Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KARYA TULIS ILMIAH POPULER Yusri Heni N.A. Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah Badiklat Cisarua, 26 Februari 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KARYA TULIS ILMIAH POPULER Yusri Heni N.A. Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah Badiklat Cisarua, 26 Februari 2013."— Transcript presentasi:

1

2 KARYA TULIS ILMIAH POPULER Yusri Heni N.A. Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah Badiklat Cisarua, 26 Februari 2013

3 KARYA TULIS YANG KITA KENAL Format : Ilmiah Teknis Laporan Teknis Makalah ( seminar/workshop/journal/proseding. Skripsi Buku ilmiah / Buku Pelajaran Format : Ilmiah Populer / Populer Artikel : Majalah / Buletin / Surat kabar - Koran Buku Ilmiah Populer / Non Fiksi

4 MANFAAT MENULIS KTI - POPULER Bagi Pribadi ekspresi diri dg cara yang kreatif lewat tulisan Nilai kredit point bagi fungsional Aktualisasi diri  Personal Brand MLI & MLP Bagi lembaga / organisasi Menyemarakkan Buletin  artikel menarik dg bhs yg lebih ekspresif, supaya tidak “hidup segan mati tak mau”. Meningkatkan kepercayaan publik  Menulis untuk Majalah Publik / Surat Kabar atau Koran Buku Lembaga ( membukukan hasil karya kebanggaan lembaga, Best Practices pelaksanaan kegiatan/peraturan, sejarah lembaga, membukukan Tacit knowledge  PLN, Pertamina, WIKA, Jamsostek, dll ). Lembaga mempunyai komunitas pribadi-pribadi yang kreatif, sebagai energy positif untuk menjadi lebih profesional

5 AGAR MENULIS ITU GAMPANG Menulis itu mengarang. Kita sudah dilatih sejak SD, soooo siapapun yang sudah lulus SD pasti bisa mengarang, semakin tinggi pendidikan kita, kualitas mengarang kita semakin baik.  Mindset yg kita tanamkan menulis itu GAMPANG, untuk membangun sikap percaya diri scr sehat. Visi, tujuan, sasaran yang akan membangkitkan motivasi juang  Alasan yg rasional, ekonomi, psikologis, sosial, bahkan moral-spiritual. Mengapa saya ingin menulis ? Komitmen. Janji pada diri sendiri bahwa “saya akan menulis ttg x, dlm waktu Y, sampai tuntas”, buat rencana tindaknya. Menulis bisa gampang kalau membiasakan diri utk membaca.  Makanan Penulis itu Membaca dan Mengembangkan Ide  Keep your Mind Thinking” kemudian “Keep Your Hand Moving “

6 Pra Syarat Penulis 1.Ambisi * Menguasai latar belakang disiplin ilmu * Ada ide, Bahan, Kemampuan berbahasa tulisan dengan baik * Adanya sarana pengembangan, misalnya perpustakaan * Melihat realitas 2.Motivasi * Mengembangkan bakat * Memberi pengetahuan kepada pembaca * Ingin dikenal banyak orang * Mempunyai bahan, sayang kalau tidak ditulis * Memperoleh penghasilan sampingan * Menemukan identitas & kepercayaan diri, kepuasan batin.

7 Syarat Minimal Penulis 1.Bisa menulis 2.Tekun membaca artikel apa saja 3.Banding-bandingkan gaya tulisan semua artikel yang sudah dibaca 4.Coba berlatih menulis tentang apa saja 5.Bergerak cepat, untuk tetap aktual 6.Bisa mensiasati keinginan redaksi

8 Langkah Penulis Mau Menulis 1.Menetapkan spesialisasi (Pendidikan, Minat, Ketrampilan, Bakat) 2.Memelihara & terus meningkatkan kerangka pemikiran (Frame Of Reference). Melalui Pendidikan Formal, Membaca, Diskusi, Seminar, Kursus. 3.Membuat file pribadi * Di Up Grade, Suporting Data 4.Mengembangkan kemampuan memori/ingatan yang kuat 5.Membina kerja sama (Network) dengan tokoh/lembaga informasi 6.Memahami terus menerus pasar & perubahan

9 KARYA TULIS ILMIAH POPULER  M Memahami konsep penulisan karya tulis ilmiah populer  M Membuat kerangka penulisan karya tulis ilmiah populer  M Membuat karya tulis ilmiah populer

10 KARYA TULIS ILMIAH POPULER Yaitu pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak dibaca & dipahami, fakta yang disajikan harus tetap obyektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir keilmuan (Suhardjono). Jadi Karya Tulis Ilmiah Populer adalah pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan menggunakan bahasa dan kerangka sajian isi yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat umum.

