Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROFIL PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROFIL PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA"— Transcript presentasi:

1 PROFIL PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA
DINAS PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2012

2 Sumber daya manusia Keragaman unsur SDM :
Peternak dan Kelembagaan kelompok sektor peternakan Pelaku Usaha Bidang Peternakan Aparatur Dinas Peternakan

3 Aparatur Dinas peternakan
No Pendidikan Jumlah (orang) 1 SD 2 SMP 3 SMA 45 4 D3 5 S 1 Bidang Peternakan 37 6 S1 Non Peternakan 7 Dokter Hewan 14 8 S2 No Jumlah (orang) 1 Inseminator 9 2 Sarjana membangun Desa 24 3 LM3 10

4 PRASARANA DAN SARANA No. Uraian Jumlah (unit) 1. Kantor Kabupaten 1 2.
Puskeswan 12 3. RPH 7 4. Holding Ground 5. Pasar Hewan 6. Unit Layanan Inseminasi Buatan 2 Laboratorium Veteriner 8. Klinik Kesehatan Hewan 9 BPT-HMT (Propinsi NTB)

5 PRASARANA DAN SARANA * BPT-HMP ( Balai Perbibitan Ternak dan Hijauan
makanan Ternak) No. Uraian Jumlah 1. Luas bangunan 42 Ha 2. Gudang pakan 3. Kandang induk 4 Padang Pengembalaan 5 Pedok-pedok

6 DATA POTENSI LAHAN Potensi Lahan Peternakan (Ha)
Daya Tampung Ternak (ST) Populasi Ternak Besar (ST) Potensi Pembangan (ST) 75.223 * Daya tampung ternak 1 ST per Ha kec.Hutan Negara 0,25 ST per Ha * 1 ST setara dg ternak besar bobot 300 kg

7 Potensi bidang peternakan
PARIWISATA SUMBER MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT

8 “ BARAPAN KEBO “ Dikalangan masyarakat samawa tradisi Barapan Kebo (Karapan Kerbau) bukan hanya berlangsung dimasa lalu namun dipelihara hingga kini. Setiap acara barapan kerbau diikuti puluhan bahkan ratusan pasang pejantan tangguh. Tradisi ini biasanya diselengarakan sebelum musim tanam, menandai datangnya musim hujan tahun itu. Setiap pasang kerbau diarahkan menuju “saka” berupa sebuah tiang kayu / bambu perlambang tentang hebat dan jitunya si empu kerbau yang memenangkan kejuaran kejuaran pada suatu ajang barapan kerbau, sering kali ditawari dengan harga cukup fantastis, bahkan mencapai ratusan juta rupiah per pasang. Bandingkan dengan rata rata harga kerbau biasa yang nilainya dibawah 10 juta rupiah perekor.

9 JARAN MAIN Bagi masyarakat sumbawa ternak kuda mempunyai nilai budaya yang cukup tinggi yaitu dimanfaatkan sebagai ternak pacuan yang tentunya harga jualnya sangat tinggi.

10 SUSU KUDA SUMBAWA Susu kuda liar atau yang saat ini disebut susu kuda sumbawa sangat sering dibicarakan dan terbukti khasiatnya. Dengan pola pemeliharaan yang dilepas bebas pada suatu Lar (padang pengembalaan umum) sehingga hal ini dikatakan Liar. Berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dari banyak orang, bahwa susu kuda Sumbawa (susu kuda Liar) mengandung khasiat yang luar biasa, antara lain : dapat menyembuhkan penyakit TBC, Asmah, Lumpuh, Lemah Syahwat dan dapat meningkatkan Vitalitas dan Kebugaran.

