Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Samino Hendrianto Pertemuan…... DIVIDEN  Nilai Laba bersih setelah pajak (EAT) dikurangi dengan Laba Ditahan sbg Cadangan bagi perusahaan  Dividen dibagikan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Samino Hendrianto Pertemuan…... DIVIDEN  Nilai Laba bersih setelah pajak (EAT) dikurangi dengan Laba Ditahan sbg Cadangan bagi perusahaan  Dividen dibagikan."— Transcript presentasi:

1 Samino Hendrianto Pertemuan…..

2 DIVIDEN  Nilai Laba bersih setelah pajak (EAT) dikurangi dengan Laba Ditahan sbg Cadangan bagi perusahaan  Dividen dibagikan kepada pemegang saham sebagai bagian keuntungan dari laba perusahaan.

3 INVESTASI RETURN RISIKO SUMBER PEMBIAYAAN : EKSTERNAL vs INTERNAL Dividen Tinggi, Laba Ditahan Rendah, Dana Ekternal Tinggi Dividen Rendah, Laba Ditahan Tinggi, Dana Ekternal Rendah KEBIJAKAN DIVIDEN  Dividen Payout Ratio  Stabilitas Dividen

4 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakan dividen  Posisi solvabilitas Perusahaan ; dalam kondisi solvabilitas perusahaan tidak membagikan laba. Laba yang diperoleh untuk memperbaiki posisi struktur modalnya.  Posisi Likuiditas Perusahaan ; jika likuiditasnya kurang baik, biasanya dividen payoutnya rasionya sebab sebagian laba digunakan untuk menambah likuiditas kecil  Kebutuhan Untuk Melunasi Utang ; semakin banyak hutang yang harus dibayar maka semakin semakin besar dana yang harus dikeluarkan sehingga akan mengurangi diveden yang akan dibayarkan kepada pemegang saham  Rencana Perluasan  Kesempatan investasi ; semakin terbuka kesempatan investasi maka semakin kecil deviden yang dibagikan  Stabilitas Pendapatan ; perusahaan yang pendapatannya banyak tidak perlu menyediakan dana untuk berjaga-jaga  Pengawasan Terhadap Perusahaan ; jika perusahaan mencari dananya dari modal sendiri maka akan mencoba mencegah masuknya investor baru agar kekuasaan dan pengendalian perusahaan dapat teratasi.

5  Dividend Payout Ratio ; prosentase dari laba yg akan dibagikan sebagai dividen  Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang harus segera dipenuhi  Solvabilitas adalah kemempuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi  Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dengan total modal

6 KEBIJAKAN PEMBERIAN DIVIDEN  Kebijakan Pemberian Dividen Stabil  Kebijakan Dividen Yang Meningkat  Kebijakan Dividen dengan Ratio yang konstan  Kebijakan Pemberian Dividen Reguler yg Rendah ditambah Exstra

7 Kebijakan Pemberian Dividen Stabil  Bisa meningkatkan harga saham sebab dividen yg stabil dan dapat dianggap mempunyai resiko yg kecil  Memberikan kesan kepada investor bahwa perusahaan mempunyai prospek yg baik dimasa yg akan datang  Menarik investor yg memnfaatkan dividen untuk keperluan konsumsi sebab dividen selalu dibayar

8 Kebijakan Dividen Yang Meningkat  Perusahaan akan selalu membayarkan dividen kepada pemegang saham dengan jumlah yg selalu meningkat dengan pertumbuhan yg stabil  Misal perusahaan akan memberikan dividen Rp600; perlembar dengan pertumbuhan 5%, sehingga tahun depan dapat diprediksi akan naik % menjadi Rp630;

9 Kebijakan Dividen dengan Ratio yang konstan  Dividen yg besar mengikuti besarnya laba yg diperoleh perusahaan dan sebaliknya  Misal ; ditentukan dividend payout ratio 60%, jika perusahaan memperoleh laba Rp1.500; perlembar saham maka dividen yg dibayarkan 60% x Rp1.500; = Rp900; perlembar saham

10 Kebijakan Pemberian Dividen Reguler yg Rendah ditambah Exstra  Perusahaan menentukan jumlah pembayaran dividen per lembar yg dibagikan kecil, kemudian ditambahkan dengan exstra dividen jika keuntungannya mencapai jumlah tertentu.

