Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 SESI 14 PATOLOGY of MUSKULOSKELETAL SYSTEM (GANGGUAN OTOT, KERANGKA-TULANG) & INTEGUMENTUM SYSTEM (KULIT)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 SESI 14 PATOLOGY of MUSKULOSKELETAL SYSTEM (GANGGUAN OTOT, KERANGKA-TULANG) & INTEGUMENTUM SYSTEM (KULIT)"— Transcript presentasi:

1 1 SESI 14 PATOLOGY of MUSKULOSKELETAL SYSTEM (GANGGUAN OTOT, KERANGKA-TULANG) & INTEGUMENTUM SYSTEM (KULIT)

2 2 DESKRIPSI Pembahasan materi meliput struktur dan gangguan pada ligamenta, persendian, kartilago, sinovia, tulang. Kondisi fraktur berserta “First Aid” patah tulang. Gangguan otot, tipe musculo-dystrophy, gangguan tulang punggung (spine), diagnosis, terapi & prevensi: gangguan-ganguan yang mungkin terjadi pada kulit sebagai sistem integumentum tubuh

3 3 TUJUAN UMUM Memahami berbagai tipe gangguan pada sistem otot dan kerangka tulang, pertolongan pertama pafa patah tulang, berbagai tipe gangguan otot, diagnosis, terapi dan prevensinya; memahami: gangguan- ganguan yang mungkin terjadi pada kulit sebagai sistem integumentum tubuh

4 4 TUJUAN KHUSUS, TOPIK & SUBTOPIK BAHASAN Menjelaskan: Gangguan: - ligamenta, - persendian, - kartilago, - sinovia, - tulang, - fraktur berserta “First Aid” patah tulang Gangguan: - otot - tipe musculo-dystrophy, terapi & prevensi - tulang punggung (spine), diagnosis & terapi Gangguan : - sistem integumentum kulit. - diagnosis dan terapinya.

5 5 GANGGUAN SISTEM OTOT & KERANGAKA TULANG Penyakit primer sistem muskuloskeletal adalah umum pada masyarakat. Sistem skeletal & jaringan sekitarnya Merupakan alat pelindung berbagai organ dan struktur penting di dalam tubuh sistem terkait menjadi sangat berisiko terkena -trauma -gangguan berulang dan -cedera.

6 6 Lanjutan: Sistem musculoskeletal Kerap harus menghadapi imobilisasi akibat: -bed-rest, -spalk (casting), dan -splinting sistem akan bereaksi cepat terhadap kekurangan stress (tekanan) ini yang cenderung berdampak terhadap upaya penyembuhan dan rehabilitasi

7 7 SISTEM MUSKULO-SKELETAL Sistem ini tidak berfungsi sendirian. Penyakit primer sistem ini akan berdampak nyata pada sistem tubuh lain-lain dan sebaliknya. Penyakit tertentu adalah sistemik (menyerang berbagai bagian tubuh lain) tantangan yang mendesak untuk upaya penyelenggaraan program rehabilitasi adalah apabila yang dihadapi merupakan gangguan multisistem yang komplek. ( Petikan dari William G. Boissonnault, Chapter 18)

8 8 LIGAMENT Serabut jaringan fibrous putih yang elastis yang merupakan komponen penting dari persendian, pengikat ujung tulang, kuat dan mampu mencegah gerak berlebih dari sendi. Ligament juga menopang/penunjang berbagai organ tubuh, di antaranya: -uterus, -kandung kemih, -hati dan -diafragma serta penopang untuk mempertahankan -bentuk payu dara.

9 9 Cedera Ligamenta Khususnya ligamant: - mata kaki, -lutut yang sering terserang cedera. Cedera minor (sprain) bisa diatasi dengan: kompres dingin, dibalut, kadang perlu terapi fisik. Ligament yang robek perlu imobilisasi sendi terkait, atau operasi.

10 10 JOINT(Arthros) (Sendi, persendian) Bagian ujung tulang tempat dua tulang bertemu, Ini tertutup oleh tulang rawan (cartilage) serta bantaran membrane synovia. Ada beberapa bentuk persendian: 1. melekat erat (tulang tengkorak kepala). 2. dapat gerak terbatas (tulang vertebra). 3. bisa mobile leluasa  memungkinkan tercipta berbagai bentuk gerak: Contoh: -bahu, -tungkai bawah

11 11 Gangguan Persendian: -Sprains, ligament tears (robek), cartilage damage, dan robeknya capsula sendi. -Dislocation umumnya akibat cedera, terkadang kongenital. -Sub-luxation (partial dislocation) -Fracture (patah tulang) di ujung tulang:  hemarthrosis (ada perdarahan pada sendi)  effusion akibat inflamasi synovitis. -Sendi sering terserang inflamasi: -arthritis, -bursitis (akibat iritasi lokal, strain)

12 12 KOMPLIKASI GANGGUAN Komplikasi gangguan bisa:  deformitas permanent.  yang temporer sering pada kanak-2, kadang perlu operasi untuk atasi deformitas (kerusakan/ketidak sempurnaan bentuk)

13 13 CARTILAGE (Tulang rawan) Tipe jaringan ikat yang walau tidak sekeras jaringan tulang namun merupakan bagian penting dari sistem rangka tulang, khususnya di persendian. Rangka tulang janin sebagian besar terdiri dari tulang rawan yang kemudian menjadi tulang. Tulang rawan terdiri dari sel khusus chondrocytes yang terletak di dalam matrix tulang, atau substansi dasar yang terdiri dari berbagai kadar kolagen (mirip jeli).

