Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI PROSES PEMBENTUKAN STANDAR AKUNTANSI MERUPAKAN PROSES YANG CUKUP PELIK KARENA MELIBATKAN ASPEK POLITIK,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI PROSES PEMBENTUKAN STANDAR AKUNTANSI MERUPAKAN PROSES YANG CUKUP PELIK KARENA MELIBATKAN ASPEK POLITIK,"— Transcript presentasi:

1 ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI PROSES PEMBENTUKAN STANDAR AKUNTANSI MERUPAKAN PROSES YANG CUKUP PELIK KARENA MELIBATKAN ASPEK POLITIK, BISNIS, SOSIAL BUDAYA. ASPEK POLITIK CUKUP DOMINAN KARENA TARIKAN BEBERAPA KEPENTINGAN BAIK PIHAK PEMERINTAH, SWASTA MAUPUN PROFESI AKUNTAN ITU SENDIRI. HAL INI DAPAT DIPAHAMI KARENA STANDAR AKUNTANSI YANG AKAN DIBERLAKUKAN AKAN MENGIKAT SEMUA PIHAK. DILIHAT DARI ASPEK BISNIS, STANDAR AKUNTANSI AKAN BERKEMBANG SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN DUNIA BISNIS. MUNCULNYA TRANSAKSI- TRANSAKSI BISNIS BARU YANG SEMAKIN KOMPLEK MENUNTUT ADANYA STANDAR AKUNTANSI YANG MENGATUR TRANSAKSI TERSEBUT. PERLUNYA MELIHAT SEJARAH PEMBENTUKAN STANDAR AKUNTANSI DI AMERIKA KARENA PROFESI AKUNTANSI DI USA SUDAH CUKUP LAMA SEHINGGA MEMUDAHKAN BAGI KITA UNTUK MELIHAT PENGARUH BERBAGAI ASPEK DI ATAS TERHADAP PENYUSUNAN STANDAR AKUNTANSI.

2 PENGEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI DI AMERIKA DAPAT DIBAGI KE DALAM TIGA TAHAP YAITU TAHAP AWAL PEMBENTUKAN ( ). PERIODE SETELAH PERANG DUNIA ( ), DAN PERIODE MODERN (1959 SAMPAI SEKARANG). PERIODE SEBELUM TAHUN 1930 AKUNTANSI DI AMERIKA BOLEH DIKATAKAN TIDAK DIATUR. PRAKTEK DAN PROSEDUR AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN OLEH DUNIA USAHA UMUMNYA DIANGGAP RAHASIA. SATU PERUSAHAAN DENGAN PERUSAHAAN LAINNYA TIDAK SALING MENGETAHUI PROSEDUR AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN. SEBAGAI AKIBAT TERJADI KETIDAK SERAGAMAN DALAM PRAKTEK AKUNTANSI ANTAR PERUSAHAAN BAHKAN ANTAR PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI YANG SAMA. TUNTUTAN PERLUNYA STANDAR AKUNTANSI DATANG DARI PERBANKAN DAN KREDITUR LAINNYA KARENA MEREKALAH PEMAKAI UTAMA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN.

3 SEBAGAI AKIBAT DARI CRASH DI PASAR MODAL TAHUN 1929 (MARKET CRASH) PERIODE 1930 SAMPAI 1946 MEMILIKI PENGARUH YANG SIGNIFIKAN DI DALAM PRAKTEK AKUNTANSI DI AMERIKA. USAHA PERTAMA MENGEMBANGKAN STANDAR DIMULAI DENGAN ADANYA PERSETUJUAN ANTARA AMERICAN INSTITUT CERTIFICED PUBLIC ACCOUNTANT (AICPA) DAN NEW YORK STOCK EXCHANGES. HASIL KERJASAMA INI ADALAH FORMAT DRAFT “FIVE BROAD ACCOUNTING PRINCIPLES” YANG DISIAPKAN OLEH KOMITE AICPA DAN DISETUJUI OLEH KOMITE NYSE PADA TANGGAL 22 SEPTEMBER DOKUMEN INI MERUPAKAN USAHA FORMAL UNTUK MENGEMBANGKAN “GENERALLY ACCEPTED ACCOUNTING PRINCIPLES” DAN DIMASUKAN KE DALAM ACCOUNTING RESEARCH BULLETIN (ARB) NO. 43.

