Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSAK 16 – ASET TETAP IAS 16 - PROPERTY PLANT & EQUIPMENT Presented by: Dwi Martani.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSAK 16 – ASET TETAP IAS 16 - PROPERTY PLANT & EQUIPMENT Presented by: Dwi Martani."— Transcript presentasi:

1 PSAK 16 – ASET TETAP IAS 16 - PROPERTY PLANT & EQUIPMENT Presented by: Dwi Martani

2 Agenda Pengertian 1 Akuntansi 2 Pengungkapan 3 Ilustrasi dan Kasus 4 2

3 Aset Tetap  Aset tetap merupakan komponen signifikan dalam Neraca.  Aset Tetap bersifat tangible.  Masa manfaat jangka panjang (lebih dari satu tahun)  Digunakan dalam operasi : produksi, disewakan, administrasi, dll  Pembebanan melalui depresiasi 3 CONTOH Tanah Bangunan Gedung Kantor Gedung Pabrik Land improvement Peralatan Kendaraan Mesin Peralatan kantor

4 Perspektif Pengguna Informasi 4 Pengakuan aset Penilaian aset dalam laporan keuangan Pembebanan dalam depresiasi Pengungkapan informasi yang relevan Kualitas aset yang dimiliki Penentuan nilai jaminan Penilaian tingkat efisiensi perusahaan Kepemilikan, keberadaan (sewa, jaminan kredit) Penilaian dengan harga perolehan  Acc. Analysis

5 Ikhtisar Perubahan 2011 NoPerihalPSAK 16 Rev 2011PSAK 16 Rev Pengecualian terhadap ruang lingkup Menambahkan pengecualian ruang lingkup untuk: a.aset tetap diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. b.pengakuan dan pengukuran aset eksplorasi dan evaluasi PSAK 64 Hanya mengatur pengecualian ruang lingkup untuk untuk hak penambangan dan reservasi tambang, seperti minyak, gas alam, dan sumber daya alam sejenis yang tidak dapat diperbarui. 2Ruang lingkupTidak mengatur lagi mengenai properti investasi yang sedang dibangun atau dikembangkan. Ruang lingkup mencakup properti yang dibangun atau dikembangkan untuk digunakan di masa depan sebagai properti investasi. 5

6 Ikhtisar Perubahan 2011 NoPerihalPSAK 16 Rev 2011PSAK 16 Rev Hibah Pemerintah Tidak mengatur syarat pengakuan aset tetap yang berasal dari hibah. Hanya mengatur nilai tercatat aset tetap yang dapat dikurangi dari hibah pemerintah. Pengakuan aset tetap yang berasal dari hibah pemerintah mempunyai syarat bahwa: a. entitas telah memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut; b. hibah akan diperoleh. 4Aset tetap yang tersedia untuk dijual Pengaturan aset tetap yang tersedia untuk dijual dihapus karena sudah diatur dalam PSAK 58 Mengatur perlakuan akuntansi terhadap suatu aset tetap yang tersedia untuk dijual. 6

7 Ikhtisar Perubahan 2011 NoPerihalPSAK 16 Rev 2011PSAK 16 Rev Depresiasi atas tanah Menjelaskan bahwa pada umumnya tanah memiliki umur ekonomis tidak terbatas sehingga tidak disusutkan, kecuali entitas meyakini umur ekonomis tanah terbatas. Perlakuan akuntansi tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada ISAK 25: Hak Atas Tanah Perlakuan akuntansi untuk tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada PSAK 47: Tanah. 7

8 Ikhtisar Perubahan 2007 NoPerihalPSAK 16 Revisi 2007PSAK 16 Lama 1IstilahAsetAktiva 2PenyusutanDigabung di PSAK 16. Bagian yg signifikan disusutkan terpisah. Diatur di PSAK lain 3Komponen Biaya Perolehan Termasuk: biaya imbalan kerja biaya pengujian aset – hasil penjualan dari pengujian Tidak mengatur 2 hal tsb secara spesifik. 4Bukan Komponen Biaya Perolehan Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama konstruksi atau aktivitas pengembangan (misal : parkir) Tidak mengatur hal tsb secara spesifik. 5Pertukaran AsetMembedakan antara ada substansi komersial atau tidak. Membedakan pertukaran sejenis dan tidak sejenis 8

9 Ikhtisar Perubahan 2007 NoPerihalPSAK 16 Revisi 2007PSAK 16 Lama 6Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Cost Model atau Revaluation Model Hanya Cost Model, revaluasi boleh dilakukan jika sesuai ketentuan pemerintah 7Telaah Ulang Nilai Residu, Umur Manfaat & Metode Penyusutan Harus dilakukan minimum tiap akhir tahun dan perubahannya diperlakukan sebagai perubahan estimasi (prospektif). Telaah nilai residu tidak diatur, perubahan umur manfaat diperlakukan prospektif, perubahan metode penyusutan retrospektif. 8Aktiva Lain-lainDiatur di PSAK lainMengatur Aktiva Lain-lain 9Dismantling CostDiakui sebagai biaya perolehan dan kewajiban Tidak diatur 9

