Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BIDANG ENERGI TAHUN 2015 Pada Acara: Rakor Forum OPD.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BIDANG ENERGI TAHUN 2015 Pada Acara: Rakor Forum OPD."— Transcript presentasi:

1 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BIDANG ENERGI TAHUN 2015 Pada Acara: Rakor Forum OPD Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bandung, 18 Maret 2014 Pada Acara: Rakor Forum OPD Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bandung, 18 Maret 2014 Disampaikan Oleh: Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat

2 ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 II ISU STRATEGIS KEWILAYAHAN TAHUN 2015 IV SISTEMATIKA PEMBAHASAN SASARAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 III PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI & SUMBER DAYA MINERAL PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI & SUMBER DAYA MINERAL V V PENDAHULUAN I I

3 I I

4 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DAN VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DAN VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN MISI MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan MISI KE LIMA : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA

5 Penjabaran Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Visi: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA MISI 4 : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan Pembangunan Jawa Barat yang selaras dengan kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan, memiliki infrastruktur dasar yang memadai, serta didukung oleh tersedianya infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi.

6 7 KARAKTER : 1.SEHAT, CERDAS DAN CERMAT 2.PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI 3.MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI 4.BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN 5.PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL 6.BERINTEGRITAS TINGGI 7.BERMARTABAT 7 KARAKTER : 1.SEHAT, CERDAS DAN CERMAT 2.PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI 3.MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI 4.BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN 5.PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL 6.BERINTEGRITAS TINGGI 7.BERMARTABAT SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT NILAI-NILAI LUHUR : 1.JUJUR DAN KONSISTEN 2.TANGGUH DAN DISIPLIN 3.KEPELOPORAN DAN KETELADANAN 4.RAMAH DAN BIJAKSANA 5.KEBERSAMAAN DAN KESETARAAN 5 NILAI-NILAI LUHUR : 1.JUJUR DAN KONSISTEN 2.TANGGUH DAN DISIPLIN 3.KEPELOPORAN DAN KETELADANAN 4.RAMAH DAN BIJAKSANA 5.KEBERSAMAAN DAN KESETARAAN SOSOK SUMBER DAYA INSANI JAWA BARAT YANG AGAMIS DENGAN PENCIRI UTAMA:

7 Kabupaten/Kota : 27 Luas : ,44 Ha Kecamatan : 626 Kelurahan : 646 Desa : Penduduk Indonesia (2012): Jiwa Jawa Barat: Jiwa Penduduk Miskin (2013) : 9,61 %  PDRB : Rp. 386,84 Trilyun (adhb)  PDRB per kapita : Rp. 23,603 Juta (adhb)  Inflasi : 9,15 %  LPE : 6,05 %  IPM : 73,40*  RLS : 8,09 th  AMH : 96,49 %  AKI (2011) : 217 per Kel Hidup  AKB (2012) : 30 per Kel Hidup  APK SD: 119,55 %  APK SLTP: 95,25 %  APK SLTA: 70,19 %  APK PT: 17,09 % KONDISI UMUM JAWA BARAT (2013) Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk 45,34 Juta Jiwa 44,3 Juta

8 ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 II

9 RESPON RPJMD PROVINSI JAWA BARAT TAHUN TERHADAP PROGRAM NASIONAL 1.Prioritas 1, Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2.Prioritas 2, Pendidikan 3.Prioritas 3, Kesehatan 4.Prioritas 4, Penanggulangan Kemiskinan; 5.Prioritas 5, Ketahanan Pangan; 6.Prioritas 6, Infrastruktur; 7.Prioritas 7, Iklim Investasi dan Iklim Usaha; 8.Prioritas 8, Energi; 9.Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana; 10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca Konflik; 11.Prioritas 11, Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi; 12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum dan Keamanan; 13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian; 14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan Rakyat; 1.Prioritas 1, Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2.Prioritas 2, Pendidikan 3.Prioritas 3, Kesehatan 4.Prioritas 4, Penanggulangan Kemiskinan; 5.Prioritas 5, Ketahanan Pangan; 6.Prioritas 6, Infrastruktur; 7.Prioritas 7, Iklim Investasi dan Iklim Usaha; 8.Prioritas 8, Energi; 9.Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana; 10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca Konflik; 11.Prioritas 11, Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi; 12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum dan Keamanan; 13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian; 14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan Rakyat; RPJMD JAWA BARAT RPJMD JAWA BARAT CG 1 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan (P2) 2.CG 2 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan (P3) 3.CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku (P6, P8) 4.CG 4 : Meningkatkan Ekonomi Pertanian (P4, P5, P13) 5.CG 5 : Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian (P4, P7, P 13) 6.CG 6 : Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup dan kebencanaan (P9) 7.CG 7 : Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan dan olah raga (P11) 8.CG 8 : Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan (P14) 9.CG 9 : Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan (P2, P12, P14) 10.CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan (P1) 1.CG 1 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan (P2) 2.CG 2 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan (P3) 3.CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku (P6, P8) 4.CG 4 : Meningkatkan Ekonomi Pertanian (P4, P5, P13) 5.CG 5 : Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian (P4, P7, P 13) 6.CG 6 : Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup dan kebencanaan (P9) 7.CG 7 : Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan dan olah raga (P11) 8.CG 8 : Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan (P14) 9.CG 9 : Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan (P2, P12, P14) 10.CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan (P1) RPJMN 2010 – Pro Growth : CG 3, CG 4, CG 5 2.Pro Job : CG 4, CG 5, CG 7, CG 10 3.Pro Poor : CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 9 4.Pro Environment : CG 6 1.Pro Growth : CG 3, CG 4, CG 5 2.Pro Job : CG 4, CG 5, CG 7, CG 10 3.Pro Poor : CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 9 4.Pro Environment : CG 6 INPRES NOMOR 3 TAHUN 2010 (4 P) 1.Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan (CG 1, CG 2, CG 9) 2.Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua (CG 1) 3.Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (CG8) 4.Menurunkan Angka Kematian Anak (CG 2) 5.Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2) 6.Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya (TB) (CG 2) 7.Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup (CG 6) 8.Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan (CG 10) 1.Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan (CG 1, CG 2, CG 9) 2.Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua (CG 1) 3.Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (CG8) 4.Menurunkan Angka Kematian Anak (CG 2) 5.Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2) 6.Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya (TB) (CG 2) 7.Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup (CG 6) 8.Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan (CG 10) RPJMN TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs RPJMN TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs

