Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI SOSIOLOGI PEDESAAN ( 2 – 1) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI KELAS : C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER SEMESTER GASAL 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI SOSIOLOGI PEDESAAN ( 2 – 1) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI KELAS : C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER SEMESTER GASAL 2014."— Transcript presentasi:

1 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI SOSIOLOGI PEDESAAN ( 2 – 1) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI KELAS : C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER SEMESTER GASAL 2014 – 2015 DOSEN PENGAMPU : Ir. Imam Syafi’i, MS Aryo Fajar SP, MSi

2 KONTRAK KULIAH 1.Team Teaching : - Ir. Imam Syafi’I, MS - Aryo Fajar, SP, MSi 2. Sistem Penilaian - Penilaian pokok : UAS, UTS dan Praktikum - Penilaian Tambahan : Tugas, Assigment, dsb. 3. Aturan Main Perkuliahan - Paling lambat 10 menit setelah jadwal kuliah yang ditetapkan - Yang melebihi sebaiknya tidak perlu masuk - Ditetapkan seorang mahasiswa sebagai ketua kelas 4.Etika Akademik - Pakaian sopan, bersepatu - Menggunakan bahasa Indonesia yang baik - Selama kuliah HP dimatikan 5. Ruang Lingkup Mata Kuliah

3 SOSIOLOGI PEDESAAN DEFINISI SOSIOLOGI : Secara Etimologis : sosiologi berasal dari bahasa latin, yaitu socius dan logos. Socius berarti 'teman' atau 'kawan'. Karena manusia hidup tidak mempunyai satu kawan saja,hubungan antar kawan dapat diartikan pula sebagai 'pergaulan hidup'. Logos yang berasal dari bahasa Yunani berarti 'kata' atau 'berbicara'. Secara harfiah sosiologi berarti membicarakan atau memperbincangkan pergaulan hidup manusia. Pengertian tersebut akhirnya diperluas menjadi ilmu pengetahuan yang membahas serta mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat. Atau mempelajari tindakan manusia dalam usahanya menyesuaikan diri dalam suatu ikatan terhadap lingkungan, sesama manusia dan lingkungan kebudayaan di sekelilingnya

4 SOSIOLOGI PEDESAAN DEFINISI SOSIOLOGI : 1.suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis. (AUGUSTE COMTE) 2.ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.(SOERJONO SOEKAMTO) 3.ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.(MAX WEBER) 4.ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. (SELO SOEMARDJAN DAN SOELAEMAN SOEMARDI) ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis. (MAYOR POLAK). 6.ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan. (HASSAN SHANDILY)

5 LINGKUNGAN GEOGRAFIS LINGKUNGAN SESAMA MANUSIA LINGKUNGAN KEBUDAYAAN SEKITARNYA SOSIOLOGI

6 DEFINISI SOSIOLOGI PEDESAAN  Ilmu kemasyarakatan yang mempelajari kehidupan di lingkungan pedesaan. (D. samderson)  Pengetahuan sistematis yang di peroleh lewat penerapan metode ilmiah ke dalam studi tentang masyarakat desa.(TL. Smit dan PE zopt)  Studi tentang asosiasi persekutuan antara orang-orang yang hidupnya lebih kurang tergantung pada pertanian (NL. Sims)  Kumpulan pengetahuan yang telah disistematisasi yang dihasilkan lewat penerapan metode ilmiah kedalam studi tentang masyarakat pedesaan, struktur organisasinya, proses-prosesnya, sistem sosialnya yang pokok dan perubahan-perubahannya (Rahardjo).  ilmu yang melukiskan dan mengkaji hubungan antar individu, individu dengan kelompok maupun sesama kelompok yang ada di lingkungan pedesaan (Siti Azizah)  sosiologi pedesaan merupakan suatu studi yang melukiskan hubungan manusia di dalam dan antar kelompok yang ada di lingkungan pedesaan (Priyotamtomo)

