Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Iniversitas Andalas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Iniversitas Andalas."— Transcript presentasi:

1 1 DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Iniversitas Andalas

2 2 EPIDEMIOLOGI Epi= Di antara / di atas / tentang Epi= Di antara / di atas / tentang Demos = Masyarakat Demos = Masyarakat Logos= Ilmu / Doktrin Logos= Ilmu / Doktrin Kegunaannya : Dulu hanya untuk penyakit menular Dulu hanya untuk penyakit menular Gizi Gizi Kekurangan vitamin Kekurangan vitamin Cardio-vaskuler Cardio-vaskuler Keadaan yang berkaitan dengan masalah kesehatan Keadaan yang berkaitan dengan masalah kesehatan

3 3 Pada masa lalu perhatian epidemiologi hanya terpusat pada penyakit-penyakit yang berlangsung akut sedangkan sekarang sudah termasuk Pada masa lalu perhatian epidemiologi hanya terpusat pada penyakit-penyakit yang berlangsung akut sedangkan sekarang sudah termasuk penyakit kronis misalnya : artritis reumatik

4 4 FREKUENSI menemukan masalah kesehatan menemukan masalah kesehatan mengukur masalah kesehatan mengukur masalah kesehatanFREKUENSI menemukan masalah kesehatan menemukan masalah kesehatan mengukur masalah kesehatan mengukur masalah kesehatan EPIDEMIOLOGI Ilmu yang mempelajari frekuensi dan distribusi serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan PENYEBARAN + ciri-ciri manusia+ ciri-ciri manusia + tempat+ tempat + waktu+ waktuPENYEBARAN + ciri-ciri manusia+ ciri-ciri manusia + tempat+ tempat + waktu+ waktu FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI merumuskan merumuskan hipotesis hipotesis uji hipotesis uji hipotesis tarik kesimpulan tarik kesimpulan sebab - akibat sebab - akibat FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI merumuskan merumuskan hipotesis hipotesis uji hipotesis uji hipotesis tarik kesimpulan tarik kesimpulan sebab - akibat sebab - akibat DESKRIPTIF ANALITIK

5 5 PENELITIANEPIDEMIOLOGIDISKRIPTIFPENELITIANEPIDEMIOLOGIANALITIK 1. Hanya menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan (who, where, when) 2. Pengumpulan hanya pada satu kelompok masyarakat 3. Tidak bermaksud membuktikan suatu hipotesis 1. Menjelaskan mengapa suatu kesehatan timbul di masyarakat (why) 2. Pengumpulan dilakukan terhadap lebih dari satu kelompok masyarakat 3. Bermaksud membuktikan suatu hipotesis

6 6 MANFAAT EPIDEMIOLOGI Membantu administrasi kesehatan Membantu administrasi kesehatan –Planning –Monitoring –Evaluation Menerangkan penyebab masalah kesehatan Menerangkan penyebab masalah kesehatan Menerangkan pengembangan alamiah suatu penyakit (natural history of disease) Menerangkan pengembangan alamiah suatu penyakit (natural history of disease) Menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan Menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan –Epidemi –Pandemi –Endemi –Sporadik

7 7 Batasan Penyakit Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat (gold medical dictionary) Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat (gold medical dictionary) Penyakit adalah suatu keadaan pada mana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu perjalanannya. (Van Dale’s Groot Woordenbock Der Nederlandse Tall) Penyakit adalah suatu keadaan pada mana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu perjalanannya. (Van Dale’s Groot Woordenbock Der Nederlandse Tall) Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi dari dalam tubuh Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi dari dalam tubuh

8 8 Definisi Sehat Sehat suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dengan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya (Perkin 1938). Sehat suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dengan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya (Perkin 1938). Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna, dari fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO, 1947 dan UU. Pokok Kesehatan No. 9 Th. 1960). Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna, dari fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO, 1947 dan UU. Pokok Kesehatan No. 9 Th. 1960). Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957). Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957).

