Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dosen : Lies Rosaria., ST., MSi. i.Pendapatan sektor perusahan dibedakan atas dua jenis:  Pembayaran kepada sektor rumah tangga sbg pendapatan kpd.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dosen : Lies Rosaria., ST., MSi. i.Pendapatan sektor perusahan dibedakan atas dua jenis:  Pembayaran kepada sektor rumah tangga sbg pendapatan kpd."— Transcript presentasi:

1 Dosen : Lies Rosaria., ST., MSi

2

3 i.Pendapatan sektor perusahan dibedakan atas dua jenis:  Pembayaran kepada sektor rumah tangga sbg pendapatan kpd faktor-faktor produksi.  Pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah. ii.Pendapatan yang diterima rumah tangga berasal dari dua sumber:  Dari gaji, upah, sewa, bunga dan untung oleh perusahaan  Dari gaji dan upah oleh pemerintah iii.Pemerintah menerima pendapatan berupa pajak dari perusahaan dan rumah tangga. Pendapatan tersebut akan digunakan untuk membayar gaji dan upah pegawai-pegawai serta membeli barang-barang dan jasa. iv.Pendapatan yang diterima rumah tangga (Y) digunakan untuk: Konsumsi (C), tabungan (S) dan membayar pajak pendapatan (T) sehingga: Y = C + S + T v.Tabungan rumah tangga yang disimpan di lembaga keuangan dipinjamkan kepada pengusaha/investor untuk investasi (menanam modal). vi.Pengeluaran agregat (AE) menjadi bertambah jenisnya menjadi: AE = C + I + G

4 i.Keseimbangan perekonomian 3 sektor: Penawaran agregat = Pengeluaran agregat (Y = AE), atau: Y = C + I + G ii.Pendapatan rumah tangga akan digunakan untuk 3 tujuan, sehingga berlaku kesamaan berikut: Y = C + S + T iii.Maka berlaku keseimbangan dalam pendapatan nasional, sebagai berikut: C + I + G = C + S + T I + G = S + T iv.Dalam perekonomian tiga sektor, I dan G merupakan suntikan ke dalam aliran sirkulasi dan S dan T merupakan bocoran. Sehingga keseimbangan ekonomi tiga sektor juga berlaku keadaan: Suntikan = Bocoran

5 » PAJAK LANGSUNG Pajak yang dipungut/dikenakan terhadap seseorang wajib pajak. Contoh: Pajak pendapatan, » PAJAK TAK LANGSUNG Pajak yang bebannya dapat dipindah-pindahkan pada pihak lain. Contoh: pajak impor dan pajak penjualan. BENTUK-BENTUK PAJAK PENDAPATAN 1.Pajak Regresif : pajak yang nilainya tidak bergantung pada besar kecilnya pendapatan. 2.Pajak proporsional : persentasi pungutan pajak tetap terhadap nilai pendapatan. 3.Pajak progresif : persentasi pungutan pajak bertambah tinggi seiring menigkatnya pendapatan seseorang. Tujuan: mendapatkan hasil pajak yang lebih banyak dan lebih meratakan pendapatan.

6 Dalam perekonomian, hubungan pendapatan disposibel dan pendapatan nasional adalah sbb: Y d = Y – T Sehingga secara umum dapat dirumuskan: » Pajak yang dipungut akan mengurangi pendapatan disposibel sebesar pungutan pajak tersebut. » Penurunan pendapatan disposibel menyebabkan pengeluaran konsumsi dan tabungan rumah tangga akan berkurang di berbagai tingkat pendapatan.

7 KEADAAN SEBELUM PAJAK (T = 0) 00090-90 2400 270-30 4800 45030 7200 63090 9600 810150 12000 990210 14400 1170270 KEADAAN SESUDAH PAJAK (T = 40) 040-4060-100 24040200240-40 4804044042020 7204068060080 96040920780140 1200401160960200 14404014001140260

8 Keadaan sebelum pajak (T = 0): Y = Y d – T Y = Y d Maka: C = 90 + 0,75Y atau C = 90 + 0,75Y d S = Y d – C S = Y d – (90 + 0,75Y d ) = -90 + 0,25Y d atau S = -90 + 0,25Y Keadaan sesudah pajak (T = 40 triliun): Y d = Y – T C = 90 + 0,75Y d C = 90 + 0,75 (Y – T) = 90 + 0,75 (Y – 40) C = 60 + 0,75Y S = Y d – C S = (Y – 40) – (60 + 0,75Y) = -100 + 0,25Y

9

10 KEADAAN SEBELUM PAJAK (T = 0) 00090-90 2400 270-30 4800 45030 7200 63090 9600 810150 12000 990210 14400 1170270 KEADAAN SESUDAH PAJAK (T = 20% DARI Y) 00090-90 24048192234-42 480963843786 72014457652254 960192768666102 1200240960810150 14402881152954198

11 Keadaan sebelum pajak (T = 0): Y = Y d – T Y = Y d Maka: C = 90 + 0,75Y atau C = 90 + 0,75Y d S = Y d – C S = Y d – (90 + 0,75Y d ) = -90 + 0,25Y d atau S = -90 + 0,25Y Keadaan sesudah pajak (T = 20% dari Y): Y d = Y – T Y d = Y – (0,2Y) = 0,8Y C = 90 + 0,75 (0,8Y) = 90 + 0,6Y S = Y d – C S = (0,8Y) – (90 + 0,6Y) = -90 + 0,2Y