10 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas 3.Pendidikan berkebutuhan khusus 4.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi 5.Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas 3.Pendidikan berkebutuhan khusus 4.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi 5.Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik CG 1 Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan 2.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak 3.Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa 4.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan 2.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak 3.Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa 4.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat CG 2 Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku 1.Penanganan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya 2.Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung- tasikmalaya serta Jabar selatan 3.Infrastruktur jalan dan perhubungan 4.Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; 5.Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; 6.Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik; dan 7.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Penanganan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya 2.Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung- tasikmalaya serta Jabar selatan 3.Infrastruktur jalan dan perhubungan 4.Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; 5.Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; 6.Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik; dan 7.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM 2.Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternative 4.Pengembangan industry manufaktur 5.Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM 2.Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternative 4.Pengembangan industry manufaktur 5.Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif CG 5 Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian CG 4 Meningkatkan Ekonomi Pertanian 1.Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas rawan pangan 5.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi pangan 1.Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas rawan pangan 5.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi pangan 1.Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional 4.Penanganan bencana longsor dan banjir 1.Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional 4.Penanganan bencana longsor dan banjir CG 6 Meningkatkan Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan kebencanaan CG 7 Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan dan olah raga 1.Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public 3.Penataan sistem hukum dan penegakan hukum 4.Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan 6.Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa 1.Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public 3.Penataan sistem hukum dan penegakan hukum 4.Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan 6.Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan 1.Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan 2.Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat 3.Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat 4.Pengembangan Destinasi wisata 1.Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan 2.Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat 3.Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat 4.Pengembangan Destinasi wisata CG 8 Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan 1.Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana 2.Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga 3.Peningkatan pengelolaan kependudukan 1.Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana 2.Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga 3.Peningkatan pengelolaan kependudukan 1.Pengurangan Kemiskinan 2.Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; 3.Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat 1.Pengurangan Kemiskinan 2.Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; 3.Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat CG 9 Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018) KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018)

11 WKPP II (WILAYAH PURWAKARTA) 1.Pengembangan industri manufaktur; 2.Pengembangan industri keramik dan gerabah; 3.Pengembangan industri perberasan dan makanan, olahan berbasis bahan baku lokal, perkebunan, budidaya ikan air tawar dan air payau,serta ternak sapi perah, sapi potong, kambing/domba, ayam ras serta unggas lokal; 4.Pengembangan wisata sejarah dan wisata pilgrimage (ziarah); 5.Pengembangan metropolitan BODEBEK KARPUR. WKPP III (WILAYAH CIREBON) 1.Pengembangan industri mangga gedong gincu dan industrialisasi perikanan; 2.Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras dan palawija; 3.Pengembangan industri batik dan rotan, serta industri makanan olahan berbahan baku lokal; 4.Pelestarian keraton, wisata sejarah, wisata ziarah (pilgrimage) dan mengembangkan ekowisata; 5.Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya serta Kawasan BIJB dan Aerocity Kertajati. WKPP III (WILAYAH CIREBON) 1.Pengembangan industri mangga gedong gincu dan industrialisasi perikanan; 2.Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras dan palawija; 3.Pengembangan industri batik dan rotan, serta industri makanan olahan berbahan baku lokal; 4.Pelestarian keraton, wisata sejarah, wisata ziarah (pilgrimage) dan mengembangkan ekowisata; 5.Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya serta Kawasan BIJB dan Aerocity Kertajati. WKPP IV (WILAYAH PRIANGAN) 1.Pengembangan Kawasan Pendidikan Tinggi dan Riset Terpadu di Jatinangor; 2.Pengembangan klaster unggas, perikanan budidaya air tawar dan tangkap, serta ternak sapi perah, sapi potong, domba Garut, kambing dan jejaringnya serta pengembangan sentra produksi pakan ternak; 3.Pengembangan produksi tanaman industri (kopi, teh, kakao, karet, atsiri) dan hortikultura (sayuran, buah- buahan, tanaman hias) yang berorientasi ekspor; 4.Pengembangan jasa perdagangan, industri kreatif dan pariwisata; 5.Pengembangan Metropolitan Bandung Raya, pusat pertumbuhan baru (growth center) Pangandaran dan Rancabuaya. WKPP IV (WILAYAH PRIANGAN) 1.Pengembangan Kawasan Pendidikan Tinggi dan Riset Terpadu di Jatinangor; 2.Pengembangan klaster unggas, perikanan budidaya air tawar dan tangkap, serta ternak sapi perah, sapi potong, domba Garut, kambing dan jejaringnya serta pengembangan sentra produksi pakan ternak; 3.Pengembangan produksi tanaman industri (kopi, teh, kakao, karet, atsiri) dan hortikultura (sayuran, buah- buahan, tanaman hias) yang berorientasi ekspor; 4.Pengembangan jasa perdagangan, industri kreatif dan pariwisata; 5.Pengembangan Metropolitan Bandung Raya, pusat pertumbuhan baru (growth center) Pangandaran dan Rancabuaya. WKPP I (WILAYAH BOGOR ) 1.Pengembangan sentra ternak sapi potong, sapi perah, ayam ras dan unggas lokal; 2.Pengembangan agribisnis ikan air tawar, dan ikan hias untuk pasar regional dan global; 3.Pengembangan pusat pemuliaan padi varietas pandan wangi dan varietas unggul lainnya; 4.Pengembangan agrowisata koridor Bogor-Puncak- Cianjur; ekowisata pemandangan alam dan bahari koridor Bogor, Sukabumi Pelabuhanratu dan mengelola cagar biosfer Cibodas. 5.Pengembangan pusat pertumbuhan baru (growth center) Pelabuhan Ratu dan Metropolitan BODEBEK KARPUR. WKPP I (WILAYAH BOGOR ) 1.Pengembangan sentra ternak sapi potong, sapi perah, ayam ras dan unggas lokal; 2.Pengembangan agribisnis ikan air tawar, dan ikan hias untuk pasar regional dan global; 3.Pengembangan pusat pemuliaan padi varietas pandan wangi dan varietas unggul lainnya; 4.Pengembangan agrowisata koridor Bogor-Puncak- Cianjur; ekowisata pemandangan alam dan bahari koridor Bogor, Sukabumi Pelabuhanratu dan mengelola cagar biosfer Cibodas. 5.Pengembangan pusat pertumbuhan baru (growth center) Pelabuhan Ratu dan Metropolitan BODEBEK KARPUR. KEGIATAN PRIORITAS (20013 – 2018) KEGIATAN PRIORITAS (20013 – 2018) TEMATIK KEWILAYAHAN JAWA BARAT