4 PADA TAHUN 1933 AICPA MEMBENTUK KOMITE KHUSUS PENGEMBANGAN PRINSIP AKUTANSI. NAMUN TIDAK BANYAK YANG BISA DIKERJAKAN OLEH KOMITE INI DAN KEMUDIAN DIGANTI DENGAN COMMITTEE ON ACCOUNTING PROCEDURES (CAP). CAP MULAI TAHUN 1939 MENERBITKAN PRINSIP AKUNTANSI YANG MEMILIKI DUKUNGAN OTORITAS. SELAMA PERIODE DUA TAHUN TELAH DITERBITKAN 12 ACCOUNTING RESEACRH BULLETIN (ARB). PADA AWALNYA SEC MERASA PUAS DENGAN USAHA YANG DILAKUKAN OLEH PROFESI AKUNTANSI UNTUK MENYUSUN PRINSIP AKUNTANSI. PADA MASA 1939–1946 TERNYATA TIDAK MENGHASILKAN PRINSIP AKUNTANASI YANG KOMPREHENSIF. NAMUN ADA DUA KONTRIBUSI PENTING YANG DIHASILKAN. PERTAMA, KESERAGAMAN PRAKTEK AKUNTANSI SECARA SIGNIFIKAN TELAH MENGALAMI PERBAIKAN. KEDUA, KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG DIBUAT DI AMERIKA DIBUAT HANYA UNTUK SEKTOR SWASTA.

5 SETELAH PERANG DUNIA BERAKHIR TERJADI BOM EKONOMI DI AMERIKA. INDUSTRI-INDUSTRI MEMERLUKAN TAMBAHAN MODAL YANG SANGAT SIGNIFIKAN UNTUK EKPANSI USAHA. LAPORAN KEUANGAN MENJADI SUMBER PENTING UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN. SEBAGAI AKIBATNYA LAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN MENDAPAT PERHATIAN SECARA NASIONAL. MASALAH UTAMA ADALAH KESERAGAMAN ATAU KOMPARABILITAS PELAPORAN EARNING ANTARA PERUSAHAAN YANG BERBEDA. CAP GAGAL MENYUSUN REKOMENDASI POSITIF YANG BERKAITAN DENGAN PRINSIP AKUNTANSI SECARA UMUM. SEBAGAI AKIBATNYA TERJADI SUPLAI BERLEBIHAN DARI STANDAR AKUTANSI. SITUASI INI MENGAKIBATKAN TIMBULNYA KONFLIK ANTARA CAP DAN SEC. KONFLIK INI TERJADI TERUTAMA BERKAITAN DENGAN KONSEP LAPORAN LABA DAN RUGI ALL INCLUSIVE DAN CURRENT OPERATING PERFORMANCE.

6 PERIODE DARI TAHUN 1957 SAMPAI 1959 MERUPAKAN PERIODE TRANSISI PENGEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI DI AMERIKA. BANYAK ORANG MERASA BAHWA CAP BEKERJA TERLALU LAMBAT DAN SELALU MENOLAK TERHADAP ISU- ISU KONTROVERSIAL. DALAM PERTEMUAN TAHUNAN AICPA TAHUN 1957 DIBENTUK SPECIAL COMMITTEE ON RESEARCH PROGRAM. LAPORAN DARI KOMITE INI MENJADI CIKAL BAKAL DIDIRIKAN ACCOUNTING PRINCIPLES BOARD (APB) DAN ACCOUNTING RESEARCH DIVISION.

7 DENGAN DIBENTUKNYA APB DAN ACCOUNTING RESEARCH DIVISION PADA TAHUN 1959, MULAILAH PENGEMBANGAN STANDAR AKUTANSI DILAKUKAN MELALUI LEBIH DAHULU. DIVISI RISET ADALAH LEMBAGA OTONOM MEMILIKI SEORANG DIREKTUR YANG MEMPUNYAI OTORITAS UNTUK MEMPUBLIKASIKAN HASIL TEMUAN STAF RISET YANG BERKIATAN DENGAN PENGEMBANGAN PRINSIP AKUNTANSI. BENTUK DARI LEMBAGA APB MIRIP DENGAN CAP, MEMILIKI ANGGOTA 18 SAMPAI 21 ORANG YANG SEMUANYA ADALAH ANGGOTA AICPA. AWAL DARI KEBERADAAN APB DIPENUHI DENGAN RASA KERAGUAN DAN KEGAGALAN. HASIL STUDI RISET TIDAK DITERIMA OLEH PROFESI KHUSUSNYA KONTRAVERSI KETERKAITAN DENGAN MASALAH INVESTMENT TAX CREDIT. OLEH KARENA KRITIK TERHADAP APB BERMUNCULAN TERUS, MAKA BULAN APRIL 1971 AICPA MEMBENTUK DUA GRUP STUDI YAITU “THE STUDY GROUP ON ESTABLISHMENT OF ACCOUNTING PRINCIPLES”.

