Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Ir. Andri Kurniawan, M.Ag. Rasulullah saw bersabda: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِذَا ظَهَرَتِ الْفِتَنُ أو الْبِدَعُ,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Ir. Andri Kurniawan, M.Ag. Rasulullah saw bersabda: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِذَا ظَهَرَتِ الْفِتَنُ أو الْبِدَعُ,"— Transcript presentasi:

1 Oleh: Ir. Andri Kurniawan, M.Ag

2 Rasulullah saw bersabda: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِذَا ظَهَرَتِ الْفِتَنُ أو الْبِدَعُ, وَسُبَّ أَصْحَابِي, فَعَلَى الْعَالِمِ أَنْ يُظْهِرَ عِلْمَهُ, فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ, وَالْمَلاَئِكَةِ, وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا ، وَلاَ عَدْلاً.) ( أخرجه الخطيب فى الجامع بين أداب الراوى والسّامع ( “Apabila timbul fitnah atau bid’ah, dimana sahabat- sahabatku dicaci maki, maka setiap orang yang berilmu diperintahkan untuk menyampaikan ilmunya. Dan barangsiapa tidak melaksanakan perintah tersebut maka dia akan terkena laknat Alloh, para malaikat dan seluruh manusia. Semua amal kebajikannya, baik yang berupa amalan wajib maupun amalan sunnah tidak akan diterima oleh Alloh.”

3

4 Definisi PengikutPendukung Muhammad, bin Abu Bakar bin Abdu al-Qadir ar-Razi, Mukhtar as-shihah, 1995), hal.337 Syaya’a – yasyi’u – syi’atan Abu Fadhl Jamaludin Muhammad bin Makram bin Ibn Mandzur, Lisan al-Arab, hal.7/

5 Pengikut dan pendukung Imam Ali & Ahlu-l-Bait serta menganggapnya lebih utama dari sahabat Abu al-Hasan bin Isma’il al-asy’ari, Maqalat al-islamiyyin wa ikhtilaf al-mushallin, hal.3 Pendapat Ulama Ahlussunnah Abrurrahman Ibnu Kholdun, al-Muqaddimah,hal.175

6 Syi’ah adalah pengikut Ali Bin Abi Thalib, dengan penuh loyalitas, meyakini kepemimpinannya pasca meninggalnya Rasulullah tanpa jeda, serta menolak kepemimpinan sebelumnya. Pendapat Ulama Syi’ah Muhammad bin Muhammad Nu’man al-Mufid, Awail al-Maqalat fi al -Madzahib al -Mukhtarat, hal.33

7 Syi’ah dan Islam Sejarah Syi’ah Dari Runtuhnya Persia dan Romawi--- Utsman bin Affan r.a Ali bin Abi Thalib r.a --- pembuangan Abdullah bin Saba’ ke Madain Mada’in Hingga Daulah Shofawiyah Iran Daulah Shofawiyah - Sekarang Doktrin Hanya Ali dan Keturunannya yang berhak diikuti Membenci Ahlus Sunnah

8 Syaikh Ali Muhammad Shalabi: “Rafidhah adalah tempat berlindung bagi setiap orang yang hendak menghancurkan Islam, baik dari golongan ateis, para pendengki dan provokator. Sejarah mereka dipenuhi konspirasi, penghianatan dan pemberian bantuan kepada musuh” [Fikrul Khawarij wa al-Syiah fi Mizani Ahlis Sunnah wal Jama’ah]

9 Syaikhul Islam Ibn Taimiyah: “Banyak sekali orang-orang Syiah mencintai orang-orang kafir melebihi kecintaan mereka kepada orang-orang Islam. Oleh karena itu, ketika orang-orang kafir datang dari arah timur dan membantai umat Islam, menumpahkan darah di Khurasan, Irak, Syam, dan daerah lainnya, Syiah Rafidhah justru memberi mereka bantuan untuk membinasakan umat Islam” [Minhaj al-Sunnah II]

10 Pokok-Pokok Perbedaan Islam dan Syi’ah Syi’ah hanya memiliki lima rukun Iman, yaitu: Tauhid (Keesaan Allah swt), al-‘Adl (Keadilan Allah swt), Nubuwwah (Kenabian), Imamah (Kepemimpinan Imam), dan Ma’ad (Hari kebangkitan dan pembalasan). Rukun iman ini disebutkan dalam buku-buku Syi’ah, (lih. Muhammad Ridho Mudzaffar, Al-Aqa’id Al-Imamiyah) Rukun iman Syi’ah jelas berbeda dengan rukun iman dalam ajaran Islam. Syi’ah tidak menyertakan: Iman kepada Malaikat Allah swt, Para Rasul, Qadha dan Qadar Rukun Iman Shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah (loyalitas kepada imam), (lih. al-Kafi, 2/18). Saat ditanya, manakah rukun Islam yang paling utama, Abu Ja’far, salah satu ahlu bait yang diklaim sebagai imam Syi’ah menjawab, “Wilayah lebih utama, karena ia adalah kunci semuanya, dan wali (pemimpin) adalah bukti atas itu.” (Muhammad Shadiq Shadr, asy-Syi’ah al-Imamiyah, hlm. 131) Rukun Islam