12 37 PROGRAM DAN KEGIATAN UNGGULAN PROVINSI JAWA BARAT (SK Gubernur No. 500/Kep. 66-Org/2014) Asisten Pemerintahan, Hukum dan HAM Asisten Perekonomian dan PembangunanAsisten Kesejahteraan RakyatAsisten Administrasi 1.Infrastruktur Desa dan Perdesaan. 2.Rehab 100 ribu Rumah Rakyat Miskin. 3.Revitalisasi 50 ribu Posyandu Multifungsi 4.Meningkatkan Kualitas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) wirausahaan baru. 2.Mempersiapkan Cetak Sawah Baru Ha (2015) (Nasional). 3.Kontribusi Surplus 10 Juta Ton Beras (Nasional). 4.Pengelolaan Jaringan Irigasi Terpadu. 5.Destinasi Wisata Dunia. 6.Pengembangan Kawasan Industri Manufaktur. 7.Ketahanan Pangan (Nasional). 8.Pembangunan TOL dan Jalan Lintas Cepat. 9.Pembangunan Bandara Internasional Kertajati (BIJB Kertajati) dan Aerocity Kertajati. 10.Penanganan limbah di Kawasan Kahatex Rancaekek, Kawasan Industri Kulit Sukaregang Garut, Limbah Batubara, serta Penambangan Pasir Besi. 11.Penanganan Banjir Cileuncang di Kota Bandung dan Kota Bekasi. 12.Pengelolaan Terintegrasi DAS Citarum, DAS Ciliwung dan DAS Cimanuk. 13.Perwujudan Kawasan Lindung 45% (Jabar Green Province). 14.TPPAS Legok Nangka di Kab. Bandung dan TPPAS Nambo di Kab. Bogor. 15.Kemandirian Energi Perdesaan. 16.Sanitasi Lingkungan Kab/Kota. 17.Rasio Elektrifikasi Rumah 18.Penyelesaian Dampak Sosial dan Lingkungan Pembangunan Waduk Jatigede. 1.Sekolah Gratis SD/SLTP/SLTA. 2.Beasiswa Pendidikan untuk Pemuda, Tenaga Medis, Keluarga Atlet Berprestasi dan Guru. 3.2 Juta Serapan Tenaga Kerja. 4.Pembangunan Gelanggang Olahraga di Kab/kota. 5.Pembangunan Pusat seni dan Budaya. 6.Pengurangan Kemiskinan. 7.Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 8.Pembangunan Venues dan Pelaksanaan PON XIX. 9.Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat.di 5 Wilayah. 10.Pembangunan Kampus Baru Perguruan Tinggi Di Luar Domisili (PDD) di Jawa Barat. 11.Pembangunan Ruang Kelas Baru 12.Pembangunan Kobong Pondok Pesantren 1.Modernisasi Tata Kelola Pemerintahan Provinsi Jawa Barat 2.Mempertahankan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Meningkatkan Kualitas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 3.Pembangunan Monorel di Metropolitan Bandung Raya.

13 SASARAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 III

14 Tema Pembangunan 2015 Meningkatkan Kualitas Hasil Pembangunan Untuk Kemajuan Masyarakat Jawa Barat Untuk Kemajuan Masyarakat Jawa Barat

15 ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN JAWA BARAT TAHUN 2015 ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN JAWA BARAT TAHUN Aksesibilitas dan kualitas pendidikan pada semua jenjang masih rendah 12. Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional Tahun 2016 serta sarana prasarana olahraga di kabupaten/kota 2. Aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat masih kurang 13. Pertumbuhan penduduk dan persebarannya tidak merata 3. Kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar dan strategis, moda transportasi, serta permukiman masih kurang 14. Penanganan pengangguran, ketenagakerjaan dan kemiskinan 4. Ketahanan energi dan kualitas air baku15. Efektivitas tata kelola pemerintahan daerah 5. Produktivitas lahan pertanian,dan Ketahanan Pangan16. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan peningkatan kualitas demokrasi 6. Kurangnya tenaga penyuluh pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan 17. Perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi buruh, korban trafficking, dan anak 7. Diversifikasi industri padat karya, kelembagaan dan modal usaha 18. Pembangunan di wilayah perbatasan antar Provinsi dan antar Perbatasan Kabupaten/Kota 8. Pengendalian eksploitasi berlebihan sumber daya mineral dan non mineral 19. Reformasi Birokrasi berbasis Profesionalisme dan Kesejahteraan serta Keseimbangan Kualitas SDM Lintas Pemerintahan 9. Kualitas lingkungan hidup dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang serta bagi peran hulu-hilir 20. Kesenjangan hasil pembangunan ekonomi dan infrastruktur perdesaan 10. Kecepatan dan ketepatan penanganan bencana dan adaptasi masyarakat terhadap bencana. 21. Kerjasama untuk Percepatan Pembangunan berbasis Multipihak Dalam negeri dan Luar Negeri 11. Pelestarian budaya, sarana seni dan budaya, serta destinasi wisata 22. Pembangunan metropolitan dan pusat pertumbuhan Jawa Barat