9 9 Sehat adalah seseorang pada waktu diperiksa oleh ahlinya tidak mempunyai keluhan atau tidak terdapat tanda-tanda penyakit atau kelainan (White 1977). Sehat adalah seseorang pada waktu diperiksa oleh ahlinya tidak mempunyai keluhan atau tidak terdapat tanda-tanda penyakit atau kelainan (White 1977). Sehat adalah suatu keadaan sejahtera, jiwa dan sosial yang memungkinkan seseorang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU Kes. No. 23 Th. 1992). Sehat adalah suatu keadaan sejahtera, jiwa dan sosial yang memungkinkan seseorang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU Kes. No. 23 Th. 1992). Sehat adalah suatu keadaan seimbang fungsi physiologi dan psychologic secara efective (John. J. Hanlon) Sehat adalah suatu keadaan seimbang fungsi physiologi dan psychologic secara efective (John. J. Hanlon)

10 10 Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit 1. Pejamu (host) Semua faktor yang terdapat pada diri manusia Semua faktor yang terdapat pada diri manusia –Keturunan –Mekanisme pertahanan tubuh –Umur –Jenis kelamin –Kas –Status perkawinan –Pekerjaan –Kebiasaan hidup

11 11 Mekanisme Pertahanan Tubuh Contoh 1. Umum a. Pertahanan Tingkat a. Pertahanan Tingkat Pertama Pertama b. Pertahan Tingkat b. Pertahan Tingkat Dua Dua = Kulit  Mucosa = Kuku  Rambut = Bulu hidung  Sekresi tubuh  Tonsil  Hati  Limpa  Kelenjar limpa 2. Khusus a. Seluler a. Seluler b. Hormonal b. Hormonal * bawaan * bawaan * didapat * didapat - aktif - aktif. Buatan. Buatan. Alamiah. Alamiah - pasif - pasif. Buatan. Buatan. Alamiah. Alamiah c. Kelompok c. Kelompok  pembentukan antibodi  leukositosis  pagositosis  konstitusi tubuh  genetik = Imunisasi = Sembuh dari sakit = Pemberian serum = Didapat dari ibu = Mayoritas penduduk telah kebal

12 12 2. Bibit penyakit (Agent) a.Nutrien b.Kimia – exogenous chemical substance – endogenous chemical substance c. Golongan fisik d.Mekanik e.Biologik 3. Lingkungan a.Fisik b.Biologik c.Ekonomi sosial

13 13 Teori Terjadinya Penyakit 1. Teori segitiga (Triangle theory) 1. Teori Laba-laba (Jaringan) 2. Teori roda, (ada dasar inti) AH E

14 14 Perjalanan Penyakit 1. Pre-patogenesis –Ada interaksi antara penjamu dan bibit penyakit –Terjadi di luar tubuh 2. Inkubasi –Bibit penyakit telah masuk tubuh penjamu –Gejala belum tampak

15 15 3. Penyakit dini –Gejala mulai muncul –Penjamu telah jatuh sakit ringan –Penjamu masih beraktivitas 4. Penyakit lanjut –Gejala mungkin hebat –Tidak mungkin bekerja –Penjamu sudah mau berobat 5. Tahap penyakit akhir –Sembuh sempurna –Sembuh dengan cacat –Karier –Kronis –Meninggal

16 16 Bibit penyakit belum masuk tubuh Telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit Bibit penyakit belum masuk tubuh Jika lingkungan menguntungkan bibit penyakit, bibit penyakit akan memasuki tubuh Bibit penyakit meninggal kronis karier Sembuh cacat Sembuh sempurna Pre-patogenesaInkubasi Penyakit dini Penyakit lanjut Penyakit terhenti Horison klinis Gejala penyakit tampak Gejala penyakit tidak tampak

17 17 Apabila jumlah kasus untuk tiap tahap dari perjalanan penyakit ini diketahui, dapat pula diketahui sifat dari penyakit Apabila jumlah kasus untuk tiap tahap dari perjalanan penyakit ini diketahui, dapat pula diketahui sifat dari penyakit Rumus yang dipergunakan ialah : Rumus yang dipergunakan ialah : –Patogenesiti = –Virulensi= –Case fatality= –Keterangan : –a = jumlah penderita tanpa gejala –b = jumlah penderita penyakit dini –c = jumlah penderita penyakit lanjut –d = jumlah penderita meninggal dunia