11 PULAU RAKIT Gili (Pulau) Rakit merupakan pulau besar nomor dua setelah Pulau Moyo diantara pulau-pulau kecil lainnya, yang mempunyai luas lebih kurang 4500 Ha dan secara administrasi Pulau ini terletak diantara wilayah kecamatan Empang dan Tarano atau tepatnya masuk dalam wilayah kecamatan Tarano. Ditengah-tengah Gili Rakit terdapat padang pengembalaan (LAR) dengan luas lebih kurang Ha yang telah disyahkan melalui Keputusan Bupati Sumbawa. Tradisi masyarakat didua kecamatan setempat (Empang dan Tarano) menjadikan Gili Rakit sebagai lahan pengembalaan ternak mereka dan hal ini telah berlangsung sejak dahulu Keunikan dari Lar Gili Rakit ini dimana ternak masyarakat berenang sendiri pulang dan pergi.

12 KAWASAN LAR LIMUNG Kawasan Peternakan Lar Limung yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Sumbawa Nomor Tahun 2009 Tanggal 29 Juni 2009, dengan dukungan luas lahan sebesar Ha (status dikuasai oleh masyarakat). Sampai saat ini pembangunan infrastruktur berupa kandang komunal, kandang jepit, lahan pengembalaan , sumur bor, cek dam dan Laboratorium mini. Potensi dan peluang dalam pengembangan peteternakan di Kawasan Peternakan Lar Limung sangat menjanjikan dengan pendekatan memberdayakan Lar sebagai wadah pengembangan ternak baik ternak potong dan bibit. Pengembangan lebih lanjut atas kawasan ini diperlukannya dukungan investasi yang mengelola melalui pemberdayaan masyarakat selaku pemilik tanah.

13 PETA : KONDISI SAAT INI PETA : PENGEMBANGAN

14 Sarana dan prasarana kawasan yg sudah ada
Jenis Infrastruktur Jumlah per kelompok Total I II III IV V VI Bak air minum 5 1 3 6 2 18 Gudang pakan Instalasi gas bio Irigasi tanah dangkal Kandang jepit 7 Kandang komunal Kebun HMT 4 9 Koda Sumur bor Sumur resapan 11 Sumur gali Cek dam Padang gembala 10 Rumah kompos Lab/Kantor

15 Peluang pengembangan investasi peternakan
- Pembibitan Sapi dan kerbau - Penggemukan Sapi - Usaha Rumah Potong Hewan Modern

16 Sistem Kandang Padlock
Kelayakan Usaha Pembibitan Sistem Kandang Padlock Sistem Lar Banyak induk awal pemeliharaan: 20 ekor Lama pemeliharaan sapi: 10 tahun (tahun ke-11 semua sapi dijual) Sapi induk beranak tiap tahun Proporsi anak betina dan jantan: 50: 50 Sapi hanya mampu beranak 10 kali, dengan persentase hidup 75% (kematian 25%) Setiap anak jantan yang berumur 1 tahun dijual, untuk sapi bakalan Anak betina dipelihara terus untuk bibit, dan mulai beranak pada usia 3 tahun Sapi betina yang sudah beranak 10 kali, kemudian dijual untuk sapi potong Tidak memasukkan biaya sewa lahan atau sewa lahan adalah nol Banyak induk awal pemeliharaan: 20 ekor Sapi hanya mampu beranak 10 kali, dengan persentase hidup 67% (kematian 33%) Tidak ada sewa kepada pemilik Lar

17 Indikator Sistem Kandang Sistem Lar Investasi Rp955 juta Rp220,5 juta NPV (OCC 14%) Rp271 juta Rp233,5 juta BCR 2,03 2,37 IRR 31,05% 33,63% PBP 9 tahun 7tahun Usaha pembibitan menguntungkan karena BCR>1, dan IRR sudah lebih besar dari tingkat bunga pinjaman (12-14%), sehingga sudah layak secara finansial dan memperoleh pembiayaan dari pinjaman komersial Catatan: Pengusahaan dengan manajemen modern harus memasukkan sewa ladang penggembalaan (LAR-SO).

