Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DEFINISI : PERSEKUTUAN 1. Persekutuan adalah perikatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama dengan tujuan mendapatkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DEFINISI : PERSEKUTUAN 1. Persekutuan adalah perikatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama dengan tujuan mendapatkan."— Transcript presentasi:

1

2 DEFINISI : PERSEKUTUAN 1. Persekutuan adalah perikatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama dengan tujuan mendapatkan laba 2. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih, mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ke dalam Persekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan atau manfaat karenanya.

3 KESIMPULAN DEFINISI : Unsur Pokok Persekutuan : a.Gabungan atau asosiasi para sekutu (Orang / Badan Usaha) b.Pemilikan dan pengelolaan bersama c.Tujuan untuk mencari laba.

4 KHARAKTERISTIK PERSEKUTUAN : 1.Perjanjian / kontrak tertulis (Partnership Agreement) 2.Masa hidup / umur yang terbatas (Limited Life) 3.Kewajiban / hutang bersama (Unlimited Liability) 4.Pemilikan Aktiva / Assets bersama (Co Ownership of Property) 5.Tidak ada Pajak Penghasilan (PPh) – No Partnership Income Tax 6.Akun Modal untuk Sekutu

5 Keuntungan dan Kerugian Persekutuan Keuntungan Persekutuan Kerugian Persekutuan 1. Modal lebih besar 1. Hubungan antar sekutu mudah retak 2. Sekutu bekerja sama, hasil yg diperoleh lebih besar dibandingkan jika dilakukan sendiri. 2. Hutang bersama dan hutang tak terbatas dapat menimbulkan kewajiban pribadi bagi masing- masing sekutu 3. Menghimpun keahlian 3. Perjanjian persekutuan sulit untuk dirumuskan 4. Tidak ada pajak utk perusahaan tp utk pribadi

6 MACAM-MACAM BENTUK PERSEKUTUAN : 1. a. Persekutuan Perdagangan (Treading Partnership) b. Persekutuan Jasa (Non Trading Partnership)) b. Persekutuan Jasa (Non Trading Partnership)) 2. a. Persekutuan Umum / Firma (General Partnership) b. Persekutuan Terbatas / Komanditer (Limited Partnership) b. Persekutuan Terbatas / Komanditer (Limited Partnership) c. Persekutuan Saham Patungan (Joint Stock Company) c. Persekutuan Saham Patungan (Joint Stock Company)

7 CARA PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN a. Mendirikan persekutuan baru b. Mengubah/menggabungkan perusahaan perseorangan yang sudah berjalan/ada c. Mengubah pemilikan perusahaan persekutuan yang sudah ada

8 Contoh  Alt dan Blu sepakat membentuk persekutuan, berikut saldo Alt pd tanggal 31 Desember 200x  Kas3,000  Persediaan7,000  Peralatan20,000  Akum Peny- perlatan 5,000  Kewajiban 10,000  Modal Alt 15,000

9  Blue menyetor uang tunai $ 10,000 dan Usaha Alt di audit ulang dan menunjukankan ada kewajiban $ 1,000 yg tidak tercatat, serta persediaan dinilai sebesar $ 9,000 dan peralatan memiliki nilai wajar $ 19,000  Tentukan jurnal untuk mencatat penyetoran modal awal pd pembukuan persekutuan?

10 1 Januari 200Y  Kas13,000  Persediaan9,000  Peralatan19,000 Kewajiban11,000 Modal Alt20,000 Modal Blu10,000 Pembentukan persekutuan AB dg penyetoran modal oleh Alt dan Blu

11  Kalau blu melakukan penarikan kas untuk keperluan pribadi sebesar $3,000 tgl 1 Mei 200Y, maka jurnalnya  Penarikan Blu3,000  Kas3,000

12  Jika Alt meminjamkan uang pada persekutuan senilai 4,000 pd tanggal 1 Juli 200Y  Kas$ 4,000 Pinjaman Alt $ 4,000 Mencatat pinjaman dari sekutu Alt

13 Contoh : Tuan Ali, Tuan Badu dan Tuan Cory membentuk persekutuan. Tuan Ali menyetor uang sebesar Rp. 15.000.000,-. Tuan Badu menyerahkan barang dagangan bernilai Rp. 20.000.000,- Tuan Cory menyumbangkan keahliannya di bidang Manajemen dan dinilai kemampuannya seharga Rp 5.000.000 Jurnalnya : Kas Rp 15.000.000,- - Barang Dagangan 20.000.000,- - Goodwill 5.000.000,- - Modal Ali - Rp 15.000.000,- Modal Badu - 20.000.000,- Modal Cory - 5.000.000,-

14 ad. b. Menggabungkan perusahaan yang sudah ada Masalah yang timbul : 1. Penilaian aktiva bersih yang disetor Dasarnya ~ Taksiran nilai pasar. ( Bila ada selisih antara nilai buku dengan nilai pasar ~ hak pemilik perusahaan yang digabung 2. Penentuan modal masing-masing sekutu Besarnya setoran modal = jumlah aktiva bersih yang diserahkan setelah dinilai kembali 3. Pembukuan/akuntansinya : - Meneruskan/melanjutkan buku lama - Menggunakan buku baru

