Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kuliah dilaksanakan mengacu KBK Materi Kompetisi Dasar (KD) mengenai Kerusakan dan Erosi Tanah Penilaian didasarkan pada pengetahuan, ketrampilan, dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kuliah dilaksanakan mengacu KBK Materi Kompetisi Dasar (KD) mengenai Kerusakan dan Erosi Tanah Penilaian didasarkan pada pengetahuan, ketrampilan, dan."— Transcript presentasi:

1

2

3 Kuliah dilaksanakan mengacu KBK Materi Kompetisi Dasar (KD) mengenai Kerusakan dan Erosi Tanah Penilaian didasarkan pada pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku/etika selama perkuliahan dan tugas kelompok dan individu (quiz atau ujian KD) yang diberikan Toleransi (bukan batas akhir) masuk perkuliahan 15 menit (7.10) Selama kuliah tidak diperkenankan: menggunakan kaos dan sandal SMS maupun telepon selama kuliah, kecuali darurat Masuk kelas melewati batas toleransi

4 Dasar-dasar Ilmu Tanah. Henry D. Foth. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Sutanto. Internet REFERENSI

5

6 Lapisan 14 Lempeng bumi

7 INTERIOR STRUCTURE OF THE EARTH

8 Unsur Bumi km dia 8-35 km crust % bobot dalam kerak O= 49.2 Si= 25.7 Al= 7.5 Fe= 4.7 Ca= 3.4 Na= 2.6 K= 2.4 Mg= 1.9 lainnya= %

9 Mineral : - naturally forming - inorganic - crystalline solid - known chemical composition - known physical properties mineral What is a mineral ? Suatu zat padat alami yang mempunyai struktur internal dan komposisi atom kimia eg QUARTZ, EMERALDS, ETC

10 Strengite FePO4.2H2O

11

12 12

13 Struktur Dasar nm oxygen silicon 0.29 nm aluminium or magnesium hydroxyl or oxygen Silicon tetrahedronAluminium Octahedron Oxygen Silicon

14

15 Lembar Tetrahedral 15 Several tetrahedrons joined together form a tetrahedral sheet. tetrahedron hexagonal hole

16 Lembar Tetrahedral & Octahedral 16 For simplicity, let’s represent silica tetrahedral sheet by: Si and alumina octahedral sheet by: Al

17 Different Clay Minerals 17 Different combinations of tetrahedral and octahedral sheets form different clay minerals: 1:1 Clay Mineral (e.g., kaolinite, halloysite):

18 Different Clay Minerals 18 Different combinations of tetrahedral and octahedral sheets form different clay minerals: 2:1 Clay Mineral (e.g., montmorillonite, illite)

19 Kaolinite Si Al Si Al Si Al Si Al joined by strong H-bond  no easy separation 0.72 nm Typically layers joined by oxygen sharing

20 Kaolinite 20  used in paints, paper and in pottery and pharmaceutical industries Halloysite  kaolinite family; hydrated and tubular structure  (OH) 8 Al 4 Si 4 O 10.4H 2 O  (OH) 8 Al 4 Si 4 O 10

21 Montmorillonite 21 Si Al Si Al Si Al Si 0.96 nm joined by weak van der Waal’s bond  easily separated by water  disebut juga smectite; mengembang jika basah

22 Montmorillonite 22  A highly reactive (expansive) clay  montmorillonite family  used as drilling mud, in slurry trench walls, stopping leaks  (OH) 4 Al 4 Si 8 O 20.nH 2 O high affinity to water Bentonite swells on contact with water

23 Illite 23 Si Al Si Al Si Al Si 0.96 nm joined by K + ions fit into the hexagonal holes in Si-sheet

24 Others… 24  A 2:1:1 (???) mineral.  montmorillonite family; 2 interlayers of water  chain structure (no sheets); needle-like appearance Chlorite Vermiculite Attapulgite Si Al Al or Mg

25

26 Formasi Batuan 26 Batuan Induk Tanah Residu Tanah Terangkut ~ pelapukan in situ (secara fisika & kimia) batuan induk ~ pelapukan dan terangkut sangat jauh oleh angin, air, dn es.

27 Batuan induk ~ formed by one of these three different processes beku sedimen metamorphic

28 Residual Soils 28 Formed by in situ weathering of parent rock

29 Transported Soils 29 Dipindahkan oleh:Nama:  angin“Aeolian”  Laut (air asin)“Marine”  Danau (air tawar)“Lacustrine”  sungai“Alluvial”  es“Glacial”

30 BATUAN BEKU JENIS BATUAN Batuan beku atas LiparitTrachitDasitAndesitBasaltPikrit Batuan beku gang GranitSienit Diorit, kuarsa DioritGabro Batuan beku dalam GranitSienit Diorit, kuarsa DioritGabro Perido- tit Sifat MAKIN MASAM -– INTERMIDIER -– MAKIN ALKALIS

31 2. Batuan Sedimen  Batuan endapan tua a. Batuan Gamping ~ endapan laut, sebagian besar terdiri kalsit dan dolomit b. Batu Pasir ~ banyak mengandung pasir kuarsa c. Batu Konglomerat & Breksi ~ macam-macam mineral d. Batu Liat ~ Kadar lempung tinggi Ex. napal atau shale

32 3. Batuan Metamorfose 3. Batuan Metamorfose ~ Berasal dari batuan beku atau sedimen yang karena tekanan & suhu tinggi berubah menjadi jenis lain Ex. kuarsit dari batu pasir, marmer dari batu kapur, mika dengan lembar halus, granit dengan lembar kasar

