Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Ika Febrian K., M.Psi KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Ika Febrian K., M.Psi KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Ika Febrian K., M.Psi KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

2 Apakah yang dimaksud dengan ABK (exceptional children) ? a. berkaitan dengan konsep/istilah “disability” = keterbatasan b. bersinggungan dengan tumbuh kembang normal--abnormal, tumbuh kembang abnormal : penundaan, tidak muncul/absen, menyimpang c. pemahaman tehadap konteks (biologis, psiko, sosio-kultural)

3 Sehingga……, dalam aplikasi di bidang pendidikan, ABK adalah penerima layanan pendidikan khusus

4 Beberapa jenis disabilitas/gangguan: a. fisik (mis. : blind/low vision, deaf/hard of hearing, atau physical disabilities) b. Retardasi mental c. Gangguan perkembangan pervasif : autisme d. Gangguan belajar e. Gangguan komunikasi f. Gangguan pemusatan perhatian g. Gangguan perilaku & emosi

5 Gangguan pendengaran Gangguan pendengaran : semua bentuk hilangnya kemampuan pendengaran dari yang paling ringan sampai berat (hearing loss -- tuli) Penyebab : a. faktor keturunan (penelitian Vernon&Andrews th.1990, % anak-anak gangguan pendengaran dipengaruhi oleh faktor keturunan) b. (meningitis)/infeksi bakteri pada selaput otak c. kelahiran prematur & trauma medis pada proses kelahiran

6 Efek pada anak Perkembangan bahasa yang terhambat  kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan bahasa Perkembangan kognitif&intelektual mengalami hambatan Perkembangan sosial&emosional juga mengalami hambatan

7 Gangguan penglihatan / visual impairment Adalah hendaya dalam penglihatan yang bertingkat dari keterbatasan penglihatan/low vision – buta total Penyebab : bawaan (hereditas) berkaitan dengan kehamilan atau infeksi kehamilan, kecelakaan (buta perolehan) Penting bagi pendidik untuk mengetahui seberapa parah gangg.penglihatan yang dialami anak didiknya

8 Efeknya pada anak Perkembangan bahasa yang terhambat  kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan bahasa Perkembangan motorik yang terhambat Perkembangan kognitif&intelektual mengalami hambatan Perkembangan sosial&emosional juga mengalami hambatan

9 Gangguan Perkembangan Pervasif : autisme Yaitu, gangguan perkembangan pervasif yang ditandai dengan kegagalan/ketidakmampuan untuk berhubungan dengan orang lain, terbatasnya kemampuan bahasa, perilaku motorik yang terganggu, gangguan intelektual, dan tidak menyukai perubahan dalam lingkungan (Nevid dkk., 2005)

10 Ciri-ciri autisme : A. Hendaya interaksi sosial : 1. Hendaya pada perilaku nonverbal : ekspresi wajah, postur tubuh, gestur, kontak mata 2. tidak mengembangkan hub. Teman sebaya yang sesuai usia 3. tidak menunjukkan reaksi sosial & emosional timbal balik B. Hendaya Komunikasi : 1. terlambat dalam perkembangan bahasa verbal 2. abnormalitas pada bentuk/isi bahasa (bahasa stereotip, repetitif, atau ecolali) 3. tidak memperlihatkan kemampuan bermain sosial spontan atau imajinatif

11 C. Pola perilaku yang terbatas, repetitif, dan stereotip 1. minat yang terbatas 2. rutinitas 3. gerakan-gerakan stereotip (mis. membentur2kan kepala, dsb) 4. menunjukkan fokus yang berlebihan pada obyek Kemunculan bisa tampak pada usia sblm 3 tahun

12 Penyebab autisme Abnormalitas otak (kerusakan otak atau ketidakseimbangan kimiawi) Kerusakan gen atau kromosom

13 Retardasi Mental /RM Yaitu keterlambatan yang mencakup rentang yang luas dalam perkembangan fungsi kognitif dan sosial (APA, 2000) Klasifikasi RM berdasarkan derajat keparahan : RM ringan (mild)  IQ 50 – 70 RM sedang (moderate)  IQ 35 – 50 RM berat (severe)  IQ 20 – 40 RM parah (profound)  IQ di bawah 20/25

14 Perilaku adaptif yang terlihat dari anak RM usia 6-21 tahun a. RM ringan  dapat menguasai ketrampilan praktis, membaca, & aritmatika s/d kls 3-6 SD dgn pendidikan khusus, dpt diarahkan pd konformitas sosial b. RM sedang  dpt mempelajari komunikasi sederhana, perawatan kesehatan&keselamatan dasar, ketrampilan tangan sederhana,tidak mengalami kemajuan dlm membaca&aritmatika

15 c. RM berat  biasanya mampu berjalan tetapi memiliki ketidakmampuan yang spesifik, dpt mengerti pembicaraan& memberikan respon, tidak memiliki kemajuan dalam membaca & aritmatika d. RM parah  keterlambatan yg terlihat jelas dlm semua area perkembangan, memerlukan supervisi yang ketat, mungkin berespon terhadap pelatihan ketrampilan dengan menggunakan kaki, tangan, & rahang.

