Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

11 Juni 2009 – Bandung, Indonesia Yuyu Komariah, B-Trust.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "11 Juni 2009 – Bandung, Indonesia Yuyu Komariah, B-Trust."— Transcript presentasi:

1 11 Juni 2009 – Bandung, Indonesia Yuyu Komariah, B-Trust

2 1. Memahami dengan baik penggunaan, isi, struktur, dan desain policy brief. 2. Membuat outline policy brief yang sesuai dengan topik yang dipilih.

3  Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok.  Setiap kelompok mendapatkan contoh policy brief (tidak boleh dilihat/dibaca terlebih dahulu!)  Setelah aba-aba, seluruh kelompok diberikan waktu 2 menit untuk membaca policy brief yang diberikan  Setelah 2 menit berakhir, policy brief diletakkan kembali pada tempatnya dan tiap kelompok harus dapat menjawab pertanyaan berikut:  Apa isu yang diungkapkan dalam policy brief tsb?  Mengapa isu tersebut diangkat, apa pentingnya?  Rekomendasi apa saja yang diberikan?  Berikan contoh fakta, data, atau bukti yang membenarkan/memperkuat rekomendasi tsb?  Tiap kelompok mempresentasikan jawabannya.

4  Sebuah pengantar tentang policy briefs:  Apa itu Policy Brief?  Mengapa policy brief dibuat?  Untuk siapa policy brief dibuat?  Teknik Umum menyusun Policy Brief  Membuat Outline Policy Brief  Kesimpulan

5  Dokumen ringkas dan berdiri sendiri yang fokus pada isu tertentu yang membutuhkan perhatian kebijakan.  Dokumen yang memaparkan alasan atau rasional pemilihan alternatif kebijakan tertentu yang ada pada tataran perdebatan kebijakan  Menjelaskan dan meyakinkan urgensi isu terkait  Menyajikan rekomendasi kebijakan  Memberikan bukti yang mendukung rekomendasi tsb  Menunjukkan pembaca PB sumber-sumber lainnya tentang isu terkait

6 PB sebagai memoPB sebagai publikasi Fokus ke dalam (internal)Fokus keluar (eksternal) Demand-drivenSupply-driven Sasaran terbatasSasaran luas Pandangan umum tentang subyek tertentu dari berbagai sudut Fokus kepada penelitian yang memperkuat argumen PB Dapat menyajikan banyak solusi Menyajikan rekomendasi yang kuat, jelas dan menyeluruh

7  Bukti berdasarkan penelitian dapat memberikan masukan bagi kebijakan yang secara dramatis berdampak positif.  Menjembatani jurang antara komunitas peneliti dan pengambil kebijakan yang dikarenakan :  Kebutuhan dan tekanan yang berbeda mngenai penggunaan informasi  Ekspertis penelitian yang spesifik vs pengetahuan umum  Perbedaan ruang dan waktu antar komunitas  Kompetisi pengaruh memepngaruhi terhadap keputusan kebijakan

8  ODI/ Sci-DevNet survey dengan para pembuat kebijakan dalam bidang Ilmu, Teknologi dan Inovasi menemukan bahwa:  50% pembuat kebijakan dan 65% of peneliti beranggapan bahwa diseminasi temuan riset untuk pengambilan keputusan masih kurang  79% responden menempatkan policy brief sebagai alat komunikasi yang bermanfaat Sumber: Jones, N and C Walsh (2008) ‘Policy briefs as a communication tool for development research’. ODI Background Note. London: ODI. Mengapa Policy Brief? Ada pembagian antara kebijakan dan riset

9 “Saya sering membaca policy brief untuk keperluan resmi/kantor atau keperluan lainnya. Saya pikir saya tidak bisa memutuskan lebih lanjut sebelum saya menyimak PB. PB menambah dan memperluas wawasan tentang apa yang terjadi di sekeliling saya.” (Pembuat Kebijakan, India) Mengapa Policy Brief?

