Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Visi adalah cita - cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Visi adalah cita - cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka."— Transcript presentasi:

1 visi adalah cita - cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi Planing merupakan salah satu fungsi manajer yg berkaitan dg tindakan milihan berbagai alternatif terbaik yg akan dikerjakan untk wktu yg akan datang untk mencapai tujuan, kebijakan, prosedur, dan program yg diinginkan. (peramalan, asumsi, prediksi)

2 Kegiatan Planing: 1. Penetapan tujuan (sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan) 2. Policy (kegiatan yg dilakukan untk mncapai tjuan) 3. Strategi (menetapkan arah kegiatan / cara2 untk mencapai tjuan) 4. Prosedur (menetapkan ururan tindakan yg akan dilakukan) 5. Program (menyusun program kerja yg merupakan kombinasi / rangkaian kegiatan 1,2,3,4 diatas, termasuk menyusun anggaran & kebutuhan tenaga kerja

3 Fungsi Planing : sebagai pedoman dlm melaksanakan kegiatan Manfaat Planing: 1. Mempermudah koordinasi (dapat memperoleh tindakan yg tepat & terkoordinasi) 2. Dalam berbagai situasi dpt mengatasi berbagai masalah (kesulitan2 dihindari) 3. Dapat memilih metode yg paling baik & tepat 4. Memperlancar pelaksanaan tugas & tanggung jawab 5. memperoleh kepastian tujuan 6. memperoleh pedoman kerja shg mempermudah pengawasan 7. Dapat mengura ngi resiko kesalahan

4 Perencanaan strategis adalah suatu rencana spesifik jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. pentingnya Perencanaan Strategis : 1.Perencanaan strategic memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentukperencanaan lainnya yang harus di ambil. 2.Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahamanmbentuk-bentuk perencaaan lainnya.

5 Ciri-Ciri Perencanaan Strategis diantaranya yaitu: -Memfokuskan pada pengidentifikasian dan pemecahan isu-isu strategis -Menekankan penilaian terhadap lingkungan baik eksternal dan internal -Memperkirakan hal-hal baru, diskontinuitas, penuh kejutan (Ansoff, 1980) -Berorintasi pada tindakan, bersifat partisipatif, lebih empati terhadap kelemahan, kekuatan, hambatan, peluang suatu komunitas (Kaufman & Jacobs, 1987) -Efektif sebagai penghubung antara kebijakan yang kaku dengan tindakan nyata (Kraemer,1973) -Melibatkan peran-peran penting pembuat kebijakan -Mensyaratkan visi yang komprehensif -Menjawab pertanyaan dasar. -Memberikan kerangka kerja untuk perencanaan yang lebih terinci dan untuk keputusan harian. -Melibatkan kurun waktu yang lebih lama dari pada jenis perencanaan - lainnya. -Membantu memfokuskan energy dan sumber daya perusahaan pada kegiatan dengan prioritas utama. -Merupakan kegiatan tingkat puncak dalam arti manajemen puncak harus terlibat secara aktif.

6 Antara Visi, Misi, dan Perencenaan Strategis memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mebutuhkan.Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan padaakhir periode perencanaan, Misi adalah rumusan umummengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi, sedangkan Perencanaan Strategis merupakan proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akandialokasikan ke setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan.

7 Organizing: Proses menciptakan hubungan2 antara fungsi personalia dan faktor fisik agar kegiatan2 yg dilaksanakan dpt disatukan & diarahkan dlm pencapaian tujuan, atau keseluruhan aktivitas pengelolaan dlm pengelompokan orang, menetapkan tugas, fungsi dan wewenang serta tanggung jawab masing2 bagian shg tercipta suatu aktivitas yg berdaya guna & berhasil guna dalam mencapai tujuan yg telah ditetapkan.