11 Penyimpangan-Penyimpangan Syiah Mereka meyakini bahwa Allah swt memiliki sifat Bada’. Yaitu bahwa Allah baru mengetahui sesuatu setelah terjadi. Dan sebelumnya tidak tahu. Jadi bisa saja Allah khilaf. Di sisi lain, mereka meyakini imam-imamnya mengetahui semua perkara ghaib, tidak ada yang samar bagi imam mereka., (Abdullah as-Salafi, Inilah Kesesatan Akidah Syi’ah, hlm ). Tauhidullah Keimaman merupakan inti dari segala keyakinan Syi’ah. Menolak imam versi Syi’ah adalah kekafiran. Menurut Syi’ah hak memimpin hanya Ali dan beserta keturunannya. Amal seorang manusia tidak akan diterima kecuali setelah ia mengakui kepemimpinan Ali RA. Kedudukan imam adalah pada posisi ketuhanan yang serupa dengan posisi kenabian, bagi Syi’ah adalah makhluk yang ma’shum, yaitu tidak pernah melakukan kesalahan, kekhilafan, dosa besar maupun kecil, baik disengaja, tidak sengaja, lupa atau tidak sebab lainnya. Imam Syi’ah memiliki hak menentukan orang yang masuk surga maupun neraka.(Ushul, 2/437, 656, 775) Imamah

12 Syiah dan Pemutusan Sanad Ilmu Islam Rasulullah SAW Shahabat Nabi Tabi’in Umat Hari Ini Ahlul Bait Nabi Para Imam Suci SYIAH Mengubah Cara Pandang (Worldview) Islam Terhadap Sahabat, Ahlul Bait, Al-Qur’an dan Hadis. Worldview Syiah adalah IMAMAH Al-Imam Al-Awzaa’i berkata” Tidaklah terjadi hilangnya Ilmu melainkan karena disebabkan hilangnya Sanad”

13 SENTRAL DOKTRIN SYIAH Sentral doktrin Syiah terletak pada konsep Imamah (kepemimpinan umat sesudah Nabi). Hampir semua ajaran Syiah, baik ushul (akidah) maupun furu’ (syariah), selalu dikaitkan dengan imamah. Tidak ada yang lebih penting dari pada Imamah.

14

15 ALi bin Abi Thalib Utsman bin Affan Rasulullah Saw. Kepemimpinan versi AHLU SUNNAH Umar Bin Khatthab Abu Bakar ITSNA ‘ASYARIYAH M. Al-Mahdi (256H) Hasan al-Askar (260H) Ali al-Hadi (254H) M. Jawwad (220H) Ali Ridho (202H) Musa Kadzim (183H) Ja’far Shadiq (148H) M. Baqir bin ZA (111H) Ali Zainal Abidin (94 H) Ali bin Abi Thalib (40H) Hasan bin Ali (50) Husein bin Ali (61H) Muhammad ibnu Hanafiyah Zaid bin ZA Ismail bin JS ZAIDIYAH KISANIYAH ISMA’ILIYAH Kepemimpinan versi SYI’AH

16

17 Muhammad Baqir al-Majlisi (Ulama Syiah), berkata dalam kitab Bihar al-Anwar, juz 24 hal. 325, “Allah mengabulkan doa para nabi karena bertawassul dengan para imam Syiah.” ULAMA SYIAH: IMAM SYIAH LEBIH TINGGI DARI PARA NABI

18 Muhammad Baqir al-Majlisi (Ulama Syiah) meriwayatkan dalam kitabnya, Bihar al-Anwar, juz 24, hal. 193bahwa “Para imam Syiah lebih alim dari pada para nabi.” ULAMA SYIAH: IMAM SYIAH LEBIH TINGGI DARI PARA NABI

19 ULAMA SYIAH (KHUMAINI): IMAM SYIAH LEBIH TINGGI DARI MALAIKAT MUQARRABIN, NABI DAN RASUL Sesungguhnya Imam mempunyai kedudukan yang terpuji, derajat yang mulia dan kepemimpian mendunia, di mana seisi alam ini tunduk di bawah wilayah dan kekuasaannya. Dan termasuk hal yang aksiomatis adalah bahwa para Imam kita mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat muqarrabin atau pun nabi yang diutus... (Ayatullah Khumaini, al- Hukumat al-Islamiyyah, hal. 52) إنَّ لِلْاِمَامِ مَقَامًا مَحْمُوْدًا وَدَرَجَةً سَامِيَةً وَخِلَافَةً تَكْوِيْنِيَّةً تَخْضَعُ لِوِلَايَتِهَا وَسَيْطَرَتِهَا جَمِيْعُ ذَرَّاتِ هَذَا الكَوْنِ، وَإِنَّ مِنْ ضَرُوْرِيَّاتِ مَذْهَبِنَا أَنَّ لِأَئِمَّتِنَا مَقَامًا لَمْ يَبْلُغْهُ مَلَكٌ مُقَرَّبٌ وَلَانَبِيٌّ مُرْسَلٌ... (آية الله الخُمَيْنِيْ، الحكومة الإسلامية، 52).

