Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Pengenalan Program Pascasarjana ITB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Pengenalan Program Pascasarjana ITB."— Transcript presentasi:

1 SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Pengenalan Program Pascasarjana ITB

2 1. Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan 2012 (SK Rektor ITB no. 177/2013) Keputusan Kedua: Mewajibkan mahasiswa untuk memahami dan mematuhi Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan dan tidak menghindari diri dari kewajiban mematuhi Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan dengan alasan apapun, termasuk alasan karena ketidaktahuan ataupun karena mendapatkan informasi yang isinya bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ini. 2. Pengantar bagi mahasiswa untuk lebih memahami dan mematuhi kebijakan yang ada Latar Belakang dan Objektif Sosialisasi

3 Landasan Kebijakan Akademik Pasca Sarjana ITB Permendiknas No. 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di PT SE Dirjen Dikti No tahun 2011 tentang Unggah Karya Ilmiah SE Dirjen Dikti No. 152 tahun 2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah SE Dirjen Dikti No tahun 2012 tentang Penataan Program Doktor SK Rektor ITB dan Senat Akademik ITB terkait kebijakan SPS dan Penelitian ITB

4 Landasan Kebijakan Akademik Pasca Sarjana ITB Keputusan Senat Akademik No. 10/2012 tentang Harkat Pendidikan di Institut Teknologi Bandung Keputusan Senat Akademik No 11/2012 tentang Pedoman Kurikulum Institut Teknologi Bandung Keputusan Rektor ITB No 284/2012 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum Institut Teknologi Bandung Keputusan Rektor ITB No. 177/2013 tentang Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan 2013

5 Perpres No. 44 Tahun 2012 Tentang PTP SE DIKTI No. 526/EE.3/MI/2014 UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi PP No. 66 Tahun 2010 UU No. 9 Tahun 2009 Tentang BHP PP No. 155 Tahun 2000 PT BHMN 3 Juli 1920 TH Bandoeng PerMenDikBud No. 49 Th 2014 Tentang SNPT PP No. 6 Tahun 1959 PP No. 61 Tahun 1999 Landasan Kebijakan Akademik Pasca Sarjana ITB : Status Hukum ITB dan Kebijakan Pendidikan Tinggi

6  Tanggal 10 Januari 2014 sudah terpilih Anggota Senat Akademik ITB PTN BH.  Tanggal 17 Januari 2014 telah terpilih Ketua dan Sekretaris Senat Akademik ITB PTN BH.  Selambat-lambatnya tanggal 10 April 2014 Senat Akademik sudah mengusulkan nama-nama Anggota MWA ITB PTN BH kepada Mendikbud.  Selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah ditetapkannya MWA, MWA harus menyelenggarakan Pemilihan Rektor. Landasan Kebijakan Akademik Pasca Sarjana ITB : Status Hukum ITB dan Kebijakan Pendidikan Tinggi

7 Sedang dalam evaluasi : UU no 12 tahun 2012 PerMenDikBud no 49 tahun 2014 Kebutuhan penyesuaian program magister/doktor  Perubahan masa studi S2 minimum 1.5 tahun, S3 min 3 tahun  Jumlah SKS : S2 dan S3 disamakan sebesar 72 SKS  Persyaratan promotor : Maksimum 10 mhs/semester  Impact bagi mahasiswa : Peningkaan biaya SPP dan hidup. Alternatif usulan  Usulan perpanjangan masa transisi untuk adopsi  Usulan revisi Landasan Kebijakan Akademik Pasca Sarjana ITB : Status Hukum ITB dan Kebijakan Pendidikan Tinggi

8 PENGELOLAAN PROGRAM

9 Pengelolaan Program Program :  Magister dan Doktor  Seleksi/penjaringan mahasiswa  Perkuliahan  Penelitian (Proposal, Proses, Monev/seminar)  Penyusunan Tesis/Desertasi dan publikasi.  Pembimbingan  Ujian : kualifikasi/proposal, sidang  Pengembangan program Pengelola : Fakultas/Sekolah dan Prodi dibantu oleh kk dan Dirdik (lihat organisasi)

