Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Merujuk pada Sisdiknas (UU No. 20) BAB I. KETENTUAN UMUM (Pasal 1, Ayat 1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Merujuk pada Sisdiknas (UU No. 20) BAB I. KETENTUAN UMUM (Pasal 1, Ayat 1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan."— Transcript presentasi:

1

2 Merujuk pada Sisdiknas (UU No. 20) BAB I. KETENTUAN UMUM (Pasal 1, Ayat 1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. BAB II DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN – Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun – Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3 UU Nomor 12 Tentang Pendidikan Tinggi bahwa untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, diperlukan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa

4 Permendikbud Nomor 49 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan Sikap sebagaimana dimaksud dalam Pasal di atas, merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran

5 KARAKTER KEWIRAUSAHAA N EfSD… KKNI EfSD = Education for Sustainable Development KKNI Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan Capaian Pembelajaran (CP) yang dapat menyetarakan, luaran bidang pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor Jenjang kualifikasi adalah tingkatan capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran pencapaian proses pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional dan pelatihan yang dimiliki negara Indonesia KKNI terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari Kualifikasi I sebagai kualifikasi terendah dan Kualifikasi IX sebagai kualifikasi tertinggi

7 KKNI PENDIDIKA N INDUSTRI LAINNYA PELATIHAN KEPEGA- WAIAN INTERNA- SIONAL JENJANG AKREDITASI KUALIFIKASI IJAZAH PERTUKARAN PELAJAR UJI SERTIFIKASI STANDAR KOMPETENSI SERTIFIKASI TE- NAGA ASING RENUMERASI IJIN KERJA PENYETARA- AN KUALIFIKASI SISTEM GAJI JENJANG KARIER STANDAR KOMPETENSI SISTEM GAJI JENJANG KARIER STANDAR KOMPETENSI

8 BLK/ProfesiBLK/Profesi Operator Technician Expert OtodidakOtodidak SMP SMA/ MA/SMK D1 D2 D3 S1/D4 S2/Sp S3/Sp Sp -U PENDIDIKAN FORMAL Pengalaman Kerja Karir Belajar Mandiri PELATIHAN Sertifikat Kompetensi Sertifikat Kompetensi

9 (alinea 1 disetiap level) (alinea 2 disetiap level) (alinea 3 disetiap level) (deskripsi umum)

10 Deskripsi Umum Sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada setiap level kualifikasi mencakup proses yang menumbuhkembangkan afeksi sebagai berikut : Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan orisinal orang lain Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

11 KARAKTER Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negaramendefinisikan karakter Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010). Menurut kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).psikologi

12 Pendidikan Karakter pendidikan karakter merupakan setiap usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. pendidikan karakter Lickona menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Posted by' Haryanto, S.Pd Haryanto, S.Pd onDecember 6, 2012

13 18 Nilai Karakter 1. Religious 2. Jujur 3. Toleransi 4. Disiplin 5. Kerja keras 6. Kreatif 7. Mandiri 8. Demokratis 9. Rasa ingin tahu 10. Semangat kebangsaan 11. Cinta tanah air 12. Menghargai prestasi 13. Bersahabat/komunikatif 14. Cinta damai 15. Gemar membaca 16. Peduli lingkungan 17. Peduli social 18. Tanggungjawab

14

15

16

17 Tempe

18 Impor 10 Bahan Pokok Kita 1. Bawang Putih diimpor sebesar ton atau US$ 45,8 juta. Negara pengimpor terbesar adalah Cina yang sebesar ton atau US$45,8 juta. Kemudian India yang sebesar 58 ton atau US$ Minyak Goreng Ada ton minyak goreng yang diimpor selama kuartal I. Negara pengekspor adalah India dengan volume ton atau US$ 6,4 juta. Kemudian Malaysia 3775 ton US$ 5,5 juta, Vietnam 1613 ton atau US$ 2,2 juta, Thailand 620 ton atau US$ 955 ribu dan Singapura 158 ton atau US$ 249 ribu. 3. Teh sebesar ton atau US$7,9 juta. Teh Vietnam masuk paling banyak dengan 2985 ton atau US$ 2,9 juta. Selain itu ada teh Kenya dengan volume 431 ton atau US$ 1,4 juta, India dengan 531 ton atau US$ 1,2 juta, Iran 1162 ton atau US$ 691 ribu dan Srilanka 35 ton atau US$ 475 ribu. 4. Kakao Impor kakao pada kuartal I 2013 adalah sebesar 5310 ton atau US$ 14,1 juta. Kakao dari negara-negara dari Afrika merupakan mayoritas. Seperti Ghana dengan volume 2300 ton atau US$ 6 juta. Selain itu ada Pantai Gading 1098 ton atau US$ 3,2 juta, Papua Nugini 960 ton atau US$ 2,4 juta, Kamerun sebesar 597 ton atau US$ 1,5 juta dan Solomon Islands 330 ton atau US$ 826 ribu. 5. Bawang Merah Kuartal I 2013 total impor sebesar ton atau US$ 5,6 juta. Negara pengekspor ke dalam negeri terbesar adalah India dengan 5390 ton atau US$ 2,2 juta. Kemudian Thailand dengan volume ton ayau US$ 2,07 juta dan Vietnam ton atau US$ 1,2 juta.