18 18 Klasifikasi Penyakit 1. Menurut kriteria manifestasi penyakit/gejala : –Demam –Batuk –Tumor –Sakit kepala 2. Menurut Penyebaran Penyakit –Silikosis –Filariasis –Salmonelosis

19 19 Menurut hubungan 1. Kasus klasik –Manifestasi : (+) –Penyebab : (+) 2. Kasus klinis –Manifestasi: (+) –Penyebab : (-) 3. Kasus sub klinis –Manifestasi : (-) –Penyebab : (+) 4. Sehat –Manifestasi : (-) –Penyebab : (-) Manif estasi Penyebab (+)(-) (+)12 (-)34

20 20 Klasifikasi Baru Berdasarkan resiko yang ditimbulkan penyakit Berdasarkan resiko yang ditimbulkan penyakit Derajat kelainan fungsi Derajat kelainan fungsi Pengaruh terhadap indek kesehatan masyarakat Pengaruh terhadap indek kesehatan masyarakat Sifat multi dimensial (penggabungan beberapa hal) Sifat multi dimensial (penggabungan beberapa hal)

21 21 Sumber Data Catatan peristiwa kehidupan (vital record) Catatan peristiwa kehidupan (vital record) Catatan dan laporan penyakit (semua yang melayani kesehatan) Catatan dan laporan penyakit (semua yang melayani kesehatan) Catatan dan laporan instansi khusus (tentara, kepolisian) Catatan dan laporan instansi khusus (tentara, kepolisian) Hasil survei khusus (house hold health survey) Hasil survei khusus (house hold health survey) Hasil sensus Hasil sensus

22 22 Penemuan Masalah Kesehatan Sensus Sensus Survei Survei –Survei insiden –Survei prevalen

23 23 Langkah-langkah Survei 1. Tahap Pengumpulan Data –Sumber data (primer, sekunder, tertier) –Jumlah sample a. Sampel jika jumlah populasi tidak diketahui n1 = n1 = n1= Jumlah sampel awal n1= Jumlah sampel awal P= proporsi karakteristik (Anggap 50% kalau tidak tahu ) P= proporsi karakteristik (Anggap 50% kalau tidak tahu ) Q= 1 - P Q= 1 - P d = derajat ketepatan (presisi) d = derajat ketepatan (presisi) b. Sampel jika jumlah populasi diketahui n2= n2= n2= sampel sebenarnya n2= sampel sebenarnya N= jumlah populasi N= jumlah populasi

24 24 Contoh : - Jumlah populasi 1000 – Angka Kesakitan : 30% – Derajat kepercayaan : 95% (α=0,05)  Z=1,96 – Presisi : 5% –Jumlah Sampel ? –n1= = 323 –n2= = 244

25 25 Cara pengambilan sampel Cara pengambilan sampel –Purposif Judgment Judgment Quota Quota Accidental Accidental –Probabilistik Simple random sampling Simple random sampling Systematic random sampling Systematic random sampling Stratified random sampling Stratified random sampling Cluster random sampling Cluster random sampling Multi-stage random sampling Multi-stage random sampling Cara pengumpulan data Cara pengumpulan data –Wawancara –Pemeriksaan –Pengamatan –Peran serta

26 26 Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan dan Analisis Data –Editing –Coding –Entry data –Cleaning –Analysis –Dilakukan dengan Manual Manual Mekanikal Mekanikal Electrical Electrical Penyajian Data Penyajian Data –Textular –Tabular –Grafikal