20 Konsep Imamah ini menjadi dasar dan mendesain seluruh ajaran dan konsep Syi’ah

21 IMAMAH Qur’an Sunnah Sikap Terhadap Para Nabi Sikap Terhadap Sahabat Sikap TerhadaPara Malaikat Ijma’ Rukun Iman & Islam Tauhid

22

23 IMAMAH Ilmu Tafsir Umat Islam Fikih/ Ushul Fikih Mut’ah Al-Bada’ Ar- Raj’ah Taqiyyah Arwah Ilmu Tafsir Umat Islam Fikih/ Ushul Fikih Mut’ah Al-Bada’ Ar- Raj’ah Arwah

24

25 Bismillahirrahmanirrahim Yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, As-Sayyid Al-Mujahid, Muqtada Ash-Shadr, semoga Allah menjaga Anda, Kami adalah sekumpulan kaum Mukminat Zainabiyat para penolong Jaisy al-Imam al- Mahdi. Kami ingin bertanya kepada Anda wahai yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, Muqtada Ash-Shadr, bahwa sekumpulan lelaki dari pasukan Jaisyul Imam mengundang kami untuk menghadiri acara mut'ah berjamaah di salah satu husainiyah (tempat beribadah kaum Syiah). Mereka mengatakan bahwa pahala mut'ah secara berjamaah lebih banyak 70 kali dari mut'ah sendiri-sendiri. Namun kami telah bertanya kepada salah satu perwakilan Syeikh Muhammad al-Ya'qubi tentang mut'ah berjamaah, beliau menolak segala hal yang berkaitan dengan mut'ah jenis ini dan beliau mengatakan bahwa hal itu termasuk bid'ah. Maka apakah boleh kami mut'ah secara berjamaah? Sebagai untuk diketahui bahwa mut'ah ini hanya berlangsung beberapa jam saja (kurang dari semalam). Tujuan dari acara ini adalah meredam gejolak syahwat pasukan Jaisyul Imam dimana mereka tidak sanggup menikah karena sibuknya mereka berperang dengan para nawashib (ahlus sunnah -penerj). Dan uang sewa mut'ahnya dipergunakan kembali untuk membeli perlengkapan berupa senjata untuk pasukan Jaisyul Imam. Mohon berikan jawaban Anda kepada kami. Jazakumullahu Khaira Jaza' al-Muhsinin. Zainabiyah Azhar Hasan al-Farthusi Wakil Zainabiyyat 17 Syawal 1426 H

26 Jawaban Bismihi Ta'ala Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut'ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar. Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut'ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja' kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya'qubi membenci mut'ah model ini. Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut'ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara - penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka. Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza' al-Muhsinin. (Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr) Ttd Muqtada Ash-Shadr 23 Syawal 1426 H

27

28 Imam Syi’ah ini dalam fatwanya mengatakan, bahwa “nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat.“ Pada fatwa sang Imam tertanggal 23 Syawal 1426 H itu bahkan anjuran mut’ah bareng itupun gratis. Perempuan memberikan badannya, kemudian dipakai oleh sang laki-laki dengan memberikan mahar. Tapi kemudian mahar itu diambil lagi untuk sang laki-laki syi’ah, untuk mereka bersenang-senang lagi di lain tempat. Mut’ah itu berlangsung hanya satu malam. Tidak cukup sampai di situ, yang lebih keji mereka boleh melakukan mut’ah bareng ini di husainiyah, tempat ibadah orang-orang syi’ah. Pokoknya semua boleh dan halal.

29 Majalah Ulumul Quran no.4 tahun 1995 pernah mengangkat masalah Syiah dan realitanya di negeri Iran oleh Sahla Haeri, mahasiswa Pasca Doktoral di pusat studi Islam Timur Tengah Universitas Harvard, tulisan tersebut membahas secara khusus masalah nikah mut’ah berdasarkan hasil penelitiannya di Iran tahun Sahla Haeri selanjutnya menjelaskan macam-macam mut’ah yang ada dan terjadi di negeri Iran. Tersebutlah macam-macam mut’ah; mut’ah seksual, perkawinan percobaan, mut’ah pertobatan, mut’ah hukuman. Pada waktu penelitian tersebut dilakukan belum dikenal istilah untuk mut’ah bareng-bareng ini, karena fatwanya belum keluar. Dengan demikian, sekarang sudah bertambah lagi macam mut’ah ini. Esok akan bertambah lagi macamnya, lagi dan lagi. Sungguh kreatif dalam hal kedustaan imam syiah ini

30 Ulama Syi’ah kembali menteror kaum wanitanya untuk dijadikan budak nafsu mereka. Mereka mengancam dengan neraka bagi siapa pun dari para wanita Syi’ah yang menolak tatkala diajak beribadah mut’ah/kawin kontrak (baca: zina) oleh sayyid dari kalangan mereka. Adalah Muhsin Alu ‘Ashfur, salah satu dedengkot Syi’ah yang di dalam twitternya menteror para wanita Syi’ah seperti di atas. Saksikanlah, si busuk ini berkata: قال السيد فاضل المدرسي نقلاً عن الإمام الصدوق ( ع ) : ( كل إمرأة طلبها سيد في متعة ورفضت فقد أوجبت على نفسها النار وحرمت عن نفسها الجنة والأجر ) “Telah berkata As-Sayyid Fadhil Al-Madrisiy menukil dari Al-Imam Ash-Shaduq: “Setiap wanita yang dimintai oleh sayyid untuk ber-mut’ah lalu dia (si wanita) menolak, maka sungguh neraka wajib atas dirinya dan diharamkan dari dirinya akan Surga juga pahala.”