10 Hubungan PSAK 16 dan PSAK Lain PSAK 16 PSAK 26 PSAK 48 PSAK 58 PSAK 30 PSAK - Terkait PSAK 13 & 19 IAS 25 Penurunan Aset Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan Investasi Properti Aset tidak berwujud Hak atas Tanah Sewa Aset Tetap Bunga Pinjaman 10

11 Pengertian Aset Tetap  Definisi  Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6) 1.Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan 2.Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. 11  Tidak berlaku untuk 1.Hak penambangan 2.Reservasi tambang  Ciri ► “Used in operations” and not for resale. ► Long-term in nature and usually depreciated. ► Possess physical substance.

12 Pengakuan Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7) a)Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan b)Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. 12  Tidak membedakan kriteria pengakuan pada saat pengakuan awal dan untuk biaya setelah perolehan awal

13 Pengakuan Aset Tetap 13  Suku cadang utama dan peralatan siap pakai termasuk aset tetap jika  digunakan lebih dari satu periode  hanya digunakan untuk aset tertentu  komponen yang diganti tidak diakui lagi.  Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi entitas. Kriteria agregasi atau invidual.  Mempengaruhi nilai aset  Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya operasi  Laba (potensi earning management)  Evaluasi prinsip pengakuan   Biaya awal memperoleh aset  Biaya selanjutnya untuk menambah, mengganti, memperbaiki  Suku cadang utama dan peralatan siap pakai termasuk aset tetap jika  digunakan lebih dari satu periode  hanya digunakan untuk aset tertentu  komponen yang diganti tidak diakui lagi.  Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi entitas. Kriteria agregasi atau invidual.  Mempengaruhi nilai aset  Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya operasi  Laba (potensi earning management)  Evaluasi prinsip pengakuan   Biaya awal memperoleh aset  Biaya selanjutnya untuk menambah, mengganti, memperbaiki

14 Biaya Perolehan awal  Seluruh biaya terkait aset yang memiliki manfaat di masa mendatang.  Aset lain yang berfungsi agar suatu aset dapat memiliki manfaat di masa mendatang.  Alat yang dipasang agar pabrik dapat berjalan sesuai dengan ketentuan pengolahan limbah industri.  Seluruh biaya terkait aset yang memiliki manfaat di masa mendatang.  Aset lain yang berfungsi agar suatu aset dapat memiliki manfaat di masa mendatang.  Alat yang dipasang agar pabrik dapat berjalan sesuai dengan ketentuan pengolahan limbah industri. 14

15 Biaya Setelah Perolehan Awal  Biaya pemeliharaan dan perbaikan  diakui beban di laporan laba rugi periode berjalan  Perawatan  Suku cadang kecil  Penggantian aset akan menambah aset jika:  Memenuhi kriteria aset (Memiliki masa manfaat lebih dari satu periode dan diukur dengan andal)  Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset  Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai jumlah tercatat aset jika:  Memenuhi kriteria aset  Nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik) dihentikan pencatatanya  Biaya pemeliharaan dan perbaikan  diakui beban di laporan laba rugi periode berjalan  Perawatan  Suku cadang kecil  Penggantian aset akan menambah aset jika:  Memenuhi kriteria aset (Memiliki masa manfaat lebih dari satu periode dan diukur dengan andal)  Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset  Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai jumlah tercatat aset jika:  Memenuhi kriteria aset  Nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik) dihentikan pencatatanya 15

16 Pengukuran Awal Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. (par 15) 16 Harga Perolehan Biaya yang dapat diartibusikan secara langsung Biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset

17 Komponen biaya Perolehan a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain; b) Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen c)Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul –ketika aset tersebut diperoleh, atau –karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan. 17

18 Biaya diatribusikan langsung a)Biaya imbalan kerja yang timbul dari pembangunan atau akuisisi aset tetap. b)Biaya penyiapan lahan untuk pabrik; c)Biaya handling dan penyerahan awal; d)Biaya perakitan dan instalasi e)Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik (setelah dikurangi hasil penjualan produk tersebut) f)Komisi profesional 18

19 Bukan komponen biaya a)Biaya pembukaan fasilitas baru b)Biaya pengenalan produk baru c)Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru termasuk biaya pelatihan staf d)Administrasi dan overhead umum e)Biaya saat alat belum beroperasi penuh f)Kerugian awal operasi g)Biaya relokasi dan reorganisasi operasi entitas. h)Hasil dari aset sebelum dimanfaatkan (hasil parkir dari lahan yang belum digunakan). i)Laba internal jika aset tersebut merupakan persediaan perusahaan. 19