8 FASB ADALAH SUATU ORGANISASI INDEPENDEN YANG BERANGGOTAKAN TUJUH ORANG DAN BEKERJA PENUH DI BADAN INI. MEREKA BERASAL DARI BIDANG AKUNTANSI PROFESIONAL, USAHAWAN, WAKIL PEMERINTAH DAN WAKIL BIDANG AKADEMIS. FUNGSI UTAMA FASB ADALAH UNTUK MEMPELAJARI MASALAH–MASALAH AKUTANSI DAN MENETAPKAN STANDAR AKUNTANSI. STANDAR INI DITERBITKAN SEBAGAI RUMUSAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. FASB JUGA MENERBITKAN RUMUSAN KONSEP AKUNTANSI KEUANGAN, KONSEP-KONSEP YANG DIPERKENALKAN DI DALAM STATEMENT STANDARD.

9 STRUKTUR FASB MENGALAMI PERUBAAN PADA TAHUN 1977 DAN MODIFIKASI PERUBAHAN INI SEBAGAI HASIL REKOMENDASI DARI STRUCTURE COMMITTEE OF THE FINANCIAL ACCOUNTING FOUNDATION (FAF). FAF TERDIRI DARI 6 ORGANISASI SPONSOR YAITU AAA, ACIPA, FINANCIAL ANALYSIS FEDERATIONS (FAF), FINANCIAL EXECUTIVES INSTITUTE (FEI), NATIONAL ASSOCIATION OF ACCOUNTANT (NAA) DARI SECURITY INDUSTRY ASSOCIATION (SIA), FAF TERDIRI DARI 13 ORANG ANGGOTA YANG MERUPAKAN WATAK DARI 6 SPONSOR TERSEBUT DITAMBAH WAKIL PEMERINTAH DAN KOMPOSISI SEBAGAI BERIKUT :  SATU WAKIL AAA  EMPAT WAKIL FINANCIAL ANALYSIS PREDICATION  DUA WAKIL FINANCIAL EXECUTIVES OF ACCOUNTANT  SATU WAKIL NATIONAL ASSOCIATION  SATU WAKIL SECURITY INDUSTRY ASSOCIANTION  TIGA WAKIL DARI KELOMPOK AKUTAN PEMERINTAH

10 TUGAS FAF ADALAH MENGANGKAT BOARD OF TRUSTEE. BOARD OF TRUSTEE INI TELAH DIKEMBANGKAN UNTUK MENGAKOMODASI TAMBAHAN DUA ANGGOTA INI DARI ORGANISASI BESAR YANG TIDAK TERMASUK DALAM 6 ORGANISASI SPONSOR YAITU INDUSTRI PERBANKAN. BOARD OF TRUSTEE KEMUDIAN MENGANGKAT ANGGOTA FASB, MENANDAI KEGIATAN BOARD DAN BERPERAN SEBAGAI PENGAWAS.

11 PENYUSUNAN DI INDONESIA MENGACU PADA MODEL AMERIKA. SEJAK DIDIRIKAN TANGGAL 23 DESEMBER IKATAN AKUTANSI INDONESIA (IAI) TELAH MENYELENGGARAKAN KONGRES SEBANYAK 8 KALI. IAI SELAMA INI SUDAH MENJALIN KERJASAMA DENGAN ORGANISASI DUNIA SEPERTI MENJADI ANGGOTA ASEAN FEDERATION OF ACCOUNTANTS (AFA), CONFEDERATION ASIAN PACIFIC OF ACCOUNTANTS (CAPA), INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD COMMITTEE (IASC). PENYUSUNAN DI INDONESIA DIKATEGORIKAN KE DALAM DUA PERIODE.

12 1. ORGANISASI DAN DANA ANGGOTA KOMITE STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) TERDIRI DARI 17 ORANG KOMITE SAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENGURUS PUSAT (IAI), KOMITE SAK DIPILIH SETELAH TAHUN 1994 DAN BERAKHIR MENJELANG KONGRES TAHUN DUE PROCCES PROCEDURES. PENYUSUNAN SAK DIMULAI DARI PENYUSUNAN AGENDA TOPIK SAK, TOPIK YANG SUDAH DISEPAKATI MASUK KE AGENDA DAN DIBAHAS UNTUK MENJADI EXPOSURE DRAFT. EXPOSURE DRAFT YANG TELAH DISETUJUI OLEH KUORUM ANGGOTA DIPERBANYAK DAN DISEBARKAN KE PUBLIK SEBULAN SEBELUM DIADAKAN PUBLIC HEARING. SETELAH PUBLIC HEARING. KOMITE MENGADAKAN PERTEMUAN UNTUK MEMBAHAS DAN MENYETUJUI DRAFT SAK FINAL. PENGURUS PUSAT KEMUDIAN MENGADAKAN RAPAT PENGESAHAN SAK. HASIL KOMITE PERIODE ADALAH DITERBITKANNYA 22 SAK BARU, 3 REVISI SAK,4 INTERPRESTASI SAK, DAN REVEIW 35 SAK IAI BERBAHASA INGGRIS.

