINGKUNGAN EKSTERNALmodel Structur Conduct Performance ( SCP) Jay Bay Barney, Gaining and Sustaining Competitive Advantage

5 Kekuatan-keuatan yang mempengaruhi persaingan industri ( Five Forces of Competitive) M. Porter ( 1980 ) Pendatang Baru Potensial Para Pesaing Industri Persaingan diantara perusahaan yang ada (rivalry among existing firms PembeliPemasok Produk Pengganti Pendatang Baru Potensial Ancaman masuknya pendatang baru ( threat of new entrans ) Kekuatan tawar menawar pembeli (the bargaining power of customer) Kekuatan tawar menawar pemasuk.(the bargaining power of suppliers ) Ancaman produk atau jasa pengganti ( threat of subtitutes product )

6 Analisis Lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal. Menurut Wheelen & Hunger Faktor-faktor lingkungan eksternal (Opportunity & Threatman )terdiri atas :  Social Environment  Socio-Cultural Forces.  Economic-Forces.  Political-legal forces.  Teknological Forces.  Task Environment  Competitors  Customers  Government  Suppliers  Creditors  Labour unions  Trade Associations  Stockholders (pemegang saham)  Special inters group  Mass media  Global dll.

7 Determining Opportunities and Threats Identify critical threats and main opportunities due to: Industry Features - Size and Segmentation - Growth and Pattern maturity - established Practices - Emergence / Contraction of Niches - International Dimension Changes in Market Place - Customers - Distribution Channels - Economic Factors - Social / Demographic _ Political

8 Determining Opportunities and Threats Identify critical threats and main opportunities due to: Competitors - Identities - Performance - Likely Plans - Capacity to Make / Sell / Innovate - Market Shares - Strengths / Weaknesses Technology - New materials / Processes - New Products / Applications _ Infringement / Overlapping by other Sources

9 Setting long term objectives Distinguish between broad long term objectives and operational goals. What position does the business expect to secure in: Markets Products and Services technology and Process Growth Profitability

10 Developing Strategies Strategies are broad indicators of the directions in which a business should be heading to fulfil its mission Identify Strategic Areas Industry SectorTechnology ProductsProduction Market NeedsFinance Methods of Sales and Distribution Assess Priority Areas determine Possible Strategies Identify the Direction Changes Needed (if any) Develop Key Strategic Statements

11 Action follows Strategies Identify the key action areas and tasks. Specify goals Prepare Programmes Implement

12 PERUSAHAAN KELAS DUNIA

13 Bagaimana rakasasa teknologi IBM melakukan proses transformasi untuk menghindarkan dirinya dari kematian yang mengenaskan pada awal tahun 90-an. Seperti kita tahu, saat itu, IBM secara global berada pada ambang kebangkrutan lantaran didera kerugian lebih dari 7 milyar US dollar. Pesaing-pesaing baru yang lebih lincah datang menyergap dan menggerogoti kue bisnis IBM – pertama secara pelan- pelan, namun lama-lama terasa sergapan itu makin membuat IBM limbung – bagai raksasa yang kehilangan oksigen untuk bernafas. Beruntung saat itu petinggi IBM sadar, dan segera melakukan proses transformasi yang cukup radikal : yakni merubah bisnis utamanya dari penyedia hardware seperti mainframe dan desktop menjadi lebih berokus pada jasa konsultasi teknologi. Alasannya, bisnis jasa konsultasi dan bukan lagi bisnis jualan hardware, yang dianggap lebih mewakili masa depan. Tentu saja perubahan drastis ini segera menuntut perubahan pada semua aspek operasi kerja IBM, baik pada cara pengelolaan SDM-nya, proses manajemen pengetahuannya, dan juga bagaimana ia memasarkan produk-produk jasanya. Kini setelah lebih dari 10 tahun, proses transformasi tersebut sepertinya menunjukkan hasil yang layak diberi tepuk tangan. Saat ini, IBM tetap mampu mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan teknologi terbesar didunia dengan jumlah revenue lebih dari 100 milyar US dollar pertahun.

