Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LITOSFIR. Core, Ni, Fe T 3000-4000 o C Fe, Mg-silikat Si-Mg, Si-Al Tanah Komponen Litosfir.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LITOSFIR. Core, Ni, Fe T 3000-4000 o C Fe, Mg-silikat Si-Mg, Si-Al Tanah Komponen Litosfir."— Transcript presentasi:

1 LITOSFIR

2 Core, Ni, Fe T o C Fe, Mg-silikat Si-Mg, Si-Al Tanah Komponen Litosfir

3 LITOSFIR Tata Guna Lahan Tata Guna Lahan Tanah: Tanah: Ekosistem Tanah Ekosistem Tanah

4 PENGARUH TERHADAP KESEHATAN Menguntungkan Menguntungkan Merugikan Meningkatkan kesejahteraan Mengganggu Kesehatan

5 Pemakaian logam berat di dunia: Besi dan Baja: 740 juta ton/tahun Alumunium: 40 juta ton/tahun Mangan: 22,4 juta ton/tahun Tembaga dan Krom: masing-masing 8 juta ton/tahun Nikel: 0,7 juta ton/tahun

6 Penggunaan Logam Berat LogamPenggunaan Alumunium Pengepakan makanan dan minuman (38%), transportasi, elektronik Kromium Bahan pencampur baja Tembaga Konstruksi bangunan, alat2 elektronik Besi Mesin, produksi baja Timbal (Pb) Pencampur bensin, baterai, cat dan amunisi Mangan Pencampur baja agar kuat Nikel Industri kimia, pencampur baja Platinum Konverter katalitik mobil, elektronik, medikal Emas Medikal, elektronik, perhiasan Perak Fotografi, elektronik, perhiasan

7 Pengaruh Langsung Tanah: Gembur, mengandung mineral padat, zat organik, air dan ruang udara Interaksi antara litosfir, atmosfir, hidrosfir dan biosfir Pertukaran ion Mikroorganisme patogen Polutan/pencemar

8 Reservoir Mikroorganisme Patogen Bakteri: Bakteri: Clostridium tetani: spora bulanan-tahunan Clostridium tetani: spora bulanan-tahunan Bacillus anthracis: spora 28 tahun Bacillus anthracis: spora 28 tahun Jamur: Jamur: H. capsulatum H. capsulatum A. fumigatus A. fumigatus Cacing: Cacing: E. vermicularis E. vermicularis N. duodenale N. duodenale

9 Polutan Logam berat: Cd, Hg Polutan organik

10 Pengaruh terhadap Kesehatan Tergantung dari Tata Guna Lahan Jenis: Hutan Taman Bercocok tanam Danau, Rawa, Teluk Perkotaan Industri Transportasi Permukiman Eksploitasi Mineral

11 Usaha Kesehatan Kesehatan Kelembagaan Kesehatan Kelembagaan Pengelolaan Limbah Padat Pengelolaan Limbah Padat Pengelolaan radioaktivitas Pengelolaan radioaktivitas

12 Kesehatan kelembagaan Usaha kesehatan institusi Institusi/lembaga: Organisasi/bangunan yang digunakan utk tujuan tertentu

13 Faktor-faktor kesehatan dari bangunan/perumahan Kualitas Bangunan Kualitas Bangunan Pemanfaatan Bangunan Pemanfaatan Bangunan Pemeliharaan Pemeliharaan Fasilitas sanitasi Fasilitas sanitasi

14 Infrastruktur Planning: Tata Ruang/ Tata Kota Planning: Tata Ruang/ Tata Kota Design: Bangunan, Sistem Penyaluran Air Kotor, Sistem Penyediaan air Bersih Design: Bangunan, Sistem Penyaluran Air Kotor, Sistem Penyediaan air Bersih Konstruksi Konstruksi Operasional Operasional Pemeliharaan Pemeliharaan Institusi/Lembaga Institusi/Lembaga

15 KUALITAS BANGUNAN Bahan bangunan dan konstruksi: Bahan bangunan dan konstruksi: mudah rusak/terbakar, lembab, panas sarang serangga/vektor penyakit, ventilasi mudah rusak/terbakar, lembab, panas sarang serangga/vektor penyakit, ventilasi Tata ruang/lay out Tata ruang/lay out Fasilitas Kesehatan Lingkungan: Fasilitas Kesehatan Lingkungan: Sarana air bersih, limbah cair, limbah padat Sarana air bersih, limbah cair, limbah padat