15 Contoh soal Nyonya Cici mempunyai sebuah perusahaan dengan nama “MERINDU” mengadakan perjanjian dengan tuan Doni dan Tuan Budi untuk mendirikan firma “PENANTIAN”. Tuan Doni menyetorkan uang Rp. 35.000.000,-. Tuan Budi menyerahkan barang dagangan Rp. 30.000.000,-. Nyonya Cici menyerahkan perusahaannya kecuali kas. Pada tanggal tersebut posisi keuangan perusahaan “MERINDU” sebagai berikut : Perusahaan “MERINDU” Neraca Per 31 Juli 1997 Kas 4.000.000,-Hutang lancar 180.000,- Piutang dagang 200.000,- Persed brg dagang 500.000,-Hutang jk.panjang10.000.000,- Aktiva lancar lain 250.000,- Aktiva tetap 40.000.000,-Modal Akum. Penyusutan (2.000.000,-) Modal Cici 32.770.000,- 42.950.000,- 42.950.000,-

16 Dalam perjanjian ditentukan : 1. Piutang dagang Rp 20.000,- diperkirakan tak dapat ditagih. 2. Persediaan milik Nyonya Cici dinilai Rp 400.000,- dan milik Tuan Budi dinilai Rp 25.000.000,- 3. Aktiva tetap nilai gantinya Rp 50.000.000,- dan umurnya tetap. 4. Kepada Nyonya Cici diberikan Goodwill atas reputasi perusahaannya dan dinilai sebesar Rp 80.000,-.

17 1. Melanjutkan buku perusahaan lama (Nyonya Cici) a. Mencatat penilaian kembali : Aktiva tetap 10.000.000,- - Goodwill 80.000,- Persediaan barang dagangan - Rp 100.000,- Cad. Kerugian Piutang - 20.000,- Akum. Penyusutan - 500.000,- Modal Cici - 9.460.000,- b. Mencatat pengambilan kas oleh Nyonya Cici Modal CiciRp 4.000.000,- - Kas - Rp 4.000.000,- c. Mencatat setoran Doni KasRp 35.000.000,- - Modal Doni - Rp 35.000.000,- d. Mencatat Setoran Budi Persediaan Barang Dagangan Rp 25.000.000,- - Modal Budi - Rp 25.000.000,-

18 2. Membuka buku baru a. Mencatat kekayan bersih Nyonya Cici sebagai setoran modalnya Piutang DagangRp 200.000,-- Persediaan barang dagangan 400.000,-- Aktiva lancar lainnya 250.000,-- Aktiva tetap 50.000.000,-- Goodwill 80.000,-- Hutang lancar- Rp 180.000,- Hutang Jangka Panjang- 10.000.000,- Cad. Kerugian Piutang- 20.000,- Akum. Penyusutan 2.500.000,- Modal Cici- 38.230.000,- b. Mencatat setoran Doni Kas Rp 35.000.000,- - Modal Doni - Rp 35.000.000,- c. Mencatat Setoran Budi Persediaan Barang dagangan Rp 25.000.000,- - Modal Budi - Rp 25.000.000,-

19 Firma “PENANTIAN” Neraca Per 31 Juli 1997 Kas Rp35.000.000,- Hutang lancar Rp 180.000,- Piutang dagang 200.000,- Hutang jk.panjang 10.000.000, Cad. Kerugian Piutang (20.000,-) Persed brg dagang 25.400.000,- Modal Aktiva lancar lain 250.000,- Modal Cici 38.230.000,- Aktiva tetap50.000.000,- Modal Doni35.000.000,- Akum. Penyusutan (2.500.000,-) Modal Budi25.000.000,- Goodwill 80.000,- ---------------- --------------- 108.410.000,- 108.410.000,- =========== ===========

20 Contoh: Ahmad menginvestasikan ke persekutuannya dengan Akbar dalam sekutu pembuatan dan penjualan komputer khususnya software. Ahmad menyetor uang ke sekutu sebesar Rp 20.000.000,- dengan piutang dagang Rp 60.000.000,-, Persediaan Barang Dagangan sebesar Rp 140.000.000,- Peralatan Komputer Rp 800.000.000,- dan Hutang Dagang sebesar Rp 170.000.000,- Penyisihan Piutang tak Tertagih Rp 10.000.000,- Akumulasi Penyusutan Rp 100.000.000,- Sedangkan Akbar memiliki kas sebesar Rp 10.000.000,- dan program software sebesar Rp 200.000.000,- Transaksi ini terjadi 1 Maret 200X

21 Setoran Ahmad 1 Maret Kas Rp 20.000.000,- Piutang DagangRp 60.000.000,- Persediaan Rp 140.000.000,- Peralatan Komputer Rp 800.000.000,- Penyisihan Piutang TTRp 10.000.000,- Hutang DagangRp 170.000.000,- Akumulasi PenyusutanRp 100.000.000,- Modal Ahmad Rp 740.000.000,- Setoran Akbar 1 Maret KasRp 10.000.000,- Komputer softwareRp 200.000.000,- Modal AkbarRp 210.000.000,-