31 Kota Suci Kaum Syiah Dilanda Penyakit AIDS Akibat Kawin Kontrak IRAK (voa-islam.com) – Selasa (04/03/14) halaman berita di jejaring sosial Akhbarul Irak melaporkan, ada seorang dokter di Irak mengumumkan penyebaran AIDS di Najaf, kota suci bagi syiah, akibat nikah mut’ah dan memintah agar ulama syiah menghentikannya. Dr Hussein Abdullah al-Jabiry, Ketua Institute Penangan Penyakit Menular di kota Najaf, utara Baghdad, menegaskan bahwa rata-rata penderita penyakit AIDS di kota Najaf mayoritas dari pemeluk syiah.. ia menambahkan bahwapenyebaran penyakit AIDS ini adalah fenomena praktik nikah mut’ah.terlebih para pengunjung syiah yang datang dari Iran dan Pakistan. Al-Jabiry mengkritik para pembesar-pembesar syiah itu yang mencatat pernikahan kontran antara pemuda dan pemudi, di mana kawin kontrak tersebut tidak melebihi 1 minggu bahkan ada yang cuma sehari semalam. Oleh karena itu, al-Jabiry meminta pihak al-Hauzah al-‘Ilmiyyah dan marja’iyyat (ulama- ulama syiah) untuk menghentikan kawin kontrak untuk periode mendatang hingga Departemen Kesehatan memberikan ketentuan untuk mengatasi krisis ini. Terlebih yang datang dari Iran dan melangsungkan kawin kontrak atas perestuan sayyid tanpa diketahui ia mengidap penyakit apa. Perlu disebutkan, Najaf mencatat rekor tertinggi bulan lalu di mana pengidap penyakit AIDS melebihi 80 kausus dan lebih dari 4000 pecandu narkoba Iran. Sebelumnya, laporan ini sudah disebarkan dan dipublikasikan pada hari Kamis 21 Jumadal Ula 1428 H atau 7 Juni Maka bagaimanakah kondisi sekarang di Najaf yang masih mempraktikkan model nikah seperti ini. [usamah/iraq]

32

33 "Iman seorang Syi’ah tidak sempurna, kecuali setelah berbeda (menentang) dengan Ahli Sunah...Apabila seorang Ahli sunnah bersemangat mengamalkan ibadah, maka dia telah bersemangat mengamalkan kebathilan." [Khomeini, Al Hukumat Al Islamiyah, hal 83] "Adapun Nawasib (Ahli Sunnah) dan Khawarij – la’natullahu ‘alaihim- tanpa ragu-ragu adalah najis." [Khomeini, Tahrir al Wasilah, 1 : 118] Ayatusy Syaitan Khomeini

34 Ahlus Sunnah yang dihukum gantung di negeri Syiah Rafidhah Iran

35

36 Di Damaskus terjadi Pemerkosaan oleh Tentara dan Milisi Syi’ah

37 "....Kita bangga bahwa do'a-do'a yang memberikan kehidupan yang dinamakan Al Qur'an yang naik ke langit adalah berasal dari imam- imam kami yang ma'shum“ "Kita juga bangga dengan munajat Imam-imam Asy Sya'baniyyah, do'a Arafat untuk Imam Husein bin Ali alaihimas salaam dan lembaran-lembaran As Sajjadiyyah (yaitu) Zabur nya umat Muhammad...!!!“ "Dan mushaf Fathimah, yaitu kitab suci yang diwahyukan oleh Allah kepada Fathimah Az Zahra'..!!!“. (Wasiat Terakhir Khomeini) Ayatusy Syaitan Khomeini

38 1.Mengekspor revolusi Syiah Iran ke negara-negara yang berbasis Sunni 2.Ketika perang dengan Irak telah selesai maka kita wajib memulai perang dengan negara lainnya 3.Saya mengimpikan bendera kita berkibar di Amman, Riyadh, Damaskus, Cairo dan Kuwait Majalah Dustur (Lebanon), Edisi 297, 21 Syawal 1403/1 Agustus 1983

39 1.Tujuan utama dari negara Iran adalah mengekspor revolusi Syiah ke beberapa negara muslim 2. Akidah Syiah Imamah adalah akidah yang benar karenanya umat Islam harus disatukan diatas akidah ini 3. Ahlus Sunnah adalah musuh berbahaya bagi Syiah, karena ahlus sunnah menolak akidah syiah 4. Ahlus Sunnah lebih dahsyat dan berbahaya daripada Nasrani Eropa maupun Komunis 5. Mengenyahkan Ahlus Sunnah adalah tuntutan utama demi merealisasikan idealisme Syiah 6. Methode pendekatan dan penjinakkan lawan adalah sarana yang baik untuk merealisasikan impian Syaikh DR. Abdurrahim al-Balusiy (London) Majalah al-Bayan (vol.123)

40

41

42 Dr. Musa al Musawi mengatakan, “Untuk kepentingan siapa Khomeini mengekspor revolusi pemikirannya yang rusak dan prinsip-prinsip yang sesat kepada bangsa- bangsa Islam yang aman untuk menimbulkan ketakutan dan kekacauan, peperangan dan perselisihan? Semua itu adalah untuk kepentingan Zionis dan musuh-musuh Islam yang berusaha keras untuk menghabiskan kekuatan umat Islam dan mengalirkan darahnya dengan tangan mereka sendiri tanpa campur tangan dari luar.” Khomeini berkata: “Nabi Muhammad telah gagal memimpin bangsa-bangsa Arab, dan Mahdi al- Muntazar akan berhasil memberi petunjuk bagi seluruh manusia.” Perkataan Khomeini ini bukanlah pendapat Khomeini sendiri, tetapi akidah seluruh Syi’ah.