11 Kasus ; PT. BB selama 8 tahun terakhir mempunyai pola pembagian laba bagi pemegang saham sbb TahunLaba untuk Pemegang Saham [dalam jt-an]

12  Perusahaan mempunyai jumlah saham yg beredar lembar. Dari data tersebut diminta menentukan :  Laba per lembar [EPS]  Besarnya dividen per lembar saham jika kebijaksanaan dividen stabil Rp1.600; kecuali jika laba per lembar saham yg diperoleh perusahaan mencapai Rp6.000 dua periode berturut-turut, dividen akan dibayarkan menjadi Rp2.400 per lembar.  Dividen yg dibayarkan meningkat terus menerus dengan pertumbuhan 10%. Dividen yg dibagikan tahun 2005 Rp1.500; per lembar  Besarnya dividen jika ditentukan divident payout rationya 60%  Besarnya dividen jika kebijakan dividen adalah reguler Rp1.600; + exstra 40% jika per lembar sahamnya mencapai lebih Rp5.000;

13 EPS TahunLaba untuk Pemegang Saham [dalam jt-an]EPS : : : : : : : :

14 Dividen ditetapkan stabil Rp1.600; dan menjadi Rp2.400, jika EPS dua periode berturut-turut Rp6.000, maka dividennya TahunDIVIDEN

15 Dividen per lembar saham jika kebijakannya meningkat 10% TahunPerhitungan [1 + 0,1]º [1 + 0,1]¹ [1 + 0,1]² [1 + 0,1]³ [1 + 0,1]⁴ [1 + 0,1]⁵ [1 + 0,1]⁶ [1 + 0,1]⁷2.923

16 Dividen yang dibayarkan dengan dividen payout ratio 60% TahunPerhitunganEPS x 60% x 60% x 60% x 60% x 60% x 60% x 60% x 60%4.125

17 Dividen ditentukan secara reguler Rp1.600; dan ditambah ekstra 40%, jika EPS mencapai diatas Rp5.000 Tahun DIVIDEN Reguler Dividen Exstra DPS PerhitunganJumlah % x [6.250 – 5.000] % x [7.500 – 5.000] % x [8.125 – 5.000] % x [8.750 – 5.000] % x [6.875 – 5.000]

18 Kasus ; PT. Merona selama 8 tahun terakhir mempunyai pola pembagian laba bagi pemegang saham sbb TahunLaba untuk Pemegang Saham

19  Perusahaan mempunyai jumlah saham yg beredar lembar. Dari data tersebut diminta menentukan :  Laba per lembar [EPS]  Besarnya dividen per lembar saham jika kebijaksanaan dividen stabil Rp2.500; kecuali jika laba per lembar saham yg diperoleh perusahaan mencapai Rp3.500 dua periode berturut-turut, dividen akan dibayarkan menjadi Rp3.250 per lembar.  Dividen yg dibayarkan meningkat terus menerus dengan pertumbuhan 15%. Dividen yg dibagikan tahun 2005 Rp2.500; per lembar  Besarnya dividen jika ditentukan divident payout rationya 40%  Besarnya dividen jika kebijakan dividen adalah reguler Rp2.500; + exstra 50% jika per lembar sahamnya mencapai lebih Rp5.000;

20 Stock Dividend  Pembayaran dividen dalam bentuk saham  Tujuannya agar perusahaan dapat menjaga kondisi likuiditas dan dana yang tersedia dapat digunakan untuk kebutuhan perusahaan

21 Stock dividen tidak mempengaruhi total ekuitas, hanya mempengaruhi struktur modal  CONTOH: Struktur modal sebelum stock Dividend adalah sbb: Modal Saham Rp 1.000Rp Agio Saham Laba Ditahan Modal Sendiri  Perusahaam membagi stock dividend sebesar 5% dari saham beredar dengan harga pasar Rp per lembar. Agio Saham adalah selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominalnya Disagio Saham adalah selisih kurang pemegang saham dibawah nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominalnya

22  Tambahan saham karena stock dividend :  5% x lembar = lembar  Nilai Pasar Saham Baru x Rp = Rp  Nilai Nomial Saham x Rp = Rp  Tambahan Agio Saham = Rp  Struktur modal setelah stock Dividend adalah sbb:  Modal Saham Rp 1.000Rp  Agio Saham  Laba Ditahan  Modal Sendiri

23 Kasus : PT. Bolaku, akhir tahun 2013 mempunyai struktur modal sendiri Modal Saham [nominal Rp2.500; x 800 lbr] Rp Agio Saham Laba Ditahan Modal Sendiri  Perusahaam membagi stock dividend sebesar 20% atau 160 lembar saham, harga saham Rp per lembar.  Dari data tersebut buat struktur modal sendiri yg baru dan hitung harga per lembar saham

24 STOCK SPLIT  Adalah pemecahan nilai nominal saham kedalam nilai nominal yang lebih kecil  Dengan stock split jumlah lembar saham menjadi lebih banyak dengan cara memecah jumlah lembar saham lama  Peningkatan jumlah lembar saham mengakibatkan turunya harga saham

25 Perusahaan pada akhir periode mempunyai struktur modal sendiri sbb Modal Saham nominal Rp4.000 x lbr Rp Agio Saham Laba Ditahan Modal Sendiri  Perusahaan akan mengadakan stock split dari satu lembar saham menjadi dua lembar saham maka struktur modalnya setelah stok split adalah sbb : Modal Saham nominal Rp2.000 x lbr Rp Agio Saham Laba Ditahan Modal Sendiri  Setelah diadakan stock split struktur modal sendiri tidak berubah, nilai nominal saham tetap Rp ;, tetapi nilai nominal berubah menjdai Rp2.000 dan lembar saham menjadi 500 lembar

26 Kasus : PT. Bolaku, akhir tahun 2013 mempunyai struktur modal sendiri Modal Saham [nominal Rp2.000; x lbr] Rp Agio Saham Laba Ditahan Modal Sendiri  Perusahaam akan mengadakan stock split dari satu lembar saham menjadi 4 lembar  Tentukan struktur modal sendiri yg baru

27 Repurchase Stock  Adalah pembelian kembali saham-saham perusahaan yang dipegang oleh pemegang saham atau investor  Kelebihan dana perusahaan yang digunakan untuk membayar dividen atau pembelian saham kembali  Dua cara melakukan repurchase stock ;  Melakukan pembelian secara langsung di pasar sesuai dengan harga yg terjadi di pasar modal  Melalui penawaraan secara tender [tender offer] biasanya harga > harga pasar

28 Contoh  Perusahaan mempunyai laba setelah pajak dan harga pasar saham sbb :  Keuntungan Rp ;  Jumlah Saham Beredar lembar  Laba perlembar sahamRp1.250;  Harga Pasar Saham Rp7.500;  Price Earning Ratio [PER]6 kali  Saat ini tidak ada Investasi yg menguntungkan, sehingga perusahaan memanfaatkan laba Rp ;  Jika investor menginginkan labanya dibagi sebagai cash dividen, maka dividen yg diterima Rp750; per lembar [Rp ; : ]  Maka harga saham Rp7.500; + Rp750; = Rp8.250 ;

29  Apabila perusahaan memilih melakukan pembelian kembali atas sahamnya, maka dana sebesar Rp ; : = lembar  Dengan pembelian saham tersebut, saham yg beredar menjadi – = lembar  Dengan demikian laba per lembar saham Rp : = Rp1.375;  Maka Earning Ratio Tetap, maka harga saham Rp1.375; x 6 = Rp8.250;  Harga saham sama bila labanya dibagikan sebagai dividen

30 Teori Dividen  Teori Residu Dividen [Residual Dividend of Theory]  Dividen Model Walter [Walter’s Dividend Model]  Dividen Model Modigliani dan Miller [Mogdiliani and Miller’s model]