16 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL (RPJMD ) 1. Belum optimalnya cakupan pelayanan elektrifikasi rumah 2.Terbatasnya pemanfaatan energi baru terbarukan serta belum optimalnya konservasi energi dan sumber daya mineral 3.Belum optimalnya pendayagunaan produksi energi sumber daya mineral 4.Belum optimalnya penanganan dan mitigasi bencana alam geologi 5.Belum teridentifikasi dan terpetakannya sumber daya geologi dan mineral untuk peruntukan lainnya seperti geowisata dan geopark 6.Belum diberdayakannya potensi/peruntukan sumber daya geologi dan mineral lainnya seperti sumber daya keragaman geologi untuk geoheritage dan geopark

17 CAPAIAN DAN TARGET PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT No.Indikator KinerjaSatuan TARGET 2014 TARGET 2015 TargetCapaianTargetCapaian MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan InfrastrukturStrategis yang Berkelanjutan 1.Jumlah PendudukRibu Jiwa , , , , ,1 2. Capaian Fungsi Kawasan Lindung terhadap Luas Wilayah Persen 31 – 34 34,536 – 37 n/a 37 – 3838 – Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Persen per Tahun n/a 2, n/a Tingkat Ketersediaan Fasilitas Perlengkapan Jalan Provinsi Persen n/a 10,8611,5 – 12,03 n/a 12,03 – 25,09 25,09 – 39,77 5. Tingkat Kondisi Baik Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi Persen n/a 64, , Rasio Elektrifikasi Rumah TanggaPersen 71 – , Cakupan Pelayanan Persampahan (Perkotaan) Persen 62 – , Cakupan Pelayanan Air MinumPersen 60 – , – 70 9.Cakupan Pelayanan Air Limbah (Domestik Perkotaan) Persen61 – ,4063, Pencapaian Status Mutu Sungai Utama dan Waduk Besar dengan tingkat cemar sedang Persen n/a9,6 9,6 - 10,47,110,4 - 10,810,8 - 11,2 11.Tingkat Kemantapan Jalan (kondisi baik & sedang) 1) Persen93 – ,5697,10 – 97,497,20 – 97,50

18 ISU STRATEGIS KEWILAYAHAN TAHUN 2015 IV

19 ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK WILAYAH I BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 WILAYAH I BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 NOISU BIDANG FISIKKEGIATAN YANG DIPERLUKANKABUPATEN/KOTA 1Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros Lintas Desa Menuju Sentra Wisata Dan Sentra Produksi Pertanian Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha Seluruh Kab/Kota di Wilayah I Bogor Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra Industri, Sentra Wisata dan Sentra Pertanian Kab/Kota Bogor, Kab/Kota Sukabumi, Kab. Cianjur 2Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol BOCIMI 54 Km Kab. Bogor, Kab/Kota Sukabumi 3Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Belum Terintegrasinya Transportasi Massal Perkotaan Percepatan Pembangunan Jalan Poros Timur – Puncak untuk mengurai kemacetan Kab. Bogor Pengembangan Infrastruktur Transportasi MassalKab/Kota Bogor, Kota Depok, Kota Sukabumi 4Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Kultural dalam perbaikan DAS Ciliwung selain pendekatan STRUKTUR Percepatan Pembanguan Waduk CiawiKab. Bogor Valuasi dan Pengelolaan SDA dan HayatiSeluruh Kab/Kota di Wilayah I Bogor 5Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang di BOPUNJUR dan Pantai Selatan Pengendalian dan Penertiban Pertambangan Pasir Besi di Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang JABODETABEK-PUNJUR Kab/Kota Bogor, Kota Depok 6Pengembangan Metropolitan Kembar Bodebek Karpur dan Metropolitan Jakarta Pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) LautKab. Sukabumi Peningkatan Rasio Elektrifikasi Rumah TanggaKab.Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Metropolitan Bodebek Karpur Kab/Kota Bogor, Kota Depok Percepatan Pembangunan TPPAS Regional NamboKab/Kota Bogor, Kota Depok 7Pengembangan Pusat Pertumbuhan Palabuhanratu Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Pusat Pertumbuhan Kab. Sukabumi

20 ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK WILAYAH II PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT WILAYAH II PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT NOISU BIDANG FISIKKEGIATAN YANG DIPERLUKANKabupaten/Kota 1Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros Lintas Menuju Sentra Industri Dan Sentra Produksi Pertanian Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha Seluruh Kab/Kota di WKPP II Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra Industri dan Sentra Pertanian Seluruh Kab/Kota di WKPP II 2Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Pelabuhan Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya Kab. Karawang 3Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Belum Terintegrasinya Transportasi Massal Perkotaan Percepatan Pembangunan Jalan Horisontal Poros Tengah untuk mengurai kemacetan Kab. Bekasi Pengembangan Infrastruktur Transportasi Massal Kota/Kab.Bekasi, Kab. Karawang 4Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Kultural dalam perbaikan DAS Citarum selain pendekatan STRUKTUR Pengendalian & Penertiban Bantaran Saluran Tarum Barat Kab.Bekasi Valuasi dan Pengelolaan SDA dan HayatiSeluruh Kab/Kota di WKPP II Jasa Lingkungan Pemanfaat Air CitarumSeluruh Kab/Kota di WKPP II 5Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang di Bodebek Karpur Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi lahan pertanian Kab. Bekasi, Kab. Subang, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang Bodebek Karpur Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab. Purwakarta GRLK Pesisir Pantai UtaraKab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang 6Pengembangan Metropolitan Kembar Bodebek Karpur dan Metropolitan Jakarta Infrasktruktur Antar Kawasan IndustriKab.Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Purwakarta Penataan dan Pengembangan Rumah Vertikal dan Gedung dengan Teknologi Hijau Seluruh Kab/Kota di WKPP II Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Metropolitan Bodebek Karpur Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab. Purwakarta