10 Pengelolaan Program

11

12

13 Fakultas/Sekolah (12) 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2 Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) 3 Sekolah Farmasi (SF) 4 Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) 5 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) 6 Fakultas Teknologi Industri (FTI) 7 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) 8 Fakultas Teknik Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) 9 Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) 10 Sekolah Arsitektur, Perencanaan, & Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 11 Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) 12 Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Pengelolaan Program

14

15 Fakultas/Sekolah : sebagai unit sumber melaksanakan dan mengembangkan Program Pendidikan Pascasarjana S2/S3 dibantu oleh :  KPPS  Prodi  KK  Laboratorium/Pusat Sekolah Pascasarjana (SPs) : sebagai penjamin mutu (Quality Assurance) dari program pasca sarjana :  Agar tercapai kesetaraan kualitas walaupun ada keragaman pelaksanaan operasional sebagai akibat adanya pengaruh keragaman latar belakang keilmuan.  Mencakup : pengembangan, penjaringan mahasiswa, bimbingan dan sidang (terbuka/promosi program doktor).  Dibantu oleh KSPS yang anggotanya merupakan perwakilan dari Fakultas/Sekolah Status mahasiswa S2/S3 adalah anggota program studi terkait dibawah Fakultas/Sekolah yang dipimpin oleh Ketua Program Studi. SPs tidak memiliki mahasiswa. Fungsi/Peran Pengelola

16 Program Pendidikan Pasca Sarjana Target Lulusan (SK Senat ITB, 10/SK/II-SA/OT/2012)  Magister harus mempunyai kemampuan berdaya cipta dalam bidangnya, melakukan sintesis serta mengambil kesimpulan dari suatu kegiatan penelitian, di samping kedalaman dan keluasan penguasaan ilmunya.  Doktor harus mampu melakukan penelitian secara mandiri, memahami etika dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya ilmiah yang mencerminkan keahlian khususnya dan memberikan sumbangan orisinil kepada bidang ilmunya. Di samping itu, seorang lulusan program doktor harus mampu melaksanakan pengalihan ilmu kepada masyarakat ilmiah lingkungannya. Mahasiswa hanya dapat mengikuti pendidikan secara formal bilah telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. Setiap mahasiswa program doktor yang diterima dikenakan masa percobaan sebagai persiapan pelaksanaan penelitian disertasi. Penelitian untuk disertasi baru dapat dimulai bila hasil evaluasi pencapaian pelaksanaan masa percobaan memuaskan. Masa percobaan hanya dapat diperpanjang paling banyak satu periode lagi. Program Pendidikan Pasca Sarjana dilaksanakan hanya dalam bidang ilmu yang mempunyai kelompok penelitian yang aktif sebagai pendukungnya.

17  Total SKS program magister: 36 sks  Jangka waktu studi normal 2 (dua) tahun terbagi menjadi 4 semester  1 semester setara dengan 9-12 SKS  Program memungkinkan diselesaikan dalam 3 semester.  Jangka waktu studi maksimal 3 tahun (6 semester)  IP tahun pertama harus >=1,5  IP semester III dan seterusnya harus >=1,5  IP kelulusan >=2,75  Program khusus : double degree, fast track Kurikulum Program Magister (2013)

18  Sebagai upaya “continous improvement” dilakukan evaluasi kurikulum setiap 5 tahun sekali untuk melihat ada/tidaknya kebutuhan penyesuaian terhadap perkembangan IPTEKS terkini.  Diberlakukan mulai semester I  Pengaruh masa transisi terutama akan terasa pada beberapa materi perkuliahan dan persyaratan/ketentuan akademis (lihat kebijakan akademik) dalam menjamin mutu pendidikan. Kurikulum Program 2013

19 Struktur Kurikulum Pendidikan Doktor Beban sks bagi lulusan Magister (Program 3 tahun)  Filsafat Ilmu Pengetahuan 2 sks  Metodologi Penelitian 3 sks  Ujian Persiapan 3 sks  Penyusunan Proposal  Penelitian dan Laporan Kemajuan I,II, III dan IV masing-masing 5 sks  Ujian Disertasi 3 sks  Mata kuliah wajib/pilihan 9 – 21 sks Beban 76 sks bagi lulusan Sarjana (Program 4 tahun) Syarat kelulusan termasuk syarat publikasi berdasarkan SK Rektor No 307/2008 bagi mhsw S3 angkatan 2010 dan sebelumnya atau SK Rektor No 278/2011 bagi mhsw S3 angkatan 2011 dan sesudahnya

