Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada."— Transcript presentasi:

1 Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada Microsoft PowerPoint 2007 PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT Model Mengajar : Hp:

2 Pedoman Pendalaman Alkitab April Mei Juni 2014 Pedoman Pendalaman Alkitab April Mei Juni 2014 Rumah Produksi: ® WS Sekolah Sabat dalam bentuk PowerPoint ini dirancang oleh Rudolf Weindra Sagala Hp:

3 Pengguna yang terkasih, Bahan PowerPoint ini disiapkan bagi para Pemimpin Diskusi Sekolah Sabat dan anggota jemaat lokal. Kami berharap bahwa Sekolah Sabat Dewasa dalam bentuk PowerPoint ini dapat bermanfaat untuk konsumsi pribadi maupun untuk digunakan dalam mengajar atau memimpin Diskusi Sekolah Sabat. Kami berharap agar tidak melakukan perubahan seperti: menambahkan ilustrasi, mengubah latar belakang, menyesuaikan ukuran font, dll. Meskipun niat anda mungkin baik, tetapi melakukan hal seperti ini tidak dibenarkan. PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA Sebuah ajakan………

4 Pedoman Pendalaman Alkitab Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa Sekolah Sabat Dewasa Format.pptx Format.pptx Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 2014

5 “Dari sejak awal pertentangan besar di surga, sudah menjadi tujuan Setan untuk membuang hukum Allah.” (Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld 8, hlm 612) Mengapa? Karena hukum sebagai dasar pemerintahan Allah, mengungkapkan integritas moral alam semesta, dan merobohkan hukum tersebut adalah juga merobohkan aturan moral ciptaan itu sendiri. Pendahuluan Umum

6 Allah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang dapat mengasihi. Walaupun demikian, kasih tidak bisa ada tanpa kebebasan, yaitu kebebasan moral. Dan, kebebasan moral itu tidak dapat ada tanpa hukum, yaitu hukum moral. Kasih bersandar pada kebebasan, dan kebebasan bertumpu pada hukum. Sebab itu, inti pemerintahan Allah, yaitu dasar pemerintahan tersebut—suatu pemerintahan kasih—haruslah hukum-Nya. Pendahuluan Umum

7 Pada Triwulan ini kita akan mempelajari hukum, khususnya membahas pertanyaan tentang mengapa begitu banyak orang Kristen –salah mengerti hubungan antara hukum dan anugerah—telah jatuh dalam jerat penolakan terhadap keabsahan yang berkelanjutan dari Sepuluh Hukum sehingga tanpa sadar sedang membantu usaha untuk “merubuhkan” hukum Allah TUJUAN PELAJARAN SEKOLAH SABAT TRIWULAN INI

8 1. Hukum-hukum di Zaman Kristus 2. Kristus dan Hukum Musa 3. Kristus dan Tradisi Keagamaan 4. Kristus dan Hukum Dalam Khotbah Di Atas Bukit 5. Kristus dan Hari Sabat 6. Kematian Kristus dan Hukum 7. Kristus, Kegenapan Hukum Taurat 8. Hukum Allah dan Hukum Kristus 9. Kristus, Hukum dan Injil 10. Kristus, Hukum dan Perjanjian-perjanjian 11. Para Rasul dan Hukum 12. Gereja Kristus dan Hukum 13. Kerajaan Kristus dan Hukum Daftar Isi:

9 Pelajaran 2 Kristus dan Hukum Musa

10 Sebagai pengikut Kristus, kita harus berhubungan dengan hukum seperti yang dilakukan-Nya, memahami keindahan dan kekuatan serta pantulan tabiat Allah Kata-kata Pembuka

11 Agar setiap anggota Sekolah Sabat memiliki gaya hidup seperti gaya hidup Kristus yakni memelihara hukum Tuhan di dalam hidup ini Tujuan Pelajaran

12 “Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku” Yohanes 5:46 Ayat Hafalan

