Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM BIAYA STANDAR Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM BIAYA STANDAR Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1."— Transcript presentasi:

1 SISTEM BIAYA STANDAR Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1

2 Pendahuluan  Sistem akuntansi biaya tidak saja dituntut mampu mengukur biaya aktual suatu organisasi di masa lampau (historis)  Tetapi juga mampu memberikan informasi mengenai proyeksi atau estimasi biaya serupa di masa mendatang  Sehingga dikembangkan sistem akuntansi biaya standar  biaya standar 2

3 Biaya standar Patok duga (benchmark) yang secara efektif dan efisien ditetapkan di muka (predetermined) untuk biaya-biaya yang seharusnya dikonsumsi oleh suatu produk 3

4 Keuntungan sistem biaya standar 1. Dapat dijadikan pijakan untuk perbandingan biaya (melakukan benchmarking) 2. Perhitungan biaya standar diikuti dengan analisis varian memungkinkan manajer untuk menerapkan management by exception 3. Varian dapat dijadikan alat untuk penilaian kinerja sehingga memotivasi karyawan 4. Penggunaan standar dalam penentuan harga produk menyebabkan biaya produk yang lebih stabil dibandingkan dengan penggunaan biaya aktual 5. Sistem biaya standar lebih murah dari sistem biaya normal 4

5 Tujuan dan manfaat sistem biaya standar Biaya standar didesain untuk memenuhi tujuan : 1. Pengendalian biaya (cost control) 2. Penentuan harga pokok produk (product costing) Biaya standar dan analisis varian bermanfaat, alasan : 1. Menyediakan informasi kepada manajemen mengenai kendali suatu sistem 2. Sebagai dasar/basis suatu sistem evaluasi kinerja 3. Menyediakan informasi mengenai opportunity cost berkenaan dengan produksi suatu produk 4. Penentuan harga produk 5

6 Manfaat menggunakan sistem akuntansi biaya standar 1. Estimasi biaya produk  Dalam hal ini standar dikembangkan untuk konsumsi per unit suatu produk akan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead  Standar ini akan bermanfaat bagi penentuan diterima tidaknya suatu pesanan dari pelanggan 2. Anggaran biaya dan pengeluaran  Total biaya konsumsi setiap aktivitas dapat diprediksi berdasarkan jumlah standar konsumsi untuk setiap aktivitas dalam menghasilkan produk/jasa  Namun manajemen harus berhati-hari karena kemungkinan ada time lag saat anggaran disusun dan saat pelaksanaan 6

7 Manfaat menggunakan sistem akuntansi biaya standar (2) 3. Pengendalian biaya relatif terhadap standar  Dalam hal ini biaya aktual dibandingkan dengan biaya standar, dengan harapan biaya aktual akan tetap sejalan dengan standar  Selisih keduanya disebut “varian biaya”, yang selanjutnya dianalisis untuk mencari penyebabnya 7

8 Penyusunan biaya standar 1. Analisis data historis Data historis dipercaya memiliki kegunaan untuk memprediksi masa depan Terutama dalam lingkungan produksi yang sudah mapan, dimana data historis telah cukup banyak terdokumentasikan dengan baik Diperlukan kehati-hatian terutama untuk menyusun standar bagi produk baru 8

9 Penyusunan biaya standar (2) 2. Analisis tugas (task analysis) Melakukan analisis terhadap proses pembuatan produk dengan tujuan menentukan biaya produk yang seharusnya Paradigma yang digunakan bergeser dari biaya produk di masa lampau menjadi biaya produk di masa mendatang Alat analisis yang kerap digunakan adalah time and motion study 3. Gabungan keduanya Dimungkinkan untuk mencari standar terbaik Namun perlu diperhatikan perbandingan antara biaya yang harus dikeluarkan dengan harapan manfaat yang akan diperoleh 9

10 Isu perilaku dalam penyusunan standar  Salah satu isu tersulit dalam penyusunan standar apakah standar ideal atau standar praktis?  Jawabannya tergantung pada pertimbangan situasi dan kondisi organisasi 10

11 Standar ideal (perfection standard)  Adalah kondisi ideal yang hendak dicapai dalam kondisi operasi yang nyaris sempurna  Standar ini memiliki keuntungan luar biasa dalam hal efisiensi, kualitas produk/jasa, konsumsi sumberdaya, dan kepastian kontinuitas operasi  Hal yang perlu dilakukan : meyakinkan karyawan bahwa hal tersebut memang memungkinkan untuk dicapai dan tersedia insentif menarik jika berhasil mencapainya  Di sisi lain, ada pendapat bahwa standar ini justru berakibat makin rendahnya motivasi karyawan, karena berfikir tidak mungkin untuk dicapai  Penghematan menyebabkan kualitas produk turun dan akhirnya perusahaan akan mengeluarkan lebih banyak biaya dari yang seharusnya 11