14 14 Cartilage (Lanjutan) Berdasarkan perbedaan proporsi jaringan kolagen tersebut serta kekuatan elastisitasnya, cartilage terbagi menjadi 3 tipe jenis tulang rawan: (1)Elastic cartilage: daerah telinga, epiglotis. Sifatnya lunak, kenyal mirip karet (2)Fibro-cartilage, daerah inter-vertebra, serta bantalan penyerap tekanan pada berbagai sendi. sifatnya kuat, mengandung banyak jaringan padat dan kuat (3)Hyaline cartilage di daerah sendi bahu, lutut. Sifatnya kuat, halus dan licin, merupakan penutup daerah pergeseran sendi, bila rusak  gerak sendi  rasa sakit.

15 15 SYNOVIUM (sinovia) Membrane tipis penutup jaringan fibrous kapsul pembungkus bagian sendi yang dapat gerak, dan juga merupakan bagian penutup tendon- tendon khusus (tangan, kaki dan pelapis terowongan fibrosa atau tulang). Membrane ini menghasilkan cairan sinovia yang bening, kental lengket mirip putih telur berfungsi melumat sendi atau tendon terkait. Synovia bisa meradang = synovitis, Radang yang di tendo = teno-synovitis

16 16 SYNOVIA (Lanjutan) Synovitis: Bisa akut (akibat infeksi, cedera atau overuse) Bisa kronik, reccurent atau persistent: (pada rheumatoid arthritis) Akibat inflamasi menghasilkan cairan berlebih  sendi bengkak, berair, sakit, panas dan merah. Diagnosis: arthrocentesis, biopsy. Terapi: Istirahat, di-spalk (splint atau cast) Obat NAIDs, suntik cortison, dan Antibiotika causalis Yang kronik tidak respon dengan obat, bisa  synovectomy.

17 17 GANGGUAN TULANG (DISORDERS OF BONE) Tulang bisa terkena berbagai tipe gangguan yang menyerang jaringan tubuh lain, struktur yang keras mengakibatkan gangguan bisa menimbulkan komplikasi yang berlebih. Apabila terkena pukulan atau tekanan keras yang berulang  bisa: -fracture (patah tulang), -juga bisa terserang infeksi (osteomyelitis, atau bahkan abses), -hasil inflamasi bisa mengganggu suplei darah  kematian bagian terkait.

18 18 GANGGUAN TULANG (Lanjutan-1) Gangguan genetik: - achondroplasia - osteogenesis imperfecta Gangguan ini mengakibatkan bentuk tubuh kerdil. Gangguan nutrisi: Kekurangan vitamin D: - pada kanak-2  rickets - pada dewasa  osteomalacia Kedua-duanya  tulang lunak menggangu bentuk

19 19 GANGGUAN TULANG (Lanjutan -2) Gangguan hormonal: Bila kelenjar pituitary memproduksi berlebih hormon pertumbuh-an sebelum pubertas, maka  gigantism. Hormon paratiroid yang berlebih  kista tulang Gangguan hormonal juga bisa menimbulkan osteoporosis.

20 20 GANGGUAN TULANG (Lanjutan -3) Tumor-2: Bisa malignant (ganas) bisa benign (jinak). Osteochondroma adalah yang terumum, timbul sering sejak kanak-2. Osteoma dan chondroma tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat menyerang semua tulang (tidak perlu terapi kecuali tumor besar yang menekan jaringan (darah, saraf) dan memberi gejala). Giant sel tumor: osteoclastoma pada dewasa muda (> pada kaki atau lengan) menimbulkan rasa sakit  harus operasi.

21 21 GANGGUAN TULANG (Lanjutan -4) Degenerasi: >> pada manula. Pada osteoarthritis, permukaan sendi aus akibat pemakaian, terjadi pada berbagai persendian tulang. Gangguan Autoimunitas: Pada ini sistem imune tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Yang utama menyerang sendi: rheumatoid arthritis.

22 22 GANGGUAN TULANG (Lanjutan -5) Gangguan lain-2: Pagets disease tulang, bagian luar menebal dan bagian dalam spongi (berongga seperti spons) Pemeriksaan: -X-ray, -CT-scan, -Radionucleid, -Biopsy, -test darah, (periksa kadar nutrient: Vit D dan Kalsium).

23 23 FRAKTUR (FRACTURE) Patah tulang umumnya akibat terjatuh, umumnya bentuk fraktur bisa -memotong tulang (Transversal) - memanjang (Longitudinal) -miring (Oblique) - spiral (Spiral) Tipe fraktur: Ada 2 yang utama: (1)tertutup (Closed, simple). Bagian tulang yang patah tetap ada di bawah kulit dengan kerusakan jaringan sekitarnya sangat minim. (2)terbuka (Open, compound) bagian tulang keluar dari kulit.

24 24 FRAKTUR (FRACTURE) (Lanjutan) Apabila kedua ujung yang patah tergeser saling menjauh = fracture displaced. Bila kedua ujung tetap tidak bergerak dan hanya ada sedikit retak pada tulang. Pathological fracture: Fraktur yang terjadi pada tulang yang telah sakit. (Contoh: osteoporosis).

25 25 FRAKTUR (Lanjutan –2) Sebab & Insidens: > akibat cedera mendadak yang mengakibatkan tekanan keras yang melampaui tahanan kekuatan tulang terkait: bisa direk (terpukul palu) bisa indirek (gerak melintir kaki yang menimbulkan tekanan tarikan berlebih pada tulang tibia) Osteoporosis atau kanker mengakibatkan lunaknya masa tulang sehingga tulang mudah patah akibat cedera sekalipun yang ringan.