20 Pengukuran Awal – Dismantling Cost Perusahaan menyewa sebuah lahan selama 5 tahun untuk didirikan bangunan sementara untuk kegiatan operasional kantor. Biaya untuk mendirikan bangunan tersebut sebesar juta. Bangunan tersebut menurut perjanjian sewa, harus dibongkar di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran rumah tersebut 200 juta Harga perolehan bangunan adalah juta ditambah estimasi biaya pembongkaran. 200 juta : (1 + 8%) 5 = 135,1167 jt) Perusahaan menyewa sebuah lahan selama 5 tahun untuk didirikan bangunan sementara untuk kegiatan operasional kantor. Biaya untuk mendirikan bangunan tersebut sebesar juta. Bangunan tersebut menurut perjanjian sewa, harus dibongkar di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran rumah tersebut 200 juta Harga perolehan bangunan adalah juta ditambah estimasi biaya pembongkaran. 200 juta : (1 + 8%) 5 = 135,1167 jt) Contoh 20 Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: DrAset Tetap1.335,167 jt CrKas1.200 jt Kewajiban diestimasi135,1167jt Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 CrBiaya bunga 10,889 jt Kewajiban diestimasi10,889 jt Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: DrAset Tetap1.335,167 jt CrKas1.200 jt Kewajiban diestimasi135,1167jt Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 CrBiaya bunga 10,889 jt Kewajiban diestimasi10,889 jt

21 Pengukuran Awal – Dismantling Cost PT. Melati menyewa gedung selama 4 tahun mulai tahun Perusahaan mengeluarkan uang sebear 800 juta untuk membuat partisi ruang tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dalam kontrak disebutkan bahwa perusahaan harus mengembalikan ruangan seperti kondisi semula. Biaya untuk melakukan restorari sebesar 50 juta dengan tingkat diskon yang berlaku 5%. (PV n=5, i=5%) = 39,176 jt. Example 21

22 Ilustrasi Biaya Perolehan Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam rangka perolehan mesin baru untuk produk barunya: 1. 5 milyar untuk pembelian mesin 2.50 juta biaya tenaga kerja untuk merubah interior pabrik agar sesuai dengan penggunaan mesin juta untuk penyiapan lokasi pabrik 4.80 juta untuk pengiriman mesin juta PPN dan 500 juta bea masuk. 6.Biaya promosi produk baru 800 juta 7.Biaya instalasi mesin sebesar 120 juta 8.Biaya pengetesan awal 50 juta 9.Biaya grand opening 130 juta 10.Biaya tenaga enginering yang melakukan pengetesan dan instalasi 30 juta 11.Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 25 juta Contoh 22 Diskusikan mana yang merupakan biaya perolehan ??

23 Pengukuran Awal  Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar =6.430 milyar  Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut tidak boleh diakui.  Biaya yang tidak boleh dimasukkan adalah: 1.Biaya grand opening 130 juta 2.Biaya promosi produk baru 800 juta 3.Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 25 juta  Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar =6.430 milyar  Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut tidak boleh diakui.  Biaya yang tidak boleh dimasukkan adalah: 1.Biaya grand opening 130 juta 2.Biaya promosi produk baru 800 juta 3.Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 25 juta Example 23

24 Semua biaya terkait dengan akuisisi atau konstruksi :  Material, tenaga kerja, overhead selama proses konstruksi, biaya bunga  jika membangun sendiri  Harga beli bangunan dan pengurusan hak perolehan bangunan.  Fee profesional  Ijin pendirian bangunan Perolehan Gedung 24

25 Semua biaya terkait dengan akuisisi dan penyiapan tanah sesuai dengan tujuan penggunaan : (1)Harga Beli (2)Biay a pengurusan hak tanah (sertifikat, pajak/BPHTB, biaya notaris, dll. (3)Biaya untuk perataan tanah, penghancuran bangunan yang tidak diperlukan. Perolehan Tanah 25

26 Tanah dan Bangunan  Investasi Properti  Properti Investasi menurut PSAK 13 adalah:  properti (tanah atau bangunan—atau bagian dari bangunan—atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau kedua-duanya, dan tidak untuk: 1.Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau 2.Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.  Kriteria Pengakuan Sama dengan PSAK 16  Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.  Setelah pengukuran awal perusahaan dapat memilih menggunakan metode biaya atau nilai wajar 26

27 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Fair value model (PSAK 13) Menggunakan nilai wajar Revaluation model (PSAK 16) Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi atau ekuitas. Tidak ada penyusutan. Penyusutan. Mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca. Tidak spesifik, hanya mengharuskan secara reguler. Example 27

28 LO 2 Identify the costs to include in initial valuation of property, plant, and equipment.  Peralatan dapat meliputi mesin, kendaraan, peralatan kantor, peralatan pabrik dan peralatan lain.  Biaya perolehan meliputi (1)Harga beli, (2)Pajak atau Bea yang tidak dapat dikreditkan (3)Biaya transportasi (4)Biaya asuransi selama pengiriman barang (5)Biaya instalasi dan biaya penyiapan tempat untuk melakukan instalasi (6)Biaya untuk pengetesan peralatan Perolehan Peralatan 28