13 1. ORGANISASI DAN DANA SETELAH KONGRES VIII, KOMITE MENJADI LEBIH KECIL DENGAN MENGURANGI JUMLAH ANGGOTA MENJADI 7 ATAU 9 ORANG. HASIL KONGRES LAINNYA ADALAH DIBENTUKNYA CONSULTATIVE BODY ADVISORY COUNCIL YANG MEWAKILI KONSTITUEN DENGAN ANGGOTA SEBANYAK 25 SAMPAI 30 ORANG. ADVISORY LOUNCIL ARAHAN DAN PRIORITAS PENYUSUNAN STANDAR. FUNGSI LAIN ADALAH MEMBERIKAN PENDAPAT PADA POSISI YANG DIAMBIL OLEH KOMITE UNTUK MASALAH PENTING DALAM STANDAR AKUNTANSI. 2. DUE PROCCES PROCEDURE. MESKIPUN DIPILIH DAN BERTANGGUNG JAWAB KEPADA PENGURUS IAI, KOMITE BARU MERUPAKAN LEMBAGA OTONOM YANG MEMPUNYAI WEWENANG TERTINGGI DALAM MENENTUKAN STANDAR. ADA BEBERAPA PERUBAHAN YANG DILAKUKAN IAI, MISALNYA SAK DIKEMBANGKANDAN DISAHKAN OLEH KOMITE DAN PERLUNYA PERBAIKAN DALAM DUE PROCCES. MASA KOMENTAR TERHADAP EXPOSURE DRAFT DIPERPANJANG DARI MINIMAL SATU BULAN MENJADI PALING TIDAK ENAM BULAN

14 PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PRAKTIK BISNIS SERING DIJUMPAI BAHWA LAPORAN KEUANGAN HARUS DISUSUN DAN DISAJIKAN SESUAI DENGAN PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM (GENERALLY ACCEPTED ACCOUNTING PRINCIPLES ATAU DISINGKAT GAAP). PRINSIP TERSEBUT PADA DASARNYA AKAN MENENTUKAN KUALITAS INFORMASI YANG DISAJIKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN.

15 GAAP DAPAT DIDEFINISIKAN: SEBAGAI SEKUMPULAN KONSEP, STANDAR, PROSEDUR, METODE, KONVENSI, KEBIASAAN DAN PRAKTIK YANG DIPILIH DAN DIANGGAP DAPAT DITERIMA SECAR UMUM SEHINGGA DIJADIKAN PEDOMAN UMUM DALAM MENYUSUN MENYAJIKAN DAN MENGINTERPRETASIKAN LAPORAN KEUANGAN DALAM LINGKUNGAN TERTENTU. PRINSIP-PRINSIP TERSEBUT MERUPAKAN SUATU PEDOMAN BAGI PROFESI AKUNTANSI DALAM MEMILIH TEKNIK AKUNTANSI DAN MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN SEDEMIKIAN RUPA, SEHINGGA DIPANDANG SEBAGAI PRAKTIK AKUNTANSI YANG BAIK.

16 SALAH SATU CARA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENDEFINISIKAN ISTILAH “PENERIMAAN UMUM” ADALAH DENGAN MENGGAMBARKAN KONDISI-KONDISI YANG MELANDASI METODE AKUNTANSI KEUANGAN SEHINGGA DAPAT DITERIMA SECARA UMUM. SKINNER (1972) MENYATAKAN BAHWA METODE AKUNTANSI HARUS MEMENUHI KONDISI BERIKUT INI :  METODE TERSEBUT DAPAT DITERAPKAN PADA BERBAGAI KASUS SESUAI DENGAN KONDISI LINGKUNGAN  METODE TERSEBUT MENDAPAT DUKUNGAN, DALAM BENTUK PENGUMUMAN DARI KOMUNITAS AKUNTANSI PROFESIONAL ATAU BADAN OTORITATIF LAINNYA, SEMACAM KOMISI PASAR MODAL DI AMERIKA SERIKAT  METODE TERSEBUT MENDAPAT DUKUNGAN DARI BERBAGAI PEMIKIR DAN AKADEMISI DIBIDANG AKUNTANSI DALAM BENTUK TERTULIS