21 ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK WILAYAH II PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT WILAYAH II PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT NOISU BIDANG FISIKKEGIATAN YANG DIPERLUKANKabupaten/Kota 1Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros Lintas Menuju Sentra Industri Dan Sentra Produksi Pertanian Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha Seluruh Kab/Kota di WKPP II Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra Industri dan Sentra Pertanian Seluruh Kab/Kota di WKPP II 2Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Pelabuhan Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya Kab. Karawang 3Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Belum Terintegrasinya Transportasi Massal Perkotaan Percepatan Pembangunan Jalan Horisontal Poros Tengah untuk mengurai kemacetan Kab. Bekasi Pengembangan Infrastruktur Transportasi Massal Kota/Kab.Bekasi, Kab. Karawang 4Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Kultural dalam perbaikan DAS Citarum selain pendekatan STRUKTUR Pengendalian & Penertiban Bantaran Saluran Tarum Barat Kab.Bekasi Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan HayatiSeluruh Kab/Kota di WKPP II Jasa Lingkungan Pemanfaat Air CitarumSeluruh Kab/Kota di WKPP II 5Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang di Bodebek Karpur Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi lahan pertanian Kab. Bekasi, Kab. Subang, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang Bodebek Karpur Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab. Purwakarta GRLK Pesisir Pantai UtaraKab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang 6Pengembangan Metropolitan Kembar Bodebek Karpur dan Metropolitan Jakarta Infrasktruktur Antar Kawasan IndustriKab.Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Purwakarta Penataan dan Pengembangan RumahVertikal dan Gedung dengan Teknologi Hijau Seluruh Kab/Kota di WKPP II Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Metropolitan Bodebek Karpur Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab. Purwakarta

22 ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT NOISU BIDANG FISIKKEGIATAN YANG DIPERLUKANKabupaten/Kota 1Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros Lintas Desa Menuju Sentra Wisata Dan Sentra Produksi Pertanian Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha Seluruh Kab/Kota di WKPP III Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra Industri, Sentra Wisata dan Sentra Pertanian Seluruh Kab/Kota di WKPP III 2Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol CISUMDAWU Kab. Majalengka 3Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Belum Terintegrasinya Transportasi Massal Perkotaan Percepatan Pembangunan Transportasi Multi Moda dan Reaktivasi Kereta Api Kab/Kota Cirebon, Kab. Majalengka 4Lambatnya Pembangunan Bandara UdaraPercepatan Pembangunan Bandara Udara KertajatiKab. Majalengka 5Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Kultural dalam perbaikan DAS Cimanuk selain pendekatan STRUKTUR Percepatan Pembanguan Waduk KuninganKab. Kuningan Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan HayatiSeluruh Kab/Kota di WKPP III 6Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang di Metropolitan Cirebon Raya Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi lahan pertanian Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang METROPOLITAN CIREBON RAYA Seluruh Kab/Kota di WKPP III Pencegahan dan Pengendalian Dampak Limbah IndustriKab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, Kab. Kuningan GRLK Pesisir Pantai UtaraKab. Indramayu, Kab. Cirebon 7Pengembangan Metropolitan Cirebon RayaPenataan dan Pengembangan Rumah Vertikal dan Gedung dengan Teknologi Hijau Seluruh Kab/Kota di WKPP III Pengembangan Kawasan Industri HijauSeluruh Kab/Kota di WKPP III Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Metropolitan Cirebon Raya Seluruh Kab/Kota di WKPP III

23 ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK WILAYAH IV PRIANGAN PROVINSI JAWA BARAT NOISU BIDANG FISIKKEGIATAN YANG DIPERLUKANKABUPATEN/KOTA 1 Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan Kabupaten/Kota (……-…. %) dan Rusaknya Jalan Poros Lintas Desa Menuju Sentra Wisata Dan Sentra Produksi Pertanian Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha Seluruh Kab/Kota di WKPP IV Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra Industri, Sentra Wisata dan Sentra Pertanian Seluruh Kab/Kota di WKPP IV 2 Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol BIUTRKota Bandung, Kab. Bandung 3Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Belum Terintegrasinya Transportasi Massal Perkotaan Percepatan Pembangunan Jalan Lintas Cepat (Short Cut Kemacetan) untuk mengurai kemacetan Kota Cimahi, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Bandung Barat, Kota Tasikmalaya Pengembangan Infrastruktur Transportasi MassalKota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Sumedang, Kab. Bandung Barat, Kota Banjar, Kab. Pangandaran, Kab. Garut Reaktivasi Jalur Kereta Api Cijulang – Pengandaran dan Jalur Kereta Api Garut Selatan Kab. Garut, Kab. Pangandaran, Kota Banjar Percepatan Pembangunan Jalan Tol Bandung- TasikmalayaKota/Kab. Bandung, Kab, Garut, Kab. Tasikmalaya Peningkatan dan Pelebaran jalan vertikal Poros Timur Pangandaran- Ciamis-Cikijing-Cirebon Kab. Pangandaran, Kab. Ciamis Pembangunan Jalur Tengah Selatan – SelatanKab. Garut, Kab. Tasik, Kab. Ciamis 4Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Kultural dalam perbaikan DAS Citanduy selain pendekatan STRUKTUR Jasa Lingkungan Pemanfaatan Air CitanduyKab/Kota Tasik, Kota Banjar, Kab.Ciamis Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan HayatiSeluruh Kab/Kota di WKPP IV 5Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang di Priangan dan Pantai Selatan Pengendalian dan Penertiban Pertambangan Pasir Besi di Pantai Selatan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab. Pangandaran Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang PrianganSeluruh Kab/Kota di WKPP IV Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi lahan pertanian Seluruh Kab/Kota di WKPP IV Penyelesaian Limbah Industri Kulit di Sukaregang dan Limbah Industri Kerajinan Batik Kab.Garut, Kab. Tasikmalaya 6Pengembangan Metropolitan Bandung Raya Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Metropolitan Bandung Raya Kab/Kota Bandung, Kota Cimahi, KBB, Kab. Sumedang 7Pengembangan Pusat Pertumbuhan Pangandaran dan Rancabuaya Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Pusat Pertumbuhan Kab. Pangandaran Peningkatan Bandara Nusawiru di Kabupaten PangandaranKab. Pangandaran Pembangunan Terminal Khusus sebagai Pintu Gerbang Jawa Barat Bagian Selatan Kab. Pangandaran, Kab. Tasikmalaya