27 27 Pengertian Validitas (Accuracy) Validitas (Accuracy) –Adalah menunjukkan eratnya hubungan observasi dengan kejadian yang sebenarnya (Mengukur dengan alat yang sesuai). Realibilitas Realibilitas –Nilai atau hasil yang sama akan diperoleh bila dilakukan pemeriksaan yang berulang. Attributable risk (AR) Attributable risk (AR) –Perbedaan 2 angka oleh sakit yang sama. Mis : - Perokok: Ca paru 188 per Mis : - Perokok: Ca paru 188 per Tidak perokok: Ca Paru 19 per Tidak perokok: Ca Paru 19 per AR = (188-19)=169 per AR = (188-19)=169 per Relative Risk – RR Relative Risk – RR –Perbandingan antara 2 angka ratio. –Contoh di atas = RR = 188/19 = 9,9 kali

28 28 Penyaringan Kasus (Screening) Tahap menetapkan macam masalah kesehatan yang ingin diketahui. Tahap menetapkan macam masalah kesehatan yang ingin diketahui. Kumpulkan berbagai keterangan yang ada hubungan dengan masalah kesehatan Kumpulkan berbagai keterangan yang ada hubungan dengan masalah kesehatan Menetapkan kelompok masyarakat, hal ini berhubungan dengan: Menetapkan kelompok masyarakat, hal ini berhubungan dengan: –Sumber data –Kriteria responden –Jumlah sampel –Cara pengambilan sampel Contoh : Contoh : Ca Prostat  pria tua dikumpul Ca Prostat  pria tua dikumpul

29 29 Pengumpulan data Pengumpulan data –Baik/ buruk hasil tergantung pada validitas dan sensivitas data Tahap penyaringan Tahap penyaringan –Pisahkan masyarakat yang punya masalah dengan yang tidak punya masalah Mempertajam penyaringan Mempertajam penyaringan –Kelompok masyarakat benar-benar bermasalah Penyusunan laporan dan tindak lanjut Penyusunan laporan dan tindak lanjut

30 30 Screening suatu penyakit dengan menggunakan pemeriksaan tertentu Pemerik-saan Penyakit (Keadaan sebenarnya) Jumlah PositifNegatif Positifab a + b Negatifcd c + d Jumlah a + c b + d a+b+c+d

31 31 Penilaian: Penilaian: –Sensitivitas = –Spesivisitas = –True Positive = a –False positive= –True negative = d –False negative =

32 32 Frekuensi Masalah Kesehatan Definisi frekuensi adalah : Definisi frekuensi adalah : adanya keterangan tentang banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan dalam kelompok masyarakat yang dinyatakan dalam : adanya keterangan tentang banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan dalam kelompok masyarakat yang dinyatakan dalam : – angka mutlak: mulai dari 0 – rate: jumlah kejadian dibagi jumlah keseluruhan dikalikan dengan konstanta – ratio : perbandingan antara dua angka

33 33 Pencarian Kasus (Case Finding) Pencarian Kasus (Case Finding) –Active case finding Ditemui orang yang dicurigai (Screening semua orang) Ditemui orang yang dicurigai (Screening semua orang) –backward tracing –forward tracing –Pasive case finding Menunggu penderita yang datang Menunggu penderita yang datang Surveilance Surveilance –Pengamatan terhadap suatu masalah kesehatan yang dilakukan secara terus menerus. Active surveilance (turut kelapangan) Active surveilance (turut kelapangan) Pasive surveilance (menunggu dari lapangan) Pasive surveilance (menunggu dari lapangan)

34 34 Pengukuran Frekuensi Masalah Kesehatan Penyakit Insidence Insidence –Incidence rate –Attack rate –Secondary attack rate Prevalence Prevalence –Periode prevalence –Point prevalence Kematian Crude death rate Crude death rate Prinatal mortality rate Prinatal mortality rate Still death rate Still death rate Neonatal mortality rate Neonatal mortality rate Infant mortality rate Infant mortality rate Under five mortality rate Under five mortality rate Maternal mortality rate Maternal mortality rate Age spesific mortality rate Age spesific mortality rate Cause spesific mortality rate Cause spesific mortality rate Case fatality rate Case fatality rate

35 35 1. Insiden - Incidence rate : - Attack rate: - Secondary AR :

36 36 Keterangan: Keterangan:  orang sehat  orang sehat  penderita serangan pertama  penderita serangan kedua  orang kebal Secondary Attack Rate = Keluarga AKeluarga B Keluarga C