22 Persekutuan A2 Laporan Neraca 1 Maret 200X (dalam ribuan) AssetsLiabilities Kas Rp 30.000. Hutang Dagang Rp 170.000 Piutang Rp 60.000 Peny. P (Rp 10.000) Rp 50.000 Persediaan Rp 140.000 Modal Peralatan K Rp 800.000 Modal Ahmad Rp 740.000. Ak. Peny ( Rp 100.000) Rp 700.000 Modal Akbar Rp 210.000 Komp Software Rp 200.000 T O T A L Rp 1.120.000 T O T A L Rp 1.120.000 T O T A L Rp 1.120.000,-

23 PEMBAGIAN LABA RUGI PARA SEKUTU a. Dibagi sama b. Dibagi berdasarkan rasio c. Dibagi berdasarkan rasio modal

24 a.Laba-rugi dibagi sama Firma MAN dengan modal sekutu Marni Rp 25.000.000,- Arif Rp 15.000.000 dan Norman Rp 50.000.000,- pada tanggal 1 Januari 1998. Firma MAN membagi laba rugi sama rata. Pada tahun 1998 perusahaan menderita kerugian sebesar Rp 27.000,000,-. Jurnal : Modal Marni Rp 9.000.000,-- Modal Arif Rp 9.000.000,-- Modal Norman Rp 9.000.000,-- Ikhtisar laba-rugi -Rp 27.000.000,-

25 b.Laba-rugi berdasarkan rasio Pada contoh nomor 1. Pembagian laba rugi berdasarkan rasio, Marni : Arif : Norman = 3 : 1: 5 Jurnal : Modal MarniRp 9.000.000,-- Modal ArifRp 3.000.000,-- Modal NormanRp 15.000.000,-- Ikhtisar laba-rugi -Rp 27.000.000,- Marni = 3/9 x Rp 27.000.000,- Arif = 1/9 x Rp 27.000.000,- Norman = 5/9 x Rp 27.000.000,-

26 c. Laba-rugi dibagi berdasarkan rasio modal : 1. rasio modal awal pendirian 2. rasio modal awal tiap periode fiskal 3. rasio modal akhir tiap periode fiskal 4. rasio modal rata-rata untuk periode fiskal

27 ad.1. Laba-rugi dibagi menurut rasio modal awal pendirian Firma KOTA didirikan pada tanggal 2 Januari 1997, dengan masing-masing modal sekutu Karto Rp 10.000.000,-, Titin Rp 30.000.000,- dan Amir Rp 40.000.000,-. Pada tahun 1997 Firma KOTA memperoleh laba sebesar Rp 24.000.000,-. Perbandingan modal awal Karto, Titin dan Amir = 1 : 3 : 4 Pembagian laba untuk sekutu : Karto = 1/8 x Rp 24.000.000,- Titin = 3/8 x Rp 24.000.000,- Amir = 4/8 x Rp 24.000.000,- Jurnal : Ikhtisar laba-rugiRp 24.000.000,- Modal KartoRp 3.000.000,- Modal TitinRp 9.000.000,- Modal AmirRp 12.000.000,-

28 ad.2. Laba-rugi dibagi menurut rasio modal awal tiap periode fiskal Dari soal di atas saldo awal tahun 1998 untuk Karto = Rp 13.000.000,-, Titin Rp 39.000.000,- dan Amir Rp 52.000.000,- bila laba pada tahun 1998 sebesar Rp 52.000.000,- Perbandingan modal awal tahun 1998 : Karto : Titin : Amir = 13 : 39 : 52 - Karto = 13 / 104 x Rp 52.000.000,- - Titin = 39 / 104 x Rp 52.000.000,- - Amir = 52 / 104 x Rp 52.000.000,- Jurnal : Ikhtisar laba-rugiRp 52.000.000,- Modal KartoRp 6.500.000,- Modal TitinRp 19.500.000,- Modal AmirRp 26.000.000,-

29 ad.3. Laba-rugi dibagi menurut rasio modal akhir tiap periode fiskal. Sama dengan soal ad.2 di atas, tapi pada tahun 1998 sekutu Karto menyetor tambahan modal sebesar Rp 9.000.000,- sekutu Titin mengambil prive Rp 5.000.000,- dan sekutu Amir mengambil prive sebesar Rp 4.000.000,-. Modal sekutu pada akhir tahun 1998 : - Karto = Rp 13.000.000,- + Rp 9.000.000,- = Rp 22.000.000,- - Titin = Rp 39.000.000,- - Rp 5.000.000,- = Rp 34.000.000,- - Amir = Rp 52.000.000,- - Rp 4.000.000,- = Rp 48.000.000,- Perbandingan modal berdasarkan saldo akhirnya = Karto:Titin:Amir = 22 : 34 : 48 - Karto = 22 / 104 x Rp 52.000.000,- - Titin = 34 / 104 x Rp 52.000.000,- - Amir = 48 / 104 x Rp 52.000.00,- Jurnal : Ikhtisar laba-rugiRp 52.000.000,- Modal KartoRp 11.000.000,- Modal TitinRp 17.000.000,- Modal AmirRp 24.000.000,-