26 26 FRAKTUR (Lanjutan –3) Site umum fraktur: - tangan dan pergelangan (Colles’s fracture) - sendi tumit, clavicula, leher femur umumnya akibat jatuh. Manula rentan karena lebih sering jatuh dan tulang karena rapuh. Simtoma dan Tanda-2: -bengkak, dan -sakit (pada site), -bisa sampai deformitas/proyeksi ujung tulang, -sakit bisa menjadi hebat bila digerakkan.

27 27 First aid treatment (Pertolongan pertama Patah Tulang): * Bawa ke RS, bila tak dapat jalan  panggil pertolongan * Jangan mengusahakan untuk memperbaiki sendiri. * Atasi perdarahan (tutup dengan kasa steril) * Gerakan/pindahkan posisi tubuh sesedikit mungkin * Perlu spinting, bila pasien akan dibawa/digotong atau harus lama menunggu pertolongan.

28 28 (Pertolongan pertama Patah Tulang): Lanjutan) *Bila lengan cedera bisa ditekuk, letakkan lengan terkait di atas dada dan splinting (dengan sling). * Apabila ada dugaan cedera tulang punggung, jangan sekali-kali pasien digerakkan  kecuali emergensi (sesak, muntah, tersedak) * Jangan diberi makanan/cairan (kemungkinan akan dioperasi)

29 29 Masa penyembuhan: Masa bergantung pada usia, pada bayi bisa memerlukan 2 minggu, pada dewasa lebih lambat dari kanak-2, bisa memerlukan 6 bulan. Tulang-tulang yang tidak menahan berat (clavicula, radius) bisa hanya perlu tidak lebih dari 8 minggu.

30 30 Komplikasi: Delayed healing (penyembuhan yang terlambat) Bisa akibat gangguan aliran darah (suplei darah kurang cukup, atau ujung tulang yang patah sulit bertemumenempel satu dengan lain  perlu fiksasi internal atau bone graft (operasi plastik tulang) Bisa timbul sudut reunion salah  deformitas  perlu operasi diadakan refracture the bone  diadakan perbaikan penyambungan antara ujung tulang  difiksasi dengan nails (paku).

31 31 Komplikasi (Lanjutan) Osteomyelitis merupakan komplikasi berbahaya pada open fracture dan sulit diberantas. Emboli lemak juga merupakan komplikasi yang potensial fatal (pada tulang panjang dan tulang bersumsum)  emboli jalan ke parenchyme paru dan menyumbat pembuluh paru, gejala timbul pada minggu ke 1.

32 32 GANGGUAN OTOT (DISORDERS OF MUSCLE) GANGGUAN OTOT: Yang paling umum adalah cedera, diikuti simtoma akibat kurangnya aliran darah ke otot terkait (termasuk otot jantung). Gangguan Genetik Muscular dystrophies  kelemahan otot progresif dan kecacatan. Ada sebagian gangguan timbul saat lahir, sebagian saat masa bayi ada sebagian timbul pada dekade ke 5-6. Cardiomyopathy adalah istilah umum sebutan bagi gangguan otot jantung dan biasanya diturunkan.

33 33 Gangguan Otot (Lanjutan-1) Infeksi: Gangrene yang merupakan komplikasi dari luka yang dalam khususnya yang terkonta- minasi tanah kotor. Tetanus akan mengakibatkan spasm otot menyeluruh yang timbul oleh pengaruh eksotoksin kuman tetanus yang kuat. Virus (influ. B, toksoplasmosis)  myalgia. Trichinosis akibat infestasi trichinela spirilis (makan daging mentah).

34 34 GANGGUAN OTOT (Lanjutan -2) Cedera Bisa robek, bisa keseleo (sprain)  timbul perdarahan dalam otot. Penyembuhan akan menimbulkan jaringan parut, yang bisa memperpendek panjang otot. Cedera tumpul otot: bisa  hematoma akibat perdarahan pada ototnya  kadang pada hematoma bisa timbul myositis ossificans.

35 35 GANGGUAN OTOT (Lanjutan -3) Tumor: Tumor primer bisa bukan ganas. Tumor tidak ganas = myoma (bisa leiomyoma atau rhabdomyoma). Myoma uteri = fibroid. Yang malignant adalah myosarcoma, jarang, bisa terjadi rhabdomyosarcoma. Tumor sekunder: metastasis dari tempat lain, jarang melibatkan otot.

36 36 G ANGGUAN OTOT (Lanjutan -4) Gangguan hormonal dan metabolisme: Keseimbangan kadar tepat natrium dan kalium di dalam dan di sekeliling sel otot sangat menentukan kontraksi otot. Hipokalemia akan mengakibatkan timbulnya kelemahan otot yang mencolok dan dapat menghentikan kontraksi otot jantung. Hipocalcemia menimbulkan peningkatan exitabilitas otot, biasanya timbul spasm (kejang otot). Gagal adrenal  kelemahan otot secara umum.

37 37 G ANGGUAN OTOT (Lanjutan -5) Penyakit tiroid juga sering diiringi oleh gangguan otot, yang paling umum adalah pembengkakan otot-otot kecil yang menggerakkan mata (exophthalmos) Keracunan dan obat-2: Banyak racun kimia bisa merusak otot: -alkohol, -aminocaproic acid, -chloroquine, -clofibrate, -emetine dan -vincristine.

38 38 GANGGUAN OTOT (Lanjutan -6) Gangguan aliran darah: Otot sangat memerlukan suplei darah yang cukup. Kram otot umumnya akibat aliran darah yang tak lancar, bisa juga akibat tarikan kuat yang lama (gangguan aliran darah bisa pada Stroke). Cerebral palsy, cedera otak, gangguan otak Gangguan vaskuler perifer bisa menghambat aliran darah  claudication (otot sakit saat exercise). Angina pectoris timbul pada penyakit jantung koroner -> infark. Parkinson’s disease: tekanan pada saraf akibat disk prolaps.

