Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Model Linier Klasifikasi 2 arah Model Linier Program Pasca Statistika UB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Model Linier Klasifikasi 2 arah Model Linier Program Pasca Statistika UB."— Transcript presentasi:

1 Model Linier Klasifikasi 2 arah Model Linier Program Pasca Statistika UB

2 Pada Kasus CBR berdasarkan Social Setting dan Family Planning Effort Faktor 1: Setting, dengan 3 level (Low, Medium, High) Faktor 2: Effort, dengan 3 level (Weak, Moderate, Strong)

3 Model 2 faktor aditif dengan interaksi Dengan asumsi yang sama seperti model-model sebelumnya: Di mana nilai tengah dari sebaran normal tersebut diasumsikan: Parameter baseline/reference Parameter efek faktor baris level ke i Parameter efek faktor kolom level ke j Parameter efek Interaksi

4 # parameter: 1 + #level faktor baris + #level faktor kolom + (#level faktor baris × #level faktor kolom) Digunakan pendekatan cell referenced Dengan pendekatan regresi dummy, faktor interaksi adalah perkalian dari variabel dummy yang menggambarkan kombinasi semua level faktor baris dan semua level faktor kolom

5 Struktur pendugaan model: Contoh: respons di kolom 2 relatif terhadap kolom 1 tidak sama untuk setiap baris. Perbedaan terletak pada faktor interaksi.

6 Interpretasi µ adalah nilai duga dari sel yang menjadi referensi α i adalah efek level i dari faktor baris relatif terhadap level 1 β j adalah efek level j dari faktor kolom relatif terhadap level 1 (αβ) i j : efek tambahan dari level i faktor baris relatif terhadap level 1 ketika berada di level j faktor kolom daripada di level 1.

7 Model 2 faktor aditif dengan interaksi pada data CBR Interpretasi interaksi secara grafis Ada indikasi perbedaan pola pergerakan dari Weak – Moderate – Strong pada seteiap level Setting

8 Kasus khusus pada contoh ini adalah kombinasi yang tidak lengkap Tidak ada respons yang mempunyai kombinasi low setting dan strong effort Interaksi pada kasus seperti ini memang tidak ada dan tidak perlu didefinisikan pada matriks model X Akibat penggunaan cell referenced secara otomatis interaksi untuk kombinasi ini akan = 0 Efek, sel tersebut tidak dapat digunakan untuk referensi bagi baris-baris lainnya

9 Interaksi: – Efek tambahan pada perbedaan respons pada strong effort relatif terhadap weak effort pada setiap setting (penduga pada kolom strong – penduga pada kolom weak) Low Medium High Karena kombinasi Low-Strong memang tidak ada, tidak dapat dijadikan referensi untuk perbandingan pengaruh interaksi Interaksi pada medium setting yang dijadikan referensi.

10 Tambahan batasan selain: Interaksi medium – strong dibuat sebagai referensi: Parameter: 5 faktor utama, dan 3 faktor interaksi

11 Matriks X Dengan 8 parameter, matriks X berukuran 8 × 8

12 Hasil Pendugaan Perbedaan respons pada strong effort relatif terhadap weak effort pada high setting lebih tinggi 0.33 daripada medium setting Perbedaan respons pada moderate effort relatif terhadap weak effort pada medium setting lebih rendah daripada low setting Perbedaan respons pada moderate effort relatif terhadap weak effort pada high setting lebih rendah 6.58 daripada low setting

13 Analisis ragam Hanya efek utama yang nyata, sedangkan faktor interaksi tidak mempunyai efek yang nyata. SumberJKdbKTFNilai P Setting Effort|Setting Interaction Residual Total


Download ppt "Model Linier Klasifikasi 2 arah Model Linier Program Pasca Statistika UB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google