43 Dr. Musa al Musawi juga menekankan bahwa Khomeiniyah adalah gerakan Zionis yang bekerja untuk Israel, dan Israel telah membantu lima milyard dollar dalam bentuk senjata. Ia berkata bahwa Revolusi Iran telah menjalankan perang yang direncanakan oleh Zionisme Internasional untuk mematikan suara Islam yang merdeka di Iran, dan memisahkan Pemerintah Iran dari rakyatnya yang muslim dari Dunia Islam. Kemudian dia berkata: “Khomeini telah ditetapkan oleh Zionisme untuk melakukan tindakan-tindakan yang dimaksudkan untuk menghancurkan Islam. Ia telah berhasil di dalam negeri, dan sekarang berniat untuk mengekspor gerakannya yang benci kepada Islam ke daerah-daerah lain dari Dunia Islam.” Dr. Basyar ‘Awwad, Sekretaris Jenderal Muktamar Rakyat Islam juga mengatakan: “Tak ada kesangsian lagi bahwa umat Islam sekarang menghadapi aksi-aksi agama Khomeini yang munafik dan yang telah difatwakan oleh ulama-ulama Islam sebagai gerakan yang keluar dari batas Islam.” Menurut Muhammad Kamil al- Hasyimi, “Revolusi Iran adalah Revolusi Persia, Majusi, etnis kabilah serta telah menghidupkan Majusiah kembali.”

44

45

46

47 Pokok Perbedaan dan Penyimpangan Syi’ah meyakini tiga hal terkait al-Qur’an: (1) Al-Qur’an telah mengalami perubahan, ditambah atau dikurangi, sehingga al- Qur’an tidak bisa dijadikan dalil. (2)Membatasi ilmu al-Qur’an hanya dari imam-imam Syi’ah, maka cara memahami al-Qur’an pun harus sesuai ketentuan para tokoh yang diklaim sebagai imam Syi’ah. (3) Mereka mengklaim, perkataan imam mereka, bisa mengkhususkan sesuatu yang umum dalam al-Qur’an, bahkan sabda imam Syi’ah diyakini lebih layak suci dari al-Qur’an, (al- Quffary, Ushul Madzhab Syi’ah al- Imamiyah, 1/127). al-Qur’an

48 MENURUT SYIAH: AL-QUR’AN YANG ADA TIDAK ASLI Pernyataan Al- Mufid (Ulama Syiah) dalam KITAB AWAIL AL- MAQALAT, hal. 91, “Al-Qur’an yang ada tidak orisinil, bahkan telah mengalami distorsi (tahrif) penambahan dan pengurangan”. DATA ORIGINAL

49 Muhammad Baqir al-Majlisi (Ulama Syiah), mengatakan dalam kitab Mir’at al-’Uqul Syarh al- Kafi lil-Kulaini, juz 12, hal. 525, bahwa al-Qur’an telah mengalami pengurangan dan perubahan. MENURUT SYIAH: AL-QUR’AN YANG ADA TIDAK ASLI DATA ORIGINAL

50 Al-Qummi (Ulama Syiah) dalam mukaddimah Tafsir- nya, hal. 79, menegaskan bahwa ayat-ayat al-Qur’an ada yang dirubah, ada yang tidak sesuai dengan ayat aslinya seperti ketika diturunkan oleh Allah. MENURUT SYIAH: AL-QUR’AN YANG ADA TIDAK ASLI

51 DATA ORIGINAL Al-Nuri al-Thabarsi (ulama Syiah), menulis kitab berjudul Fashl al- Khithab fi Itsbat Tahrif Kitab Rabb al-Arbab, yang membeberkan nama- nama ulama Syiah yang berpendapat bahwa al- Qur’an telah mengalami tahrif. Dalam kitab tersebut, Nuri al-Thabarsi, halaman 211, menjelaskan bahwa dalam al-Qur’an ada ayat-ayat tolol dan tidak masuk akal. ULAMA SYIAH: MENGHUJAT AL-QUR’AN AL-KARIM

52

53 Syaikh Nawawi Banten  (Ulama Sunni), berkata dalam kitabnya Mirqat Shu’ud al-Tashdiq Syarh Sullam al- Taufiq, hal. 11, “Orang yang mengingkari satu ayat atau satu huruf al-Qur’an, atau menambahkan satu huruf ke dalam al- Qur’an, adalah murtad i’tiqadi.” ULAMA SUNNI: AL-QUR’AN YANG ADA ASLI

54 Al-Imam al-Hafizh Abu Amr al-Dani al-Maliki al- Asy’ari berkata dalam kitabnya al-Risalah al- Wafiyah, hal. 105: “Orang yang menolak atau mengingkari 1 huruf dalam al-Qur’an adalah kafir. Orang yang meyakini terjadinya perubahan dalam al- Qur’an adalah sesat, menyesatkan, kafir dan bermaksud membatalkan ajaran Islam.” ULAMA SUNNI: ORANG YANG MENGINGKARI KEASLIAN AL-QUR’AN ADALAH SESAT DAN KAFIR

55 BEBERAPA KITAB SUCI SYIAH SELAIN AL-QUR’AN: 1) SHAHIFAH, 2) AL- JAFR, 3) AL-JAMI’AH DAN 4) MUSHHAF FATHIMAH YANG TEBALNYA TIGA KALI LIPAT AL-QUR’AN KEYAKINAN SYIAH TERHADAP BEBERAPA KITAB SELAIN AL-QUR’AN

56 BEBERAPA KITAB SUCI SYIAH SELAIN AL- QUR’AN: 1) SHAHIFAH, 2) AL- JAFR, 3) AL- JAMI’AH DAN 4) MUSHHAF FATHIMAH YANG TEBALNYA TIGA KALI LIPAT AL- QUR’AN KEYAKINAN SYIAH TERHADAP BEBERAPA KITAB SELAIN AL-QUR’AN

