Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HUKUM PAJAK INTERNASIONAL OLEH HARYONO.AS,S.PD NIP.198403222008121002 SRI BIJAWANGSA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HUKUM PAJAK INTERNASIONAL OLEH HARYONO.AS,S.PD NIP.198403222008121002 SRI BIJAWANGSA."— Transcript presentasi:

1 HUKUM PAJAK INTERNASIONAL OLEH HARYONO.AS,S.PD NIP SRI BIJAWANGSA

2 Diriwayatkan dari Abu Umamah, ra : Saya Pernah Menghadap Rasulullah saw, dan berkata : “Perintahkanlah Kepada saya sebuah amal yg bisa membuat saya masuk syurga, Belia Menjawab : “Berpuasalah, Karena tidak ada amal yg menandinginya”. Kemudian saya datang lagi, dan nabi tetap menjawab “ Berpuasalah”.

3 A. Pengertian 1. Rosendroff HPI >> Keseluruhan dari Hkm. Pajak Nasional Semua Negara. 2. P. Verloren van Themaat HPI>> Keseluruhan Norma (Kebiasaan/Traktat) Intrnasional yg membatasi kedaulatan suatu negara dlm soal pajak.

4 3. PJA. Adriani. HPI >>Keseluruhan peraturan yg mengatur tartib hkm. & yg mengatur soal penyedotan daya beli dimasing2 ngr. HPI merupakan suatu kesatuan hkm. Yg mengupas suatu persoalan yg diatur dlm UU nasional mengenai : 1. Pemajakan thdp org2 LN 2. Peraturan2 Nas.utk menghidari pjk ganda 3. Traktat2.

5 Kesimpulan Dalam HPI trdpt HPN jd tdk trbatas pd Konvensi, traktat/kebiasaan internasional. Norma2 HPI sering termaktub dalam HPN, spt yg trkategori dlm pajak Internasional berikut ini: 1. Ketentuan Menghndari Pajak Berganda. 2. Perlakuan Pajak Khusus/Tax Deductief

6 Dlm HPI terkandung Unsur Asing, baik objek/subjek pajak yg meliputi : 1. Objek Pajak yg berada di LN, milik subjek pajak DN 2. Objek Pajak di DN Milik Subjek Pajak Asing.

7 Unsur Asing yg meliputi Subjek Pajak Itu, meliputi : 1. Subjek Pajak yg berada diindonesia itu adalah orang asing yg trkena jg pajak asing 2. Bangsa Indonesia merupakan wajib pajak indonesia yg di LN 3. Org yg punya pendapatan di Indonesia yg bertempat tinggal di LN.

8 B. Pajak Ganda Internasional 1. Volkendbond PAGI terjadi apabila pajak2 dr 2ngr/lbh saling menindih sedemikian rupa, sehingga org2 dikenakan pjk di ngr2 yg lbh dr satu, memikul beban pajak yg lbh bsr drpddikenakan pjk di satu ngr saja.

9 Kesimpulan Pendapat Volkendbond terdapat unsur2 PAGI. 1. Pajak 2 ngr yg saling menindih 2. Subjek pajak memikul beban lebih besar dibanding dikenakan satu ngr. 3. Beban tambahan itu bkn diakibatkn oleh adanya perbedaan tarif. 4. Pengenaan itu atas objek & Subjek yg sama.

10 2. Fiscal Commite OECD PAGI terjadi apabila terjadi pembebanan pajak 2/lbh ngr trhpd wajib pajak yg sama untuk sesuatu jenis pajak. Tertentu dlm periode wktu yg sama.