39 39 GANGGUAN OTOT (Lanjutan -7) Sindroma kompartmen adalah sakit pada otot akibat pembengkakkan yang membatasi aliran darah, sering timbul pada otot yang cedera atau exercise (atelet) yang pengembangan ototnya kurang baik. Gangguan autoimune: Myasthenia gravis (gangguan transmisi impuls saraf ke dalam otot; didahului tanda blepharoptosis (kelopak mata turun, menutup) dan pengelihatan dobel).

40 40 GANGGUAN OTOT (Lanjutan -8) Gangguan autoimune: -lupus eritematosus, -rheumatoid arthritis, -scleroderma, -sarcoidosis dan -dermatomyositis. Pemeriksaan: EMG, dan biopsy

41 41 Tipe Muscular Dystrophy: 1.Duchenne muscular dystrophy: Anak mengalami kesulitan/lambat belajar duduk dan berdiri, jarang terdiagnose sebelum usia 3 tahun, Kadang disertai lengkung curvature pada tulang punggung. Pada usia 12 tahunan sudah tidak bisa jalan, hanya sedikit yang bisa hidup terus, seringnya meninggal akibat gangguan infeksi pernapasan dan gagal jantung, anak laki yang terkena memiliki inteligensi di bawah rata-2.

42 42 Tipe Muscular Dystrophy: (Lanjutan-1) 2.Beckers’s muscular dystrrophy: Gejala sama, timbulnya pada usia anak lebih lanjut, jalan gangguan lebih lambat, usia bisa mencapai 50 tahunan. Gangguan 1 dan 2 semua adalah sex-linked inheritance. 3.Myotonic dystrophy: menyerang otot tangan dan kaki bayi, otot lemah, timbulnya lambat, kontraksi kuat tidak mudah relaksasi. Diiringi katarak mata pada usia pertengahan, botak, retardasi mental, masalah endokrin. Autosomal dominant pattern of inheritance.

43 43 Tipe Muscular Dystrophy: (Lanjutan-2) 4. Limb-girdle muscular dystrophy Ini tipe dengan bentuk berbeda. Timbul pada usia anak lebih lanjut atau dewasa, progresi lambat. Otot pinggul dan bahu yang terkena. 5.Facioscapulohumeral muscular dystrophy: Timbul antara usia tahun, menyerang otot lengan atas, bahu dan muka. Pola inherited autosomal dominant. Progresi kelemahan otot sangat lambat dan jarang sampai mengakibatkan disablement.

44 44 DIAGNOSIS, TERAPI & PREVENSI Diagnosis:-observasi, -test untuk konfirmasi, -test darah untuk memperoleh kadar enzyme yang dikeluarkan oleh otot yang rusak, -Test EMG, -dan biopsi. Terapi: -latihan rutin, -tidak boleh terlalu lelah, -operasi untuk gangguan tumit. Prevensi: -genetic counseling, -chorionic villus sampling atau - aminocentesis.

45 45 GANGGUAN TULANG PUNGGUNG (DISORDERS OF THE SPINE) Semua gangguan di vertebra, apapun causanya, menimbulkan gejala sakit punggung (Back-pain). Gangguan Kongenital: - Spina bifida  paralisis tungkai dan inkontinens urine Infeksi: Osteomyelitis bisa merusak tulang dan discus vertebra. Yang paling umum adalah: infeksi TB.

46 46 Gangguan Tulang Punggung (Lanjutan-1) Inflamasi: -ankylosing spondylitis, kadang -rheumatoid arthritis  ruas tulang akan saling melekat  kaku. -Osteochondritis juvenils  deformitas vertebra.

47 47 CEDERA TULANG PUNGGUNG Cedera: akibat: -angkat barang berat, -gerak melintir, -posture tubuh jelek, bisa menimbulkan: - sprained ligament, - otot robek, - spondylisthesis (dislocated vertebrae), - dislocated face joint, or - disk prolapse. Pukulan langsung, jatuh dari ketinggian, terpelintir  fraktur satu atau > satu vertebrae. Overexercising  stress fracture.

48 48 Gangguan Tulang Punggung (lanjutan-2) Tumor: umumnya malignant; dalam banyak kasus adalah penjalaran dari tempat lain (sekunder). Degenerasi: Osteoarthritis (degenerasi tulang rawan sendi, senantiasa terjadi pada usia di atas usia 60-an, >> pada yang bekerja berat manual atau orang yang tulang punggungnya yang pernah cedera atau terkena penyakit.

49 49 Gangguan Tulang Punggung (lanjutan-3) Osteoporosis (menipis dan melunaknya tulang) yang umum terjadi pada wanita manula, ini dapat melemahkan vertebra  menahan berat badan vertebranya bisa fraktur. Gangguan lain-lain: -Abnormally curved, bisa: -lordosis, -kyphosis atau -scoliosis. Penyebabnya bisa infeksi, osteoporosis, gangguan kongenital dan gangguan otot.

50 50 PEMERIKSAAN Pemeriksaan: -X-ray, -CT-scan, -MRI, dan -test-test lain.