16 PEMANFAATAN BANGUNAN Kepadatan penghuni Kepadatan penghuni Peruntukan bangunan Peruntukan bangunan IMB: Izin Mendirikan Bangunan

17 PEMELIHARAAN BANGUNAN Ruangan, fasilitas pendukung Ruangan, fasilitas pendukung Fasilitas Sanitasi Fasilitas Sanitasi

18 PERMUKIMAN  Perlindungan dari penyakit menular  Perlindungan dari kecelakaan dan penyakit kronis  Perlindungan penyakit kejiwaan  Meningkatkan kesehatan  Perlindungan thd populasi penyandang resiko tinggi Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan

19 PERMUKIMAN(samb.)  Kebijakan aspek kesehatan dlm pembangunan permukiman  Kebijakan sos-ek. dalam tata guna lahan

20 Lembaga Pendidikan dan Latihan Populasi: Pendidik dan Peserta/siswa Populasi: Pendidik dan Peserta/siswa Deteksi siswa yang sakit Deteksi siswa yang sakit Kualitas gedung Kualitas gedung Fasilitas sanitasi Fasilitas sanitasi Pemeliharaan Pemeliharaan

21 Rumah Sakit Populasi: Sehat dan Sakit Infeksi Nosokomial: penyakit yang didapat dari RS  SK MenKes No /PD W1 thn 1990 Limbah Rumah Sakit

22 Limbah Infeksius: Ekskreta, spesimen lab., bekas balutan, jaringan busuk Limbah tajam: jarum bekas alat suntik, pecahan peralatan gelas Limbah plastik Limbah jaringan tubuh

23 Limbah Rumah Sakit Limbah sitotoksik  teratogenik, mutagenik Limbah kimia dari Lab., farmasi Limbah radioaktif Limbah domestik Limbah laundry

24 PERUSAHAAN DAN INDUSTRI ILMU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

25 Penyakit Jabatan Penyakit akibat kerja  tidak dibenarkan: Lingkungan kerja adalah lingk., buatan manusia Lingkungan kerja adalah lingk., buatan manusia Merugikan baik pekerja maupun perusahaan Merugikan baik pekerja maupun perusahaan Kerugian pada masyarakat Kerugian pada masyarakat

26 Usaha Pencegahan Penyakit Jabatan Identifikasi faktor-faktor yang dpt membahayakan kesehatan. Identifikasi faktor-faktor yang dpt membahayakan kesehatan. Evaluasi kualitas lingkungan  NAB Evaluasi kualitas lingkungan  NAB Pengendalian Pengendalian

27 Angkutan Resiko kesehatan: kecelakaan dan penularan penyakit Resiko kesehatan: kecelakaan dan penularan penyakit Pengendalian Pengendalian Hotel dan Motel Kualitas Bangunan Fasilitas Sanitasi Pengelolaan

28 PERSAMPAHAN Jenis: Sampah membusuk Sampah membusuk Sampah tidak membusuk Sampah tidak membusuk Sampah debu/abu Sampah debu/abu Sampah B-3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) Sampah B-3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)

29 Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas sampah Jumlah penduduk Jumlah penduduk Keadaan sosial ekonomi Keadaan sosial ekonomi Kemajuan teknologi Kemajuan teknologi

30 Pengaruh terhadap Kesehatan Langsung: Langsung: Kontak langsung dengan sampah Kontak langsung dengan sampah (agen hidup/agen tdk hidup) (agen hidup/agen tdk hidup) Tidak langsung: Tidak langsung: Akibat proses dlm sampah: leachate/lindi, gas metan, pembakaran Akibat proses dlm sampah: leachate/lindi, gas metan, pembakaran

31 Penyakit Bawaan Sampah Penyakit bawaan lalat Penyakit bawaan lalat Disentri, kolera, tifus, cacing Disentri, kolera, tifus, cacing Penyakit bawaan pinjal pada tikus Penyakit bawaan pinjal pada tikus Pest, Leptospirosis Pest, Leptospirosis Keracunan Keracunan Gas metan, CO, H 2 S Gas metan, CO, H 2 S Logam berat Logam berat