17 SUMBER LAIN DARI GAAP ADALAH : A. PEDOMAN AKUNTANSI DAN AUDIT INDUSTRY SERTA INTERPRETASI AKUNTANSI YANG DIKELUARKAN AICPA PUBLIKASI FASB LAINNYA SEPERTI BULLETIN TEKNIS, DAN PERNYATAAN YANG DIKELUARKAN APB B. PUBLIKASI-PUBLIKASI KOMISI PASAR MODAL SEPERTI ACCOUNTING SERIES RELEASE C. PRAKTIK-PRAKTIK YANG DIAKKUI SEPERTI YANG DITUNJUKKAN DALAM PUBLIKASI AICPA TAHUNAN YANG DINAMAKAN ACCOUNTING TRENDS AND TECHNIQUES D. PAPER YANG MEMBAHAS ISU TERTENTU YANG DIKELUARKAN AICPA, PERNYATAAN KONSEP FASB, TEXT BOOK DAN ARTIKEL LAINNYA

18 STANDAR AKUNTANSI PENGERTIAN STANDAR AKUNTANSI DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN YANG MERUPAKAN PERNYATAAN RESMI TENTANG MASALAH AKUNTANSI TERTENTU, YANG DIKELUARKAN OLEH BADAN YANG BERWENANG DAN BERLAKU DALAM LINGKUNGAN TERTENTU. STANDAR AKUNTANSI BIASANYA BERISI TENTANG DEFINISI, PENGUKURAN/PENILAIAN, PENGAKUAN DAN PENGUNGKAPAN ELEMEN LAPORAN KEUANNGAN. STANDAR AKUNTANSI BIASANYA TERDIRI DARI TIGA BAGIAN (BAXTER,1979) : DESKRIPSI TENTANG MASALAH YANG DIHADAPI DISKUSI LOGIS DALAM KAITANNYA DENGAN KEPUTUSAN/TEORI, DIAJUKAN SUATU SOLUSI

19  TIPE 1 MENYATAKAN BAHWA AKUNTAN HARUS MEMBERITAHUKAN KEPADA PEMAKAI TENTANG APA YANG MEREKA KERJAKAN DENGAN CARA MENGUNGKAPKAN METODE DAN ASUMSI  TIPE 2 MEMBANTU PENCAPAIAN BEBERAPA KESERAGAMAN PENYAJIAN TENTANG PERNYATAAN AKUNTANSI TERTENTU  TIPE 3 MENGHENDAKI PENGUNGKAPAN HAL-HAL KHUSUS YANG MEMPENGARUHI PERTIMBANGAN (JUDGEMENT) PEMAKAI  TIPE 4 MENGHENDAKI KEPUTUSAN IMPLICIT/EKSPLISIT YANG HARUS DIBUAT TENTANG PENILAIAN AKTIVA DAN PENENTUAN LABA YANG DISETUJUI

20  MEMBER INFORMASI AKUNTANSI KEPADA PEMAKAI TENTANG POSISI KEUANGAN, HASIL USAHA, DAN HAL- HAL YANG BERKAITAN DENGAN PERUSAHAAN  MEMBER PEDOMAN DAN ATURAN BAGI AKUNTAN PUBLIC UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN AUDIT DAN MENGUJI VALIDITAS LAPORAN KEUANGAN  MEMBERI DATA DASAR BAGI PEMERINTAH TENTANG BERBAGAI VARIABEL YANG DIPANDANG PENTING DALAM MENDUKUNG PENGENAAN PAJAK, PEMBUATAN REGULASI, PERENCANAAN EKONOMI DAN PENINGKATAN EFISIENSI DAN TUJUAN SOCIAL LAINNYA  MENGHASILKAN PRINSIP-PRINSIP DAN TEORI BAGI MEREKA YANG TERTARIK DENGAN DISIPLIN AKUNTANSI

21 1. PEMAKAI LANGSUNG  PEMILIK PERUSAHAAN  KREDITOR DAN SUPPLIER  MANAJEMEN  KANTOR PERPAJAKAN  KARYAWAN PERUSAHAAN  PELANGGAN 2. PEMAKAI TIDAK LANGSUNG  ANALIS DAN KONSULTAN KEUANGAN  PASAR MODAL PENGACARA  BADAN PEMBUAT PERATURAN/UNDANG-UNDANG  AGEN PELAPORAN  ASOSIASI PERDAGANGAN  SERIKAT PEKERJA  PESAING  MASYARAKAT UMUM  DEPARTEMEN PEMERINTAH

