Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AGNIS NEIFANI, 6450405064 Hubungan antara Kebiasaan Minum Teh dan Asupan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Laki-Laki Usia 30-34 Tahun di Kecamatan Warungasem.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AGNIS NEIFANI, 6450405064 Hubungan antara Kebiasaan Minum Teh dan Asupan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Laki-Laki Usia 30-34 Tahun di Kecamatan Warungasem."— Transcript presentasi:

1 AGNIS NEIFANI, 6450405064 Hubungan antara Kebiasaan Minum Teh dan Asupan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Laki-Laki Usia 30-34 Tahun di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun 2009

2 Identitas Mahasiswa - NAMA : AGNIS NEIFANI - NIM : 6450405064 - PRODI : Kesehatan Masyarakat - JURUSAN : Ilmu Kesehatan Masyarakat - FAKULTAS : Ilmu Keolahragaan - EMAIL : agnis_neifani pada domain yahoo.com - PEMBIMBING 1 : dr. Oktia Woro KH, M.Kes - PEMBIMBING 2 : Drs. Bambang Budi R, M.Si - TGL UJIAN : 2009-08-20

3 Judul Hubungan antara Kebiasaan Minum Teh dan Asupan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Laki-Laki Usia 30-34 Tahun di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun 2009

4 Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah hubungan antara kebiasaan minum the dan asupan zat besi dengan kejadian anemia di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuan hubungan antara kebiasaan minum teh dan asupan zat besi dengan kejadian anemia pada laki-laki usia 30-34 tahun di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Jenis penelitian ini adalah survey dengan metode analitik dan pendekatan Cross Sectional dan melibatkan sampel 68 responden yang diperoleh melalui metode proportional stratified random sampling dari populasi sejumlah 1.863 laki-laki. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pemeriksaan kadar Hb, recall 2x24 jam, dan wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh melalui data angka kejadian anemia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dengan derajat kemaknaan (a = 0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan minum the dengan kejadian anemia (p value = 0,009 dan CC= 0,302) dan ada hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia (p value = 0,001dan CC= 0,383). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, hendaknya hasil penelitian dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam upaya penanggulangan dan pencegahan anemia pada lakilaki di Kecamatan Warungasem kepada masyarakat khususnya laki-laki supaya mengadakan perbaikan gizi terutama tingkat asupan zat besi dan supaya menghindari meminum teh secara langsung sebelum dan sesudah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi dalam darah. Bagi peneliti selanjutnya agar menganalisis zat gizi lain

5 Kata Kunci Kebiasaan Minum Teh, Asupan Zat Besi, dan Kejadian Anemia

6 Referensi Achmad Djaeni, 2002, Ilmu Gizi untuk Mahasiswa Profesi di Indonesia, Jakarta: Dian Rakyat. Alsuhendra, 2007, Konsumsi Teh, (http:bluefome.come/index_php? showtopic=10691), diakses tanggal 17 Mei 2009. Andi Nur Alamsyah, 2006, Taklukkan Penyakit dengan Teh Hijau, Jakarta: PT Agromedia Pustaka. Anonim, 2009, Adakah Efek Samping dari Minum Teh Secara Berlebih, (http://wisewayhk.lefora.com), diakses tanggal 17 Mei 2009. Anonim, 2008, Efek Samping Minum Teh, (http://kosongempat.wordpress.com), diakses tanggal 17 Mei 2009. Arisman, 2004, Gizi dalam Daur Kehidupan, Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Aru W Sudoyo, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. BPS, 2008, Kecamatan Warungasem dalam Angka 2008, Batang: BPS Kabupaten Batang. BPS, 2008, Penduduk menurut Kelompok Umur di Kabupaten Batang tahun 2008. Batang. BPS Kabupaten Batang. BPS, 2009, Penetapan Upah Minimum Kab/Kota tahun 2009, Semarang: BPS. Emma S Wirakusumah, 1999, Perencanaan Menu Anemia Gizi Besi, Jakarta: PT Trubus Agriwidya. FIK Unnes, 2007, Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program Strata I, Semarang: Unnes. I Dewa Nyoman Supariasa, 2002, Penilaian Status Gizi, Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Jonnisyah, 2007, Anemia Gizi, (http://Jonnisyah.blogspot.com), diakses 23 April 2008. Kodiyat, 2005, Anemia Defisiensi Besi pada Anak Sekolah. (http://Suaramerdeka.com/Harian), diakses tanggal 17 Mei 2009. Meilianingsih Lia, 2007, Pengaruh Minum Teh terhadap Kejadian Anemia pada Usila di Kota Bandung, Makara, Kesehatan, Vol 11, No. 1, Juni 2007:38-43. (http://journal.ui.ac.id/?hal=download&q=17). Diakses 17 Mei 2009. Said Mohammad, 2006, Hubungan antara Asupan Zat Besi, Protein, dan Kebiasaan Minum Teh/Kopi dengan Kadar Hemoglobin (Hb) (Studi pada Remaja Putri di Perumahan Nelayan Desa Klidang Lor Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Universitas Diponegoro. Mahmudah Nurul, 2008, Hubungan antara Lama Bekerja dan Konsumsi Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Pekerja Laki-laki di SPBU 44- 50114 Tambak Aji dan SPBU 41-50201 Coco A. Yani, Unnes. Notoatmodjo Soekidjo, 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta. Dahlan Sopiyudin, 2004, Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan, Jakarta: Bina Mitra Press. Sastroasmoro Sudigdo dan Sofyan Ismael, 2002, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi ke-2, Jakarta: Sagung Seto. Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta. Suhardjo, 2003, Perencanaan Pangan dan Gizi, Jakarta: Bumi Aksara. Almatsier Sunita, 2003, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Winarto, 2002, Herba, Jakarta: Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Karyasari. Yayuk Farida Baliwati Dkk, 2004, Pengantar Pangan dan Gizi, Jakarta: Penebar Swadaya

7 Terima Kasih http://unnes.ac.id


Download ppt "AGNIS NEIFANI, 6450405064 Hubungan antara Kebiasaan Minum Teh dan Asupan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Laki-Laki Usia 30-34 Tahun di Kecamatan Warungasem."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google