37 37 Insiden dan Prevalen JanFebMarAprMeiJun A I C G H D F E B Insidence Rate Feb – Mei = A + D + E + F + G /jml pddk beresiko Prevalence Rate Feb – Mei = A + B + D + E + F + G + H + I Jml penduduk

38 38 Crude Death Rate: Crude Death Rate: Infant Mortality Rate: Infant Mortality Rate: Maternal Mortality Rate Maternal Mortality Rate Cause Specific Mortality Rate: Cause Specific Mortality Rate: Case Fatality Rate: Case Fatality Rate:

39 39 Penyebaran Penyakit 1. Ciri-ciri manusia Umur Umur –Kaitan dengan daya tahan –Kaitan ancaman kesehatan –Kebiasaan hidup Jenis kelamin Jenis kelamin –Perbedaan anatomi –Kebiasaan hidup –Perbedaan tingkat –Kesadaran berobat –Kemampuan berobat –Perbedaan macam pekerjaan Golongan etnik Golongan etnik Agama Agama Status Perkawinan Status Perkawinan Pekerjaan Pekerjaan Sosial ekonomi Sosial ekonomi

40 40 2. Tempat –Kejadian penyakit dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya yang disebabkan oleh perbedaan: Geografi Geografi Topografi Topografi Lingkungan Lingkungan 3. Waktu –Musim yang berbeda dapt menyebabkan perbedaan kejadian penyakit

41 41 WABAH (OUT BREAK) Definisi : Definisi : –Adalah kejadian meningkatnya satu macam penyakit dalam waktu yang singkat pada suatu tempat (APHA) Penilaian adanya wabah: Penilaian adanya wabah: 1.Menetapkan batas wabah dengan cara: – menghitung rata-rata dan simpangan baku kejadian yang lazim – Menghitung rata-rata kejadian yang baru – Membandingkan kejadian yang baru dengan yang lazim – Jika kejadian yang baru lebih tinggi  wabah

42 42 Cara lain menetapkan wabah Cara lain menetapkan wabah –Kenaikan angka kesakitan atau kematian penyakit menular tiga kali atau lebih dalam waktu tiga minggu berturut-turut atau lebih –Penderita baru penyakit menular meningkat dua kali atau lebih dari rata-rata sebulan atau setahun sebelumnya –Angka bulanan penyakit menular meningkat 2 kali atau lebih dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya –CFR meningkat 50% atau lebih dari bulan sebelumnya –Proportional Rate penyakit menular meningkat dua kali dalam satu bulan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

43 43 STRATEGI EPIDEMIOLOGI Strategi epidemiologi ialah suatu pola pendekatan berupa suatu rangkaian kegiatan untuk mengkaji masalah kesehatan sehingga didapat kejelasan tentang masalah kesehatan tersebut. Strategi epidemiologi ialah suatu pola pendekatan berupa suatu rangkaian kegiatan untuk mengkaji masalah kesehatan sehingga didapat kejelasan tentang masalah kesehatan tersebut. Kegiatan pokok Kegiatan pokok –Merumuskan hipotesis Hipotesis : formulasi konsep yang mengandung uraian tentang faktor-faktor yang diperkirakan berperan sebagai penyebab ditemukan frekuensi ataupun masalah kesehatan. Hipotesis : formulasi konsep yang mengandung uraian tentang faktor-faktor yang diperkirakan berperan sebagai penyebab ditemukan frekuensi ataupun masalah kesehatan. –Menguji hipotesis –Menarik kesimpulan

44 44 Hipotesa Dalam Epidemiologi –Unsur pokok hipotesis Keterangan tentang manusia yang terkena masalah kesehatan (man) Keterangan tentang manusia yang terkena masalah kesehatan (man) Keterangan tentang sebab (agent) Keterangan tentang sebab (agent) Keterangan tentang akibat (disease) Keterangan tentang akibat (disease) Keterangan tentang dosis sebab (doses) Keterangan tentang dosis sebab (doses) Keterangan tentang waktu (time) Keterangan tentang waktu (time) –Cara menyusun hipotesis Method of difference Method of difference – Peristiwa A berbeda dengan peristiwa B  A ada faktor X Method of agreement Method of agreement – Mamanfaatkan suatu faktor pada setiap kali munculnya suatu penyakit X Method of concomitant variation Method of concomitant variation – Munculnya penyakit selalu berubah oleh perubahan faktor X Method of analogy Method of analogy –Falsafah dari cina dan india  penyakit sama penyebab sama