22  LAPORAN KEUANGAN BERTUJUAN UMUM  LAPORAN KEUANGAN BERTUJUAN KHUSUS  PENGUNGKAPAN YANG BERBEDA YANG MENYAJIKAN ANGKA-ANGKA ATAU GAMBARAN YANG BERBEDA AGAR MEMUNGKINKAN PEMAKAI UNTUK MEMILIKI INFORMASI YANG RELEVAN

23 DALAM MENENTUKAN STANDAR ADA DUA PENDEKATAN YANG DAPAT DIGUNAKAN :  REPRESENTATIVE FAITHFULNESS PENDEKATAN INI MENGHENDAKI PELAPORAN YANG BERSIFAT NETRAL DAN PENYAJIAN SECARA WAJAR LAPORAN KEUANGAN MELALUI PROSES PENENTUAN STANDAR.  ECONOMIC CONSEQUENCES PENDEKATAN INI MENGHENDAKI PERLUNYA ADOPSI STANDAR YANG MEMILIKI KONSEKUENSI EKONOMI YANG MENGUNTUNGKAN

24  IDENTIFIKASI MASALAH DAN MASALAH YANG MUNCUL DICATAT DALAM AGENDA FASB  PENUNJUKKAN GRUP YANG ANGGOTANYA TERDIRI DARI MASYARAKAT AKUNTANSI DAN BISNIS  DM DISEBARKAN KE PUBLIC UNTUK DIEVALUASI SELAMA SATU PERIODE PALING LAMBAT 60 HARI  DENGAR PENDAPAT DILAKUKAN UNTUK MEMBAHAS KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN BERBAGAI ALTERNATIVE/PENDAPAT YANG DIAJUKAN KE FASB

25  ED MENENTUKAN POSISI YANG PASTI DARI FASB TENTANG MASALAH YANG DIBAHAS  ED DISEBARLUASKAN KE MASYARAKAT UNTUK DIEVALUASI PALING LAMBAT 30 HARI  DENGAR PENDAPAT DILAKUKAN UNTUK MEMBAHAS KEBAIKAN DAN KELEMAHAN BERBAGAI ALTERNATIVE/PENDAPAT YANG DIAJUKAN KE FASB  ATAS DASAR BERBAGAI KOMENTAR YANG DITERIMA, SETELAH PENGELUARAN ED, FASB MENGAMBIL LANGKAH SBB :

26  MENGADOPSI STANDAR TERSEBUT SEBAGAI PERNYATAAN RESMI  MENGAJUKAN REVISI TERHADAP STANDAR YANG DIUSULAKAN MELALUI PROSEDUR “DUE-PROCESS”  MENUNDA PENGELUARAN STANDAR DAN MENYIMPAN MASALAH DALAM AGENDA  TIDAK MENGELUARKAN STANDARD AN MENGHAPUS ISU DARI AGENDA

27 MISI FASB : ► MEMBUAT DAN MEMPERBAIKI STANDAR AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN FUNGSI FASB :  MENINGKATKAN MANFAAT PELAPORAN KEUANGAN DENGAN FOCUS PADA KUALITAS : RELEVANSI, RELIABILITAS, DAYA BANDING DAN KONSISTENSI  MENYESUAIKAN STANDAR SESUAI DENGAN DINAMIKA PERUBAHAN LINGKUNGAN  MENGEVALUASI KELEMAHAN BERKAITAN DENGAN PELAPORAN KEUANGAN  MEMPROMOSIKAN DAYA BANDING STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL SEJALAN DENGAN PERBAIKAN KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN  MEMPERBAIKI PEMAHAMAN TENTANG SIFAT DAN TUJUAN INFORMASI YANG TERDAPAT DALAM LAPORAN KEUANGAN

28 PADA DASARNYA, KEGAGALAN PASAR ATAU KEBUTUHAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN SOCIAL, AKAN MEMAKSA DILAKUKANNYA REGULASI AKUNTANSI. KEGAGALAN PASAR ATAU KEBUTUHAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN SOCIAL, AKAN MEMAKSA DILAKUKANNYA REGULASI AKUNTANSI. KEGAGALAN PASAR DAPAT TERJADI KARENA FAKTOR BERIKUT INI :  KEENGGANAN PERUSAHAAN UNTUK MENGUNGKAPKAN INFORMASI KARENA PERUSAHAAN TERSEBUT MERUPAKAN SUPPLIER YANG MEMONOPOLI INFORMASI  ADANYA KESALAHAN/KECURANGAN YANG DISENGAJA (FRAUD)  INFORMASI AKUNTANSI TIDAK DIHASILKAN DENGAN JUMLAH YANG CUKUP SEBAGAI BARANG MILIK PUBLIC