20 Syarat publikasi SK Rektor No. 307/2008 Sekurang-kurangnya menghasilkan satu publikasi yang berkaitan dengan hasil penelitian untuk disertasinya dalam  Jurnal Internasional; atau  Jurnal Nasional; atau  Prosiding Temu Ilmiah Internasional/Nasional; atau  Koran, Majalah, dan publikasi sejenis lainnya; atau  Pameran Internasional/Nasional sesuai dengan sifat/format penelitian disertasinya SK Rektor No. 278/2011 Menghasilkan sekurang-kurangnya satu publikasi atau submitted manuscript yang berkaitan dengan hasil penelitian untuk disertasinya dalam jurnal ilmiah bertaraf internasional

21 Struktur Kurikulum Pendidikan Doktor (Program 3 tahun) Pelaksanaan kurikulum dibagi dalam 4(empat) tahap:  Tahap Pertama Mengambil mata kuliah termasuk Ujian Persiapan waktu: 1 sem, paling lambat 2 sem dinyatakan selesai jika Ujian Persiapan dinyatakan lulus  Tahap Kedua Mengambil mata kuliah termasuk Penyusunan Proposal Waktu: 2 sem (sejak diterima), paling lambat 4 sem Dinyatakan selesai jika Penyusunan Proposal dinyatakan lulus  Tahap Ketiga Penelitian dan Seminar Kemajuan Waktu: 6 semester (sejak diterima), paling lambat 10 semester Dinyatakan selesai jika (1) lulus semua mata kuliah kecuali Ujian Disertasi (min 37 SKS) (2) memenuhi syarat publikasi ilmiah (3) Disertasi disetujui pembimbing dan dinyatakan layak oleh tim penilai  Tahap Keempat Melaksanakan ujian disertasi

22 Struktur Kurikulum Pendidikan Doktor (Program 4 tahun) Pelaksanaan kurikulum dibagi dalam 4(empat) tahap:  Tahap Pertama Mengambil mata kuliah termasuk Ujian Persiapan waktu: 1 sem, paling lambat 2 sem dinyatakan selesai jika Ujian Persiapan dinyatakan lulus  Tahap Kedua Mengambil mata kuliah termasuk Penyusunan Proposal Waktu: 2 sem (sejak diterima), paling lambat 4 sem Dinyatakan selesai jika telah menyelesaikan 24 SKS dengan dua mata kuliah diantaranya adalah Ujian Persiapan dan Penyusunan Proposal  Tahap Ketiga Penelitian dan Seminar Kemajuan Waktu: 8 semester (sejak diterima), paling lambat 12 semester Dinyatakan selesai jika (1) lulus semua mata kuliah kecuali Ujian Disertasi (73 SKS) (2) memenuhi syarat publikasi ilmiah (3) Disertasi disetujui pembimbing dan dinyatakan layak oleh tim penilai  Tahap Keempat Melaksanakan ujian disertasi

23 Penelitian desertasi Penelitian merupakan realisasi proposal yang sudah dinyatakan layak (qualified) untuk mencapai desertasi. Proses penelitian Interaksi aktifitas akademik antara mahasisa, promotor dan prodi Dapat dijadikan dasar evaluasi kelayakan kemajuan penelitian untuk mencapai target dari aspek materi, mahasiswa, promotor dan sarana. Peringatan dini sebagai penurunan resiko kegagalan desertasi. Memenuhi SOP terkait bidang keahlian/penelitian yang menjamin kesetaraan kualitas di ITB.

