Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok 2 Alfrince Sonifati Hulu(11.6529) Arrazy Ridha Maulana(11.6564) Iffah Alfiana (11.6710) Isna Muflichatul Fadhilah(11.6719)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok 2 Alfrince Sonifati Hulu(11.6529) Arrazy Ridha Maulana(11.6564) Iffah Alfiana (11.6710) Isna Muflichatul Fadhilah(11.6719)"— Transcript presentasi:

1 Kelompok 2 Alfrince Sonifati Hulu( ) Arrazy Ridha Maulana( ) Iffah Alfiana ( ) Isna Muflichatul Fadhilah( )

2

3 Uji dua sampel bebas pada statsitik nonparametrik mempunyai tujuan yang sama dengan uji t pada statistik parametrik, yakni ingin mengetahui apakah dua buah sampel yang bebas berasal dari populasi yang sama. “Bebas” atau independen berarti dua sampel tersebut tidak tergantung satu dengan yang lain. Uji dua sampel bebas pada statsitik nonparametrik terdapat delapan uji, salah satunya adalah uji reaksi ekstrem moses. Uji ini berfokus pada pengujian variasi atau disperse (variabilitas) data dari dua kelompok sampel bebas tersebut, misalnya apakah suatu kelompok data lebih homogen daripada kelompok data lainnya atau tidak.

4 Kegunaan pokok uji moses adalah jika ada dasar-dasar apriori untuk percaya bahwa kondisi eksperimentalnya akan mengakibatkan munculnya skor- skor ekstrem dalam kedua arah, dengan kata lain suatu kelompok akan mendapat skor rendah sedangkan kelompok lain mendapatkan skor tinggi atau subyek- subyek yang bertindak sebagai kontrol akan menampilkan jawaban “medium” atau ”normal” sedangkan subyek-subyek eksperimental memberikan jawaban “represif”. Uji moses dirancang secara khusus untuk digunakan dengan skala pengukuran data minimal ordinal. Uji ini harus digunakan apabila diharapkan kondisi eksperimental akan mempengaruhi beberapa subyek dalam cara tertentu dan mempengaruhi subyek lain secara kebalikannya.

5 Prosedur

6

7 Contoh Soal : Kelompok eksperimen ibu dengan Hb tidak normal, kelompok control ibu dengan Hb normal. Masing-masing kelompok diberi beban pekerjaan pengepakan mie, didapatkan data banyaknya pak mie yang dapat diselesaikan sebagai berikut : Kelompok EksperimenKelompok Kontrol

8

9 C. Statistik uji  h=1  gabung data dari kedua kelompok sampel, urutkan dari yang terkecil ke yang terbesar dengan mempertahankan identitas kelompok sampelnya. Rank Score SubjectECECEECCCCCCEECEEE

10

11

12

13 Run Wald Wolfowitz Test A. FUNGSI Untuk menguji sekumpulan besar hipotesis-hipotesis pengganti Pengujiannya tidak pada jenis perbedaan tertentu tetapi pada sembarang perbedaan Untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya disusun dalam bentuk ordinal dan disusun dalam bentuk run

14 B. DASAR PEMIKIRAN DAN METODE  Test Run Wald-Wolfowitz menganggap bahwa variabel yang dipelajari memiliki ditribusi kontinu, sehingga skala yang dibutuhkan setidaknya dalam bentuk ordinal.  Misalkan banyak sampel dari populasi pertama adalah m dan banyak sampel dari populasi kedua adalah n. kita akan menyusun masing –masing nilai dari m (dimisalkan dengan a) dan nilai dari n (dimisalkan dengan b) dalam suatu susunan (dimulai dari nilai a atau b yang terkecil) degan tetap mempertahankan informasi mengenai dari populasi manakah nilai tersebut berasal.  Setelah susunan didapatkan langkah selanjutnya adalah menghitung banyaknya run.  Misalkan terdapat suatu susunan nilai (a dan b) dari dua sampel independent n dan m sbb: a a a b b b b b a b a b a b a a a b, maka banyaknya run dapat dihitung dengan cara mengelompokkan nilai – nilai sejenis kedalam satu run, dalam hal ini terdapat 10 run (kelompok dari nilai a a a = run I, b b b b b = run II, a = run III, dst sampai b = run X).

15 Jika Ho gagal ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa nilai dari m+n berasal dari populasi yang identik. Oleh sebab itu, a dan b akan tercampur secara merata dan nilai total dari run juga akan menjadi besar. Sebaliknya, jika Ho berhasil ditolak, maka nilai total dari run akan menjadi kecil yang mengindikasikan bahwa sampel berasal dari populasi yang berbeda.

16

17 Contoh Seorang manajer di sebuah perusahaan ingin mengetahui apakah ada perbedaan disiplin kerja antara karyawan bagian administrasi dan keuangan. Observasi dilakukan terhadap 11 karyawan administrasi dan 8 karyawan keuangan. Pengukuran didasarkan pada waktu kedatangan. Hasil observasi tercatat sebagai berikut :

18 Dari table diatas diperoleh run sebanyak 13

19 UJI HIPOTESIS

20 1.Gunakan pendekatan normal 2.Rumus untuk mean dan standar deviasi 3.Karena sampel besar berasal dari populasi yang tidak kontinu, maka dibutuhkan koreksi kontinuitas, sehingga :

21 Contoh Dalam suatu studi yang menguji teori ekuipotensialitas, Ghiselli membandingkan proses belajar 21 tikus normal (dalam suatu tugas membeda-bedakan keadaan terang) dengan proses belajar ulang 8 tikus yang telah dioperasi dan keadaan korteksnya tidak baik. Yang dibandingkan adalah banyaknya pecobaan yang diperlukan oleh 8 tikus (E) sesudah operasi sehingga tikus-tikus itu ingat kembali apa yang telah mereka pelajari, dengan banyaknya percobaan yang diperlukan 21 tikus normal (C) sehingga mereka tahu. Dengan data sebagai berikut. E C

22 UJI HIPOTESIS

23 Data setelah diurutkan : Tikus C6C21 C8C C8C22 C14C23 C14C23 C15E24 C15C24 C15C24 C15E29 C15E31 C15E45 C15E55 C16E56 C18E75 E20

24 KASUS ANGKA SAMA  Idealnya, tidak ada angka sama dalam skor pada tes run karena distribusi skor kontinu.  Pada pengukuran yang kurang cermat dapat ditemukan angka sama.  Angka sama pada kelompok berbeda akan mempengaruhi run.  Jika pada kemungkinan pengurutan yang memuat angka sama pada kelompok berbeda tersebut diperoleh hasil keputusan yang berbeda maka dari tiap kemungkinan haruskah diperoleh nilai p-value untuk kemudian dirata-ratakan sebanyak kemungkinan pengurutan, nilai inilah yang dibandingkan dengan nilai α.  Pada angka sama yang banyak, maka uji ini tidak dapat digunakan.

25 SEKIAN & TERIMA KASIH


Download ppt "Kelompok 2 Alfrince Sonifati Hulu(11.6529) Arrazy Ridha Maulana(11.6564) Iffah Alfiana (11.6710) Isna Muflichatul Fadhilah(11.6719)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google