10

11  Inisiasi kebijakan  Formulasi kebijakan  Pengambilan Kebijakan  Implementasi Kebijakan  Monitoring dan Evaluasi Kebijakan  Feedback

12 Penulis Peneliti Lembaga Riset yang berorientasi pada kebijakan Think tanks Civil society organisations Advocacy organisations International NGOs Multilateral organisations Institusi pemerintah Jaringan / koalisi Pembaca Non-academic/ non-specialist Pengambil kebijakan dengan berbagai tingkat keahlian pada isu terkait Pada kasus tertentu, dapat menyasar para praktisi pembangunan Tidak lazim menyasar kepada masyarakat umum

13 1 Identifikasi tujuan dan lingkup pesan dari PB 2 Tentukan 3 rekomendasi kunci kebijakan 3 Bangun alur logika yang mendukung rekomendasi- rekomendasi tersebut 4 Indentifikasi satu atau dua entry points pesan berdasarkan pemahaman terhadap konteks isu/persoalan

14  Judul  Executive summary /Abstrak  Konteks dan Pentingnya Masalah  Kritik terhadap pilihan Kebijakan (Policy)  Rekomendasi Kebijakan  Apendiks  Referensi rujukan

15  Bertujuan untuk mencuri perhatian seseorang untuk membaca dan memahami  descriptive, punchy and relevant.

16  Untuk meyakinkan pembaca bahwa policy brief ini layak dibaca.  1 – 2 paragraf yang berisi  Penjelasan masalah : pernyataan mengapa opsi kebijakan atau pendekatan harus diubah  Rekomendasi kegiatan

17  Untuk meyakinkan bahwa problem yang ada sekarang ini perlu ditangani  Merupakan pendahuluan dari Policy brief yang meliputi :  Pernyataan singkat fokus dan akar permasalahan  Pernyataan singkat mengenai implikasi kebijakan dari permasalahan yang menunjukan pentingnya serta relevansi kebijakan terhadap isu yang diangkat

18  Bagian ini bertujuan untuk memaparkan kekurangan- kekurangan dari pendekatan yang digunakan saat ini. Di bagian ini juga dijelaskan perlunya perubahan dan aspek- aspek mana saja yang perlu diubah.  Kritik terhadap opsi kebijakan umumnya meliputi hal-hal sebagai berikut: - pandangan singkat dari opsi kebijakan yang menjadi fokus - sebuah argumen yang mengilustrasikan mengapa dan bagaimana pendekatan yang digunakan saat ini atau yang lalu gagal  Penting juga untuk mengenali pandangan/opini lainnya dalam perdebatan isu demi menjaga kredibilitas.

19  Rekomendasi kebijakan bertujuan untuk menyajikan proposal yang detail dan meyakinkan tentang perlunya perubahan atas pendekatan kebijakan yang selama ini telah terbukti gagal.  Untuk mencapai tujuan tersebut, upayakan mencantumkan hal-hal berikut:  Breakdown dari langkah-langkah praktis dan spesifik yang perlu dilakukan.  Seringkali juga dengan membuat paragraf penutup yang menegaskan kembali pentingnya aksi langkah- langkah tsb

20  Meskipun Policy brief adalah dokumen ringkas dan dengan target yang spesifik, penulis juga seringkali memerlukan dukungan-dukungan tambahan untuk memperkuat argumennya. Oleh karena itu, seringkali mencantumkan pula appendices.  Appendices hanya dicantumkan jika benar-benar diperlukan.