29 Pengeluaran dan penerimaan berikut terkait dengan tanah, land improvement dan pembelian gedung. Tentukan bagaiaman perusahaan mengklasifikasikan pengeluaran tersebut? Biaya Perolehan (a)Uang yang dipinjam untuk mendanai konstruksi (b)Pengeluaran untuk konstruksi dari pinjaman (c)Biaya untuk perataan tanah (d)Biaya pajak dan pengurusan ijin pembangunan (e)Pembayaran asuransi selama proses pembangunan konstruksi (f)Pengembalian polis asuransi satu bulan karena konstruksi selesai lebih awal. Classification Utang Bank Bangunan Tanah Tanah Bangunan (Bangunan) 29

30 Classification Perolehan Aset 1.Architect’s fee on building 2.Cost of real estate purchased as a plant site (land € 200,000 and building € 50,000) 3.Commission fee paid to real estate agency 4.Installation of fences around property 5.Cost of razing and removing building 6.Proceeds from salvage of demolished building 7.Cost of parking lots and driveways 8.Cost of trees and shrubbery (permanent) Building Land Land Land Improvements Land (Land) Land Pengeluaran dan penerimaan berikut terkait dengan tanah, land improvement dan pembelian gedung. Tentukan bagaiaman perusahaan mengklasifikasikan pengeluaran tersebut? 30

31 Perolehan Aset yang Dibangun Sendiri  Biaya yang dikeluarkan sampai aset tersebut siap digunakan:  Material dan tenaga kerja  Overhead  biaya variabel dan porsi dari fixed overhead yang terkait langsung dengan pembangunan aset.  Biaya bunga selama proses pembangunan 31

32 Bunga selama Proses Konstruksi  Alternatif pembebanan biaya bungan yang muncul selama proses konstruksi 32 Biaya bunga tidak dikapitalisasi selama konstruksi Kapitalisasi biaya bunga aktual selama konstruksi (dengan modifikasi) Kapitalisasi semua biaya bunga IFRS Rp 0Rp ? Menambah Nilai Aset

33  PSAK 26 (IFRS 23) mengkapitalisasi biaya bunga aktual (dengan modifikasi), konsisten dengan prinsip harga perolehan  Dalam kapitalisasi ada tiga pertimbangan 1.Qualifying assets 2.Periode kapitalisasi 3.Jumlah yang dikapitalisasi  Bunga yang dikapitalisasi, jumlah yang lebih kecil antara  Biaya bunga aktual  Avoidable interest – bunga yang dapat dihindarkan yaitu biaya bunga yang tidak akan muncul jika kegiatan pembangunan tersebut tidak dilaksanakan. LO 4 Describe the accounting problems associated with interest capitalization. Bunga Pinjaman (PSAK 26) 33 Pinjaman khusus  menggunakan aktual biaya bunga yang terjadi dikurangi pendapatan bunga yang dihasilkan dari pinjaman khusus sebelum digunakan. Pinjaman umum  menggunakan rata-rata tertimbang dana yang terpakai dikalikan dengan bunga rata-rata.

34 Pengukuran Biaya Perolehan 34  Diskon — Diskon harus dikurangkan dari harga perolehan aset  Pembayaran ditangguhkan— Aset yang dibeli dengan pembayaran ditangguhkan dinilai setara nilai tunainya. Perbedan nilai tunai dengan pembayaran diakui sebagai beban bunga.  Pertukaran aset — menggunakan nilai wajar kecuali tidak ada substansi ekonomi atau tidak ada nilai wajar yang andal.  Pembelian dengan lumpsum — dialokasikan nilai total biaya perolehan ke masing-masing aset dengan dasar nilai wajar aset. (jika asetnya diklasikan atau memiliki masa manfaat berbeda).

35 Pengukuran Biaya Perolehan 35  Penerbitan saham — menggunakan dasar nilai wajar dari saham sebagai indikator nilai wajar aset, jika nilai saham dapat diandalkan.  Mana yang lebih andal antara nilai wajar saham atau aset.  Jika keduanya andal maka nilai wajar aset yang diserahkan digunakan untuk mengukur aset yang diterima.  Hibah pemerintah — tidak boleh diakui sampai diperoleh keyakinan bahwa entitas memenuhi persyaratan dan hibah akan diperoleh.

36 Pertukaran Aset  Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan. Substansi Komersial Nilai wajar Aset dipertukarkan Nilai wajar Aset dipertukarkan Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali: –Tidak memiliki substansi komersial, atau –Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal 36

37 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Entitas harus memilih antara: Cost Model Revaluation Model  Sebagai kebijakan akuntansinya, dan  Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. 37

38 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Cost Model Revaluation Model Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :  Biaya perolehan dikurangi  Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : –Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi –Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi setelah tanggal revaluasi. 38

39 Nilai Wajar Nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan. 39

40 Hirarki Penentuan Nilai Wajar  Kuotasi harga di pasar aktif;  Jika pasar tidak aktif, maka menggunakan teknik penilaian yang meliputi:  penggunaan transaksi-transaksi pasar wajar yang terkini antara pihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jika tersedia;  referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama;  analisis arus kas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan  model penetapan harga opsi (option pricing model) 40

41 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Appraisal Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, maka  Entitas perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan  penghasilan atau  depreciated replacement cost. 41

42 Penentuan Nilai Wajar 42  Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi professional berdasarkan bukti pasar.  Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai.