51 51 GANGGUAN INTEGUMENTUM (SKIN / Kulit) STRUKTUR & FUNGSI KULIT Epidermis Structure:Function: Stratum corneum  Pelindung Keratinocytes (squameous cells)  Sintese keratin (protein kulit) Melanocytes  Sintese melanin (pigmen) Langerhans cells  Presentasi antigen (respons imun) Basal cells  Reproduksi epidermis

52 52 INTEGUMENTUM (SKIN / Kulit) (Lanjutan-1) Epidermal appendages (Dermis) StructureFunction Eccrine unit-> Produksi keringat, termoregulasi (keringat) Apocrine unit -> Produksi keringat di daerah berambut. Hair follicle-> Proteksi, rongga berambut Nails -> Proteksi, asisten mekanik Sebaceous gland -> Produksi sebum (oil kulit)

53 53 INTEGUMENTUM (SKIN / Kulit) (Lanjutan-2) Dermis Structure Function Collagen, elastin  Protein kulit, tekstur kulit Fibroblast  Sintese kolagen pada penyembuhan cedera/luka Macrophages  Fagositosis benda asing, inisiasi inflamasi dan perbaikan/penyembuhan Mast cells  Menyediakan histamin untuk vasodilatasi, dan faktor kemotaktik bagi respons inflamasi.

54 54 INTEGUMENTUM (SKIN / Kulit) (Lanjutan-3) Structure Function Lymphatic glands  Membersihkan kuman, dan cairan interstisial yang berlebih, sarana drainage limfatik Blood vessel  Sarana kebutuhan metabolik kulit, termoregulator Nerve fibers  Persepsi rasa panas, dingin, sakit dan gatal Subcutaneous tissue Fat  Gudang energi dan balanse, absorpsi trauma.

55 55 CAUSES of SKIN LESSIONS: Kontak dengan agen penyebab cedera (zat-2 racun kimia) Kontak dengan agen infeksi Reaksi terhadap pengobatan (penggunaan obat untuk terapi) Trauma fisik Faktor herediter Reaksi terhadap alergen (zat penyebab alergi) Gangguan sistemik (penyakit dengan manifestasi di kulit) Luka bakar (Burn, combustion) (bisa termal, listrik, kimiawai, inhalasi) Neoplasm (pajanan UV, radiasi kronik)

56 56 TANDA-TANDA & SIMTOMA GANGGUAN KULIT: -Pruritis; -Urticaria; -Rash; -Xeroderma -Noda tak wajar, moles, nodules, cysts -Edema/pembengkakan -Perubahan tampilan kulit, pigmentasi kulit, turgor dan tekstur.

57 57 SYSTEMIC CAUSES of PRURITIS -Diabetes mellitus -Drug hypersensitivity -Hyperthyroidism -Intestinal parasites -Iron deficiency anemia -Kidney (renal) disease -Leukemia -Liver disease -Lymphoma -Polycythemia rubra vera -Solid tumor malignancies

58 58 Prusitis & Prurigo PRURITIS (Itching) = rasa gatal yang menyebabkan orang menggaruk kulit. Satu manifestasi gangguan kulit yang paling umum, khususnya pada yang sakit kronik dan manula. Garukan menimbulkan luka yang  inflamasi, infeksi dan pembentukkan jaringan parut. PRURIGO Ruam kulit rasa gatal yang non-spesifik

59 59 Environmental Factors that Induce Skin Disease Mechanical factors: Friction, Pressure, Vibration, Cuts Physical factors: Heat, Cold, Humidity, Water, Sunlight, Ultraviolet light, Ionizing radiation. Chemical agents: Primary irritants, Sensitizers, Photoirritants, Photosensitixers Biological agents: Insect and animal parasites Bacteria Rickettsiae Fungi Viruses Irritants and sensitizing plants & woods (From, Brooks SM, Gochfeld M, Herzatein J, et al Environmental Medicines, St. Louis, Mosby – Year Bokk, 1999)

60 60 GANGGUAN KULIT KONGENITAL Tanda lahir (Birthmark) merupakan satu tipe nevus (pigmented skin blemish). (Nevus = tahi lalat) Termasuk kelompok nevi: -moles, -freckles, -Mongolian spots dan -hemangioma (port-wine strains & strawberry marks).

61 61 TUMOR Tumor kulit benign (non-cancerous) sangat umum, termasuk ini: -seborrheic keratoses, dan -berbagai tipe nevi. -Bowen diseases bisa jadi ganas. Ada Tiga tipe kanker ganas kulit: -Basal carcinoma, -Squamous cell carcinoma -Malignant melanoma Yang kurang umum adalah: -Paget’s didease putting susu - Mycosis fungoides, dan - Kaposi’s sarcoma

62 62 INFEKSI KULIT Banyak penyakit infeksi kulit ini adalah menular. Jenis penyakit infeksi, di antaranya Impetigo Cellutis Infeksi bakteri Infeksi Virus (Herpes Zoster, Warts *verrucae) Dermatophytoses (fungal infection) Ringworm (Tinea Corporis) Athelete’ foot (tinea pedis) Infeksi parasite lain-lain Scabies Pediculosis

63 63 INFLAMASI KULIT (DERMATITIS) Atopic dermatitis (AD) - kronik, kumat-kumat, mirip eksim dan pruritik. (kata atopik meliput 3 gangguan: asthma alergik, rhinitis alergik dan atopik dermatitis). - kadang ada faktor pribadi, riwayat gangguan alergik di keluarga. UUK: merah berair, berkerak, ruam termasuk dermatitis akut (> pada kanak-2). Pada dewasa: kering, tebal, coklat-abu-2 (> di permukaan fleksor lutut, siku, leher, samping muka, kelopak mata dan punggung tangan dan kaki) Xerosis dan pruritis adalah gejala terumum  lesi ekskoriasif, mudah terinfeksi  timbul cicatrix.