30 ad.4. Laba rugi dibagi menurut rasio modal rata-rata periode fiskal : Firma Zani membagi laba-rugi berdasarkan perbandingan saldo modal rata-rata periode fiskal. Perkiraan buku besar modal sekutu terdiri dari : Modal Zali ad.4. Laba rugi dibagi menurut rasio modal rata-rata periode fiskal : Firma Zani membagi laba-rugi berdasarkan perbandingan saldo modal rata-rata periode fiskal. Perkiraan buku besar modal sekutu terdiri dari : Modal Zali TanggalKeteranganDebit KreditSaldo D / K (Rp) 1/1 - 06saldo - -30.000.000,- 1/4 - 06investasi - 3.000.000,-33.000.000,- 1/9 - 06investasi - 4.500.000,-37.500.000,-

31 Modal Nia TanggalKeteranganDebitKreditSaldo D / K (Rp) 1/1 - 06saldo - -40.000.000,- 1/5 - 06penarikan 7.500.000,- -32.500.000,- 1/8 - 06penarikan 6.000.000,- -26.500.000,- 1/11 -06investasi - 12.000.000,- 38.500.000,-

32 Pada tahun 1998 Firma Zani memperoleh laba sebesar Rp 81.900.000,- Perhitungan modal rata-rata : Nama Sekutu TanggalSaldoBulanJumlah Zali1/1 - 06Rp 30.000.0003Rp 90.000.000,- 1/4 - 06 33.000.0005 165.000.000,- 1/9 - 06 37.500.0004 150.000.000,- 12Rp 405.000.000 Nia1/1 - 06Rp 40.000.0004Rp 160.000.000,- 1/5 - 06 32.500.0003 97.500.000,- 1/8 - 06 26.500.0003 79.500.000,- 1/11 - 06 38.500.0002 77.000.000,- 12Rp 414.000.000

33 Perbandingan modal rata-rata = Zali : Nia = 405 : 414 Bagian laba untuk sekutu = - Zali = 405 / 819 x Rp 81.900.000,- - Zali = 405 / 819 x Rp 81.900.000,- - Nia = 414 / 819 x Rp 81.900.000,- - Nia = 414 / 819 x Rp 81.900.000,- Jurnal : Ikhtisar laba-rugiRp 81.900.000,- Ikhtisar laba-rugiRp 81.900.000,- Modal ZaliRp 40.500.000,- Modal ZaliRp 40.500.000,- Modal NiaRp 41.400.000,-

34 Metode lainnya untuk pembagian laba rugi persekutuan 1.Laba rugi dibagi berdasarkan gaji dan bunga kepada sekutu 2.Laba rugi dibagi berdasarkan bonus kepada sekutu 3.Laba rugi dibagi dengan dasar majemuk 4.Laba rugi dibagi dengan metode alokasi laba khusus lainnya

35 Contoh: Clark dan Lana membentuk sekutu untuk eksplorasi minyak. Dengan modal masing-masing sebesar US$ 8.000 dan US$ 10.000. Berdasarkan penjanjian sekutu, maka: Clark akan dibayar gajinya sebesar US$ 4.300,- sedang Lana sebesar US$ 3.500,- Setelah gaji dibagi maka tiap sekutu akan memperoleh bunga 8% dari setoran modal awal. Jika ada sisa laba maka akan dibagi dua. Laba sekutu yang akan dibagi sebesar US$ 9600

36 Perhitungan pembagian laba persekutuan Clark dan Lana keteranganClarkLanaTotal Total labaUS$ 9.600,- - Pembayaran gajiUS$ 4.300,-US$ 3.500 Total pembayaran gajiUS$ 7.800,- Sisa LabaUS$ 1.800,- - Clark (US$ 8.000 X 8%)US$ 640,- Lana (US$ 10.000X 8%)US$ 800,- TotalUS$ 1.440,- Sisa LabaUS$ 360,- Sisa Dibagi rataUS$ 180 US$ 360,- 0 Laba yg dibagi untuk Clark & Lana US$ 5.120,-US$4.480,-US$ 9.600,-

37 Ayat jurnal penutupnya: 31 Des Ikhtisar Laba RugiUS$ 9.600,- Modal ClarkUS$ 5.120,- Modal LanaUS$ 4.480,-

38 LABA – RUGI DIBAGI BERDASARKAN BONUS Lazimnya bonus diberikan kepada sekutu pengelola ( aktif ) yang dinyatakan dalam persentase. Metodenya : Bonus dari Laba Bonus dari laba setelah dikurangi Bonus. Bonus dari Laba Contoh : Fa.AH tahun 2008 dapat laba Rp 50.000.000,- masing – masing sekutu diberi bonus 5% dari laba. Hitungannya : Bonus untuk Ade = 5% x Rp 50.000.000,- = Rp 2.500.000,- Bonus untuk Har = 5% x Rp 50.000.000,- = Rp 2.500.000,-

