Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Prof. Dr. Farouk Muhammad RANGKAIAN KEGIATAN MEMPELAJARI YANG DIRENCANAKAN (TERLEBIH DAHULU) SUATU PERMASALAHAN UNTUK PEROLEH PENGETAHUAN PEMECAHAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Prof. Dr. Farouk Muhammad RANGKAIAN KEGIATAN MEMPELAJARI YANG DIRENCANAKAN (TERLEBIH DAHULU) SUATU PERMASALAHAN UNTUK PEROLEH PENGETAHUAN PEMECAHAN."— Transcript presentasi:

1

2 1 Prof. Dr. Farouk Muhammad RANGKAIAN KEGIATAN MEMPELAJARI YANG DIRENCANAKAN (TERLEBIH DAHULU) SUATU PERMASALAHAN UNTUK PEROLEH PENGETAHUAN PEMECAHAN PERMASALAHAN DGN CARA-CARA TERTENTU (ILMIAH)

3 ● Kehidupan menyajikan berbagai permasalahan dlm banyak masalah sosial (pertambahan pnddk, pengangguran, inflasi, gangguan keam. masy., dll). ● Permasalahan penelitian bersifat lebih terfokus shg jelas duduk persoalan (problematik) nya dan layak utk menjadi obyek penelitian yg mencerminkan : - ketiadaan/kekurangan penget. (lack of knowledge) - kebut. utk memprediksi sesuatu. -adanya kesenjangan antara kenyataan dan kesemestian (Das Solen dan Das Sein). Shg harus dirumuskan secara tepat. Catatan : masalah vs permasalahan 2 Prof. Dr. Farouk Muhammad

4 3 ■ Pertama, dari segi instrumen ; yg digunakan utk mendekati obyek yg diteliti: - Pendekatan kuantitatif (yg membaca data dgn menggunakan angka) - Pendekatan kualitatif (yg membaca data dgn menggunakan uraian kata atau narasi). ■ Kedua, dari segi proses: penelitian deduktif (dari hal yg umum/pemikiran abstrak kepada yang khusus/faktual) dan penelitian induktif (dari yang khusus/faktual kepada yang umum/abstrak) ■ Ketiga, tujuan atau sifatnya: apakah suatu penelitian dimaksudkan utk memberikan gambaran (deskriptif), mengungkapkan sesuatu (eksploratif) dan atau menerangkan hub. 2 variabel/lbh (eksplanatif).

5 ■Keempat, yg disebut sebagai metode dlm penelitian itu sendiri: survei, eksperimen, field research, studi kasus, evaluasi program, dll (pengelompokan ini tdk dpt sepenuhnya mendikotomikan metode yg satu dgn metode yg lain scr definitif. Metode studi kasus, misalnya, bisa tumpang tindih dengan metode field research). ■Kelima, cara’s tertentu yg lbh bersifat teknis (teknik pengumpulan data); wawancara, pengamatan, kuisioner, test, pemeriksaan dokumen, penelaahan isi (content analysis), dll. 4 Prof. Dr. Farouk Muhammad

6 DESKRIPSI TUJUAN GANDA EKSPLORASIEKSPLANASI PEMAHAMAN AWAL/ UMUM DARI FENOMENA PENGUKURAN/PELAPORAN SCR TEPAT TTG KARAKT POPULASI/FENOMENA ( WHAT ) PENEMUAN/PELAPORAN TTG HUBS ANTARA ASPEKS YG BERBEDA DARI FENOMENA ( WHY ) RELATIF BARU/ BELUM PERNAH MEMENUHI RASA INGIN TAHU/ MEMAHAMI LBH BAIK MENGUJI KEMUNGKINAN LAKS LIT LEBIH DALAM MENGEMB METODE YG TEPAT CONTOH: * Penyerangan Mapolres Manggarai * Konflik Pilkada PEROLEH GAMBARAN TTG SUATU SIT/PERIST JAWABAN PENGET LBH AKURAT/TEPAT CONTOH: * Nelayan mem bom ikan * Praktik pekerjaan intel * Sensus * Survei korban MENERANGKAN HUB/ KORELASI ANTARA 2 ATAU LBH VARIABLE CONTOH: * Pilkada: mengapa A/B * Korelasi antara kepuasan dan layanan kepolisian Sensus: Deskriptif + Eksploratif Pilkada : Gambaran hsl suara (Deskrip.) dan mengapa pemilih memilih A/B (Ekspl.) Imam Mahdi : Pemahaman umum ttg nilai’s, pola kom internal dan hub eksternal (Eksplo.) dan gambaran yg lbh rinci ttg pola kehidupan, jumlah/karakteristik pendukung, dll. (Deskrip.) TUJUAN Jamin Keterarahan Proses Lit.) 5

