Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

JARINGAN NIRKABEL Jarkom Dasar – Week 14 Aisyatul Karima, 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "JARINGAN NIRKABEL Jarkom Dasar – Week 14 Aisyatul Karima, 2012."— Transcript presentasi:

1 JARINGAN NIRKABEL Jarkom Dasar – Week 14 Aisyatul Karima, 2012

2 OUTLINE  Overview  Point to point (Ad Hoc Mode)  Infrastruktur Mode  CSMA / CA  Bridge  Repeater  Pengamanan nirkabel  WDS

3 OVERVIEW  Jaringan wireless/nirkabel adalah teknologi jaringan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik melalui udara sebagai media untuk mengirimkan informasi dari pengirim ke penerima.  Teknologi ini muncul sebagai jawaban atas keterbatasan jaringan wireline. Mobilitas manusia yang tinggi dan informasi yang selalu dekat menjadi faktor pendorong utama berkembangnya teknogi ini.  Beberapa teknologi wireless yang telah dikembangkan antara lain : WiFi, Bluetooth, WiMAX, VSAT, Infrared.

4 WiFi (Wireless Fidelity)  Sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE  Wi-Fi awalnya ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet.

5  Terdapat dua mode WiFi yaitu Ad-hoc dan Infrastruktur.  Saat ini terdapat tiga variasi dari yang sering digunakan, yaitu: a, b, dan g WiFi (Wireless Fidelity)

6

7 AD HOC MODE  Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing- masing komputer dengan menggunakan piranti wireless.  Mode Ad-hoc pada dasarnya mirip dengan topologi bus pada jaringan wired.  Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada adhoc ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi.

8 AD HOC MODE  Setiap Wi-Fi client akan bertindak sebagai penghubung sekaligus repeater(penguat sinyal) bagi Wi-Fi client yang berada di sebelahnya.  Setiap host cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain.  Kekurangan :  komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel.  daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua komputer tersebut.

9 AD HOC MODE

10 INFRASTRUKTUR MODE  Mode Infrastruktur ini mirip dengan topologi star pada jaringan wired line.  Mode infrastruktur/point to multipoint menggunakan minimal sebuah central node atau access point.  Acces point berfungsi sebagai penghubung WLAN dengan wired LAN.  Access point juga dapat difungsikan sebagai repeater bagi seluruh Wi-Fi client.  Seluruh jaringan akan terputus total jika access point yang digunakan mati atau mengalami kerusakan.

11 INFRASTRUKTUR MODE

12 CSMA/CA  CSMA CA = Carrier Sense Multiple Access Collision Avoidance.  CSMA CA merupakan suatu metode Media Access Control yang digunakan pada jaringan ethernet,pada metode ini sebuah node akan memberi tahu pada node lain bahwa trafik sedang dipakai dan harus mengalah/dihindari.  CSMA CD = Carrier Sense Multiple Access Collision Detection  CSMA CD adalah sebuah metode media access control (MAC) yang digunakan oleh teknologi jaringan Ethernet. Dengan metode ini, sebuah node jaringan yang akan mengirim data ke node tujuan pertama-tama akan memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh node lainnya

13 CSMA/CA  CSMA/CA menghabiskan traffic karena sebelum ada data ditransmisikan ia akan mengirim sinyal broadcast pada jaringan untuk mendeteksi skenario atau kemungkinan terjadinya collision dan memerintahkan semua perangkat untuk tidak broadcast.  CSMA / CA dalam jaringan komputer adalah jaringan nirkabel beberapa metode akses yang membawa penginderaan skema digunakan  Apabila sebuah node ingin mengirimkan data harus terlebih dahulu melihat waktu saluran untuk jumlah yang telah ditetapkan untuk menentukan ya atau tidak node lain bertransmisi pada saluran yang sama dalam jangkauan nirkabel

14 CSMA/CA  Dengan metode ini, sebuah node jaringan yang akan mengirim data ke node tujuan pertama-tama akan memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh node lainnya.  Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka node tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random).  Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

15 BRIDGE  Bridge digunakan untuk menghubungan antar jaringan yang mempunyai protokol yang sama.  Hasil akhirnya adalah jaringan logis tunggal.  Bridge juga dapat digunakan jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda.  Contoh jaringan yang menggunakan fiber obtik dengan jaringan yang menggunakan coaxial.

16 BRIDGE  Bridge mempelajari alamat tujuan lalulintas yang melewatinya dan mengarahkan ke tujuan.  Juga digunakan untuk menyekat jaringan.  Jika jaringan diperlambat dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat dibagi menjadi dua kesatuan yang lebih kecil.

17 BRIDGE  Bridge, fungsinya hampir sama dengan repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari repeater.  Dikatakan lebih fleksibel karena dapat menghubung jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda-beda.  Bridge juga bisa digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan jenis kabel yang berbeda atau topologi yang berbeda juga

18 BRIDGE

19 REPEATER  Repeater adalah suatu alat yang berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN kemudian dipancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli ke segmen kabel yang lain.  Apabila repeater digunakan dalam dua segmen kabel LAN atau lebih, diharuskan menggunakan protokol physical layer yang sama antara segmen-segmenkabeltersebut.

20 REPEATER  Fungsi Repeater :  Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server (pemancar)  Untuk memperjauh sinyal dari Server (pemancar)  Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server

21 PENGAMANAN NIRKABEL

22 WDS  Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan interconnection beberapa access point dalam suatu environment wireless network.  Dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional.

23 WDS  Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama.WEP, atau WAP  Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas.  Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system

24 WDS  Mode konekstivitas antar access point :  Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.  Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)  Kerugian WDS :  Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat

25 WDS WDS point to point WDS point to multi point

26 SUMMARY

27 REFERENCES  Mode Transmisi Wireless transmisi-kabel-wireline-part-2.html. Akses pada desember transmisi-kabel-wireline-part-2.html  CSMA/CA akses pada desember 2012.http://blog.unsri.ac.id/joviter/apa-itu-csma-ca-/sr/3933/  Fungsi Repeater dan Bridge akses pada desember


Download ppt "JARINGAN NIRKABEL Jarkom Dasar – Week 14 Aisyatul Karima, 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google