39 Latihan  Perjanjian persekutuan antara jon dan pete menyatakan: 1.Masing-masing sekutu akan mendapatkan 8 % dari rata-rata saldo modal 2.Jon dan pete akan mendapatkan gaji masing- masing 35,000 dan 25,000 3.Sisa laba atau rugi akan dibagi dengan rasio jon : pete = 60 : 40 4.Saldo rata-rata modal jon $100,000 dan Pete $ 60,000. Buatlah pembagian laba jika diketahui laba persekutuan; a.$ 100,000 b. $ 40,000

40 Latihan  Left dan Right sekutu dengan saldo modal th 2006 sbb: Modal Left Modal Right 28/8 6,000 1/1 30,000 5/3 9,000 1/1 50,000 3/4 8,000 6/7 7,000 31/10 6,000 7/10 5,000 Jika laba persekutuan tahun ini $ 50,000, dg perjanjian masing-2 sekutu akan mendapat gaji 8 % atas saldo modal rata-rata, sisa laba rugi di bagi sama rata, tentukan pembagian laba tersebut?

41 PEMBUBARAN PERSEKUTUAN ADA EMPAT JENIS PEMBUBARAN PERSEKUTUAN 1.Dissociation/Pengunduran diri 2.Dissolution/Pembubaran 3.Termination/Terminasi 4.Liquidation/Likuidasi.

42 Dissociation  Dissociation adalah konsep hukum untuk pengunduran diri sekutu karena meninggal, pensiun atau pengunduran diri secara sukarela atau tidak sukarela.  Tidak semua dissociation menimbulkan pembubaran persekutuan. Banyak dissociation hanya melibatkan pembelian kepemilikan sekutu yang mengundurkan diri dibandingkan melakukan terminasi atau likuidasi.

43 Dissolution  Dissolution merupakan pengakhiran persekutuan pada akhir masa atau tujuan persekutuan atau dengan persetujuan tertulis dari seluruh sekutu.  Dissolution juga termasuk perubahan hubungan antar sekutu karena ada sekutu baru yg masuk persekutuan

44 Termination & Liquidation  Termination merupakan akhir dari fungsi bisnis normal sebuah persekutuan, persekutuan tidak lagi mengalami keninambungan usaha pada saat penghentian.  Liquidation merupakan penjualan aktiva persekutuan, pembayaran kewajiban dan pembagian aktiva tersisa kepada masing- masing sekutu

45 Penyebab utama pembubaran  Seorang sekutu baru diterima atau seorang sekutu mengundurkan diri.  Pesyaratan tertentu yg diemban persekutuan telah terpenuhi (selesai)  Seluruh sekutu sepakat membubarkan persekutuan.  Persekutuan atau seorang sekutu mengalami kebangkrutan

46 Penyebab utama pembubaran  Adanya keputusan pengadilan:  Seorang sekutu dinyatakan tidak waras.  Seorang sekutu melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian persekutuan.  Pengadilan menetapkan bahwa operasi persekutuan mungkin hanya akan menimbulkan kerugian

47 PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN. : 1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU UNTUK MENINGKATKAN MODAL PERSEKUTUAN. 2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU, SEDANGKAN SEKUTU YG TINGGAL TETAP INGIN MELANJUTKAN USAHANYA. 3. MENINGGALNYA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA PERSEKUTUAN 4. BERUBAHNYA BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN TERBATAS.

48 Ad.1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU : DENGAN CARA : a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH BAGIAN MODAL (KEPENTINGAN) SEKUTU LAMA. b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA PERSEKUTUAN. Ad.a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH KEPENTINGAN SEKUTU LAMA  KEKAYAAN PERUSAHAAN TIDAK BERTAMBAH  ADA PEMINDAHAN AKUN MODAL PIHAK PENJUAL KE PIHAK PEMBELI SEDANGKAN UANG NYA DITERIMA OLEH SEKUTU YANG MENJUAL KEPENTINGANNYA..

49 CONTOH : FIRMA “ASSOY” YG TERDIRI DARI SEKUTU ADI DAN BUDI DENGAN MODAL MASING-MASING Rp. 80.000.000,- DAN Rp 120.000.000,- PEMBAGIAN LABA-RUGI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AWAL. CORI DITERIMA SEBAGAI SEKUTU BARU DENGAM MEMBELI KEPENTINGAN SEKUTU LAMA SEBESAR 25% DENGAN MEMBAYAR SEBESAR Rp 60.000.000,-. MODAL SEKUTU LAMA BERKURANG : - ADI = 25% x Rp 80.000.000,- = Rp 20.000.000,- - BUDI = 25% x Rp 120.000.000,- = Rp 30.000.000,-

50 Ad.b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA PERSEKUTUAN (PENYATUAN KEPENTINGAN)  KEKAYAAN PERUSAHAAN BERTAMBAH SEBESAR NILAI KEKAYAAN YG DITANAMKAN SEKUTU BARU  MODAL SEKUTU LAMA BERUBAH.