13 Catatan-catatan Injil tentang kehidupan dan pelayanan-Nya memperlihatkan bahwa Yesus adalah seorang Yahudi yang setia yang sepenuhnya terbenam dalam budaya Yahudi sejak saat kelahiran sampai pada pekan terakhir kehidupan- Nya dalam daging manusia. Pengantar

14 Yesus tunduk kepada hukum Musa. Dia dibesarkan dalam sebuah rumah tangga oleh orangtua Yahudi yang seti. Dia sangat menghormati warisan dunia-Nya yang mulia, yang berakar pada pemeliharaan Ilahi. Dia mengetahui Allahlah yang mengilhami Musa menulis hukum-hukum tersebut, dengan maksud menciptakan satu kumpulan masyarakat yang memancarkan kehendak-Nya dan melayani sebagai suatu mercusuar bagi bangsa-bangsa. Pengantar

15 Dia setia dan taat kepada setiap huruf hukum itu. Dari penyunatan sampai pada kunjungan-Nya ke Bait Suci untuk mengikuti perayaan- perayaan dan perilaku-Nya terhadap pajak- pajak, Yesus tetap dengan teguh setia kepada tatanan yang Dia tahu akan tiba masanya dipenuhi melalui kematian-Nya dan pelayanan- Nya di surga. Pengantar

16 b Understand the purposes of marriageA Kristus dan Hukum Musa Selayang Pandang Kristus dan Hukum Musa Selayang Pandang 1. Kegiatan Bait Suci (Lukas 2:21-24) 2. Perayaan-perayan Yahudi (Yohanes 5:1) 3. Penegakan Hukum (Matius 17:24-27)

17 b Understand the purposes of marriageA Kristus dan Hukum Musa Selayang Pandang Kristus dan Hukum Musa Selayang Pandang 1. Kegiatan-kegiatan Bait Suci (Lukas 2:21-24)

18 “Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus,... Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,... dan untuk mempersembahkan korban.” Kristus dan Hukum Musa 1. Kegiatan-kegiatan Bait Suci Lukas 2:21-24

19 Ketika Yesus berumur delapan hari, orangtua- Nya mengadakan upacara pemberian nama dan penyunatan dengan cara yang sama seperti yang dialami oleh semua lelaki Ibrani yang tak terkatakan jumlahnya di masa lampau. Sang Anak Allah yang tak bernoda, sekarang dalam bentuk manusia, melaksanakan suatu ritual yang Dia sendiri telah lembagakan berabad-abad sebelumnya! 1. Kegiatan-kegiatan Bait Suci Sunat dan Penyerahan

20 Alkitab begitu jelas mengatakan bahwa Maria adalah seorang perawan ketika ia dipilih menjadi ibu Yesus; jadi, Yesus adalah anak yang pertama-tama “membuka rahimnya.” Menurut Keluaran 13, setiap anak pertama dari antara orang Israel...harus dipersembahkan kepada Tuhan. Sebagai umat Yahudi yang saleh, Yusuf dan Maria dengan teliti memenuhi kewajiban-kewajiban yang dituntut oleh hukum Musa dan memastikan bahwa Sang Anak Allah melaksanakan lambang-lambang perjanjian tersebut. 1. Kegiatan-kegiatan Bait Suci Sunat dan Penyerahan

21 Perjanjian Baru tidak menceritakan banyak hal kepada kita tentang masa kanak-kanak Yesus... satu catatan yang memberi pengertian mendalam adalah... cerita kunjungan Yesus dan orangtua-Nya ke Yerusalem selama perayaan Paskah. 1. Kegiatan-kegiatan Bait Suci Yesus di Bait Suci

22 “Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.” Lukas 2:46,47 1. Kegiatan-kegiatan Bait Suci Yesus di Bait Suci

23 DISKUSIKAN Yesus dalam hidupnya sebagai orang Yahudi sangat menuruti aturan-aturan agama. Dia disunat pada saat berumur 8 hari. Dia juga mengikuti perayaan Paskah dan melakukan tuntutan agama yang lainnya. Menurut Anda, seberapa pentingkah peranan agama dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen?

