Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Psikologi abnormal. Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 2  Di US, banyak orang takut menjadi tua Orang usia tua kurang dihormati dan dihargai seperti.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Psikologi abnormal. Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 2  Di US, banyak orang takut menjadi tua Orang usia tua kurang dihormati dan dihargai seperti."— Transcript presentasi:

1 Psikologi abnormal

2 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 2  Di US, banyak orang takut menjadi tua Orang usia tua kurang dihormati dan dihargai seperti di dalam budaya-budaya lain  Kapan kita tua? Masyarakat menetapkan 65 dan lebih sebagai tua  2001 census di US 12.4% atau 35 juta individual berusia 65 atau lebih

3 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 3

4 4  Menjadi tua mau tidak mau menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Kenyataannya: Severe cognitive problems do not occur for most (gangguan kognitif parah tidak banyak terjadi)  Umumnya ada sedikit penurunan  Usia tua adalah masa yang menyedihkan dan kebanyakan lansia menderita depresi Kenyataannya: Older individuals report less negative emotion than younger people (individu tua melaporkan lebih sedikit emosi negatif)  More brain activation in key areas when viewing positive images

5 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 5  Usia tua adalah masa yang sepi (Late life is a lonely time) Kenyataannya: Pada umumnya memang sedikit yang mengembangkan persahabatan/pertemanan baru Tetapi ada, Social selectivity   Dengan bertambahnya usia, para lansia memfokuskan pada hubungan interpersonal yang paling bermakna bagi dirinya  Orang usia tua kehilangan minat terhadap seks Untuk kebanyak orang, aktivitas seksual tidak berkurang dari usia pertengahan sampai usia lanjut (from mid to late life)

6 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 6  Ageism Diskriminasi terhadap seseorang, muda atau tua, berdasarkan usia kronologis  Gangguan tidur meningkat dengan bertambahnya usia Insomnia Sleep apnea (berhenti bernafas)  Medical treatment Lebih banyak masalah kronis dibanding dengan gangguan yang dapat disembuhkan Polypharmacy (pemberian berbagai macam obat)  Ada praktek utk memberi bermacam obat pada pasien  Hal ini menyebabkan timbulnya efek samping dan potensi untuk menyebabkan keracunan Obat biasanya diujikan pada partisipan yang lebih muda  belum tentu cocok untuk digunakan pada orang usia tua

7 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 7

8  Age effect (Efek-usia) Efek yang terjadi karena ada pada suatu usia tertentu, misalnya usia ketika boleh mempunyai KTP  Cohort Effect (Efek Cohort) Efek yang terjadi sbg. konsekuensi karena dilahirkan pada tahun tertentu atau dibesarkan pd suatu periode wkt ttt, misalnya menjadi sangat hemat karena tumbuh pada waktu depresi ekonomi  Time-of-Measurement Effect (Efek waktu ketika dilakukan pengukuran) Misalnya pengukuran yang dilakukan setelah gempa di Padang  menyebabkan meningkatnya level anxiety.

9 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 9  Cross-sectional studies Researcher menguji berbagai kelompok usia pada suatu saat Ada kegagalan memberi informasi mengenai bagaimana orang berubah menurut waktu  Longitudinal studies Researcher menguji kembali kelompok orang yang sama dengan cara pengukuran yang sama pada saat yang berbeda  Bisa berlanjut sampai beberapa tahun atau dekade Atrisi (Attrition) merupakan masalah potensial (partisipan drop out dari studi krn sesuatu hal, misalnya krn kematian, tidak berminat, atau immobile)  Kemungkinan terjadi Selective mortality (tidak bisa di follow up krn kematian) yang menyebabkan sample yang bias

10 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 10  Kebanyakan lansia tidak mempunyai gangguan kognitif Prevalensi (frekuensi terjadinya) telah menurun/ berkurang dalam 15 tahun terakhir  Dementia Suatu kemunduran dalam fungsi kognitif  Delirium Suatu keadaan kebingungan mental (mental confusion)

11 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 11  Deteriorasi dari fungsi kognitif Mengganggu fungsi sosial dan okupasional Meningkat/Bertambah bersama waktu  Mulai dengan kesulitan mengingat peristiwa- peristiwa baru (recent events)  Defisit dapat dideteksi sebelum gangguan terlihat nyata  Adanya gangguan kognitif meningkatkan resiko untuk terjadinya demensia.  Prevalensi di dunia.4% dari penduduk dunia Prevalensi meningkat dengan bertambah- nya usia