11 Karya Ilmiah Populer Non PenelitianHasil Penelitian Bebas biasanya dikirim ke media massa  Surat kabar  Majalah  Buletin Merupakan karya tulis hasil penelitian, dikirim ke media massa  Surat kabar  Majalah  Journal ilmiah, Buletin

12 Strategi Tulisan 1.* Menarik bagi redaksi dan pembaca * Tulisan jangan sama dengan tulisan yang ada * Kalaupun ada tulisan yg sama, berbeda titik pandangannya 2. Memperhatikan waktu dan momentum 3. Mengandung sesuatu yang baru layak di baca 4. Mengamati terus tulisan-tulisan orang lain 5. Memahami kebijaksanaan redaksional 6. Melakukan kliping artikel-artikel yg diinginkan

13 APA TUJUAN ANDA INGIN MENULIS KTI POPULER ARTIKEL & BUKU ? Tuliskan : 5 menit

14 NON PENELITIAN 1.Mencari ide tulisan 2.Membuat kerangka tulisan 3.Menentukan sistimatika tulisan 4.Mendesain tulisan (Penampilan dan Pelaporan) 5.Mengirim ke media massa HASIL PENELITIAN 1. Membuat kerangka tulisan 2. Menentukan sistimatika tulisan 3. Mendesain tulisan (Penampilan dan Pelaporan) 4.Mengirim ke media massa KARYA TULIS ILMIAH POPULER

15 Dari koran atau membaca buku Proses pengamatan terhadap fakta, fenomena sosial masyarakat Issue-issue strategis / menarik / hangat bidang Iptek, pengawasan, keselamatan, lingkungan, sosial, dll IDE, datang dari : BERTOLAK DARI ISSUE : Menyajikan pandangan Menyajikan gagasan Menyajikan komentar/ulasan terhadap permasalahan Menyajikan urunan pendapat

16 Contoh Ide dari Diri Sendiri Misalnya anda duduk di bawah pepohonan yg rindang di pinggir jalan raya, mobil berseliweran. apa anda mempunyai ide ? Apa yg harus di tulis ? Ban mobil ? Ban yg gundul ? Yang di bahas ? * Ban cepat gundul apa kualitasnya jelek * Apa jalan terbuat dari semen atau dari kita sendiri misalnya ban terlalu kempes atau terlalu besar tekanan anginya antara Ban belakang & depan tidak sejajar/tidak lurus Dari uraian di atas didapatkan : Ide Umum: Tentang Mobil Ide khusus: tetang ban Mobil Topik: Ban yg Gundul Tema : Faktor penyebab Ban gundul Batasan tema: Ban gundul bukan karena kualitas Ban yang jelek/Ban itu selalu dipakai dijalan yg terbuat dari semen

17 Mengenal Ide Tulisan Memiliki bahan yg didapat dari jurnal atau bacaan lainnya Memperkaya diri dengan referensi, mengembangkan ide-ide Sikap yg di butuhkan penulis * Banyak latihan, penciuman terhadap berita, dijadikan lecutan ide * Berwawasan luas, peka menangkap & mengantisipasi masalah, latihan kerja keras * Mempertajam feeling bahwa bahan referensi ini memiliki nilai, sehingga tidak rugi mengkliping foto kopinya * Banyak membaca referensi ilmiah (Jurnal Artikel) dan melihat suatu masalah * Pandai melihat peluang, cari cara yang bisa diangkat menjadi tulisan * Topik ide dipersempit kedalam pembahasan

18 Contoh Topik Ide Dipersempit Ke Dalam Pembahasan 1. Ide Tulisan: Musim Kemarau 2. Mempersempit: * Teknik membuat hujan buatan Pembahasan * Pohon-pohon meranggas pada musim kemarau, teta pi bisa hidup lagi bila musim hujan (Mengapa pohon semacam itu bisa tahan) * Waspada terhadap pencemaran di sungai (karena konsentrasi zat bisa lebih besar, air sungai hanya mengalir sedikit) * Musim kemarau suka terjadi kebakaran hutan, bagaimana cara mengantisipasi kebakaran itu & bagaimana melacak luas kebakaran dg bantuan satelit