43 Tidak ada nilai wajar 43  Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai wajar karena sifat dari asset tetap yang khusus dan jarang diperjual-belikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, entitas mungkin perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost approach).

44 Frekuensi Penilaian 44  Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap yang direvaluasi.  Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan.  Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara tahunan.  Revaluasi tahunan seperti itu tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan.  Namun demikian, asset tersebut mungkin perlu direvaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali.

45 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model Revaluasi harus dilakukan secara reguler –Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Revaluasi harus dilakukan secara reguler –Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional, atau eliminasi. 45

46 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Metode Proporsional Peralatan senilai diperoleh tanggal 1 Januari 2010 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah /1/08Aset tetap2.000,000 Kas 2.000,000 31/12/08Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan /12/08 Aset Tetap1.000,000 Akumulasi Penyusutan * Surplus Revaluasi *(( )/ ) x = Example 46

47 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Metode Eliminasi Peralatan senilai diperoleh tanggal 1 Januari 2010 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah Example 47 1/1/08Aset tetap2.000,000 Kas 2.000,000 31/12/08Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan /12/08 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Aset Tetap800,000 Surplus Revaluasi

48 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model  Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka  seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi  Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.  Diakui dalam L/R sejumlah penurunan akibat revaluasi terdahulu (jika ada).  Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi.  Didebit ke ekuitas – sejumlah saldo kredit surplus revaluasi (jika ada). Entire class To Equity directly Negative to P/L 48

49 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model  Surplus revaluasi yang disajikan di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya.  Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized)  Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan. (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis) Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi. DrSurplus Revaluasi CrSaldo Laba DrSurplus Revaluasi CrSaldo Laba 49

50 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example  Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Aset Tetap Cr – Surplus Revaluasi

51 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp 1, dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Aset Tetap Cr – Keuntungan Revaluasi Cr - Surplus Revaluasi

52 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example  Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Rugi Revaluasi Cr – Aset Tetap

53 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example  Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan surplus Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Rugi Revaluasi Dr – Surplus Revaluasi Cr – Aset Tetap

54 Pengukuran setelah Pengakuan Awal  PT. Kenanga membeli mesin dengan harga pada 1 Jan 2009 dan menggunakan metode revaluasi  Mesin tersebut disusutkan dengan metode garis lurus 5thn.  Pada 31 Desember 2009 direvaluasi sebesar  Buat jurnal untuk tahun 2009 dan Contoh Dr Aset tetap50,000 CrKas50,000 Dr Aset tetap50,000 CrKas50,000 Dr Beban Penyusutan10,000 CrAkumulasi Penyusutan10,000 Dr Beban Penyusutan10,000 CrAkumulasi Penyusutan10,000 Dr Akumulasi Penyusutan10,000 CrAset tetap2,000 CrSurplus Revaluasi8,000 Dr Akumulasi Penyusutan10,000 CrAset tetap2,000 CrSurplus Revaluasi8,000 Revaluation Model Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000 Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000 CrSaldo Laba2,000 Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000 Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000 CrSaldo Laba2,000

55 Penyusutan Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life). Penyusutan Cost Model Revaluation Model 55

56 Penyusutan  Setiap bagian aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah.  Contoh : rangka dan mesin pesawat  Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lain. Penyusutan 56

57 Penyusutan  Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap digunakan –Pada saat aset berada di lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.  Penyusutan aset dihentikan lebih awal ketika: –Diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual; dan –Aset dihentikan pengakuannya.  Tanah dan bangunan diperlakukan sebagai aset terpisah walaupun diperoleh sekaligus. Implikasinya, penyusutan tidak dihentikan sekalipun aset: –sedang tidak digunakan atau –dihentikan penggunaannya Penyusutan 57

58 Penyusutan  Nilai residu dan umur manfaat suatu aset harus di-review minimum setiap akhir tahun buku  Jika hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi. 58

59 Penyusutan Faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat. Prakiraan daya pakai aset; Prakiraan tingkat keausan fisik; Keusangan teknis dan keusangan komersil; Pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum (misal : sewa). Umur Manfaat 59

60 Penyusutan  Metode penyusutan yang digunakan:  Harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan atas aset oleh entitas.  Harus di-review minimum setiap akhir tahun buku, dan  Perubahan metode diperlakukan sebagai perubahan estimasi. Metode Penyusutan 60

61 Penyusutan Garis Lurus Saldo Menurun Jumlah Unit Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan Metode Penyusutan 61

