Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERILAKU ORGANISASI Oleh : H. Chalid Sahuri. DEFINISI PERILAKU ORGANISASI Perilaku Organisasi, adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERILAKU ORGANISASI Oleh : H. Chalid Sahuri. DEFINISI PERILAKU ORGANISASI Perilaku Organisasi, adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan."— Transcript presentasi:

1 PERILAKU ORGANISASI Oleh : H. Chalid Sahuri

2

3 DEFINISI PERILAKU ORGANISASI Perilaku Organisasi, adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan pengetahuan tentang bagaimana manusia berperilaku atau bertindak di dalam organisasi (Davis & Newstrom, 1989). Perilaku Organisasi adalah bidang ilmu yang menyelidiki dampak dari pengaruh individu, kelompok dan struktur dalam organisasi terhadap perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya yang bertujuan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam meningkatkan efektivitas organisasi (Robbins, 1993). Perilaku Organisasi, bidang studi mencakup semua aspek yang berhubungan dengan tindakan manusia yang tergabung dalam suatu organisasi atau kelompok kerjasama.

4 EMPAT UNSUR UTAMA DALAM MEMPELAJARI PERILAKU ORGANISASI Unsur psikologis, berhubungan dengan tindakan manusia itu sendiri, sebagai hasil dari studi psikologis. Unsur Ekonomi, berhubungan dengan usaha mempelajari tindakan manusia dalam organisasi, mengapa seseorang memasuki suatu organisasi. Unsur Organisasi dan manajemen, berhubungan dengan bagaimana mengatur manusia di dalam organisasi. Unsur peran manajer dan Kepemimpinan dalam upaya mencapai tujuan organisasi. (Walter R. Nord).

5 ELEMEN-ELEMEN KUNCI DALAM PERILAKU ORGANISASI Adalah manusia, struktur, teknologi dan lingkungan tempat organisasi tersebut beroperasi. Manusia membuat sistem sosial yang bersifat internal dari sebuah organisasi. Bisa merupakan kelompok-kelompok. Struktur organisasi, menentukan hubungan formal manusia di dalam organisasi. Teknologi, memberikan bantuan pada manusia dalam bekerja. Lingkungan, merupakan faktor luar yang mempengaruhi operasi setiap organisasi.

6 HAKEKAT MANUSIA Hakekat manusia mencakup empat konsepsi dasar : Perbedaan individual, manusia secara keseluruhan, perilaku yang bermotivasi, dan nilai-nilai kemanusian (martabat manusia). Dalam setiap bentuk usaha, pihak pimpinan patut mengerti setiap tindakan pegawainya/anak buahnya sebagai manusia. Setiap manajer/pimpinan perlu sekali memamahami berbagai cara pendekatan demi pengembangan kepribadiannya dan anak buahnya.

7 HAKEKAT ORGANISASI Hakekat organisasi mencakup dua konsep dasar yaitu : Organisasi dalam arti dinamis, yaitu sebagai sistem sosial/proses, dan organisasi dalam arti statis, yaitu sebagai wadah dalam kehidupan bersama. Menurut Sondang P. Siagian, organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan, dalam ikatan mana terdapat seorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang/sekelompok orang yang disebut bawahan. Organisasi dari sudut pandang administrasi dan manajemen, bahwa dalam setiap organisasi selalu ada seseorang/beberapa yang bertanggung jawab mengkoordinasikan sejumlah orang yang bekerja sama dengan segala aktivitas dan fasilitasnya.. Harus mengkoordinasikan aneka ragam kegiatan sekumpulan orang yang memiki kepentingan yang berbeda.