32 Penyakit Bawaan Sampah DisentriShigella shigae TyphusSalmonella typhi CholeraVibrio cholerae AscariasisAscaris lumbricoides AnkylostomiasisAscaris duodenale Bawaan Lalat :

33 PestPasteurella pestis Leptospirosis ichterohaemorrhagica Leptospira ichterohaemorrhagica Rat Bite FeverStreptobacillus monilliformis Bawaan Tikus : Metan Carbon monoxida, dioxida Hidrogen sulfida Logam Berat, dst. Keracunan :

34 Askariasis Penyebab infeksi cacing usus adalah Ascaris lumbricoides atau lebih dikenal dengan cacing gelang yang penularannya dengan perantaraan tanah (“Soil Transmited Helminths”). Penyebab infeksi cacing usus adalah Ascaris lumbricoides atau lebih dikenal dengan cacing gelang yang penularannya dengan perantaraan tanah (“Soil Transmited Helminths”). Pada umumnya orang yang kena infeksi tidak menunjukkan gejala, tetapi dengan jumlah cacing yang cukup besar (hyperinfeksi) terutama pada anak-anak akan menimbulkan kekurangan gizi, selain itu cacing itu sendiri dapat mengeluarkan cairan tubuh yang menimbulkan reaksi toksik sehingga terjadi gejala seperti demam typhoid yang disertai dengan tanda alergi seperti urtikaria, odema diwajah, konjungtivitis dan iritasi pernapasan bagian atas. Cacing dewasa dapat pula menimbulkan berbagai akibat mekanik seperti obstruksi usus,perforasi ulkus di usus. Pada umumnya orang yang kena infeksi tidak menunjukkan gejala, tetapi dengan jumlah cacing yang cukup besar (hyperinfeksi) terutama pada anak-anak akan menimbulkan kekurangan gizi, selain itu cacing itu sendiri dapat mengeluarkan cairan tubuh yang menimbulkan reaksi toksik sehingga terjadi gejala seperti demam typhoid yang disertai dengan tanda alergi seperti urtikaria, odema diwajah, konjungtivitis dan iritasi pernapasan bagian atas. Cacing dewasa dapat pula menimbulkan berbagai akibat mekanik seperti obstruksi usus,perforasi ulkus di usus.

35 Ancylostomiasis Ancylostomiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Ancylostoma sp. merupakan cacing kait kelas Nematoda yang umum ditemukan pada anjing dan kucing. Ancylostomiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Ancylostoma sp. merupakan cacing kait kelas Nematoda yang umum ditemukan pada anjing dan kucing. Telur cacing tambang terdapat pada lahan yang kotor, dan infeksi terjadi jika terjadi kontak langsung dengan telur cacing tambang dari tanah yang terkontaminasi atau dari lahan yang kotor. Telur cacing tambang terdapat pada lahan yang kotor, dan infeksi terjadi jika terjadi kontak langsung dengan telur cacing tambang dari tanah yang terkontaminasi atau dari lahan yang kotor. Bisa saja timbul iritasi kulit dimana cacing masuk bahkan timbul rasa gatal-gatal. Pada paru-paru dapat terjadi asma atau pneumonia. Gejala yang paling unum dari infeksi cacing tambang berasal dari kehadirannya dalam usus. Di sini, cacing tambang dapat menimbulkan sakit perut, diare, turunnya berat badan, kurangnya nafsu makan dan produksi gas yang berlebih. Bisa saja timbul iritasi kulit dimana cacing masuk bahkan timbul rasa gatal-gatal. Pada paru-paru dapat terjadi asma atau pneumonia. Gejala yang paling unum dari infeksi cacing tambang berasal dari kehadirannya dalam usus. Di sini, cacing tambang dapat menimbulkan sakit perut, diare, turunnya berat badan, kurangnya nafsu makan dan produksi gas yang berlebih.