45 45 Hubungan Sebab Akibat 1. Prinsip hubungan sebab akibat –Pengetahuan pokok dalam epidemiologi –Ada A mengakibatkan timbulnya B A  B A + X  B + X B – Y  B - Y

46 46 2. Kondisi pada hubungan sebab akibat –Kondisi yang mutlak harus ada (neccasary condition). B Muncul jika ada A –Kondisi yang cukup (sufficient condition) sama dengan A hanya dapat diganti dengan yang lain. –Kondisi yang menopang (Contrybutary condition) C diperlukan untuk membentuk B disamping A. –Kondisi yang memungkinkan (Contingent condition) B tidak ada akan terjadi walaupun A ada kalau C tidak ada. –Kondisi pilihan (Alternative condition) kondisi pilihan yang dapat mengganti yang mutlak C. dapat mengganti A untuk terbentuk B.

47 47 3. Macam hubungan a.Hubungan statistik Ada assosiasi statistik  perbedaan yang bermakna Ada assosiasi statistik  perbedaan yang bermakna Tak ada assosiasi  perbedaan tidak bermakna Tak ada assosiasi  perbedaan tidak bermakna Tidak semua hubungan statistik bermakna adalah benar. Tidak semua hubungan statistik bermakna adalah benar. b.Hubungan Causal Ada hubungan kausal Ada hubungan kausal Tidak ada hubungan causal Tidak ada hubungan causal Dilakukan dengan penelitian eksperimental

48 48 c.Hubungan langsung dan tidak langsung Tidak langsung Langsung Rabun senja terjadi karena tidak makan sayur Rabun senja terjadi karena tidak memakan makanan yang mengandung vitamin A Hepatitis B terjadi karena menggunakan alat suntik yang tercemar Hepatitis B terjadi karena mengunakan alat suntik yang mengandung virus hepatitis B

49 49 SKEMA HUBUNGAN A B Uji Statistik Asosiasi (-) Asosiasi (+) Kausal (-) Kausal Kausal (+) Kausal tdk langsung Kausal langsung Eksperimen Kajian lanjut

50 50 Penelitian Epidemiologi 1. Penelitian deskriptif –Meliputi penentuan : Insidence Insidence Prevalence Prevalence Mortality menurut ciri dasar kelompok Mortality menurut ciri dasar kelompok –Usia –Jenis kelamin –Ras –Geografi 2. Penelitian analitik –Menerangkan terjadinya penyakit –Didahului oleh penelitian deskriptif

51 51 PENELITIAN ANALITIK OBSERVASIONAL KOHORKASUS KELOLA INTERVENSI EKSPERIMENTAL

52 52 Masalah kesehatan yang diteliti jarang ditemukan Masalah kesehatan yang diteliti jarang ditemukan Bermaksud menyelidiki hubungan sebab akibat Bermaksud menyelidiki hubungan sebab akibat Melaksanakan penelitian tidak ditemukan hambatan etika penelitian Melaksanakan penelitian tidak ditemukan hambatan etika penelitian Diketahui akibat yang ditemukan tidak berbahaya Diketahui akibat yang ditemukan tidak berbahaya Ingin mengetahui ada tidaknya hubungan kausal yang sebenarnya Ingin mengetahui ada tidaknya hubungan kausal yang sebenarnya Masalah kesehatan yang diteliti sering ditemukan Masalah kesehatan yang diteliti sering ditemukan Bermaksud untuk mencari penjelasan pertama hubungan sebab akibat Bermaksud untuk mencari penjelasan pertama hubungan sebab akibat Tidak mungkin dilakukan penelitian intervensi karena aspek etika penelitian. Tidak mungkin dilakukan penelitian intervensi karena aspek etika penelitian. Diduga akibat yang ditimbulkan terlalu berbahaya Diduga akibat yang ditimbulkan terlalu berbahaya Ingin mengetahui tendensi hubungan kausal saja Ingin mengetahui tendensi hubungan kausal saja INTERVENSI OBSERVASIONAL

