Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN HAJI TAHUN 1434H/2013M OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN HAJI TAHUN 1434H/2013M OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN."— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN HAJI TAHUN 1434H/2013M OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN

2 Berdasarkan kalender ummul quro Arab Saudi, Rencana Perjalanan haji Indonesia diatur sebagai berikut;Berdasarkan kalender ummul quro Arab Saudi, Rencana Perjalanan haji Indonesia diatur sebagai berikut; 1. Pemberangkatan Kloter pertama tanggal 10 September Pemberangkatan Kloter pertama tanggal 10 September Pemberangkatan Kloter terakhir tanggal 9 Oktober Pemberangkatan Kloter terakhir tanggal 9 Oktober Wukuf 14 Oktober Wukuf 14 Oktober Pemulangan Kloter pertama tanggal 20 Oktober Pemulangan Kloter pertama tanggal 20 Oktober Pemulangan Kloter terakhir tanggal 19 Nopember Pemulangan Kloter terakhir tanggal 19 Nopember 2013 Masa operasional penerbangan haji 30 hari (baik fase I pemberangkatan maupun fase II pemulangan )Masa operasional penerbangan haji 30 hari (baik fase I pemberangkatan maupun fase II pemulangan ) 2

3 3 1.Kuota dasar haji Indonesia tahun 1434H/2013M masih sama dengan tahun lalu. sebanyak jemaah terdiri dari haji reguler dan haji khusus 2.Kuota Provinsi Banten Tahun 1434 H / 2013 M masih sama dengan tahun yang lalu yaitu sebesar orang

4 4 a. Kabupaten Serang= 906 b. Kabupaten Pandeglang= 621 c. Kabupaten Lebak= 519 d. Kabupaten Tangerang = e. Kota Tangerang= f. Kota Cilegon= 641 g. Kota Serang= 644 h. Kota Tangsel= i. TPHD/TKHD= 57 TOTAL= JEMAAH HAJI BANTEN YANG TELAH MELUNASI SAMPAI DENGAN TANGGAL 4 JUNI 2013 SEBANYAK ORANG

5 5 PELUNASAN BPIH TAHUN INI TIDAK SEPERTI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA UNTUK TAHUN 2013 PELUNASAN BPIH DIBUKA HANYA 15 HARI KERJA YAITU MULAI TANGGAL 22 MEI SD 12 JUNI 2013 APABILA MASIH TERDAPAT SISA KUOTA SETELAH TANGGAL 12 JUNI, MAKA AKAN DIPERUNTUKAN BAGI : 1. JEMAAH LANJUT USIA MINIMAL 83 TAHUN KE ATAS; 2. PENGGABUNGAN SUAMI ISTRI YANG TERPISAH TAHUN KEBERANGKATANNYA 3. PENGGABUNGAN ANAK DENGAN ORANG TUA YANG TERPISAH TAHUN KEBERANGKATANNYA CATATAN : BAGI LANSIA TERSEBUT PADA ANGKA 1 BERHAK DIBERIKAN PENDAMPING DENGAN SYARAT : A. PENDAMPINGNYA MASIH KELUARGA YANG DIBUKTIKAN DENGAN KK B. SURAT KETERANGAN DARI DOKTER BAHWA LANSIA TERSEBUT UDZUR DAN MEMERLUKAN PENDAMPING C. SURAT PERNYATAAN DARI PENDAMPING BAHWA AKAN SATU KLOTER DENGAN JEMAAH LANSIA YANG DIDAMPINGINYA.

6 Direct Cost Biaya yang langsung dibayar oleh jemaah haji Direct Cost Biaya yang langsung dibayar oleh jemaah haji 1.Tiket penerbangan 2.Pemondokan (Makkah dan Madinah) 3.Living cost 1.Tiket penerbangan 2.Pemondokan (Makkah dan Madinah) 3.Living cost Indirect Cost Biaya yang tidak dibayar oleh jemaah tetapi dibebankan kepada hasil optimalisasi setoran awal BPIH Indirect Cost Biaya yang tidak dibayar oleh jemaah tetapi dibebankan kepada hasil optimalisasi setoran awal BPIH Antara lain: 1.Selisih sewa pemondokan di Mekah dan Madinah 2.Biaya pembuatan paspor jemaah. 3.Asuransi jemaah 4.Bimbingan manasik di Kankemenag Kab/Kota 3 kali dan 7 kali di KUA. 5.Buku Paket Manasik Haji. 6.Pelayanan di Asrama Haji Embarkasi 7.Makan di Madinah 19 kali 8.Makan selama di Armina. 9.General Service jemaah (Maslahah Ammah), 10.Dua kali makan di Bandara ketika datang dan pulang, 11.dlsb Antara lain: 1.Selisih sewa pemondokan di Mekah dan Madinah 2.Biaya pembuatan paspor jemaah. 3.Asuransi jemaah 4.Bimbingan manasik di Kankemenag Kab/Kota 3 kali dan 7 kali di KUA. 5.Buku Paket Manasik Haji. 6.Pelayanan di Asrama Haji Embarkasi 7.Makan di Madinah 19 kali 8.Makan selama di Armina. 9.General Service jemaah (Maslahah Ammah), 10.Dua kali makan di Bandara ketika datang dan pulang, 11.dlsb