24 PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI & SUMBER DAYA MINERAL PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI & SUMBER DAYA MINERAL V V

25 Pel. Cilamaya Pel.Cirebon RANCABUAYA PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA TENGAH Waduk Jatigede ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025 DKI JAKARTA Bandara Int. Jabar Kertajati Bandara Citarate PKN PALABUHAN- RATU Jalan Lintas Selatan Jabar Tol CISUMDAWU Tol Cikampek-Palimanan Tol Kanci-Pejagan Tol Ciawi-Sukabumi Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Ciranjang-Padalarang Tol Bogor Ringroad Tol SOROJA TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Pel. Tarumajaya PKNp Bandara Nusawiru PANGANDARAN M BDB MCR MCB PERWUJUDAN JAWA BARAT GREEN PROVINCE Melalui Strategi Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Pemanfaatan dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Bidang Energi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Konservasi Energi dan Air Tanah Mitigasi Bencana Alam Geologi Pembangunan Infrastruktur Energi Berwawasan Lingkungan

26 NO INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR KEBUTUHAN ANGGARAN 1 PEMBANGUNAN WADUK (22 WADUK) PEMBANGUNAN D.I DAN BENDUNG (5 Bendung) NO INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DARAT KEBUTUHAN ANGGARAN 1JALAN TOL (568,69 KM) NON JALAN TOL (882,135 Km) PEMBANGUNAN FLY OVER REAKTIVASI DAN REVITALISASI JALUR KERETA API ( 142 Km) PEMBANGUNAN SHORT CUT JALUR KERETA API ( 16,7 Km) PEMBANGUNAN TERMINAL TOTAL (Rp.) NOINFRASTRUKTUR PERMUKIMANKEBUTUHAN ANGGARAN 1 KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN PENGOLAHAN PERSAMPAHAN DAN AIR LIMBAH PERKOTAAN PENYEDIAAN AIR BERSIH PERKOTAAN INFRASTRUKTUR DASAR PERMUKIMAN PERDESAAN PERKOTAAN TOTAL NOINFRASTRUKTUR ENERGIKEBUTUHAN ANGGARAN 1 PEMBANGUNAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK (10 Pembangkit) PENGEMBANGAN ENERGI PANAS BUMI (10 Unit) Sumber: Telaah RPJPD NO INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI UDARA KEBUTUHAN ANGGARAN 1 PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN BANDARA KERTAJATI MAJALENGKA NO INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI LAUT KEBUTUHAN ANGGARAN 1 PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN LAUT CILAMAYA KARAWANG NOKAWASAN INDUSTRIKEBUTUHAN ANGGARAN 1 PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI CIKARANG DAN AERO CITY MAJALENGKA TRILIUN KEBUTUHAN INVESTASI UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR STRATEGIS JABAR

27 RAM IP CITARUM ( : PENANGANAN SEGMEN I SEPANJANG 20 KM – Kec. Paseh, Pacet, Ibun, Majalaya, Kertasari)

28 Panjang Sungai : 269 Km Mata Air : Gunung Wayang Estuari : Tanjung Karawang Mata Air : Gunung Wayang Estuari : Tanjung Karawang Curah hujan : mm/thn Populasi : mencapai ± 12 juta jiwa Populasi : mencapai ± 12 juta jiwa Waduk besar: - Saguling/1986 : 982 x10 6 m3 - Cirata/1988 : x10 6 m3 - Jatiluhur/1963 : x10 6 m3  energi listrik gigawatthour (5 x 10 9 KWH)/thn Waduk besar: - Saguling/1986 : 982 x10 6 m3 - Cirata/1988 : x10 6 m3 - Jatiluhur/1963 : x10 6 m3  energi listrik gigawatthour (5 x 10 9 KWH)/thn Average Discharge : 5,7x 109/m3/tahun Average Discharge : 5,7x 109/m3/tahun Irigasi : ha Sumber air baku : DKI Jakarta, Kab Bekasi, Kab Karawang, Kab Purwakarta, Kab Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi Berkurangnya fungsi kawasan lindung (hutan dan non hutan); Berkembangnya permukiman tanpa perencanaan yang baik; Erosi, Lahan Kritis; Limbah peternakan; Pola Pertanian yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi; Limbah Industri, domestik, sampah; Pengendalian tata ruang; Dominan genangan banjir; Sampah. Berkurangnya fungsi kawasan lindung (hutan dan non hutan); Berkembangnya permukiman tanpa perencanaan yang baik; Erosi, Lahan Kritis; Limbah peternakan; Pola Pertanian yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi; Limbah Industri, domestik, sampah; Pengendalian tata ruang; Dominan genangan banjir; Sampah. KONDISI DAS CITARUM Sistem Operasi Waduk Cascade Belum Optimal; Keberadaan jaring apung; Pendangkalan waduk; Pencemaran waduk sampah rumah tangga, sampah padat, industri, serta adanya penambangan pasir. Sistem Operasi Waduk Cascade Belum Optimal; Keberadaan jaring apung; Pendangkalan waduk; Pencemaran waduk sampah rumah tangga, sampah padat, industri, serta adanya penambangan pasir. Degradasi Fungsi Prasarana Jaringan Irigasi dan Prasarana Pengendali Banjir Banjir Pencemaran Sedimentasi Berkembangnya permukiman tanpa perencanaan yang baik Masalah Konservasi dan Kurangnya Prasarana Pengendali Banjir serta Abrasi Pantai di Muara Sungai Degradasi Fungsi Prasarana Jaringan Irigasi dan Prasarana Pengendali Banjir Banjir Pencemaran Sedimentasi Berkembangnya permukiman tanpa perencanaan yang baik Masalah Konservasi dan Kurangnya Prasarana Pengendali Banjir serta Abrasi Pantai di Muara Sungai 28