62 Penurunan Nilai – PSAK 48  PSAK 48 tentang Penurunan Nilai Aset, yang membahas: 1.Bagaimana entitas melakukan review atas nilai tercatat aset, 2.Bagaimana menentukan recoverable amount suatu aset, dan 3.Kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai.  Penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat aset lebih tinggi dibandingkan nilai terpulihkan (recoverable amount)  Recoverable amount adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dengan nilai kini penggunaan aset.  Penurunan nilai diakui di laporan laba rugi  Revew penurunan nilai dilakukan setiap pelaporan  Penurunan boleh dapat dibalikkan sebesar yang telah terjadi 62

63 Setiap tanggal pelaporan perusahaan harus menguji apakah terdapat indikasi (external or internal) penurunan nilai, jika ada maka dilakukan pengujian berikut: Penurunan Nilai 63

64 Example: Assume that Cruz Company performs an impairment test for its equipment. The carrying amount of Cruz’s equipment is $200,000, its fair value less costs to sell is $180,000, and its value-in-use is $205,000. Illustration $200,000$205,000 $180,000$205,000 No Impairment Ilustrasi Penurunan Nilai 64

65 Example: Assume the same information for Cruz Company except that the value-in-use of Cruz’s equipment is $175,000 rather than $205,000. Illustration $200,000$180,000 $175,000 $20,000 Impairment Loss Penurunan Nilai 65

66 Example: Assume the same information for Cruz Company except that the value-in-use of Cruz’s equipment is $175,000 rather than $205,000. Illustration $200,000$180,000 Cruz makes the following entry to record the impairment loss. Loss on Impairment 20,000 Accumulated Depreciation—Equipment20,000 $20,000 Impairment Loss Ilustrasi Penurunan Nilai 66

67 Penghentian Pengakuan  Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat: a)dilepaskan; atau b)Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.  Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali transaksi jual- sewa balik).  Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan. 67

68 Penghentian Pengakuan  Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian aset tetap  Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam jumlah tercatat aset,  Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian yang digantikan tanpa memperhatikan bagian yang digantikan telah disusutkan secara terpisah. Jika tidak praktis, biaya perolehan penggantian = biaya perolehan yang digantikan.  Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara :  Jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan  Jumlah tercatat dari aset. 68

69 Pengungkapan 69  Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto  Metode penyusutan yang digunakan  Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan  Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan akhir periode.  Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode  Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena penjaminan utang  Jumlah pengeluaran yang diakui dalam pembangunan  Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan  Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang mengalami penurunan nilai, hilang / dihentikan.  Pemilihan metode akuntansi  Perubahan estimasi

70  Dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva  Tanggal efektif penilaian  Nama penilai independen, bila ada  Hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti  Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap  Surplus penilaian kembali neraca Pengungkapan Revaluasi 70

71  Transisi:  Entitas yang sebelum PSAK ini melakukan revaluasi dan kemudian menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya, maka nilai revaluasi aset tetap tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost). Biaya perolehan tersebut adalah nilai pada saat PSAK ini diterbitkan.  Entitas yang sebelum penerapan PSAK ini pernah melakukan revaluasi aset tetap dan masih memiliki selisih saldo revaluasi aset tetap, maka pada saat penerapan pertama kali harus mereklasifikasi seluruh saldo selisih revaluasi aset tetap tersebut ke saldo laba dan hal tersebut harus diungkapkan  Efektif 1 Januari 2008 Transisi dan Tanggal Efektif 71

72 Kasus – Model Revaluasi & Cost An asset was acquired January 1, 2006, for $10,000 and is expected to have a 5-year life without any salvage value. Straight-line depreciation is used. On January 1, 2007 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of $12,000 On January 1, 2008 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of $4,500 On January 1, 2009 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of $5,000 Required: a.Prepare all necessary journal based on revaluation model! b.Prepare all necessary journal based on cost model! Assume that the condition of January 1, 2008 fulfills the criteria for impairment! 72

73 Jawaban – Revaluation -Proportional 1/1/06Asset10,000 Cash. 10,000 31/12/06Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/07Asset5,000* Accumulated depreciation1,000** Revaluation surplus4,000 *((12,000-8,000)/8,000) x 10,000 **((12,000-8,000)/8,000) x 2,000 73

74 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/07Depreciation expense3,000 (12,000/4) Accumulated depreciation3,000 Revaluation surplus1,000 (4000/4) Retained earnings1,000 1/1/08Accumulated depreciation3,000* Revaluation surplus3,000 Loss from asset impairment1,500 Asset7,500** *((9,000-4,500)/9,000) x 6,000 **((9,000-4,500)/9,000) x 15,000 74

75 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/08Depreciation expense1,500 (4,500/3) Accumulated depreciation1,500 1/1/09Asset5,000* Accumulated depreciation3,000** Profit/Loss1,500 Revaluation surplus 500 *((5,000-3,000)/3,000) x 7,500 **((5,000-3,000)/3,000) x 4,500 75

