Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

18 December 2014 HAKIKAT PENDIDIKAN HAKIKAT PENDIDIKAN ADALAH UPAYA SISTEMA- TIS, TERENCANA, DAN TERARAH UNTUK MEM- PERCEPAT DAN MENGOPTIMALKAN PERTUM-

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "18 December 2014 HAKIKAT PENDIDIKAN HAKIKAT PENDIDIKAN ADALAH UPAYA SISTEMA- TIS, TERENCANA, DAN TERARAH UNTUK MEM- PERCEPAT DAN MENGOPTIMALKAN PERTUM-"— Transcript presentasi:

1

2 18 December 2014

3 HAKIKAT PENDIDIKAN HAKIKAT PENDIDIKAN ADALAH UPAYA SISTEMA- TIS, TERENCANA, DAN TERARAH UNTUK MEM- PERCEPAT DAN MENGOPTIMALKAN PERTUM- BUHAN DAN PERKEMBANGAN POTENSI INSANI PESERTA DIDIK. TANPA PENDIDIKAN, POTENSI INSANI PESERTA DIDIK AKAN TUMBUH DAN BERKEMBANG SECARA ALAMIAH, NAMUN TIDAK CEPAT DAN TIDAK OPTIMAL. 18 December 2014

4 HAKIKAT PENDIDIKAN 18 December 2014 Ki Hajar Dewantara: “PENDIDIKAN ADALAH DAYA UPAYA UNTUK MEMAJUKAN BERTUMBUHNYA BUDI PEKERTI (KE- KUATAN BATIN, KARAKTER), PIKIRAN (INTELLECT) DAN TUBUH ANAK. BAGIAN-BAGIAN ITU TIDAK BOLEH DIPISAHKAN AGAR KITA DAPAT MEMAJUKAN KESEMPURNAAN HIDUP ANAK-ANAK KITA” Intinya, mengembangkan: Budi Pekerti; Pikiran; dan Tubuh Anak  Kesempurnaan Hidup Anak

5 FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS: Pendidikan nasional … berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, … Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 18 December 2014

6 POTENSI INSANI 18 December 2014 POTENSI INSANI ADALAH BERBAGAI KECERDASAN YANG DIANUGERAHKAN TUHAN KEPADA MANUSIA, UNTUK DAPAT MENGEMBAN TUGAS SEBAGAI KHALIFAH TUHAN DI MUKA BUMI INI, YANG MELIPUTI:  KECERDASAN INTELEKTUAL;  KECERDASAN INTRA-INTRAPERSOAL; dan  KECERDASAN FISIKAL/KINESTETIKA.

7 POTENSI INSANI 18 December 2014 Multiple Intelligences (Howard Gardner): 1.Verbal;Linguistic Intelligence; 2.Logical/Mathematic Intelligence; 3.Visual/Spatial Intelligence; 4.Musical/Rhythmic Intelligence’ 5.Bodily/Kenesthetic Intelligence; 6.Naturalist Intelligence; 7.Interpersonal Intelligence; dan 8.Intrapersonal Intelligence.

8 TUGAS PROFESIONAL PENDIDIK  MENGAJAR  KECERDASAN INTELEKTUAL;  MENDIDIK  KECERDASAN INTRA/INTERPERSOAL;  MELATIH  KECERDASAN KINESTETIKA/FISIKAL. 18 December 2014 TUGAS POTENSI INSANI YANG PROFESIONAL DIKEMBANGKAN TAKSONOMI TUJUAN PENDIDIKAN BLOOM: 1.Domain Kognitif; 2.Domain Afektif, dan 3.Domain Psikomotor

9 ESENSI MENGAJAR ESENSI MENGAJAR ESENSI MENGAJAR SEBAGAI SALAH SATU TUGAS PROFESIONAL PENDIDIK ADALAH MEMBERI PENGETAHUAN & MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTELEKTUAL PESERTA DIDIK SESUAI DENGAN TUNTUTAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN YANG DIEMBAN 18 December 2014

10 ESENSI MENDIDIK ESENSI MENDIDIK ESENSI MENDIDIK ADALAH MENANAM & MENGEMBANGKAN NILAI serta SIKAP PESERTA DIDIK SESUAI DENGAN: 18 December 2014  EKSISTENSI/KODRAT MANUSIA (MORALITAS UNIVERSAL), dan  NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA LULUR YANG TUMBUH & BERKEMBANG DALAM MASYARKAT (MORALITAS LOKAL & TEMPORAL).