29 29

30 30 Dinas ESDM Prov. Jabar Pengembangan Bio Energi : Pembangunan Instalasi Biogas 70 Unit

31 PROFIL EMISI GRK JAWA BARAT KONDISI BAU (2020)

32 PERPRES NO. 61/2011 RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PERPRES NO. 71/2011 PENYELENGGARAAN INVENTARISASI GRK NASIONAL 41% Upaya Sendiri dan Dukungan Internasional 26% Upaya Sendiri KOMITMEN PROVINSI JAWA BARAT KOMITMEN PRESIDEN PADA G-20 PITTSBURGH DAN COP15 1. PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA RAD-GRK PROVINSI JAWA BARAT  SK Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat No. 674/Kep.1631/Fisik/2012 yang direvisi dengan SK Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat No. 674/Kep.1482/Fisik/2013  SEBAGAI Tim operasional dari Tim Koordinasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (KepGub No /Kep.1163.BPLHD/2011) 2.PENETAPAN PERATURAN GUBERNUR NO. 56/2012 TENTANG RENCANA AKSI DAERAH PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAD-GRK) PROVINSI JAWA BARAT

33 RAD-GRK PROVINSI JAWA BARAT (PERGUB NO. 56 TAHUN 2012) Bidang Pertanian 12,89 juta ton CO2eq (9,89%) KEGIATAN INTI Bidang Kehutanan 0,34 juta ton CO2eq (2%) Bidang Energi dan Transportasi 11,48 juta ton CO2e (4,59%) Bidang Industri (0%) Bidang Limbah dan Sampah 0,48 juta ton CO2eq (9,24%) 1. System Rice Indentification (SRI) 2. Peningkatan Produksi & Produktivitas Padi 3. Biogas Asal Ternak Bersama Masyarakat (BATAMAS) 4. Penyebaran dan Penerapan Teknologi Pakan 1.Rehabilitasi Hutan dan Lahan - Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) -Peningkatan Pengelolaan Tahura Ir.H.Djuanda - Konservasi Daerah Tangkapan Air dan DAS Prioritas - Pembinaan Pengembangan Sumber Daya Hutan & Ekosistemnya 1.Program Rencana Induk Konservasi Nasional di Jawa Barat (RIKEN) : -Program Konversi Minyak Tanah ke LPG untuk Sektor Rumah Tangga & Komersial -Pemanfaatan energi terbarukan berbasis energi air, surya, biofuel, biomass, biogas & panas bumi 1.Minimasi Sampah dengan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) 2.Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 3. Operasional TPA Semi-Aerobic & Sanitary Landfill dan Pengadaan Tanah Timbun 4.Recovery gas metan di TPA Sumur Batu (CDM-Project) 5. Migrasi Pit-Latrin ke Septic-Tank : - Pembangunan MCK Plus - Pembangunan MCK Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Septic-Tank Komunal - Perluasan Layanan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Perkotaan Indikasi Penurunan Emisi GRK Jawa Barat melalui RAD-GRK di Tahun 2020 : 10,16% dari BAU KEGIATAN PENDUKUNG 1. Sekolah Lapangan Pengelo- laan Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi 2. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pangan di Jawa Barat 3. Kajian Pencemaran Akibat Limbah Kotoran Ternak 1.Pemantapan Kawasan Hutan dan Kawasan Lindung 2. Pemantauan Pemanfaatan Kawasan Lindung 3. Pembinaan dan Pengendalian Pengusahaan Hutan 4. Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan 5. Fasilitasi Gerakan Multi Aktivitas Agribisnis (GEMAR) Dan Gerakan Pengembangan Perikanan Pantai Selatan dan Utara (GAPURA) 6. Pembinaan dan Pengendalian Pemanfaatan Hasil Hutan dan Aneka Usaha Kehutanan 7. Pengembangan Obyek Wisata Alam Hutan Jawa Barat 8. Program Menuju Indonesia Hijau 11. Pendidikan dan Pelatihan Pengujian Kendaraan Bermotor 12. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di 3 Wilayah PKN (Bodebek, Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon) 13. Manajemen dan Rekayasa Lalulintas pada Perlintasan Sebidang 14. Pembangunan Jalur KA di Jawa Barat 15. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Ruas Jalan Provinsi PKN-PKW (Pusat Kegiatan Nasional-Pusat Kegiatan Wilayah, antar Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan PKL-PKW (Pusat Kegiatan Lokal-Pusat Kegiatan Wilayah) 1.Sosialisasi Produksi Bersih 2. Pelatihan Produksi Bersih 3. Audit Lingkungan 4. Revitalisasi Mesin/Peralatan Industri 5. Implementasi Kebijakan Pemberian Insentif bagi Perusahaan yang Sudah Melakukan Pengendalian Pencemaran 6. Sosialisasi Industri Hijau 7. Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau 8. Fasilitasi Audit Energi, Konservasi Energi dan Manajemen Energi 1.Penyusunan Masterplan Persampahan 2.Penyusunan Studi Kelayakan dan Detailed Engineering Design (DED) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 3. Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 4. Sosialisasi Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan Pemilahan Sampah 5. Program Kampung Iklim 6. Rehabilitasi/Pembangunan TPA Un-managed Deep menjadi Semi-aerobic Landfill di 10 kabupaten/kota 7.Penyusunan Masterplan Air Limbah 8.Penyusunan Studi Kelayakan dan Detailed Engineering Design (DED) Mandi Cuci Kakus (MCK) Komunal dan Septic Tank Komunal 9. Sosialisasi Rencana Pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK)-Septic Tank Komunal Tahun Proyeksi Jumlah Emisi CO 2 eq Tanpa Aksi RAD GRK (juta ton CO 2 eq) Proyeksi Jumlah Emisi CO 2 eq Dengan Aksi RAD GRK (juta ton CO 2 eq) Target Penurunan Emisi (%) Jumlah ,1 0, ,5176,53, ,9244,610, Program Mandatori BBN 15% di tahun 2025 untuk jenis bahan bakar premium dan minyak solar dari sektor transportasi 1. Pembinaan Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Batubara 2. Fasilitasi Pengujian Batubara 3. Pengembangan Pemanfaatan 4. Peningkatan Upaya Konservasi dan Penghematan Energi 5. Pengembangan Desa Mandiri Energi Berbasis Energi Terbarukan 6. Pemantauan Kualitas dan Kuantitas Penggunaan BBM dan Pelumas 7. Penyusunan Database Sumur Idle Panas Bumi di Jawa Barat 8. Fasilitasi Pengembangan WKP Panas Bumi dan Migas 9. Fasilitasi Teknik dan Lingkungan Bidang Panas Bumi dan Migas 10.Pembinaan, Pengawasan dan 11. Pengendalian Pemanfaatan Pembangkit Listrik untuk Kepentingan Sendiri dan Kepentingan Umum