12

13 Kecondongan Mengkonsumsi (MPC) merupakan rasio pertambahan konsumsi dengan pertambahan pendapatan disposibel, atau: Dan kecondongan mengkonsumsi marjinal pendapatan nasional (MPCy) merupakan rasio pertambahan konsumsi dengan pertambahan pendapatan nasional, atau: Dalam perekonomian tiga sektor (T = tY) (MPC = b)maka:  Y d =  Y - t  Y = (1 – t)  Y

14

15

16 Penentu pengeluaran pemerintah: 1.Proyeksi jumlah pajaK yang diterima 2.Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai 3.Pertimbangan politik dan keamanan Tambahan pengeluaran Pengurangan pengeluaran G G1G1 G2G2 FUNGSI PENGELUARAN PEMERINTAH Pengeluaran pemerintah Pendapatan Nasional

17 YTCSIGAE = C + I + G 04060-10012060240 40240-4012060420 480404202012060600 720406008012060780 9604078014012060960 120040960200120601140 1440401140260120601320 SEIMBANG EKSPANSI KONTRAKSI

18

19 PENDEKATAN PENAWARAN AGREGAT – PERMINTAAN AGREGAT Keseimbangan dicapai ketika: Y = C + I + G C = 60 + 0,75Y S = -100 + 0,25Y I = 120 G = 60 Maka, Y = (60 + 0,75Y) + 120 + 60 0,25Y = 240 Y = 960 PENDEKATAN SUNTIKAN– BOCORAN Suntikan (Injection) = Bocoran (Withdrawal) I + G = S + T 120 + 60 = (-100 + 0,25Y) + 40 0,25 Y = 240 Y = 960

20 YTCSIGAE = C + I + G 0090-90150240480 24048234-42150240624 480963786150240768 72014452254150240912 9601926661021502401056 1200240810150 2401200 14402889541981502401344 SEIMBANG EKSPANSI KONTRAKSI

21

22 PENDEKATAN PENAWARAN AGREGAT – PERMINTAAN AGREGAT Keseimbangan dicapai ketika: Y = C + I + G C = 90 + 0,75Y S = -90 + 0,20Y I = 150 G = 240 Maka, Y = (90 + 0,75Y) + 150 + 240 0,40Y = 480 Y = 1200 PENDEKATAN SUNTIKAN– BOCORAN Suntikan (Injection) = Bocoran (Withdrawal) I + G = S + T 150 + 240 = (-90 + 0,20Y) + 0,20Y 0,40Y = 480 Y = 960

23

24 TAHAP PROSES MULTIPLIER PERTAMBAHAN PENDAPATAN NASIONAL (  Y) PERTAMBAHAN PAJAK (  T) PERTAMBAHAN PERDAPATAN DISPOSIBEL (  y d ) PERTAMBAHAN KONSUMSI (  C) PERTAMBAHAN TABU NGAN (  S) Bagian I: Sistem Pajak Tetap (1)(2) = 0(3) = (1)-(2)(4) = 0,75 x (1)(5) = 0,25 x (1) I  Y 1 = 20  T 1 = 0  Y d1 = 20  C 1 = 15  S 1 = 5 II  Y 2 = 15  T 2 = 0  Y d2 = 15  C 2 = 11,25  S 2 = 3,75 III  Y 3 = 11,25  T 3 = 0  Y d3 = 11,25  C 3 = 8,4375  S 3 = 2,8125 IV  Y 4 = 8,4375  T 4 = 0  Y d4 = 8,4375  C 4 = 6,328125  S 4 = 2,1094 V  Y 5 = 6,32813  T 5 = 0  Y d5 = 6,32813  C 5 = 4,746094  S 5 = 1,582 dst...... JUMLAH TOTAL :  Y = 80  T = 0  Y d = 80  C = 60  S = 20 Bagian II: Sistem Pajak Proporsional (1)(2) = 0,2 x (1)(3) = (1)-(2)(4) = 0,75 x (1)(5) = 0,25 x (1) I  Y 1 = 20  T 1 = 4  Y d1 =  C 1 = 15  S 1 = 5 II  Y 2 = 15  T 2 = 3  Y d2 =  C 2 = 11,25  S 2 = 3,75 III  Y 3 = 11,25  T 3 = 2,25  Y d3 =  C 3 = 8,4375  S 3 = 2,8125 IV  Y 4 = 8,4375  T 4 = 1,6875  Y d4 =  C 4 = 6,328125  S 4 = 2,1094 V  Y 5 = 6,32813  T 5 = 1,2656  Y d5 =  C 5 = 4,746094  S 5 = 1,582 dst...... JUMLAH TOTAL :  Y = 50  T = 10  Y d = 40  C = 37,5  S = 7,5


Download ppt "Dosen : Lies Rosaria., ST., MSi. i.Pendapatan sektor perusahan dibedakan atas dua jenis:  Pembayaran kepada sektor rumah tangga sbg pendapatan kpd."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google