12 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 12  Dideskripsikan oleh Alois Alzheimer in 1906  Deteriorasi jaringan otak yang tidak bisa pulih. Kematian biasanya terjadi dalam kurun waktu 12 tahun  Biasanya dimulai dengan Kesulitan mengingat peristiwa yang baru terjadi (recent events) Kesulitan mempelajari hal-hal baru Iritabilitas  Dengan meningkatnya gangguan Masalah bahasa menjadi intensif, termasuk menemukan kata-kata. Disorientation (gangguan dalam orientasi)  Kebingungan waktu, tempat dan identitas Agitasi Depresi

13 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 13  Genetic factors Heritability 79% Early onset (before age 60)  Dominant genes on chromosomes 21, 1, and 14 may cause some cases of alzheimer Later onset  Karena ada bentuk Gene khusus yang disebut APOE-4- allele pada chromosome 19  adanya gen khusus ini meningkatkan kemungkinan alzheimer dengan 30%  Environmental factors Head trauma Depression  Strong baseline linguistic ability reduces risk  Frequent cognitive activity reduces risk e.g. crossword puzzles

14 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 14  Begins in mid to late 50s  Memory not severely disrupted  Impairment of executive functions Planning Problem solving Goal directed behavior  Difficulty recognizing & regulating emotion  Neuronal deterioration (deteriorasi neuron) in several areas involving serotonergic neurons Amygdala, anterior temporal lobes, prefrontal cortex, and other regions (daerah-daerah di otak)

15 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 15  Melibatkan kerusakan nerologis Weakness in limb Abnormal reflexes  Tipikal sebagai akibat stroke Clot forms and impairs circulation Cells die  Risk factors Smoking, high LDL cholesterol, high Blood Pressure  Affects African Americans more often than whites

16  Terdapat Lewy bodies di otak dan pada DLB ada deposit yang abnormal dari lewy bodies.  Two subtypes With Parkinson’s No Parkinson’s  Symptoms similar to Parkinson’s and Alzheimer’s diseases Shuffling gait Loss of memory  Symptoms differ in that DLB patients have: Fluctuating cognitive symptoms Prominent visual hallucinations Intense dreams involving movement and vocalizing  Melibatkan aktivitas dopamine (neurotransmitter) yang tidak biasa di basal ganglia Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 16

17 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 17  Medications Tidak ada obat yang dapat memulihkan gangguan Alzheimer. Beberapa obat agak dapat mengurangi kemunduran  Acetylcholinesterase inhibitors  Obat-obatan yang mencegah breakdown dari acetylcholine, misalnya:  Donepezil (Aricept)  Galantamine (Reminyl)  Vitamin E, statins, dan obat-obat nonsteroidal anti- inflammatory tidak terbukti dapat menolong  Upaya preventif terfokus pada proses yang melibatkan kreasi amyloid dari protein  usaha untuk mencegah munculnya alzheimer  Obat antidepresi untuk depresi  Obat antipsikotik untuk agitasi (keadaan gaduh gelisah)

18 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 18  Psychological treatments Supportive psychotherapy untuk keluarga dan pasien Edukasi tentang penyakit dan perawatannya Intervensi kognitif ketika gangguan masih pada fase awal, misalnya dengan  Memberi label pada laci-laci dan berbagai macam alat  Menempatkan kalender, jam, dan catatan-catatan di tempat-tempat strategis. Melakukan exercise telah diasosiasikan dengan keuntungan-keuntungan kognitif Musik tampaknya mengurangi agitasi dan tingkahlaku disruptif

19 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 19  Clouded state of consciousness (Keadaan kesadaran yang berkabut) Kesulitan besar untuk memfokuskan perhatian Gangguan dalam siklus bangun/tidur Berpikir fragmentaris Bicara ngelantur (rambling) dan inkoheren Disorientasi Gangguan pada memori  Secondary to underlying medical condition  Detection of delirium important but often missed Untreated, further cognitive decline and mortality may occur  Beyond treating the underlying medical conditions, the most common treatment is atypical antipsychotic medication

20 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 20

21 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 21

22 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 22  Psychological disorders in late life, are usually recurrences of earlier disorder Most episodes of depression and anxiety are recurrences Schizophrenia rarely appears for the first time in late life  Rates for psychological disorders lower than in younger populations May be due to:  Cohort effects (=lahir dan berkembang pada suatu periode waktu tertentu  yg tua sekarang lebih sedikit yg terganggu dibandingkan dgn yang muda sekarang ini, krn terlahir pada kurun waktu berbeda)  Reporting bias (orang usia tua kurang nyaman membicarakan penyakit)  Selective mortality (sudah meninggal lebih dahulu sblm usia 65)  Aging also appears to be genuinely related to better mental health