64 64 INFLAMASI KULIT (DERMATITIS) (Lanjutan-1) Dermatitis kontak: Bisa akut bisa kronik, akibat kontak dengan: -zat kimia, -mekanis, -fisis atau biologis. Pada lansia akibat ada delayed-cell-mediated hypersensitivity terhadap substansi yang menempel pada kulit, sering timbul ini (Nikel, kromat (tas kulit), wool, krim lanolin, karet, topical antibiotics).

65 65 INFLAMASI KUUT (DERMATITIS) (Lanjutan-2) Eczema dermatitis: Tanda khas: inflamasi superfisial akibat terkena; -iritan, -sensitisasi alergik, -idiopati genetik, ada berbagai jenis: -alergik dermatitis, -irritant dermatitis, -seborrheic dermatitis, -nummular eczema, -atopic dermatitis, -stasis dermatitis).

66 66 INFLAMASI KUUT (DERMATITIS) (Lanjutan-3) Ada 3 stadium primer (bisa muncul satu demi satu atau bersamaan) 1.Acute dermatitis: disertai eksudasi serous, erosi luas, sangat gatal, erythematous papules dan vesicles. 2.Subacute dermatitis: seperti di atas disertai pengelupasan bersisik tersebar atau bergerombol, kadang sisik sangat halus dan difuse menutup kulit nampak mengkilap. 3.Chronic dermatitis: kulit menebal dan ada lichentifikasi, sekonder akibat sering tergaruk-garuk  prurigo nodularis dan postinflammatory hiper atau hipopigmentosa.

67 67 Gangguan Kulit terkait Disfungsi Imune PSORIASIS Chronic, inherited, recurrent inflammatory dermatosis dengan tanda-2: -erythematous plagues tertutup kerak yang nampak silvery. Etiologi belum diketahui, ada perkiraan herediter (pada yang HLAs meninggi) maka diduga adanya gangguan imunitas. Faktor pencetus: trauma, infeksi (> B-hemolitikus streptokokus) kehamilan, perubahan endokrin,. Udara dingin, anxietas berat, stres emotional dapat memperparah gejala. Faktor lingkungan kadang di luar dugaan.

68 68 Psoriasis (Lanjutan-1) Patogenesis: Siklus hidup sel kulit normal adalah 28 hari (14 bergerak dari lapisan basal ke stratum corneum, 14 hari untuk wear & tear sebelum sel terbuang lepas. Pada psoriasis waktu turn-over menjadi 3-4 hari.  tebal menumpuk dan mengelupas, berupa: -erythematous papula & -plagues dengan kerak silvery (pada kepala, dada, kuku, siku, lutut dan bokong). UKK bisa soliter atau gerombol lebar, lesi pada cedera site sebelumnya = Koebner’ phenomena.

69 69 Psoriasis (Lanjutan-2) Keluhan subjektif: gatal, kadang sakit akibat kering, pecah- pecah, lesi berkerak. 30% meluas ke kuku jari tangan, bercak kuning sampai coklat, pada kasus berat terjadi akumulasi serpihan kerak tebal di bawah kuku  lepas. (distrofi kuku) % terjadi arthritis (PsA) yang seringnya menyerang sendi jari tangan atau kaki, kadang sendi sacroiliac dan meluas ke spondylitis.  pasien akan mengeluh kaku pagi hari (kira- kira 30 menit) gangguan sendi tak sejalan dengan gejala kulit, seringnya hanya menampakkan remisi dan exacerbasi seperti pada serangan arthritis rheumatoid.

70 70 Psoriasis (Lanjutan -3) Psoriasis arthritis (Ps.A) Beda dengan Rheumatoid arthritis, pada Ps.A yang terserang sendi interfalang distal, asimetris, ada spondylo-arthropathy, gambaran ekstra-artikuler (kulit psoriatik, iritis, ulkus mulut, urethritis, colitis, aortic valve disease). Rasa sakit sendi kurang dari Rheum. arthritis. Imobilisasi lama mengakibatkan kaku dan sakit, akan menjadi lebih sakit saat digerakkan. Tanda inflamasi: -Sakit saat sendi diluruskan, -Sakit nyeri pada garis sendi, dan -sering ada efusi (cairan).

71 71 Psoriasis (Lanjutan -4) Penyakit Psoriasis adalah nonkontagious. UKK dan bau krim sering menimbulkan gangguan psikologis  dan serangan kumat-kumat kembali. Terapi obat: PUVA (PUVA = psoralen, senyawa fotosensitif, alamiah, mengeluarkan UV gelombang panjang, untuk pengobatan psoriasis).

72 72 LUPUS ERYTHEMATOSUS Gangguan inflamasi kronik jaringan ikat, yang memiliki berbagai bentuk termasuk DLE (discoid lupus erythmatosus) yang hanya menyerang kulit, sedangkan SLE (systemic LE) menyerang berbagai sistem organ termasuk kulit dan fatal. Rash berwarna merah maka = erythematosus. Incidens & etiologi -60% adalah wanita usia 20 tahunan lebih. -1 di antara 20 DLE menjadi SLE. -Jarang pada kanak-kanak.

73 73 LE (Lanjutan-1) Etiologi tak diketahui, bukti menunjukkan ada defek autoimune -> nampaknya ada interrelasi imunologik, lingkungan, hormonal, dan faktor-faktor genetik yang terlibat. Faktor risiko: tidak boleh terkena sinar matahari, sinar fluorescent atau pantulan sinar matahari. Satu teori menyebut bahwa ada DNA pasien lupus bila terkena sinar matahari menjadi lebih antigenik.  mempercepat reaksi antigen-antibodi maka menghasilkan lebih banyak deposit imune komplek di kulit pada junction dermal-epidermal.