33

34 a. Hidrasi : molekul air terikat oleh senyawa tertentu sehingga mineral menjadi lunak dan meningkat daya larutnya CaSO 4 + H 2 O  CaSO 4.2H 2 O b. Dehidrasi : hilangnya molekul air oleh senyawa tertentu shg terjadi perubahan volume sehingga mempercepat proses disintegrasi c. Oksida : muatan listrik negatif berkurang shg terjadi perubahan ukuran & muatan maka mineral mudah hancur (terjadi jika cukup oksigen), penting utk mineral yg mengandung besi seperti biotit, glaukonit, hornblende & piroksin Fe ++  Fe e -

35

36

37 Tiga proses pelapukan yang belangsung bersama-sama menghasilkan mineral sekunder yang tersusun atas mineral lempung, seskuioksida, humus & senyawa lainnya

38 Hasil Umum Pelapukan A : (B x C) = X 100 – X = Y A : bagian yang tertinggal B : batuan segar semula C : hasil bagi seskuioksida sisa bahan dibagi seskuioksida batuan segar X : persentasi bagian yang tetap ada Y : bagian asal yang hilang Merrill (1912)

39 Penelitian LINCK dan BLANK (1923) ; 1.Inti padat  lapisan batuan paling dalam 2.Lapisan yang sedang mengalami pelapukan 3.Lapisan yang telah mengalami pelapukan lanjut 4.Lapisan paling luar berupa tanah yang dihasilkan Batuan andesit (lereng G. Halimun)  mengalami Dekomposisi  4 lapisan (berbeda warna dan susunan kimia) :

40 Hasil analisis kimia ; KandunganSenyawaKimia Laps I Laps II Laps III Laps IV Kadar%molKadar%molKadar%molKadar%mol Al 2 O 3 14,940,14621,390,20928,980,28429,60 0,28 8 Fe 2 O 3 7,930,05016,490,10111,410,07116,98 0,10 6 SiO 2 62,301,03059,740,99057,530,90432,49 0,87 0 CaO6,840,12120,220,0040,460,0085,00 MgO3,180,0790,920,0230,450,0110,37 0,00 9 K2OK2OK2OK2O1,870,0200,390,0040,330,0040,13 0,00 1 Na 2 O 2,270,0360,340,0050,396,0960,20 0,00 3 SiO 2 (Al 2 O 3 +Fe 2 O 3 ) 5,263,202,552,21

41 Rumus Perhitungan : A = 100% - (% Al 2 O 3 + % Fe 2 O 3 ) lapisan IV B = 100% - (% Al 2 O 3 + % Fe 2 O 3 ) lapisan I (% Al 2 O 3 + % Fe 2 O 3 ) lapisan IV (% Al 2 O 3 + % Fe 2 O 3 ) lapisan IV (% Al 2 O 3 + % Fe 2 O 3 ) lapisan I (% Al 2 O 3 + % Fe 2 O 3 ) lapisan I  X = persentase bagian  X = persentase bagian yang tetap ada yang tetap ada 100 – X = Y  Y = bagian yang hilang  Y = bagian yang hilang C =A (B x C) = X

42 CONTOH A = 100% - (29, ,98)% = 53,42 % B = 100% - (14,94 + 7,93)% = 77,13 % 29,60+16,98 29,60+16,98 14,94+7,93 14,94+7,93 = X  X = 0,3913 = 39,13% = X  X = 0,3913 = 39,13% Y = 100%-39,13% = 60,87% Jadi bagian yang hilang adalah 60,87% C = 1,77 = 1,77 A (B x C) (B x C)

43 Phase I ~ hasil pelapukan kehilangan Cl dan S Phase II ~ hasil pelapukan kehilangan basa-basa Ca, Na, K dan Mg Phase III ~ basa-basa hilang Al dan Si menjadi mobil Phase IV ~ hasil pelapukan berakhir sebagian besar terdiri atas seskuioksida 4 proses pelapukan (Polinov, 1937)

44

45

46

47 Proses yang Mengatur Perkembangan Pembentukan Tanah 1. Podsolisasi  Di daerah dingin yang basah  Menghasilkan tanah Podzolik dan Podzol  Podzolik : berkembang di daerah yang ditanami berbagai tanaman, termasuk hutan berdaun lebar atau berganti daun, juga di daerah padang rumput dan lahan yang diolah  Podzol :berkembang di daerah hutan cemara, padang rumput, padang alang-alang

48  Podsolisasi menghasilkan penumpukan seresah, air hujan yang meresap melalui seresah yang terurai  asam, sehingga mencuci hara di bagian tanah atas berwarna pucat  Lempung dan bo diendapkan di lapisan bawah  horison B  Terjadi illuviasi atau horison spodik  Jika di horison B banyak diendapkan lempung  horison argilik

49 2. Kalsifikasi  Di daratan benua yang curah hujannya rendah sehingga proses pencucian jarang terjadi  Sering terjadi horizon kalsik  merupakan tempat terkumpulnya kalsium karbonat (CaCO 3 ) 3. Ferrallitisasi  Di daerah tropika yang lembab udaranya  Proses perubahan BI menjadi tanah yang mengandung kaolinit dan seskuioksida (Al 2 O 3 dan Fe 2 O 3)  Menghasilkan tanah Latosol dan Laterit

50

51

52

53 Any Question? Pic. By: Cahyo Proyogo

54 This slide can be download at

55 Consequences of Misuse: Sand Mining in the Forest Land (C. Kalimantan, 2002) © Foto: Eko Handayanto, 2002  Let’s SAFE our SOIL!

56


Download ppt "Kuliah dilaksanakan mengacu KBK Materi Kompetisi Dasar (KD) mengenai Kerusakan dan Erosi Tanah Penilaian didasarkan pada pengetahuan, ketrampilan, dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google