11 3. Ottmar Buhler 1. PAGI arti Luas >>suatu tatbestand yg sama & pd saat yg sama oleh bbrp ngr dikenakan pjk yg sama/yg sifatnya sama. 2. PAGI arti Sempit>>Pajak yg bersangkutan dikenakan pd subjek yg sama. PAGI dalam Arti Luas NEGARA A NEGARA B Keuntungan PERUSAHAAN INDUK ANAK PERUSAHAAN

12 C. PENYEBAB PAGI Menurut Ottmar Buhler & Teichner benturan hukum yg menjadi PAGI disebut KOLLISIONSNORMEN. Rochmat Soemitro menyebutnya Kaidah Pertautan. Adanya PAGI disebabkan beberapa hal :

13 1. Perbedaan Azas yg dipakai (Kedaulatan Negara) Terjadi Apabila Azas Sumber bertemu Azas Domisili, Azas Kebangsaan bertemu dg Azas sumber, dst. Negara A Kebangsaan Negara B Domisili Negara C Sumber Negara D Sumber

14 2. Domisili Rangkap Terjadi apabila Negara A menggunakan batasan domisili berturut2 setelah 6 bln. Di Negara B digunakan Kehilangan Domisili apabila meniggalkn ngr tsb 18 bln berturut2. Jk Org dr Ngr B tgl di Ngr Aselama 7 bln berturut2, maka Domisilinya Rangkap, Jk Ngr A&B menggunakan Azas Domisili, maka org tsb terkena PAGI.

15 3. Kebangsaan Rangkap Terjadi Jk 2 Ngr Menggunakan Azas Kwn yg berbeda yakni Ius Soli & Ius Sanguinas, jika pengenaan pajak berdasarkan Azas Kewarganegaraan maka akan terjadi PAGI pada seorang yg Dwi Kewarganegaraan.

16 D. PENYELESAIAN PAGI 1. Cara Unilateral (Sepihak) Dg memasukan ketentuan kdlm UUPN utk menghindari PAGI, cara Unilateral melalui beberapa Metode : a. Tax Exemption Hak Memungut pjk diserahkn kpd ngr sumber. Metode ini dibedakan 2 : a). Pure Territorial Principle b). Restricted Territorial Principle

17 a). Pure Territorial Principle Terjadi apabila negara tmpt subjek pajak berdomisili tdk mengenakan pajak dr penghasilan LN ybst. Ngr ybst hanya menarik pajak dari penghasilannya didalam negeri, biasanya menggunakan azas World Wide Income

18 b). Restricted Territorial Principle Berbeda dg sebelumya metode ini memperhatikan penghasilan LN & digunakan utk menetuka tarif Progresif pajak yg diperoleh dr DN, Mis : Ngr Domsili Menetapkan Tarif Umum Pajak. Penghasilan Kena Pajak (PKP)Tarif % s/d $ % > $ s/d $ % > $ %

19 JK seorang domisili d Ngr tsb berpenghasilan DN $ , dr LN $ totalnya = $ , jk menggunakan Restricted Territorial Principle dikenakan tarif 30%, tp jk ngrnya melepaskan hak domisilinya, maka yg dikenakan $ atau 20% saja.

20 b). Tax Credit Dilakukan Apabila Pajak Negara Sumber, tdk melebihi pajak negara domisili. Metode tax credit dapat berupa. 1. Direct Tax Credit 2. In Direct Tax Credit

21 1. Direct Tax Credit Terjadi jk Jumlah pajak dikurangkan seluruhnya dg jumlah pesntase pajak negara sumber, apabila jlh pajak yg dibayar dinegara sumber lbh kecil drpd ngr domisili maka dpt dikurangkan sepenuhnya (Full Credit).

22 Contoh Direct Tax Credit Mr. Syam domisili d Ngr X tdk pnya penghasilan di Ngr X, ttp punya Permanent Estabilishment d Ngr Y. tarif Pajak Ngr X40% & Ngr Y 25%, pd suatu Thn Mr.Syam dpt laba $ , jk tdk ada Tax Credit, maka Ngr Y mengenakan pajak 25%X$ =$25.000, sementara Ngr X 40%X$ =$40.000, Total Pajak $ Total kena pajak=65%.

23 Jk Menggunakan Direct Tax Credit, dikenakan pajak oleh negara sumber 25%X$ =$25.000, sdgkn Ngr Domisili (40- 25)%X$ =$ , Jd total pajak dibayar Mr.Syam Utk pajak yg dibayar ngr Domisili & Sumber=$ Atau 40% dr laba kena paja.

