Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Dosen : Rudy Wawolumaja Disiapkan : Ferly David, M.Si. Disiapkan : Ferly David, M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Dosen : Rudy Wawolumaja Disiapkan : Ferly David, M.Si. Disiapkan : Ferly David, M.Si."— Transcript presentasi:

1 Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Dosen : Rudy Wawolumaja Disiapkan : Ferly David, M.Si. Disiapkan : Ferly David, M.Si.

2 Siapa Manusia? Apakah Seperti Ini ???

3 Apa ciri khas manusia?

4 Mahluk berakalMahluk berakal

5 Mahluk berbudiMahluk berbudi

6 Mahluk berperasaanMahluk berperasaan

7 Mahluk apa lagi?

8 Mahluk yang bertanyaMahluk yang bertanya

9 pertanyaan mendasar pada manusia

10 Pertanyaan pertama: Apa?

11 Memberi Nama Pertanyaan: apa, dijawab dengan: Ini namanya Ayah Ini namanya Kakak Itu namanya motor Itu namanya banjir

12 Pertanyaan kedua: Mengapa?

13 Memberi Penjelasan Pertanyaan: mengapa, dijawab dengan: Penjelasan Agama atau Penjelasan IP

14 Pertanyaan ketiga: Bagaimana?

15 Membuat Keputusan Pertanyaan: bagaimana, dijawab dengan: Dalam mengambil keputusan, manusia memerlukan pedoman, yaitu norma.

16 Norma berasal dari kata Latin “Norma” yang artinya alat tukang kayu untuk mengukur sudut. (Dalam bahasa Indonesia: Siku-siku)Norma berasal dari kata Latin “Norma” yang artinya alat tukang kayu untuk mengukur sudut. (Dalam bahasa Indonesia: Siku-siku)

17 Norma adalah “ukuran tindakan” Tindakan baik Tindakan buruk

18 Apakah tindakan itu benar atau salah?

19 Apakah tindakan itu mulia atau hina?

20 Norma: Khusus: Berlaku dalam Situasi tertentu Umum: Berlaku dalam Segala situasi

21 Contoh Norma Khusus: Tata Tertib Sekolah

22 Contoh Norma Khusus: Aturan Permainan Bola

23 1. ETIKET Aturan Tindakan untuk Sopan Santun 2. HUKUM Aturan Tindakan untuk Ketertiban Umum 3. MORAL Aturan Tindakan untuk Kebaikan Manusia Norma umum

24 Contoh Etiket: Sopan Santun saat menyapa:

25 Contoh Etiket: Sopan Santun saat makan:

26 Contoh Hukum: Hukum Perdata

27 Contoh Hukum: Hukum Dagang

28 Contoh Moral: Ajaran agama: menghargai sesama

29 Contoh Moral: Ajaran agama untuk berbagi

30 Perbedaan Norma Khusus Vs Norma Umum Pak Imam adalah seorang dosen yang buruk, karena dalam mengajar selalu dengan cara membaca teks sehingga membuat mahasiswanya mengantuk.Pak Imam adalah seorang dosen yang buruk, karena dalam mengajar selalu dengan cara membaca teks sehingga membuat mahasiswanya mengantuk. Tetapi ia orang yang sopan karena memakai baju yang rapih dan selalu menyapa orang dengan ramah. Selain itu ia jujur dan dapat dipercaya. Ia selalu bersikap adil.Tetapi ia orang yang sopan karena memakai baju yang rapih dan selalu menyapa orang dengan ramah. Selain itu ia jujur dan dapat dipercaya. Ia selalu bersikap adil. Secara khusus, sebagai dosen, pak Imam itu buruk. Tetapi secara umum ia orang yang sopan dan baik hati.Secara khusus, sebagai dosen, pak Imam itu buruk. Tetapi secara umum ia orang yang sopan dan baik hati.

31 Hubungan: Etiket dan Hukum Etiket dan hukum sama sekali tidak mempunyai hubungan.Etiket dan hukum sama sekali tidak mempunyai hubungan. Kalaupun ada, bisa disebut etiket sebagai hukum non- formal yang sangat longgar.Kalaupun ada, bisa disebut etiket sebagai hukum non- formal yang sangat longgar.

32 Perbedaan: Etiket Vs Hukum Berdasarkan kesepakatan yang longgar, mis: tata cara makanBerdasarkan kesepakatan yang longgar, mis: tata cara makan Diundangkan secara formal dan tegas, misalnya hukum Negara RIDiundangkan secara formal dan tegas, misalnya hukum Negara RI

33 Etiket Vs Hukum Tidak memiliki sangsi, paling-paling dianggap tidak sopanTidak memiliki sangsi, paling-paling dianggap tidak sopan Tuntutan sangsinya jelas: Melanggar hukum bisa dipenjara.Tuntutan sangsinya jelas: Melanggar hukum bisa dipenjara.

34 Hubungan Etiket dan Moral Sama-sama menyangkut prilaku dari manusia. Hewan tidak memerlukan etiket, apalagi moral.Sama-sama menyangkut prilaku dari manusia. Hewan tidak memerlukan etiket, apalagi moral. Sama-sama mengatur tindakan manusia secara normatif, dengan ukurannya sendiri-sendiri.Sama-sama mengatur tindakan manusia secara normatif, dengan ukurannya sendiri-sendiri.