29  PENDEKATAN PASAR BEBAS DILANDASI ASUMSI DASAR BAHWA INFORMASI AKUNTANSI MERUPAKAN KOMODITI EKONOMI SERUPA DENGAN BARANG ATAU JASA YANG LAIN. ATAS DASAR ASUMSI TERSEBUT, JUMLAH INFORMASI AKUNTANSI YANG DISAJIKAN AKAN DIPENGARUHI OLEH KEKUATAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN. PERMINTAAN MUNCUL DARI PEMAKAI YANG BERKEPENTINGAN DENGAN INFORMASI, SEDANG PENAWARAN DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN DALAM BENTUK LAPORAN KEUANGAN. MELALUI INTERAKSI ANTARA KEKUATAN PASAR TERSEBUT, AKAN DICAPAI SUATU KESEIMBANGAN (EQUILIBRIUM) DIMANA JUMLAH INFORMASI YANG OPTIMAL DIUNGKAPKAN PADA HARGA YANG OPTIMAL. PADA SAAT INFORMASI TERTENTU DIMINTA, PASAR AKAN MENGHASILKAN INFORMASI TERSEBUT APABILA HARGA YANG DITAWARKAN TEPAT.

30 PENDUKUNG PENDEKATAN REGULASI BERPENDAPAT BAHWA KEGAGALAN PASAR ATAU ASIMETRI INFORMASI, BERKAITAN DENGAN PENYAJIAN INFORMASI KEUANGAN BAGI PIHAK YANG BERKEPENTINGAN, DAPAT MENURUNKAN KEPERCAYAAN INVESTOR. MASALAH INI KEMUNGKINAN DAPAT DIATASI MELALUI REGULASI. PARA PENDUKUNG REGULASI BERAGUMEN BAHWA KEGAGALAN PASAR DAPAT TERJADI KARENA BERBAGAI FAKTOR. FAKTOR TERSEBUT ANTARA LAIN :  PENGENDALIAN MONOPOLI TERHADAP INFORMASI OLEH MANAJEMEN  HIPOTESIS INVESTOR NAÏF  FUNGSIONAL (FUNCTIONAL FIXATION)  KERANGKA YANG MENYESATKAN  KERAGAMAN PROSEDUR  KURANGNYA OBYEKTIVITAS

31 DALAM PROSES REGULASI YANG DINAMIS, TERDAPAT PROSES PENYESUAIAN YANG TERUS MENERUS TERHADAP KEBIJAKAN ATAU STANDAR SESUAI DENGAN PERUBAHAN PERMITAAN DAN PENAWARAN.  BENTUK TEORI REGULASI BELKAOUI (1985: P 48) MENGATAKAN BAHWA REGULASI UMUMNYA DIASUMSIKAN UNTUK DIRANCANG DAN DIOPERASIKAN DEMI KEPENTINGAN INDUSTRI YANG ADA. MENURUT STIGLAR (1971) DAN POSNER (1974), ADA DUA KATEGORI TEORI REGULASI DALAM INDUSTRY TERSEBUT, YAITU TEORI KEPENTINGAN PUBLIC (PUBLIC- INTEREST THEORIES) DAN TEORI KEPENTINGAN KELOMPOK (INTEREST GROUP ATAU CAPTURE THEORIES).  SIAPA YANG HARUS MENGATUR? PERNYATAAN TENTANG SIAPA YANG HARUS MENENTUKAN STANDAR AKUNTANSI MENJADI TOPIC DISKUSI DI BERBAGAI NEGARA. BEBERAPA PENDAPAT TENTANG SIAPA YANG MENGATUR STANDAR AKUNTANSI DAPAT DILIHAT PADA BAGIAN BERIKUT INI :

32  REGULASI SEKTOR SWASTA BERKAITAN ERAT DENGAN PROFESI AKUNTANSI.  SUATU BADAN YANG DIBENTUK OLEH SEKTOR SWASTA MEMILIKI “PRESTIS/ KEBANGGAAN” TERSENDIRI DAN DAPAT DITERIMA OLEH MASYARAKAT BISNIS. OLEH KARENA BADAN PEMERINTAH BERANGGOTAKAN BIROKRAT, EFEKTIVITAS PENGUNGKAPAN CEDERUNG TIDAK SENSITIF  ADA KECENDERUNGAN BAHWA PIHAK PEMERINTAH YANG TERLIBAT DALAM BIDANG TERSEBUT BERTINDAK UNTUK MELINDUNGI KEPENTINGAN PUBLIC ATAU MELAKUKAN TINDAKAN YANG MERUGIKAN PROFESI AKUNTANSI

33  PROSES LEGISLATIVE DAN OTORITAS PEMERINTAH MUDAH DIPENGARUHI OLEH HOBI DAN TEKANAN POLITIK DARI PIHAK TERSEBUT  STANDAR YANG DIHASILKAN PEMERINTAH KEMUNGKINAN SALING TUMPANG TINDIH, DAN DAPAT MENIMBULKAN JUDGMENT YANG BERAGAM DARI PARA PEMAKAINYA.