19 Bagaimana membuat kerangka tulisan ilmiah populer ? 1. Merumuskan masalah  T Terjadi manakala ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan  Dirumuskan dengan kalimat tanya  Ada variabel atau fokus yang akan dikaji  Menarik untuk dikaji, diinformasikan kepad masyarakat 2. Bagaimana menentukan latar belakang masalah? Menuliskan setting yang mendorong munculnya masalah yang didalamnya ada fakta, fenomena, isue-isue masyarakat

20 3. Bagaimana cara melakukan pembahasan masalah?  Melihat variabel atau fokus dalam permasalahan  Mengembangkan konsep-konsep yang ada, atas dasar acuan  Membuat preposisi-preposisi dan analisis  Membuat kesimpulan-kesimpulan Ide Masak Tulis

21 12/18/ Bagaimana dengan sistimatika tulisan?  Judul  Nama Penulis  Abtraks & Kata Kunci (jika perlu)  Pendahuluan / Latar Belakang  Bagian Inti (Pembahasan)  Penutup  Daftar Acuan Non Penelitian  Judul  Nama Penulis  Abtraks & Kata Kunci  Pendahuluan/ Latar Belakang  Metode  Hasil  Pembahasan  Kesimpulan dan saran  Daftar Acuan Hasil Penelitian

22 Sistematika Penulisan Naskah Tulisan Populer 1 Pembukaan Uraian aktual ( Peristiwa, Statement, Rangkuman Kejadian, Kutipan, Fenomena) 2. Menghubungkan antara prolog dg isi, mengkaitkan antara pembukaan dg materi yang akan disajikan 3. Content (uraian eksplanasi, mengungkapkan permasalahan yg ingin dikupas, terfokus, jangan keluar dari backgraund 4. Anti klimak/ending. Berisi kunci yang menerangkan pembahasan kedalam bentuk kesimpulan yg ringkas, jelas, saran atau bisa berupa pertanyaan mengantung. Keasatuan yg utuh prolog, isi, materi secara runtut.

23 Sistematika Penulisan ( Majalah, Koran ) Kerangka tulisan berisi * Bagian Pendahuluan * Bagian Isi * Bagian Akhir/Penutup 2. Pemisahan bagian perbagian tidak begitu nyata, tidak ditulis Bab, cukup dg sesuatu yg menarik unk diperhatikan pembaca, lebih bebas, tidak menggunakan urutan kerangka isi yg baku. 3. Kerangka penuntunnya : a. Menentukan Topik, bentuk tulisan apa yg diinginkan b. Masalah apa yg sudah diketahui c. Informasi baru apa yg akan ditulis, pancing perhatian pembaca dg kalimat menarik, tulis dg gaya yg hidup, pilihan kata yg sudah dikenal, pilih kata kerja yg menunjukkan kesan gerak dan kalimat yg efektif

24 Judul Latar Belakang Berisi serangkaian fakta, fenomena,peristiwa, rangkuman,gejala,hasil penelitian dan berhenti sampai munculnya permasalahan yang akan dikaji. Isi/Content Berisi uraian tentang konsep, preposisi dan analisis kritis jawaban dari suatu permasalahan yang dibahas. Penutup Berisi suatu simpulan dari tulisan/kajian Ketiganya merupakan satu rangkaian tak terpisahkan, runtut, enak dibaca, menarik dan terkini. Sistematika Naskah Ilmiah Populer

25  Artikel menurut KBBI : Karya tulis lengkap Menurut definisi, idealnya artikel membahas seluk beluk suatu tema yg dibahas secara tuntas. ciri-ciri sebuah artikel : Lugas, Logis, Tuntas, Obyektif, Cermat, Jelas, Padat.  “ Artikel adalah istilah yang sering dipakai oleh media cetak. Sebagaimana jurnalisme mensakralkan fakta, artikel pun menegaskan muatan fakta sebagai isi sajiannya, bukan fantasi. Artikel ialah tulisan non fiksi yang mengangkat berbagai aspek / kejadian yang terjadi di masyarakat ”. (Nelson, 1978 ).  Karangan ilmiah populer – non fiksi tentang suatu masalah secara lengkap, dengan tujuan menyampaikan gagasan dan fakta guna mendidik, memecahkan suatu masalah atau menghibur. MENULIS NASKAH POPULER = MENULIS ARTIKEL Apa itu ARTIKEL ?