12 Standar praktis (Practical standard)  Standar masih ketat, namun diharapkan dapat dicapai dalam kondisi normal  Diasumsikan bahwa efisiensi masih dapat dicapai dalam kondisi normal, bahkan masih memperbolehkan terjadinya delay  Standar ini dipercaya lebih mampu memotivasi karyawan dalam pencapaian target tanpa harus merasa diawasi secara ketat Standar normal  Dalam standar normal, kerusakan (defects) dan limbah (waste) telah diperhitungkan dalam standar 12

13 Kesimpulan Practical standards seharusnya diset pada tingkat yang memungkinkan untuk dicapai dengan upaya yang memadai dan efisien Standar ideal didasarkan pada kesempurnaan, dan kerap tidak memungkinkan untuk dicapai, serta demotivasi bagi sebagian besar karyawan 13

14 Anggaran/budget  Alat yang lazim digunakan oleh manajemen dalam perencanaan dan pengendalian, adalah :  Anggaran (budget) untuk perencanaan, dan  Informasi umpan balik (feedback) untuk keputusan pengendalian  Anggaran yang akan dibahas adalah anggaran jangka pendek, tidak lebih dari satu periode akuntansi  Biasa disebut “anggaran induk (master budget)” 14

15 Manfaat anggaran sbg alat manajemen 1. Penyusunan anggaran mengharuskan manajemen melakukan perencanaan  Semakin baik perencanaan, semakin besar harapan sukses 2. Anggaran akan mendorong terciptanya koordinasi dan komunikasi  Produksi melalui beberapa tahapan, maka anggaran memaksa manajemen mempertimbangkan berbagai hubungan sepanjang rantai nilai  Tidak akan ada koordinasi tanpa komunikasi yang efektif 3. Anggaran dapat dimanfaatkan sebagai patok duga (benchmark) bagi manajemen untuk evaluasi kinerja 4. Anggaran sebagai alat motivasi  Jika karyawan percaya anggaran disusun secara adil (fair)  Anggaran yang tidak realistis akan merusak moral dan semangat kerja 5. Sebagai dasar pola pikir (frame work) dalam melakukan penilaian kinerja (performance appraisal) 15

16 Anggaran induk (master budget) Penyusunan anggaran induk dimulai dari penyusunan rencana penjualan Logikanya : penjualan men-drive produksi untuk apa memproduksi banyak jika kemampuan menjualnya rendah penjualan tidak mungkin melampaui kapasitas produksi 16

17 Fungsi setiap budget Budget Fokus Pada : Sales (bulanan, area,atau produk) Produksi (unit fisik) Biaya produksi (bndgkn biaya dg hrg jual) KAS (antisipasi pendptn& pengeluar an) Master (seluruh aktivitas bisnis utama) 17

18 Ilustrasi penyusunan anggaran induk Dalam rapat penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) disepakati : 1. Target penjualan adalah 6.400 unit z dengan harga jual Rp. 800/unit 2. Target persediaan adalah sbb: UnitPer unitTotal Produk jadi awal900 Rp 500 Rp 450.000 Produk jadi akhir1.000 Rp 500 Rp 500.000 PDP awal&akhir Bahan baku A awal2.200 Rp 10 Rp 22.000 Bahan baku A akhir1.300 Bahan baku B awal4.000 Rp 30 Rp 120.000 Bahan baku B akhir4.600 1 unit Z memerlukan 3 unit bahan baku A dan 5 unit bahan baku B 18

19 3. 1 unit Z memerlukan 1 jam tenaga kerja langsung, dengan upah Rp. 146 per jam 4. Anggaran biaya non produksi adalah sbb: ItemJumlah Telepon Rp 12.000 Internet Rp 5.000 Pemeliharaana Rp 100.000 Perjalanan dinas Rp 150.000 Iklan dan promosi Rp 225.000 Total Rp 492.000 19

20 5. Atas dasar target produksi dan proyeksi kegiatan, maka departemen Personalia mengajukan anggaran sbb: Bagian Produksi Biaya tenaga kerja langsung Rp 949.000 Biaya tenaga kerja tdk langsung Rp 232.000 Bagian Administrasi Accounting Rp 200.000 Keuangan Rp 150.000 Bagian Administrasi dan Penjualan Gaji Sales Rp 450.000 Gaji Analis pemasaran Rp 300.000 Bonus Rp 120.000 Total Rp 2.401.000 20

21 6. Manajer Pabrik memperkirakan anggaran biaya overhead pabrik (BOP) sbb: 7. Perusahaan juga harus membayar bunga bank sebesar Rp. 58.000 ItemJumlah Penyusutan mesin Rp 500.000 Penyusutan gedung Rp 250.000 Asuransi Rp 15.000 Utilitas (listrik&air) Rp 75.000 Biaya bahan pembantu Rp 50.000 Biaya TK tdk lgsng Rp 232.000 Total Rp 1.122.000 21