31 Teori Residu Dividen [Residual Dividend of Theory]  Adalah sisa laba yg tidak di investasikan kembali  Contoh  PT. Aha mempertahankan struktur modalnya yg dianggap telah optimal dengan rasio hutang dengan modal sendiri 40 : 60  Biaya modal 13% dengan perolehan biaya hutang 10% dan biaya modal sendiri 15%  Biaya modal sendiri akan meningkat menjadi 18% jika harus melakukan emisi saham baru.  Perusahaan mendapatkan keuntungan Rp ;

32 Kesempatan investasi yg ada & tingkat keuntungan yg diperoleh sbb :  Dari data tersebut tentukan besarnya dividen yg akan dibayarkan pada setiap kondisi InvestasiNilai Investasi Return yg diharapkan Kondisi burukKondisi sedangKondisi Baik %21%26% %19%21% %18%19% %15%18% %14%16% %12%15% %11%12%

33 Kondisi Buruk  Kebutuhan dana untuk biaya investasi 13% adalah 40% hutang dan 60% modal sendiri  Laba yg diperoleh Rp ;  Sehingga perlu tambahan utang 40/60 x Rp ; = Rp ;  Dana yg tersdia secara optimal Rp ;  InvestasiNilai Investasi Total  Kebutuhan dana Rp ; tersebut akan dipenuhi dari hutang 40% x Rp ; = Rp ;  Modal sendiri 60% x Rp ; = Rp ;  Sisa laba yg di investasikan Rp ; ; = Rp ;

34 Kondisi Sedang  InvestasiNilai Investasi Total  Kebutuhan dana Rp ; tersebut akan dipenuhi dari hutang 40% x Rp ; = Rp ;  Modal sendiri 60% x Rp ; = Rp ;  Sisa laba yg di investasikan Rp ; ; = Rp ;

35 Kondisi Baik  InvestasiNilai Investasi Total  Kebutuhan dana Rp ; tersebut akan dipenuhi dari hutang 40% x Rp ; = Rp ;  Modal sendiri 60% x Rp ; = Rp ;  Sisa laba yg di investasikan Rp ; ; = Rp ;

36 Dividen Model Walter [Walter’s Dividend Model]  Bahwa selama keuntungan yg diperoleh dan di reinvestasikan lebih tinggi dibanding dengan biayanya, maka reinvestasi tsb cenderung akan meningkatkan harga saham atau nilai perusahaan DPS + r / Cc {EPS – DPS} P = Cc Dimana : P = Harga Saham EPS= Laba per lembar Saham DPS= Dividen per Lembar Saham r= Return dari reinvestasi Cc= biaya modal sendiri

37 Contoh  PT. Bintang menghasilkan laba per lembar saham Rp2.500, biaya modal sendri 10%, reinvestasi bila kondisi ekonomi baik menghasilkan return 13%, sedang, 10%, dan buruk 8%. Dividen payout Ratio [DPR] 20%, 40%, 60% dan 80%  Dari data tsb hitung harga saham masing-masing DPR

38 Kondisi Baik  DPR 20%, DPS 20% x Rp2.500; = Rp500; 500; + 0,13 / 0,10 {2.500 – 500} P == Rp31.000; 0,10  DPR 40%,DPS 40% x Rp2.500; = Rp1.000; 1.000; + 0,13 / 0,10 {2.500 – 1.000} P == Rp29.500; 0,10  DPR 60%,DPS 60% x Rp2.500; = Rp1.500; 1.500; + 0,13 / 0,10 {2.500 – 1.500} P == Rp28.000; 0,10

39  DPR 80%,DPS 80% x Rp2.500; = Rp2.000; 2.000; + 0,13 / 0,10 {2.500 – 2.000} P == Rp26.500; 0,10

40 Kondisi Sedang  DPR 20%, DPS 20% x Rp2.500; = Rp500; 500; + 0,10 / 0,10 {2.500 – 500} P == Rp25.000; 0,10  DPR 40%,DPS 40% x Rp2.500; = Rp1.000; 1.000; + 0,10 / 0,10 {2.500 – 1.000} P == Rp25.000; 0,10  DPR 60%,DPS 60% x Rp2.500; = Rp1.500; 1.500; + 0,10 / 0,10 {2.500 – 1.500} P == Rp25.000; 0,10