26 1.Singkat, Jelas, Mewakili Isi 2.Dibuat dengan kalimat pernyataan yang lugas. 3.Jangan terlalu panjang, pendek tapi berkomunikatif A. Teknik Baru Pembuatan Optik Yang Menekan Ongkos Produksi B. Menciptakan Buah Tomat Tetap Segar Dengan Teknik Antisense RNA C. Membuat Ramuan obat Leukimia dari Tanaman Perdu Tropis 2. Jangan ada pengulangan kata “ Mobil Jepang Merebut Pasaran Mobil Eropa” 3. Menggunakan kalimat yang aktif, Dibuat sesuai isi artikel JUDUL KARYA TULIS ILMIAH POPULER

27 Bentuk Artikel 1.How To ( Bagaimana cara mengatasi suatu masalah) 2.Personal Experience (Pengalaman pribadi/langsung) 3.Self Help (Petunjuk/Pedoman bersifat psikologis berdasarkan prilaku) 4.Profile (Potret pribadi, Public Figure) 5.Round Up Survey (Menghubungkan pendapat, saran, gagasan, komentar beberapa tokoh dirangkum menjadi satu, menghadapi permasalahan yg timbul, Bermuatan Komentar, Renungan, Informasi, Petunjuk, Saran, Antisipasi Isu, Memperluas Perspektif & Kepedulian) 6.Humor (Lucu, menarik, essai ) 7.Commentary/Opinion Editorial ( Mengemukakan ekspresi penulisnya, Mengangkat suatu masalah dari sudut pandangannya sendiri, Mengajak pembaca untuk terlibat) 8.General Interes ( Luas cakupannyadan di kupas secara umum)

28 Gaya Penulisan 1.Menyesuaikan dengan koran (siapa pembacanya, hari apa terbitnya) 2.Kritis, analitis, eksplanatif bukan fiksi 3.Hindari istilah/bahasa teknis ilmiah, penjelasan dengan bahasa yang sederhana 4.Alur penyampaian runtut, logis 5.Terfokus, terorganisasi, tidak bertele- tele/bombastis/vulgar 6.Bahasa yang baik, benar tidak menggunakan ungkapan kalimat klise/normatrif

29 Menyusun Kalimat 1.Satu kalimat hanya mengandung satu ide, jika belum bisa, dapat dilakukan pada kalimat yagn lain tetapi dalam satu alinea 2.Jangan terlalu pendek, sebab pembaca lelah tulisan tidak mengalir membacanya 3.Jangan terlalu panjang, sebab pembaca akan lelah dan bacaan monoton 4.Panjang kalimatnya beragam dan tidak rancu, kalimatnya efektif 5.Kalimat runtun dan santai

30 Berapa Panjang 1.Panjang sebuah kalimat tak ada batasan definitifnya, namun baik jika tidak lebih dari 18 kata (yang kalau dibaca dengan suara keras tidak lebih dari satu tarikan nafas). 2.Panjang sebuah alinea juga tidak ada batasan yang baku, namun para wartawan umumnya menulis 2- 5 kalimat untuk sebuah alinea. 3.Panjang sebuah artikel di rubrik Opini KOMPAS sekitar 600 kata, setara dengan karakter termasuk spasi. 4.Satu halaman kertas ukuran A-4 yang digunakan untuk mengetik sebuah artikel dengan 1,5 spasi dan font Arial atau Times New Roman ukuran 12, akan berisi sekitar 300 kata.

31 Kalimat yang Terlalu Panjang Perkembangan rekayasa genetika dewasa ini semakin maju, sejalan dengan penemuan-penemuan enzim yang dapat memotong DNA maupun menyambung untaian DNA, sehingga para peneliti kini semakin dapat bekerja dengan mudah untuk menghasilkan beragam produk yang bernilai tinggi dan strategis untuk pengobatan berbagai penyakit, baik penyakit karena kerusakan genetik atau penyakit menular. Bisa diganti: Perkembangan rekayasa genetika dewasa ini semakin maju, seiring dengan penemuan-penemuan enzim yang dapat memotong DNA maupun menyambung untaian DNA. Penemuan enzim-enzim tsb. semakin memudahkan bekerjaan peneliti untuk menghasilkan beragam produk bernilai tinggi dan strategis, misalnya produk untuk penyakit kelainan genetik atau penyakit menularter tentu.

