Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERSENTASE PENJUALAN DI SUSUN O L E H  DIAH ANGGRAINI  NURUL AMIRA  RIZKI RAMADHANI  SARI SAFITRI  SISCA RAMADHANI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERSENTASE PENJUALAN DI SUSUN O L E H  DIAH ANGGRAINI  NURUL AMIRA  RIZKI RAMADHANI  SARI SAFITRI  SISCA RAMADHANI."— Transcript presentasi:

1 PERSENTASE PENJUALAN DI SUSUN O L E H  DIAH ANGGRAINI  NURUL AMIRA  RIZKI RAMADHANI  SARI SAFITRI  SISCA RAMADHANI

2 DAFTAR ISI BAB 2 : PENYUSUN RENCANA PENCAPAIAN TARGET PASAR

3 A. Pengertian Target Pasar Target pasar (target market) adalah suatu kelompok konsumen yang menjadi sasaran pendekatan perusahaan agar mau membeli produk yang dipasarkannya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penetapan target pasar, antara lain sebagai berikut : 1. Ukuran Segmen Perkiraan besarnya segmen yang akan dituju merupakan faktor penting untuk memutuskan apakah segmen pasar tersebut cukup berharga untuk di tindaklanjuti. 2. Sumber Daya Perusahaan Perusahaan mendapatkan sumber dayanya dari dalam perusahaan sendiri maupun melalui kerja sama dengan pihak luar.

4 3. Analisis Situasi pada umumnya analisis dilakukan perusahaan adalah analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang di hadapi atau dikenal juga dengan analisis SWOT ( strenght,weakness,opportunities, dan threats). 4. Pertumbuhan Segmen Sasaran pemasaran yang paling utama adalah pertumbuhan segmen untuk jangka waktu yang akan dateng. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan segmen seperti angka penjualan dan pelanggan baru. 5. Faktor Pesaing Suatu segmen mempunyai ukuran dan pertumbuhan yang baik tetapi mempunyai potensi laba yang kecil karna banyaknya pesaing. Contohnya persaingan Ponsel qwerty.

5 Ada 5 macam ancaman persaingan yang memengaruhi kemampuan mendapatkan laba perusahaan, yaitu : a. Pesaing segmen yang sudah ada sebelumnya b. Pendatang baru c. Produk pengganti (substitute product ) d. Meningkatnya kemampuan menawar dari pembeli e. Meningkatnya kemampuan menawar dari penyedia B. Rencana Dan Strategi Target Pasar Penetapan target pasar adalah Kegiatan menilai serta memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang kan di masuki, maka langkah pertama adalah menghitung dan menilai potensi laba dari tiap segmen yang telh di tentukan.

6 Tujuan penyusunan rencana pencapaian target pasar antara lain sebagai berikut : 1. Mencapai pasar yang akan dituju. 2. Pencapaian kualitas barang 3. Pencapaian kuantitas barang 4. Pencapaian Geografis Strategi yang di jalankan oleh perusahaan diantaranya menyesuaikan harga jual produk yang tepat, saluran distribusi yang efektif dan promosi yang tepat, sehingga akhirnya perusahaan akan dapat dengan mudah menjangkau target pasar. Ada tiga strategi target pasar, yaitu : a. Undifferentiated marketing (pemasaran serbasama) Di dasarkan pada adanya penghematan biaya-biaya dalam bidang pemasaran secara khusus dan biaya-biaya perusahaan secara umum.

7 b. Undifferentiated marketing (pemasaran serbaneka) Undifferentiated marketing adalah usaha perusahaan untuk mengidentifikasikan kelompok-kelompok pembeli trtentu dengan berbagai pasar kedalam dua kelompok atau lebih. Misalnya dengan berbagai macam produk dan cara pemasarannya, Matahari Departement Store melayani pembeli golongan atas dan menengah ke bawah. c. Concentrated marketing (konsentrasi segmen tunggal) Concentrated marketing adalah usaha perusahaan untuk memusatkan perusahaan produk-produknya pada satu atau beberapa kelompok pembeli potensial saja. Kelemahan strategi Concentrated marketing adalah : Jika selerah konsumen berubah dan pemasaran tidak mempunyai produk lain, maka produk yang saat ini sedang dijual tidak laku. Akan mengalami kesulitan jika ada pesaing dengan produk sama dan kualitas yang tidak jauh berbeda namun memiliki harga jual yang lebih murah. Contoh mobil VW ( Volkswagen ) berkonsentrasi pada pasar mobil kecil, dan mobil Porsche pada pasar mobil sport.

8 C. Tingkat konsumsi Barang Dan Sifat Barang Barang adalah setiap benda, baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat untuk di perdagangkan, di pakai, di pergunakan atau di manfaatkan oleh konsumen. Berdasarkan wujudnya, produk yang dipasarkan atau di beli oleh konsumen, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : 1. Barang-Barang Tidak Tahan Lama ( Non-Durable Goods ) Barang-barang yang tidak tahan lama adalah produk yang berwujud ( tangible goods) yang dikonsumsikan hanya satu kali atau beberapa kali dalam waktu yang tidak begitu lama. Contohnya Sayuran,Buah-buahan, danging dan lain-lain. Sifat dari barang yang tidak tahan lama antara lain :  Konsumsi dilakukan secara tepat,  Cepat habis,  Sering dilakukan pembelian  banyak dijual di pertokohan  mampu mrnciptakan kesetiaan pada duatu merek produk tertentu