7 6 Prof. Dr. Farouk Muhammad - disusun secara sistematis - Deduktif Proses Penelitian - Didukung oleh fakta (empiris) - Induktif Ciri’s I. Pengetahuan - Didasarkan atas akal sehat (rasionalitas) Membuktikan hipotesis divalidasi hasil penelitian Generlss fakta dituangkan ke dalam teori

8 7 Prof. Dr. Farouk Muhammad Induks i Deduksi Generalisasi Empirik Teori Hipotesis Observations

9 ● Ilmu kepolisian = bidang studi terapan yg mempelajari fenomena sosial yg berkenaan dgn masalah kepol. dgn memadukan teori dan hasil studi bidang disiplin ilmu terkait. (sosiologi/kriminologi, hukum, ekonomi/manajemen, administrasi negara serta ilmu’s lain seperti psikologi, antropologi dll). 8 Prof. Dr. Farouk Muhammad

10 9 Sosiologi / Kriminologi Kejahatan - Ilmu Adm. Negara/ Manajemen Publik Fenomena Dalam Pengelolaan Kepol. - Lembaga/Org - Sumber Daya/Manajemen I. Bin Kam (Cegah Kej./Harkam /P’dayaan masy.) Lingk. Industri (Indus. Security) Lingk. Pemukiman/Polmas ▪ Kenakalan Remaja II. Gak Kum (P.ungkpn Kej./ Pembukian) Aturan 2 Hukum Penget. Hukum Kriminalistik III. Teknologi Kepol. Kej. Korporasi/Terorg. Narkoba dll.

11 10 Prof. Dr. Farouk Muhammad Ilmu Penget. Sosial Bukan filsafat/ kepercayaan Keteraturan sosial Kelompok Variabel Realita/Faktual Pengamatan/ pengukuran PENELITIAN Interpretasi/ Analisis KONSEP TEORI Generalisasi Representative Korelasi

12 11 Prof. Dr. Farouk Muhammad ●Ide, gagasan, pemikiran atau abstraksi ttg sesuatu (meja, komputer, pendidikan, korupsi, kenakalan, remaja, dll). ●Variabel: Semacam konsep yg terdiri atas seperangkat atribut (kenakalan: anak nakal/tdk nakal remaja: usia antara tahun)

13 12 Prof. Dr. Farouk Muhammad ■ Dilakukan scr sadar (conscious) dan telaten (deliberate) ■ Tentukan scr pasti apa yg akan diteliti (focus) ■ Waspadai kemungkinan pengamatan yg salah -opini (pribadi) ttg apa yg semestinya - miskonsepsi (pemahaman yg keliru) -mitos/kepercayaan umum yg tdk benar (superstition) -perhatian sepintas/tdk telaten (sloppy / erroneous) ■ Rekam hasil pengamatan scr sistematis ■ Menerapkan pendekatan: - Kuantitatif (angka) -Kualitatif (narasi) ■Menggunakan instrumen: kuisioner, pedoman wawancara, test, pencatatan, laboratorium dll.