16 Penyebab RM : Dapat disebabkan oleh aspek biologis, psikososial, atau kombinasi keduanya (APA, 2000) : Biologis  gangguan genetis penyakit infeksi, penggunaan alkohol selama hamil Psikososial  budaya&keluarga, mis.kemiskinan Bio-psikososial

17 Gangguan Belajar Adalah defisiensi pada kemampuan belajar yang spesifik dalam konteks intelegensi normal dan adanya kesempatan belajar. Tipe gangguan belajar : 1. Gangguan matematika (diskalkulia)  kekurangan dalam bid.aritmatika misal memiliki masalah dlm memahami istilah- istilah matematika dasar dan operasinya, biasanya dikenali saat anak kelas 1-3 SD

18 2. Gangguan menulis (disgrafia)  keterbatasan kemampuan menulis dalam bentuk kesalahan mengeja, tata bahasa, tanda baca, atau kesulitan dalam membentuk kalimat atau paragraf, biasanya tampak pada usia 7 tahun atau pada kasus ringan tampa di usia 10 tahun 3. Gangguan membaca (disleksia)  keterbatasan kemampuan dalam mengenali kata-kata&memahami bacaan. Anak-anak disleksia membaca dgn lambat dan kesulitan, sulit menguraikan huruf&kombinasinya serta kesulitan dllm menerjemahkannya menjadi suara yang tepat, salah mempersepsikan huruf mis. bingung antara w dan m

19 Penyebab gangguan belajar Masalah pada kemampuan kognitif-perseptual (sebab utama : minimal brain disfunction/kerusakan pada area tertentu di otak) Faktor neurologis (pada sensori-perseptual)

20 Gangguan Komunikasi Adalah gangguan psikologis yang ditandai oleh kesulitan- kesulitan dalam pemahaman atau penggunaan bahasa Kategori-kategori dari gangguan komunikasi : 1. Gangguan bahasa ekspresif 2. Gangguan bahasa campuran (reseptif/ekspresif) 3. Gangguan fonologis 4. Gagap

21 1. Gangguan bahasa ekspresif  hendaya dalam penggunaan bahasa verbal seperti perkembangan kosakata yang lambat, kesalahan dalam tata bahasa, kesulitan mengingat kembali kata- kata, masalah dalam memproduksi kalimat denga keruitan&panjang yang sesuai dengan usia individu 2. Gangguan bahasa reseptif/ekspresif  kesulitan baik dalam memahami maupun emproduksi bahasa verbal

22 3. Gangguan fonologis  kesulitan dalam artikulasi suara dalam berbicara tanpa adanya kerusakan pada mekanisme bicara/neurologis. Anak-ana dgn gangguan ini mungkin menghilangkan, menganti, atau salah mengucapkan bunyi seperti : ch, f, l, r,sh,dan th 4. Gagap  gangguan pada kemampuan untuk bicara lancar dengan waktu yang tepat, pengulangan suara/suku kata, perpanjangan pada suara tertetu, penyisipan suara-suara yang tidak tepat, kata-2 terputus/jeda

23 Gangguan Pemusatan Perhatian Dikenal dengan istilah ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder), bisa disertai atau tidak disertai dengan hiperaktivitas. Ciri-ciri : gagal memperhatikan detail/melakukan kecerobohan dalam ugas sekolah&lainnya, kesulitan mempertahankan perhatian di sekolah atau saat bermain, tampak tidak memperhatikan perkataan oranglain, tidak bisa mengikuti instruksi atau menyelesaikan tugas, kesulitan mengatur pekerjaan atau aktivitas yang menuntut perhatian, mudah teralihkan perhatian

24 Tangan atau kaki bergerak gelisah, meninggalkan kursi pada situasi belajar, berlarian atau memanjat benda-benda secara terus menerus, kesulitan untuk bermain dengan tenang, sering berteriak di elas, tidak bisa menunggu giliran dalam antrean, permainan, dsb.

25 Penyebab ADHD Biologis  genetik Lingkungan  merokok selama hamil, pengasuhan yang buruk

26 Gangguan perilaku & emosi Adalah gangguan psikologis pada anak-anak & remaja yang ditandai oleh perilaku bermasalah & antisosial (conduct disorder) Anak-anak dengan gangguan ini secara sengaja melakukan perilaku antisosial yang melanggar norma dan hak orang lain, bertindak agresif dan kasar, tidak menunjukkan rasa bersalah&perasaan dalam berbuat

27 Penyebab gangg.perilaku Pengasuhan dalam keluarga seperti : strategi reinforcement yang tidak tepat, konflik anak-ortu, distres orangtua (mis.perceraian) Genetik  dalam pembuktian

28 Terima kasih, gracias, matur nuwun…. SEMOGA BERMAANFAAT


Download ppt "Oleh : Ika Febrian K., M.Psi KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google