Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANTIBIOTIK TBC Oleh Kelompok I Dosen Pembimbing: AYU IRMA YESSY, S.FAR.,APT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANTIBIOTIK TBC Oleh Kelompok I Dosen Pembimbing: AYU IRMA YESSY, S.FAR.,APT."— Transcript presentasi:

1 ANTIBIOTIK TBC Oleh Kelompok I Dosen Pembimbing: AYU IRMA YESSY, S.FAR.,APT

2 Pengertian Antibotik Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri

3 Definisi TBC Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena baktri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru- paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru- paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.infeksibaktriMycobacterium tuberculosisparu- parusistem saraf sentralmeningitissistem lymphaticsistem sirkulasi sistem genitourinarytulangsendiinfeksibakteriMycobacterium tuberculosisparu- parusistem saraf sentralmeningitissistem lymphaticsistem sirkulasi sistem genitourinarytulangsendi

4 Pengobatan TBC Pengobatan TBC Kriteria I (Tidak pernah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak menderita TBC) dan II (Terinfeksi TBC/test tuberkulin (+), tetapi tidak menderita TBC (gejala TBC tidak ada, radiologi tidak mendukung dan bakteriologi negatif) memerlukan pencegahan dengan pemberian INH 5–10 mg/kgbb/hari. Pengobatan TBC Kriteria I (Tidak pernah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak menderita TBC) dan II (Terinfeksi TBC/test tuberkulin (+), tetapi tidak menderita TBC (gejala TBC tidak ada, radiologi tidak mendukung dan bakteriologi negatif) memerlukan pencegahan dengan pemberian INH 5–10 mg/kgbb/hari.

5 Pencegahan (profilaksis) primer Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+). INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-). Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada. Pencegahan (profilaksis) primer Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+). INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-). Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada. Pencegahan (profilaksis) sekunder Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC. Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan Pencegahan (profilaksis) sekunder Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC. Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan Lanjutan....

6 Obat TBC di bagi: Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini. Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini. Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin

7 Pengobatan TBC pada orang dewasa Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3 Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Diberikan kepada: Diberikan kepada: Penderita baru TBC paru BTA positif. Penderita baru TBC paru BTA positif. Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat. Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat.

8 Lanjutan….. Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3 Diberikan kepada: Penderita kambuh. Penderita kambuh. Penderita gagal terapi. Penderita gagal terapi. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.

9 Lanjutan….. Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3 Diberikan kepada: Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif. Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.

10 Pengobatan TBC pada anak 2HR/7H2R2 : INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH). 2HRZ/4H2R2 : INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).

11 1. Isoniazid Nama generik : isoniazid Nama dagang : inoxin®, kapedoxin®, pulmolin®, suprazid® Indikasi : tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain Kontra-indikasi : penyakit hati yang aktif Bentuk sediaan : tablet Dosis dan aturan pakai : dewasa : 5 mg/kg per hari (dosis yang biasanya 300 mg/hari), 10 mg/kg/hari 3 kali seminggu atau 15 mg/kg 2 kali seminggu (maksimal 900 mg)

12 Lanjutan…. Anak : mg/kg/hari dalam 12 dosis terbagi (maksimal 300 mg/hari), mg/kg 3 kali seminggu (maksimal 900 mg) Efek samping : mual, muntah, konstipasi, neuritis perifer, dengan dosis tinggi, neuritis optic, kejang, episode psikosis, vertigo, reaksi hipersensitif seperti demam, eritema multiforme, purpura, agranulositosis, anemia hemolitik, anemia aplastik, hepatitis (terutama pada usia lebih dari 35 tahun), sindrom Sistemik Lupus Eritema, elagra, hiperrefleksia,hiperglikemia dan ginekomastia Resiko khusus : kelainan fungsi hati

13 2. Pirazinamid Nama generik : pirazinamid Nama dagang : corsazinamid®, prazina®, sanazet®, TB Zet® Indikasi : tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain Kontra-indikasi : porfiria gangguan fungsi hati berat, hipersensitifitas terhadap pirazinamid Bentuk sediaan : tablet Dosis dan aturan pakai : dewasa : mg/kg/hari, 50 mg/kg dua kali seminggu, mg/kg ( maksimal 2,5 g) 3 kali seminggu.