24 SEKOLAH PASCA SARJANA ITB DATA AKADEMIK

25 Penerimaan Mahasiswa Program Pasca Program Doktor Program Magister

26 IP Pelamar Program Pasca Program Doktor Program Magister

27 Penerimaan Program Magister Fast Track S1-S2 Penerimaan

28 TahunSarjanaMagisterDoktorTotal Rate +10.6%+27.6%-6.4%+16.7% Penerimaan dan Populasi Mahasiswa

29 Kinerja Program Pasca Program Doktor Program Magister Penyebab kasus Residensial Sakit Kesesuaian Penelitian Promotor dan Mahasiswa

30 Jumlah dan Akreditasi Prodi NONAMA PRODIFAKULTASJENJANGSTATUS 1 TERAPAN ARSITEKTUR LANSKAP SAPPKS2 Mulai dibuka tahun akademik 2013/ PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR AIR BERSIH DAN SANINTASI (PIAS)-FTSL FTSLS2 Mulai dibuka tahun akademik 2013/2014 Jenjang AKREDITASI ABC Total Jml% % % S % %12.17%46 S % %13.85%26

31 Kondisi Saat Ini Publikasi Dosen ITB Kesenjangan dengan jumlah publikasi mahasiswa doktoral  kemungkinan rendahnya korelasi penelitian dosen dan penelitian mahasiswa doktoral

32 Kebutuhan Masa Datang : Peningkatan Kualitas Penerimaan Mahasiswa Doktoral Linkage Penelitian Mahasiswa Doktoral dan Penelitian Dosen  Ketersediaan dana dan kejelasan lingkup  daya tarik bagi sarjana berprestasi untuk menjadi calon mahasiwa doktoral  Mutual benefit mahasiwa dan pembimbing untuk jaminan ketepatan waktu dan kualitas penelitian/publikasi/desertasi  Kelancaran Monev Upaya Peningkatan Pemanfaatan penelitian dosen  Sosialisasi penelitian dosen pada calon mahasiswa  Peningkatan aksesibilitas dosen peneliti aktif belum berlisensi promotor pada proses seleksi dan bimbingan  Prioritas seleksi diberikan pada calon mahasiswa berasosiasi pada penelitian dosen

33 Kebutuhan Masa Datang : Peningkatan Kualitas Proses Penelitian Mahasiswa Doktoral Seminar dan Publikasi  Standar kualifikasi seminar dan publikasi diusulkan oleh Fakultas/sekolah berdasarkan kriteria DIKTI/ITB untuk memperoleh ketetapan dari SPS  Pengelolaan Sidang Tertutup dan Terbuka dibawah kewenangan/tanggungjawab SPS.  SPS dapat melimpahkan kewenangan pelaksanaan sidang tertutup pada Fakultas/Sekolah bila pelimpahan kewenangan tersebut dapat meningkatkan kelancaran proses akademik terkait.

34 Catatan Penting Bagi Mahasiswa Manfaatkan kesempatan waktu studi yang diberikan. Tidak ada perpanjangan waktu studi. Harus selalu pro-aktif memperhatikan peraturan dan ketentuan akademik yang berlaku. Kebijakan menganulir peraturan dan ketentuan akademik adalah hal yang sangat langka di ITB. Ketentuan penundaan pembayaran biaya pendidikan hanya diijinkan bagi penerima beasiswa atau mahasiswa kerjasama.

35 Catatan Penting Bagi Mahasiswa Penelitian merupakan realisasi proposal yang sudah dinyatakan layak (qualified) untuk menyusun Tesis/Desertasi. Proses penelitian/bimbingan Interaksi aktifitas akademik antara mahasiswa, pembimbing/promotor dan prodi Kejelasan dan ketepatan topik dan pembimbing perlu ditetapkan sedini mungkin. Residensi faktor penting bagi kontinyuitas proses penelitian dan bimbingan. Jauhi plagiarisme dan kecurangan akademik lainnya.

36 STARTING THE DISSERTATION* (Prof Dr Ikhsan) Picking a Topic Conducting the Literature Review Identifying the Problems & Qustions Staying on Track * M. Dittmann: Starting the Dissertation, Jan Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Thesis dan Desertasi

37 Publikasi 1. Syarat mutlak kelulusan mahasiswa pasca (kebijakan DIKTI dan ITB). 2. Bagian dari rantai penilitian (Ismunandar, 2013 ): Untuk mendaftarkan penemuannya : prioritas, siapa yang pertama, registrasi HAKI Untuk mendapatkan label kualitas risetnya (dengan demikian juga perisetnya) : you are what you publish Agar mitranya mengetahui apa yang telah dikerjakan : Menarik pengakuan, penghargaan dan kolaborasi Untuk meninggalkan catatan permanen ttg riset yang dikerjakan : lasting recognition, immortality Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Publikasi dan Plagiarisme