76 Jawaban – Revaluation -Elimination 1/1/06Asset10,000 Cash. 10,000 31/12/06Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/07Accumulated Depreciation2,000 Asset2,000 Asset4,000 Revaluation Surplus4,000 76

77 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/07Depreciation expense3,000 (12,000/4) Accumulated depreciation3,000 Revaluation surplus1,000 (4000/4) Retained earnings1,000 1/1/08Accumulated depreciation3,000 Asset3,000 Revaluation surplus3,000 Loss from asset impairment1,500 Asset4,500 77

78 Jawaban – Revaluation - Proportional 31/12/08Depreciation expense1,500 (4,500/3) Accumulated depreciation1,500 1/1/09Accumulated depreciation1,500 Asset1,500 Asset2,000 Profit/Loss 1,500 Revaluation surplus

79 Jawaban – Cost Model 1/1/06Asset10,000 Cash. 10,000 31/12/06Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/07No journal 31/12/07Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/08Loss from asset impairment1,500 Accumulated depreciation1,500 31/12/08Depreciation expense1,500 Accumulated depreciation1,500 1/1/09Accumulated Depreciation1,000 Profit/Loss1,000 79

80 Ilustrasi Pembayaran Tangguhan  PT. Mulia membeli mesin pabrik dengan melalui angsuran. Uang muka yang dibayarkan sebesar 500 juta, angsuran 5 tahun yang dibayarkan 200juta per tahun.  Tingkat bunga yang berlaku 12%  Nilai tunai mesin tersebut adalah PVA i=12%, n=5. Nilai tunai angsuran = 720,95  Nilai mesin pabrik 730, = 1.230,95 80 Jurnal perolehan  Mesin1.230,95 Kas500 Utang720,95 Pembayaran angsuran 1  Utang113,49 Beban bunga 86,51 Kas200

81 Arcadia HS, purchased equipment for $510,000 which was estimated to have a useful life of 10 years with a residual value of $10,000 at the end of that time. Depreciation has been recorded for 7 years on a straight-line basis. In 2010 (year 8), it is determined that the total estimated life should be 15 years with a residual value of $5,000 at the end of that time. Questions:  What is the journal entry to correct the prior years’ depreciation?  Calculate the depreciation expense for No Entry Required Ilustrasi Perubahan Estimasi 81

82 Equipment$510,000 Accumulated depreciation 350, ,000 Net book value (NBV) Net book value (NBV)$160,000 Balance Sheet (Dec. 31, 2009) After 7 years Equipment cost $510,000 Salvage value - 10,000 Depreciable base500,000 Useful life (original) 10 years Annual depreciation $ 50,000 x 7 years = $350,000 First, establish NBV at date of change in estimate. Ilustrasi Perubahan Estimasi 82

83 After 7 years Net book value $160,000 Salvage value (new) 5,000 Depreciable base155,000 Useful life remaining 8 years Annual depreciation $ 19,375 Depreciation Expense calculation for Depreciation expense 19,375 Accumulated depreciation 19,375 Journal entry for 2010 Ilustrasi Perubahan Estimasi 83

84 At 31 Dec. 2007, replacement of the laser head is needed after 400 hours of operation The carrying amount of the laser head alone would be $ 2 million at that date [$10M – ($10M  500 x 400)] The cost of a new laser head is $ 8 million. At 31 Dec. 2007, replacement of the laser head is needed after 400 hours of operation The carrying amount of the laser head alone would be $ 2 million at that date [$10M – ($10M  500 x 400)] The cost of a new laser head is $ 8 million. If the laser head is replaced Replaced laser head with $ 2 million shall be derecognised New laser head of $ 8 million shall be recognised If the laser head is replaced Replaced laser head with $ 2 million shall be derecognised New laser head of $ 8 million shall be recognised Ilustrasi Penghentian Pengakuan Example At 1 Jan. 2006, Celia bought a laser printing machine of $50 million The machine will be used for 5 years (maximum useful life) and then dispose of at zero value The machine’s laser head can operate 500 hours, after that replacement of a new laser head is needed The cost of a new laser head was $10 million at that time and its residual value is zero. At 1 Jan. 2006, Celia bought a laser printing machine of $50 million The machine will be used for 5 years (maximum useful life) and then dispose of at zero value The machine’s laser head can operate 500 hours, after that replacement of a new laser head is needed The cost of a new laser head was $10 million at that time and its residual value is zero. Same laser machine example as before 84

85 Ilustrasi Penghentian Pengakuan Dr. Akumulasi Penyusutan8 M Dr. Rugi2 M Cr. Aset Tetap10 M Dr. Aset Tetap8 M Cr. Kas8 M Example 85

86 Sale of Plant Assets BE10-15: Ottawa Corporation owns machinery that cost $20,000 when purchased on July 1, Depreciation has been recorded at a rate of $2,400 per year, resulting in a balance in accumulated depreciation of $8,400 at December 31, The machinery is sold on September 1, 2011, for $10,500. Prepare journal entries to a)update depreciation for 2011 and b)record the sale. Ilustrasi Penjualan Aset 86

