Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar1 Periode olèng Secara umum dapat dimengerti bahwa kapal tidak akan mengoleng bila.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar1 Periode olèng Secara umum dapat dimengerti bahwa kapal tidak akan mengoleng bila."— Transcript presentasi:

1 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar1 Periode olèng Secara umum dapat dimengerti bahwa kapal tidak akan mengoleng bila berada di air tenang. Namun pada wktu kapal mendapat gaya dari luar maka mulailah kapal mengoleng. Secara umum dapat dimengerti bahwa kapal tidak akan mengoleng bila berada di air tenang. Namun pada wktu kapal mendapat gaya dari luar maka mulailah kapal mengoleng. Bahasan berikut diasumsikan kapal memiliki GM positif dan olengannya adalah harmonis Bahasan berikut diasumsikan kapal memiliki GM positif dan olengannya adalah harmonis M K N B B’ P GZ

2 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar2 Unresisted rolling in still water Jari-jari ‘r’ berputar secara tetap (konstant) dari ‘Y’ ke ‘X’ dengan titik pusat di ‘O’ dengankecepatan putar ‘w’ rad/det. Jari-jari ‘r’ berputar secara tetap (konstant) dari ‘Y’ ke ‘X’ dengan titik pusat di ‘O’ dengankecepatan putar ‘w’ rad/det. Titik P bergerak dari Y – O – X – O – Y………dst Titik P bergerak dari Y – O – X – O – Y………dst Gerakan titik P disebut “Simple harmonic” (harmonis sederhana) Gerakan titik P disebut “Simple harmonic” (harmonis sederhana) r wt Y X OP A

3 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar3 Analisis-2 Misalnya vektor ‘r’ ber- putar dari Y ke A dalam waktu “t” detik, maka sudut AOY = “wt” Misalnya vektor ‘r’ ber- putar dari Y ke A dalam waktu “t” detik, maka sudut AOY = “wt” Bila vektor “r” berputar penuh satu lingkaran (2π radial) = “T” detik, maka: Bila vektor “r” berputar penuh satu lingkaran (2π radial) = “T” detik, maka: 2π = wT atau T = 2π/w 2π = wT atau T = 2π/w Misalnya panjang OP = x, maka x = r.Cos.wt  dx/dt = -rw Sin.wt, sehingga: Misalnya panjang OP = x, maka x = r.Cos.wt  dx/dt = -rw Sin.wt, sehingga: d 2 x/dt 2 = -rw 2 Cos.wt d 2 x/dt 2 = -rw 2 Cos.wt r wt Y X OP A

4 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar4 rumus r Cos.wt = x, jadi: r Cos.wt = x, jadi: d 2 x/dt 2 = -w 2 x atau d 2 x/dt 2 + w 2 = 0 d 2 x/dt 2 = -w 2 x atau d 2 x/dt 2 + w 2 = 0 Dengan perhitungan differensial bahwa T = 2π/w dan “w” = √coeff.x maka T = 2π/√coeff.x Dengan perhitungan differensial bahwa T = 2π/w dan “w” = √coeff.x maka T = 2π/√coeff.x Mengingat: W x GZ = W x GM Sin θ dan dengan perhitungan differensial dicapai rumus: Mengingat: W x GZ = W x GM Sin θ dan dengan perhitungan differensial dicapai rumus: T = 2πK/√g.GM K = radius of gyration g = gravitasi bumi (9,81 g/cm 2 ) r wt Y X OP A

5 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar5 Contoh-1 Berapakah periode oleng kapal di air tenang bila diketahui K = 6 m, dan GM = 0,5 m? Berapakah periode oleng kapal di air tenang bila diketahui K = 6 m, dan GM = 0,5 m? Penyelesaian: Penyelesaian: T = 2πK/√g.GM T = (3,14 x 6)/√(9,81x0,5) = 17,02 detik GZ

6 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar6 Contoh-2 Sebuah kapal dengan displ.= ton, GM =0,5 m dan T = 20 detik. Beban 50 ton di bongkar dari posisi 14 meter di atas titik G. Misal r 2 = 10 dan g = 9,81 m/det 2, tentukan besarnya T Sebuah kapal dengan displ.= ton, GM =0,5 m dan T = 20 detik. Beban 50 ton di bongkar dari posisi 14 meter di atas titik G. Misal r 2 = 10 dan g = 9,81 m/det 2, tentukan besarnya T Penyelesaian: Penyelesaian: T = 2πK/√g.GM  20 = 2πK/√9,81 x 0,5  400 = 4π 2 K 2 /9,81x0,5 atau K 2 = (400 x 9,81 x 0,5)/40 = 49,05  K = 7 meter GG 1 = w x d / W = 50 x 14 / ( – 50)  GG 1 = 0,07 m GM baru = GM lama – GG 1 = 0,5 + 0,07 = 0,57 m Sebelum dibongkar: I = M.K 2 = x 49,05 = m 4 Membongkar 50 ton: i = 50 x 142 = m 4 Sesudah dibongkar: I = – = m 4 Koreksi teori “paralell axes”  I = – (WxGG 1 2 ) = m 4 K baru = √( /9.950) = 6,95m  Jadi  Periode oleng = T = 2π.6,95/√(9.81x0,57) = 18,46 detik

7 Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar7 GZ M K N B B’ P KN = KP + PN KN = KP + PN PN = GZ PN = GZ Sin Q = KP/KG Sin Q = KP/KG KP = KG Sin Q KP = KG Sin Q KN = GZ + KG Sin Q atau KN = GZ + KG Sin Q atau GZ = KN – KG Sin Q GZ = KN – KG Sin Q GZ


Download ppt "Created by: Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM Dedicated to: PIP Makassar1 Periode olèng Secara umum dapat dimengerti bahwa kapal tidak akan mengoleng bila."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google