24 b Understand the purposes of marriageA Kristus dan Hukum Musa 2. Perayaan-perayaan Yahudi (Yohanes 5:1)

25 “Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.” Kristus dan Hukum Musa 2. Perayaan-perayaan Yahudi Yohanes 5:1

26 Tiga Perayaan Utama Yahudi: 1. Perayaan Roti tidak Beragi 2. Perayaan Shavuot (Pentakosta) 3. Perayaan Pondok Daun (Tabernacles) dan Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) Dua Jenis Festival: 1. Purim (memperingati pembebasan bangsa Israel dari pembunuhan Massal pada zaman Ester) 2. Hanukah (perayaan Penahbisan) 2. Perayaan-perayaan Yahudi Perayaan dan Festival

27 Kitab-kitab Injil menuliskan tiga peristiwa di mana Yesus merayakan Paskah (Lukas 2:41-43; Yohanes 2:13-23; Matius 26:17-20). Perayaan-perayaan Alkitabiah ini telah lama berakhir, paling tidak bagi orang Kristen. Perayaan- perayaan ini telah mencapai pemenuhan-nya dalam Kristus. Kita dapat belajar hal besar melalui pendalaman hari-hari raya itu dan lewat pekabaran yang ada dalamnya karena semua perayaan itu mengajarkan tentang karunia Allah yang menyelamatkan dan kuasa-Nya yang memberi kelepasan. 2. Perayaan-perayaan Yahudi Perayaan dan Festival

28 DISKUSIKAN Dengan mempelajari dan memperhatikan perayaan-perayaan Yahudi di atas, hal-hal apakah yang dapat kita lakukan untuk menolong kita mengerti kenyataan mengenai Allah dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Menurut Anda apa sajakah yang Allah minta dari kita melalui pelajaran dari hari-hari orang Yahudi ini?

29 b Understand the purposes of marriageA Kristus dan Hukum Musa 3. Penegakan Hukum (Matius 17:24-27)

30 “Yesus (berkata)...Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut... pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?“ Jawab Petrus: "Dari orang asing!"... kata Yesus "Jadi bebaslah rakyatnya pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” Kristus dan Hukum Musa 3. Penegakan Hukum Matius 17:24-27

31 “Seandainya Yesus telah membayar cukai tanpa protes, sudah tentu Ia telah mengakui keadilan tuntutan itu, dan dengan demikian mengingkari Keilahian-Nya. Tetapi meskipun Ia melihat ada baiknya memenuhinya, Ia menyangkal tuntutan itu yang atasnya hal itu didasarkan. Dalam menyediakan pembayaran cukai Ia memberikan bukti tentang tabiat Ilahi-Nya. Sudah dinyatakan bahwa Ia satu dengan Allah, dan itulah sebabnya tidak diwajibkan membayar cukai sebagaimana seseorang yang hanya rakyat kerajaan itu.”- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm Penegakan Hukum Pajak Bait Suci

32 Beberapa orang Farisi selalu mencoba untuk mengatakan bahwa Yesus sebagai seorang pelanggar hukum. Ketika mereka membawa perempuan yang tertangkap berbuat zina, mereka menanyakan pertanyaan ini: Musa berkata bahwa dia harus dilempari dengan batu, bagaimana menurut-Mu? Yesus tidak secara langsung bereaksi terhadap pertanyaan mereka. Kenyataannya, Dia menguatkan hukum Musa dengan pernyataan-Nya, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” 3. Penegakan Hukum Melempari dengan Batu

33 Yesus tidak berkata bahwa perempuan itu tidak boleh dilontari dengan batu; Dia dengan sederhana mendesak mereka untuk melihat pelanggaran mereka sendiri terhadap hukum. 3. Penegakan Hukum Melempari dengan Batu

34 Pembebasan perempuan itu juga selaras dengan hukum Musa, karena tidak ada yang menunjukkan jari untuk menuduh, karena untuk menjalankan keadilan, sekurangnya ada dua sanksi diperlukan (Ulangan 17:6). 3. Penegakan Hukum Melempari dengan Batu