8 Langkah2 Organizing: 1. Merumuskan tujuan organisasi 2. Penetapan tugas pokok 3. Merinci seluruh pekerjaan 4. Membagi tugas & tanggung jawab 5. Pendelegasian wewenang 6. Mengkoordinasikan pekerjaan anggotanya 7. Memantau efektifitas organisasi & mengambil langkah2 yg sesuai Manfaat Organizing: 1. Terjalin pola hubungan kerja yg baik 2. Setiap anggota organisasi mengetahui dg jelas tugas & tanggung jawab serta wewenangnya

9 Organisasi garis / lini (Henry Fayol): Kekuasaan dipegang oleh top manajer, komando disampaikan kepada bawahan melalui kepala2 bagian Kebaikan: -Struktur organisasinya sederhana / mudah -Pembagian harga jelas -Pengambilan keputusan cepat (tdk perlu kompromi) -Koordinasi dan pengawasan secara ketat mudah dilaksanakan -Disiplin terjamin Keburukan -Tugas & T.J pimpinan berat (krn pimpinan satu) -Sulit mendapatkan pimpinan yg serba bisa -Sistem bekerja tiap2 bagian individual -Inisiatif bawahan tdk dpt berkembang krn pimpinan diktator (krn harus menurut atasan) Ciri2: Organisasi praktis & sederhana, adanya kesatuan komando (unity of command), pimpinan tunggal, biaya murah (krn tdk perlu banyak pegawai).

10 Organisasi Fungsional (F.W. Taylor) Organisasi dikelompokkan menjadi beberapa bagian & tiap2 bagian dipimpin oleh seorang ahli yg mempunyai wewenang untk mengatur & menggerakkan bawahan, shg bawahan dipimpin oleh banyak ahli Ciri2: Tiap2 bagian dipimpin oleh seorang ahli, karyawannya mempunyai banyak atasan, tdk memperhatikan struktur herarki Kelebihan: -Adanya pembidangan tugas yg jelas, - Adaya spesialisasi yg dpt meningkatkan produktivitas kerja (keahlian dpt berkembang) -Penempatan tenaga kerja sesuai dg kemampuan Kekurangan: -Akibat spesialisasi sulit untk diadakan pertukaran karyawan antar bagian -Karyawan memiliki banyak atasan, tetapi T.J penuh ada pada bagian masing2, akibatnya sulit untk koordinasi, keterampilan pekerja terbatas pada bagian tertentu

11 Actuating: tindakan / upaya2 untuk mendorong semangat kerja (menggiatkan) para karyawan agar dapat bekerja dengan baik (maksimal) dengan perasaan senang dalam melaksanakan tugas dan T.Jnya untuk mencapai sasaran2 (memberi motivasi) 1.Abraham Maslow Mengemukakan teori hirarkhi kebutuhan manusia yg terdiri atas kebutuhan: -Fhysiological needs (kebutuhan sandang, pangan, dan biologis (seks), -Kebutuhan keamanan (safety needs), yg meliputi keamanan jiwa & harta benda, -Kebutuhan sosial (social needs), -Kebutuhan akan prestige, -Aktualisasi diri.

12 2. McClelland Merumuskan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari: -Kebutuhan akan kekuasaan, di mana orang2 tertentu akan berusaha menduduki posisi pimpinan yg biasanya orang tsbt mempunyai sifat ambisi, keras kepala, daya kreatif, suka menuntut, senang mengajar & berbicara di depan forum -Kebutuhan akan berafiliasi, dimana orang tsbt senang berhubungan dg orang2 lain dg rasa penuh rasa sayang & menghindari kekecewaan bila ditolak oleh kelompok sosial, krn itu berusaha menghibur & membantu orang lain yg menderita kesusahan -Kebutuhan berprestasi, dimana seseorang akan berusaha meningkatkan prestasinya, takut bila mengalami kegagalan, ada rasa petualangan dan bila berhasil akan memuaskan dirinya.

13 3. McGregor Menurutnya ada dua sikap dasar yg mempengaruhi motivasi yaitu: a. Sikap dasar yg dilandasi oleh teori X b. Sikap dasar yg dilandasi oleh teori Y -Teori X berasumsi bahwa kebanyakan manusia lebih suka diawasi dari pada diberi kebebasan, sebab mereka tdk senang menerima T.J, malas & selalu ingin aman saja. Motivasi kerja mereka adlh uang, hadiah, & keuntungan finansial -Teori Y adlh teori motivasi yg teliti dg asumsi dasar bahwa manusia pada hakekatnya suka bekerja. Manajer yg menggunakan teori Y bersifat terbuka & mendorong stafnya untk maju & berkembang