14 Dari sejumlah pengalaman best practices yang bisa dicermati, terdapat sejumlah elemen yang bisa membawa keberhasilan proses transformasi. Yang pertama, tentu saja adalah visi dan terutama strategi masa depan yang jelas, koheren, dan diyakini akan mampu membawa perusahaan ke arah kegemilangan. Keberhasilan transformasi IBM, salah satunya, disebabkan mereka mengawalinya dengan satu visi yang jelas mengenai arah pasar teknologi masa depan, dan bagaimana mereka harus merebutnya

15 Elemen berikutnya adalah kepemimpinan yang kredibel (konsisten antara visi dengan tindakan) dan juga kapabel (memiliki ketrampilan untuk menginspirasi jajaran manajemen lainnya untuk bergerak menuju arah perubahan yang ingin diraih). Yang tak kalah penting, kepemimpinan yang solid ini mestinya tidak hanya ada pada top manajemen namun juga menyebar merata pada kalangan manajemen madya. Sebab, dalam banyak kasus, proses perubahan yang menyangkut semua segi perusahaan amat membutuhkan kepemimpinan yang tangguh pada level menengahnya. Manajemen madya inilah yang akan memastikan bahwa visi dan arahan strategi dari top manajemen bisa diartikulasikan kesegenap karyawan – dan pada pundak mereka juga, implementasi rill dari strategi itu dioperasionalkan. Dengan demikian, mereka memiliki peran kritikal dalam memastikan apakah visi perubahan itu bisa berjalan secara konkrit atau cuma tinggal dibayang-bayang fantasi belaka.

16 Apa sebenarnya yang membuat Microsoft terus berjaya? Lalu mengapa Nokia mampu menjadi produk cell phone yang paling banyak dicintai para konsumen? Dan apa yang membuat BMW selama puluhan tahun terus menjadi ikon kemakmuran yang terus diburu orang? Belajar dari kisah sukses perusahaan-perusahaan berskala global terkemuka dalam melayani pelanggan, tampaknya ada sejumlah wisdom yang bisa dipetik. Pelajaran utama yang bisa diambil adalah ini : bahwa proses melayani pelanggan ternyata mesti diawali dengan pilihan strategi yang benar. Dengan kata lain, proses melayani kebutuhan pelanggan ternyata tidak sekonyong-konyong muncul dari langit, namun mesti diselaraskan dengan pilihan strategi perusahaan (corporate strategy) yang telah diputuskan.

17 Dalam konteks ini terdapat tiga jurus strategi yang acapkali diaplikasikan oleh perusahaan- perusahaan kelas dunia. Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik

18 Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetit

19 Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat.

20 Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus. Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya

21 Product Life Cycle Strategies IV. DECLINE STAGE 1. Identifying The Weak Product 2. Menentukan Strategi a. Meningkatkan investasi perusahaan b. Mempertahankan tingkat investasi perusahaan sampaiketidakpastian tentang industri diselesaikan c. Penurunan tingkat investasi perusahaan selektif, denganpeluruhan dari pelanggan yang tidak menguntungkan kelompok,sambil memperkuat investasi perusahaan dalam ceruk menguntungkan d. Pemanenan (atau memerah susu) investasi perusahaan untuk memulihkan kas cepat e. Divestasi bisnis secara cepat dengan membuang aset sebagaimenguntungkan mungkin Secara umum, perusahaan harus menghindari kesalahan besar empat posisi: 1. Underpositioning 2. Over positioning 3. Confused posisi 4. posisi diragukan Untuk mengatakan bahwa produk memiliki siklus hidup adalahuntuk menegaskan empat hal: 1. Produk memiliki umur terbatas 2. Produk penjualan melalui tahapan yang berbeda, masing-masing berpose tantangan yang berbeda peluang, dan masalah untuk penjual 3. Laba naik dan turun berbagai tahap siklus hidup produk 4. Produk memerlukan pemasaran yang berbeda, keuangan,manufaktur, pembelian, strategi sumber daya manusia di masing-masing siklus hidup mereka

22 Masa barang muda ( tahap perkenalan dan tahap pertumbuhan barang ) Strategi perkenalan barang Strategi memasuki pasar ( market-entry strategy ). Secara umum terdapat tiga pedoman untuk memasuki pasar : 1. Memasuki keseluruhan pasar ( total entry ) Strategi ini merupakan gebrakan dengan skala penuh mengarah kepada keseluruhan pasar Tindakan pemasaran ini dapat dilaksanakan apabila : Barang dapat diharapkan menjadi penopang utama perusahaan dan cukup penting untuk dikembangkan cepat. Barang dapat dengan mudah ditiru oleh pesaing, yang memungkinkan pesaing yang mampu dapat menguasai pasar lebih dahulu. Pasar secara keseluruhan memang sangat membutuhkan barang tersebut. 2. Memasuki wilayah pasar ( zone entry ) Barang baru diperkenalkan hanya kepada pilihan wilayah tertentu saja.Kemudian berdasarkan keberhasilan pada wilayah tersebut mengarah wilayah lain. 3. Memasuki segmen pasar ( market-segment entry ) Hanya satu atau beberapa segmen pasar saja yang diarah oleh perusahaan. Umumnya bagian pasar yang mempunyai permintaan kuat yang dipilih sebagai sasaran pertama. PRODUCT LIFE CYCLE