24 2. In Direct Tax Credit Metode ini dimaksudkan utk memberi Tax Credit Kpd Perusahaan Induk DiNgr Domisli, thdp pjk yg dibayar di Ngr Sumber, Cth : The Belachan sebuah perusahaan Induk di Ngr X, mempunyai 100% saham di PT. Jangkrik Di Ngr Y, Pd Suatu Thn PT.Jangkrik Berlaba $ , Oleh Ngr Y pajak 40%, Sehingga sisa laba $60.000, laba ini Mjd Penghasilan Bagi Induk Perusahaan Di Ngr X, penghasilan di Ngr X& Y dpt dipajak Oleh Ngr X

25 Bagaimana Penerapan ITC Trhdp Masalah Trsebut diatas, trhdp masalah tsb ada 2 Kemungkinan: 1). Apabila yg dipandang Sbg Penghasilan $ maka yg dpt dikreditkan 40% X $60.000=$ ).Apabila penghasilan dipandang $ , maka yg dpt dikrediktan adalah 40% X $ = $40.000

26 3. Fictitious Tax Credit/Tax Sparing Ini merupakan perkembangan terbaru dalam HPI, biasanya trjdi Krn ngr berkembang menarik investor, salah satunya pajak tarif rendah/tdk kena pajak. Sementara dr Ngr Maju Memberi Tax Credit, dr keadaan ini subjek pajak memperoleh keuntungan ganda, Dr Ngr Berkembang mendapat keringanan pajak.bebas, dr negara maju mdpt Tax credit yakni 25% bkn 40%.

27 C. Reduced Rate For Foreign Income Cara ini dilakukan dengan memungut pajak didasarkan tarif ringan diluar tarif umum terhadap subjek pajak yg punya penghasilan dr LN, jd tdk dibebaskan sepenuhnya.

28 D. Tax Deduction For Foreign Income Metode ini bkn tdk memungut pajak/ mengkreditkan dg Penghasilan LN, tp dg memasukan pajak yg dibyar LN kdlm komponen biaya, umumnya dasar pengenaan pajak >Laba Bersih, yakni LK- Biaya2&Pengeluaran Tertentu, yg menurut UU dapat mengurangi LK, Pajak yg dibayar Ngr Sumber dianggap sbg Biaya.

29 2. Cara Bilateral Dilakukan Dg Perjanjian Internasional 2 Ngr, Perjanjian Menghindari Pajak Internasional ini (Tax Treaty) sering disebut : P3B (Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda), biasanya full tax credit/ bisa timbal balik = tdk memberatkan subjek pajak

30 Keuntungan & Kelemahan P3B Keuntungan PAGI dpt diselesaikan menyeluruh Kelemahan Tdk Mudah Mencapai Kesepakatan, terlebih jk salah satu pihak mempunyai posisi tawar tinggi

31 2 Model P3B 1. Model yg disusun Komite Fisikal Organisasi Kerja Ekonomi & Pembangunan/ OECD (Organitation For Economic Cooperatif & Depelopment 2. UN – Model yg disusun berdasarkan Konvensi PBB.

32 3. Cara Multilateral Biasanya sejumlah Ngr Menandatangani Traktat yg isinya menghindari PAGI, seperti dalam Konvensi Wina Thn 1961, isinya jg Konsulat, Diplomat, & Pejabat Lain dr NA dibebaskan pajak dg syarat 1. Bukan WNI, 2. Tdk melakukan keg.lain/Berusaha, 3. Ngr ybst meperlakukan Timbal Balik

33 4. Kebiasaan Internasional Bisa Dilakukan Jika : 1. Cara Un, Bl, Ml tdk bisa ditempuh. 2. Dalam UU PN tdk diatur PAGI 3. Tdk bisa Menyelesaikan Pertautan PAGI 4. Ngr Belum Meratifikasi Traktat Internasional Mengenai PAGI Hasilnya Negara sumber yg berhak memungut pajak (Tax Credit)

34 Kelak Kamu akan Ingat akan apa yang aku katakan padamu. Dan Aku Menyerakhan Urusanku Kepada Allah. SWT (Qs. Al-Mu’min (40):44) DEMIKIAN & TERIMAKASIH


Download ppt "HUKUM PAJAK INTERNASIONAL OLEH HARYONO.AS,S.PD NIP.198403222008121002 SRI BIJAWANGSA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google