7 NO.EMBARKASI BPIH USD JEMAAHPROSENTASE ACEH (GA) ,03 2 MEDAN (GA) ,24 3 BATAM (SV) ,00 4 PADANG (GA) ,82 5 PALEMBANG (GA) ,76 6 JAKARTA (GA/SV) ,65 7 SOLO (GA) ,98 8 SURABAYA (SV) ,25 9 BALIKPAPAN (GA) ,59 10 BANJARMASIN (GA) ,72 11 MAKASAR (GA) ,63 12 LOMBOK (GA) ,32 RATA-RATA

8 1.DALAM MENETAPKAN KEBIJAKAN TRANSPORTASI UDARA JEMAAH HAJI, KEMENTERIAN AGAMA TELAH MENYUSUN SPESIFIKASI ANGKUTAN JEMAAH HAJI BERSAMA DENGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. 2.UNTUK TAHUN 1434 H/2013 M KEMENTERIAN AGAMA TELAH MENETAPKAN DUA MASKAPAI PENGANGKUT JEMAAH HAJI DARI TANAH AIR KE ARAB SAUDI DAN SEBALIKNYA, YAITU PT. GARUDA INDONESIA AIRLINES DAN PT. SAUDIA ARABIAN AIRLINES 8

9 9

10

11 No.JarakJml RumahKapasitasProsentase 1< m ,3% 2> m ,8% Total ,1% No.JarakJml RumahKapasitasProsentase 1< m ,7% 2> m ,3% Total ,0% PEMONDOKAN MAKKAH TETAP DIUTAMAKAN DI BAWAH DAN SELEKTIF

12 CONTOH PEMONDOKAN MADINAH Anwar Al Madinah Movenpick

13 HOTEL DI MADINAH AKAN DILENGKAPI DENGAN RUANG KESEHATAN DAN SEKTOR RESMI

14 SELAMA BERADA DI ARAB SAUDI, JEMAAH HAJI MENDAPAT PELAYANAN KATERING: 1. 1.DI PEMONDOKAN MADINAH SEBANYAK 19 KALI, 2. 2.MAKAN SELAMA DI ARMINA DENGAN MENGGUNAKAN BOX DAN PRASMANAN 3. 3.DUA KALI MAKAN DI BANDARA ARAB SAUDI PADA SAAT KEDATANGAN DAN KEPULANGAN 14

15 1.REKRUTMEN DILAKUKAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PETUGAS HAJI SEBANYAK 38 ORANG (TPHI DAN TPIHI) 57 ORANG PETUGAS KESAHATAN HAJI INDONESIA (PKHI) DAN PETUGAS NON KLOTER 6 ORANG. 2.POLA REKRUTMEN DILAKSANAKAN SECARA KETAT. MATERI REKRUTMEN TERDIRI DARI PENGETAHUAN UMUM, PENGETAHUAN AGAMA, KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS DAN ARAB, SERTA WAWANCARA. 3.PELAKSANAANYA DIAWASI OLEH INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA AGAR DIPEROLEH PETUGAS YANG MEMILIKI KOMPETENSI DAN DEDIKASI YANG TINGGI. 15

16

17 1.Bimbingan manasik haji dilakukan di tingkat Kecamatan/KUA sebanyak 7 kali pertemuan dan di tingkat Kabupaten/Kota sebanyak 3 kali. 2.Metode bimbingan melalui kegiatan tatap muka, dialog, praktik manasik, dan pemutaran audio/visual manasik. 3.Alokasi waktu bimbingan manasik haji untuk 1 (satu) kali pertemuan adalah 4 jam pelajaran (4x60 menit) perhari. 4.Kepada seluruh, jemaah haji dibekali buku paket bimbingan manasik haji yang berisi panduan perjalanan haji, doa, zikir, dan tanya jawab ibadah haji. 5.Bimbingan manasik melalui media elektronik direncanakan dilakukan melalui TVRI, TV9 Jatim, Trans TV dan MNC. 17

18 1.Untuk menjamin rasa aman dan perlindungan bagi jemaah haji, pemerintah akan menempatkan petugas Polri yang memiliki latar belakang Reskrim dibantu unsur TNI. 2.Kementerian Agama telah merekrut petugas keamanan sebanyak 32 orang dari unsur TNI dan 25 orang dari Polri yang memiliki latar belakang kemampuan di bidang Reskrim untuk memudahkan koordinasi dengan pihak Arab Saudi. Jumlah Petugas dari unsur TNI/Polri tersebut terdapat 5 orang petugas wanita dari unsur TNI dan 5 orang dari Polwan 3.Setiap jemaah haji diberikan perlindungan asuransi jiwa. 18

19 Terima Kasih


Download ppt "KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN HAJI TAHUN 1434H/2013M OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN OLEH : H. IDING MUJTAHIDIN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google