23 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 23  Tidak di diagnosis sbg gangguan psikologis bila simtom adalah karena kondisi medis atau efek samping dari pengobatan gangguan lain. Misalnya karena: Thyroid dysfunction Parkinson’s disease Alzheimer’s disease Hypoglycemia Anemia dan defisiensi vitamin

24 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 24  Prevalensi rendah tetapi ½ dari admisi psikiatrik adalah karena depresi  Biasanya ada bersama dengan penyalah gunaan alkohol  Depresi pada usia lanjut menyebabkan adanya penurunan kognisi. Hal ini menyebabkan sulit utk membedakannya dgn demensia, sehingga sering terjadi salah diagnosis.

25 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 25  Stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya Lebih dari 20% menjadi depresi setelah serangan jantung. Bercak-bercak putih yang disebut White matter hyperintensities (WMH) sering ditemukan di otak dan diasosiasikan dengan depresi pada usia lanjut (hasil metaanalisis dari 98 studi)  Kesehatan fisik yang buruk Terutama disabilities, seperti tidak mampu berjalan  Peristiwa dalam hidup dapat memicu depresi pada usia lanjut Kematian pasangan  Meskipun kebanyakan orang dapat pulih setelah suatu kehilangan Isolasi sosial  Not as much of a problem in late life as it is in mid-life Pensiun  Presents the greatest problem for those in ill health and with low income

26 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 26  Depression underdiagnosed in late life  Successful treatments include: SSRIs (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors)  obat-obat anti depresi CBT IPT (Interpersonal Therapy) no more successful than placebo in preventing relapse  Older adults more sensitive to side effects of medications Postural hypotension upon rising which may lead to fall  Drugs increase risk of heart attack and toxic reactions  Electroconvulsive therapy (ECT) May carry more cardiovascular and cognitive risks  Psychotherapy in the home for patients with mobility problems  Treatment helps but difficult to restore all aspects of quality life

27 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 27  Older adults 3x as likely to take their own lives than younger adults Men  Suicide rates increase with age from adolescence  Older white men most likely to commit suicide  Peak age from 80 to 84 Women  Suicide rates peaks in 50s, then declines gradually  Major risk factor is depression  Medical screening allows for detection and treatment even when the individual does not present with psychological problems

28 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 28  Lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan depresi  GAD (Generalized Anxiety Disorder) paling sering ditemukan  PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) kadang- kadang ditemukan pada veteran perang lanjut usia  Penyebabanxietas seringkali berhubungan dengan keadaan kehidupan Kemiskinan Kesulitan dalam bidang medis Isolasi sosial  Treatments CBT Benzodiazepenes

29 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 29  Pada pasien psikiatrik lanjut usia sering ditemukan simtom-simtom paranoid. Penyebab paling umum adalah penyakit otak  Delirium atau dementia Ide paranoid (Paranoid ideation) juga dihubungkan dengan kehilangan pendengaran dan isolasi sosial  Treatment Terapi suportif dan kognitif Obat-obat antipsikotik

30 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 30  Konsekuensi fisiologis dari alkohol adalah lebih intens pada usia lanjut Toleransi terhadap alkohol menjadi berkurang dengan bertambahnya usia  Konsentrasi alkohol di dalam darah menjadi lebih tinggi Lansia memetabolisasi alkohol lebih lambat Defisit kognitif yang disebabkan oleh alkohol lebih menonjol pada lanjut usia  Masalah mungkin tidak terdeteksi karena isolasi sosial.  Penyalahgunaan resep dan obat OTC (over-the- counter  obat beli bebas) merupakan masalah lebih besar pada orang lanjut usia Menggunakan (Consume) 1/3 dari semua obat yang diresepkan

31 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 31  Barriers to treatment More negative beliefs about mental illness and treatment Less likely to seek treatment  Clinicians less likely to expect successful outcome Less likely to be assessed and referred for treatment Financial barriers may prevent access  Innovative treatments Behavioral gerontology Teaching older adults to use computer

32 Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 32


Download ppt "Psikologi abnormal. Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY 2  Di US, banyak orang takut menjadi tua Orang usia tua kurang dihormati dan dihargai seperti."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google