Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mata Kuliah Manajemen Umum Pertemuan ke-3 Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen Oleh Ratna Komala Putri, SE STMIK GANESHA www.stmikganesha.ac.id.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mata Kuliah Manajemen Umum Pertemuan ke-3 Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen Oleh Ratna Komala Putri, SE STMIK GANESHA www.stmikganesha.ac.id."— Transcript presentasi:

1 Mata Kuliah Manajemen Umum Pertemuan ke-3 Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen Oleh Ratna Komala Putri, SE STMIK GANESHA

2 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.

3 Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Rendah Tingkat Tanggung Jawab Sosial Tinggi Reaktif Cenderung Menolak tanggung Jawab Sosial Akomodatif Melakukan tanggung jawab sosial untuk menghindari tekanan dari masyarakat Defensif Cenderung membela diri dalam menghindari tanggung jawab sosial Proaktif Mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial; Membentuk model industri yang bertanggung jawab sosial Sumber: Management, Robert Kreitner, 5th edition, Houghton Mifflin Company, 1992

4 Pro Kontra mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan No Pandangan Kelompok yang Pro terhadap tanggung jawab sosial dari Organisasi Bisnis No Pandangan Kelompok yang Kontra terhadap tanggung jawab sosial dari Organisasi Bisnis 1 Kegiatan bisnis seringkali menimbulkan masalah, oleh karena itu sudah semestinyalah perusahaan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya1 Perusahaan tidak memiliki ahli yang mengkhususkan dalam bidang sosial dan kemasyarakatan, oleh karena itu sulit bagi perusahaan untuk ikut bertanggung jawab 2 Perusahaan adalah bagian dari lingkungan sosial masyarakat, oleh karena itu sudah semestinya ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakat 2 Perusahaan yang ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam lingkungan sosial masyarakat justru akan memiliki kekuatan untuk mengontrol masyarakat, dan itu indikasi yang kurang baik secara Sosial 3 Perusahaan biasanya memiliki sumber daya untuk menyelesaikan masalah di lingkungan sosial masyarakat 3 Akan banyak terdapat konflik kepentingan di masyarakat jika perusahaan terlibat dalam aktifitas sosial 4 Perusahaan adalah partner dari lingkungan sosial kemasyarakatan, sebagaimana halnya juga pemerintah dan masyarakat lain pada umumnya 4 Tujuan perusahaan bukan untuk motif sosial, akan tetapi untuk memperoleh profit dan mencapai tujuan yang diharapkan oleh para pemilik perusahaan Sumber: Fundamentals of Managemenet, Ricky W Griffin, Houghton Mifflin Company, 2000, p.41

5 Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Strategi Reaktif Strategi Reaktif Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab sosial Strategi Defensif Strategi Defensif Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial. Strategi Akomodatif Strategi Akomodatif Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut Strategi Proaktif Strategi Proaktif Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.

6 Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manfaat bagi Perusahaan Manfaat bagi Perusahaan Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah Manfaat bagi Masyarakat Manfaat bagi Masyarakat Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution. Manfaat bagi Pemerintah Manfaat bagi Pemerintah Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial.

7 Dimensi Etika dalam Manajemen Etika adakah pandangan, keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk, benar dan salah (Griffin) Etika adakah pandangan, keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk, benar dan salah (Griffin) Etika Manajemen adalah standar kelayakan pengelolaan organisasi yang memenuhi kriteria etika. Etika Manajemen adalah standar kelayakan pengelolaan organisasi yang memenuhi kriteria etika.

8 Nilai Personal sebagai standar Etika Nilai (Values) sendiri pada dasarnya merupakan pandangan ideal yang mempengaruhi cara pandang, cara berfikir dan perilaku dari seseorang. Nilai (Values) sendiri pada dasarnya merupakan pandangan ideal yang mempengaruhi cara pandang, cara berfikir dan perilaku dari seseorang. Nilai Personal atau Personal Values pada dasarnya merupakan cara pandang, cara pikir, dan keyakinan yang dipegang oleh seseorangsehubungan dengan segala kegiatan yang dilakukannya Nilai Personal atau Personal Values pada dasarnya merupakan cara pandang, cara pikir, dan keyakinan yang dipegang oleh seseorangsehubungan dengan segala kegiatan yang dilakukannya Nilai Personal terdiri dari nilai terminal dan nilai instrumental. Nilai terminal pada dasarnya merupakan pandangan dan cara berfikir seseorang yang terwujud melalui perilakunya, yang didorong oleh motif dirinya dalam meraih sesuatu. Nilai instrumental adalah pandangan dan cara berfikir seseorang yang berlaku untuk segala keadaan dan diterima oleh semua pihak sebagai sesuatu yang memang harus diperhatikan dan dijalankan. Nilai Personal terdiri dari nilai terminal dan nilai instrumental. Nilai terminal pada dasarnya merupakan pandangan dan cara berfikir seseorang yang terwujud melalui perilakunya, yang didorong oleh motif dirinya dalam meraih sesuatu. Nilai instrumental adalah pandangan dan cara berfikir seseorang yang berlaku untuk segala keadaan dan diterima oleh semua pihak sebagai sesuatu yang memang harus diperhatikan dan dijalankan.