36 Tetanus Tetanus disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium tetani. Bakteri ini merupakan bakteri gram positif anaerob yang berbentuk batang. Bakteri Clostridium banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia dan hewan peliharaan, dan juga pada daerah pertanian. Tetanus disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium tetani. Bakteri ini merupakan bakteri gram positif anaerob yang berbentuk batang. Bakteri Clostridium banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia dan hewan peliharaan, dan juga pada daerah pertanian. Penyebaran bakteri ini terutama melalui perairan (hidrosfir) dan tanah (litosfir). Penyebaran bakteri ini terutama melalui perairan (hidrosfir) dan tanah (litosfir).

37 Tidak Menular : Keracunan : –Itay - itay Byo Cd –FluorosisFluor –Goiter/Gondok kekurangan Yodium

38 Anthrax PENYEBAB: Bakteri Bacillus-anthracis; bentuk batang (ruas-ruas) berukuran 3-8 чm. Antraks dapat memasuki tubuh manusia melalui usus kecil, paru-paru (dihirup), atau kulit (melalui luka).paru-paru Di dalam tubuh penderita, B. antracis terdapat di dalam darah dan organ- organ dalam, terutama limpa. Antraks tidak mungkin tersebar melalui manusia kepada manusia. B. anthracis

39 Anthrax Sumber penularan anthrax: Sapi, kambing, kerbau, domba, kuda, babi, burung unta tikus, marmut (hewan-hewan yang peka terhadap anthrax) Sapi, kambing, kerbau, domba, kuda, babi, burung unta tikus, marmut (hewan-hewan yang peka terhadap anthrax) Pemusnahan bakteri: Spora B.anthracis dimusnahkan dengan uap air bersuhu 90 derajad C; 45 menit atau dengan suhu 100 derajad C; 10 menit Spora B.anthracis dimusnahkan dengan uap air bersuhu 90 derajad C; 45 menit atau dengan suhu 100 derajad C; 10 menit

40 1. Mencegah terjadinya penyakit 2. Konservasi S.D.A. 3. Mencegah gangguan estetika 4. Insentif bagi daur ulang 5. Jumlah dan kualitas meningkat Pengelolaan Sampah :

41 Masalah dalam Pengelolaan Sampah Efisiensi pengelolaan sampah Efisiensi pengelolaan sampah Daur ulang yang tidak sempurna Daur ulang yang tidak sempurna Keterbatasan lahan tempat pembuangan sampah Keterbatasan lahan tempat pembuangan sampah Pengawasan dalam pelaksanaan peraturan Pengawasan dalam pelaksanaan peraturan Rendahnya partisipasi masyarakat Rendahnya partisipasi masyarakat Udara panas  pembusukan cepat  sulit menyimpan sampah sementara Udara panas  pembusukan cepat  sulit menyimpan sampah sementara

42 Teknik Pengelolaan Sampah Sumber: pengurangan kuantitas Sumber: pengurangan kuantitas TPS: Tempat Pembuangan Sementara TPS: Tempat Pembuangan Sementara TPA: Tempat Pembuangan Akhir TPA: Tempat Pembuangan Akhir Pengolahan: Komposting, Insinerasi Pengolahan: Komposting, Insinerasi

43 Radiasi Ion

44 Kesehatan Radiologis Radioaktivitas : Radioaktivitas : Proses dimana mineral yang mempunyai inti yang tidak stabil mengalami disinterasi spontan melepaskan energi ProsesDecay, Paruh, Luruh Emisi radiasi , , 

45 Jenis radiasi ion: 1. Partikel alpha 2. Partikel beta 3. Netrons 4. Radiasi gama 5. X-rays

46 Partikel alpha: dilepaskan dari nukleus atom radioaktif dilepaskan dari nukleus atom radioaktif kecepatan tinggi dan energi tinggi, daya tembus (penetrasi) rendah, jarak maksimum di udara: 10 cm dapat dicegah dgn penghalang dr kertas atau bagian luar kulit. kecepatan tinggi dan energi tinggi, daya tembus (penetrasi) rendah, jarak maksimum di udara: 10 cm dapat dicegah dgn penghalang dr kertas atau bagian luar kulit. Portal of entry ke dalam tubuh manusia: inhalasi, oral, dan luka di kulit. Portal of entry ke dalam tubuh manusia: inhalasi, oral, dan luka di kulit. Terkonsentrasi dalam: tulang, organ tubuh spt paru2, hati atau ginjal Terkonsentrasi dalam: tulang, organ tubuh spt paru2, hati atau ginjal