18 Kelayakan Usaha Sapi: Penggemukan
Indikator Sampel-1 Sampel-2 Investasi Rp320 juta Rp325 juta NPV (COC 14%) Rp58juta Rp53,4 juta BCR 1,04 IRR 49,96% 47,17% PBP 1 tahun, 10 bulan 2 tahun 3 bulan Asumsi-asumsi: Banyak sapi : 50 ekor Usia jantan bakalan: 1 th Lama pemeliharaan: 1 th Harga beli sapi : Rp 4 juta Harga jual sapi : Rp 6 juta Sapi dipelihara di Kandang Usaha penggemukan sapi sudah menguntungkan, karena BCR>1, dan IRR sudah melebihi tingkat bunga pinjaman (12-14%), sehingga sudah layak dibiayai oleh pinjaman komersial

19 Kelayakan Finansial Usaha RPH
Diambil hasil studi kelayakan ekonomi di Sangata, Kab. Kutai Timur (Burhanuddin, 2007) Karakteristik RPH Indikator Finansial Nilai Kapasitas : 85 ekor per hari Luas area: 3 ha Dijual untuk pasar lokal dengan radius 3 jam perjalanan dari RPH Para jagal dapat langsung mengoperasikan RPH atau sistem sewa dengan memanfaatkan tenaga/petugas yang ada di RPH Investasi Rp ,- NPV pada COC 15% Rp ,- BCR 1.33 IRR 25% Pay-back periods 5 tahun Dengan asumsi bahwa struktur biaya RPH di Kabupaten Sumbawa tidak berbeda jauh dengan struktur di Sangata, maka dapat disimpulkan bahwa usaha pemotongan sapi di Kab. Sumbawa layak dijalankan.

20 PERLUNYA USAHA RPH Modern di KABUPATEN SUMBAWA
Jaminan ketersediaan input sapi potong, karena peternakan pembibitan baik sistem kandang maupun lar, serta penggemukan sangat layak dan sangat prospektif. Proyeksi jumlah sapi potong ke depan: (ekor per hari), dengan asumsi: Tidak ada penjualan sapi bibit keluar Kab. Sumbawa, Tidak ada penjualan sapi bakalan keluar Kab. Sumbawa, Semua sapi bakalan digemukan di Kab. Sumbawa, Belum memasukkan sapi potong betina induk dan pejantan yang tidak produktif Harga sapi potong dewasa ini lebih rendah (permintaan lokal belum tinggi) Belum tersedia RPH yang outputnya dijual ke luar Kab. Sumbawa RPH Dapat mendongkrak harga sapi potong hidup pendapatan masyarakat meningkat  memotivasi usaha penggemukan sapi  menyediakan sapi potong lebih banyak Memberikan benefit yang lebih besar bagi perekonomian lokal dengan efek multiplier (backward dan forward linkage) bagi kegiatan usaha lainnya; menciptakan peluang usaha, bekerja dan pendapatan; berpotensi meningkatkan PAD; berkontribusi membantu meningkatkan pasokan daging sapi nasional

21 SKEMA INVESTASI YANG DITAWARKAN
INVESTASI USAHA PERBIBITAN DAN PENGGEMUKAN SAPI DAPAT DILAKUKAN MELALUI : Modal/Teknologi : Swasta Ternak : Swasta dan / atau masyarakat Lahan : Pemerintah dan/atau Masyarakat Tenaga Kerja : Masyarakat Pola pemberdayaan dan kemitraan dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan

22 STRUKTUR POPULASI TERNAK BESAR 2011
Jenis Ternak Tahun 2009 2010 2011 Sapi Bali Sapi Sumbawa Kerbau Sumbawa Kuda Sumbawa 1.801 56.636 37.326 2.539 54.535 37.426 2.830 55.706 38.505 55.706 2.830 38.505

23

24 KOMODITI PETERNAKAN Ternak Besar: * Sapi * Kerbau * Kuda Ternak kecil:
Kambing dan Domba Unggas : Ayam Ras (Potong) Ayam Buras