35 Perbedaan: Etiket Vs Moral Hanya menilai cara bertindak, misalnya memberi harus dengan tangan kanan.Hanya menilai cara bertindak, misalnya memberi harus dengan tangan kanan. Menilai substansi tindakan, memberi itu adalah kebaikan.Menilai substansi tindakan, memberi itu adalah kebaikan.

36 Etiket Vs Moral Hanya berlaku dalam pergaulan (ketika ada orang lain). Misalnya soal duduk, tidak sopan sambil angkat kaki.Hanya berlaku dalam pergaulan (ketika ada orang lain). Misalnya soal duduk, tidak sopan sambil angkat kaki. Berlaku sepanjang hidup (ada atau tidak ada orang lain), misalnya soal kejujuranBerlaku sepanjang hidup (ada atau tidak ada orang lain), misalnya soal kejujuran

37 Etiket Vs Moral Sangat relatif, tergantung budaya, misalnya bersendawa saat makan.Sangat relatif, tergantung budaya, misalnya bersendawa saat makan. Lebih bersifat universal, misalnya soal menolong, semua bilang baik.Lebih bersifat universal, misalnya soal menolong, semua bilang baik.

38 Etiket Vs Moral Menilai segi lahiriah dari manusia. Yang terlihat diluar, bukan yang ada dalam hati.Menilai segi lahiriah dari manusia. Yang terlihat diluar, bukan yang ada dalam hati. Menyangkut manusia dari dalamnya. Yang penting itu motivasi hati.Menyangkut manusia dari dalamnya. Yang penting itu motivasi hati.

39 Hubungan Hukum dan Moral Hukum dan moral tidak selalu sama. Apa yang dinilai hukum itu benar, belum tentu secara moral benar. Contoh: hukum politik apartheid.Hukum dan moral tidak selalu sama. Apa yang dinilai hukum itu benar, belum tentu secara moral benar. Contoh: hukum politik apartheid. Hukum membutuhkan moral. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Tanpa dukungan moral, hukum bisa menjadi legalisasi penindasan. Contoh: hukum yang bias jender (UU perkawinan).Hukum membutuhkan moral. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Tanpa dukungan moral, hukum bisa menjadi legalisasi penindasan. Contoh: hukum yang bias jender (UU perkawinan). Sebaliknya moral membutuhkan hukum. Moral hanya akan ada di awang-awang jika tidak dibuat hukumnya. Tanpa dukungan hukum, moral tidak berfungsi. Contoh: Masalah Perlindungan Konsumen.Sebaliknya moral membutuhkan hukum. Moral hanya akan ada di awang-awang jika tidak dibuat hukumnya. Tanpa dukungan hukum, moral tidak berfungsi. Contoh: Masalah Perlindungan Konsumen.

40 Perbedaan: Hukum Vs Moral Tertutup (sudah baku), hanya bisa ditafsirkan. Misalnya, memberi itu tidak dilarang hukum.Tertutup (sudah baku), hanya bisa ditafsirkan. Misalnya, memberi itu tidak dilarang hukum. Terbuka untuk diperbincangkan / diperdebatkan. Misalnya, soal baik atau buruknya memberi kepada pengamen.Terbuka untuk diperbincangkan / diperdebatkan. Misalnya, soal baik atau buruknya memberi kepada pengamen.

41 Hukum Vs Moral Bersifat legal-formal. Tidak tergantung manusia, tetapi sepenuhnya tergantung pada rumusan formal.Bersifat legal-formal. Tidak tergantung manusia, tetapi sepenuhnya tergantung pada rumusan formal. Bersifat Subyektif. Tergantung pada penilaian orang. Misalnya apakah pacaran itu ada batasnya?Bersifat Subyektif. Tergantung pada penilaian orang. Misalnya apakah pacaran itu ada batasnya?

42 Hukum Vs Moral Mengukur tindakannya “an sich”Mengukur tindakannya “an sich” Menilai juga motivasi dibalik tindakanMenilai juga motivasi dibalik tindakan

43 Perbedaan: Hukum Vs Moral Bisa dipaksakan dengan sanksi hukuman. Misalnya, yang tidak mau bayar pajak, diancam bisa dipenjaraBisa dipaksakan dengan sanksi hukuman. Misalnya, yang tidak mau bayar pajak, diancam bisa dipenjara Tidak bisa dipaksakan, sanksinya hanya nurani. Misalnya, orang yang tidak mau menolong saat yang lain susah.Tidak bisa dipaksakan, sanksinya hanya nurani. Misalnya, orang yang tidak mau menolong saat yang lain susah.

44 Perbedaan: Hukum Vs Moral Dasarnya kesepakatan masyarakat tertentuDasarnya kesepakatan masyarakat tertentu Dasarnya nilai-nilai kemanusiaan universalDasarnya nilai-nilai kemanusiaan universal


Download ppt "Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Dosen : Rudy Wawolumaja Disiapkan : Ferly David, M.Si. Disiapkan : Ferly David, M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google