19 6. Kentang Ada ton atau senilai US$ 6,9 juta kentang yang masuk ke dalam negeri pada kuartal I (Januari-Maret) Kentang impor paling banyak adalah dari Kanada dengan volume ton atau US$ 3,01 juta. Kemudian Australia juga mengekspor kentang ke Indonesia sebesar ton atau US$ 3,01 juta. Selain itu Cina ton atau US$ 717 ribu dan Inggris 197 ton atau US$ 166 ribu. 7. Cabai Impor cabe pada kuartal I tahun ini adalah sebesar 700 ton atau senilai US$ 684 ribu. Cabe yang diimpor berasal dari dua negara Asia yaitu Thailand atau Cina. Thailand memberikan andil volume sebesar 386 ton atau US$ 371 ribu. Cina mencatatkan volume impor sebesar 314 ton atau US$ 312 ribu. 8. Biji Gandum dan Meslin Impor Biji Gandum dan Mesilin pada kuartal I 2013 sebesar 1,3 juta ton atau US$ 501 juta. Negara importir terbesar adalah Australia dengan volume 992 ribu ton atau US$ 375,5 juta. Kemudian Kanada sebesar 248 ribu ton atau US$ 104,3 juta, Singapura 30 ribu ton atau US$ 9,87 juta, India ton atau US$ 9,5 juta, Pakistan 3473 ton atau US$ 1,08 juta. 9. Kedelai Kedelai impor yang masuk ke dalam negeri pada kuartal I 2013 adalah sebesar 234,9 ribu ton atau US$ 145,9 juta. Amerika Serikat masih menjadi yang terbesar mengimpor kedelai dengan volume 225 ribu ton atau US$ 139,2 juta. Kemudian Malaysia dengan volume 5581 ton atau US$ 4,4 juta, Argentina ton atau US$ 981 ribu, Ukraina ton atau US$ 751 ribu dan Paraguay 504 ton atau US$ 294 ribu. 10. Beras Beras yang merupakan makanan poko masyarakat Indonesia memang mesti terjaga dari sisi pasokannya. Inipun cenderung menjadi alasan pemerintah untuk terus mengimpor beras. Pada 3 bulan pertama 2013, ada 114 ribu ton atau US$ 62,6 juta beras yang diimpor. Impor beras terbanyak adalah dari Vietnam sebesar ton atau US$ 34,3 juta. Selanjutnya Thailand dengan ton atau US$ 12,8 juta, Pakistan ton atau US$ 7,5 juta. Selain itu juga ada beras India ton atau US$ 7,5 juta, Amerika Serikat sebesar 173 ton atau US$ 226 ribu dan beberapa negara lainnya yang terhitung sebesar 47 ton atau US$ 143 ribu.

20 Selama enam bulan (Januari-Juni 2013), impor garam tercatat mencapai 923 ribu ton atau senilai US$ 43,1 juta (Australia, India, Jerman, Selandia Baru, dan Singapura)

21

22

23

24 Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar hitam; Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai berlatar merah; Sila Ketiga: Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih; Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar merah ; dan Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih.

25 Bintang. i.Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ii.Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. iii.Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. iv.Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. v.Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. vi.Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. vii.Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Sila pertamaa pertama

26 Sila kedua Rantai. i.Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. ii.Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. iii.Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. iv.Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. v.Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. vi.Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. vii.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. viii.Berani membela kebenaran dan keadilan. ix.Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. x.Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

27 Sila ketiga Pohon Beringin. i.Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. ii.Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. iii.Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. iv.Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. v.Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. vi.Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. vii.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

28 Sila keempat Kepala Banteng i.Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. ii.Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. iii.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. iv.Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. v.Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. vi.Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. vii.Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. viii.Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. ix.Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. x.Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

29 Sila kelima Padi Dan Kapas. i.Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. ii.Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. iii.Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. iv.Menghormati hak orang lain. v.Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. vi.Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. vii.Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. viii.Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. ix.Suka bekerja keras. x.Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. xi.Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

30 "This is the beginning of a new day. You have been given this day to use as you will. You can waste it or use it for good. What you do today is important because you are exchanging a day of your life for it. When tomorrow comes, this day will be gone forever; in its place is something that you have left behind... let it be something good let it be something good" [Anonymous]


Download ppt "Merujuk pada Sisdiknas (UU No. 20) BAB I. KETENTUAN UMUM (Pasal 1, Ayat 1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google