25 erbau Sumbawa K Sejak adanya Deklarasi Samawa dan Rumusan tentang Pembibitan dan Pengembangan Kerbau di Tana Samawa tahun 2006, pertumbuhan populasi ternak kerbau Sumbawa sampai saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan . Hal ini disebabkan karena beberapa Keungulan yang dimiliki oleh Ternak Kerbau Sumbawa adalah : (1). Dapat tumbuh berkelanjutan tanpa menimbulkan efek negatif pada lingkungan (2) sebagai ternak kerja dan pedaging (3) tersebar luas dan merata di wilayah Kab. Sumbawa (4) Memiliki Multi efect yang tinggi. Adapun populasi kerbau saat ini (tahun 2011) sebesar ekor. Dan wilayah kawasan perbibitan ternak kerbau di Kecamatan Empang dan Tarano.

26 api Sumbawa S Sapi Hisar adalah jenis ternak tropis penghasil susu dengan produksi rata rata 5 liter / hari, selain itu juga hisar juga dapat sebagai ternak pedaging. Perkembangan sapi Hisar di Kabupaten Sumbawa yang merupakan khususnya daerah Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara dan sekitarnya yang merupakan plasma nutfah terus menngkat, bahkan populasi saat ini mengalami peningkatan sebesar 5,58% dengan total populasi tahun mencapai ekor.

27 uda Sumbawa K Kuda Sumbawa sudah terkenal di secara Nasional baik sebagai ternak penghasil daging maupun produksi susu kuda liarnya yang sampai saat ini diketahi bermanfaat berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit seperti TBC, Asma, Mahg dan lainnya. Bagi Masyarakat sumbawa ternak kuda mempunyai nilai budaya yang cukup tinggi yaitu dimanfaatkan sebagai ternak pacuan yang tentunya harga jualnya sangat tinggi. Adapun populasi ternak kuda saat ini (tahun 2011) adalah ekor, atau mengalami peningkatan 6.71% dari tahun sebelumnya.

28 api Bali S Sapi Bali mempunyai keuanggulan dengan rasa dagingnya yang lebih gurih dan juga banyak keunggulan dibandingkan dengan ternak lainnya seperti Kerbau, Kuda dan ternak lainnya. Selain daya reproduksi ternak sapi cukup tinggi dengan calving internal lebih pendek dengan jenis sapi lainnya. Adapun populasi ternak sapi saat ini (tahun 2011) adalah sebesar ekor.

29 DATA POPULASI TERNAK NO KOMODITI 2009 2010 2011 % naik (rata-rata) 1
Sapi 8,68 2 Sapi Sumbawa 1.801 2.539 2.830 17,48 3 Kerbau 56.636 54.535 55.706 -0,52 4 Kuda 37.326 37.436 38.505 1,05 5 Kambing 38.462 39.396 0,81

30 DATA KAWASAN NO NAMA KAWASAN LOKASI LUAS KETETAPAN BUPATI TANGGAL 1
1 Kawasan Peternakan Lar Limung Dusun Limung Desa 1007 Ha 650 Tahun 2009 26 Juni 2009 Pungkit Kec. Moyo Utara 2 Kawasan Peternakan Melayam Dusun Serange Desa 250 Ha 1016 Tahun 2011 3 Agustus 2011 Berora Kec. Lopok 3 Kawasan Peternakan Kuang Bira Desa Motong Kec. Uthan 103 Ha 1766 Tahun 2010 14 Desember 2010 4 Kawasan Peternakan Olat Monte Desa Pernek Kec. Moyohulu 75 Ha 5 Kawasan Peternakan Nange Desa Labuhan Alas Kec. Alas 25 Ha  Sejahtera 6 Kawasan Peternakan Turin Tawir Desa Rhee Loka Kec. Rhee 80 Ha

