Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal."— Transcript presentasi:

1

2  Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusiabahasa Sansekerta

3  Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.bahasa InggrisLatin  Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.

4  Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.  Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat)

5 Bahasa Sistem Pengetahuan Sistem Kemasyarakatan Sistem Peralatan & Perlengkapan Hidup Sistem Mata Pencaharian Hidup Sistem ReligiKesenian

6 Ide/gagasan Aktivitas Artifak/ hasil karya

7

8 Cultural relativism didesain untuk mengeksplorasi variasi kultur secara bebas yang mungkin diperoleh dari prejudices (prasangka) peneliti

9  Ideologi arus utama (mainstream) dalam ilmu Antropologi  Mempelajari tentang “budaya orang lain” (other cultures); dalam segala aspek kemanusiaannya agar dari hasil kajian tersebut mereka bisa bercermin tentang siapa diri mereka

10 Menjelaskan apa sebabnya suatu perbuatan tertentu dipandang pantas dalam kebudayaan yang satu; tetapi sebaliknya merupakan perbuatan yang seratus persen amoral dalam kebudayaan yang lain.

11

12 Karena mengacu pada standar tingkah laku Standar-standar tingkah laku berhubungan dengan kebudayaan dimana standar-standar itu berlaku, yaitu suatu gejala yang disebut dengan relativitas kebudayaan

13 Alasan: Setiap bangsa mempunyai nilai dan keunikan kultural sendiri ITU HARUS DIHARGAI ! Bangsa yang unggul dalam bidang ekonomi dan militer, belum tentu secara spiritual, etika, sosial, dan politis juga sama unggulnya

14

15 Stereotype Kebudayaan PositifNegatif Lebih Dominan Gambaran subyektif mengenai kebudayaan suku bangsa tertentu dan biasanya dijadikan sebagai ciri khas yang melekat

16  Mahasiswa yang berasal dari Medan (suku Batak) dinilai sebagai orang yang tegas, berpendirian, dan kasar (kasar dalam artian tegas).  Mahasiswa yang berasal dari Melayu dikatakan pemalu, religius, dan merasa lebih bisa diterima di mana pun berada.

17  Mahasiswa Jawa, akibat pengaruh orde baru, menganggap dirinya paling maju dari daerah lain. Sehingga ketika berhubungan dengan orang luar Jawa, maka stigma yang terbentuk adalah stigma negatif seperti malas, kasar, dan pemberontak

18 Stereotype merupakan imaginasi mentalitas yang kaku; yaitu dalam wujud memberikan penilaian negatif yang ditujukan kepada out-group, sebaliknya kepada sesama in-group memberikan penilaian yang positif.

19 _ Beberapa Alternatif Solusi_

20  Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan tidak diharuskan untuk terlalu fanatik terhadap kebudayaan yang telah dianut selama ini. Dalam menerima kebudayaan luar perlu dilakukan seleksi terlebih dahulu, unsur-unsur mana yang pantas diterima dan elemen-elemen mana yang harus ditolak, yang mana diselaraskan dengan sikap jiwa dan mental bangsa yang bersangkutan.

21  Setiap individu sebaiknya bisa membedakan antara kebudayaan yang ideal dari sebuah masyarakat yakni (kebudayaan yang menurut para anggotanya mereka miliki dan secara verbal dinyatakan berupa perasaan-perasaan yang abstrak); dan kebudayaan yang nyata dari masyarakat itu, yaitu (tingkah laku/aturan yang sesungguhnya diwujudkan di dalam aktivitas mereka sehari-hari)

22 “Sebuah Bahan Renungan”

23 Koentjaraningrat: “ Gotong royong pada masyarakat Jawa di daerah Jawa Tengah bagian selatan” (1961). Fakta: Gotong royong yang dianggap sebagai ciri masyarakat pedesaan tradisional tentunya juga telah mulai berkurang atau berubah di desa yang letaknya lebih dekat dengan kota.

24  Menelaah sebuah ritual inisasi pada masyarakat Biak Numfor yang dikenal dengan nama Wor k’bor yang kini sudah tidak pernah dilakukan lagi.  Wor k’bor berarti pesta atau perayaan “menusuk atau mengiris bagian atas dari sesuatu”, yang dalam ritual ini adalah bagian atas dari alat kelamin pria.

25  Upacara ini dijalani oleh seorang pemuda yang telah selesai melewati masa pendidikannya di rum sram yakni “rumah bujang atau rumah laki-laki yang berfungsi sebagai tempat atau pusat pendidikan dan pemujaan roh nenek moyang”.

26  Di sinilah seorang anak laki-laki Biak Numfor yang telah berusia 12 tahun biasa dimasukkan untuk dididik.  Ritual k’bor yang menandai selesainya pendidikan ini, biasa dilakukan ketika si anak berusia 15 tahun

27  Lambang penyatuan seseorang ke dalam kelompok secara tetap, di mana terlibat di dalamnya berbagai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi  Menguji keberanian dan ketabahan seorang pemuda Biak-Numfor  Melambangkan hubungan-hubungan sosial tertentu yang dianggap penting dalam masyarakat

28 “Kesenjangan atau perbedaan pandangan antara pemerintah dan masyarakat tentang gunung Merapi di Yogyakarta” Secara kebetulan pula kajian ini semuanya berasal dari ahli antropologi dari Universitas Gadjah Mada, yaitu: Dr.Laksono, Drs. Handoyo Adi Pranowo, dan Drs.Lukas Sasongko Triyoga.

29 Poerwanti Hadi Pratiwi FIS – UNY LOCAL WISDOM FOR EARLY WARNING SYSTEM ON THE ERUPTION OF MOUNT MERAPI DISASTER International Conference


Download ppt " Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google