32 Contoh Kalimat yang Rancu Gambar itu menunjukkan hampir mirip dengan balok karet yang bisa bergoyang sedikit bila kita sentuh. Sebaiknya ditulis : Gambar itu menunjukkan bangunan gedung bertingkat yang dirancang tahan gempa, hampir mirip dengan balok karet yang bisa bergoyang sedikit bila kita sentuh. Keterangan. Kata menunjukkan, kurang tepat bila diikuti kata hampir mirip seharusnya diikuti oleh kata benda misalnya kata bangunan

33 Pemilihan Kata 1.Kata baku, yang tidak baku seperti istilah Sih, Dong, Khan, Gimana, Kenapa dst. 2.Berisi informasi baru,hangat 3.Penggunaan kata harus tepat, tidak terlalu resmi 4.Kalimat ringkas, tepat, memikat pembaca utuh dlm kesatuan seluruh paragraf/alinea 5.Tanda baca yg tepat 6.Memilih kata kerja yg aktif 7.Jangan mengulang-ulang kata, maka perlunya sinonim 8.Mengenal ruang lingkup pembaca 9.Mengenal karakter pembaca

34 Akhir Artikel Penutup berupa ringkasan, renungan Contoh “ …Tetapi paling tidak dengan konseling masing-masing lebih siap menerima kepribadian pasangannya “ (Diambil dari harian Kompas tentang stres pada wanita) Meluweskan Tulisan Banyak membaca Cerpen, Cerbung, Kisah Sejati, Pengalaman yg ada dalam majalah Cara menulisnya memakai perasaan supaya lebih menarik, memilih kata-kata yg enak didengar, supaya pembaca merasa terlibat dg tulisan anda Luwes yaitu kalimat dlm tulisan tsb. mengalir lancar, perpindahan alenea semakin menggugah minat baca alinea berikutnya

35 IdeMasakTulis Cara Menulis Tradisional MENULIS ARTIKEL POPULER

36 Ide Bayangkan bicara Tulis Cara Menulis Cerdas

37 IdeBicaraTulis Menulis Cara Wawancara

38 IdeMasakKatakanTranskripEdit Menulis Cara Gampang

39 Latihan menulis dengan cara yang paling mudah Setiap kelompok mendiskusikan topik salah satu dari 8-etos kerja profesional ( Terlampir ) Pakai pendekatan 5W + 1H : what-why-who-when-where-how. Sekarang kita melangkah dengan membayangkan etos kerja profesional tokoh, diskusikan dengan menggambarkan si tokoh itu untuk merumuskan What, Why dan How. Hasil diskusi anda kembangkan masing-masing peserta membuat artikel tentang salah satu etos kerja profesional dengan menggunakan penokohan tersebut. Setiap peserta berlatih membuat artikel, 2 – 3 paragraf boleh lebih, waktunya 15 menit tanpa henti, tidak boleh dihapus/diganti atau diedit ditengah jalan, ini perlu untuk belajar mengeluarkan pendapat dalam bentuk tulisan. Sesudah selesai 15 menit baru kita coba edit kekurangannya dalam 5 menit.

40 Wicara // Tulisan WICARATULISAN Wicara singkat (pidato, ceramah, kotbah, sambutan) Wicara panjang (kuliah, seri ceramah, training) Artikel Buku

41 Dimulai dengan Rancangan MERANCANG  Sejak sebelum bicara sudah berpikir tulisan  Struktur bicara dirancang seperti bagan tulisan  Persiapkan alat perekam MENGATAKAN  Sampaikan semua yang sudah direncanakan sebebas mungkin  Pastikan bahwa semuanya terekam dengan baik TRANSKIP  Transkip hasil rekaman  Edit hasil transkip  Perkaya dengan berbagai tambahan yang perlu

42 Dimulai dengan Wicara Berbicaralah Senyaman Mungkin  Jadilah diri sendiri, hilangkan beban, tampil seperti biasa  Rekam (record) seluruh proses wicara (pastikan suara jelas) Transkip Seluruh Isi Wicara  Transkip boleh diedit bahasa  Tetapi pastikan semua yang dikatakan Rancang Tulisan Berbasis Transkip  Perhatikan fokus tulisan  Perhatikan struktur tulisan  Intinya adalah fungsi editing

