Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Statistik Ketahanan Sosial (Social Resilience Statistics) Direktorat Statistik Ketahanan Sosial BPS-RI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Statistik Ketahanan Sosial (Social Resilience Statistics) Direktorat Statistik Ketahanan Sosial BPS-RI."— Transcript presentasi:

1 Statistik Ketahanan Sosial (Social Resilience Statistics) Direktorat Statistik Ketahanan Sosial BPS-RI

2 Latar Belakang A culture of evidence-based decision making has to be promoted at all levels of government, to increase the welfare of societies”. “We urge statistical office, public and private organizations, and academic experts to work alongside representatives of their communities to produce high quality, fact-based information that can be used by all of society to form a shared view of societal wellbeing and its evolution over time” (OECD, World Bank, United nations and OIC: Istanbul Declaration,2008). Prof Stephen Sen : “ statistics as the science of quantitative reasioning, of ways of thinking about, and working with numerical facts and ideas. Statistics has much more in common with phylosophy than it does with accounting (dalam Stinnett, Sandra. 1990)

3 Pentingnya Faktor Sosial-Budaya untuk Pembangunan Pembangunan ekonomi akan lebih berhasil dilaksanakan jika ditopang oleh dan dilakukan pada masyarakat yang memiliki kekuatan sosial integratif. India: Angka IPM 2001 negara bagian yang kaya yaitu Andhra Pradesh sebesar 88,14, Bihar 77,75 dan Punjab 113,77 dan yang biasa-biasa saja: Kerala IPM-nya mencapai 135,17 (Dhindsa and Bhatia, 2005) Italia: Robert D Putnam: 2002 menunjukkan perbedaan hasil- hasil pembangunan antara Italia bagian Utara (Florence, Bologna dan Genoa) dan Italia bagian Selatan (Sisilia dan Kalibria). Miguel Cavarubias di awal abad ke 20 dari Amerika Selatan berlayar menuju Bali. Bali waktu itu masih sangat terbelakang dari sisi modernisasi  meramalkan bahwa dalam waktu yang tidak lama Bali akan mengalami kemajuan yang luar biasa dan akan menjadi sorotan dunia. Bali yang lebih sejahtera

4 Kerangka Pikir Pengembangan Statistik Hansos (1) Langkah awal: membedakan 2 dinamika sosial Eksternal (large scale system) dan internal (small scale system) Dinamika internal local social system dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu small scale system itu sendiri dan characteristics of the small scale system yang disebut sebagai community factors (faktor komunal).

5 Kerangka Pikir Pengembangan Statistik Hansos (2) Small scale system (tingkatan sistem dalam komunitas) terdiri dari family (individu, keluarga dalam rumah tangga), komunitas (terdiri dari institusi sosial komunitas dan hubungan antar famili/keluarga: kinship) dan sistem politik (pembagian kekuasaan dan kewenangan) dan sosial-ekonomi di tingkat lokal. Sistem dalam komunitas (small scale system) berinteraksi dengan karakteristik komunal kecil berupa 4 (empat) dimensi penting : faktor sosial-politik (yang biasanya terkait dengan pembagian kekuasaan di tingkat lokal/partisipasi politik lokal), ekonomi ( terkait dengan pola produksi/social organization of production), biological (terkait dengan pola reproduksi/social organization of reproduction) dan belief (social organization of religion/belief).

6 Kerangka Pikir Pengembangan Statistik Hansos (3) Sistem dalam komunitas (small scale system) ini senantiasa berinteraksi dengan karakteristik yang ada di setiap komunal kecil berupa 4 (empat) dimensi penting yaitu faktor sosial-politik (yang biasanya terkait dengan pembagian kekuasaan di tingkat lokal/partisipasi politik lokal), ekonomi ( terkait dengan pola produksi/social organization of production), biological (terkait dengan pola reproduksi/social organization of reproduction) dan belief (social organization of religion/belief). Faktor eksternal berupa pengaruh-pengaruh dari globalisasi ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan, system nilai universal (universal values) urbanisasi dan berbagai kebijakan pembangunan internasional, nasional dan regional

7 Apa yang dimaksud dengan Ketahanan Sosial (Social Resilience)? Ketahanan Sosial/Social Resilience: Outcome dari dinamika sistem internal dan eksternal berupa kemampuan masyarakat untuk mengatasi/menanggulangi (coping with risks induced) (disebabkan) through integration into large scale system (societal factors). Sampai sejauh mana kelenturan sistem sosial lokal beserta karakteristiknya dapat bertahan dari risk eksternal tersebut

8 Outcome dari Dinamika Sosial  Tingkat perlindungan yang diberikan kepada penduduk lanjut usia, anak-anak, perempuan, orang dengan disabilitas.  Tingkat dukungan yang diberikan kepada individu maupun keluarga/ rumah tangga rentan seperti keluarga miskin, orang tua tunggal, anak-anak dan penduduk lanjut usia yang terlantar, orang dengan disabilitas yang terlantar.  Tingkat partisipasi individu, kelompok dan keluarga dalam kehidupan sosial dan politik.  Tingkat konservasi/ keberlanjutan sumber daya lingkungan bagi penghidupan masyarakat lokal  Tingkat kontrol sosial terhadap kekerasan (rumah tangga, komunitas, dan lintas budaya)