34  BADAN REGULASI SEKTOR PUBLIK MEMILIKI LEGITIMASI DAN KEKUATAN YANG LEBIH KUAT DALAM HAL PEMAKSAAN STANDAR  BADAN PEMERINTAH CENDERUNG SUSAH UNTUK DIPENGARUHI OLEH MANAJEMEN PERUSAHAAN  BADAN PEMERINTAH DAPAT MENJADI KATALISATOR BAGI PERUBAHAN  REGULASI SEKTOR PUBLIC MUNCUL KARENA ADANYA MOTIVASI UNTUK MELINDUNGI KEPENTINGAN PUBLIC  SEKTOR SWASTA HARUS SELALU DIAWASI DAN DIKENDALIKAN KARENA TUJUANNYA SERING KALI BERTENTANGAN DENGAN KEPENTINGAN PUBLIC.  STANDAR AKUNTANSI MEMILIKI PENGARUH HUKUM DAN MELIBATKAN KONFLIK KEPENTINGAN DARI BERBAGAI PIHAK, SEHINGGA HARUS DENGAN ATURAN DAN PROSEDUT UMUM.

35 A. STANDAR AKUNTANSI PADA DASARNYA MERUPAKAN STANDAR YANG MENGATUR PENYAJIAN INFORMASI. PENGUKURAN TRANSAKSI DALAM LAPORAN KEUANGAN DARI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN. KONDISI YANG MENCERMINKAN ADANYA OVERLOAD ANTARA LAIN (BELKAOUI, 1993): B. TERLALU BANYAK STANDAR C. STANDAR YANG TELALU RINCI D. TIDAK ADA STANDAR YANG BERJENJANG SEHINGGA PILIHAN SULIT DILAKUKAN E. STANDAR AKUNTANSI BERTUJUANN UMUM GAGAL MEMBEDAKAN KEBUTUHAN PENYUSUN, PEMAKAI DAN AKUN PUBLIC F. STANDAR AKUNTANSI BERTERIMA UMUM GAGAL MEMBEDAKAN ANTARA: 1. ENTITAS PUBLIC DAN NON-PUBLIK 2. LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN DAN INTERN 3. PERUSAHAN BESAR DAN KECIL 4. LAPORAN KEUANGAN AUDITAN DAN NON AUDIT 5. PENGUNGKAPAN YANG BERLEBIHAN, PENGUKURAN YANG RUMIT, ATAU KEDUANYA.

36 A. PENGARUH “OVERLOAD” STANDAR AKUNTANSI STANDAR AKUNTANSI YANG BEGITU BANYAK, SEMPIT DAN RIGID DAPAT MEMPENGARUHI PEKERJAAN YANG DILAKUKAN AKUNTAN, NILAI INFORMASI KEUANGAN BAGI PEMAKAI DAN KEPUTUSAN BISNIS YANG DIBUAT OLEH MANAJEMEN. B. SOLUSI TERHADAP MASALAH “OVERLOAD” STANDAR BERBAGAI PIHAK TELAH BERUSA MEMBAHAS OVERLOADSTANDAR DAN MENCARI PEMECAHANNYA. KOMITE KHUSUS YANG DIBENTUK OLEH THE AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANTS (AICPA) MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP BERBAGAI PENDEKATAN BERIKUT INI BERKAITAN DENGAN OVERLOAD STANDAR: 1. TIDAK ADA PERUBAHAN (MEMPERTAHANKAN STATUS QUO) 2. MELAKUKAN PERUBAHAN TEHADAP KONSEP GAAP 3. MELAKUKAN PERUBAHAN GAAP UNTUK MENYEDERHANAKAN4. PENERAPANNYA BAGI SEMUA PERUSAHAAN 4. MENENTUKAN PNGUNGKAPAN (DISCLOSURE) DAN PENGUKURAN BERBEDA 5. MELAKUKAN PERUBAHAN TERHADAP STANDAR AKUNTANSI PUBLIC DAN PELAPORAN AKUNTANSI KEUANGAN.


Download ppt "ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI PROSES PEMBENTUKAN STANDAR AKUNTANSI MERUPAKAN PROSES YANG CUKUP PELIK KARENA MELIBATKAN ASPEK POLITIK,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google