9 2. Barang-Barang Tahan Lama ( Durable Goods ) Barang-barang tahan lama adalah produk yang berwujud yang digunakan berkali-kali tanpa mengurangi jumlah barang serta di gunakan dalam jangka waktu yang lama.Contohnya lemari es, 3. Jasa Jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerhaan atau prestasi yang diperjual belikan, yang ditawarkan perusahaan untuk dimanfaatkan oleh konsumen, Contoh jasa restoran, dan jasa penginapan. Sifat-sifat jasa antara lain : a. Produknya tidak nyata b. Bervariasi c. Dapat nusnah D. Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Beberapa tahapan yang umumnya dilalui oleh konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu sebagai berikut : 1. Menganalisis Sumber-Sumber 2. Menilai Sumber-Sumber

10 3. Menetapkan Tujuan Pembelian 4. Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian 5. Memutuskan Membeli 6. Perilaku Sesudah Pembelian E. Tujuan Pemakaian Produk 1. Produk Konsumsi ( Consumer Produk ) Produk konsumsi adalah produk yang dibeli dengan tujuan untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual maupun di proses lagi. Pembelian produk konsumsi adalah konsumen akhir. Secara garis besar, Produk konsumsi dapat dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu : a. Produk Shopping (shopping product) Produk Shopping adalah produk yang dibeli konsumen dengan melakukan perbandingan terlebih dahulu mengenai kualitas, model, harga, manfaat dan sebagainya secara cermat. Contoh nya jam tangan

11 b.Produk spesial (special products) adalah produk yang mempunyai karakteristik unik atau identifikasi merek di mana sekelompok pembeli signifikan bersedia melakukan usaha pembelian khusus.contoh nya mobil c. Produk convenience (convenience products ) adalah produk yang sering dibeli dan dibutuhkan dalam jangka waktu yang pendek dengan sedikit membandingkan harga mau pun kualitas barang pada saat membeli. C Contoh barang convenience adalah es krim d. Produk yang tidak dicari (unsought product) adalah produk konsumen yang mungkin tidak dikenal konsumen atau produk yang mungkin dikenal konsumen tetapi biasanya konsumen tidak berfikir untuk membelinya. Contoh Kamus dan batu nisan.

12 2. Produk Industri (Industrial Product) Produk industri adalah produk yang di beli untuk diproses kembali bagi kepentingan industri.. Produk ini bisa secara langsung dipakai maupun tidak langsung dalam proses produksi. Barang industri dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu : Bahan baku dan suku cadangan, adalah barang-barang yang seluruhnya digunakan untuk membuat barang jadi. Misalnya pulp yang digunakan untuk membuat kertas. Bahan baku dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu : Produk hasil pertanian dan produk hasil alam. Barang modal, adalah barang-barang yang membantu produksi atau operasi pembeli. Barang modal dikelompokkan menjadi dua, yaitu :  Instansi, adalah bangunan seperti pabrik dan kantor serta peralatan tetap, misalnya komputer  Peralatan tambahan, terdiri dari peralatan pabrik dan perkakas yang mudah dibawa atau di pindah, misalnya mesin tulis dan meja kantor Perbekalan dan pelayanan (supplies and service), dalam usaha jasa pelayanan, terdapat jasa perawatan dan kebaikan seperti alat kantor pembersih kaca.

13 F. Lini Produk Dan Siklus Kehidupan Produk Siklus hidup produk menggambarkan kecenderungan minat konsumen akan suatu produk, apakah mulai tertarik, masih menyukai, atau sudah bosan/tidak berniat. 1. Lini Produk (Product Line) Lini produk merupakan kelompok produk yang berhungan erat karen kelompok tersebut berfungsi dengan cara yang sama. Misalnya produk Lifebuoy mempunyai lini produk sabun mandi. Masing-masing lidi produk mempunyai produk item atau sub-lini sendiri, misalnya untuk kosmetika mempunyai produk item lipstik, bedak dan sebagainya. 2. Siklus Hidup Produk (product Life Cycle) Siklus hidup produk adalah perjalanan dari penjualan dan keuntungan produk selama masa hidupnya. Siklus hidup produk terdiri dari beberapa tahap, yaitu :

14 a. Tahap Perkenalan (introduction), penyaluran atau disribusi produk masih terbatas sehingga laba yang diperoleh masih rendah. Produk yang dijual adalah produk baru (betul-betul baru) dan belum ada dipasaran. Contoh ialah komputer tablet dengan layar sentuh. b. Tahap pertumbuhan (growth), konsumen mulai mengenal produk yang bersangkutan. Usaha promosi tidak lagi seagresif seperti pada tahap perkenalan. Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah penjualan adalah dengan menurunkan sedikit harga jual barang,contonya media penyimpanan data (Flashdisk). C. Tahap Kedewasaan (maturity), jumlah penjulan mulai meningkat namaun lama-kelamaan jumlah penjualan tetap, bahkan cenderung menurun.Usaha promosi perlu ditingkat kan lagi terutama promosi yang bersifat persuasif, contoh CD player

15 d. Tahap penurunan (decline), Pasar yang dikuasai semakin sempit, jumlah penjualan mulai menurun, laba juga menurun. Pada tahap ini sudah saatnya bagi perusahaan untuk memasarkan produk baru untuk menggantikan produk lamaatau melakukan inovasi terhadap produk lama, contoh gramofon.

16 T E R I M A K A S I H ^_^ SKALTA *_*


Download ppt "PERSENTASE PENJUALAN DI SUSUN O L E H  DIAH ANGGRAINI  NURUL AMIRA  RIZKI RAMADHANI  SARI SAFITRI  SISCA RAMADHANI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google