9 Apa yang menjadi Fokus? To strengthen “Indigenous Potential” within family, community and local social system.

10 Ketahanan Sosial Sebagai Hasil dari Dinamika Sosial Skala Lokal/ Global  Tingkat perlindungan yang diberikan kepada penduduk lanjut usia, anak-anak, perempuan, orang dengan disabilitas.  Tingkat dukungan yang diberikan kepada individu maupun keluarga/ rumah tangga rentan seperti keluarga miskin, orang tua tunggal, anak-anak dan penduduk lanjut usia yang terlantar, orang dengan disabilitas yang terlantar.  Tingkat partisipasi individu, kelompok dan keluarga dalam kehidupan sosial dan politik.  Tingkat konservasi/ keberlanjutan sumber daya lingkungan bagi penghidupan masyarakat lokal  Tingkat kontrol sosial terhadap kekerasan (rumah tangga, komunitas, dan lintas budaya) Ketahanan Sosial Jejaring Sosial Tempat Tinggal Institusi Sosial Sistem Ekonomi Lingkungan Sosial Sistem Politik Sistem Sosial  Organisasi sosial reproduksi meliputi : formasi keluarga, sistem pernikahan dan pertalian darah, serta prinsip turunan, warisan, dan suksesi.  Organisasi sosial produksi meliputi : stratifikasi dan pembagian kerja berdasarkan gender, usia, dan kelas sosial.  Organisasi sosial partisipasi politk meliputi : kepemimpinan lokal dan pola manajemen.  Organisasi sosial keagamaan meliputi : hukuman dan insentif yang memperkuat norma sosial yang berlaku.  Derajat integrasi ke sistem ekonomi pasar global (misalnya prevalensi upah/ gaji buruh, moneterisasi, mekanisasi, penggunaan teknologi, penanaman modal asing, orientasi dan ketergantungan ekspor, dan ketergantungan impor).  Derasnya arus pengetahuan dan informasi global.  Derajat integrasi ke dalam tata kehidupan perkotaan.  Penerapan kebijakan skala internasional, nasional, non-lokal berpengaruh terhadap wilayah (misal kebijakan terkait kependudukan, kesehatan dan pendidikan) Faktor Komunal Faktor Sosial

11 Pengembangan Sub Direktorat Setiap Sub Direktorat yang ada di jajaran Direktorat Statistik ketahanan Sosial berusaha mengembangkan ukuran-ukuran statistic atas dasar outcome tersebut..

12 Direktorat Statistik Kerawanan Sosial: Mengembangkan ukuran-ukuran statistik kerentanan (Vulnerability) Kemiskinan, ageing, kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap perempuan, penyandang cacat, yatim piatu, perdagangan orang, anak terlantar, korban bencana, masyarakat terasing, suku bangsa dan beragam jenis statistik yang terkait dengan vulnerability/kerentanan terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan data dan analisis dalam hal perlindungan (protection) dan dukungan (support).

13 Sub Direktorat Statistik Ketahanan Wilayah Memfokuskan kepada dua dimensi pokok yaitu pada tingkat partisipasi masyarakat, kohesifitas kehidupan sosial masyarakat dan juga sebagai penyedia data dasar (melalui pengumpulan data Podes) untuk keperluan penyediaaan indikator ketahan sosial bagi 3 Sub Direktorat yang lainnya. Terkait dengan partisipasi dan kohesifitas kehidupan sosial masyarakat maka Sub Direktorat Statistik Ketahanan wilayah akan terus mengembangkan indikator-indikator statistik terkait indeks modal sosial, indeks kebahagian masyarakat (happiness index) dan indikator terkait lainnya.

14 Sub Direktorat Statistik Lingkungan Hidup Memfokuskan pada penyediaan indikator yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dengan fokus pada konservasi dan sustainabiliti. Situasi terkini/existing lingkungan hidup (sosial, buatan dan alam), faktor-faktor yang terkait dengan konservasi dan sustainabiliti menjadi focus utama Sub Direktorat Statistik Lingkungan Hidup. Sub Direktorat ini juga mengembangkan Statistik terkait kepedulian dan perilaku masyarakat tentang Lingkungan Hidup.

15 Subdirektorat Statistik Polkam Memfokuskan pada penyediaan dan pengembangan statistik terkait kekerasan masyarakat (kerusuhan) kriminalitas, politik: dinamika demokrasi dan keterlibatan civil, civil society sebagai komponen penopang demokrasi. Juga mengembangkan statistik terkait kemanan negara dan masyarakat secara luas. Statistik yang terkait dengan keamanan negara di kawasan perbatasan (expected future)

16 Membangun Budaya Belajar Statistik Sosial BPS terutama Statistik Ketahanan Sosial akan terus berkembang di pusat dan di daerah sepanjang: kita mencintainya, kita terus belajar dan kita terus dalam kebersamaan. Ilmu Sosial itu sangat rumit, tetapi akan sangat menarik jika kita menekuninya.


Download ppt "Statistik Ketahanan Sosial (Social Resilience Statistics) Direktorat Statistik Ketahanan Sosial BPS-RI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google