9 Penelitian Empiris mengenai Nilai Terminal dan Nilai Instrumental (Kreitner,1992) Responden dari 220 manajer beranggapan bahwa nilai- nilai terminal yang perlu untuk dimiliki adalah (1) kejujuran (2) tanggung jawab (3) kapabilitas (4) ambisi dan (5) independensi Responden dari 220 manajer beranggapan bahwa nilai- nilai terminal yang perlu untuk dimiliki adalah (1) kejujuran (2) tanggung jawab (3) kapabilitas (4) ambisi dan (5) independensi Responden dari 220 manajer beranggapan bahwa nilai- nilai instrumental yang perlu dimiliki adalah (1) penghargaan terhadap pribadi (2) keamanan dan kesejahteraan keluarga pekerja (3) kebebasan dan kemerdekaan (4) dorongan untuk meraih sesuatu dan (5) kebahagiaan Responden dari 220 manajer beranggapan bahwa nilai- nilai instrumental yang perlu dimiliki adalah (1) penghargaan terhadap pribadi (2) keamanan dan kesejahteraan keluarga pekerja (3) kebebasan dan kemerdekaan (4) dorongan untuk meraih sesuatu dan (5) kebahagiaan

10 Konflik Nilai Konflik intrapersonal pada dasarnya terjadi umumnya di dalam individu dan antar individu. Konflik intrapersonal pada dasarnya terjadi umumnya di dalam individu dan antar individu. Konflik individu-organisasi pada dasarnya merupakan konflik yang terjadi pada saat nilai yang dianut oleh individu berbenturan dengan nilai yang harus ditanamkan oleh perusahaan Konflik individu-organisasi pada dasarnya merupakan konflik yang terjadi pada saat nilai yang dianut oleh individu berbenturan dengan nilai yang harus ditanamkan oleh perusahaan Konflik antar Budaya pada dasarnya merupakan konflik antar individu maupun antara individu dengan organisasi yang disebabkan oleh adanya perbedaan budaya diantara individu yang bersangkutan atau juga organisasi yang bersangkutan Konflik antar Budaya pada dasarnya merupakan konflik antar individu maupun antara individu dengan organisasi yang disebabkan oleh adanya perbedaan budaya diantara individu yang bersangkutan atau juga organisasi yang bersangkutan

11 Berbagai isu seputar etika manajemen Penggunaan obat-obatan terlarang Penggunaan obat-obatan terlarang Pencurian oleh Para Pekerja atau Korupsi Pencurian oleh Para Pekerja atau Korupsi Konflik Kepentingan Konflik Kepentingan Pengawasan Kualitas atau Quality Control Pengawasan Kualitas atau Quality Control Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia Penyelewengan dalam pencatatan keuangan Penyelewengan dalam pencatatan keuangan Penyalahgunaan penggunaan asset perusahaan Penyalahgunaan penggunaan asset perusahaan Pemecatan tenaga kerja Pemecatan tenaga kerja Polusi Lingkungan Polusi Lingkungan Cara bersaing dari Perusahaan yang dianggap tidak etis Cara bersaing dari Perusahaan yang dianggap tidak etis Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegang kebijakan. Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegang kebijakan. dan lain sebagainya dan lain sebagainya

12 Model Penilaian Etika (Griffin,2002) Data Gathering Analysis Pengumpulan Data mengenai tindakan atau kegiatan yang dilakukan Apakah tindakan atau kegiatan yang dilakukan memenuhi 4 kriteria dalam etika : Manfaat : Apakah tindakan tersebut memberikan manfaat dan kepuasan bagi semua pihak ? Pemenuhan Hak : Apakah tindakan yang dilakukan menjamin terpenuhinya dan terpeliharanya hak-hak dari semua pihak ? Keadilan : Apakah tindakan yang dilakukan adil bagi semua pihak ? Pemeliharaan : Apakah tindakan yang dilakukan konsisten dengan tanggung jawab pemeliharaan dalam berbagai hal ? Tidak dalam seluruh kriteria Ya, dalam seluruh kriteria Tidak dalam satu atau beberapa kriteria - Apakah ada faktor yang menyebabkan kriteria tidak terpenuhi sehingga dapat dimaklumi ? - Apakah kriteria yang terpenuhi lebih penting dibandingkan kriteria lain? - Apakah ada faktor diluar kemampuan organisasi yang menyebabkan sebagian kriteria tidak terpenuhi ? Penilaian Tidak EtisEtis TidakYa

13 Upaya perwujudan dan peningkatan etika manajemen Pelatihan etika Pelatihan etika Advokasi etika Advokasi etika Kode Etik Kode Etik Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan

14 Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

15 Pengertian Perencanaan Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter,2002) Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter,2002) Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan. Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan. Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau merubah tujuan dan kegiatan organisasi. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana keputusan yang diambil belum tentu sesuai hingga implementasi perencaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.