7 LINGKUNGAN PEDESAAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA LINGKUNGAN KEBUDAYAAN PEDESAAN SOSIOLOGI PEDESAAN

8 CIRI-CIRI SOSIOLOGI PEDESAAN EMPIRIS TEORITIS KOMULATIF NONETIS KEGUNAAN MEMPELAJARI SOSIOLOGI PEDESAAN 1.Pada tingkat perencanaan 2.Pada Tahap Pelaksanaan, 3.Pada tahap evaluasi

9 KEGUNAAN MEMPELAJARI SOSIOLOGI PEDESAAN 1.Pada tingkat perencanaan, berguna di dalam pengadaan atau melakukan identifikasi terhadap kebutuhan sosial, pusat perhatian sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan serta sistem dan saluran komunikasi sosial 2.Pada Tahap Pelaksanaan, berguna untuk mengadakan identifikasi terhadap kekuatan- kekuatan sosial dlm masyarakat, Serta mengamati proses perubahan. sosial yang terjadi di pedesaan 3.Pada tahap evaluasi, berguna dlm menganalisa efek sosial dari pembangunan pedesaan.

10 CIRI-CIRI SOSIOLOGI PEDESAAN EMPIRIS yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga). TEORITIS yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. KOMULATIF yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama. NONETIS yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

11 RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PEDESAAN Sosiologi pedesaan adalah ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu pasti (eksakta) karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan. Sosiologi pedesaan termasuk disiplin ilmu kategori, bukan merupakan disiplin ilmu normatif karena sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi. Sosiologi pedesaan merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat pedesaan secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.

12 RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PEDESAAN Sosiologi pedesaan bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat pedesaan. Sosiologi pedesaan merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan. Sosiologi pedesaan merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia. Sosiologi pedesaan termasuk ilmu pengetahuan terapan (applied science).

13 SOSIOLOGI PEDESAAN DEFINISI DESA :  Desi (Sansekerta)  tempat tinggal 1. Menurut UU No.22/1948: “daerah otonom tingkat terbawah” 2.UU No.75 Tahun 1979adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia 3.Menurut UU No. 32/2004: “kesatuan masyarakat hukum yang memilikiibatas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur: “kesatuan wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk didalamnya kesatuan yang mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan negara kesatuan 4.Istilahnya disesuaikan dengan kondisi sosial-budaya masyarakat setempat,Iseperti nagari, kampung, huta, bori, marga dsbnya

14 SOSIOLOGI PEDESAAN DEFINISI DESA :  Desi (Sansekerta)  tempat tinggal  adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.  adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah camat dan berhak menyeleng- garakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No.75 Tahun 1979)  merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain. (Bintarto)

15 CIRI-CIRI UMUM DESA :  Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara individu satu dengan lainnya.  Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.  Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti: iklim, keadaan, alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.  Sistem kehidupannya berkelompok  Termasuk kedalam masyarakat homogen dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat  Homogenitas Sosial  Hubungan primer  Kontrol sosial yang ketat  Gotong-royong  Ikatan sosial  Magis religius

16 MASYARAKAT PEDESAAN: Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan arti yang sempit : 1.Dalam arti luas : keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. 2.Dalam arti sempit : masyarakat dimaksud kelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan sebagainya. Suatu Masyarakat akan disebut community bilamana memiliki unsur- unsur dan syarat-syarat sebagai berikut : 1. Berisi kelompok manusia. 2. Menepati suatu wilayah. 3. mengenal pembagian kerja ke dalam spesialisasi dengan f fungsi-fungsi yang saling tergantung. 4. memiliki kebudayaan dan sistem sosial bersama yang mengatur kegiatan mereka. 5. Para warganya sadar akan kesatuan dan kewargaan mereka dalam community.