38 Publikasi What gets you accepted? (Ismunandar,2013) A Attention to details C Check and double check your work C Consider the reviews E English must be as good as possible P Presentation is important T Take your time with revision A Acknowledge those who have helped you N New, original and previously unpublished C Critically evaluate your own manuscript E Ethical rules must be obeyed – Nigel John Cook, Editor-in-Chief, Ore Geology Reviews 38 Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Publikasi dan Plagiarisme

39 Publikasi (Ismunandar, 2013) Isi adalah bagian yang essential, namun cara menyampaikan juga critical  Kita memerlukan manuskrip yang BAIK untuk kita sampaikan ke komunitas ilmiah! Lakukan Penelitian yang menarik. Perlunya mentor:  Strategi memilih jurnal yang tepat  Mengurus detail Monitor kemajuannya Selalu mencoba, pantang menyerah Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Publikasi dan Plagiarisme

40 Plagiarisme 1. Harus di hindari  Etika akademik profesi peneliti 2. Definisi (Ismunandar, 2013)  …to present as new and original an idea or product derived from an existing source. Merriam Webster’s Collegiate Dictionary (10 th edition)  …to take and use as one’s own the writings or ideas of another. The American Heritage Dictionary (2nd College Ed.)  … the reuse of someone else’s prior ideas, processes, results, or words without explicitly acknowledging the original author and source. ….IEEE PSPB Operations Manual (from Section B.7) 3. Cakupan Terbitan Plagiarisme (Ismunandar, 2013) Buku, Majalah, Jurnal, Proceeding, Foto, Grafik, Tabel, Media elektronik Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Publikasi dan Plagiarisme

41 Plagiarisme 3. Tingkatan (Ismunandar, 2013) : At IEEE, acts of plagiarism are categorized into five levels, or degrees, of misconduct, ranging from the most serious (Level One) to the least serious (Level Five). BEDA Level BEDA hukumannya :  Level One: The uncredited verbatim copying of a full paper, or the verbatim copying of a major portion (greater than half of the original paper)  Level Two: The uncredited verbatim copying of a large portion (less than half of the original paper).  Level Three: The uncredited verbatim copying of individual elements (e.g., paragraphs, sentences, figures)  Level Four: The uncredited improper paraphrasing of pages or paragraphs  Level Five: The credited verbatim copying of a major portion of a paper without clear delineation (e.g., quotes or indents) 4. Psikologis (Ismunandar, 2013) :  Satu dua kalimat sama dari publikasi kita sendiri muncul tidak serta merta dicap plagiat. (ACS).  Dalam penulisan metoda aturan ini juga lebih longgar. Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Publikasi dan Plagiarisme

42 Menghindari Plagiarisme 1. Menulis hasil sejak awal penelitian dilakukan, tandai rujukan yang digunakan. 2. Bekerjasama dengan rekan satu lab, pembimbing dan komunitas: Pertemuan rutin, Seminar Prodi dan Seminar dalam/luar negeri di komunitas keilmuan 3. Hindari Publikasi Salami atau Keripik.  Pilih publikasi yang komprehensif daripada banyak publikasi namun tidak utuh.  Namun sering juga disarankan publikasi awal ringkas dalam proceeding, kemudian publikasi utuh dalam artikel jurnal 4. Jangan mendua Dalam satu waktu tertentu kirimkan hanya ke satu Jurnal saja. 5. Yakinkan semua yang dimasukkan sebagai Pengarang yang memang Berhak  Majalah Nature 352:187, 18 Juli 1991: sistem skor untuk menentukan posisi urutan kepengarangan  Taat asas dalam menuliskan nama,  Tuliskan Lab/KK, Fak, ITB sebagai institusi  Bila ada penulis yang mangkat, tuliskan dalam catatan kaki Catatan Penting Bagi Mahasiswa : Publikasi dan Plagiarisme

43 SELAMAT BELAJAR DAN BERPRESTASI DI ITB Terima Kasih


Download ppt "SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Pengenalan Program Pascasarjana ITB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google