35 Dalam peristiwa mengenai perceraian dan pernikahan kembali, Yesus seolah-olah mempertentangkan hukum Musa dengan contoh yang Ia berikan bahwa sebenarnya tidak ada dasar bagi perceraian (Matius 19:4- 6). Ketika orang-orang Farisi menunjukkan perintah Musa dalam Ulangan 24:1-4, Yesus menempatkan semuanya dalam sudut pandangannya. 3.Penegakan Hukum Bercerai dan Bersatu Kembali 3.Penegakan Hukum Bercerai dan Bersatu Kembali

36 Musa tidak pernah memerintahkan bahwa perceraian harus diadakan. Tetapi karena ketegaran hati bangsa itu. Musa membuat izin bagi perceraian (Matius 19:8). Jadi, kita melihat bahwa bahkan Yesus mengkritik hukum Musa, Dia tidak mengesampingkan itu. Yesus adalah seorang Yahudi yang setia dalam segala hal, Dia taat kepada hukum Musa. 3.Penegakan Hukum Bercerai dan Bersatu Kembali 3.Penegakan Hukum Bercerai dan Bersatu Kembali

37 DISKUSIKAN Apakah jawaban Anda kepada seorang Kristen yang mengatakan bahwa kita harus tetap memelihara perayaan-perayaan orang Yahudi, padahal upacara-upacara tersebut telah lama berakhir, saat kematian Yesus di salib?

38 “Tiga kali setahun orang Yahudi dituntut berhimpun di Yerusalem untuk urusan keagamaan. Dalam keadaan terselubung dengan tiang awan, Pemimpin Israel yang tidak kelihatan itu telah memberikan petunjuk-petunjuk mengenai perhimpunan ini. Selama orang Yahudi dalam tawanan, perhimpunan seperti tidak dapat diadakan; tetapi ketika bangsa itu dikembalikan ke negeri mereka, pemeliharaan hari-hari ini dimulai sekali lagi. Allah merencanakan agar hari ulang tahun ini hendaknya mengingatkan pikiran orang banyak kepada–Nya” Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 56 KUTIPAN ROH NUBUAT

39 “Adalah wajar bagi orangtua Yesus untuk menganggap Dia sebagai anak mereka sendiri. Ia ada diantara mereka setiap hari, kehidupan-Nya dalam banyak hal adalah serupa dengan kehidupan anak-anak yang lain, sehingga sukarlah bagi mereka untuk menginsafi bahwa Ialah Putra Allah. Mereka hampir gagal untuk menghargai berkat yang dikaruniakan kepada mereka dalam hadirat Penebus dunia. Kesusahan hati akibat perpisahan mereka dari Dia, dan teguran halus yang terkandung dalam perkataan-Nya itu, dimaksudkan untuk mengingat kepada mereka betapa sucinya tanggungjawab yang diserahkan kepada mereka.” Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 73.

40 RANGKUMAN Yesus sebagai Pemberi Hukum, juga adalah seorang Yahudi yang, tunduk kepada hukum. Meskipun Yesus bersikap kritis terhadap peraturan-peraturan buatan manusia yang membunuh semangat dari hukum itu, Ia menghormati hukum dan ditegaskan dalam pelayanan-Nya pelajaran- pelajaran tentang kasih karunia dan kuasa Allah yang menyelamatkan yang dinyatakan di dalam hukum.

41 PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? PelajaranAplikasiMasalahKeputusan Yesus telah memberikan hukum kepada Musa di Gunung Sinai Sebagai seorang Kristen kita harus memandang hukum sebagai satu karunia positif dari Allah Saya tidak menyadari hal ini. Minggu depan ini saya berusaha melalui pertolongan Roh Kudus dan belajar Alkitab untuk mengikuti teladan Yesus yang secara dinamis hidup dalam hukum-hukum Allah

42 Efektif untuk Kelompok Kecil SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA”


Download ppt "Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google