Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

O Standar : aturan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif o Standarisasi Mutu : penentuan mutu barang dengan menggunakan berbagai kriteria, misalnya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "O Standar : aturan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif o Standarisasi Mutu : penentuan mutu barang dengan menggunakan berbagai kriteria, misalnya."— Transcript presentasi:

1 o Standar : aturan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif o Standarisasi Mutu : penentuan mutu barang dengan menggunakan berbagai kriteria, misalnya volume, berat dan warna o ISO : suatu spesifikasi teknis tentang mutu suatu komoditas atau dokumen lain yang dapat digunakan untuk umum yang dibuat secara konsensus dari pihak-pihak yang berkepentingan berdasarkan hasil konsultasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengalaman, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat scara optimal

2 Spesifikasi Teknis dan Dokumentasi Kerjasama dan Konsensus Konsultasi Ilmu dan Teknologi Pengalaman

3 Spesifikasi Teknis dan Dokumentasi Kerjasama dan Konsensus Konsultasi Ilmu dan Teknologi Pengalaman

4 Spesifikasi Teknis dan Dokumentasi  Standarisasi mutu mencakup; persyaratan mutu yang terdiri dari kriteria dan spesifikasi teknis yang didokumentasikan oleh negara  Tersedia bagi umum; siapa saja yang memerlukan berhak memperolehnya dan mendapat informasi tentang standarisasi mutu  Tidak dirahasiakan  Diurus oleh instansi pemerintah

5  Standarisasi mutu; merupakan hasil kesepakatan atau konsensus bersama sehingga menjangkau aspirasi semua pihak yang berkepentingan dan sekaligus bersifat mengikat  Diharapkan tidak ada satu pihak yang dirugikan dan merugikan pihak lain  Kecuali bersifat perseorangan yang dirugikan tapi demi kepentingan umum atau kalangan lebih luas

6 Konsultasi Ilmu dan Teknologi  Standarisasi mutu; disusun berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dan memanfaatkan kemajuan teknologi  Ketentuan-ketentuan teknis yang berdasarkan dari hanya anggapan atau keinginan yang bersifat pribadi harus ditinggalkan

7 Pengalaman  Standarisasi mutu mempertimbangkan; pengalaman nasional dan kondisi masyarakat  Didasari latar belakang pengetahuan lapangan yang luas  Standar mutu komoditas dari Negara lain belum tentu sesuai diterapkan di Indonesia (tanpa cukup mengetahui latar belakang tentang komoditas tersebut di Indonesia; tentang sistem produksi dan sistem pemasaran, dan aspirasi berbagai pihak: produsen, industri, dan konsumen)

8 Menciptakan kepastian mutu dengan adanya kesatuan bahasa atau pengertian mutu yang sama Mencapai keseragaman mutu produk untuk tiap kelas mutu Memperlancar transaksi dalam pemasaran Memberikan pedoman mutu bagi produsen dan industri Membantu pembinaan peningkatan mutu Melindungi konsumen TUJUANTUJUAN

9 Terciptanya produk yang seragam mutunya sesuai dengan standar mutu masing-masing yang telah ditetapkan Menunjang sistem perdagangan, pengembangan ekonomi nasional dan industrialisasi KEGUNAANKEGUNAAN

10 JENIS-JENIS STANDARISASI MUTU JENIS-JENIS STANDARISASI MUTU TIGA STANDAR BAKU MUTU/ STANDAR QUALITY TIGA STANDAR BAKU MUTU/ STANDAR QUALITY TINGKATAN STANDARISASI MUTU TINGKATAN STANDARISASI MUTU

11 JENIS-JENIS STANDARISASI MUTU JENIS-JENIS STANDARISASI MUTU TIGA STANDAR BAKU MUTU/ STANDAR QUALITY TIGA STANDAR BAKU MUTU/ STANDAR QUALITY TINGKATAN STANDARISASI MUTU TINGKATAN STANDARISASI MUTU

12 1. Mutu baku pemerintah ; - mutu baku yang dikembangkan oleh pemerintah pusat (Depatemen) atau tingkat daerah(Propinsi) - mutu baku bersifat sukarela (voluntary), ditujukan untuk pembinaan atau penyuluhan, untuk perusahaan kadang-kadang dimodifikasi menjadi kelas mutu perdagangan - mutu baku bersifat wajib (obligatory, mandatory), ditujukan untuk melindungi konsumen dari pemalsuan (pemberian nama mutu yang tidak benar, produk yang tidak sehat, contoh SNI)

13 2. Mutu baku perdagangan/kelas mutu baku perusahaan ; - mutu baku yang dikeluarkan perusahaan disebut mutu baku perdagangan atau perusahaan - kelas mutu yang dikeluarkan; prima, ekstra, lux, dll (yang umum, A, B, C, atau kelas I, II, III) - tiap kelas mutu ditetapkan pembakuan krieria dan spesifikasinya