23 Ada beberapa alternatif keputusan dalam marketing mix ( 4 P ) pengenalan barang baru: Barang ( Product ) : Jenis rancangan barang cenderung terbatas dan mempunyai model barang standar yang sederhana. Promosi ( Promotion ) Promosi yang terutama dipergunakan adalah periklanan dan kemudian promosi penjualan. Terdapat dua alternatif pada program promosi barang perkenalan : Promosi gencar Tujuanya adalah membangkitkan kesadaran dan minat dengan segera karena pasar penuh pesaing yang mudah meniru. Promosi lambat Pasar tidak cukup luas dan sudah ada kesadaran akan adanya barang. Harga ( Price ) Harga merupakan variabel yang peka.Ada dua strategi yang umum dipergunakan : Premium atau cream-skiming. Harga ditetapkan pada tingkat kemampuan pembeli setinggi-tingginya.Strategi ini dipergunakan apabila permintaan pasar cukup kuat dan persaingan tidak ketat. Penetration. Harga ditetapkan pada tingkat minimum terendah yang masih diterima oleh pembeli. Strategi harga rendah dipergunakan apabila konsumen peka terhadap harga dan tingkat persaingan cukup ketat. Distribusi ( Place ) Memberikan kemudahan bagi pembeli untuk memperoleh barang.

24 Strategi Pertumbuhan barang Apabila strategi memasuki pasar telah berhasil dan permintaan cenderung meningkat dengan tajam maka dapat dikatakan bahwa barang telah sampai pada tahap pertumbuhannya. Dimana strategi yang digunakan adalah strategi mengembangkan dan mempertahankan tingkat penguasaan pasar, terutama diarahkan untuk : Mengamati jumlah pesaing aktual maupun potensial yang mampu memasuki pasar. Perkiraan tingkat penjualan dan panjangnya kehidupan barang sebagai penentu investasi. Kemampuan barang memberikan keuntungan

25 Penerapannya pada marketing mix adalah sebagai berikut : Barang ( Product ) : Besar kemungkinan terjadi perubahan dalam rancangan, menambah jenis rancangan barang maupun kualitas barang. Promosi ( Promotion ) Promosi yang terutama dipergunakan untuk peningkatan permintaan sekunder, yaitu permintaan selektif terhadap pengembangan merk yang mebedakan dengan merk lain, strategi tersebut meliputi : Memperluas jaringan media periklanan untuk mencapai segmen pasar yang tidak membeli. Mengintensifkan usaha penjualan untuk memperluas pasar dan membangun jaringan distribusi yang luas. Pengembangan barang dan atribut-atributnya yang besifat promosional yang mengesankan berbeda atau bahkan baru. Misalnya rancangan bungkus, penambahan variasi dan sebagainya.

26 Harga ( Price ) Penetapan harga cenderung lebih lunak daripada tahap perkenalan, kecuali pda situasi monopolistik atau oligopolistik.Akan lebih baik apabila terdapat pergeseran dari strategi harga tinggi kearah harga penetrasi untuk memperluas pasar Distribusi ( Place ) Jika barang tertentu sudah mempunyai arti khusus bagi konsumennya, maka perlu ditingkatkan pelayanan, penjualan dan standar yang khusus pula serta distribusi yang selektif. Ada beberapa hal yang dapat ditindakkan : Melakukan kontrak dengan distributor misalnya sistem franchising. Membantu pengelolaan dealer pada penjualan, pengendalian persediaan dan sebagainya. Meningkatkan persediaan dan sistem pemesanannya. Menawarkan potongan khusus yang menarik bagi dealer agar bersedia memesan lebih banyak untuk dijual

27 Strategi Tahap Kedewasaan Barang. Dapat dibedakan strategi tersebut menjadi tiga : Strategi pemeliharaan Tujuannya adalah untuk mempertahankan tingkat pasar yang telah dikuasai selama ini. Untuk maksud tersebut dapat melayani segmen-segmen paar yang ada. Strategi memasuki Tujuannya adalah untuk menembus segmen pasar lain agar dapat meningkatkan kembali paar yang pernah dicapai. Strategi memasuki kembali. Strategi ini ditujukan untuk memperbaiki penjualan yang menurun dengan beberapa pendekatan yang dperbaharui.