43 Menulis Naskah Wawancara Wawancara: mengeluarkan sebanyak mungkin gagasan dengan bantuan orang lain Wawancara direkam dan ditranskip Hasil wawancara diedit: dipilah, dikategorisasi, disusun, dirapikan, diperkaya

44  Pastikan satu unit wawancara dirancang untuk mengisi satu unit tulisan: satu artikel, satu sub bab atau satu bab buku  Idealnya buat kerangka acuan yang terdiri dari:  Latar belakang, uraian singkat, batasan  Daftar pertanyaan  Daftar pertanyaan adalah apa saja yg akan dijawab oleh satu unit artikel  Pilih pewawancara yg “nakal”, yang mampu memancing keluar gagasan-gagasan besar Anda Persiapan Wawancara

45 Lakukan wawancara senatural mungkin: Pewawancara mengajukan pertanyaan dengan serius Pewawancara perlu mengembangkan wawancara Terwawancara menjawab selengkap mungkin, sejelas mungkin Keluarkan semua komponen: argumentasi, narasi, contoh, data, rujukan, anekdot, humor Jaga wawancara pada koridornya Tips Melakukan Wawancara

46 Melakukan Wawancara Berpasangan, bergantian menjadi pewawancara dan terwawancara Tema dan cakupan ditentukan, tentang pengalaman yg paling membahagiakan, menyedihkan/menyakitkan, tidak terlupakan Buat daftar pertanyaan sekilas Tulis ulang hasil wawancara apa adanya LATIHAN

47 Penulisan naratif menjadi trend baru karena: Bagi pembaca: Menarik dan mudah diikuti, imajinatif Bagi penulis: Peluang untuk menyampaikan berbagai pesan TULISAN NARATIF

48 Narrative writing Narrative journalism Story Telling Jurnalisme sastrawi Feature (non-news) Penulisan populer Tentang Istilah (Umum)

49 Ada tokoh (-tokoh) Mengandung “storyline” Mengandung plot Mementingkan seni berbahasa Pendekatan Sastrawi

50 Menempatkan persoalan pada orang Kombinasi argumentasi dan contoh (“Berdialog” dengan pembaca) Mengawinkan Pesan + Narasi

51 Setting (tempat dan waktu) Tokoh Aksi  Tindakan Membangun Imajinasi

52 Ada storyline Tokoh menghadapi persoalan Ada perubahan, sesuatu yg baru Tulisan Memikat Pembaca Meyakinkan Pembaca Ada plot (siapa melakukan apa, mengapa)

53 Benar (gramatika) Jernih (logika) Bergaya (artistik) Bahasa Dalam Narasi Kejernihan Bahasa - Mulai dari kejernihan kalimat - Kalimat tunggal, ide tunggal - SPOK - Konkret

54 TULISAN YG MENARIK PEMBACA 1. Impact 2. Nama besar 3. Unik 4. Actual 5. Deket 6. Human interest 7. Pathos

55 Bagaimana menempatkan cerita dalam buku Model pastur : Cerita dulu baru pesan Model kiyosaki : cerita – ya pesan – cerita. Model seven habit atau berpikir positif.  Cerita – gagasan – cerita – gagasan- cerita – gagasan Model Desertasi jadi buku :  Tambahkan Who – when – where masukkan dalam pesan

56 Sebaiknya... Sebaiknya setiap artikel yang telah Anda selesaikan dilengkapi dengan nama, identitas atau profil singkat, dan alamat surat-e ( ) atau nomor kontak.

57 Latihan Menulis Naratif Vidio film Japp Masing-masing menulis artikel yang ada di film Japp dengan konsep naratif (tokoh, dimana, kapan, storyline – ada awal dan akhirnya, bagaimana gagasan pemikiran anda terhadap kejadian tersebut ) Tulis dalam 15 menit sampai selesai, tidak boleh berhenti atau memperbaiki, 5 menit melakukan memperbaiki

58 “Cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis atau pemakai bahasa” (Tarigan) Gaya Bahasa

59  ALEGORI: Menyatakan maksud melalui kiasan, perumpamaan atau penggambaran. Dia hidup seperti air, mengalir saja mengikuti alam  ALUSIO: Pemakaian ungkapan yg tdk diselesaikan karena sudah dikenal. Jaka sembung bawa golok…  SIMILE: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan. Tutur katanya perlahan berisi layaknya tuturan seorang paderi. Gaya Bahasa Perbandingan METAFORA: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dgn menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll. Gitar spanyol ramping pinggangnya, sutera india halus kulitnya. PERSONIFIKASI: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia. Gedung-gedung jangkung berlomba menggapai angkasa. DEPERSONIFIKASI: Pengungkapan dgn tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa. Tubuhnya teronggok beku di teras pertokoan.