51 KEMUNGKINAN YANG DAPAT TERJADI DENGAN MASUKNYA SEKUTU BARU : a. ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU LAMA b. ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU BARU  BONUS / GOODWILL ADALAH PENGAKUAN ADANYA KELEBIHAN TERHADAP SALAH SATU PIHAK DALAM PERSEKUTUAN YANG BARU DIDIRIKAN.  BONUS / GOODWILL MEMPUNYAI PENGERTIAN YG SAMA TETAPI BERBEDA DARI SEGI PENCATATANNYA.  BONUS ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL SEKUTU BARU YG DISETOR, DAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR TIDAK BERUBAH.  GOODWILL ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL SEKUTU BARU YANG DISETOR DAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU BERUBAH.

52 A.BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA : - BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU BARU HARUS DIKURANGI DENGAN JUMLAH TERTENTU SEBAGAI BONUS UNTUK SEKUTU LAMA - GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN DITAMBAHKAN KE MODAL SEKUTU LAMA. CONTOH : MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/1-2008 MASING-MASING Rp 10.000.000,-, Rp 12.000.000,- DAN Rp 15.000.000. LABA RUGI DIBAGI DENGAN RASIO 2 : 3 : 5. PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH MENYETOR UANG Rp 13.000.000,- UNTUK MENDAPATKAN 25% DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.

53 * METODE BONUS : TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA Rp 37.000.000,- SETORAN MODAL DIAH Rp 13.000.000,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN SEKUTU BARU Rp 50.000.000,- KEPENTINGAN DIAH = 25% x Rp 50.000.000 = Rp 12.500.000,- SETORAN MODAL DIAH= Rp 13.000.000,- BONUS UNTUK SEKUTU LAMA= Rp 500.000,- * METODE BONUS : TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA Rp 37.000.000,- SETORAN MODAL DIAH Rp 13.000.000,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN SEKUTU BARU Rp 50.000.000,- KEPENTINGAN DIAH = 25% x Rp 50.000.000 = Rp 12.500.000,- SETORAN MODAL DIAH= Rp 13.000.000,- BONUS UNTUK SEKUTU LAMA= Rp 500.000,-

54 JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,- MODAL ANI-Rp 100.000,- MODAL BELA- 150.000,- MODAL CICI- 250.000,- MODAL DIAH 12.500.000,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10,1 : 12,15 : 15,25 : 12,5

55 METODE GOODWILL : TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = Rp 13.000.000 x 100/25 = Rp 52.000.000,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR = Rp 50.000.000,- GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA = Rp 2.000.000,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,-- GOODWILL 2.000.000,-- MODAL ANI-Rp 400.000,- MODAL BELA- 600.000,- MODAL CICI- 1.000.000,- MODAL DIAH- 13.000.000,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10,4 : 12,6 : 16 : 13 METODE GOODWILL : TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = Rp 13.000.000 x 100/25 = Rp 52.000.000,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR = Rp 50.000.000,- GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA = Rp 2.000.000,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,-- GOODWILL 2.000.000,-- MODAL ANI-Rp 400.000,- MODAL BELA- 600.000,- MODAL CICI- 1.000.000,- MODAL DIAH- 13.000.000,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10,4 : 12,6 : 16 : 13

56 B. BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU : - BAGIAN MODAL SEKUTU LAMA HARUS DIKURANGI DAN DIBERIKAN SEBAGAI BONUS UNTUK SEKUTU BARU - GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN DIKREDITKAN KE MODAL SEKUTU BARU. CONTOH : TOTAL MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/1- 2008 Rp 37.000.000,-. PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH MENYETOR UANG Rp13.000.000,- UNTUK MENDAPATKAN KEPENTINGAN 3/10 BAGIAN DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.

57 METODE BONUS : TOTAL MODAL SETELAH DIAH MENYETORKAN UANGNYA = Rp 50.000.000,- KEPENTINGAN DIAH = 3 / 10 x Rp 50.000.000,- = Rp 15.000.000,- SETORAN DIAH= Rp 13.000.000,- BONUS UNTUK DIAH = Rp 2.000.000,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,-- MODAL ANI 400.000,-- MODAL BELA 600.000,-- MODAL CICI 1.000.000,-- MODAL DIAH -Rp 15.000.000,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 9,6 : 11,4 : 14 : 15METODE BONUS : TOTAL MODAL SETELAH DIAH MENYETORKAN UANGNYA = Rp 50.000.000,- KEPENTINGAN DIAH = 3 / 10 x Rp 50.000.000,- = Rp 15.000.000,- SETORAN DIAH= Rp 13.000.000,- BONUS UNTUK DIAH = Rp 2.000.000,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,-- MODAL ANI 400.000,-- MODAL BELA 600.000,-- MODAL CICI 1.000.000,-- MODAL DIAH -Rp 15.000.000,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 9,6 : 11,4 : 14 : 15