57

58 Menurut Syiah Imamiyah, putri Nabi  hanya Sayyidah Fathimah al-Zahra’. Sedangkan Sayyidah Zainab, Ruqayyah dan Sayyidah Ummu Kultsum, bukan putri Nabi . (‘Ulama al- Syi’ah Yaqululun, hal. 69) ULAMA SYIAH: MELECEHKAN KELUARGA NABI 

59 Jalaluddin Rakhmat – Ketua Umum Dewan Syuro IJABI-, berkata dalam bukunya al- Mustafa: “Berdasarkan riwayat dalam kitab al-Ansab karya Mash’ab al- Zubairi, disimpulkan bahwa Ruqayah dan Ummu Kultsum, istri Khalifah Utsman, bukan putri Nabi  “. JALALUDDIN RAKHMAT (DEDENGKOT SYIAH): RUQAYAH & UMMI KULTSUM BUKAN PUTRI NABI 

60 KUTIPAN JALALUDDIN RAKHMAT DI ATAS ADALAH BOHONG. JUSTRU AL-IMAM MUSH’AB AL- ZUBAIRI MENEGASKAN DALAM KITAB NASAB QURAISY BAHWA RUQAYAH DAN UMMU KULTSUM TERMASUK PUTRI NABI . SEMUA SEJARAWAN SEPAKAT BAHWA RUQAYAH & UMMI KULTSUM TERMASUK PUTRI NABI 

61 Al-Kulaini: “Keturunan Ali dan Fathimah – radhiyallahu ‘anhuma-, yang tidak mengakui imam Syiah adalah kafir.” ULAMA SYIAH: AHLUL BAIT SELAIN SYIAH KAFIR

62 Ahlul Bait Membantah Syiah Sayidina Ali bin Abi Thalib: “ Tidak ada orang yg lebih kuinginkan utk menemui Allah dg amal yg sama dengannya daripada dirimu (Umar r.a). Demi Allah, aku benar2 yakin Allah menjadikanmu bersama kedua sahabatmu (Rasulullah dan Abu Bakar) karena aku sering mendengar Rasulullah saw bersabda; ‘Aku pergi bersama Abu Bakar dan Umar’. Aku yakin benar- benar yakin Allah menjadikanmu bersama mereka berdua”

63 Sayidina Hasan bin Ali: Diriwayatkan dari Amr bin Al-Ashamm, ia bercerita; Aku bertanya kepada al-Hasan, “Orang-orang Syiah menganggap Ali akan dihidupkan kembali sebelum Hari Kiamat’. Saidina Hasan menjawab: ‘Mereka bohong, mereka itu bukan pendukung Ahlul Bait. Seandainya kami mengetahui ia akan dihidupkan kembali, tentulah istri-istrinya tidak kami nikahkan, dan hartanya tidak kami bagi-bagikan” [Siyar A’lam al-Nubala, III/263]

64 Muhammad bin Ali al-Baqir: “Sekelompok orang di Irak mengklaim kami memerintahkan mereka berbuat demikian (mencintai Ahlul Bait tetapi merendahkan Abu Bakar dan Umar). Sampaikanlah dariku bahwa aku berlepas diri dari mereka. Dan, demi Dia yang jiwa Muhammad berada dalam tangan-Nya, seandainya aku menjabat sebagai Penguasa niscaya aku mendekatkan diri kepada Allah dg cara menumpahkan darah mereka. Syafaat Muhammad tdk akan kuperoleh apabila aku tidak memohonkan ampunan bg mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) ataupun menyayangi keduanya. Musuh-musuh Allah telah melalaikan keutamaan mereka berdua” [Imam al-Baihaqi, Al-I’tiqad, 361)

65 Ja’far al-Shadiq: “Allah berlepas diri dari orang yang berlepas diri dari Abu Bakar dan Umar”[Siyar A’lam an-Nubala, 6/260) “Wahai Salim, dukung dan cintailah mereka berdua (Abu Bakar dan Umar), dan berlepas dirilah dari musuh mereka berdua karena keduanya adalah imam petunjuk” [Siyar A’lam an-Nubala’ 4/403]

66 Ali Zainal Abidin: “ كان سيدنا زيد بن علي زين العابدين رضي الله عنهما حين خرج على هشام بن عبد الملك. فقد بايعه وقبئذ ناس كثير من أهل الكوفة وطلبوا منه أن يتبرأ من الشيخين أبي بكر وعمر لينصروه. فقال كلا بل أتولاهما. فقالوا إذا نرفضك، فقال اذهبوا فأنتم الرافضة -– شواهد الحق، Saidina Ali Zainal Abidin ketika keluar ke Hisyam bin Abdul Mali, ia dibaiat oleh sejumlah besar penduduk Kufah dan memintanya utk berlepas diri dari Abu Bakar dan Umar. Akan tetapi Ali Zainal Abidin menolak dan berkata: Kami berpisah dari kalian, pergilah karena kamu adl Rafidhoh”

67

68 Doa orang-orang Syiah ketika masuk toilet dan WC, adalah melaknat para sahabat dan para Ummu al- Mu’minin  (istri- istri Rasulullah  ). (‘Ulama’ al- Syi’ah Yaqulun, hal. 80) ULAMA SYIAH: MELECEHKAN SAHABAT NABI 

