Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Latar Belakang Kebutuhan Organisasi nirlaba saat ini dituntut untuk lebih transparan dalam melaporkan aktivitas dan hasil-hasil yang telah dicapai. Selain.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Latar Belakang Kebutuhan Organisasi nirlaba saat ini dituntut untuk lebih transparan dalam melaporkan aktivitas dan hasil-hasil yang telah dicapai. Selain."— Transcript presentasi:

1 Latar Belakang Kebutuhan Organisasi nirlaba saat ini dituntut untuk lebih transparan dalam melaporkan aktivitas dan hasil-hasil yang telah dicapai. Selain laporan pencapaian proyek/program, laporan keuangan (yang diaudit) merupakan salah satu bentuk akuntabilitas yang dituntut oleh para stakeholders (Pemerintah, Pemberi Dana/Penyumbang, Penerima Jasa, Pengurus, Karyawan, Anggota)

2 Audit itu apa sih? DOKUMEN JURNAL HARIAN BUKU BESAR NERACA LAJUR LAPORAN KEUANGAN PROSES AKUNTANSI DOKUMEN JURNAL HARIAN BUKU BESAR NERACA LAJUR LAPORAN KEUANGAN PROSES AUDIT

3 “Auditing is the process by which a competent, independent person accumulates and evaluates evidence about quantifiable information related to specific economic entity for the purpose of determining and reporting on the degree of correspondence between the quantifiable information and the established criteria” Competent, independent Person = Auditor Independen Accumulates and evaluates evidence = Audit Prosedur Quantifiable information = Laporan keuangan Economic entity = Perusahaan, Yayasan dsbnya Determining and reporting = Laporan Auditor Established criteria = Standard Akuntansi Simpulan : Audit itu apa sih?

4 Kenapa sih perlu ada audit? Ingat, Laporan keuangan digunakan oleh berbagai pihak (stakeholders) Tidak semua stakeholders yakin terhadap integritas yang dimiliki pengelola organisasi Tidak semua stakeholders memahami ilmu akuntansi & keuangan Oleh karena itu, stake holders memerlukan jaminan bahwa laporan yang diterbitkan pengelola organisasi disusun secara benar, akurat dan mudah di mengerti Dengan dilaksanakannya audit, itu berarti auditor memberikan jaminan bahwa laporan keuangan telah disusun secara benar, akurat dan sesuai standar

5 Apa saja sih jenis audit? Berdasarkan tujuannya, audit dapat dibagi kedalam tiga jenis, yaitu: Audit Operasional, untuk memperbaiki kegiatan organisasi sehingga lebih efektif dan efisien, umumnya dilakukan oleh auditor intern Audit Kepatuhan, untuk mengetahui apakah peraturan yang berlaku telah dipatuhi oleh organisasi, umumnya dilakukan oleh pihak yang menetapkan peraturan Audit Laporan Keuangan, untuk mengetahui apakah laporan keuangan yang diterbitkan organisasi telah disajikan secara wajar dan sesuai standar, umumnya dilakukan oleh pihak yang berwenang menerbitkan opini atas wajar tidaknya sebuah laporan keuangan

6 Apa Hasil / Output dari Audit ? OPINI / PENDAPAT AUDITOR

7 Jenis Pendapat Auditor ISTILAH INDONESIA ISTILAH ASING a.Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Laporan Audit bentuk Baku) b.Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan tambahan Bahasa Penjelas c.Pendapat Wajar Dengan Pengecualian d.Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat e.Pendapat Tidak Wajar a.Unqualified Opinion b.Unqualified Opinion with Explanatory Paragraph c.Qualified Opinion d.Disclaimer of Opinion / No Opinion e.Adverse Opinion

8 Contoh Pendapat Auditor Nomor:…… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kepada Yth. Dewan Pengurus ……………… Jakarta Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan …(XXX)… tanggal 31 Desember 2001 serta laporan aktivitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pengurus. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pengurus, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut diatas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan ……. (XXX)……….. tanggal 31 Desember 2001, serta hasil aktivitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pimpinan, Mr. Hadi Prayirno, Ak Ijin Praktik: xx.x.xxxx Ijin Usaha: xx.x.xxxx

9 Inilah “Kitab Suci”-nya Auditor

10 Cara Kerja Auditor Perencanaan (Planning) Pelaksanaan (Performing) Pelaporan (Reporting)

11 Perencanaan (Planning) Pemahaman atas bisnis/aktivitas Pemahaman atas ‘control environment’ Pemahaman atas proses akuntansi Analisa awal atas laporan keuangan Penentuan materialitas Penentuan resiko Perencanaan test atas sistem pengendalian intern Perencanaan test substantive Perencanaan administrasi audit CURIGA NICH ? ? ? !