34 EMISI GRK JABAR KONDISI BUSINESS AS USUAL & DENGAN AKSI MITIGASI PADA TAHUN Bidang Ton eCO2

35 HASIL PEMANTAUAN EVALUASI & PELAPORAN RAD-GRK JABAR TAHUN Ton eCO2 Bidang Capaian Penurunan Emisi GRK Tahun

36 HASIL SEMENTARA PEP RAD-GRK JABAR III. BIDANG ENERGI REKAPITULASI No.KomponenSatuan Kuantitas Jumlah Kegiatan Intikegiatan667 2 Jumlah kegiatan pendukung eksisting kegiatan743 3 Total anggaran kegiatan inti Rp Total anggaran kegiatan pendukung Rp Target penurunan emisi 2020 ton eCO Capaian penurunan emisi ton eCO2 327,74 133,22 191,03 Capaian dari target penurunan emisi ,01 % 7 Biaya penurunan emisi per kegiatan inti Rp./ton ,55 8 Biaya penurunan emisi per total kegiatan (inti+pendukung) Rp./ton ,91

37 III. AKSI MITIGASI BIDANG ENERGI (TAHUN ) KEGIATAN INTI 1.Pemanfaatan energi terbarukan (off grid)  Pengembangan Desa Mandiri Energi melalui pembangunan PLTMH, PLTS/PJUTS, pikohidro 2.Substitusi bahan bakar  Substitusi minyak tanah oleh biogas (pembangunan biodigester/unit pengolahan biogas) KEGIATAN PENDUKUNG 1.Pengembangan Desa Mandiri Energi Berbasis Energi Terbarukan di Jawa Barat 2.Kegiatan Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Di Jawa Barat 3.Pengembangan Potensi Panas Bumi di Jawa Barat 4.Pembinaan Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Batubara 5.Pengembangan Pemanfaatan Gas di Jawa Barat 6.Peningkatan Upaya Konservasi dan Penghematan Energi 7.Aplikasi Teknologi Tepat Guna Dalam Diversifikasi Pemanfaatan Mineral Dan Energi KEGIATAN TAHUN 2015 ?????

38 TERIMA KASIH MARI KITA WUJUDKAN SATU DATA UNTUK PEMBANGUNAN JAWA BARAT Mari Kelola Birokrasi Jawa Barat Sebaik-baiknya, dan Jangan Menyesal Setelah Tidak Menjabat Informasi lebih lanjut :  Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Jalan Diponegoro No.22 Bandung Telp. (022)  Bappeda Provinsi Jawa Barat Jalan. Ir H.Juanda No. 287 Telp. (022) , Fax, (022) Website : http//www.jabarprov.go.id, SMS JABAR MEMBANGUN SMS JABAR MEMBANGUN SMS SATU DATA JABAR Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011# SMS SATU DATA JABAR Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011# KM-0 Pro Poor JABAR -ONLINE RKPD Jabar -ONLINE

39 ANALISIS Kebijakan Energi  Permasalahan energi di Indonesia adalah krisis bahan bakar bermutu tinggi. Impor bahan bakar minyak menjadi penyebab negatifnya neraca perdagangan Indonesia.  Membangun industri bahan baku nabati menjadi hal yang strategis untuk menjawab krisis bahan baku bermutu tinggi. Rekomendasi Kebijakan Energi  Jawa Barat perlu membangun industri bahan baku nabati. Kemiri Sunan sebagai penghasil minyak nabati, perlu ditindaklanjuti pengembangannya.  Menjalin komunikasi dan forum yang erat dan aktif dengan para pakar dan institusi terkait untuk mewujudkan Jawa Barat menjadi pusat keunggulan nasional (dan dunia) di bidang panas bumi, sehingga potensi panas bumi yang ada dapat berkontribusi maksimal pada pertumbuhan ekonomi propinsi.

40 MW (Produksi) 2000 MW 3442 MW6000 MW 1148 MW Existing WKP 1729 MW Tahun MW Tahun MW WKP Baru MW (89%) Tahun MW (89%) Tahun 2010 Kondisi MW WKP Baru MW Target Jabar 27% Target Nasional MW Target Jabar 27% Target Nasional TARGET PROVINSI JAWA BARAT TARGET NASIONAL 4600 MW 1158 MW Existing + WKP Baru ? 9500 MW Target Nasional Road Map Pengembangan Panas Bumi 2006 – 2025 (Kompilasi Target Nasional dan Target Jabar)


Download ppt "BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BIDANG ENERGI TAHUN 2015 Pada Acara: Rakor Forum OPD."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google