60  SINISME: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Bukankah kamu orang paling dermawan di kampung ini? (tapi kok pelit)  SATIRE: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Hanya pemuda bodoh atau tak tahu malu sajalah yang mau melamar XXX  IRONI: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Wah, bagus sekali rapor akhir tahunmu. (padahal banyak merahnya)  SARKASME: Sindiran langsung dan kasar. Lain kali saja mungkin kau bisa bergabung, ini kelab khusus VIP. Gaya Bahasa Sindiran

61  KLIMAKS: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting. Dia pernah membangun pondok, rumah sederhana, rumah mewah, sampai gedung bertingkat.  ANTIKLIMAKS: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting. Rumah, mobil, motor, kulkas, bahkan tabung gas pun telah disita karena diduga berasal dari korupsi. Gaya Bahasa Penegasan

62  PARADOKS: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar. Dia terlalu pintar sehingga mampu menguasai negeri ini, tetapi terlalu bodoh hingga takhluk di lutut perempuan.  ANTITESIS: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Penjumlahan sederhana itu kau tak bisa? Terlalu pintar kau rupanya.  KONTRADIKSI: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Ketika berpidato dia terlihat cerdas, tetapi ketika menulis dia terlihat bodoh. Gaya Bahasa Pertentangan

63  Setelah tahap eksplorasi, penulisan harus dilanjutkan dengan penyuntingan dan pemolesan untuk meningkatkan kualitas naskah.  Kualitas naskah = area kontrol untuk maksimalisasi potensi bestseller.  Naskah berkualitas memikat penerbit.  Naskah berkualitas = kredibilitas penulis. MENYUNTING DAN MEMOLES NASKAH Mengapa Naskah Perlu Disunting dan Dipoles?

64  Judul dan subjudul  Kata pengantar  Pendahuluan  Ucapan terima kasih  Daftar isi  Bab/isi  Penutup  Indeks  Daftar pustaka  Lampiran  Testimoni/endorsement  Profil penulis, dll PERTAMA, dari sisi kelengkapan. Apakah pada setiap bagian naskah berikut ini sudah lengkap isinya? Lima Lingkup Penyuntingan Naskah (1)

65 KEDUA, dari sisi ketepatan tata bahasa (EYD). Apakah naskah sudah ditulis sesuai standar bahasa baku? Contoh:  Penggunaan tanda baca  Susunan kalimat  Pilihan kata/diksi  Cara penulisan kata-kata serapan Tip: Gunakan sebuah kamus acuan, semisal Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Terbitan Balai Pustaka Lima Lingkup Penyuntingan Naskah (2)

66 KETIGA, dari sisi akurasi atau ketepatan. Baik ketepatan dalam hal teori/preposisi, pendekatan, analisis, data, contoh-contoh kasus, statistik, kebaruan, atau informasi lainnya. Cek ulang, tambahkan, atau kurangi sesuai kebutuhan. Contoh:  Penambahan data statistik terbaru  Penambahan contoh-contoh kasus terbaru Lima Lingkup Penyuntingan Naskah (3)

67 KEEMPAT, dari sisi gaya dan rasa bahasa. Apakah naskah akan dipoles dalam:  Gaya bahasa personal atau impersonal  Gaya penulisan formal atau jurnalistik  Akademik atau ilmiah populer Lima Lingkup Penyuntingan Naskah (4)

68 KELIMA, kemungkinan penyempitan atau pengembangan naskah dengan mengurangi atau bahkan menambahkan bab-bab baru. Keduanya difungsikan untuk semakin menambah kekuatan naskah dan memperbesar potensi bestseller. Lima Lingkup Penyuntingan Naskah (5)

69 Periksa kembali artikel- artikel yang sudah Anda tulis dan suntinglah berdasarkan kelima ruang lingkup penyuntingan naskah.


Download ppt "KARYA TULIS ILMIAH POPULER Yusri Heni N.A. Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah Badiklat Cisarua, 26 Februari 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google