16 Fungsi atau Manfaat dari Perencanaan Pengarah Organisasi Pengarah Organisasi Minimalisasi Ketidakpastian Minimalisasi Ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumber daya Minimalisasi inefisiensi sumber daya Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas

17 Persyaratan Perencanaan (Planning Requirements) Faktual dan Realistis Faktual dan Realistis Logis dan Rasional Logis dan Rasional Fleksibel Fleksibel Komitmen Komitmen Komprehensif atau menyeluruh Komprehensif atau menyeluruh

18 Peran Tujuan dan Rencana dalam Proses Perencanaan Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh organisasi. Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh organisasi. Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadualan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadualan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan

19 Jenis-jenis Tujuan Berdasarkan jumlah Berdasarkan jumlah Tujuan tunggal (single goals) dan Tujuan yang banyak (multiple goals) Berdasarkan Kejelasan Berdasarkan Kejelasan Tujuan yang dinyatakan (stated goals) dan rujuan yang aktual atau nyata (real goals) Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Tujuan Strategis (strategic goals), Tujuan Taktis (tactical goals), dan Tujuan Operasional (operational goals)

20 Jenis-jenis Rencana Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Rencana Strategis (Jangka Panjang), Rencana Taktis (jangka Menengah) dan Rencana Operasional (Jangka Pendek) Berdasarkan Kejelasan Berdasarkan Kejelasan Rencana Spesifik (Specific Plans) Rencana Direktif (Directive Plans) Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Rencana Sekali Pakai (single-use plans), dan Rencana yang dipergunakan secara terus-menerus (standing plans)

21 Hubungan antara Rencana dan Tujuan Tujuan Organisasi Tujuan Strategis (Jangka Panjang) Tujuan Taktis (Jangka Menengah) Tujuan Operasional (Jangka Pendek) Rencana Strategis Rencana Taktis Rencana Operasional

22 Pendekatan dalam Penetapan Tujuan Pendekatan Tradisional (Traditional Goal Setting) Pendekatan Tradisional (Traditional Goal Setting) Pendekatan Manajemen Berdasarkan Sasaran/Tujuan (Management by Objectives) Pendekatan Manajemen Berdasarkan Sasaran/Tujuan (Management by Objectives)

23 Pendekatan Tradisional dalam Penetapan Tujuan Tujuan Manajemen Puncak Tujuan Manajemen Divisi Tujuan Manajemen Departemen Tujuan Pekerja secara Individual Kita memerlukan peningkatan kinerja perusahaan Kami ingin melihat peningkatan signifikan pada keuntungan dalam divisi kami Tingkatkan Keuntungan bagaimanapun caranya Jangan khawatirkan kualitas, bekerjalah dengan cepat

24 Pendekatan MBO Pimpinan Bawahan dan Perencanaan Bersama  Penentu an Tujuan  Penentuan Standar  Pemilihan Kegiatan Pelaksanaan pada setiap Pihak  Bawahan Menunjukkan kinerja terbaik  Pimpinan memberikan pengarahan Evaluasi Bersama  Analisa Hasil yang dicapai  Mendiskusikan akibat dari hasil yang dicapai  Memperbaharui siklus MBO

25 Kekuatan dan Kelemahan MBO KekuatanKelemahan  MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen  MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen  MBO memfokuskan pada hasil akhir daripada niat yang baik maupun faktor personal.  MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan  MBO dianggap terlalu menyederhanakan kegiatan dengan berusaha untuk menyelesaikan segala sesuatu.  MBO secara cepat akan ditolak oleh manajer yang memiliki gaya otoriter (yang bisa saja disebabkan karena orang-orang yang bertipe X dari McGregor) dan oleh mereka yang menerapkan birokrasi yang tidak fleksibel dan ketat.  MBO memerlukan banyak waktu dan usaha dalam implementasinya  MBO dapat menjadi tantangan bagi manajer yang kurang memiliki kualifikasi yang baik.