47 Partikel beta dilepaskan dari nukleus atom radioaktif dilepaskan dari nukleus atom radioaktif Kekuatan penetrasi > partikel alpha (kayu s.d 4 cm, tubuh manusia 1 cm) Kekuatan penetrasi > partikel alpha (kayu s.d 4 cm, tubuh manusia 1 cm) Berbahaya bagi bagian dalam tubuh manusia Berbahaya bagi bagian dalam tubuh manusia POE idem Partikel alpha POE idem Partikel alpha Dapat dicegah dengan dinding tembok atau lempengan alumunium dengan ketebalan 1,3 cm Dapat dicegah dengan dinding tembok atau lempengan alumunium dengan ketebalan 1,3 cm

48 Neutrons Partikel yang dilepaskan saat terjadi desintegrasi isotop radioaktif. Partikel yang dilepaskan saat terjadi desintegrasi isotop radioaktif. Daya penetrasi tinggi, memerlukan penghalang yg kuat Daya penetrasi tinggi, memerlukan penghalang yg kuat Mampu menembus tubuh manusia s.d. beberapa cm Mampu menembus tubuh manusia s.d. beberapa cm Di dalam tubuh dapat merusak jaringan krn pelepasan enerji yang berlebih Di dalam tubuh dapat merusak jaringan krn pelepasan enerji yang berlebih

49 Radiasi gama Dihasilkan oleh nukleus dari atom Dihasilkan oleh nukleus dari atom Dapat menembus sangat dalam ke jaringan Dapat menembus sangat dalam ke jaringan Menyebabkan luka bakar Menyebabkan luka bakar Menyebabkan mutasi sel Menyebabkan mutasi sel Menurunkan jumlah sel darah putih  menyebabkan infeksi Menurunkan jumlah sel darah putih  menyebabkan infeksi

50 Sinar-X Menyebabkan kanker akibat mutasi sel Menyebabkan kanker akibat mutasi sel

51 Bahaya Internal: bahaya yang didapatkan dari materi radioaktif bisa materi tersebut masuk kedalam tubuh (seperti oral). Radiasi α dan β yang menyebabkan bahaya internal Internal: bahaya yang didapatkan dari materi radioaktif bisa materi tersebut masuk kedalam tubuh (seperti oral). Radiasi α dan β yang menyebabkan bahaya internal External: walaupun tidak masuk/kontak, radiasi dari emisi sinar γ, neutron dan sinar X, sinarnya dapat memasuki (penetrasi) kedalam tubuh External: walaupun tidak masuk/kontak, radiasi dari emisi sinar γ, neutron dan sinar X, sinarnya dapat memasuki (penetrasi) kedalam tubuh Toksisitas isotop radioaktif berbeda-beda: Kelas I (very high toxicity): Sr-90; Y-90; Pb-210; Bi- 210; Ra-226, dll. Kelas I (very high toxicity): Sr-90; Y-90; Pb-210; Bi- 210; Ra-226, dll. Kelas II (high toxicity): Ca-45; Fe-59; Sr-89; Y-91; I- 131, dll. Kelas II (high toxicity): Ca-45; Fe-59; Sr-89; Y-91; I- 131, dll. Kelas III (mod. toxicity): Na-22; Na-24; P-32; Cl-36; K-42; Mn-52; Mn-54; dll. Kelas III (mod. toxicity): Na-22; Na-24; P-32; Cl-36; K-42; Mn-52; Mn-54; dll. Kelas IV (low toxicity): H-3; Be-7; C-14; Cr-51; dll. Kelas IV (low toxicity): H-3; Be-7; C-14; Cr-51; dll.