69 Ni’matullah al-Jazairi (Ulama Syiah) berkata dalam kitabnya al- Anwar al-Nu’maniyyah juz 1, hal. 53, “bahwa Sayidina Abu Bakar  dan Sayidina Umar  tidak pernah beriman kepada Rasulullah  sampai akhir hayatnya.” ULAMA SYIAH: MELECEHKAN SAHABAT NABI 

70 Al-Kulaini (Ulama Syiah) mengatakan dalam kitabnya al- Raudhah mina al- Kafi, juz 8, hlal. 198, bahwa seluruh sahabat  itu murtad (keluar dari Islam) setelah Nabi  wafat, kecuali tiga orang, al- Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salman al-Farisi. ULAMA SYIAH: MENGKAFIRKAN SELURUH SAHABAT 

71 إننا هنا لا شأن لنا بالشيخين وما قاما به من مخالفات للقرآن، ومن تلاعب بأحكام الإله، وما حللاه وحرماه من عندهما وما مارساه من ظلم ضد فاطمة ابنة النبي، ولكننا نشير إلى جهلهما بأحكام الإله والدين “Sesungguhnya kami di sini tidak ada urusan dengan syaikhoini (Abu Bakar dan Umar), dan apa2 yang telah mereka lakukan dg menyalahi al-Qur’an, memain- mainkan hukum Tuhan, menghalalkan yg haram dan mengharamkan yg halal menurut mereka sendiri, berbuat dzalim terhadap fatimah putri Nabi saw beserta anak-anaknya. Akan tetapi di sini kami menunjukkan bhwa keduanya (Abu Bakar dan Umar) bodoh terhadap hukum Tuhan dan agama.

72 “Sesungguhnya mereka ini (para sahabat) orang2 bodoh dungu tidak pantas menduduki posisi imamah”

73 Akidah Menista & Mengkafirkan Ritual Melaknat Sahabat Nabi وهو يلعن في دبر كل مكتوبة سمعنا أبا عبد الله عليه السلام وهو يلعن في دبر كل مكتوبة أربعة من الرجال وأربعا من النساء، فلان وفلان وفلان ومعاوية - ويسمّيهم - وفلانة وفلانة وهند وأم الحكم أخت معاوية“. (الكافي ج3، ص 194)

74

75 Sesungguhnya Allah swt menjadikan Ali sebagai tanda kewalian (kepemimpinan) antara Allah swt dan makhluk-Nya. Barang siapa yang mengenalnya, maka ia mu’min. Barangsiapa mengingkarinya, maka ia jadi kafir, barangsiapa yang tidak mengetahuinya berarti ia tersesat, barangsiapa yang mengangkat seseorang bersama dia, maka ia musyrik, dan barang siapa yang datang dengan meyakini keimamahannya maka dia masuk surga عن أبي جعفر عليه السلام : قال إن الله عز وجل نصب عليا عليه السلام علما بينه وبين خقله. فمن عرفه كان مؤمنا، ومن أنكره كان كافرا، ومن جهله كان ضالا، ومن نصب معه شيئا كان مشركا، ومن جاء بولايته دخل الجنة.(al-Kafi, juz I hal. 437 )

76 “Sesungguhnya Allah swt telah memilihku memilihkan untukku para sahabat-sahabatku, di antara mereka menjadi menantu dan penolong. Barangsiapa menjagaku dalam persoalan para sahabat, maka Allah akan menjaganya. Barangsiapa menyakitiku dengan menyakiti mereka, maka ia menyakiti Allah swt” عن أنس رضي الله عنه، إن الله اختارني واختار لي أصحابي منهم أصهارا وأنصارا. فمن حفطني فيهم حفطه الله ومن آذاني فيهم آذاه الله.

77 Larangan Mencela Sahabat ألله ألله في أصحابي لا تتخذهم غرضا من بعدي، فمن أحبهم فبحبي أحبهم، ومن أبغضهم فببغضي أبغضهم ( رواه الترمذي ) لاتسبوا أصحابي فو الذي نفسي بيده لو أنّ أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم ولا نصيفة ( رواه البخاري ومسلم ) “Janganlah kalian mencaci Sahabat-Sahabatku. Demi Allah Yang Menguasai nyawaku, andaikata seseorang dari kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud, tentunya ia tiak mencapai satu mud maupun setengahnya yang dibelanjakan oleh seorang dari mereka” (HR. Bukhari-Muslim) “Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai Sahabat-Sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci maki sesudah aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, maka berarti dia mencintai aku. Dan barangsiapa yang membenci mereka maka berarti dia membenci aku” (HR. Turmudzi)

78 قال جعفر الصادق : اللهم أني أتولى أبا بكر وعمر وأحبهما. اللهم إن كان في نفسي غير هذا فلا نالتني شفاعة محمد صلى الله عليه وسلم ( رواه الدار قطني ) قال علي رضي الله عنه : خير هذه الأمة بعد نبيها أبوبكر ثم عمر ( رواه البخاري ). لو أوتي بأحد يفضلني على أبي بكر وعمر الآ ضربته حد المفترى ( رواه الدار قطني ) Ahlul Biat dan Sahabat Ja’far al-Shodiq berkata: “ Ya Allah, aku mengakui Abu Bakar dan Umar sebagai pemimpin dan aku mencintai kedua orang tersebut. Ya Allah, apabila yang ada dalam hatiku bukan demikian, biarlah aku tidak mendapat syafa’at dari Muhammad saw kelak di hari kiamat” (HR. Daruquthni) Ali bin Abi Thalib berkata: “Orang yang paling baik dari umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar” (HR.Bukhari) Ali bin Abi Thalib berkata: “Andaikan dihadapkan pada saya, seseorang yang mempunyai faham bahwa saya lebih afdhal daripada Abu Bakar dan Umar, niscaya orang itu akan saya pukul dg Khaddul Muftari – alat pukul untuk org yg melontarkan tuduhan palsu –(HR. Daruquthni)

