Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kondisi Paritas Pada keuangan Internasional dan Pemrakiraan Nilai Tukar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kondisi Paritas Pada keuangan Internasional dan Pemrakiraan Nilai Tukar."— Transcript presentasi:

1 Kondisi Paritas Pada keuangan Internasional dan Pemrakiraan Nilai Tukar

2 Pasar tidak sempurna arbitrator keuntungan Ketidaksamaan harga

3 Aktivitas Arbitrator Purchasing Power Parity (PPP) Fisher Effect (FE) International Fisher Effect (IFE) Interest Rate Parity (IRP)

4 Purchasing Power Parity (PPP) Introduction by Gustav Cassel 1918 When one country’s inflation rate rises relative to that of another country, decreased exports and increased imports depress the country’s currency. The theory of purchasing power parity (PPP) attempts to quantify this inflation - exchange rate relationship.

5 Interpretations of PPP The absolute form of PPP, or the “law of one price,” The relative form of PPP

6 Massege : harga suatu barang pada tahun tertentu tidak dapat dibandingkan secara berarti tanpa melakukan penyesuaian terhadap inflasi, sehingga perubahan kurs mungkin tidak mengindikasikan apa-apa jika kedua negara punya perbedaan tingkat inflasi. Fokus utama : “Perubahan daya beli satu mata uang terhadap mata uang lainnya” PPP tidak akurat ?

7 Fisher Effect (FE) Tingkat bunga nominal di setiap negara kira-kira sama dengan suku bunga riil ditambah dengan harapan inflasi ( I = r +  ) modal akan mengalir dari negara yang memiliki suku bunga riil rendah ke negara yang memiliki suku bunga riilnya lebih tinggi tingkat bunga negara berkembang lebih tinggi dari negara maju Pengujian Empiris ?

8 International Fisher Effect (IFE) Menunjukan hubungan antara perubahan persentase kurs spot seharusnya berubah dengan nilai yang sama dari perbedaan tingkat inflasi 2 negara dengan arah yang berkebalikan. The international Fisher effect (IFE) theory suggests : “that currencies with higher interest rates will depreciate because the higher rates reflect higher expected inflation.”

9 mata uang yang memiliki suku bunga yang rendah diharapkan akan mengalami apresiasi relative terhadap mata uang yang memiliki suku bunga tinggi investor mendapatkan premi resiko(high return) ketika memegang asset luar ketimbang asset domestic ? bukti empiris ?

10 Interest Rate Parity (IRP) Gambaran hubungan pasar valas- pasar uang internasional Mata uang dengan tingkat bunga rendah seharusnya berada pada premi forward dibandingkan dengan mata uang dengan tingkat bunga tinggi

11 interest parity return yang didapat dengan melindungi atau menghedge investasi internasional akan sama dengan suku bunga domestic dengan resiko investasi yang identik covered interest differential ? ARBITRASE

12 Doktrin IRP suku bunga yang tinggi dapat dikompensasikan dengan diskon forward suku bunga yang rendah dapat dikompensasi dengan premi forward

13 Comparison of IRP, PPP, and IFE Theories Forward Rate Discount or Premium Exchange Rate Expectations Inflation Rate Differential Interest Rate Differential Interest Rate Parity (IRP) Fisher Effect International Fisher Effect (IFE) Purchasing Power Parity (PPP)

14 Currency Forecasting Criteria: –m–m–m–memiliki model yang superior –m–m–m–memiliki akses yang konsisten tentang informasi sebelum investor lain –d–d–d–dapat mengeksploitasi penyimpangan dari ekuilibrium –d–d–d–dapat memprediksi intervensi pemerintahperubahan kurs Fixed-rate System focus pada struktur intervensi pemerintah (factor politis ekonomis)

15 Metode Pemrakiraan Berdasarkan Pasar –m–m–m–menggunakan variable suku bunga dan kurs forward dalam menaksir nilai mata uang berdasarkan model –m–m–m–model analisis fundamental –M–M–M–Model teknis


Download ppt "Kondisi Paritas Pada keuangan Internasional dan Pemrakiraan Nilai Tukar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google