52 Satuan pengukuran radiasi Rad Satuan dosis terabsorbsi untuk radiasi ion, 1 rad = 100 erg/g materi pengabsorb Roentgent (r) Satuan dosis paparan dari radiasi sinar-x atau radiasi gamma. 1 r = jumlah radiasi terabsorb yang menghasilkan ionisasi 1 unit elektrostatik per cm 3 udara Rem Dosis radiasi ion yang menyebabkan efek yang sama dengan dosis 1r radiasi gama atau –X, 1 rad radiasi –X, gamma atau beta, 0,1 rad neutron atau proton energi tinggi Curie Laju dimana materi radiaoktif melepaskan partikel 1 curie = 3,7 x disintegration per second

53 Dosis dan Efek terhadap sel somatik Manusia Dosis (r)Efek 750LD – 600LD 50 dalam satu bulan 200 – 400Beberapa meninggal, cacat Lekas lelah, kelainan gambaran darah 25Terjadi Perubahan

54 Waktu paruh isotop radioaktif ElementSymbolBM Waktu paruh (thn) Emisi radiasi CarbonC145730P CesiumCs13730 P, R CobaltCo605,3P,R IodineI1310,02P IronFe552,6R NickelNi6392P PoloniumPo P RadiumRa P,R RadonRn2223,82P,R SeleniumSe750,3P SodiumNa222,6P StrontiumSr9028P SulfurS350,2P UraniumU238 4,5 x 10 9 P

55 Paparan radiasi pengion Sumber Radiasi Laju dosis ekivalen (mrem/th) Sinar-x dari alat kedoktern (termasuk dr gigi) Pasien Pasien20 Pekerja Pekerja 0,4 0,4 Isotop radioaktif Pasien Pasien 3 Pekerja Pekerja 0,15 0,15 Pengujian senjata 4,5 4,5 Produk untuk konsumen 4,5 4,5 Industri dgn enerji nuklir Lingkungan Lingkungan 1,0 1,0 Pekerja Pekerja 0,15 0,15

56 Paparan radiasi (lanj.) Laboratorium 0,2 0,2 Penggunaan di utk keperluan militer 0,04 0,04 Penggunaan di industri 0,01 0,01 Transportasi udara 0,5 0,5 Radiasi alamiah Cosmic Cosmic Terestrial Terestrial 28 28

57 Dose limits Employees aged >18 yrs Employees aged<18 yrs Any other person Whole body50mSv (5.0 rem) 15mSv (1.5 rem) 5mSv (0.5 rem) Induvidual organs and tissues 500mSv (50 rem) 150mSv (15 rem) 50mSv (5.0 rem) Lens of the eye150mSv (50 rem) 45mSv (4.5 rem) 15mSv (1.5rem) Women of reproductive capacity: Dose limit for the abdomen 13 mSv (1.3 rem) in any consecutive 3 month interval Pregnant women: Dose limit during the declared tern of pregnancy 10mSv (1.0 rem)

58 Dasar Pengamanan WAKTU: Semakin lama waktu paparan  semakin besar radiasi yang diterima WAKTU: Semakin lama waktu paparan  semakin besar radiasi yang diterima Contoh: Sumber 100mrem/jam; selama 2 jam  200mrem; 4 jam  400mrem, dst. JARAK: Aktivitas berkurang dengan 1/D 2, bila jarak bertambah sebayak D JARAK: Aktivitas berkurang dengan 1/D 2, bila jarak bertambah sebayak D Contoh: Sumber dengan 1000 unit pada 1 ft; untuk 2 ft  250 unit; 3 ft  111 unit, dst.

59 PERISAI: hitung ketebalan yang diperlukan untuk mencapai standar PERISAI: hitung ketebalan yang diperlukan untuk mencapai standar Ada ‘half value layer’ (HVL): MaterialCobalt-60Cesium-137 Pb0,49 in0,25 in Cu0,83 in0,65 in Fe0,87 in0,68 in Zn1,05 in0,81 in Beton2,6 in2,10 in

60 Pengelolaan : Pengelolaan : –Jarak –Waktu Pemaparan –Dosis Pemantauan : Pemantauan : –Tingkat Radioaktivitas alamiah –Perubahan tingkat radioaktivitas –Kebocoran –Penentuan Standar Cara Membuang : Cara Membuang : –Dilute + Disperse (bila aktivitas rendah) –Delay & Decay (bila waktu paruh pendek) –Concentrate & Contain (bila aktivitas tinggi, waktu paruh panjang)


Download ppt "LITOSFIR. Core, Ni, Fe T 3000-4000 o C Fe, Mg-silikat Si-Mg, Si-Al Tanah Komponen Litosfir."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google