8 HAKEKAT ORGANISASI (Lanjutan) Organisasi dapat berbentuk perusahaan, devisi, departemen, group atau tim. Sebuah organisasi harus menyediakan direction framework (kerangka kerja arahan) sebagai panduan kegiatan dan dasar pengambilan keputusan organisasi. Dengan direction framework tersebut organisasi dapat menilai apakah kegiatan-kegiatan organisasi telah dilaksanakan dengan tidak menyimpang dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Semua keputusan harus dapat dievaluasi untuk menentukan kesesuaiannya dengan kerangka kerja tersebut. Direction framework yang harus disediakan organisasi, meliputi : visi, misi, strategi, prinsip, klien/pengguna, stakeholder, tujuan, sasaran, produk atau jasa, roles, responsibilities and skills.

9 DISIPLIN ILMU-ILMU PENDUKUNG PERILAKU ORGANISASI Psikologi, atensi pada masalah-masalah individual, seperti masalah kelelahan, kebosanan, faktor-faktor lain yang relevan dengan kondisi kerja, proses belajar, persepsi, kepribadian, latihan, efektivitas kepemimpinan, pemenuhan kebutuhan dan motivasi, kepuasan kerja, proses-proses pengambilan keputusan, penilaian prestasi kerja, pengukuran sikap, teknik pemilihan karyawan, desain kerja dan stres ditempat kerja. Sosiologi, mempelajari sistem sosial dimana individu dapat berperan di dalamnya. Mempelajari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Kontribusi secara khusus seperti perilaku kelompok, dinamika kelompok, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuatan, konflik dan perilaku antar kelompok.

10 DISIPLIN ILMU-ILMU PENDUKUNG (Lanjutan) Psikologi sosial, termasuk dalam area psikologi yang menggabungkan konsep-konsep psikologi dengan sosiologi, dengan fokus pada saling pengaruh antarmanusia. Salah satu yang diinvestigasi oleh ahli psikologi sosial, adalah “perubahan”. Terutama perubahan sikap, corak-corak komunikasi, proses-proses pengambilan keputusan oleh kelompok. Antropologi, mempelajari masyarakat untuk mendalami manusia dan segala aktivitasnya dalam pengaruh kultur dan lingkungan. Misalnya untuk mengerti perbedaan-perbedaan yang didasarkan oleh nilai, sikap dan perilaku antara orang-orang dari negara yang berbeda organisasi yang berbeda. Contoh : Kultur organisasi, lingkungan organisasi. Politik, untuk memahami bahwa organisasi dapat berperan sebagai kesatuan politik.

11 UPAYA MENGERTI PRIBADI PEGAWAI Ada tiga teori pengembangan kepribadian yang utama, yaitu : teori psiko-analitik (psychoanalytical theory), teori sifat atau perangai (trait theory), dan teori kebutuhan (needs theory). Teori psiko-analitik (Sigmund Freud), menurut teori ini untuk dapat memahami kepribadian seseorang, kita dapat melihat ke dalam dirinya (intrapsychic) apa yang menjadi dasar perilakunya. Di dalam diri setiap orang terdapat suatu “id” atau naluri untuk mencari kepuasan bagi dirinya sendiri dan juga “superego yang merupakan bagian dari jiwa manusia yang mengandung unsur ideal dan pikiran yang baik. Tindakan atau perilaku manusia, merupakan hasil konflik antara “id” dan “superego”. Konflik antara kedua faktor ini selalu berhasil didamaikan oleh “ego”. Pola perilaku manusia selalu bersifat defensif dan selalu dapat diperkirakan berdasarkan pengamatan atas bagaimana kompromi yang terjadi antara “id’ dan “superego”.

12 KEINGINAN MANUSIA Menurut Plato (jaman Yunani Kuno), keinginan manusia disebutnya dengan istilah “human Soul”, yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut aspek keinginan untuk mencari pengetahuan dan kemengertian (philosophie), keinginan berkuasa dan ambisi (spirited), dan nafsu untuk makan, minum, seks dan uang (appetite). Menurut Plato, setiap aspek tersebut dapat mendominasi perilaku manusia. Plato mengklasifikasikan manusia atas tiga golongan, yaitu : the philosophie, the ambitious, and the lovers of gain. (W. Jack Duncan, 1981).