22 Diminta: Susunlah Anggaran Induk yang terdiri dari Budget - Penjualan - Produksi - Kebutuhan bahan baku - Pembelian bahan baku - Tenaga kerja langsung - Biaya overhead pabrik - Harga pokok produksi - Harga pokok penjualan - Rugi laba (pajak 30%) 22

23 Budget Penjualan dan Produksi  Budget Penjualan  Budget Produksi (unit) Harga Jual Per unit ZRp.800 Proyeksi penjualan (unit)x6.400 Proyeksi penjualanRp.5.120.000 Target penjualan unit Z6.400 (+) Target persediaan akhir1.000+ Total kebutuhan produk Z7.400 (-) Persediaan awal900- Z yang harus diproduksi6.500 23

24 Budget Kebutuhan & Pembelian bahan baku  Budget kebutuhan bahan baku  Budget Pembelian bahan baku Kebutuhan Bahan Baku Bahan baku Total Kebutuhan Unit costTotal cost A19.500Rp. 10 Rp 195.000 B32.500Rp. 30 Rp 975.000 Total Rp 1.170.000 Bila 1 unit produk Z memerlukan 3 unit A dan 5 unit B dan target produksi 6.500 >> bahan baku A 6.500 x 3 = 19.500 unit >> bahan baku B 6.500 x 5 = 32.500 unit Bahan baku A Bahan baku B Target Persediaan akhir 1.3004.600 Kebutuhan pemakaian 19.50032.500 Total 20.80037.100 (-) Persediaan awal 2.2004.000 Pembelian bahan baku 18.60033.100 unit cost x Rp. 10x Rp. 30 Total cost Rp 186.000 Rp 993.000 24

25 Budget TK langsung & BOP  Budget Tenaga Kerja langsung  Budget Biaya Overhead Pabrik Target Produksi 6.500 Tenaga kerja langsung per Z x 1 Total jam kerja 6.500 Tarif per jam x Rp. 146 Total biaya tenaga kerja Rp. 949.000 ItemJumlah Penyusutan mesin Rp 500.000 Penyusutan gedung Rp 250.000 Asuransi Rp 15.000 Utilitas (listrik&air) Rp 75.000 Biaya bahan pembantu Rp 50.000 Biaya TK tdk lgsng Rp 232.000 Total Rp 1.122.000 25

26 Budget HP Produksi & HP Penjualan  Budget Harga Pokok Produksi  Budget Harga Pokok Penjualan Biaya Bahan Baku Rp 1.170.000 B. Tenaga kerja langsung Rp 949.000 Biaya Overhead Pabrik Rp 1.122.000 Biaya Pabrikasi Rp 3.241.000 (+) Persediaan BDP awal Rp - (-) Persediaan BDP akhir Rp - Total Rp 3.241.000 Harga Pokok Produksi Rp 3.241.000 (+) Persediaan barang jadi awal Rp 450.000 Persediaan siap untuk dijual Rp 3.691.000 (-) Persediaan barang jadi akhir Rp 500.000 Total Rp 3.191.000 26

27 Budget Rugi Laba Penjualan Rp 5.210.000 (+) Harga Pokok Penjualan Rp (3.191.000) Laba kotor Rp 1.929.000 Biaya Administrasi & umum Rp 1.712.000 Laba Operasi Rp 217.000 Biaya Bunga Rp 58.000 Laba sebelum pajak Rp 159.000 pajak (30%) Rp 47.700 Laba bersih Rp 111.300 27

28 Sistem akuntansi biaya standar  Adalah suatu sistem akuntansi dimana pencatatan biaya dilakukan berdasar standar, dan selisih (varian) dibebankan dalam rekening/perkiraan tersendiri  Disusun berdasarkan 2 asumsi utama : 1. Selisih (varian) diakui pada kesempatan pertama 2. Pencatatan pada perkiraan barang dalam proses (BDP) sepenuhnya berdasar standar 28

29 Ilustrasi pencatatan dengan biaya standar NoketeranganDebet (Rp.)Kredit (Rp.) 1Pembelian bahan baku secara kredit senilai Rp. 13.200.000 sedangkan berdasar standar nilainya Rp. 12.600.000 Persediaan bahan baku Selisih harga bahan baku hutang dagang (mencatat pembelian bahan baku) 12.600.000 600.000 13.200.000 2Biaya tenaga kerja langsung yang harus dibayar Rp. 20.580.000 sedangkann berdasar standar nilainya Rp. 21.000.000 Upah pabrik selisih tarif tenaga kerja Hutang upah (untuk mencatat biaya tenaga kerja lsng) 21.000.000 420.000 20.580.000 3Pemakaian bahan baku untuk produksi dengan biaya aktual Rp. 12.600.000 sedangkan berdasarkan standar Rp. 12.000.000 Barang dalam proses Selisih kuantitas bahan baku persediaan bahan baku 12.000.000 600.000 12.600.000 29


Download ppt "SISTEM BIAYA STANDAR Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google