41  DPR 80%,DPS 80% x Rp2.500; = Rp2.000; 2.000; + 0,10 / 0,10 {2.500 – 2.000} P == Rp25.000; 0,10

42 Kondisi Buruk  DPR 20%, DPS 20% x Rp2.500; = Rp500; 500; + 0,08 / 0,10 {2.500 – 500} P == Rp25.000; 0,10  DPR 40%,DPS 40% x Rp2.500; = Rp1.000; 1.000; + 0,08 / 0,10 {2.500 – 1.000} P == Rp66.000; 0,10  DPR 60%,DPS 60% x Rp2.500; = Rp1.500; 1.500; + 0,08 / 0,10 {2.500 – 1.500} P == Rp ; 0,10

43  DPR 80%,DPS 80% x Rp2.500; = Rp2.000; 2.000; + 0,08 / 0,10 {2.500 – 2.000} P == Rp ; 0,10

44 Tugas  PT. Matahari menghasilkan laba per lembar saham Rp3.500, biaya modal sendri 15%, reinvestasi bila kondisi ekonomi baik menghasilkan return 20%, sedang, 15%, dan buruk 12%. Dividen payout Ratio [DPR] 20%, 40%, 60% dan 80%  Dari data tsb hitung harga saham masing-masing DPR

45 Dividen Model Modigliani dan Miller [Mogdiliani and Miller’s model]  Kenaikan pembayaran dividen akan diimbangi dengan penurunan harga saham sebagai akibat penjualan saham baru  Harga saham awal periode [P0] adalah nilai sekarang dari dividen yg dibayarkan akhir periode [D1] ditambah dengan nilai sekarang harga saham akhir periode [P1] D1 + P1  P0 = [1 + Ke]¹ Dimana : P0= harga saham per lembar tahun ke-0 D1= dividen tahun ke-1 P1= harga saham tahun ke-1 Ke = biaya modal sendiri

46  Apabila n merupakan jumlah lembar saham tahun ke-0 dan m merupakan jumlah lembar saham baru yg terjual tahun pertama pada harga P1, maka rumus dapat nD1 + [n + m]P1 – mP1  nP0 = [1 + Ke]¹ Dengan demikian jumlah saham baru yg dikeluarkan bisa dihitung dengan rumus mP1 = I – [X-nD1] Dimana : I= Total Investasi baru X = Total keuntungan baru dari perusahaan untuk periode itu

47 Kasus  PT. Anugrah mempunyai lembar saham yg beredar dengan harga jual Rp5.000; per lembar  Tingkat kapitalisasi dari perusahaan [biaya modal] 10%  Manajamen memutuskan untuk membayar dividen Rp400; perlembar saham pada akhir tahun  Jika tidak ada pajak dan perusahaan beroperasi sesuai asumsi model, maka dapat dihitung  Harga saham perlembar apabila perusahaan tidak membayar dividen; P1 = P0 [1 + Ke] - D1 P1 = [1 + 0,1] – 0 = Rp5.500;  Apabila dividen yg dibayarkan Rp400; maka harga saham ; P1 = [1 + 0,1] – 400 = Rp5.100;

48  Jumlah lembar saham baru yg harus dikeluarkan jika perusahaan membayar dividen dan menerima keuntungan bersih Rp ; dengan melakukan investasi Rp ; adalah n= I= X= P1= Rp5.100 D1= Rp m = – [ – x 400] 5.100m = – m = lembar Dengan demikian perusahaan membagi dividen Rp400; perlembar saham, maka untuk mengganti dividen yg dibayarkan perusahaan harus mengeluarkan saham baru sebanyak lembar

49 Tugas  PT. Anugrah mempunyai lembar saham yg beredar dengan harga jual Rp12.500; per lembar  Tingkat kapitalisasi dari perusahaan [biaya modal] 50%  Manajamen memutuskan untuk membayar dividen Rp900; perlembar saham pada akhir tahun  Jika tidak ada pajak dan perusahaan beroperasi sesuai asumsi model, maka dapat dihitung


Download ppt "Samino Hendrianto Pertemuan…... DIVIDEN  Nilai Laba bersih setelah pajak (EAT) dikurangi dengan Laba Ditahan sbg Cadangan bagi perusahaan  Dividen dibagikan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google