21  Masih banyak penulis yang tidak mencantumkan sumber temuan mereka dan kurang mengindahkan etika akademis  Jika anda memutuskan untuk mancantumkan daftar pustaka singkat, tempatkan di akhir dengan daftar bacaan-bacaan lebih lanjut lainnya

22  Executive statement (10%)  Pendahuluan (10-15%)  Methodologi (5-10%)  Hasil-hasil dan kesimpulan (25%)  Rekomendasi (25%)  Referensi/rujukan dan Sumber lainnya Catatan: Policy Brief yang baik terdiri dari 2, 4 atau MAKSIMAL 8 panjang halaman (sekitar 1200, 2200, 4000 kata)

23 Susunan Outline Judul Penulis Ringkasan Pernyataan tentang isu atau permasalahan Latar Belakang Situasi dan Kondisi Kebijakan Existing Opsi-Opsi kebijakan yang diusulkan Kelebihan dan kekurangan tiap opsi Temuan berdasarkan penelitian Rekomendasi anda Referensi untuk bacaan lebih lanjut

24 TEKNIK I: Menyusun Outline & meletakkan informasi ke dalamnya 1. Tulis Heading dengan urutan yang logis 2. Tulis Sub-Heading 3. Masukkan informasi yang diperoleh ke dalam heading/sub-heading yang sesuai

25 TEKNIK II: Membangun outline dari informasi yang diperoleh 1. Susun daftar 7-8 kategori untuk mengelompokkan informasi yang didapat Misalnya: Situasi, Masalah, Intervensi, Hasil, Analisis, Rekomendasi, Contoh menarik, dst. 2. Labeli catatan anda dengan kategori-kategori tsb 3. Kelompokkan catatan berdasarkan kategori 4. Susun Kategori-kategori tsb menjadi urutan yang logis

26  Dengan group yang sama sebelumnya, buka dan baca kembali policy brief lebih meyeluruh  Setelah membaca kembali policy brief, diskusikan point- point berikut dalam kelompok:  Elemen atau ide apa yang paling menempel dalam pikiran anda? Mengapa?  Apa yang anda sukai dari policy brief tsb?  Apa isi dari policy brief tsb yang masih mungkin diperkuat?  Apa yang anda sukai dari format/desain policy brief tsb?  Apa format/desain dari policy brief tsb yang masih mungkin ditingkatkan?

27  Judul, lead, dan headings  Foto  Tabel dan grafik  Text boxes  Kutipan  Side bars Elemen-eleman ini dapat memperjelas pesan kunci, gagasan, fakta, maupun data statistik. Ini juga cara cerdas menceritakan hal- hal penting dan perlu perhatian lebih dibandingkan dengan memasukkannya dalam tulisan dalam teks.

28 Kandungan Kunci dari Policy Brief yang Efektif Bukti/Temuan (Evidence) Argumen yang persuasif Tujuan yang jelas; argumen yang kohesif, kualitas data/bukti ; kejelasan dan transparasni bukti/data yang menopang rekomendasi kebijakan (mis. Studi tunggal, review thdp bukti yang ada, dsb.) OtoritasPenyampai pesan (individu maupun organisasi) memiliki kredibilitas di mata para pembuat kebijakan Konteks Kebijakan Spesifikasi konteks audiens PB dibuat untuk konteks yang jelas, spesifik dan sesuai dengan kebutuhan sasaran (audiens) Rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti (diimplementasikan) Berhubungan dengan proses kebijakan tertentu, infromasi jelas, dan rekomendasi dapat ditindaklanjuti dengan pengambilan kebijakan Keterkaitan Presentasi Opini yang didasari dengan bukti dan temuan Presentasi pandangan/opini penulis PB seputar implikasi kebijakan dari temuan riset; perjelas juga argumen yang merupakan pandangan pribadi Bahasa/tulisan yang mudah dicerna Dapat dipahami oleh orang yang berpendidikan meski bukan spesialisasinya Tampilan/desainSecara visual menarik, mendukung penyampaian argumen, dilengkapi dengan foto, tabel, grafik, kutipan, dll. Sumber: Adapted from Jones, N and C Walsh (2008)


Download ppt "11 Juni 2009 – Bandung, Indonesia Yuyu Komariah, B-Trust."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google