11 EKSISTENSI MANUSIA 18 December 2014 MT MI MS Keterangan: MI : Manusia sebagai Makhluk Individu, MS: Manusia sebagai Makhluk Sosial, & MT: Manusia sebagai Makhluk Tuhan TIGA DIMENSI EKSISTENSI MANUSIA

12 ESENSI MELATIH 18 December 2014 ESENSI MELATIH ADALAH MENGEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIKA PESERTA DIDIK SESUAI DENGAN BAKAT, MINAT, DAN TUNTUTAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN YANG DIEMBAN

13 PENDIDIKAN SEUTUHNYA 18 December 2014 PENDIDIKAN SEUTUHNYA ADALAH PENDIKAN YANG MEMPERCEPAT DAN MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN … SELURUH POTENSI INSANI PESERTA DIDIK, SESUAI DENGAN KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASING-MASING PESERTA DIDIK  BAKAT, MINAT, KEKHUSUSAN, dsb. TIDAK ADA MANUSIA YANG PERSIS SAMA SEMUA ANAK MANUSIA MEMILIKI KEKHUSUSAN KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MANUSIA BERBEDA-BEDA UNTUK SALING MELENGKAPI, DALAM KEHIDUPAN PRIBADI dan BERSAMA (Bermsyarakat, Berbangsa, dan Bernegara)

14 TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENANAMAN NILAI MELALUI PROSES PEMBELAJARAN BERBAGAI MATA PELAJARAN DI KELAS MENANAM DAN MENGEMBANGKAN:  NILAI & SIKAP POSITIF TERHADAP GURU;  NILAI & SIKAP POSITIF TERHADAP MATA PELAJARAN;  NILAI & SIKAP POSITIF TERHADAP PEMBELAJARAN;  SIKAP SESUAI NILAI-NILAI TERTENTU (Spesific Values), YANG MELEKAT PADA MISI & KARAKTERISTIK MATA PELAJARANNYA (MASING-MASING MATA PELAJARAN);  SIKAP SESUAI DENGAN NILAI-NILAI UMUM (Common Values ), YAKNI SESUAI DENGAN NORMA-NORMA ETIKA, MORAL, & HUKUM DALAM MASYARAKAT. 18 December 2014

15 STRATEGI GURU MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI POSITIF PADA SISWA NILAI-NILAI POSITIF PADA SISWA MEMBERI TELADAN (learning through modeling) MEMBERI TELADAN (learning through modeling) MEMBERI NASEHAT & INFORMASI VERBAL (sesuai dengan perkembangan nalar siswa); MEMBERI NASEHAT & INFORMASI VERBAL (sesuai dengan perkembangan nalar siswa); MEMBERI GANJARAN ( Positive & Negative Reinforcement); MEMBERI GANJARAN ( Positive & Negative Reinforcement); MEMBIASAKAN PENGAMALAN (berbuat sesuai dengan nilai-nilai moral & akhlak mulia) MEMBIASAKAN PENGAMALAN (berbuat sesuai dengan nilai-nilai moral & akhlak mulia) MENKONDISIKAN (menjadikan lingkungan sekolah, rumah menjadi Laboratorium Pengemalan nilai-nilai moral dan akhlak mulia/mendorong & memudahkan anak mengamalkan nilai-nilai moral & akhlak mulia) MENKONDISIKAN (menjadikan lingkungan sekolah, rumah menjadi Laboratorium Pengemalan nilai-nilai moral dan akhlak mulia/mendorong & memudahkan anak mengamalkan nilai-nilai moral & akhlak mulia) 18 December 2014

16 HAK PESERTA DIDIK MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS PASAL 12 AYAT (1) UU SISDIKNAS: Setiap peserta didik pada satuan pendidikan berhak 18 December 2014 a.Mendapat pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut dan diajar oleh pendidik yang seagama; b.Mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannta. c.… dst.

17 TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS PENDIDIKAN FORMAL PENDIDIKAN FORMAL PENDIDIKAN NON FORMAL; dan PENDIDIKAN NON FORMAL; dan PENDIDIKAN INFORMAL PENDIDIKAN INFORMAL PASAL 13 UU SISDIKNAS 18 December 2014

18 TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS JENJANG PENDIDIKAN FORMAL PENDIDIDIKAN DASAR; PENDIDIDIKAN DASAR; PENDIDIKAN MENENGAH; dan PENDIDIKAN MENENGAH; dan PENDIDIKAN TINGGI PENDIDIKAN TINGGI PASAL 14 UU SISDIKNAS 18 December 2014

19 JENIS PENDIDIKAN MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS JENIS PENDIDIKAN: PENDIDIDIKAN UMUM; PENDIDIDIKAN UMUM; PENDIDIKAN KEJURUAN; PENDIDIKAN KEJURUAN; PENDIDIKAN AKADEMIK; PENDIDIKAN AKADEMIK; PENDIDIKAN PROFESI; PENDIDIKAN PROFESI; PENDIDIKAN VOKASI; PENDIDIKAN VOKASI; PENDIDIKAN KEAGAMAAN; dan PENDIDIKAN KEAGAMAAN; dan PENDIDIKAN KHUSUS PENDIDIKAN KHUSUS PASAL 15 UU SISDIKNAS 18 December 2014

20 TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS PENDIDIKAN NONFORMAL DISELENGGA- RAKAN BERFUNGSI SEBAGAI: 1. PENGGANTI, 2. PENAMBAH; dan/atau 3. PELENGKAP  dari Pend. Formal, untuk mendukung pendidkan sepanjang hayat. (Pasal 26 Ayat (1) UU Sisdiknas) 18 December 2014