14 Lanjutan….. anak : mg/kg/hari (maksimal 2 g/hari), 50 mg/kg/dosis 2 kali seminggu (maksial 4 g/dosis) Efek samping : hepatotoksisitas termasuk demam, anoreksia, hepatomegali, splenomegali, jaundice, kerusakan hati, mual, muntah, urtikaria, artralgia, anemia sideroblastik. Resiko khusus : kelainan hati kronik

15 3. Rifampisin Nama generik : rifampisin Nama dagang : lanarif®, medirif®, rifabiotic®, rimactane®, rifamtibi®, rifacin® Indikasi : bruselosis, legionelosis, infeksi berat stafilokokus kombinasi dengan obat lain. Tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain Kontra-indikasi : jaundice (sakit kuning) Bentuk sediaan : kapsul, kaptab

16 Lanjutan….. Dosis dan aturan pakai : 10 mg/kg (8-12 mg/kg) per hari, maksimal 600 mg/hari 2 atau 3 kali seminggu Efek samping : gangguan saluran cerna seperti anoeksia, mual, muntah, sakit kepala.

17 4. Etambutol Nama generik : etambutol Nama dagang : bacbutol®, corsabutol®, parabutol® Indikasi : tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain Kontra-indikasi : anak di bawah 6 tahun, neurotis optic, gangguan penglihatan Bentuk sediaan : tablet

18 Lanjutan….. Dosis dan aturan pakai : dewasa : mg/kg/hari, 50 mg/kg 2 kali seminggu, mg/kg 3 kali seminggu anak (di atas 6 tahun) : mg/kg/hari (maksimal 1 g/hari), 50 mg/kg 3 kali seminggu (maksimal 4 g/dosis) Efek samping : neuritis optic, buta warna merah/hijau, neuritis perifer Resiko khusus : kelainan ginjal

19 5. Streptomisin Nama generik : streptomisin Nama dagang : streptomisin sulfat meiji® Indikasi : tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain Kontra-indikasi : hipersensitif terhadap aminoglikosida Bentuk sediaan : serbuk injeksi 1g/vial, 5 g/vial

20 Lanjutan….. Dosis dan aturan pakai : dewasa : 15 mg/kg/hari (maksimal 1g), mg/kg 2 kali seminggu (maksimal 1,5g), mg/kg 3 kali seminggu (maksimal 1g) Dosis dan aturan pakai : dewasa : 15 mg/kg/hari (maksimal 1g), mg/kg 2 kali seminggu (maksimal 1,5g), mg/kg 3 kali seminggu (maksimal 1g) anak : mg/kg/hari (maksimal 1 g/hari), mg/kg 2 kali seminggu (maksimal 1 g), mg/kg 3 kali seminggu) anak : mg/kg/hari (maksimal 1 g/hari), mg/kg 2 kali seminggu (maksimal 1 g), mg/kg 3 kali seminggu) Efek samping : ototoksisitas, nefrotoksisitas yang biasanya terjadi pada orang tua atau gangguan fungsi ginjal Efek samping : ototoksisitas, nefrotoksisitas yang biasanya terjadi pada orang tua atau gangguan fungsi ginjal Resiko khusus : wanita hamil, kelainan ginjal Resiko khusus : wanita hamil, kelainan ginjal

21 M atur N embah N uwun Terimakasih Semoga Bermanfaat M atur N embah N uwun Semoga Bermanfaat


Download ppt "ANTIBIOTIK TBC Oleh Kelompok I Dosen Pembimbing: AYU IRMA YESSY, S.FAR.,APT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google