13 MANUSIA MEMANDANG PERILAKU MANUSIA DALAM ORGANISASI Ahli perilaku cenderung berbeda pendapatnya dengan para manajer. “the rules of organizational behavior are rooted in some apriori assumption about innat human nature” (DK. Hart dan W.G. Scott). B.F. Skinner, (reinforcement theory), mengatakan bahwa tindakan manusia tidak selamanya bebas atau self- controlled beings, tetapi ditentukan oleh lingkungannya. Nicollo Machiavelli (Negarawan Italia abad XVI), pandangannya tentang perilaku organisasi, dengan nasehatnya bahwa : untuk menguasai penduduk sehingga mengurangi kemungkinan terjadi pemberontakan, lebih baik ditakuti daripada dicintai. Pandangan ini sebagian besar tercermin dalam konsep kepemimpinan yang otokratis.

14 LANDASAN PERILAKU ORGANISASI BERDASARKAN MANAJEMEN MODERN 1. Birokrasi : Max Weber memberikan perhatian terutama pada struktur organisasi yang kompleks (orientasi Akademis) 2. Organisasi Administratif : Henri Fayol, memberikan perhatian terutama pada peranan manajer dalam memimpin organisasi (orientasi praktis). 3. Manajemen Ilmiah : Frederick W. Taylor, memberi perhatian terutama pada pekerjaan (pelaksana).

15 HUBUNGAN ANTAR-MANUSIA, PERGESERAN DARI STRUKTUR KE MANUSIA Mary Parker Follet (filosof politik), berpendapat bahwa koordinasi sebaiknya didasarkan pada konsensus atau persetujuan bersama dan tidak berdasarkan kewenangan (authority) dan pengarahan ( direction). Chester E. Barnard (Mantan Presiden New Jersey Bell Telephone Company), mengatakan untuk mendapat konsensus tersebut, syaratnya adalah manajer mempunyai kewenangan apabila anak buahnya menerima kewenangan tersebut. Henry Dennison, sebagai orang yang telah menggeser konsepsi strukturalis ke hubungan antar-manusia, orang pertama yang mempraktekan konsepsi manajemen partisipasi (participative management).

16 TEORI SIFAT ATAU PERANGAI Menurut teori ini, kepribadian seseorang selalu tetap dan tidak berubah atau sulit berubah. Oleh itu mudah untuk memperkirakan perilaku seseorang. Sifat dan perangai seseoranglah yang membedakannya dengan orang lain. Sifat seseorang sudah ada sejak lahir, dan dibagi secara unik, tidak berubah sepanjang masa, dapat diukur secara kuantitatif dan dapat digunakan untuk menduga bagaimana ia akan bertindak. Sifat atau perangai seseorang dapat diteliti dengan pendekatan : biologis, yakni dilihat dari faktor genetisnya. Selanjunya dari sifat kejiwaan, seperti ketenangan, kehangatan dan sebagainya. Sifat kejiwaan menjelma dalam cara ia bertindak.

17 TEORI KEBUTUHAN Teori hirarki kebutuhan (hierarchy of needs), atau teori Maslow atau teori Motivasi. Maslow dalam membangun teorinya bersifat deduktif, dengan tiga asumsi pokok, yaitu : a. People are wanting animals. Their desire are never completely satified. (Manusia adalah mahluk yang selalu berkeinginan. Keinginan mereka selalu tidak pernah terpenuhi seluruhnya. b. A satisfied need is not a motivator of human behavior (Kebutuhan atau keinginan yang sudah terpenuhi tidak akan menjadi pendorong lagi). c. Human needs are arranged in a hierarchy of importance. (Kebutuhan manusia tersusun menurut hirarki tingkat pentingnya).