58 METODE GOODWILL : (DENGAN TIDAK MENGURANGI MODAL SEKUTU LAMA) TOTAL MODAL SEKUTU LAMA = Rp 37.000.000 = 7 / 10 BAGIAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = 10 / 7 x Rp 37.000.000,- = Rp 52.857.140,- MODAL DIAH = 3 / 10 x Rp 52.857.140 = Rp 15.857.142,- SETORAN DIAH = Rp 13.000.000,- GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU = Rp 2.857.142,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,-- GOODWILL 2.857.142,-- MODAL DIAH-Rp 15.857.142,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10 : 12 : 15 : 15,86METODE GOODWILL : (DENGAN TIDAK MENGURANGI MODAL SEKUTU LAMA) TOTAL MODAL SEKUTU LAMA = Rp 37.000.000 = 7 / 10 BAGIAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = 10 / 7 x Rp 37.000.000,- = Rp 52.857.140,- MODAL DIAH = 3 / 10 x Rp 52.857.140 = Rp 15.857.142,- SETORAN DIAH = Rp 13.000.000,- GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU = Rp 2.857.142,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp 13.000.000,-- GOODWILL 2.857.142,-- MODAL DIAH-Rp 15.857.142,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10 : 12 : 15 : 15,86

59 UNTUK MENGETAHUI APAKAH MENGGUNAKAN METODE BUNUS ATAU GOODWILL SKT BARU BILA : : ADA BONUS / GOODWILL PADA SEKUTU BARU Ad.2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU : PENYELESAIANNYA : 1. BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DIJUAL 2. BAGIAN PENYERTAANNYA DIKEMBALIKAN DALAM BENTUK UANG TUNAI / KEKAYAAN LAIN SESUAI HAK KEPENTINGANNYA.

60 PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG LEBIH DARI MODALNYA. 1. BONUS UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI CONTOH : FIRMA BALITA DENGAN MASING-MASING MODAL, BUDI Rp 35.000.000,-, LOLA Rp 25.000.000,- DAN TUTI Rp 40.000.000,-. PEMBAGIAN LABA-RUGI BERDASARKAN RASIO 2 : 3 : 4. SEKUTU TUTI MENGUNDURKAN DIRI, PARA SEKUTU SETUJU MEMBAYAR TUTI SEBESAR Rp 49.000.000 MODAL TUTI = Rp 40.000.000,- DIBAYAR = Rp 49.000.000,- BONUS UNTUK TUTI= Rp 9.000.000,- JURNALNYA : MODAL BUDIRp 3.600.000,-- MODAL LOLA 5.400.000,-- MODAL TUTI 40.000.000,-- KAS- Rp 49.000.000,-

61 2. GOODWILL UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI SELISIH PEMBAYARAN DENGAN SALDO MODAL SEKUTU LAMA DICATAT SEBAGAI GOODWILL. JURNALNYA : GOODWILLRp 9.000.000,-- MODAL TUTI 40.000.000,-- KAS - Rp 49.000.000,-

62 PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG LEBIH RENDAH DARI SALDO MODALNYA. CONTOH ; FIRMA ALAYYO DENGAN MASING-MASING MODAL YAITU JAKA Rp 25.000.000,-, ANA Rp 45.000.000,- DAN MERY Rp 60.000.000,- DAN MEMBAGI LABA RUGI DENGAN RASIO 30% : 30% : 40%. SEKUTU MERY MENGUNDURKAN DIRI DAN DIBAYAR SEBESAR Rp 52.000.000,-

63 METODE BONUS : SELISIH = Rp 60.000.000,-  Rp 52.000.000,- = Rp 8.000.000,- JURNALNYA : MODAL MERY Rp 60.000.000,-- MODAL JAKA - Rp 4.000.000,- MODAL ANA - 4.000.000,- KAS - 52.000.000,-

64 METODE GOODWILL : SELISIH= Rp 8.000.000,- GOODWILL = Rp 8.000.000,- : 40% = 20.000.000 PARA SEKUTU MODALNYA BERKURANG SBB: - JAKA = 30 % x 20.000.000,- = Rp 6.000.000,- - ANA = 30% x 20.000.000,- = 6.000.000,- - MERY = 40% x 20.000.000,- = 8.000.000,- JURNALNYA : MODAL JAKARp 6.000.000,-- MODAL ANA 6.000.000,-- MODAL MERY 8.000.000,-- GOODWILL - Rp 20.000.000,- MODAL MERYRp 52.000.000,- - KAS - Rp 52.000.000,-

65 Ad. 3. KEMATIAN SEORANG / LEBIH SEKUTU : HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN : 1. LABA RUGI SAAT KEMATIAN HARUS DITENTUKAN 2. AKTIVA DAN HUTANG PERSEKUTUAN HARUS DINILAI KEMBALI 3. BAGIAN PENYERTAAN HARUS DITENTUKAN HINGGA SAAT KEMATIAN PENYELESAIAN BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENINGGAL : 1. DENGAN PEMBAYARAN DARI HARTA PERSEKUTUAN 2. DENGAN PEMBAYARAN SALAH SEORANG SEKUTU YANG BERSEDIA MEMBELI HAK KEPENTINGANNYA. 3. DENGAN PEMBAYARAN DARI HASIL ASURANSI PERSEKUTUAN.