21 TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS RAGAM PENDIDIKAN NONFORMAL: 1. PAUD; 2. Pend. Kepemudaan; 3. Pend. Kesetaraan, dll. YANG DISELENGGARAKAN DALAM BENTUK: 1. Kursus; 2. Kelompok Belajar, dll. UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK (Pasal 26 Ayat (3) UU Sisdiknas) 18 December 2014

22 TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS PENDIDIKAN INFORNAL (PASAL 27): (1) PENDIDIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN BELAJAR SECARA MANDIRI, (2) HASIL PENDIDIKAN INFORMAL DIAKUI SAMA DENGAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL SETELAH PESERTA DIDIK LULUS UJIAN SESUAI DENGAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN. 18 December 2014

23 PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAUANAN DAPAT MEMILIH: 18 December 2014 JALUR PENDIDIKAN; JALUR PENDIDIKAN; JENJANG PENDIDIKAN; dan JENJANG PENDIDIKAN; dan JENIS PENDIDIKAN; JENIS PENDIDIKAN; SESUAI KELEBIHAN DAN KEKGUSUSAN YANG DIMILIKI PESERTA DIDIK

24 UJIAN NASIONAL & UJIAN SEKOLAH PADA PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH PENDIDIK- AN KHUSUS DAN LAUANAN DAPAT MEMILIH: 18 December 2014 UJIAN PENDIDIKAN FORMAL; UJIAN PENDIDIKAN FORMAL; UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN; atau UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN; atau UJIAN PENDIDIKAN LUAR BIASA; UJIAN PENDIDIKAN LUAR BIASA; SESUAI KELEBIHAN DAN KEKHUSUSAN YANG DIMILIKI PESERTA DIDIK

25 STANDARDINASI PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  KRITERIAMA MINIMAL, SEBABAGAI DASAR PERENCANAAN DAN PEMBINAAN PENDIDIKAN: 18 December 2014 STANDAR KOMPETENSI  KOMPETENSI MINIMAL YANG HARUS DIAJARKAN & DIPELAJARI PESERTA DIDIK. KOMPETENSI DASAR  RINCIAN DARI STANDAR KOMPETENSI. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN  KOMPETENSI MINIMAL YANG HARUS DIKUASAI PESERTA DIDIK UNTUK LULUS PADA SUATU JENJANG/JENIS PENDIDIKAN.

26 STANDARDINASI PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS DALAM RANGKA PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS DAPAT MENGGUNAKAN: 18 December 2014 STANDAR PENDIDIKAN FORMAL; dan STANDAR PENDIDIKAN FORMAL; dan STANDAR PENDIDIKAN NONFORMAL. STANDAR PENDIDIKAN NONFORMAL. MENYESUAIAKAN DENGAN KELEBIHAN DAN KEKGUSUSAN YANG DIMILIKI PESERTA DIDIK

27 SEMANGAT KERJA PROFESIONAL SEMANGAT KERJA PROFESIONAL (TERMASUK GURU) 1.BEKERJA KERAS, memanfaatkan waktu secara efektif, merupakan kunci untuk memperoleh kecukupan rizki); 2.BEKERJA CERDAS, kunci untuk memperoleh kehidupan yang berkembang; 3.BEKERJA TOTALITAS, dengan sepenuh hati, menghayati kerja sebagai hobi, kunci untuk tidak stres; 4.BEKERJA IKHLAS SEBAGAI IBADAH, kunci untuk kecewaan dalam bekerja dan hidup  Selalu mensyukuri RAHMAT ALLAH. 18 December 2014

28 KESIMPULAN KESIMPULAN DALAM RANGKA PENDIDIKAN HOLISTIK: 1.SEMUA GURU SAYOGIANYA MELAKSAKAN SEPENUHNYA TUGAS PROFESIONAL: Mengajar, Mendi-dik dan Melatih, sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, dalam rangka mengembangkan kepribadian dan potensi peserta didik secara utuh, dengan memperhatikan juga kekhususannya; 2.SEMUA GURU PERLU MEMILIKI & MENGEMBANGKAN PROFESIONALITAS DIRINYA DENGAN BAIK; 3.SEMUA GURU PERLU MEMILIKI SEMANGAT KERJA PROFE- SIONAL, untuk mencapai keberhasilan tugas & kejayaan dalam kehidupan dunia & akhirat. 4.SEKOLAH SAYOGIANYA DAPAT MENJADI LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG KONDUSIF, terutama bagi perkembangan potensi serta nilai-nilai moral dan akhlak mulia pada diri anak. 18 December 2014

29 TERIMA KASIH Selamat siang, Wabillahittaufiw walhidayah, Wassalamu’ alaikum wr. Wb. 18 December 2014


Download ppt "18 December 2014 HAKIKAT PENDIDIKAN HAKIKAT PENDIDIKAN ADALAH UPAYA SISTEMA- TIS, TERENCANA, DAN TERARAH UNTUK MEM- PERCEPAT DAN MENGOPTIMALKAN PERTUM-"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google