74 74 LE (Lanjutan-2) SISTEM LUPUS ERYHREMATOSIS: Kronik, sistemik, gangguan inflamasi jaringan ikat yang menyerang multiple organ:: -kulit, -sendi, -ginjal, jantung, organ pembentuk darah, \- saraf dan membrane serosa. Pasien rasa lelah, malaise, arthralgia, demam, arthritis, skin rash, fotosensitif, anemia, rambut rontok, Raynaud’s phenomenon. Ada classic butterfly rash over the nose & cheeks`(81% kasus)

75 75 SLE (Lanjutan) Pasien harus banyak istirahat. Beri petunjuk tentang cara menghemat energi dan makan bergizi. Beri petunjuk cara merawat kulit dan pencegahan kulit robek, Pasien lupus dengan korikosteroid terapi jangka panjang perlu perhatian khusus (mudah terserang infeksi).

76 76 Systemic Sclerosis Systemic sclerosis (SSc) progresive systemic sclerosis (PSS, scleroderma) penyakit jaringan ikat difuse yang menimbulkan fibrotik kulit, sendi, pembuluh darah dan organ dalam. Systemic Sclerosis ada 2 bentuk: 1. Sistemic scleroderma: a) diffuse (dSSc) 15-20% b) limited (lSSc) 75-60% =CREST syndrome (calcinosis, Raynoud’s phenomenon, esophageal dysmotility, sclerodactyly & telangiectasiqa ) c) overlap form

77 77 S. Sc. (Lanjutan) 2. Localized scleroderma umumnya gangguan hanya pada kulit Incidens: 20/million, wanita 2-3x > laki-2, ratio 15:1, usia masa subur. Manifestasi penyakit nampak pada usia 30 – 50 tahun. Manifestasi klinik: Ray, phenomenon, kulit, sendi dan tendon, otot skelet, dan viscera.

78 78 Polymyositis & Dermatomyositis Inflamatory myopathies yang difuse yang menghasilkan kelemahan simetris dari otot seran lintang (>> bagian proximal bahu, pelvic, leher dan pharynx, terkelompok ke keluarga besar rheumatic diseases) Ditemukan ada 7 tipe. Type IPrimary idiopathic polymyositis Type IIPrimary idiopathic dermato-myositis Type IIIDermatomyositis or polymyositis associated with malignancy (lung, breast, and others) Type IVChildhood polymyositis or dermatomyositis

79 79 Polymyositis & Dermatomyositis (Lanjutan) Type VPolymyositis assoc. with other connective tissue diseases: - Sjogren’s syndrome - Mixed connect. tissue disease - Rheumatoid arthritis - SLE & Scleroderma Type VIInclusion body myositis Type VIIMiscellaneous - eosinophilic myositis, - localized nodular myositis.

80 80 CEDERA THERMAL Cold injuries (cedera suhu dingin) Cedera akibat terkena udara atau air dingin bisa: 1) lokal terbatas (frosbite) 2) sistemik (Hypothermia) -> ini tergolong emergensi medis Frostbite bila tidak teratasi dengan baik bisa -> gangrene -> amputasi -> rehabilitasi Etiologi: frostbite terjadi akibat terkena suhu kering di bawah titik beku, gangguan akan lebih berat bila disertai lemak tubuh yang kurang, baju basah atau baju tipis, manula, para gelandangan tak punya rumah tinggal, penyakit jantung dan perokok.

81 81 Etiologi: frostbite (Lanjutan) Patogenesis: Terjadi kristalisasi es di jaringan sampai ke spatium ekstraseluler menekan sel-sel dan membrane sel ruptur menganggu aktivitas ensimatik & metabolik, meningkatkan permeabilitet kapiler darah diikuti pelepasan histamin, mengakibatkan agregitasi erithrosit dan penyumbatan mikro-vaskuler.

82 82 Frostbite bisa dalam, bisa superfisial Yang superfisial: Utama menyerang kulit muka, telinga, ekstrimitas dan semua bagian tubuh yang tak tertutup pakaian. Pada saat terkena udara panas akan menimbulkarasa panas terbakar dan baal -> kesemutan, bengkak dan kulit jadi biru-coklat seperti berjamur. Pada saat daerah yang terkena mulai panas akan timbul rasa sakit. Yang dalam: Bisa meluas s/d jaringan subkutan, umumnya menyerang tangan atau kaki. Kulit jadi putih dan kemudian biru-ungu. Rasa sakit berat, pelepuh, necrosis,sampai bisa gangrene.

83 83 TERAPI Yang lokal: Pemanasan tanpa mengosok atau massage. Perawatan diutamakan jangan sampai membuat luka, atau kulit mengelupas.Perlu vasodilatator dan obat bius pemblokir saraf. Pada compartment syndrome: Fasciotomy untuk meningkatkan sirkulasi dengan mengurangi tekanan jaringan yang edem. Merokok mengakibatkan vasokonstriksi maka memperlambat penyembuhan. (Comp. Syndr.= keadaan akibat tekanan ke dalam mengurangi aliran arteria -> bisa mengakibatkan kontraktur permanent tangan/kaki)

84 84 BURNS (LUKA BAKAR) Cedera akibat: thermal, kimia, listrik atau radiasi. Luka bakar terjadi bila energi dari sumber panas ditransfere ke dalam jaringan tubuh. Berat luka bergantung kepada sumber dan fungsi energi panas serta lamanya pajanan. Berat cedera bisa menimbulkan mortalitas, gangguan dan disabilitas fungsi tubuh. Faktor penentu adalah: berat cedera, dalamnya cedera, lokal lesi (% area tubuh terkena) [TBSA] (Total Body Surface Area), lokasi bagian terkena, usia, kesehatan umum, mekanisme cedera.