14 3. Mutu baku laboratorium - disebut juga mutu pembanding, yang dikeluarkan laboratorium perusahaan (bagian penelitian dan pengembangan) - dalam produksi harian tiap peningkatan produksi selalu dibandingkan dengan mutu pembanding, diharapkan mutu yang dihasilkan relatif seragam dan tetap dari waktu ke waktu, dari proses ke proses - kriteria dan spesifikasi yang dipakai dalam mutu baku laboratorium kemungkinan sama dengan mutu baku perdagangan, biasanya dimodifikasi lebih lanjut menjadi analisa lab. yang lebih peka dan akurat

15 TINGKATAN STANDARISASI MUTU  Tingkat Lokal; misal standar mutu yang ditetapkan oleh perusahaan atau daerah dan wilayah setempat  Nasional atau Negara; contoh SNI (untuk produk yang dihasilkan Indonesia, termasuk komoditas luar yang dipasarkan di indonesia)  Regional ; standar mutu yang dihasilkan berdasarkan konsensus diantara negara- negara anggota ASEAN, MEE, dll  Internasional / Global; contoh ISO

16 STANDAR MUTU BERWAWASAN KONSENSUS Kriteria Konsensus;  Dapat dipenuhi produsen  Dapat memenuhi konsumen ditinjau dari jenis, mutu dan harga barang atau produk  Dapat diproduksi dengan biaya rendah sesuai standar mutu barang  Dapat dijual dengan harga terjangkau Kriteria Konsensus;  Dapat dipenuhi produsen  Dapat memenuhi konsumen ditinjau dari jenis, mutu dan harga barang atau produk  Dapat diproduksi dengan biaya rendah sesuai standar mutu barang  Dapat dijual dengan harga terjangkau

17 PERUMUSAN SNI/ISO 9000 Format Standar Mutu NAMA STANDAR MUTU KOMODITAS & NOMOR STANDAR RUANG LINGKUP DEFINISI CARA PENARIKAN CONTOH SYARAT MUTU CARA ANALISA

18 PERUMUSAN SNI/ISO 9000 Format Standar Mutu NAMA STANDAR MUTU KOMODITAS & NOMOR STANDAR RUANG LINGKUP DEFINISI CARA PENARIKAN CONTOH SYARAT MUTU CARA ANALISA

19  Nama standar mutu selalu diikuti nomor standar  Merupakan identitas standar mutu tiap komoditas produk pangan dan menjadi nama dan nomor katalog standar mutu  Nama standar memuat; nama jelas produk pangan  Nomor standar; dikaitkan dengan nomor urut produksi standar dan tahun perusahaannya  Nama standar mutu selalu diikuti nomor standar  Merupakan identitas standar mutu tiap komoditas produk pangan dan menjadi nama dan nomor katalog standar mutu  Nama standar memuat; nama jelas produk pangan  Nomor standar; dikaitkan dengan nomor urut produksi standar dan tahun perusahaannya

20  Memuat hal-hal pembakuan yang dicakup dalam standar mutu  Hal pembakuan meliputi hal-hal pokok; pembakuan syarat mutu, cara pengujian, cara penarikan contoh, dan lain-lain yang dicakup dalam standar mutu  Memuat hal-hal pembakuan yang dicakup dalam standar mutu  Hal pembakuan meliputi hal-hal pokok; pembakuan syarat mutu, cara pengujian, cara penarikan contoh, dan lain-lain yang dicakup dalam standar mutu

21  Produk pangan yang dicakup dalam standarisasi mutu, perlu diberi batasan atau definisi  Batasan komoditas yang dicakup menggunakan; kalimat singkat, jelas, dan mudah diidentifikasi  Produk di luar definisi, mungkin dicakup oleh standar mutu produk lain, atau belum mempunyai standar mutu  Produk pangan yang dicakup dalam standarisasi mutu, perlu diberi batasan atau definisi  Batasan komoditas yang dicakup menggunakan; kalimat singkat, jelas, dan mudah diidentifikasi  Produk di luar definisi, mungkin dicakup oleh standar mutu produk lain, atau belum mempunyai standar mutu

22  Dibakukan sehingga diperoleh keseragaman metode penarikan contoh secara nasional  Dapat dihindarkan perbedaan hasil analisa antar laboratorium penguji, disebabkan perbedaan cara pengambilan contoh  Dibakukan sehingga diperoleh keseragaman metode penarikan contoh secara nasional  Dapat dihindarkan perbedaan hasil analisa antar laboratorium penguji, disebabkan perbedaan cara pengambilan contoh

23  Memuat kriteria dan spesifikasi mutu yang diwajibkan untuk standar mutu komoditas yang bersangkuan  Disajikan secara; sistematis, jelas, sederhana (mudh dibaca dan dikenal)  Pengelompokan sifat-sifat mutu yang menjadi kriteria; fisik, kimia, organoleptik, kadang-kadang mutu mikrobiologik (untuk komoditas mudah rusak/highly perishable)  Memuat kriteria dan spesifikasi mutu yang diwajibkan untuk standar mutu komoditas yang bersangkuan  Disajikan secara; sistematis, jelas, sederhana (mudh dibaca dan dikenal)  Pengelompokan sifat-sifat mutu yang menjadi kriteria; fisik, kimia, organoleptik, kadang-kadang mutu mikrobiologik (untuk komoditas mudah rusak/highly perishable)