17 CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN: 1.HOMOGENITAS SOSIAL Bahwa masyarakat desa pada umumnya terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah laku maupun kebudayaan sama/homogen. 2.HUBUNGAN PRIMER Pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan dilakukan secara akrab, semua kegiatan dilakukan secara musyawarah. 3.KONTROL SOSIAL YANG KETAT Setiap anggota masyarakatnya saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota yang lainnya (hub masyarakat pedesaan sangat intim). 4.GOTONG ROYONG Nilai-nilai gotong royong pada masyarakat pedesaan tumbuh dengan subur dan membudaya.

18 CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN: 5.IKATAN SOSIAL : Setiap anggota masyarakat desa diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat. 6.MAGIS RELIGIUS : Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat desa sangat mendalam. 7.POLA KEHIDUPAN : Masyarakat desa bermata pencaharian dibidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. 8.MASYARAKAT TRADISIONAL (GEMEINSCHAFT) 9.AFEKTIFITAS : ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan dan kemesraan. 10.ORIENTASI KOLEKTIF :sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat

19 CIRI-CIRI MASYARAKAT PERKOTAAN: 1.Kehidupan keagamaan kurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. 2.Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain 3.Pembagian kerja di antara warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. 4.Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa. 5.Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan. 6.Jalan kehidupan yang cepat di kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota. 7.Perubahan sosial tampak dengan nyata dikota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh- pengaruh dari luar.

20 STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT DESA: STRUKTUR SOSIAL : adanya hubungan-hubungan yang jelas dan teratur antara orang yang satu dengan yang lainnya. yang didasari norma atau kaidah yang bersifat konkret dan mengikat berupa lembaga JENIS STRUKTUR SOSIAL (PITIRIN SOROKIN ) : - struktur sosial vertikal  Struktur sosial vertikal pelapisan/stratifikasi sosial) menggambarkan kelompok- kelompok sosial dalam susunan yang bersifat hierarkis, - struktur sosial horizontal (diferensiasi sosial) menggambarkan variasi/beragamnya dalam pengelompokan-pengelompokan sosial.

21 KELOMPOK SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL) MASYARAKAT DESA Stratifikasi berasal dari kata Status yang artinya lapisan (berlapis-lapis). Sehingga Stratifikasi Sosial berarti “lapisan masyarakat”. Pada prinsipnya setiap individu dalam pergaulan hidupnya memiliki status sosial yang pokok (key status) yang berupa : a) Pekerjaan seseorang (merupakan status yang terpenting). b) Status dalam sistem kekerabatan. c) Status religius dan status politik.

22 JENIS KELOMPOK SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL) MASYARAKAT DESA 1.Kelompok Sosial Teratur/Stratifikasi tertutup. Kemungkinan pindah seorang anggota kelompok dari golongan yang satu ke golongan yang lain kecil sekali, sebab biasanya sistem ini didasarkan atas keturunan. 2. Kelompok Sosial Tak Teratur/Stratifikasi terbuka. Anggota kelompok yang satu ada kemungkinan besar untuk berpindah ke kelompok yang lain, artinya dapat menurun ke kelompok yang lebih rendah atau sebaliknya.

23 UKURAN KELOMPOK SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL) MASYARAKAT DESA 1.Ukuran kekayaan : ukuran kekayaan (kebendaan) dapat dijadikan suatu ukuran; barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, termasuk ke dalam lapisan sosial teratas. 2.Ukuran kekuasaan : barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas. 3.Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, mendapatkan atau menduduki lapisan sosial teratas. 4.Ukuran ilmu pengetahuan : ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan.

24 INTERAKSI KELOMPOK SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL) MASYARAKAT DESA Pengertian Interaksi Sosial Kata interaksi berasal dari bahasa Inggris yaitu “interaction”, artinya suatu tindakan yang berbalasan. Dari pengertian tersebut dapat didefinisikan bahwa interaksi adalah berhubungan saling mempengaruhi. Sedangkan kata sosial berasal dari bahasa latin yaitu “socius” yang berarti teman, sahabat atau kawan. Jadi, Interaksi Sosial mengandung pengertian bahwa proses saling berhubungan dan saling mempengaruhi itu terjadi antarmanusia baik individu dengan individu, atau antar individu dengan kelompok.