85 85 Luka Bakar (Lanjutan-1) Umumnya tingkat luka dibagi: (ICD, WHO) First degree: [erythema] Second degree: [blister][epidermal loss] Thrid degree: [deep necrosis of underlying tissue] [full-thickness skin loss] Faktor risiko: - 75% adalah akibat: -aksi pribadi, -> di rumah. -Manula > 70 th.

86 86 Luka Bakar (lanjutan -2) Etiologi: Thermal: api, cairan panas, uap panas, cairan semicair (tar) atau objek panas lain-2. Kimiawi: bisa kontak bisa tertelan, inhalasi, injeksi degan asam keras, alkalis, atau senyawa kimia lain. Bisa juga kontak dengan zat-zat rumah tangga (pembersih), pabrik, pertanian atau militer. Listrik: energi listrik, arus kuat, petir. Radiasi: sumber zat radiasi industri atau terapi dan perang. Sunburn: akibat ekposure UV (ini juga termasuk tipe radiasi).

87 87 Patogenesis Luka Bakar: Luka kulit bergantung kepada luas dan dalamnya yang terkena. Pada yang luas menimbulkan: Gejala Sistemik Cardiovaskuler: (ensimatik) Perrmeabilitet meningkat. Edem, sirkulasi > perlu infuse, bila tidak respons bisa shock dan fatal. Dalam jam baru permeabilitas kapiler membaik. Dalam 24 jam cardiac output meningkat. Edem mengurang -> cairan akan berangsur keluar tubuh. -> balans eletrolit tercapai.

88 88 Luka Bakar (Lanjutan -2) Sistem renal dan gastrointestinal: Kurangnya aliran daerah ke bagian tubuh terkait mengakibatkan: -oliguria, -disfungsi intestinal, terjadi pada tingkat gangguan 25% TBSA. Fungsi sistem imune tubuh akan tertekan (depressed)  mudah infeksi dan sepsis. Sistem respirasi: akibat adanya pulmonari hipetensi dan menurunnya keseimbangan paru walau bukan karena inhalasi.

89 89 Penyebab Gangguan Luka Bakar: Smoke Inhalation: CO2, asap racun. Elektrik dan Kimiawi: merusak jaringan dalam, kerusakan jaringan lunak dan otot bisa luas. Arus bolak-balik bisa menimbulkan gangguan cardiopulmonary arrest, ventricular fibrilasi, konkraksi tetanic otot. Bila korban terjatuh berbahaya bisa timbul: kompresi fraktur tulang panjang, corda spinalis dan trauma cerebri. Yang kimiawi bisa menimbulkan keracunan lewat kontak kulit..

90 90 GANGGUAN KULIT LAIN-LAIN GANGGUAN HORMONAL Acne sebagian akibat aksi hormon androgen atas kelenjar sebaceous (pada masa aklibalig) GANGGUAN NUTRISI Deficiency vitamin B dan C  skin rash. GANGGUAN ALIRAN DARAH Ulcer kaki (> pada manula) akibat: -artherosklerosis, -varicose veins atau -akibat edem gangguan jantung.

91 91 GANGGUAN KULIT LAIN-LAIN (Lanjutan) OBAT-OBAT -Antibiotika, -barbiturat, -sulfonamide  -skin rash, -kadang urticaria, -eczema atau -ruam mirip morbili, ada yang menimbulkan fotosensitif. `

92 92 Decubitus Pressure ulcers, bed sore, decubitus ullcers Lesi yang timbul akibat tekanan terus menerus pada jaringan dan menimbulkan kerusakan. Banyak terjadi di daerah yang bertulang dengan kulit tipis dan mengalami tekanan terus menerus. (Sakrum, tumit, tuberositas ischium, trochanter major). Dibagi dalam 4 stadium/stages. Faktor risiko: 1.interface pressure (externally) 2.friction 3.shearing forces 4.maceration

93 93 Decubitus (Lanjutan-1) Pasien: - bedrest, -kursi roda dan -yang tak bebas gerak sendiri, mudah terserang ini. Kurang mobilitas, imobilitas, kontraktur, tonus otot meninggi, kurang sensasi, incontinence, obesitas, faktor nutrisi, penyakit kronis dengan anemia, edema dan gagal ginjal, sepsis, kesadaran terganggu.

94 94 Decubitus (lanjutan-1) Stages Of Pressure Ulcer Stages I Nonblanchable erythema of intact skin; the heralding lesion of skin ulceration. Stages II Partial-thickness skin loss involving epidermis or dermis, or both, The ulcer is superficial and present clinically as an abrasion, blister or shallow crater. Stages III Full-thickness skin loss involving damage or necrosis of subcutaneous tissue that may extend down to, but not through, underlying fascia. The ulcer present clinically as a deep crater with or without undermining of adjacent tissue. Stages IV Full thickness skin loss with extensive destruction, tissue necrosis, or damage to muscle, bone or supporting structures (e.g. tendon or joint capsule)

95 95 INVESTIGATION Pada umumnya gangguan kulit bisa didiagnose dari UKK-nya (physical characteristic) Biopsi kulit dilaksanakan umumnya untuk membantu diagnosis masalah kulit yang terduga kanker. Pada infeksi bakterial ataupun parasitik  dilakukan evaluasi pemeriksaan mikrobiologik atau parasitologik laboratoris.


Download ppt "1 SESI 14 PATOLOGY of MUSKULOSKELETAL SYSTEM (GANGGUAN OTOT, KERANGKA-TULANG) & INTEGUMENTUM SYSTEM (KULIT)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google