18 A THEORY OF HUMAN MOTIVATION (Abraham Maslow) 1. Biological needs, Kebutuhan biologis, seperti kebutuhan akan makan, minum, seks, dan sebagainya. 2. Safety needs, kebutuhan akan rasa aman. 3. Belongingness needs, kebutuhan untuk diterima dan dihormati oleh orang lain. 4. Esteem needs, kebutuhan untuk mempunyai citra baik. 5. Self-actualization needs atau kebutuhan untuk menunjukkan prestasi yang terbaik.

19 TEORI UNTUK BERPRESTASI (achievement motive) David McClelland, berasumsi bahwa semua kebutuhan adalah karena dipelajari, sehingga kepribadian juaga akan berubah kalau seseorang belajar. Apabila seseorang anak sejak kecil dilatih berusaha untuk berprestasi, diberi kebebasan untuk berinisiatif dan menolong dirinya sendiri, ia akan mempunyai motivasi berprestasi yang lebih tinggi dari yang sebaliknya. Pengalaman dan lingkungan seseorang pada waktu kecil mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. McClelland menemukan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara buku yang dibaca oleh seseorang dengan tingkat motivasinya. Selanjutnya dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara tingkat motivasi berprestasi masyarakat dengan tingkat kemajuan perekonomiannya. Teori McClelland, dalam manajemen berarti bahwa seorang manajer harus dapat membantui setiap pegawainnya yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi untuk kemanfaatan organisasi.

20 PERILAKU MANUSIA : SUATU PANDANGAN KESISTEMAN Pandangan kesisteman adalah jalan yang paling mudah untuk mengerti perilaku manusia. Perilaku manusia ditentukan oleh proses input dan output, artinya bahwa manusia adalah suatu sistem yang terbuka, manusia berintegrasi dengan lingkungan dan hidup dalam lingkungan. Seseorang mendapatkan input dari lingkungannya, kemudian melakukan proses transformasi dan melakukan suatu tindakan atau berperilaku tertentu. Tindakan dan perilakunya merupakan masukan lagi bagi lingkungannya. Kombinasi antara lingkungan seseorang dengan sifat-sifat yang dibawa sejak lahir akan menimbulkan kebutuhan dan dorongan untuk berkembang (W.Edgar Vinacke).

21 INTERAKSI PEMBAWAAN SEJAK LAHIR DENGAN LINGKUNGAN Bahwa tindakan manusia selalu ada penyebabnya/pendorongnya dan mempunyai maksud tertentu. Menurut Kurt Lewin, Personality = f (heredity, experience). Atau kepribadian adalah fungsi dari pembawaan sejak lahir dan lingkungan (pengalaman). Unsur biologis, sifat-sifat genetik orang tua menurun kepada anaknya dan membentuk beberapa sifat fisiknya. Para ahli berpendapat bahwa semua faktor genetik mempengaruhi perilaku seseorang. Warna mata, warna kulit, dianggap dapat menunjukkan perilaku seseorang. Banyak ahli psikologi berpendapat, bahwa pembawaan sejak lahir tidak begitu berpengaruh dibandingkan dengan pengalaman.

22 Pengalaman dan Lingkungan terhadap Perilaku Sejak lahir manusia sudah berinteraksi dengan lingkungannya, menunjukkan adanya pengalaman. Hasil penelitian para ahli membuktikan bahwa pengalaman dan latar belakang kehidupan seseorang pada waktu kecil akan menentukan kepribadiannya dan mempengaruhi pula perilakunya dalam organisasi. Sintesa. Dari hasil penelitian terbukti bahwa terdapat interaksi yang sangat kuat antara pembawaan sejak lahir dengan pengaruh pengalaman. Begitu eratnya, sampai tidak seorangpun dapat membedakan unsur mana yang lebih penting. Faktor lingkungan. Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh pengalamannya, termasuk lingkungannya. Interaksi dengan lingkungan merupakan suatu bagian penting dari proses belajar.