87 a) Depreciation for 2011 Depreciation expense ($2,400 x 8/12)1,600 Accumulated depreciation1,600 b) Record the sale Cash10,500 Accumulated depreciation10,000 Machinery20,000 Gain on sale500 * $8,400 + $1,600 = $10,000 * Ilustrasi Penjualan Aset 87

88 Exchanges - Gain Situation Lacks Commercial Substance. Now assume that Interstate Transportation Company exchange lacks commercial substance. That is, the economic position of Interstate did not change significantly as a result of this exchange. In this case, Interstate defers the gain of $7,000 and reduces the basis of the semi-truck. Ilustrasi Pertukaran Aset – Non Commercial 3 88

89 Semi-truck 53,000 Accumulated Depreciation—Trucks 22,000 Trucks 64,000 Cash 11,000 Illustration: Interstate records the exchange transaction as follows: Illustration Ilustrasi Pertukaran Aset 3 89

90 E10-19: Santana Company exchanged equipment used in its manufacturing operations plus $2,000 in cash for similar equipment used in the operations of Delaware Company. The following information pertains to the exchange. Instructions: Prepare the journal entries to record the exchange on the books of both companies. Kasus Pertukaran Aset 90

91 Calculation of Gain or Loss Kasus Pertukaran Aset 91

92 Has Commercial Substance Santana: Equipment 15,500 Accumulated depreciation19,000 Cash2,000 Equipment28,000 Gain on exchange4,500 Delaware: Cash2,000 Equipment 13,500 Accumulated depreciation10,000 Loss on exchange2,500 Equipment28,000 Kasus Pertukaran Aset 92

93 Santana (Has Commercial Substance): Equipment 15,500 Accumulated depreciation19,000 Cash2,000 Equipment28,000 Gain on disposal of equipment4,500 Santana (LACKS Commercial Substance): Equipment (15,500 – 4,500) 11,000 Accumulated depreciation19,000 Cash2,000 Equipment28,000 Kasus Pertukaran Aset 93

94 Delaware (Has Commercial Substance): Delaware (LACKS Commercial Substance): Cash2,000 Equipment 13,500 Accumulated depreciation10,000 Loss on disposal of equipment2,500 Equipment28,000 Cash2,000 Equipment 13,500 Accumulated depreciation10,000 Loss on disposal of equipment2,500 Equipment28,000 Kasus Pertukaran Aset 94

95 Companies may value long-lived tangible asset after acquisition at cost or fair value. Network Rail (GBR) elected to use fair values to account for its railroad network. ► Increased long-lived tangible assets by £4,289 million. ► Change in the fair value accounted for by adjusting the asset account and establishing an unrealized gain. ► Unrealized gain is often referred to as revaluation surplus. Recognizing Revaluations Kasus Revaluasi 95

96 Revaluation—Land Illustration: Siemens Group (DEU) purchased land for €1,000,000 on January 5, The company elects to use revaluation accounting for the land in subsequent periods. At December 31, 2010, the land’s fair value is €1,200,000. The entry to record the land at fair value is as follows. LO 7 Explain the accounting for revaluations. Land 200,000 Unrealized Gain on Revaluation - Land200,000 Unrealized Gain on Revaluation—Land increases other comprehensive income in the statement of comprehensive income. Kasus Revaluasi 96

97 Revaluation—Depreciable Assets Illustration: Lenovo Group (CHN) purchases equipment for ¥500,000 on January 2, The equipment has a useful life of five years, is depreciated using the straight-line method of depreciation, and its residual value is zero. Lenovo chooses to revalue its equipment to fair value over the life of the equipment. Lenovo records depreciation expense of ¥100,000 (¥500,000 5) at December 31, 2010, as follows. Depreciation Expense 100,000 Accumulated Depreciation—Equipment 100,000 Kasus Revaluasi 97

98 Revaluation—Depreciable Assets After this entry, Lenovo’s equipment has a carrying amount of ¥400,000 (¥500,000 - ¥100,000). Lenovo receives an independent appraisal for the fair value of equipment at December 31, 2010, which is ¥460,000. Accumulated Depreciation—Equipment 100,000 Equipment 40,000 Unrealized Gain on Revaluation—Equipment 60,000 Kasus Revaluasi 98

99 Revaluation—Depreciable Assets Illustration Financial Statement Presentation—Revaluations Lenovo reports depreciation expense of ¥100,000. The Accumulated Other Comprehensive Income account related to revaluations cannot have a negative balance. Kasus Revaluasi 99

100 Main References  Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley  Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI  International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales 100

101 TERIMA KASIH Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI atau atau


Download ppt "PSAK 16 – ASET TETAP IAS 16 - PROPERTY PLANT & EQUIPMENT Presented by: Dwi Martani."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google