12 Pelaksanaan (Performing) Pelaksanaan test atas sistem pengendalian intern dan evaluasi atas hasil test Pelaksanaan test substantive dan evaluasi atas hasil test WAH ANGKANYA COCOK SEMUA NICH ? ? ? !

13 Pelaporan (Reporting) Laporan Audit - Result and conclusion - Significant issues - Point outstanding - Unadjusted misstatements - Review of subsequent events - Financial statements checklist PAK AUDITOR, TEMUANNYA KOK BANYAK BANGET ???!!

14 Perbandingan Audit Proyek vs Audit Umum APA SICH BEDANYA ???!!

15 Audit Proyek vs Audit Umum KriteriaAudit ProyekAudit Umum Dasar PelaksanaanMoU Dengan Pemberi Dana UU Yayasan Pengguna Laporan Hasil Audit Lembaga Pemberi DanaMulti Stake Holders Format LaporanFund Accountability Statement PSAK 45 Periode AuditPeriode ProyekPeriode Akuntansi

16 Audit Umum Audit atas laporan keuangan entitas (lembaga) secara keseluruhan, meliputi laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, laporan perubahan aktiva bersih dan catatan atas laporan keuangan. Laporan auditor ini dipakai oleh semua stakeholder

17 Audit Umum Dasar Hukum : Yayasan Wajib Audit Pasal 52 (2) UU No. 28 Th 2004 Yayasan yang memperoleh bantuan negara, bantuan luar negeri dan bantuan lain sebesar Rp. 500 Juta, atau lebih dalam satu tahun buku. Yayasan yang mempunyai kekayaan (diluar harta wakaf) sebesar Rp. 20 Milyar atau lebih.

18 Audit Umum Dasar Hukum : Pasal 48 UU No. 28 th 2004 Laporan keuangan Yayasan disusun berdasarkan pembukuan, catatan, tulisan, dokumen keuangan/bukti pembukuan dan data pendukung administrasi keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku (re: PSAK)

19 Audit Umum Bentuk Laporan Keuangan Laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (PSAK), terdiri dari Laporan posisi keuangan Laporan aktivitas Laporan arus kas Laporan perubahan aktiva bersih Catatan atas Laporan keuangan

20 Audit Proyek / Audit Grant Audit atas laporan pertanggungjawaban penggunaan dana untuk proyek/program tertentu untuk suatu periode pelaporan tertentu. Sesuai dengan kebutuhan/permintaan pemberi dana, audit grant biasanya mencakup: Audit atas laporan penerimaan dan pengeluaran dana Review atas kepatuhan terhadap perjanjian dengan pemberi dana Review atas sistem pengendalian intern Review atas dana pendamping (cost sharing/matching fund/counterpart contribution/own means), termasuk ‘in kind’.

21 Audit Proyek / Audit Grant Bentuk Laporan Keuangan Bentuk dan isi laporan keuangan ditentukan oleh pemberi dana Contoh-contoh bentuk pelaporan (USAID dan EED)

22 Lebih Dalam tentang Audit Grant Evaluasi atas biaya yang terjadi (dan dilaporkan ke pemberi dana) dapat dibebankan ke proyek/program yang didanai dan didukung oleh bukti-bukti yang memadai Review atas perjanjian dengan pemberi dana Review atas laporan penggunaan dana, anggaran dan laporan kemajuan proyek/program Review atas perjanjian dengan pihak ketiga Review atas sistem akuntansi Review atas kebijakan procurement Review atas penerimaan Review atas biaya-biaya yang dilaporkan Review atas uang muka program Review atas saldo sisa dana Audit atas Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana

23 Lebih Dalam tentang Audit Grant Review atas Kepatuhan terhadap Perjanjian dengan Pemberi Dana Melakukan identifikasi atas bagian-bagian perjanjian dengan pemberi dana yang mana jika tidak dipatuhi akan mempunyai pengaruh yang material terhadap laporan penerimaan dan penggunaan dana Melakukan assesment atas kemungkinan terjadinya ketidakpatuhan yang telah diidentifikasi Melakukan testing untuk menentukan –Pembayaran telah dilakukan sesuai dengan perjanjian –Dana telah digunakan sesuai dengan tujuan proyek/program –Biaya yang terjadi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan –Kepatuhan lainnya (jumlah/komposisi/ porsi dana pendamping, komposisi biaya program dan biaya administrasi, dll)

24 Lebih Dalam tentang Audit Grant Review atas Pengendalian Internal Melakukan review untuk mendapatkan pemahaman atas sistem pengendalian intern Melakukan penentuan resiko (inherent risk, control risk dan detection risk) Melakukan evaluasi atas ‘control environment’, keandalan sistem akuntansi dan prosedur yang ada. Melakukan testing atas sistem pengendalian intern yang berhubungan dengan : –Pembebanan biaya telah sesuai dan didukung dengan bukti yang memadai –Manajemen kas dan bank –Procurement –Manajemen personil –Manajemen aktiva tetap –Kepatuhan terhadap perjanjian dengan pemberi dana –Pembebanan dana pendamping

25 Lebih Dalam tentang Audit Grant Dokumentasi Legalitas Sistem dan prosedur keuangan Kebijakan intern Perjanjian-perjanjian utama Laporan keuangan Anggaran Laporan manajemen Buku besar Buku pendukung Laporan kemajuan proyek/program RAPI SEKALI DECH DOKUMENNYA ???!!

26 Lebih Dalam tentang Audit Grant Dokumentasi Gaji dan kompensasi lainnya Daftar Gaji, Kontrak Kerja, Daftar Hadir/Time sheet, Allocation basis Biaya perjalanan Persetujuan Perjalanan Dinas, Bukti perjalanan (tiket, boarding pass), bukti pembayaran (invoice), laporan hasil perjalanan dinas (laporan monitoring dll) Training/seminar/workshop/meeting Daftar hadir, rekapan biaya, CV Pembicara, Makalah, proceeding Sewa Perjanjian/kontrak

27 Grant Making Perjanjian dengan sub-grant, bukti transfer, laporan pertanggungjawabkan sub-grant, bukti-bukti pengeluaran sub-grant (jika diisyaratkan), laporan hasil monitoring atas sub-grant, laporan kemajuan proyek yang dibuat oleh sub-grant Aktiva Tetap Daftar Aktiva (Tanggal pembelian, sumber dana, harga perolehan, lokasi, pemakai, kondisi, perhitungan depresiasi), bukti-bukti kepemilikan Procurement Quotation, Selection Process Perpajakan SPT Tahunan dan Bulanan, SSP, Bukti Potong Lebih Dalam tentang Audit Grant Dokumentasi

28 Bagaimana menghadapi auditor? 1. Memilih Auditor KAP XXX KAP ZZZ KAP ANU KAP OKE Pengalaman dalam bidang nirlaba…. Pengalaman dengan beberapa organisasi nirlaba yang sejenis dengan Anda Referensi dari pihak lain…. Biaya

29 2. Menyiapkan Informasi yang dibutuhkan Auditor Konfirmasi Dokumen sistem pengendalian internal Dokumentasi bukti keuangan Dokumen lain organisasi sesuai permintaan Bagaimana menghadapi auditor?

30 3. Menuntaskan hasil kerja auditor dengan… KEGEMBIRAAN Menerima draft hasil audit Menyiapkan dokumen-dokumen yang dipermasalahkan Membahas draft dengan auditor secara bersama (tim audit dan pimpinan Lembaga) tapi “jangan mempengaruhi auditor”


Download ppt "Latar Belakang Kebutuhan Organisasi nirlaba saat ini dituntut untuk lebih transparan dalam melaporkan aktivitas dan hasil-hasil yang telah dicapai. Selain."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google