23 UTS PERILAKU ORGANISASI TAHUN Apa yang saudara ketahui tentang “perilaku organisasi” ? 2. Mengapa mempelajari perilaku organisasi penting untuk saat ini, beri alasan saudara ? 3. Apa yang anda pahami tentang asumsi dari Abraham Maslow, tetang teori kebutuhan manusia atau teori jenjang kebutuhan ?. 4. Menurut anda siapa manusia itu, apakah perilakunya dapat dipelajari ?

24 FAKTOR KEBUDAYAAN Kebudayaan dirumuskan sebagai kesatuan dan keseluruhan yang kompleks, mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasaan lainnya yang dipunyai manusia sebagai anggota suatu masyarakat (Edward B.Tylor). Menurut Bernard Berelson, dan Gary Steiner, ciri-ciri kebudayaan, yaitu : perilaku yang dipelajari, hasil bersama, mempengaruhi cara bagaimana seseorang memenuhi kebutuhannya, selalu selaras, artinya setiap bagian dari kebudayaan saling menyesuaikannya.

25 KELAS SOSIAL DAN NILAI KERJA Kelas sosial menampakkan diri dalam berbagai bentuk, yaitu : penggolongan ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Kelas sosial akan mempengaruhi sistem nilainya, dan berpengaruh pada nilai kerja seseorang dalam organisasi. Menurut Leonard Pearlin dan Melvin Kohn, bahwa seseorang yang tergolong kelas sosial yang tinggi mempunyai keinginan untuk mengembangkan dirinya sendiri, sedangkan mereka yang berasal dari kelas sosial yang lebih rendah cenderung lebih mempertahankan tradisi dan norma yang sudah ada.

26 PERSEPSI Menurut Hamner dan Organ, persepsi adalah suatu proses dengan mana seseorang mengorganisasikan dalam pikirannya, menafsirkan, mengalami, dan mengolah pertanda atau segala sesuatu yang terjadi di lingkungannya. Di dalamnya tersirat tiga unsur utama, yaitu proses kognisi, proses belajar, dan proses pemecahan persoalan atau proses pemilihan perilaku. Persepsi sangat bersifat pribadi dan usaha sungguh-sungguh memahami persepsi orang merupakan bagian penting dari studi perilaku organisasi.

27 IMPLIKASI PERSEPSI BAGI MANAJEMEN Manusia dipengaruhi oleh rangsangan secara tidak sadar, seseorang berperilaku berdasarkan prasangka yang sesungguhnya tidak disadarinya. Apabila faktor tidak nyata dijadikan pertimbangan, akan mempengaruhi perilaku seseorang. Emosi dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku seseorang. Manusia sering menilai pentingnya suatu ransangan berdasarkan faktor personal. Mungkin saja informasi yang diberikan oleh bawahan dianggap lebih berharga daripada memo seorang pemimpin.(Zalkind dan Costtello).

28 SIKAP DAN PERILAKU Sikap atau attitude, adalah suatu cara berreaksi terhadap suatu rangsangan yang timbul dari seseorang atau dari suatu situasi. Sikap sering dinyatakan atau diikuti oleh pendapat (opini). Pendapat dapat dirumuskan sebagai suatu pernyataan setelah kita melakukan sesuatu penilaian atau pertimbangan. Sikap seseorang merupakan perpaduan antara masa lampaunya dengna keadaan lingkungannya masa kini. Sikap seseorang terdapat faktor lain, yaitu prasangka atau prejudice. Prasangka sebagai pendapat negatif mengenai sesuatu tanpa memperhatikan kenyataan. Prasangka memberikan pengaruh terhadap sikap seseorang, maka prasangka mempengaruhi pula perilaku seseorang dalam organisasi.


Download ppt "PERILAKU ORGANISASI Oleh : H. Chalid Sahuri. DEFINISI PERILAKU ORGANISASI Perilaku Organisasi, adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google