24  Memuat kriteria dan spesifikasi mutu yang diwajibkan untuk standar mutu komoditas yang bersangkuan  Disajikan secara; sistematis, jelas, sederhana (mudh dibaca dan dikenal)  Pengelompokan sifat-sifat mutu yang menjadi kriteria; fisik, kimia, organoleptik, kadang-kadang mutu mikrobiologik (untuk komoditas mudah rusak/highly perishable)  Memuat kriteria dan spesifikasi mutu yang diwajibkan untuk standar mutu komoditas yang bersangkuan  Disajikan secara; sistematis, jelas, sederhana (mudh dibaca dan dikenal)  Pengelompokan sifat-sifat mutu yang menjadi kriteria; fisik, kimia, organoleptik, kadang-kadang mutu mikrobiologik (untuk komoditas mudah rusak/highly perishable)

25 PROSEDUR PENYUSUNAN STANDAR MUTU PEMILIHAN KOMODITAS PENGUMPULAN DATA TEKNIS PENYUSUNAN KONSEP STANDAR PEMANTAPAN KONSEP FORUM KONSENSUS PENYUSUNAN NSKAH PERBAIKAN NAKAH PENETAPAN UJI LAPANGAN PENERAPAN STANDAR MUTU

26 PEMILIHAN KOMODITAS Untuk menentukan komoditas yang akan distandarisasi Mau dimasukkan dalam kelompok mana Berhubugnan dengan resiko dan keamanan bagi konsumen Dikaitkan dengan produksi yang meningkat, pemasaran semakin luas, dan atau untuk keperluan ekspor impor

27 PENGUMPULAN DATA Dalam penyusunan standar mutu diperlukan informasi yang lengkap mengenai komoiti tersebut Karakteristik komoditas; performans, bentuk, desain yang dihasilkan, dll. Contoh: dalam pembuatan kue digunakan Natrium Bikarbonat (Na 2HCO3 ) kerjanya memperangkap CO2 sehingga kue mengembang

28 KONSEP STANDAR MUTU Merupakan kumpulan dari kriteria mutu yang dapat digunakan untuk mengelompokkan suatu produk ke dalam beberapa tingkatan mutu Misal: konsep komposisi kimia, komposisi bahan, ingridient termasuk prosentasenya

29 PEMANTAPAN KONSEP Melalui konsultasi beberapa ahli dari berbagai bidang Konsep yang telah disusun ditinjau kembali untuk disempurnakan, dilakukan perbaikan-perbaikan Sering disebut proses pra konsensus, dilakukan oleh dinas instansi terkait atau wilayah setempat

30 KONSENSUS KONSEP Yang sudah mantap dipaparkan dalam suatu pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait yang berkepentingan untuk mencapai kesepakatan bersama Di tingkat nasional tujuannya; - untuk mendapatkan masukan dari pemerintah, konsumen - agar semua pihak tidak merasa dirugikan produsen maupn konsumen (konsumen mendapat sesuai keinginan dan produsen tidak menjual harga yang mahal)

31 PENYUSUNAN NASKAH Naskah disusun

32 PERBAIKAN NASKAH Perbaikan naskah meliputi: perbaikan format, tatabahasa, konsistensi naskah, dan lain-lain

33 PENETAPAN Penetapan standarisasi, biasanya dengan Surat Keputusan atau Sertifikat dari Menteri atau Kementerian

34 UJI LAPANGAN Suatu tindakan pengecekan dapat diterapkan di masyarakat atau tidak

35 PENERAPAN Pemberlakuan ketetapan Contoh : SNI dilakukan secara nasional Pemberlakuan ketetapan Contoh : SNI dilakukan secara nasional

36

37 STANDAR PEDOMAN REKOMENDASI INTERNASIONAL Kemanan Makanan (Codex Alimentarius Commission) -Aditif makanan - Obat hewan - Sisa pestisida - Kontaminan - Praktik Higienis - Metode analisis Kemanan Makanan (Codex Alimentarius Commission) -Aditif makanan - Obat hewan - Sisa pestisida - Kontaminan - Praktik Higienis - Metode analisis Kesehatan Hewan dan Zoonosis (International Office of Epizootics)/ IOE Kesehatan Hewan dan Zoonosis (International Office of Epizootics)/ IOE Kesehatan Tanaman (International Plant Protection Convention)/ IPPC Sekretariat Konvensi Perlindungan Tanaman Kesehatan Tanaman (International Plant Protection Convention)/ IPPC Sekretariat Konvensi Perlindungan Tanaman Srandar Organisasi Internasioanl lainnya

38  Codex Alimentarius; berasal dari bahasa latin berarti food code atau food standard, berarti : kumpulan standar pangan (Codex)  Standar Codex meliputi ; standar pangan (makanan pokok), makanan yang diproses, dan pangan mentah  Codex Alimentarius Commision (CAC), telah merekomendasikan penggunaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan: Hazard Analysis Critical Control Points/ HACCP (Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis) PENGERTIAN


Download ppt "O Standar : aturan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif o Standarisasi Mutu : penentuan mutu barang dengan menggunakan berbagai kriteria, misalnya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google