79

80 DATA ORIGINAL Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan al-Thusi, w. 460 H, (Ulama Syiah) menjelaskan dalam kitabnya, al-Ghaibah, hal. 282, bahwa Imam Mahdi Syiah akan berbuat kerusakan di muka bumi dengan merobohkan Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Baitullah dan memotong tangan orang Bani Syaibah, para juru kunci Ka’bah. ULAMA SYIAH: IMAM MAHDI SYIAH MENGHANCURKAN MASJID DAN MEMBUNUH BANGSA ARAB

81 Abu Ja’far Muhammad bin al- Hasan al-Thusi, w. 460 H, (Ulama Syiah) menjelaskan dalam kitabnya, al- Ghaibah, hal. 284, bahwa orang-orang Arab itu tidak ada yang baik. Syiah lupa, bahwa Rasulullah  dan para imam Syiah  yang 12 adalah keturunan Arab. ULAMA SYIAH: IMAM MAHDI SYIAH BENCI BANGSA ARAB

82 Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan al-Thusi, w. 460 H, (Ulama Syiah) menjelaskan dalam kitabnya, al- Ghaibah, hal. 154, bahwa Imam Mahdi Syiah akan membuat syariat baru, merubah al-Qur’an dan membunuh semua orang Arab. ULAMA SYIAH: MAHDI SYIAH AKAN MERUBAH AL-QUR’AN

83 Al-Kulaini (Ulama Syiah) menjelaskan dalam kitabnya al- Kafi, juz 1, hal. 462, bahwa Imam Mahdi dan imam-imam Syiah yang lain besok akan menerapkan hukum-hukum Dawud dan keluarga Dawud, yaitu ajaran agama Yahudi. ULAMA SYIAH BERKATA: PARA IMAM SYIAH ADALAH AGEN YAHUDI

84

85 JENAZAH KAUM SUNNI TIDAK WAJIB DISHALATI TIDAK WAJIB MENSHAL ATI MAYIT KAUM SUNNI, KECUALI SEKEDAR PURA- PURA SAJA. JUZ 10, HAL. 360

86 ORANG SUNNI ITU KAFIR ASLI ORANG SYIAH TAK BOLEH MEMANDIK AN DAN SHALATI MAYIT SUNNI KECUALI PURA-PURA SAJA, KARENA SUNNI ITU KAFIR. JUZ 10, HAL. 361.

87 DARAH DAN HARTA SUNNI ITU HALAL PENDAPAT YANG BENAR DAN MUTAWATIR, ORANG SUNNI ITU KAFIR, DARAH DAN HARTANYA HALAL. JUZ 10, HAL. 361.

88 MUNGKINKAH?

89 SEMUA KITAB SYIAH SHAHIH DAN MUTAWATIR Al-Musawi berkata dalam al-Muraja’at (h. 3140: Semua kandungan kitab standar Syiah yang empat, al-Kafi, al-Istibshar, al- Tahdzib dan Man la Yahdhuruhu al-Faqih, mutawatir dan pasti shahih.

90 SELAIN SYIAH ADALAH NAJIS Muhsin al- Mu’allim, mengutip fatwa al-Khau’i (Ayatullah Syiah), dalam al-Nashbu wa al-Nawashib bahwa, orang yang bukan Syiah adalah Najis

91 SELAIN ORANG SYIAH KAFIR Mirza al-Tauhidi berkata dalam Mishbahul Faqahah bahwa “SELAIN ORANG SYIAH KAFIR & BOLEH DILAKNAT”

92 AL-QUMMI: “AYAT KURSI ITU PALSU”

93 Perbedaan Tanawwu’ Tadhad Furu’: Khata’- Shawab Ushul: Haq- Bathil/Salamh/Dlal ah Ijtihadi, furu’, Mutaghayy irat. -  Khata’- Shawab

94

95 Sebab Munculnya Aliran Sesat diluar Sunni 1. Penggunaan rasio oleh sebagian kelompok manusia dalam memahami akidah, melebihi dan mengalahkan teks agama. 2. Pengaruh ajaran Yahudi, Kristen dan Majusi ke dalam umat Islam. 3. Makar tersembunyi dari musuh-musuh Islam yg masuk dalam pemikiran orang-orang yang baru masuk Islam, orang non-muslim yang pura-pura masuk Islam. Mereka masuk mengobarkan fitnah dan memperdalam khilafiyah menjadi iftiroqiyyah.

96 Rasul saw melihat Allah pd waktu Mi’raj. Definisi makhluk “al-Kursi”. Ta’wil ayat-ayat ttg sifat dan pebuatan Allah, telah terjadi di kalangan shahabat seperti Ibnu Abbas. Penjelesan ttg kalam Allah antara Asya’irah dan Ibnu Taimiyah. Furu’ Dalam I’tiqad Ushul dlm Fiqhyyah Kewajiban Shalat, Puasa, Zakat, Haji. Bahwa haji itu di Makkah bukan lainnya. Shalat itu lima waktu dan lain sebagainya.


Download ppt "Oleh: Ir. Andri Kurniawan, M.Ag. Rasulullah saw bersabda: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِذَا ظَهَرَتِ الْفِتَنُ أو الْبِدَعُ,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google