53 53 Diketahui adalah penyebab dan yang ingin dicari akibat. Diketahui adalah penyebab dan yang ingin dicari akibat. Akibat yang ingin diketahui banyak ditemukan. Akibat yang ingin diketahui banyak ditemukan. Jarak waktu antara adanya penyebab dan timbulnya akibat singkat Jarak waktu antara adanya penyebab dan timbulnya akibat singkat Ingin lebih mengetahui hubungan sebab akibat (tindak lanjut penelitian kasus kontrol). Ingin lebih mengetahui hubungan sebab akibat (tindak lanjut penelitian kasus kontrol). Angka drop out diperkirakan rendah. Angka drop out diperkirakan rendah. Diketahui adalah akibat dan ingin diketahui adanya penyebab. Diketahui adalah akibat dan ingin diketahui adanya penyebab. Akibat yang telah diketahui tsb. Jarang ditemukan. Akibat yang telah diketahui tsb. Jarang ditemukan. Jarak waktu antara adanya penyebab dan timbulnya akibat terlalu lama. Jarak waktu antara adanya penyebab dan timbulnya akibat terlalu lama. Ingin mengetahui hubungan awal sebab akibat. Ingin mengetahui hubungan awal sebab akibat. Angka drop out diperkirakan tinggi. Angka drop out diperkirakan tinggi. KOHOR KASUS KELOLA

54 54 Penelitian Kohor Adalah penelitian epidemiologi analitik yang bersifat observasi dimana dilakukan perbandingan antara sekelompok orang yang terkena penyebab (terpapar) dengan sekelompok lainnya yang tidak terkena penyebab (tidak terpapar), kemudian dilihat akibat yang ditimbulkannya. Adalah penelitian epidemiologi analitik yang bersifat observasi dimana dilakukan perbandingan antara sekelompok orang yang terkena penyebab (terpapar) dengan sekelompok lainnya yang tidak terkena penyebab (tidak terpapar), kemudian dilihat akibat yang ditimbulkannya.

55 55 Penelitian Kasus Kontrol Adalah penelitian epidemiologi analitik yang bersifat observasi dimana dilakukan perbandingan antara sekelompok orang yang penyakit tertentu dengan sekelompok lainnya yang tidak terkena penyakit, kemudian dilihat faktor resiko yang menyebabkannya. Adalah penelitian epidemiologi analitik yang bersifat observasi dimana dilakukan perbandingan antara sekelompok orang yang penyakit tertentu dengan sekelompok lainnya yang tidak terkena penyakit, kemudian dilihat faktor resiko yang menyebabkannya. Biasanya penelitian ini adalah retrospektif Biasanya penelitian ini adalah retrospektif

56 56 Keuntungan Tidak memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang banyak. Tidak memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang banyak. Tidak ada drop out Tidak ada drop out Dapat dilakukan dengan kasus yang sedikit Dapat dilakukan dengan kasus yang sedikit Kerugian Kerugian Ada kemungkinan data tak lengkap Ada kemungkinan data tak lengkap Cara pencatatan tidak sama Cara pencatatan tidak sama Hasil kurang dipercaya, maka dilanjutkan dengan penelitian kohor atau eksperimen Hasil kurang dipercaya, maka dilanjutkan dengan penelitian kohor atau eksperimen

57 57 Penelitian Eksperimen Batasan Batasan Yang dimaksud dengan penelitian eksperimen ialah salah satu dari penelitian epidemiologi analitik yang membandingkan data dari sekelompok manusia yang dengan sengaja dilakukan sesuatu dengan kelompok lainnya yang sama, tetapi tidak dilakukan apa-apa.

58 58


Download ppt "1 DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Iniversitas Andalas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google