66 Ad.4. PERUBAHAN BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN. BILA PERSEKUTUAN BERUBAH MENJADI PERSEROAN MAKA : 1. AKUN MODAL BERUBAH DARI AKUN MODAL DENGAN NAMA MASING-MASING SEKUTU MENJADI AKUN MODAL SAHAM 2. SAHAM-SAHAM YG DITERIMA PERSEKUTUAN DIBAGI KEPADA ANGGOTA SESUAI DENGAN BAGIAN PENYERTAANNYA PADA POSISI TERAKHIR. 3. ADA PENILAIAN KEMBALI TERHADAP POSISI KEUANGAN PERSEKUTUAN 4. PENCATATAN : - MENGGUNAKAN BUKU-BUKU BARU - MELANJUTKAN BUKU lama PERSEKUTUAN

67 A. MEMBUKA BUKU BARU : 1. PENYESUAIAN AKTIVA, HUTANG DAN BAGIAN PENYERTAAN PARA ANGGOTA AKIBAT PENILAIAN KEMBALI 2. PEMINDAHAN AKTIVA DAN HUTANG KE DALAM PERSEROAN 3. PENERIMAAN SAHAM-SAHAM SEBAGAI PEMBAYARAN TERHADAP KEKAYAAN BERSIH YG DIPINDAHKAN 4. PEMBAGIAN SAHAM KEPADA ANGGOTA PEMILIK B. MELANJUTKAN BUKU LAMA PERSEKUTUAN : 1. PEMBAGIAN LABA RUGI AKIBAT PENILAIAN KEMBALI KEPADA PARA SEKUTU 2. PERUBAHAN DALAM BENTUK PEMILIKAN DARI MODAL PARA SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM

68 CONTOH : PERSEKUTUAN ALOHA NERACA PER 1 JAN 1998 HARTA Rp 80.000.000,-HUTANG Rp 6.000.000,- MODAL : SUSI 20.000.000,- SISI 24.000.000,- SASA 30.000.000,- TOTAL Rp 80.000.000,- TOTAL Rp 80.000.000,- PEMBAGIAN LABA RUGI = 2 : 3 : 5

69 PADA TGL TERSEBUT PARA SEKUTU SETUJU MERUBAH BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN TERBATAS (PT) DENGAN MODAL SAHAM BIASA SEBANYAK 1000 LEMBAR NOMINAL Rp 100.000,- MASING- MASING AKAN MENDAPATKAN JUMLAH LEMBAR SAHAM DALAM KELIPATAN 10. SISA DIBAYAR DENGAN HARTA YANG ADA. DARI PENILAIAN KEMBALI TERNYATA HARTA DINAIKKAN Rp 10.000.000,-.

70 JAWAB : A. MEMBUKA BUKU BARU : 1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI : HARTA Rp 10.000.000,- - MODAL SUSI- Rp 2.000.000,- MODAL SISI- 3.000.000,- MODAL SASA- 5.000.000,- 2. MENUTUP PERSEKUTUAN : HUTANG Rp 6.000.000,-- MODAL SUSI 22.000.000,-- MODAL SISI 27.000.000,-- MODAL SASA 35.000.000,-- HARTA-Rp 90.000.000,- 3. MENCATAT PEMBUKUAN : HARTARp 90.000.000,-- HUTANG- Rp 6.000.000,- MODAL SAHAM- 84.000.000,-

71 B. MELANJUTKAN BUKU PERSEKUTUAN 1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI HARTARp 10.000.000,-- MODAL SUSI-Rp 2.000.000,- MODAL SISI- 3.000.000,- MODAL SASA- 5.000.000,- 2. MENCATAT PERUBAHAN MODAL SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM MODAL SUSIRp 22.000.000,-- MODAL SISI 27.000.000,-- MODAL SASA 35.000.000,-- MODAL SAHAM-Rp 84.000.000,-

72 latihan Pada persekutuan GMP, saldo modal mary, gene dan pat dg rasio 6:3:1 Adalah: Mary$ 240,000 Gene 120,000 Pat 40,000 Lalu Elan ingin masuk sebagai sekutu baru Diminta : a. Jika tidak ada goodwill atau bonus yg dicatat, berapakah jumlah yg harus diinvestasikan élan untuk sepertiga kepemilikan. b. Buatlah jurnal atas penerimaan élan jika dia menginvestasikan senilai $ 80.000 untuk seperlima kepemilikan dan goodwill diakui c. Buatlah jurnal atas penerimaan élan jika dia menginvestasikan senilai $ 200.000 untuk 20 % kepemilikan dan total modal menjadi $ 600.000

73


Download ppt "DEFINISI : PERSEKUTUAN 1. Persekutuan adalah perikatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama dengan tujuan mendapatkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google