31 REGULASI TERKAIT BIDANG PETERNAKAN
Perda Nomor 12 Tahun 1992 tentang Pemeliharaan Ternak, merupakan salah satu peraturan yang mengatur setiap desa dan beberapa desa harus memiliki LAR yang luasnya disesuaikan dengan jumlah ternak yang ada di desa Tersebut. Perda Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengaturan Lalu Lintas Ternak dan bahan asal ternak merupakan salah satu upaya menyelenggarakan pengaturan sumber daya ternak dan atau bahan asal ternak guna menjaga kelestarian dan kestabilan ternak agar fungsi dan manfaat serta produktifitas dapat tercapai secara optimal. Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha ; mengatur tentang jasa pelayanan yang diberikan pada kegiatan pengiriman ternak keluar daerah dan pemeriksaan kesehatan veteriner …

32 REGULASI TERKAIT BIDANG PETERNAKAN
No URAIAN Besaran tarif (Rp) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Retribusi Jasa Usaha Pengiriman ternak di Holding Ground -Potong -Bibit Keur ternak keluar daerah Laboratorium Veteriner Keur Kuda Dokar Klinik dan Puskeswan Suci hama ternak masuk Rumah potong hewan - Ternak Besar Jantan Ternak Besar Betina non produktif - Kambing/domba 35.000 50.000 15.000 7.500 6.500 2.500 2500 60.000 5.000 Perda No.2 tahun 2012 , tentang Retribusi Jasa Usaha

33 DATA PERUSAHAAN PENGIRIM TERNAK DAN BAHAN ASAL TERNAK
NO Nama Perusahaan Jenis Usaha Alamat 1 Fa. Jaya Sapi/Kerbau/Kuda Jl. Cendrawasih 31 Sumbawa Besar 2 CV. Nuansa Baru Jl. Garuda 19 Lab. Sumbawa Telp. (0371) 3 CV. Dua Belas Bersaudara RT. 04 RW.02 Desa Boal Kec. Empang 4 CV. Fatar Desa Moyo Telp. (0371) 24034 5 CV. Al Fath RT.23 RW. 13 Ds Kerato Kec. Unter Iwis 6 UD. Buin Pedi RT.18 RW 06 Desa Raberas Kel. Seketeng Sumbawabesar 7 UD. Tiga Bersaudara RT.06 RW.02 Dusun Penyaring Kec.Moyo Hilir 8 CV. Himalaya Jl. Garuda Gg. Karya III Rt.10Rw 04 No.14 Kel Lempeh 9 UD. Bukit Indah RT.02/01 Lab. Badas 10 UD. Kairo Jl. Urip Sumohardjo no. 20 Tl. (0371) Sumbawabesar 11 CV. Pulau Mas RT 001/001 Ds. Kerato Unter Iwes 12 CV. Mekar Sari Jl. Hasanuddin Gg. Mekarsari 10 Telp. (0371) 21351 13 UD. Swami Jl. Garuda RT 11/03 Ds. Lab. Badas 14 Fa. Fajar Utama Jl. Sudirman 53 Sumbawa 15 UD. Suka Jaya Jl. Pendidikan Desa Luar Kecamatan Alas 16 CV. Harapan Jl. St. kaharuddin No. 18 A Tlp. (0371) 17 CV. Legowo Jl. Cendrawasih No. 121Tlp.(0371) Smbawa Besar 18 CV. Saling Beme Desa Lopok Beru Kecamatan Lopok 19 CV.Kola Batu Desa Penyaring Kec.Moyohilir 20 CV. Cipta Daya Sembada Jl. Pendidikan 86 Ds. Luar Kec.Alas 21 CV. Abdi Karya Utama BTN Griya Idola Lab. Sumbawa 22 CV. Dua Putri RT.01 RW.09 Brang Biji - Sumbawa 23 CV. Hendra Jaya Jl. Raya Kerato No. 49, Sumbawa Besar 24 UD. Mertasari Dusun Sukanadi Desa Sukamaju, Lunyuk 25 CV. Mutiara Gemilang Jl. Peliuk No. 9 B Desa Pungka, Unter Iwes