26 Beberapa Alat Bantu perencanaan Bagan Arus (Flow Chart) Bagan Arus (Flow Chart) Bagan Gantt (Gantt Chart) Bagan Gantt (Gantt Chart) Jaringan PERT (PERT Network) Jaringan PERT (PERT Network) dll dll

27 Contoh Bagan Arus (Flow Chart) Mulai Perlu Buku Bacaa n? Beli Buku Bacaa n ? YaYa Berhenti Tida k Selesai Tida k Pinjam YaYa Membeli Buku Bacaan yang diinginkan Membaca Buku Yang diinginkan

28 Contoh Bagan Gantt Pekerjaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 IIIIIIIVIIIIIIIVIIIIIIIVIIIIIIIV 1. Pembelian Bahan Baku 2. Proses Produksi 3. Pergudangan 4. Pengiriman Keterangan : Bagian yang diarsir menunjukkan waktu pengerjaan

29 Contoh Jaringan PERT Te=2¼Te=5 ¼Te=1Te=7 ¼ Te=2 Te=6 AB C D E F GHI Te=4 ¼ Te=3Te=1 = Kegiatan-kegiatan(Activites) dalam kerangka PERT, dimana pada contoh diatas dapat memerlukan waktu pengerjaan antara 1 hari hingga 7 ¼ hari. = Kejadian-kegiatan (Events) yang menjadi indikator sebelum kegiatan dilaksanakan. Misalnya, setelah kejadian A terjadi, maka pengerjaan kegiatan 1 dapat dilaksanakan, dan seterusnya. = Waktu Pengerjaan Kegiatan berdasarkan Te. Dari contoh diatas terdapat waktu pengerjaan berdasarkan Te yang berbeda-beda, dari mulai 1 hari hingga paling lama 7 ¼ hari. Secara keseluruhan contoh pengerjaan berdasarkan Jaringan PERT diatas akan membutuhkan waktu selama 21 ¾ hari yaitu dengan menjumlahkan salah satu jalur jaringan untuk waktu yang terpanjang, yaitu Te 1 =4 ¼ + Te 2 =6 + Te 5 =2 + Te 8 =2 + Te 9 =5 ¼ + Te 10 =2 ¼ sehingga total keseluruhannya adalah 21 ¾ hari. Te

30 Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan Masalah vs Gejala “ if we fail to identify the problem, we will fail to solve the problem “ “ if we fail to identify the problem, we will fail to solve the problem “ Penentuan faktor Penyebab Penentuan faktor Penyebab Pendekatan dalam Penyelesaian Masalah Pendekatan dalam Penyelesaian Masalah Pengambilan Keputusan atas alternatif penyelesaian Masalah Pengambilan Keputusan atas alternatif penyelesaian Masalah

31 Lingkungan dan Pengambilan Keputusan Keputusan pada saat Keadaan yang pasti (certainty) Keputusan pada saat Keadaan yang pasti (certainty) Keputusan pada saat Keadaan yang tidak pasti (uncertainty) Keputusan pada saat Keadaan yang tidak pasti (uncertainty) Keputusan pada saat Keadaan mengandung resiko (risky condition) Keputusan pada saat Keadaan mengandung resiko (risky condition)

32 Proses Pengambilan Keputusan INVESTIGASI SITUASI  Identifikasi Masalah  Diagnosa Penyebab  Identifikasi Tujuan dari Keputusan yang akan diambil PENENTUAN ALTERNATIF  Identifikasi berbagai altenatif keputusan  Evaluasi belum dilakukan pada tahap ini PENILAIAN ALTERNATIF DAN PENENTUAN KEPUTUSAN  Evaluasi dan Penilaian alternatif yang ada  Penentuan Alternatif yang terbaik IMPLEMENTASI DAN PENGAWASAN  Rencana Implementasi  Impelementasi dari Rencana yang telah dibuat  Pengawasan terhadap langkah implementasi

33 Tahapan Evaluasi Alternatif Apakah alternatif yang ada memberikan kemungkinan hasil yang positif atau netral ? Apakah alternatif yang ada memuaskan ? Apakah alternatif yang ada memungkinkan ? TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA Batalkan alternatif Lakukan Evaluasi Lanjutan

34 Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan yang rasional Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Keterbatasan Sumber Daya Kelebihan Informasi Keterbatasan Ingatan Masalah Keahlian

35 Memperbaiki Keputusan Penggunaan Aturan terhadap Alternatif Keputusan Penggunaan Aturan terhadap Alternatif Keputusan Kriteria Prioritas, Kriteria Minimum Pengujian Terhadap Berbagai Alternatif Keputusan Pengujian Terhadap Berbagai Alternatif Keputusan Pengambilan Keputusan secara berkelompok Pengambilan Keputusan secara berkelompok Teknik Curah Ide, Teknik Kelompok Nominal, Teknik Delphi,dll


Download ppt "Mata Kuliah Manajemen Umum Pertemuan ke-3 Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen Oleh Ratna Komala Putri, SE STMIK GANESHA www.stmikganesha.ac.id."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google