14 Penterjemahan / Interpretasi ■Dilakukan scr hati’s dan obyektif (terlepas dari perasaan peneliti ttg apa yg semestinya) ■Analisis : Bahasa variable (amati orang, fokus, kelamin, dan ukur variasi laki/perempuan) 13 Prof. Dr. Farouk Muhammad

15 (1) Penambahan kekuatan Polri dan Jumlah Kejahatan Sampai sejauh mana penambahan kekuatan kepol. dpt mengurangi jmlh kej. (penambahan kekuatan juga dpt mencakup peningkatan sistem; kej. dibatasi pd kej. jalanan. Ref. Teori Efek Jera). (2)Efektivitas Operasi Penanggulangan Premanisme Sampai sejauh mana operasi’s khusus penanggulangan premanisme dpt memberi pengaruh (efek) dlm upaya pengurangan jmlh kej. jalanan pd suatu wil. secara umum (general deterrence) dan pengulangan perbuatan pelaku khususnya (special deterrence). (3) Pengambilan Kep. Dlm Tindakan Penahanan/Penangguhan Penahanan Kriteria apa saja yg dijadikan dasar oleh penyidik dlm mengambil kep. melakukan penahanan (penangguhan penahanan) thdp seseorang tersangka. 14 Prof. Dr. Farouk Muhammad

16 (4) Efektivitas Tindakan Atas Gar. Lantas (Tilang) thdp pengurangan jmlh Laka Lantas atau keterulangan Gar Lantas Sejauhmana penerbitan Tilang efektif mengurangi jmlh (bs jg termasuk fatalitas) Laka Lantas atau terulangan Gar Lantas oleh pelaku (bs jg secara umum oleh pemakai jalan). (5) Efektivitas Tindakan Kepolisian Wanita (Polwan) Dlm Penanggulan Gar Lantas Bgmn sikap pengemudi (dlm Perspektif Pengemudi Angkutan Umum, misalnya) menilai dampak tindakan kepol. penerbitan Tilang oleh Polwan dibandingkan oleh polisi pria. (6) Keterlibatan Perempuan Sbg Pelaku Tindak Pidana Bgmn intensitas keterlibatan perempuan dlm perbuatan pidana yg terjadi di wilayah rural dibandingkan dgn wil. urban (atau dr tahun ke tahun) dan kasus-kasus‘s pidana apa biasanya perempuan intens terlibat (Ref. Feminist theory). 15 Prof. Dr. Farouk Muhammad

17 (7) Penanganan Teroris dan Isu Hak Asasi Manusia Dihadapkan “tuduhan” sejumlah penggiat HAM, tokoh masy./agama, LSM, bgmn realitas mekanisme upaya paksa dan perlakuan anggota Densus 88 thdp tersangka teroris. (8) Pengaruh Nilai-nilai Moral dalam Pengendalian Kejahatan Sampai sejauhmana pengaruh nilai’s moral (bs jg dibandingkan dgn nilai’s hukum positif) dlm mengendalikan dirinya menghindarkan diri dr perbuatan menyimpang (Ref. General Theory, Self-Control Theory). (9) Kalkulasi Untung Rugi Bagi Penjahat Karier Dasar’s pertimbangan apa sj yg digunakan oleh penjahat karier (biasanya street crimes) dlm menjalankan aksi kejahatannya, khususnya terkait kalkulasi untung rugi (Ref. Crime as a Choice Theory). 16 Prof. Dr. Farouk Muhammad

18 (10) Peranan Korban Bagi Terjadinya Tindak Pidana Faktor’s apa sj yg melekat pd korban yg menjadi pertimbangan atau mendorong pelaku menjalankan aksi kejahatan (jalanan)nya (Ref. Routine Activities Theory). (11)Efektivitas Penerapan Model Polmas Sampai sejauhmana penerapan model Polmas efektif mengendalikan perkemb. jmlh kej. (bs jg mengurangi rasa takut warga thdp kejahatan). (12) Kasus-kasus Menonjol Studi kasus DS, perampokan, pelanggaran disiplin, terorisme dan lain’s. 17 Prof. Dr. Farouk Muhammad

19


Download ppt "1 Prof. Dr. Farouk Muhammad RANGKAIAN KEGIATAN MEMPELAJARI YANG DIRENCANAKAN (TERLEBIH DAHULU) SUATU PERMASALAHAN UNTUK PEROLEH PENGETAHUAN PEMECAHAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google