14 4. Herburg Mengembangkan teori motivasi yg terkenal dg teori dua faktor: Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa kepuasan tdk disebabkan oleh tdk adanya sesuatu yg menyebabkan ketidakpuasan, tetapi krn faktor yg dinamakan Satisfer (pemuas). Pemuas itu berasal dari pekerjaan yg langsung mereka peroleh krn melakukan pekerjaan, berupa: -Prestasi (achivement) -Pengakuan (recognition) -Kemajuan -Perasaan melakukan pekerjaan yg menarik -Tanggung jwb Di pihak lain ada fakta kesehatan (hygiene facta / faktor lingkungan yaitu: -Kebijaksanaan administrasi -Supervisi -Kondisi kerja -Hubungan antar manusia -Uang, status, & rasa aman

15 Controling (pengawasan/pengendalian): Suatu tindakan / usaha berupa proses pengamatan, pengkoreksian, dan pengevaluasian seluruh kegiatan organisasi agar mengetahui keadaan sasaran obyek yg diperiksa untuk menemukan ada atau tidaknya kesalahan2, serta untuk menentukan / menjamin apa yg harus dikerjakan (diselenggarakan) sejalan dg rencana. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki, mengendalikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan-kesalahan dalam kegiatan organisasi

16 Proses Controling: 1. Menentukan standar penilaian 2. Memonitor kerja bawahan 3. Membandingkan hasil kerja dg standar yg telah ditentukan 4. Melihat apa terjadi penyimpangan / kesulitan2 5. Followup = Jika ada penyimpangan diperbaiki & jika ada kesulitan diatasi dg mengambil tindakan Tujuan Controling: -Mencari sebab2 terjadinya penyimpangan / kegagalan agar dpt diperbaiki -Mencegah terjadinya penyimpangan dari rencana & tujuan yg telah ditetapkan -Mendidik pekerja agar disiplin & bertanggung jawab -Menilai hasil kerja bawahan

17 Value for money: -Ekonomis: input yg seharusnya dg input yg senyatanya (lebih kecil) & hasilnya tdk diperhatikan => Hemat -Efektif: Output seharusnya dg output senyatanya (lebih besar) => Target maksimal -Efisien: Perbandingan antara input & output (lebih memperhatikan hasilnya) Struktur Terbentuk Oleh: -Division of work (pembagian tugas) -Depertementalisasi -Span of control (Jenjang/tingkat pengawasan) -Delegacy of authority (Pendelegasian wewenang) efisien Input output... Tujuan Ekonomis Efektivitas Input output...Realisasi

18 Organisasi: Suatu kumpulan / kesatuan 2 orang / lebih yg memiliki tujuan bersama shg mereka secara sadar bekerjasama untk mewujudkan tujuan tsbt dg sturktur & metode (cara) tertentu yg telah disepakati. Manajemen: Seperangkat kegiatan dlm rangka merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan (memimpin), dan melakukan pengawasan thdp sumber daya yg diginakan (SDA & SDM) untk mencapai suatu tujuan dg menggunakan orang lain & dg suatu metode (cara) tertentu dg sistem pembagian tugas / wewenang / tanggung jawab. Manajer: Merupakan seseorang yg bekerja melalui orang lain & bertugas untk bertanggung jwb & bertanggung gugat atas segala sesuatu yg terjadi dlm organisasi, serta berperan dlm menyeimbangkan & menentukan prioritas thdp tujuan2 yg saling bertentangan dg berfikir secara analitis & konseptual.

19 Tingkat Manajer: 1. Top Manajer: Merupakan menejer paling atas yg bertugas untk bertanggung jawab atas semua hal yg terjadi dlm organisasi serta bertugas untk membuat strategi / kebijakan dlm rangka memajukan organisasi dlm jangka panjang (Conseptual skill 40 %, Human or social skill 50 %, Tecnical skill 10%) 2. Middle Manajer: Merupakan manajer tengah yg bertugas untk menyeimbangkan antara tugas yg diberikan oleh atasan dg kemempuan yg dimiliki oleh bawahan, serta memiliki tugas untk mengarahkan para manajer lini dlm melaksanakan kebijakan organisasi ( CS. 30 %, HoSs 50 %, TS 20%) 3. Manajer Lini: Merupakan manajer paling bawah yg berhubungan langsung dg bawahan/pekerja, dia bertugas untk mengarahkan karyawan dlm bekerja shg kemampuan yg harus ia miliki adlh (CS. 10%, HoSs 50%, TS 40%) Peran Manajer: Inter personal (figur), Informasional (penyebar informasi), Pengambilan keputusan


Download ppt "Visi adalah cita - cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google