34 Lanjutan …… 26 CV. Delta Sarana Sapi/Kerbau/Kuda
Jl. Raya Nijang, Unter Iwes 27 CV. Bunga Karya RT.001 RW.007 Desa Luar,Alas 28 CV. Bunga Idola Jl. Mutiara RT. 12 RW. 05 Tlp. (0372) Desa Luar Alas 29 CV. Tiga Bintang Jln. Kebayan Gg. I, Umasima, SumbawaBesar 30 CV. Putra Andalas RT.001 RW.001 Desa Luar,Alas 31 CV. Cipto Bangun Persada RT.002/005 Ds. Lopok, Lopok 32 UD. Rizki Triputra Ds. Langam, Lopok 33 CV. Dua Putri RT 1 RW 1, Ds Langam-Lopok 34 CV. Ayu Putri RT.001 RW 005 Dusun Kramat Ds. Tarusa, Buer 35 CV. Bagus Karya RT.12 RW 007 Kr. Padak Labuan Sumbawa 36 UD. Mega Putih Dusun AikPuntuk Ds. Serading, Moyo 37 CV. Berkah Abadi Jl. Hasanuddin 52 Bugis, Sumbawa Besar 38 UD. Ade Taza RT 001 RW 004 Ds. Pernek, Moyo Hulu 39 UD. Cahaya Putra Dusun Pelat II, Untir Iwes 40 UD. Untir Galumpang Ds. Moyo Mekar, Moyo Hilir 41 CV. Alfian Perdana RT. 003 RW 002 Ds. Penyaring, Moyo Utara 42 CV. Lajenre Desa Sepukur, Lantung 43 CV. Agro Aditya Pratama RT 1 RW 3 Dusun Baru, Desa Baru Tahan, Moyo Utara 44 UD. Tanaela Desa Raberas, Seketeng 45 UD. Berora Tebal Desa Nijang, Unter Iwes 46 CV. Duku Indah Kelurahan Br. Biji 47 CV. Subur Makmur Jaya 48 CV. Sri Karya Mandiri Jalan Kebayan, Gang Tambora, Sumbawa Besar 49 UD. Sumber Ternak Jaya Dusun Senampar, Sebewe, Moyo Utara 50 CV. Aurora Jalan Dr. Cipto No. 51, Sumbawa Besar

35 Lanjutan …… 51 CV. Agro Samawa Sapi/Kerbau/Kuda
Jl. Sultan Kaharuddin, Br. Bara 52 CV. Lima Bersaudara Desa Pungkit, Moyo Utara 53 CV. Wahyu Dusun Lopok Beru Timur, Lopok 54 CV. Algi Radiatullah Jl. Thamrin no. 13, Sumbawa Besar 55 CV. Laut Biru BTN Olat Rarang Blok R No. 17 Sumbawa Besar 56 UD. Bintang Abadi Dusun Pelita, Desa Motong, Moyo Utara 57 CV. Amanat Jl. Kartini No. 2 Tlp. (0371) Sumbawa Besar 58 CV. Jaya Utama Dusun Suka Damai, Lab. Badas 59 PD. Rahmat Putra Dusun Bage Tango - Lopok 60 CV. Bunga Baru Dusun Lopok Beru - Lopok 61 CV. Asma Desa Raberas, Seketeng 62 CV. Putri Mandiri Desa Lab. Badas 63 UD. Lamtano Desa Dalam, Alas 64 CV. Cahaya Pelangi RT 2 RW 9, Kel. Bugis, Sumbawa Besar 65 Bintang Ternak Sejahtera RT 2 RW 3, Kel. Bugis, Sumbawa Besar