28 Ada beberapa alternatif tindakan dalam marketing mix yang dapat dilakukan dalam tahap kedewasaan barang : Barang ( Product ) : Merubah barang dengan barang eksklusif atau model baru. Model khusus untuk segmen khusus Menyederhanakan model untuk kelas ekonomi Menambah beberapa barang tambahan. Merubah bungkus dengan Menambah nilai manfaat bagi pemakai Menambah daya tarik Menawarkan bungkus prestis Menambah merk Menambah merk prestis Menambah merk yang dapat bersaing Menambahkan pelayanan Menambahkan pelayanan khusus atau penaganan masalah yang khusus. Meningkatkan kualitas pelayanan Menambahkan jaminan atau garansi kepuasan.

29 Promosi ( Promotion ) Meningkatkan strategi menarik ( pull strategi ) pada media massa demi efisiensi. Beragam pesan untuk mencapai segmen pasar khusus. Penekanan pada keungulan merk dibanding pesaing. Peningkatan personal selling dan promosi penjualan untuk mendekati konsumen. Peningkatan promosi kerjasama dengan dealer. Harga ( Price ) Merencanakan harga lebih murah untuk menunjukkan bahwa biaya eksperimen telah dapat diatasi. Menawarkan potongan harga menarik bagi distributor. Menawarkan harga promosi pada saat tertentu. Distribusi ( Place ) Mendorong barang melalui berbagai saluran Menemukan dealer yang lebih murah Meningkatkan pelayanan dalam kecepatan sistem pendistribusian apabila kesulitan dalam membedakan barang.

30 Strategi Tahap Penurunan Barang. Untuk menentukan suatu barang berada dalam tahap ini adalah dengan : Menguji Efektivitas periklanan dan promosi penjualan.Jika iklan tidak lagi mampu meningkatkan minat yang kuat terhadap berang tersebut dan tidak lagi mampu menciptakan kesetiaan pembeli, Melakukan penelitian konsumen terhadap perbandingan antara daya tarik barang dengan pengganti. Tujuan utama pada akhir krhidupanbarang tersebut adalah berkaitan dengan: Waktu Berusaha mencari saat yang tepat untuk menghentikan produksi dan melakukan tindakan agar tidak merugikan penjualan selanjutnya. Ekonomis Biaya perlu dikendalikan dengan ketat. Terutama karena pendapatan yang semakin berkurang. Residu Diharapkan akhir dari kehidupan barang dapat memberikan nilai yang dapat mengurangi kerugian yang ditimbulkannya.

31 Ada beberapa alternatif tindakan dalam marketing mix yang dapat dilakukan dalam tahap kedewasaan barang : Barang ( Product ) : Pengembangan barang yang memerlukan biaya rendah, walau hanya dengan pengembangan yang bersifat tiruan saja. Mengarahkan pada pembeli terkuat. Menjual lisensi dan atau perlengkapannya kepada perusahaan yang dapat bekerja dengan skala kecil. Tetap menyediakan perlengkapan barang untuk membina kesetiaan pembeli. Promosi ( Promotion ) Mengarahkan promosi kepada pasar yang masih setia mengefektifkan personal selling. Harga ( Price ) Tingkatkan harga untuk mrningkatkan keinginan. Lebih seringmengadakan harga promosi. Distribusi ( Place ) Menekan biaya distribusi dengan mengunakan agen penjualan sendiri. Menarik persediaan dari deale yang kurang potensial untuk dijual melalui pos.

32 Carilah Kasus di Internet tentang strategi perusahaan kemudian tentukan pesaing utamanya dan buatlah strategi bersaingnya agar lebih unggul dibandingkan pesaingnya

33 Agustinus Sriwahyuni,1995,Manajemen Strategi, Pengantar berpikir strategi, Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta. Hitt,Michael A.,R.Duane Ireland,Robert Ehoskisson,1999.Manajemen Strategis, Jakarta :Penerbit Erlangga, Hitt, Micahel A., R. Duane Ireland, Robert E. Hoskisson Manajemen Strategis : Daya Saing dan Globalisasi;Konsep, Buku 1, Edisi keempat, terjemahan, Risa Rimendi, Salemba Empat, Jakarta. Jauch, Lawrence,R dan William F. Glueck. 1988,Busines Policy and Strategic management, Mc Graw Hill. Singapore. Kaplan,Robert S, and David P.Norton,1992. Using Balance Scorecard as a Stra tegic management system,Harvard Business Review,January-Pebruary Porter, Michael E, 1997, Keunggulan Bersaing, alih Bahasa agus Maulana, Jakarta: Penerbit Erlangga Freddy Rangkuti Analisis SWOT Tehnik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta. Gramedia. Hanel A. Majalah Swa Online,http://swa.co.id. Daftar Pustaka


Download ppt "DOSEN : Dr.ARASY ALIMUDIN,SE,MM. Analisa Persaingan dan Penerapan Strategi A. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Analisa Persaingan Penerapan Strategi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google