25 BENTUK INTERAKSI KELOMPOK SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL) MASYARAKAT DESA 1.Interaksi Sosial Langsung (primer). Kontak secara badaniah atau fisik atau face to face dengan bertatap muka langsung, seperti saling bicara, saling senyum, saling bersalaman dll. 2.Interaksi Sosial tak langsung (sekunder). Kontak tidak langsung, kontak sekunder ini terjadi antara masing-masing pihak melalui sarana-sarana komunikasi, seperti telepon, telegram dll. FUNGSI INTERAKSI SOSIAL Sebagai media komunikasi dalam proses pemberitahuan atau penyampaian pesan atau berita dari satu pihak kepada pihak lain, dengan tujuan dapat menggugah keikutsertaan pihak lain, sehingga hal-hal yang diberitahukan itu menjadi pengertian bersama.

26 MASALAH-MASALAH MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN Masalah yang utama adalah mengenai perpindahan masyarakat desa ke kota atau yang disebut dengan URBANISASI. FAKTOR PENYEBAB URBANISASI : 1.Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan tempat daerah kediamannya (push factors). 2.Faktor-faktor yang ada di kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota-kota (pull factors).

27 FAKTOR PENYEBAB URBANISASI 1. Faktor pendorong (push factors) 2. Faktor Penarik (Pull Factors) 1.Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan tempat daerah kediamannya (push factors) antara lain : 1)Di desa-desa lapangan pekerjaan pada umumnya kurang. 2)Penduduk desa, terutama kaum muda mudi, merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat yang mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton. 3)Di desa-desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan. 4)Rekreasi/hiburan merupakan salah satu faktor penting, dirasakan kurang sekali. 5)Kecilnya faktor produksi bagi yang mempunyai keahlian selain bertani.

28 FAKTOR PENYEBAB URBANISASI : 2. Faktor-faktor yang ada di kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota (pull factors) antara lain : 1)Penduduk desa yang kebanyakan mempunyai suatu anggapan, bahwa dikota banyak pekerjaan serta banyak penghasilan (uang). 2)Di kota-kota lebih banyak kesempatan untuk mendirikan perusahaan, industri dan lain-lain. 3)Kelebihan modal di kota lebih banyak daripada di desa. 4)Pendidikan (terutama pendidikan lanjutan) lebih banyak di kota dan dengan sendirinya lebih mudah di dapat. 5)Kota merupakan suatu tempat yang lebih menguntungkan, untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya. 6)Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dari segala lapisan.

29 AKIBAT-AKIBAT URBANISASI : 1)Terbentuknya pemukiman-pemukiman kumuh dipinggiran kota. 2)Makin meningkatnya tuna karya (pengangguran). 3)Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan. 4) lingkungan hidup yang tidak sehat. USAHA-USAHA MENANGGULANGI URBANISASI : 1. Melaksanakan program pemerintah (masyarakat transmigrasi). 2. Penggarapan lahan sejuta hektar milik pemerintah (lahan pekerjaan) 3. Peningkatan pembangunan perumahan sederhana yang layak sebagai tempat tinggal. 4. pemencaran pembangunan kota dengan membangun kota- kota baru. 5. pemerataan program pendidikan.

30 Kegunaan Mempelajari Sosiologi Pertanian Mengumpulkan keterangan mengenai masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan pola hubungannya Membantu dalam mengambil gambaran detail tentang tingkah laku, sikap, perasaan, motif dan kegiatan- kegiatan petani yang umumnya hidup dalam lingkungan pedesaan.


Download ppt "PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI SOSIOLOGI PEDESAAN ( 2 – 1) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI KELAS : C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER SEMESTER GASAL 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google