36 DATA KEBUN HMT DAN PADANG PENGEMBALAAN
No Tahun Lokasi Target Luas (Ha) Realisasi Kegiatan HMT Sumber Dana Kebun HMT Padang Pengembalaan 1 2006 Kawasan Sapi Sumbawa (sapi Hisar) Desa Penyaring Moyo Utara 30 APBN 2 2007 Moyohilir, Moyo Utara, Moyo Hulu, Alas, Alas Barat, Buer, Lab. Badas, Utan, Rhee, Lenanggua 50 50 Ha 3 2008 Rhee, Alas, Buer, Plampang, Maronge, Lape , Moyohilir 4 2009 Kawasan Peternakan Lar Limung -Moyo Utara dan Kawasan Lar Badi-Lopok 60 10 Ha 4 Ha 40 Ha APBN-PDT 5 2010 6 2011 Kawasan Peternakan Lar Limung -Moyo Utara dan Muer-Plampang 30 Ha APBD II

37 DATA PELAKU USAHA PENGOLAHAN HASIL
No Kecamatan Nama Gapoktan/UPH Alamat Jenis Usaha Asal bahan baku Produksi (Kg/hari) Skala Usaha 1 Sumbawa TURKIAH Karang cemes Pengolahan Kerupuk Kulit Jagal (rmh potong, sebeok, maronge 20 Kecil / Home Industri 2 KARYA BAKTI Pejagal,Rmh Ptg,Langam 25 3 IBU SITI Pengolahan Kerupuk Kulit Pejagal,Rumah Potong 4 Syamsul Hadi 10 5 Junaidi Pejagal Moyo Hilir 6 Alas Sejahtera Bersama Dusun Stowe Brang pejagal 7 UD. Sarana Jl. Ratulangi Pengolahan Daging Sapi (dendeng) Rumah Potong 8 Ibu Ros Brangbara Pengolahan Daging Sapi (Abon) 9 CV. Madani Pekat Susu Kuda Moyohilir, Moyo Utara, Lenangguar, 120 botol / minggu Moyo Utara UD. RISKIKA Penyaring/Moyo Utara Pengolahan Susu (Permen Susu) Penyuplay Susu Penyaring

38 Pengolahan Susu (Permen Susu) Penyuplay Susu Penyaring 5
No Kecamatan Jumlah Lembaga Nama Gapoktan/UPH Alamat Jenis Usaha Asal bahan baku Produksi (Kg/Hari) Skala Usaha 11 Moyo Utara - SELAMAT GAMA Penyaring/Moyo Utara Pengolahan Susu (Permen Susu) Penyuplay Susu Penyaring 5 Kecil / Home Industri 12 UD. AWARA 4 13 HARAPAN JAYA 7 14 DINDA 15 PENGRAJIN 16 Plampang BRANG SEMAN Pengolahan Daging (Bakso) Pasar Umum 10 17 KARYA MULYA 18 Alas SOLO INDAH Pengolahan Daging (Bakso) 19 HARAPAN BARU 8 20 KARYA BERSAMA 21 SUMBER MAKMUR 22 PUSAKA INDAH (abon) 23 INGIN MAJU (Abon)

39 DATA PEMOTONGAN TERNAK
NO TAHUN KOMODITI (EKOR) SAPI KERBAU KUDA KAMBING 1 2009 2.654 3.563 785 3.014 2 2010 3.141 3.583 837 3.040 3 2011 3.766 3.373 717 2.677

40 DATA PENGELUARAN TERNAK POTONG
NO KOMODITI 2009 2010 2011 KET 1 Sapi Potong 8.844 8.251 10.324 Daerah Tujuan: 2 Kerbau potong 3.466 2.301 2.730 Lombok, KSB, 3 Kuda Potong 3.228 1.632 1.825 Kalteng, Kalsel, 4 Kambing 122 92 65 Sulsel, Kaltim JUMLAH 15.660 12.276 14.944

41 DATA PENGELUARAN TERNAK BIBIT
NO KOMODITI 2009 2010 2011 KET 1 Sapi bibit 80 200 1.070 Daerah Tujuan: 2 Kerbau bibit 86 - Kalimantan , NTT ,Sulawesi JUMLAH 166

42 KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2012
Terima kasih DINAS PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2012


Download ppt "PROFIL PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google